Faldo: PAN Dapat 1 Kursi di Dapil Jabar V

Faldo: PAN Dapat 1 Kursi di Dapil Jabar V Foto: Faldo Maldini. (Dok Pribadi)

Jakarta – Wasekjen PAN Faldo Maldini memperkirakan partainya akan mendapatkan satu kursi DPR di Dapil Jabar V. Namun dia belum mengetahui siapa caleg dari partai berlambang matahari putih yang akan lolos ke parlemen di dapil tersebut.

“Berdasarkan hitungan sejauh ini, Insyaallah PAN dapat satu kursi. Namun, belum tahu calegnya siapa,” kata Faldo kepada wartawan, Senin (22/4/2019).

Pernyataan itu disampaikan Faldo untuk menanggapi beredarnya foto yang menyebut dirinya gagal di Pileg 2019. Faldo diketahui caleg PAN nomor urut 2 di Dapil Jabar V yang meliputi Kabupaten Bogor.

Faldo kemudian bicara soal sistem penghitungan suara di Pileg 2019. Menurut dia, siapapun caleg PAN yang terpilih merupakan kader terbaik.

“Sistem penghitungan hari ini membutuhkan banyak caleg yang kerja, vote gather-nya harus banyak. Kalau tidak, kursi partai papan tengah seperti kami ini bisa disikat partai besar semua. Yang terpenting, partai bisa aman kursi dulu. Siapapun yang terpilih, Insyaallah yang terbaik,” ujarnya.

Selain itu, Faldo, yang juga juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, menegaskan pihaknya saat ini fokus mengumpulkan formulir C1. Dia tak mau ambil pusing terkait isu-isu liar yang menerpa kubu 02.

“Kami sangat sibuk ngumpulin, formulir C1 belum terkumpul semua. Saya sudah dua hari tidak terlalu perhatikan sosmed. Baru tahu soal gosip ini,” kata Faldo.

“Kalau Bang Fadli tidak lolos, berarti tidak ada caleg yang lolos dari Jabar V. Belum ada yang lewati suara Beliau setahu saya. Berarti yang bikin gosip bukan orang Kabupaten Bogor atau orang yang ingin membumbui hasil quick count pilpres kemaren, biar makin puas mengata-ngatai kubu oposisi. Kita doakan saja mereka sehat dan dimudahkan rencana-rencananya,” sambung dia.

Berikut Caleg PAN dari Dapil Jabar V:

1. Primus Yustisio
2. Faldo Maldini
3. RR Endah Octavia Hartanti
4. Muhammad Arfan
5. Arif Budiman
6. Umaroh
7. M Dandy Nurfiandi
8. Nadia Nabillah
9. Yeni Dwiyanti
(knv/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Surya Paloh Yakin Ada Caleg Nasdem Terpilih di Seluruh Dapil Sulawesi

“Katakanlah wilayah Sulsel ini. Ada tiga daerah pemilihan DPR RI ditingkat pusat. Saya pikir NasDem berharap dan yakin sekali, ada 6 kursi dpr ri dari Sulsel,” ucapnya.

Untuk diketahui, di seluruh penjuru Pulau Sulawesi ada total 49 kursi DPR RI yang diperebutkan. Di Provinsi Sulawesi Selatan, ada 24 kursi dari 3 daerah pemilihan yang akan diperebutkan, lalu di Provinsi Sulawesi Barat, ada 4 kursi dari 1 daerah pemilihan yang akan diperebutkan, di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara masing-masing ada 6 kursi dari 1 daerah pemilihan yang akan diperebutkan, sementara di Gorontalo hanya ada 3 kursi dari 1 daerah pemilihan yang akan diperebutkan.

BPN Jelaskan Metode Survei Internal, dari Dapil ke Nasional

JakartaBadan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjelaskan perihal survei internal pihaknya. BPN menyebut responden dalam surveinya terakumulasi dari sejumlah daerah pemilihan.

“Jadi survei nasional yang ditarik menjadi survei dapil-dapil, dan survei dapil yang ditarik terakumulasi jadi survei nasional. Jadi misalnya kalau di kami ini jumlah respondennya adalah 32.460, itu adalah merupakan hasil survei dapil-dapil. Kemudian akumulasi dari hasil survei dapil itu menjadi survei nasional. Beda dengan hasil survei nasional yang jumlah respondennya relatif lebih kecil,” kata Juru Debat BPN Viva Yoga Mauladi di Millennium Hotel, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019).

