Jangan Salah Pilih, Ini Tips Memilih Bluetooth Speaker Terbaik

Liputan6.com, Jakarta Sebagian besar orang menjadikan musik sebagai teman setia yang dapat menghibur di manapun dan kapan pun. Musik kerap dibutuhkan untuk menghibur hati yang sedang galau atau menambah kegembiraan suasana saat berpesta dengan teman tersayang.

Karena itu, kini semakin banyak orang yang membutuhkan bluetooth speaker agar bisa mendengarkan musik dengan lebih puas. Terlebih lagi, sekarang semakin banyak orang mendengarkan musik dari aplikasi streaming. Apakah Anda juga suka mendengarkan musik dari aplikasi streaming dan sedang mencari bluetooth speaker?

Kalau iya, ada beberapa panduan untuk memilih bluetooth speaker yang bagus nih agar tak salah pilih. Simak, yuk!

Kompatibilitas

Sebelum membeli bluetooth speaker, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apakah speaker-nya kompatibel dengan gadget yang Anda miliki atau tidak. Biasanya, speaker hadir dengan versi Bluetooth tertentu. Jika versi bluetooth-nya tidak sesuai dengan gadget Anda, maka kemungkinan besar speaker tak bisa terkoneksi. Sebaiknya, sebelum membeli tes kompatibilitasnya terlebih dahulu dengan mengoneksikannya ke gadget Anda.

Kualitas suara

Ini merupakan salah satu hal yang paling penting untuk diperhatikan saat membeli bluetooth speaker. Tentu Anda ingin suara dari speaker terdengar lebih kuat dan jernih daripada gadget, kan? Karena itu, pastikan speaker yang Anda pilih memiliki kualitas suara yang bersih, jelas, dan bisa mengeluarkan suara keras tanpa terdengar pecah. Speaker yang bagus juga mampu meningkatkan daya intensitas pada suara bass dan treble sehingga terdengar lebih keras dan kuat. Jangan ragu untuk mengetes kualitas suara speaker dengan memasang musik bervolume kencang sebelum membelinya.

Fitur lengkap

Faktor lain yang membedakan speaker terbaik dengan speaker lain adalah fitur yang melengkapinya. Semakin lengkap fitur yang dimiliki oleh speaker tersebut, kian banyak kemudahan dan keuntungan yang akan Anda dapatkan. Karena itu, sebaiknya pilih bluetooth speaker yang sudah dilengkapi dengan fasilitas lengkap.

Salah satu bluetooth speaker yang memiliki fitur cukup lengkap adalah Polytron Bluetooth Multimedia Speaker PMA Series. Speaker PMA Series menyediakan USB Input untuk memasang lagu dari flashdisk dan SD Card Input untuk memory card. Tentunya speaker dilengkapi pula dengan koneksi bluetooth V2.1 A2DP yang dapat diaktifkan secara mudah lewat remote control atau aplikasi Polytron Audio Connect yang bisa diunduh lewat PlayStore.

Aplikasi tersebut memudahkan Anda dan teman-teman untuk mengoperasikan speaker dari jarak jauh tanpa harus membawa remote control. Lewat aplikasi, Anda bisa ON/OFF speaker, mengontrol bass dan treble, serta menyalakan bazzoke.

Anda juga bisa mendengarkan lagu dari stasiun radio kesayangan lho dengan speaker PMA Series. Hal ini berkat dukungan fitur Digital FM Radio yang mampu menyimpan atau memprogram stasiun radio kesayangan dalam 40 memori stasiun radio.

Keunggulan lain yang tersedia di speaker Polytron PMA Series ialah Anda bisa memasang lampu warna-warni di speaker PMA. Fitur Ambience Lights yang memiliki tujuh pilihan warna, yaitu merah, biru, ungu, cyan, hijau, kuning, dan putih. Anda dapat memilih salah satunya atau menyalakannya secara bergantian untuk menambah kemeriahan pesta.

Speaker PMA Series telah dilengkapi pula dengan dua mic input untuk memudahkan Anda berkaraoke ria bersama teman-teman saat berpesta. Level suara mic dan echo-nya dapat Anda sendiri lewat fitur MIC & Echo Control.

