Demi Bayar Hutang Rp 176 Juta, Mahasiswi Jual Sel Telurnya di Pasar Gelap

Sejak kebijakan satu anak dicabut, pasar gelap agen kesuburan ilegal tumbuh subur. Mereka rata-rata menawarkan 10 ribu-50 ribu yuan untuk tiap prosedur panen. Jumlah yang fantastis bila dirupiahkan.

Seluruh proses biasanya memakan waktu sekitar 12 hari. Kandidat biasanya disaring terlebih dahulu agar hanya wanita terbaik yang diambil sel telurnya.

“Mereka memeriksa tingkat pendidikan Anda, status kesehatan Anda, beberapa (agensi) juga mempertimbangkan tinggi dan penampilan,” ungkap wanita itu seperti dikutip dari South China Morning Post.

Untuk saat ini, Komisi Kesehatan Tiongkok dan Kementerian Keamanan Publik sedang bekerja untuk melarang penjualan dan pembelian sperma juga sel telur manusia. Warga dapat menyumbangkannya secara sukarela di rumah sakit berlisensi resmi dan pemerintah setempat nantinya akan memberi mereka hadiah.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Pengamanan kartu kredit dan debit masih begitu lemah. Karenanya, data pengguna dari kedua kartu tersebut sangat mudah dikopi.

Suporter Tinggalkan Ujian demi Dukung Timnas Indonesia U-23 di Vietnam

Totalitas tanpa batas, kata pemuda yang datang dari Tangerang itu, sudah seharusnya dilakukan pendukung timnas. Menurut Habib Rizki, apa yang dilakukannya merupakan bentuk pengabdian kepada negara.

“Mengabdi ke negara itu, kan, bukan hanya dengan menjadi aparatur sipil negara,” tutur pria berusia 21 tahun itu.

Bikin Baper, Gading Marten dan Gisella Anastasia Kompak Lagi Demi Anak

Fotonya sendiri memperlihatkan Gading Marten, Gempita dan Gisella Anastasia yang sedang berpose bersama. Ketiganya kompak memakai pakaian berwarna hijau dan memamerkan senyum.

Foto ini seakan masih memperlihatkan kehangatan dan kebahagiaan dari satu keluarga yang utuh, yakni kebersamaan ayah, ibu, dan anak mereka.

Demi Tinggalkan MU, Alexis Sanchez Rela Potong Gaji

Manchester – Alexis Sanchez diberitakan telah mengutus agennya mencari pelabuhan┬ábaru yang siap menampungnya musim mendatang. Sanchez bahkan dikabarkan rela dibayar lebih rendah dari yang ia dapat di Manchester United (MU).

Alexis Sanchez gagal menunjukkan performa yang menjanjikan sejak bergabung dengan MU. Pergantian manajer dari Jose Mourinho ke Ole Gunnar Solskjaer tidak mengubah nasib Sanchez.

Solskjaer disebut sudah kehilangan kesabaran dalam menantikan performa positif Sanchez. Hal itu bertambah buruk setelah pemain tersebut mengalami cedera lutut.

Situasi tak kondusif yang ia rasakan sejak bergabung dengan Manchester United disebut membuat Sanchez jengah. Ia sudah tidak bisa menerima kritikan dan berniat meninggalkan klub pada bursa transfer musim panas 2019.

Sanchez siap menerima gaji yang lebih rendah agar bisa hengkang dari Old Trafford. Jika tidak, Sanchez akan kesulitan untuk mencari klub yang mau menampungnya.

Wakil CEO MU, Ed Woodward, dikabarkan akan mengadakan diskusi dengan Alexis Sanchez untuk mencari solusi kelanjutan karier pemain asal Chile itu.

Augie Fantinus Jual Sepatu Demi Menghidupi Keluarga

Namun bila ia sudah kembali mendapat pekerjaan seperti sebelumnya, Augie Fantinus akan kembali mengoleksi sepatu.

“Cuma kalau nanti sudah ada kerjaan lagi kerja tetap apalagi bakal ada lagi. Yang penting bisa untuk menghidupi dulu karena kan anak sekolah, kehidupan di rumah segala macam, jadi kalau bisa tutup itu, apapun kita lakukan,” kata Augie Fantinus.

Demi Comeback dari Rennes, Arsenal dan Suporter Harus Bersatu

LondonUnai Emery meminta Arsenal untuk bersatu dan bikin suasana yang fantastis di Emirates Stadium bersama suporter. Hal itu untuk misi comeback dari Rennes.

