Rossa Bicara Lagi soal Salah Lirik Lagu ‘Indonesia Raya’ di Debat Capres

Jakarta – Beberapa waktu lalu, Rossa dipercaya menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya‘ di pembukaan debat capres keempat. Namun karena gugup, penampilan Rossa kurang sempurna.

Rossa salah satu kata di lirik lagu ‘Indonesia Raya’. “Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku. Di sana lah aku berdiri jadi pandu ibuku’.

Rossa menyanyikan lirik ‘jadi’ menjadi ‘bagi. Karena itu, Rossa sudah minta maaf dalam Instagram pribadinya. Kali ini, Rossa, kembali ditanya soal masalah tersebut.

Saat menjadi bintang tamu dalam Nebeng Boy, Rossa, mendapatkan pertanyaan itu.

“Gimana sih waktu itu kok bisa salah?,” tanya Boy William.

“Aduh Boy gini ya aku nggak mungkin nggak hapal dengan lagu itu. Lagu itu kan lagu kebangsaan ya yang waktu upacara selalu dinyanyikan masa aku lupa kan nggak ya,” jawab Rossa.

“Tapi nggak tahu gimana waktu itu aku kok bisa nggak hapal, sumpah banget Boy aku merasa bersalah banget waktu itu. Makanya nggak berapa lama aku langsung minta maaf kan di Instagram sumpah aku merasa bersalah banget,” sambung ibu dua anak itu.

Boy pun menerima apa yang menjadi penjelasan Rossa.

“Yaudah deh kita nyanyi aja lagu itu yuk sekarang,” papar Boy William yang diiyakan Rossa.
(wes/wes)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Arti Kemeja Putih dan Jas di Debat Pilpres 2019

Liputan6.com, Jakarta – Debat Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019 sudah berakhir. Debat Pilpres putaran kelima berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019 dan diikuti oleh pasangan Capres dan Cawapres Jokowi- KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Tak hanya soal materi debat, penampilan kedua pasangan dalam berpakaian juga cukup menarik. Dalam debat yang dimoderatori oleh Balques Manisang dan Tomy Ristanto itu, perbedaan latar belakang budaya mempengaruhi pemilihan busana yang dikenakan.

Pasangan Jokowi dan Ma’ruf konsisten mengenakan busana atasan berwarna putih. Sementara pasangan Prabowo-Sandiaga sejak awal juga kompak memakai setelah jas.

Menurut konsultan fesyen, Amy Wirabumi hal ini dikarenakan adanya perbedaan latar belakang budaya dan keluarga dari masing-masing pasangan Capres dan Cawapres sehingga merupakan hal yang wajar kalau keduanya berbeda gaya.

“Jad ada dasar latar belakang mereka masing-masing. Jokowi dari keluarga sederhana, yang pasti beliau merasakan kalau kemeja putih itu adalah baju yang rapih, yang paling mudah didapat dengan harga terjangkau. Begitu pula dengan Ma’ruf Amin sebagai Kyai, yang pasti juga sering berpakaian putih dalam acara debat,” terang Amy, dilansir dari Antara, Sabtu, 13 April 2019. Lalu bagaimana dengan Prabowo-Sandi?

Top 3 Tekno: Tagar Jokowi Menang Total Debat di Twitter Jadi Sorotan

Pendukung pasangan capres cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin mulai memadati GBK, Jakarta. (Liputan6.com/ Ady Anugrahadi)

Para pendukung pasangan Capres dan Cawapres, Joko Widodo – Ma’ruf Amin, tengah menghadiri acara Konser Putih Bersatu di Stadion Utama GBK pada hari ini, Sabtu (13/4/2019).

Tak hanya di GBK, euforia kampanye akbar bertajuk Konser Putih Bersatu ini juga terasa di ranah media sosial.

Pantauan tim Tekno Liputan6.com, Sabtu (13/4/2019), saat berita ini ditulis, tagar #KonserPutihBerSATU menduduki posisi puncak Indonesia trends.