Menurut Viva, metode itu akan menentukan kualitas dari validasi dan akurasi survei. Namun, menurut Viva, saat ini politik sudah diarahkan ke arah yang rasional.

“Artinya menggunakan lembaga survei adalah salah satu bukti bahwa politik ini serba terkuantitatifkan, serba rasional. Ditentukan oleh beberapa indikator-indikator, terhadap respon sosial, respons publik terhadap pasangan calon maupun terhadap caleg dalam pemilu ini,” jelasnya.

Elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi masih tertinggal di survei Konsep Indonesia. Meskipun demikian, Viva mengaku BPN tetap optimistis.

“BPN masih optimis. Masih sisa waktu karena kita lihat fenomena yang terjadi, adanya kesadaran politik masyarakat kemudian respons masyarakat terhadap pasangan 02,” pungkasnya.
(azr/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Anggap Pileg Seru di Dapil, NasDem Tampilkan Tokoh Daerah untuk Raup Suara

Jakarta – Partai NasDem menyatakan persaingan Pileg di tingkat daerah pemilihan (dapil) berlangsung seru. Untuk meraup suara Pileg, NasDem pun menampilkan para tokoh dari dapil yang jadi caleg mereka.

“Dapil itu lebih spesifik, secara nasional mungkin tokohnya tidak dibicarakan. Tapi secara dapil, dibicarakan hangat. NasDem kan banyak menampilkan tokoh-tokoh dapil di calegnya. Karena tokoh dapil, NasDem di samping partai yang secara nasional sudah cukup dikenal, caleg-calegnya adalah tokoh-tokoh dapil dan karena dia tokoh dapil, seru, dibicarakan terus,” kata Sekjen NasDem Johnny G Plate kepada detikcom, Minggu (3/3/2019).

Caleg NasDem Dapil NTT I ini kemudian bicara coattail effect antara caleg di daerah dengan capres-cawapres yang diusung NasDem. Dia mengatakan ada relasi antara capres yang diusung dengan para caleg di daerah.

Sekjen NasDem Johnny G Plate Sekjen NasDem Johnny G Plate (Foto: Tsarina/detikcom)

“Efek coattail yang dibicarakan itu bukan kepada partai saja, tapi efek coattail antara capres dengan caleg. Jadi ada identifikasi capres 01 misalnya, di NTT, dia dengan partai apa, dengan tokoh caleg apa itu kan ada efeknya, dan relasi yang dekat, isu politiknya saling melengkapinya sangat dekat,” ucap Johnny.

Untuk DPR, Ketua DPP NasDem Irma Suryani mengatakan partainya memasang target 80 kursi pada Pileg kali ini. Dia juga menyatakan NasDem siap memenangkan Pileg kali ini.

Irma SuryaniIrma Suryani Foto: Irma Suryani Chaniago. (Samsudhuha Wildansyah/detikcom).

“NasDem sangat siap dalam memenangkan kontestasi politik Pileg 2019 ini. Target kami minimal dapat mengisi 80 kursi di parlemen,” ujar Irma dihubungi terpisah.

Terkait pembiayaan, Irma menyatakan tiap caleg menanggung masing-masing. Dia menyebut alat peraga kampanye dan tim menjadi hal utama dalam pembiayaan.

“Pembiayaan pileg tentu ditanggung oleh masing-masing caleg. Pembiayaan untuk tim dan alat peraga kampanye adalah yang utama,” ujar caleg NasDem untuk DPR RI dari dapil Sumatera Selatan II ini.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu
(haf/haf)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Eha Pedagang Starling Nyaleg Diketawain Teman-temannya

Cilegon – Pencalegan Eha Soleha (44) sempat dianggap sinting oleh para pedagang di pasar induk Kranggot, Cilegon. Ia dianggap nekat dan membuat orang tak percaya karena dianggap tak punya modal.

“Oh, caleg kentir (sinting). Banyak yang bilang gitu orang pasar, ledek-ledekan. Biasa caleg kentir. Saya nggak tersinggung biasa aja,” kata Eha saat berbincang dengan detikcom di Cilegon, Banten, Jumat (1/3/2019).