Arsenal bakal menjamu Rennes di leg kedua 16 besar Liga Euorpa, Jumat (15/3/2019) dinihari WIB. Meriam London saat ini dalam posisi tertinggal 1-3 dari pertemuan pertama.

The Gunners butuh kemenangan minimal 2-0 untuk merebut tiket perempatfinal. Untuk memuluskan langkah tersebut, Emery ingin Arsenal bersatu dan bikin suasana yang fantastis bersama suporter.


“Kami harus bersama dan menciptakan suasana fantastis di Emirates dengan para suporter untuk membantu kami melakukan kinerja terbaik selama 90 menit. Kami harus bermain dengan emosi tinggi dengan suporter kami, tetapi tetap ambil keputusan di lapangan dengan cerdik,” kata Emery seperti dikutip dari situs resmi UEFA.

“Kami sangat menuntut diri kami sendiri. Bagi kami, ini adalah masalah positif karena kami ingin memainkan pertandingan besar, pertandingan sulit melawan tim terbaik – dan di Liga Eropa kami pernah dalam situasi ini seperti saat melawan BATE Borisov,” sambungnya.

Pelatih Rennes, Julien Stephan, tetap menganggap bahwa Arsenal adalah unggulan meski saat ini dalam posisi tertinggal. Rennes pun bakal mengincar setidaknya satu gol di Emirates Stadium.

“Arsenal tetap menjadi favorit jika harus menoleh ke belakang dan pengalaman mereka. Satu-satunya hal yang saya pikirkan adalah bahwa kami perlu mencetak gol di sana; setidaknya sekali, jika perlu dua kali,” ungkapnya.

(ran/mrp)

Demi Uang Asuransi Rp 5,7 Miliar, Wanita Ini Nekat Potong Tangan

Seorang warga Australia Graham Robert Morant (69) dinyatakan bersalah dengan tuduhan membantu istrinya melakukan bunuh diri. Dia disebut akan mendapatkan pembayaran asuransi jiwa atas nama istrinya sebesar 1,4 juta dolar atau sekitar Rp 14 miliar.

Juri dalam persidangan di Pengadilan Brisbane, Australia, menyatakan Morant terbukti turut membantu istrinya Jennifer (56) membelikan generator yang akan digunakan untuk bunuh diri dengan cara melepaskan gas di dalam mobil yang tertutup rapat.

Dia juga dinyatakan bersalah karena terbukti menyarankan agar istrinya itu melakukan bunuh diri.

Dalam persidangan terungkap bahwa Jennifer memang menderita penyakit punggung kronis, depresi dan kecemasan.

Polisi menemukan Jennifer tewas di dalam mobilnya pada 30 November 2014. Kondisi mobil dalam keadaan tertutup dan ditemukan tulisan “Jangan berupaya menyadarkan saya”.

Penyelidik menjelaskan, kursi belakang mobil dalam posisi terlipat ke bawah dan posisi generator berada di bagian bagasi.

Dalam persidangan juga disebutkan bahwa Morant berpeluang mendapatkan manfaat sebesar 1,4 juta dolar dari tiga polis asuransi jiwa, yang akan dibayarkan termasuk jika terjadi pemegang polis melakukan bunuh diri.

Terdakwa bersikukuh tidak bersalah dengan dalih sama sekali tak mengetahui rincian polis tersebut, meskipun dia satu-satunya ahli waris dalam asuransi istrinya itu.

Disebutkan, Morant menyampaikan ke istrinya bahwa dia ingin menggunakan uang itu membangun komunitas keagamaan di pedalaman Gold Coast.

Komunitas tersebut, katanya, akan dilengkapi dengan bunker tempat perlindungan saat menyambut kebangkitan seperti disebutkan dalam alkitab nasrani.

Duh! Demi Klaim Asuransi, Perempuan Ini Menggergaji Tangannya

Jakarta – Polisi menyatakan bahwa perempuan dan saudara-saudaranya menggunakan gergaji bundar untuk memutus tangannya

Polisi di Slovenia menuduh seorang perempuan memotong tangannya sendiri menggunakan gergaji bundar – dengan bantuan keluarganya – untuk mengklaim uang asuransi.

Perempuan berusia 21 tahun tersebut, bersama seorang saudaranya, ditahan polisi dan terancam hukuman penjara hingga delapan tahun bila terbukti bersalah.

Menurut polisi, para tersangka baru-baru ini mencairkan uang asuransi akibat cedera yang dideritanya.