Guna memberikan kualitas suara terbaik, speaker tersebut juga memiliki fitur Bass & Treble Control. Anda dapat memanfaatkan fasilitas Bass & Treble Control untuk menyesuaikan sendiri suara bass dan treble hingga selaras dengan lagu yang sedang didengarkan. Ditambah fitur Bazzoke yang mampu menambah kekuatan dari nada rendah.

Adapun beberapa fitur lainnya ialah AUX Input, LINE Input, tombol Next dan Previous, Voice Prompt, LED Display, dan remote control.

Apabila Anda tertarik, ada beberapa tipe speaker PMA Series yang bisa dipilih. Jika ingin memiliki bluetooth speaker dengan ukuran tak terlalu besar tapi memiliki suara fantastis, maka Anda bisa memilih PMA 9300 Gold atau Silver. Daya audio-nya mencapai 30 Wrms dan THD 10 persen.

Selanjutnya, ada PMA 9503 yang hadir dengan warna Gold. Suaranya lebih dahsyat karena daya audio-nya mencapai 100 Wrms.

Jika mencari suara yang lebih dahsyat lagi, maka PMA 9502 dapat menjadi pilihan tepat. Bagaimana tidak, kekuatan speaker-nya mencapai 140 watt RMS. Tipe ini hadir dalam warna elegan dan desain futuristik. Juga display LED yang lebih besar.

Untuk mengetahui tentang kelebihan dari masing-masing speaker tersebut silakan kunjungi link ini. Tertarik mencoba?


(Adv)

Usai Erupsi, Gunung Anak Krakatau Tumbuh Kembali

Jakarta – Setelah erupsi, sebagian pucuk Gunung Anak Krakatau menghilang. Namun, kemudian muncul bagian baru di Gunung Anak Krakatau.

“Gunung api fase konstruksi. Gunung api muda yang masih sedang tumbuh dan berkembang,” ucap peneliti gunung api dari Badan Geologi, Mamay Surmayadi, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/1/2019).

Dia menjelaskan ada beberapa perubahan pascaerupsi 26 Desember 2018 lalu. Hal ini merupakan sifat dari Gunung Anak Krakatau yang sedang tumbuh pascaletusan dahsyat Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883 lalu.
Sebelum erupsi, gunung masih berbentuk kerucut dan belum memiliki kawah seperti kondisi terkini. Setelah itu, terjadi letusan lateral atau letusan menyamping pada tanggal 26 Desember 2018.

“Terbentuklah kawah dengan bentuk tapal kuda yang terbuka ke arah barat. Pusat letusan berada di bawah permukaan laut,” ucap Mamay.

Kemudian terpantau tumbuh kerucut baru pada tanggal 8 Januari 2019.Keru

Gunung Anak Krakatau mengalami pembentukan usai erupsiGunung Anak Krakatau mengalami pembentukan usai erupsi (Foto: dok. Badan Geologi)

cut baru di dalam kawah tapal kuda itu memiliki luas 18 hektare, dengan diameter kerucut 450 meter.

Dari kerucut yang baru tumbuh itu, muncul kawah baru dengan diameter kawah seluas 400 meter dengan luas kawah 12 hektare.

“Sekarang, aktivitas Gunung Anak Krakatau ada di kawah tersebut,” ucap Mamay.

Saat dilihat dengan menggunakan helikopter pada Minggu siang tadi, keluar asap dari atas kawah baru tersebut. Namun sudah tiga hari tidak ada aktivitas letusan di Gunung Anak Krakatau.

“Sejak tanggal 10 (Januari 2019), sampai tadi pagi pukul 06.00 WIB, tidak ada letusan,” ucap Mamay.

Meski begitu, tidak membuat status Gunung Anak Krakatau diturunkan dari level Siaga. Hal ini karena masih ada gempa di kawasan Gunung Anak Krakatau.

“Tetap siaga, karena berhenti Gunung Anak Krakatau masih dalam tahap fluktuatif. Mungkin besok masih meletus lagi karena kegempaan masih ada,” ucap Mamay.
(aik/jbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tottenham vs MU: Solskjaer Siapkan Skema Menyerang

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) siap mengadapi laga lawan Tottenham Hotspur di Liga Inggris, Minggu (13/1/2019). Meski akan tampil di kandang lawan, Stadion Wembley, London, pasukan Setan Merah sama sekali tak gentar.