Baca selengkapnya di sini

3. 7 Fakta Mengejutkan Soal Pengguna Media Sosial di Indonesia

Ilustrasi Media Sosial (iStockphoto)

Seiring perkembangan zaman, penggunaan media sosial semakin berkembang pesat dari tahun ke tahun khususnya bagi masyarakat Indonesia.

Bahkan, media sosial saat ini dapat dikatakan menjadi suatu kebutuhan wajib bagi setiap masyarakat karena dengan tanpa adanya media sosial, mereka tidak bisa mengetahui berita-berita atau perkembangan terbaru.

Selain itu, dengan media sosial kita juga dapat bertemu dengan orang-orang yang tidak kita kenal sebelumnya, membantu sesama, atau bahkan memecahkan sebuah kasus.

Baca selengkapnya di sini

(Ysl/Isk)

Prabowo Singgung SBY Saat Debat? Ini Penjelasan Fadli Zon

Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, setiap generasi kepemimpinan pasti telah melakukan berbagai capaian baik di bidang ekonomi, politik, keamanan, kesejahteraan rakyat dan sebagainya. Tentu, kata dia, ada perubahan dilakukan dari satu presiden ke presiden berikutnya.

Menurut dia, tugas pemimpin selanjutnya memperbaiki kepemipinan sebelumnya.

“Saya rasa kita harus melihat secara objektif. Yang sudah baik lanjutkan yg belum baik diperbaiki,” ucap AHY.

Ketika ditanya lebih lanjut, AHY enggan mengomentari lebih jauh pernyataan Prabowo Subianto tersebut.

“Yang jelas bagi saya setiap yang dilakukan generasi dahulu wajib diapresiasi. Terus menghargai para pendahulu dengan semangat menjadi lebih baik dari pendahulunya,” ujar dia.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Wasekjen Demokrat: Sebenarnya Prabowo Debat dengan Siapa, Kok Serang SBY?

Liputan6.com, Jakarta – Wasekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik menyayangkan pernyataan calon presiden Prabowo Subianto saat debat capres, Sabtu, (13/4/2019). Rachland menilai saat debat Prabowo menyinggung Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

“Pak Prabowo sebenarnya sedang berdebat dengan siapa? Kenapa justru Pak SBY yang diserang?,” tulis Rachland dalam akun twitternya yang diunggah saat debat berlangsung.

Saat debat, Prabowo memang menyinggung soal kinerja Presiden sebelum Jokowi. Prabowo menyampaikan, deindustrialisasi bangsa Indonesia perlu dilakukan segera demi menutupi kesalahan para pemimpin sebelum masa pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi.

“Belajar baik dan berani merencanakan pembangunan deindustrialisasi, ciptakan lapangan kerja, lindungi petani dan nelayan kita. Ini kesalahan besar presiden-presiden sebelum bapak (Jokowi), kita semua harus bertanggung jawab. Benar, itu pendapat saya,” tutur Prabowo dalam debat pilpres 2019 di hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Prabowo menyatakan, dia tidak menyalahkan Jokowi dalam upayanya melakukan perbaikan demi kesejahteraan rakyat. Hanya saja, Jokowi harus berkaca bahwa ada cara yang salah saat menjalankan program pilihannya.

“Jadi kembali lagi saya terus terang saja tidak menyalahkan Pak Jokowi. Ini masalah kesalahan kita sebagai bangsa dan sudah berlangsung belasan, puluhan tahun, tapi harus berani mengoreksi diri. Kita salah jalan,” jelas dia.

Duet Afgan dan Putri Ayu Tutup Debat Pilpres 2019 Terakhir

Debat Pilpres 2019 ini dimulai pada pukul 20.00 WIB. Keempat kontestan debat, yakni Jokowi-Ma’ruf dari kubu 01, serta Prabowo-Sandiaga dari kubu 02 mendebatkan tema yang telah ditentukan.

Tema Ekonomi, Kesejahteraan sosial, Keuangan, Investasi, perdagangan dan industri menjadi sorotan utama debat Pilpres 2019 tahap akhir ini.