Perempuan itu diduga melakukannya untuk mendapatkan uang kompensasi sebesar 400,000 atau sekitar Rp6,4 miliar serta uang bulanan sekitar 3,000 atau Rp48 juta dari polis asuransinya.

Tiga anggota keluarganya juga sempat ditahan awal tahun ini, namun dua di antara mereka dibebaskan.

Polisi mengungkapkan bahwa keluarga tersebut dengan sengaja memotong tangan perempuan itu di atas pergelangan tangannya di rumah mereka di ibu kota Ljubljana.

Keluarga tersebut lantas membawanya ke rumah sakit, dengan mengatakan bahwa ia tidak sengaja melukai tangannya saat sedang menggergaji ranting pohon.

Polisi mengatakan bahwa mereka sengaja meninggalkan potongan tangan perempuan itu ketimbang membawanya ke rumah sakit, untuk memastikan bahwa kelumpuhan itu bersifat permanen.

Namun aparat berhasil menemukan potongan tangannya dan membawanya tepat waktu untuk kembali dijahit ke tubuh perempuan tersebut.

Peta Slovenia
Peta Slovenia (BBC)

(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Demi Jadon Sancho, MU Harus Berani Bayar Mahal

Dengan performa apik sang pemuda, Dortmund kabarnya sudah mulai mengambil langkah pencegahan. Mereka kabarnya hanya mau menjual sang pemain di atas harga 100 juta pounds. Namun di mata Kanchelskis, United harus berani menebus harga mahal sang winger.

“Saya rasa cukup gila melihat kenyataan bahwa pemain yang dulunya berharga murah lalu kembali ke Premier League dengan harga 90 juta pounds. Namun saya rasa Manchester United sudah melakukan hal yang mirip saat mereka membeli Pogba dari Juventus.”

“Saya sendiri terheran-heran mengapa Manchester City bisa melepaskan talenta seperti Sancho atau mengapa mereka tidak memberikan kesempatan kepadanya. Man United sendiri akan sangat senang membajak pemain City dan menjadikan pemain itu menjadi pemain hebat bagi United.” tandasnya.

Menurut laporan yang beredar, Sancho masih belum tertarik kembali ke Inggris karena ia masih ingin menimba ilmu lebih banyak di Jerman.

Sumber: bola.net

Perjuangan Melawan Jijik demi Mengungkap Bedanya Pipis Anak IPA dan IPS

Jakarta – Lolos 20 besar finalis Indonesia Fun Science Award, Ahmad Nur Muzakki (16) dan Mastri Imammusadin (17) siswa SMA N 1 Purworejo maju ke babak final dengan karya ilmiah berjudul ‘Kajian Urine Siswa IPA dan IPS di SMA N 1 Purworejo’.

Ditemui detikHealth di Tangerang, keduanya mengaku sempat merasa tertekan saat awal akan melakukan penelitian tersebut. Apalagi penelitian Ahmad dan Mastri melibatkan urine orang lain.

“Pasti ada (rasa jijik), tapi diterusin aja karena kita juga penasaran,” ujar Mastri, Sabtu (9/3/2019).

“Awalnya sempet tertekan juga, btw kita anak pesantren gitu. Pernah ada pada tanya ‘apaan tuh anak pesantren mainan air kencing’. Oh tidaaaak,” lanjutnya.

Keduanya mengungkap urine anak IPA memiliki pH dan kadar glukosa lebih tinggi dibanding urine anak IPS. Mereka meyakini terkait stres dan tingkat kesulitan mata pelajaran.Keduanya mengungkap urine anak IPA memiliki pH dan kadar glukosa lebih tinggi dibanding urine anak IPS. Mereka meyakini terkait stres dan tingkat kesulitan mata pelajaran. Foto: Rinto Heksantoro/detikHealth

Keraguan pun menghampiri keduanya. Namun mereka tidak lantas berhenti begitu saja. Ahmad dan Mastri kemudian mendatangi guru agamanya untuk berkonsultasi, dan akhirnya mereka pun didukung untuk melanjutkan penelitian uniknya itu.

Penelitian pun dilanjutkan, dalam waktu dua hari sedikitnya diambil masing-masing 10 siswa dari jurusan IPA dan 10 siswa dari jurusan IPS sebagai sampel. Penelitian lu dilanjutkan hingga mereka mendapatkan kesimpulan bahwa pH dan kandungan glukosa di urine anak IPA lebih tinggi daripada anak IPS.

“Itu menandakan kalau siswa IPA itu pola makannya kadang lebih nggak teratur atau mungkin bisa juga karena tekanan psikologis karena stres gitu,” tutur Mastri.

(wdw/up)