Caretaker manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer, mengakui ini akan jadi laga yang sulit. Namun, dia optimistis, Romelu Lukaku bisa membawa pulang hasil positif.

“Jelas, mereka merupakan salah satu tim terbaik di Liga Inggris. Kami harus benar-benar waspada,” ujar Solskjaer, dikutip The Guardian. “Kami harus bermain sebagai tim yang menyerang. Itulah kekuatan kami.”

Solksjaer memang tak sungkan menyebut, pihaknya akan memainkan skema menyerang walaupun main tandang. “Kami akan bermain seperti yang biasa kami lakukan, menyerang,” ujar mantan penyerang MU ini.

Sejauh ini, di bawah asuhan Solskjaer, MU memang tampil selalu tampil dengan skema menyerang dahsyat. Tak heran, dari lima laga bersama Solskjaer, Setan Merah sudah mencetak total 16 gol.

Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, dan Reading adalah klub-klub yang sudah merasakan ketajaman lini depan MU di bawah asuhan Solskjaer.

Penyintas Tragedi Bom Boston Jadi Korban Tabrakan Mobil

Liputan6.com, Boston – Seorang penari yang kehilangan sebagian kakinya dalam tragedi Bom Boston pada 2013 lalu, kini berada di rumah sakit setelah ditabrak mobil.

Adrianne Haslet-Davis, yang sekarang menjadi pembicara publik dan juru kampanye anti-terorisme, mengunggah tentang kabar kecelakaannya di Instagram.

Dari ranjang rumah sakitnya, sebagaimana dikutip dari BBC pada Selasa (8/1/2019), Haslet-Davis mengungkapkan bahwa dia tengah menyeberang sebidang jalann di pusat Kota Boston, ketika dia tiba ditabrak oleh sebuah mobil pada Sabtu 5 Januari.

“Saya terlempar ke udara dan mendarat di aspal dengan keras, sebagian sisi kiri tubuh saya hancur,” tulis Haslet-Davis di unggahan Instagram.

Namun, rincian lebih lanjut tentang luka-lukanya tidak dikabarkan dengan jelas, namun pihak kepolisian Boston mengatakan bahwa kondisi Haslet-Davis saat ini  tidak berisiko mengancam jiwa.

Para pejabat mengatakan pengemudi, yang tetap berada di tempat kejadian, gagal menghentikan kendaraannya saat melaju di persimpangan dengan lampu lalu lintas.

Pria itu, yang belum disebutkan namanya, mengatakan kepada polisi Boston bahwa dia tidak melihat Haslet-Davis menyeberang, karena cuaca yang gelap dan hujan.

Haslet-Davis adalah seorang penonton lomba maraton ketika Bom Boston terjadi pada 2013 lalu. Dia berhasil selamat meski harus menerima kenyataan sebagian kakinya diamputasi.

Bom Boston menewasan tiga orang dan melukai puluhan lainnya. Tragedi itu disebut sebagai salah satu aksi teror terbesar di AS pasca-serangan 11 September.

Simak video pilihan berikut: 

Bom panci dibuat menggunakan bahan sederhana, namun daya dan dampak ledakannya bisa sangat dahsyat. Istilah bom panci pertama kali muncul setelah ledakan bom di ajang marathon di Boston, Amerika Serikat 2013 silam.

Artis VA Terjerat Kasus Prostitusi Online, Jane Shalimar: Ini Teguran Dahsyat

Jane Shalimar yang merupakan sahabat VA, mengaku prihatin dengan masalah yang kini tengah menjeratnya. Padahal sebelumnya Jane Shalimar sempat beberapa kali menasihati VA agar tidak melakukan hal yang tidak baik.

Jika ini adalah kekhilafan, maka ini adalah teguran dahsyat yang Allah berikan untuk kamu,” tulis Jane Shalimar dalam Instagram Story-nya.

Korban Tewas Akibat Badai Usman Picu Banjir Dahsyat di Filipina Hingga 85 Orang

Kota Bicol, dengan populasi 5,8 juta jiwa, adalah lokasi yang paling terdampak oleh bencana banjir dan tanah longsor akibat Badai Usman.