Pedagang kopi keliling alias Starbuck Keliling (Starling) mengakui bahwa memang sebelumnya ia tidak punya pengalaman di dunia politik. Namun, karena diajak seorang anggota partai PPP menjadi caleg untuk DPRD Cilegon, ia tertarik dan mau bergabung. Apalagi, waktu itu ia tidak diminta sepeser pun untuk mendaftar di dapil 1 kecamatan Cibeber-Cilegon nomor urut 6.

Begitu pedagang di pasar tahu bahwa ia jadi caleg, Eha bahkan diminta datang ke dukun atau orang pintar. Eha dianggap tak mungkin menang kecuali ada keajaiban.

“Pergi sana ke orang pinter biar disulap. Ya saya menghormati saja orang pasar,” kata Eha yang juga pernah mengenyam pendidikan D3 di Akademi Bahasa Asing di Jakarta.

Sahriah, sesama pedagang di pasar Kranggot awalnya berpikir pengakuan pencalegan Eha sebagai guyonan. Namun, begitu temannya itu menyebarkan striker sampai kartu nama ke pedagang-pedagang, mereka baru yakin dan malah memuji keberaniannya.

“Saya pikir bercanda. Kaget begitu bener. Hebat lah saya dukung aja,” kata Sahriah.

Sesama pedagang yang lain pun terkejut. Apalagi, di stiker Eha terlihat cantik karena make up.

“Kaget banget, apalagi pas lihat fotonya cantik. Dikasih stiker dikira muka camat, ternyata bener baru percaya. Semoga menang namanya juga pedagang sering becanda,” kata sesama pedagang bernama Musdalifah menimpali.

(bri/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kenalkan! Eha Penjual Kopi Starling di Cilegon Nekat Jadi Caleg

Cilegon – Caleg DPRD Kota Cilegon dapil 1 Cibeber-Cilegon dari PPP, Eha Soleha (44) sehari-hari menjadi pedagang starling alias Starbuck Keliling alias kopi keliling. Namun, hal itu tidak mengurungkannya maju ke panggung demokrasi.

Eha tinggal di kontrakan petak sekitar 500 meter dari Pasar Induk Kranggot. Ia tinggal bersama kedua orang tua dan anaknya yang masih berumur kira-kira 12 tahun.

Tak ada kursi di ruangan. Televisi tabung seadanya disimpan di lantai. Di beberapa tempat, terlihat pakaian dan mukena bergelantungan.

Setiap hari, ia berjualan di pasar mulai pukul 01.00 WIB dini hari sampai 08.00 WIB pagi. Dari kediamannya, ia bawa 3 termos dan keranjang berisi kopi saset.
Tengah malam jelang fajar adalah waktu paling efektif jualan kopi di pasar karena banyak pelanggan. Pekerjaan ini, sudah dilakukan hampir tiga tahun dengan penghasilan Rp 75 ribu perhari.

Pada pertengahan tahun lalu, Eha bercerita ada pelanggannya tiba-tiba menawarinya menjadi caleg di PPP. Pelanggan tukang sayur itu kebetulan pengurus PAC Kecamatan Cibeber yang sedang mencari sosok caleg perempuan. Meski sempat ragu, ia malah tertarik ikut.

“Saya ditawari teman, saya bilang nggak punya uang. Katanya udah nggak apa-apa, saya diminta beberapa kali, ditelponin, ya udah saya hormati (terima),” kata Eha saat ditemui detikcom di Cilegon, Banten, Jumat (1/3/2019).

Rencana pencalegan ini rupanya sempat ditentang oleh keluarga. Eha diminta mundur karena tak punya modal. Tapi terlanjur mendaftar dan lolos daftar calon tetap (DCT), ia memutuskan untuk terus maju.

“Yah mau gimana lagi, kalau orang tua mah ngedoain aja,” kata orang tua Eha menimpali.

Sejak resmi jadi caleg itulah Eha mengaku semangat melakukan kampanye di pasar. Waktu berjualan ia manfaatkan untuk memperkenalkan diri sebagai caleg dari PPP nomor urut 6. Respons pelanggan menurutnya rata-rata terkejut, bahkan ada yang tidak percaya.

“Walah caleg kopi. Eh ada uangnya nggak. Emangnya punya uang nyaleg,” kata Eha menirukan suara pelanggannya.