Di Debat Capres, Sandiaga Bacakan Surat Penolakan Holding BUMN Penerbangan

Liputan6.com, Jakarta – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno menyampaikan surat mengenai penolakan pembentukan holding BUMN penerbangan.

Ia mengatakan, hal itu saat menyampaikan pertanyaan dalam debat pamungkas Sabtu, (13/4/2019).

“Ada surat yang disampaikan kepada kami. Inti bunyinya bila kelak Allah berikan amanah pemimpin negeri, holding sektor penerbangan, kami terancam, terlempar dari BUMN. Besar harapan kami meluangkan dan keberkahan rezeki, diberikan uang Rp 350 ribu dari karyawan itu saat menuju Lampung,” ujar Sandiaga.

Seperti diketahui, Serikat Karyawan PT Angkasa Pura II (Sekarpura II) menyatakan sikap terkait rencana holding perusahaan transportasi udara oleh Kementerian BUMN. Mereka berkirim surat untuk mempertanyakan rencana tersebut. 

Dalam penyampaian pertanyaan sikap kepada pemerintah itu, hadir seluruh Ketua DPC Sekarpura II dari 15 bandara udara di Indonesia. Juga pengurus pusat yang memang berkantor di Gedung 600, Bandara Internasional Soekarno Hatta. 

“Kami, sekitar hari Jumat, 5 April 2019, Sekarpura II bersama Sekarpura I sudah melayangkan surat ke Kementerian BUMN, untuk mempertanyakan rencana holding tersebut,” tutur Sekjen Sekarpura II, Krisna Wijaya, Selasa, 9 April 2019.

Sementara, Ketua DPP Sekarpura II, Robby Saputra, menuturkan isi surat tersebut ada lima poin pertanyaan yang diajukan mewakili seluruh kekhawatiran ribuan karyawan yang ada di AP I dan AP II. 

“Pertama, seberapa penting holding bisnis sarana dan prasarana perhubungan udara untuk segera dilakukan?” tutur Robby. 

Lalu kedua, dampak positif yang konkret atas rencana holding yang akan dilakukan Kementerian BUMN terhadap PT AP I dan PT AP II?

Ketiga, saat ini AP I dan AP II selaku perusahaan BUMN yang bisnisnya berkembang dengan baik, sehingga mempertanyakan kenapa akan dilakukan holding dengan perusahaan yang kurang baik secara keuangan.

Sekarpura II juga mempertanyakan kajian hukum dan bisnis, konsep tata kelola, serta peluang rencana holding tersebut terhadap Serikat Pekerja PT Angkasa Pura I dan II. Baik dari sisi perusahaan dan juga karyawan. 

“Kami juga meminta time line proses holding bisnis sarana dan prasarana perhubungan udara Kementerian BUMN,” ungkap Robby. 

Dalam surat tersebut, Sekarpura II memberi batasan agar Kementerian BUMN memberikan jawaban atau balasan surat, paling lambat pada hari ini pukul 16.00 wib. Namun, dari informasi yang didapat Sekarpura II, surat tersebut masih proses penomoran dan penandatanganan. 

“Sekali lagi, surat tersebut bertujuan untuk menjawab keresahan agar karyawan kami dalam tanda kutip seperti biasa atau lebih baik lagi, ketika holding dilakukan. Kalau enggak baik akan breafing lagi kepada para ketua DPC untuk sikap selanjutnya,” tutur dia.

Tutup Debat, Sandiaga Sebut Tusuk Prabowo-Sandi 13 Kali

JakartaCawapres Sandiaga Uno menutup debat dengan mengajak masyarakat ke TPS, yang menurutnya singkatan dari Tusuk Prabowo-Sandi. Sebanyak 13 kali Sandiaga mengulangi frasa Tusuk Prabowo-Sandi.