Sebanyak 68 orang tewas tertimpa longsor dan reruntuhan bangunan, setelah hujan lebat turun hingga hari Senin kemarin.

Dampak kerusakan yang menimpa areal pertanian di Bicol, yang terkenal akan produksi beras dan jagung, diperkirakan merugi hingga 342 juta peso, atau sekitar Rp 252 miliar.

Tim penyelamat, termasuk polisi dan militer, menggunakan peralatan berat untuk membersihkan jalan yang mengarah ke lokasi tanah longsor, dan melakukan evakuasi terhadap komunitas yang terdampak banjir menggunakan perahu karet.

“Meski hari sudah cerah, namun beberapa kali turun hujan ringan. Kami berharap banjir segera surut,” kata Ronna Monzon, anggota personel operasi penyelamatan di Bicol.

Sekitar 20 badai tropis menghantam Filipina setiap tahunnya, menyebabkan kerusakan serius pada lahan pertanian dan infrastruktu, yang seringkali memakan korban jiwa.

Kondisi di atas disebut membebani Filipina, yang tengah dinilai sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia.

HEADLINE: Indonesia Diprediksi Alami 2.500 Bencana pada 2019, Siapkah Kita?

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta pengkajian ulang tata ruang dan tata wilayah di seluruh pesisir Indonesia. Terutama di wilayah rawan bencana seperti gempa bumi dan tsunami.

Kajian ini penting untuk meminimalkan kerusakan bangunan serta korban jiwa sebagai dampak dari bencana alam.

Menurut dia, bencana akan selalu menjadi ancaman ketika masyarakat tidak bisa mengantisipasinya.

Jokowi pun meminta kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun rumah warga yang telah hancur karena tsunami Selat Sunda dengan standar baru. Rumah warga harus dibangun dengan jarak sekitar 400 meter dari bibir pantai.

“Kita akan masuk ke tahap rekonstruksi dan pembangunan, tidak ada hunian sementara. Ini akan dibangun rumah tapi 400 meter dari sini. Direlokasi, dipindahkan, karena lokasinya di sini sangat rawan tsunami,” ujar Jokowi.

BNPB sendiri menyebut, sebagian masyarakat dan pemda belum siap menghadapi bencana besar. Tiga kajian BNPB mengenai tingkat kesiapsiagaan menghadapi bencana menunjukkan, pengetahuan kebencanaan meningkat, tetapi tidak diiringi  dengan sikap, perilaku dan budaya yang mengkaitkan kehidupan dengan mitigasi bencana.

Oleh karena itu, Jokowi meminta pengetahuan soal penanganan bencana dimasukkan dalam kurikulum pendidikan, mulai dari tingkat dasar ke sekolah menengah atas.

“Dan pendidikan mengenai kebencanaan ini harus sudah dimulai Januari ini. Terutama bagi daerah yang kemungkinan adanya bencana besar, baik itu tanah longsor, gempa, tsunami semuanya dimulai,” ucap Jokowi.

Seorang pria melewati kubah Masjid Raya Baiturrahman yang runtuh setelah gempa bumi dan tsunami menghantam Palu di Sulawesi Tengah, Rabu (3/10). Kubah dan beberapa dinding masjid roboh akibat guncangan gempa dahsyat. (AFP PHOTO / JEWEL SAMAD)

Kepala Seksi Mitigasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Abdul Muhari mengatakan, budaya tanggap bencana ini tidak bisa dibangun dengan mengedukasi masyarakat di sebuah ruangan secara bersama-sama dalam satu waktu. Harus ada keberlanjutan dari edukasi ini.

“Konsistensi kita menjamin tanggap bencana itu berapa lama? Kemungkinan tsunami dan gempa itu misalkan berulang 30 tahun, lalu cuma disosialisasikan pada generasi yang sekarang. Tapi kepada generasi baru tak tersampaikan. Memang harus terencana baik dan dibuat sistem,” kata Abdul Muhari kepada Liputan6.com.

Seharusnya, lanjut dia, Indonesia bisa mencontoh Jepang. Hari terjadinya bencana dahsyat, biasa dijadikan momentum nasional untuk melatih masyarakat siap siaga jika fenomena yang sama terjadi. 