“Doain saya sih, kata saya. Terus saya jalan lagi” ujarnya.

Kampanye di pasar itu ia juga sering bagi-bagi stiker dan kartu nama. Ia mengaku dimodali partai untuk dua barang ini. Ia mengaku memang tidak punya modal selain dari jualan kopi keliling.

(bri/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Isi Lengkap Surat Mandat SBY: AHY Pimpin Pemenangan, Ibas Keseimbangan PD

Jakarta – Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi mandat kepada putra sulungnya yang juga komandan Kogasma PD, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk memimpin pemenangan pemilu partai berlambang mercy itu. Kabar tersebut disampaikan SBY ke para kadernya lewat sebuah surat.

Surat SBY tersebut dibacakan oleh Sekjen PD Hinca Pandjaitan, di Kantor DPP PD, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019). SBY tidak bisa fokus dalam pemenangan PD di Pemilu 2014 karena harus mendampingi istrinya, Ani Yudhoyono yang tengah menjalani perawatan melawan penyakit kanker darah di Singapura.

“Secara nasional komandan Kogasma saudara AHY bertanggung jawab dan bertugas melaksanakan kampanye pemenangan Pemilu 2019,” ujar SBY dalam suratnya.


Berikut isi surat SBY untuk para kader Demokrat yang berisi soal mandat kepada AHY dalam pemenangan Pemilu:

Surat ini adalah tentang surat keputusan dewan pimpinan pusat Partai Demokrat tentang peningkatan intensitas dan efektivitas kampanye pemenangan Pemilihan Umum tahun 2019 yang sekarang sedang berjalan.

1. Kampanye nasional dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh melibatkan seluruh komponen partai yang meliputi Komando Tugas Bersama (Kogasma) yang sudah kami bentuk sejak 2017 lalu, Komisi Pemenangan Pemilu, jajaran organisasi partai dari pusat hingga daerah dan para caleg. Jadi semuanya satu kesatuan, menyeluruh.

2. Secara nasional komandan Kogasma, saudara AHY bertanggung jawab dan bertugas melaksanakan kampanye pemenangan Pemilu 2019.

3. Dalam pelaksanaan tugasnya, Komandan Kogasma dibantu oleh koordinator kampanye wilayah timur, saudara Soekarwo, anggota majelis tinggi Partai Demokrat dan koordinator kampanye wilayah barat, saudara Nachrawi Ramli, anggota majelis tinggi Partai Demokrat.

4. Di samping membantu komandan Kogasma, para koordinator wilayah kampanye mengkoordinasikan kampanye yang dilakukan oleh jajaran dewan pimpinan daerah partai di wilayah tugasnya.

5. Wilayah timur kampanye Partai Demokrat meliputi provinsi Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Sedangkan wilayah barat yang menjadi wilayahnya Pak Nachrawi Ramli meliputi provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Kep. Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

6. Selama kampanye tugas-tugas harian DPP Partai Demokrat dilaksanakan oleh Sekjen Partai Demokrat.

7. Ketua fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, mengatur keseimbangan pelaksanaan tugas kedewanan, dengan tugas kampanye para anggota DPR RI dari Partai Demokrat, karena 61 anggota DPR RI partai saat ini adalah incumbent yang hampir semuanya adalah Caleg.

8. Setelah kampanye pemilu dilaksanakan seluruh jajaran partai tetap melakukan pengawalan dan pengamanan suara yang diperoleh, baik suara partai maupun suara caleg agar Partai Demokrat tak dirugikan pihak manapun.

9. Susunan kepengurusan resmi DPP Demokrat tidak ada perubahan, dan semua tetap memiliki tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkan. Ini perlu saya ulangi, susunan tidak ada perubahan.

10. Surat ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, Rabu 27 Februari 2019.

Selain surat kepada kadernya, SBY juga mengirimkan surat khusus kepada Hinca. Dalam suratnya, SBY meminta Hinca menjelaskan kepada kader dan media massa soal posisinya saat ini. Berikut isinya:

Surat ini ditujukan kepada Saudara Hinca.

Pak Hinca menyertai penjelasan Pak Hinca kepada media massa tentang peningkatan intensitas dan kapasitas kampanye Partai Demokrat 2019 ini tolong sampaikan hal hal berikut kepada para kader Demokrat di seluruh tanah air.