“Kami juga meyakini insyaallah, Allah yang maha membolak-balikkan hati akan memberikan arahan kepada masyarakat untuk memilih pemimpin yang terbaik. Bagi kami, saatnya tentukan pilihan terbaik buat masa depan kita, masa depan anak-anak cucu kita,” kata Sandiaga Uno dalam closing statement Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Sandi mengatakan mereka bertekad menghadirkan pemerintahan yang kuat. Agar itu tercapai, Sandi ingin masyarakat Tusuk Prabowo-Sandi.
Sandiaga mengulangi frasa ‘Tusuk Prabowo-Sandi’ dalam closing statement-nya sebanyak 13 kali.
“Kami bertekad menghadirkan pemerintahan yang kuat. Saatnya kita ajak kerabat-kerabat kita ke TPS, TPS singkatan adalah Tusuk Prabowo-Sandi. Mau cari kerja gampang? Tusuk Prabowo-Sandi. Mau pemerintahan bersih? Tusuk Prabowo-Sandi. Mau harga-harga beras, bahan pokok murah terjangkau? Ke TPS, Tusuk Prabowo-Sandi. Mau harga listrik turun? Ke TPS, Tusuk Prabowo-Sandi,” ucap Sandi.

“Mau tenaga medis pasien ingin BPJS diperbaiki? Tusuk Prabowo-Sandi. Guru honorer, mau kesejahteraan dan status lebih baik? Tusuk Prabowo-Sandi. Anak muda mau mendapatkan lapangan kerja? Tusuk Prabowo-Sandi. Mau PKH kita tingkatkan jadi PKH plus? Tusuk Prabowo-Sandi. Petani ingin mendapatkan pupuk lebih baik? Tusuk Prabowo-Sandi. Setop impor saat panen? Tusuk Prabowo-Sandi. BUMN kuat sebagai benteng ekonomi? Tusuk Prabowo-Sandi. 17 April mari kita ke TPS untuk Tusuk Prabowo-Sandi. Terima kasih,” sebut Sandi.
(gbr/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Beberkan Jurus Pemerataan Ekomoni dalam Debat Final Pilpres 2019

Liputan6.com, Jakarta – Calon Presiden petahana Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan alasan pemerintahannya fokus dalam pembangunan infrastruktur. Menurut dia, dengan pembangunan infrastruktur, akan muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru.

“Itu salah satu cara untuk pemerataan (ekonomi),” ujar Jokowi dalam debat capres terakhir di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Selain itu, bentuk lain untuk melakukan pemerataan ekonomi dengan mengalirkan dana desa. Anggaran ratusan triliun rupiah telah disalurkan ke desa-desa seluruh Indonesia.

“Kita miliki dana desa. Kita transfer sampai Rp 257 triliun ke desa-desa di Indonesia. Untuk pemerataan,” kata Jokowi.

“Beli bahananya dari desa, material, pekerjanya, semuanya dari desa. Sehingga pemerataan betul ada di desa itu,” imbuh dia.

Tak hanya itu, Jokowi juga meluncurkan program keluarga Harapan (PKH). Dengan program itu, gizi anak Indonesia tak mampu bisa diatasi.

“Juga Kartu Indonesia Sehat (KIS), kalau mereka sakit tidak terbebani biaya rumah sakit. Juga Kartu Indonesia Pintar (KIP) anak mereka bisa sekolah SD, SMP dan SMA. Dan akan menuju hingga jenjang kuliah,” jelas Jokowi.

Sementara itu, calon wakil presiden Sandiaga Uno mengungkapkan pengalamannya dalam menangani kemiskinan saat menjadi wakil gubernur DKI. Dia mengakui hal tersulit terkait itu adalah dengan data angka kemiskinan yang valid.

“Big data nasional dengan e-KTP kita, kita akan mampu single identification number. Nama dan alamat kemiskinan bisa kita ketahui. Kita bidik dengan program sasaran yang tepat,” ujar Sandiaga.

Dia berjanji akan menurunkan harga pangan dan kemiskinan. Selain itu, juga akan menciptakan 4 juta lapangan kerja baru.

“Dengan begitu bisa tercapai harapan pemerataan,” ujar Sandiaga Uno.