“Misal tsunami 11 Maret 2011 yang dijadikan momentum drill nasional. Hari itu menjadi hari peringatan bencana nasional di Jepang, semua warga wajib melakukan latihan evakuasi dan libur nasional. Peringatan bencana di sana tidak lagi acara seremoni, tapi memang dikhususkan untuk membangun kesiapsiagaan nasional,” ujar lulusan Tohoku University, Sendai (Tohokudai) tersebut.

Selain itu, Jepang memiliki regulasi terkait anggaran untuk mitigasi. Paling tidak, lanjut dia, 1 persen anggaran daerah diperuntukkan bagi mitigasi.

“Kalau nasional itu biasanya lebih untuk pembangunan struktur fisik. Coba dibandingkan dengan BNPB. BNPB cuma punya dana on call Rp 4 triliun. Tidak sampai 1 persen. 0,5 persen juga enggak nyampe. Pihak berwenang di Indonesia seharusnya bisa mewajibkan misal anggaran dana desa, 1 persennya untuk mitigasi bencana,” usul pria yang akrab disapa Aam itu.

Pantauan udara ratusan rumah terendam lumpur dan tanah di Petobo, Palu Selatan, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10). Menurut BNPB, sedikitnya 744 rumah terendam akibat fenomena likuifaksi. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Ahli gempa bumi dan mitigasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano, menilai Indonesia juga butuh peta bencana dan risiko bencana yang rinci serta disebar ke masyarakat. Dia percaya, pemetaan yang rinci ini akan mudah dimengerti masyarakat.

Dia mencontohkan, selama ini masyarakat tidak mengerti harus melakukan apa dan ke mana ketika ada bencana. Begitupula dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Pertama sih, saya melihat masih ada satu tugas penting yang harus dilakukan di level nasional. Mendetilkan risiko bencana. BNPB sudah melakukannya selama ini, namun masih dalam skala nasional, belum bisa digunakan untuk skala perencanaan yang lebih detail dan penataan ruang daerah

Menjadi tugas siapa pemetaan risiko bencana ini?

“Selama ini, dalam UU itu, jadi beban pemerintah daerah, dalam artian BPBD. Namun, BPBD tidak punya kapasitas untuk itu. Kalau misalnya ngobrol dengan pemangku kebijakan di provinsi, mereka tidak punya anggaran dan personel,” kata Irwan kepada Liputan6.com, Rabu 2 Januari 2018.

Memang, anggaran ini pula yang dikeluhkan oleh BNPB dalam penanganan bencana selama ini. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan BNPB hanya punya dana Rp 610 miliar untuk mitigasi. Idealnya, sambung dia, 21 persen dari APBN dianggarkan untuk mitigasi.

Dia menjelaskan, angka tersebut itu merupakan hasil kajian dari Bapennas.

“Mitigasi masih menjadi tantangan kita. 2019 masih sangat kurang. Apalagi kalau bicara anggaran, anggaran mitigasi, BNPB hanya dapat Rp 610 M. Mau bicara apa? Sangat kurang,” tukas Sutopo kepada Liputan6.com.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007, mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Bayi Korban Ledakan Gas di Rusia Selamat Setelah Tertimbun 35 Jam

Magnitogorsk – Seorang bayi ditemukan selamat setelah tertimbun di puing-puing bangunan yang porak poranda akibat ledakan gas dahsyat di Rusia. Ledakan ini sebelumnya menyebabkan 3 orang tewas.

Dilansir dari Reuters, Rabu (2/1/2019), bayi itu ditemukan ketika seorang penyelamat mendengarnya menangis. Proses evakuasi sang bayi tidaklah mudah.

“Ratusan orang menunggu kemunculan anak yang terluka dari bawah puing-puing seperti keajaiban. Dan keajaiban terjadi, ” kata seorang pejabat seperti dikutip oleh Interfax.


Menurut laporan dari media Interfax, ibu dari bayi tersebut masih hidup. Petugas menyebut penemuan bayi tersebut adalah keajaiban.

Insiden ini sebelumnya terjadi pada Senin (31/12/2018) waktu setempat. Ratusan orang terpaksa hidup tanpa tempat tinggal di tengah bekunya udara Magnitogorsk yang berjarak 1.700 kilometer dari ibu kota Moskow.