Pertama dengan tidak dapatnya saya berjuang secara fisik bersama caleg dan kader Demokrat dalam kampanye lanjutan Pemilu 2019 ini saya harap semangat para caleg Demokrat tidak berkurang. Pada hakikatnya hati saya tetap bersama kader dan caleg Demokrat dalam perjuangan maha penting ini.

Saya pribadi juga Ibu Ani yang tengah menjalani pengobatan dan perawatan kesehatan tetap berdoa kepada Allah SWT semoga perjuangan mulia para kader dan caleg Partai Demokrat berhasil dengan baik. Saya tahu 2 bulan ini saat saat yang paling menentukan untuk partai dan caleg Demokrat. Seperti yang saya lakukan bersama Ibu Ani sebenarnya saya sangat ingin secara fisik berada di lapangan. Namun Allah tidak mengizinkan karena saya harus mendampingi pengobatan dan perawatan kesehatan Ibu Ani yang dilakukan intensif saat ini.

Pesan dan harapan saya terus berjuang secara gigih dan lakukan perjuangan itu dengan cara baik, cerdas dan tepat. Dengarkan harapan dan aspirasi rakyat kemudian perjuangkan dalam Pemilu 2019 ini. Jika kelak para caleg terpilih untuk DPR RI, DPRD dan DPD Kab/Kota, wujudkanlah dan buktikan semua yang dikampanyekan itu Insyallah saudara sekalian berhasil.

Meskipun secara fisik saya tidak bisa aktif dalam kampanye di lapangan, saya percaya Partai Demokrtat tetap memiliki, berpeluang besar untuk mencapai suara. Saya yakin instruksi yang saya keluarkan kepada jajaran partai untuk meningkatkan intensitas dan kapasitas akan dapat dijalankan dengan baik.

Komandan Kogasma AHY dan para koordinator wilayah kampanye saudara Soekarwo dan Nachrawi adalah pemimpin dan kader Demokrat yang tangguh, berkualitas, dan memiliki kemampuan tinggi untuk melaksanakan kampanye di tanah air. Di samping berjuang untuk calegnya di dapil masing-masing, yang lain memperjuangkan juga membantu penuh Kogasma secara nasional.

Saya juga yakin dengan strategi dan taktik pemenangan pemilu yang telah dibekalkan para caleg sukses akan dapat diraih. Di samping itu 14 prioritas sebagai program unggulan yang ditawarkan kepada rakyat akan diperjuangkan Partai Demokrat beserta pemerintah yang dipilihnya adalah jawaban yang diinginkan rakyat.

Saudara Hinca karenanya saya yakin Partai Demokrat bukan hanya siap memenangkan pemilu tapi atas izin Allah yang maha kuasa, Partai Demokrat akan sukses dengan gemilang, Demokrat tidak hanya pandai berjanji tapi pernah memberi bukti pada pemerintahan. Ke depan jajaran Partai Demokrat akan sukses karena semua kebijakan dan program merupakan aspirasi dari rakyat kita juga jawaban dan solusi dari permasalahan.

Ketiga atau terakhir, saya mengamati kontestasi pemilih 2019 ini utamanya pilpres lebih keras dibandingkan dengan pilpres era reformasi sebelumnya. Polarisasi nampak lebih tajam, disertai hubungan antar identitas semakin berjarak. Jika situasi ini berkembang lebih jauh dan melewati batasannya, saya kuatir kerukunan dan keutuhan kita sebagai bangsa akan retak. Ini yang harus kita cegah untuk tidak terjadi pada negeri ini. Untuk itu saya berpesan pada Partai Demokrat untuk turun agar pemilu berjalan damai, demokratis, jujur, dan adil.

Pemilu memang keras tapi tidak sepatutnya menimbulkan perpecahan dan disintegrasi. Diperlukan tanggung jawab dan jiwa kita semua, utamanya elit dan pemimpin bangsa. Semoga praktik berdemokrasi dengan baik dapat dijaga dan dilaksanakan kembali dalam Pemilu 2019 ini. Demikian.

Sampaikan salam hangat saya dan Ibu Ani kepada seluruh kader dan caleg Demokrat. Sampaikan pula salam sayang saya kepada saudara saya rakyat Indonesia Tercinta.

Singapura, 27 Februari 2019
SBY


Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.

(elz/van)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>