Tayangan televisi menunjukkan puing-puing beton saling bertumpuk di lokasi. Presiden Rusia Vladimir Putin juga sudah memerintahkan menterinya mendatangi lokasi kejadian.
(dkp/dkp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Indonesia hingga Jepang, Ini 8 Gempa Bumi Paling Mematikan di Asia

3. Gempa Tangshan 1976, China

Sebagian besar penduduk Tangshan tengah tertidur lelap ketika bangunan di sekitar mereka runtuh pada 28 Juli 1976 pukul 03.43 dini hari. Kota industri di timur laut Provinsi Hebei China itu dilanda gempa bermagnitudo 7,6 yang menghancurkan lebih dari sepertiga dari seluruh penduduknya.

Korban tewas resmi diperkirakan sekitar 242.000, meskipun dengan beberapa perkiraan kematian mungkin mencapai 655.000, menurut Survei Geologi A.S.

Jalur kereta api, jembatan, dan jalan raya tidak bisa dilewati, dan para penyintas terjebak di bawah tumpukan batu bata yang menunggu untuk diselamatkan.

Sekitar 80% bangunan di seluruh kota rata atau rusak parah; tingkat kerusakan sebagian besar disebabkan oleh ketidaksiapan Tangshan untuk bencana meskipun dibangun langsung di atas garis patahan aktif yang diketahui.

Gempa Tangshan adalah subjek novel 2006 karya Zhang Ling yang diberi tajuk Aftershock, yang kemudian diadaptasi ke layar perak oleh sutradara Feng Xiaogang. Narasi film nya direvisi mengikuti kehidupan tokoh utama beberapa dekade kemudian, ketika gempa dahsyat lain menghantam Provinsi Sichuan di China tengah.

4. Gempa Gujarat 2001, India

Gujarat sebenarnya sudah beberapa kali diguncang lindu sebelumnya, tetapi yang terjadi tahun 1819 dan 1956 tak begitu kuat jika dibandingkan dengan guncangan magnitudo 7,6 yang pada 26 Januari 2001. Setidaknya 20.000 orang diyakini telah tewas, dan ratusan ribu bangunan hancur dalam gempa terkuat yang menghantam negara bagian paling barat India dalam kurun waktu hampir seabad.

Distrik Bhuj yang paling parah terkena dampaknya, sekitar 12 mil dari pusat gempa. Desa-desa di sekitarnya yang berdekatan dilaporkan benar-benar rata, dan beberapa percaya angka kematian lebih tinggi dari perkiraan resmi karena itu karena banyak penduduk desa miskin yang tak secara resmi diakui oleh pemerintah; tidak ada akta kelahiran, tidak ada kartu identitas.

5. Gempa Bumi dan Tsunami Samudra Hindia 2004, Sumatra, Indonesia

19 mil di bawah permukaan laut pada awal 26 Desember 2004, gempa bumi bermagnitudo 9,1 mengguncang laut di dekat pantai Sumatra, di bagian barat laut kepulauan Indonesia. Tsunami kemudian menghantam garis pantai sejauh Afrika Selatan, sekitar 5.300 mil jauhnya.

Nelayan yang mengangkut perahu mereka di perairan dekat Indonesia, Thailand, Malaysia, Sri Lanka, dan di tempat lain melihat gelombang pasang tersedot ke laut. Tidak lama kemudian, ombak setinggi 100 kaki datang ke arah garis pantai, mengubah kota menjadi rawa-rawa penuh dengan jasad manusia dan puing-puing yang basah kuyup.

Lebih dari 227.000 orang dinyatakan tewas atau hilang dalam tragedi yang menimpa 14 negara di dua benua.

Satu minggu setelah tsunami melanda, ketika orang-orang yang selamat di pantai memeriksa puing-puing, seorang nelayan bernama Bustami dari desa Bosun di Sumatra menggambarkan peristiwa itu kepada TIME:

“Tidak ada tsunami lain dalam sejarah yang tercatat yang mematikan, dengan korban dari seluruh dunia termasuk di antara korban. Ombak menghancurkan desa, kota, tempat liburan mewah, sekolah, dan rumah sakit. Para korban bertahan berpegangan pada pohon-pohon palem ketika air menyapu melewati kaca, bagian-bagian mobil dan jasad manusia,” katanya.

“Ketika air melambat dan surut, para penyintas dan penyelamat berjalan dengan susah payah melewati reruntuhan yang tergenang air. kadang-kadang mereka berdiri di atas jasad manusia. Hutan bakau, terumbu karang, dan kehidupan laut hancur, meninggalkan tanda abadi pada lingkungan dan ekonomi regional.”

 Pemerintah di seluruh dunia mengumpulkan sekitar $ 14 miliar untuk membantu daerah yang terkena dampak. Garis pantai kemudian dibangun kembali pada tahun-tahun berikutnya dengan tanda-tanda peringatan, tanda-tanda yang menunjuk ke jalur menuju dataran yang lebih tinggi, dan Sistem Peringatan Tsunami Samudra Hindia mulai daring pada tahun 2006.

“Saya tidak tahu apa itu tsunami … tidak ada yang memberitahu,” kata seorang yang selamat di Kota resor Thailand Khao Lak mengatakan kepada TIME sepuluh tahun kemudian. Hari ini, mereka sudah bisa mengetahuinya berkat pembaharuan tersebut.

Tsunami Dahsyat Bisa Dipicu Senjata Buatan Manusia? Benarkah?

Pada 26 Desember 2004, gempa megathrust bawah laut berkekuatan 9,1 skala Richter mengguncang Samudera Hindia di lepas pantai Sumatera Utara, Indonesia. Seluruh Bumi pun bergetar hebat.

Gelombang raksasa muncul setinggi 30 meter, menghantam Aceh, Thailand, Sri Lanka, India, Maladewa, dan pesisir timur Afrika. Jutaan liter air laut tumpah ke daratan.

Lebih dari 230 ribu nyawa melayang atau dinyatakan hilang. Menjadi salah satu bencana terdahsyat pada Abad ke-21.

Namun, tak lama kemudian, sejumlah rumor dan teori konspirasi beredar di internet. Yang menyebut, pangkalan AS di Diego Garcia — sebuah pulau kecil di tengah Samudera Hindia lolos dari tsunami.

Pulau Diego Garcia (Reuters)

 “Semua pulau di bagian dunia itu musnah. Bagaimana bisa ada yang percaya begitu saja jika Diego Garcia selamat,” demikian menurut Mark C asal Filipina, seperti dikutip dari BBC News.

Lainnya menuding AS sudah tahu soal potensi bencana dan sengaja tak memberitahukannya pada negara-negara lain: Indonesia, India, Sri Lanka, Maladewa, Thailand, lainnya.

Para pejabat Angkatan Laut AS di Diego Garcia langsung membantah tuduhan tersebut.

Menurut mereka, pulau tersebut tak terhempas tsunami karena dikelilingi perairan dalam dan pantainya yang tinggi tak memungkinkan gelombang raksasa menerjang.

Namun, sejumlah penganut teori konspirasi tak lantas puas.

Sejumlah rumor tetap beredar di dunia maya. Ada yang menuding, bencana itu sengaja dipicu AS, untuk mengalihkah perhatian dari perang Irak.

Sampai-sampai, soal itu jadi perbincangan di warung kopi dan bar.

“Kenapa AS sampai mengirimkan kapal perangnya ke sana? Mengapa komandan senior perang Irak datang ke sana,” desainer Mark Tyler bicara perlahan, sambil menyesap bir di gelasnya di Distrik Wan Chai, Hong Kong seperti dikutip situs Dawn.

Apalagi, kata dia, bencana itu terjadi tepat setahun setelah gempa 6,6 SR mengguncang kota kuno Bam di Iran pada 26 Desember 2003 yang menewaskan 26 ribu manusia.

“Apakah itu hanya kebetulan belaka? Dan omong-omong, tak ada aktivitas seismik yang sebelumnya terekam di Sumatra sebelum gempa. Aneh,” tambah dia.

Tak hanya dari pejabat militer AS, bantahan juga disampaikan Dr Bart Bautisda, kepala ilmuwan di Philippine Institute of Volcanology and Seismology.

Menurut dia, tak mungkin ada senjata yang bisa memicu gempa dan tsunami sehebat itu. “Untuk memicunya diperlukan energi yang sangat besar. Tak masuk akal,” kata dia.