Nasdem: Impor Pangan untuk Kepentingan Negara

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Fraksi NasDem DPR RI Ahmad M Ali menyayangkan pernyataan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo yang terkesan menuding Partai Nasdem bertanggung jawab urusan impor. NasDem menegaskan bahwa impor pangan untuk kepentingan negara.

Ahmad M Ali menilai pernyataan tidak mendasar Firman tak patut diucapkan oleh negarawan yang saat ini menjadi wakil rakyat di DPR RI.

“Apa yang disampaikan oleh Firman Soebagyo itu menunjukan bahwa ia bukan seorang negarawan, dan sama sekali tidak mengerti urusan tata negara. Pernyataannya itu, terkesan tendensius tidak etis, dan tidak pantas karena secara vulgar menyebut Partai NasDem bertanggung jawab masalah impor pangan,” ujar Ali dalam keterangan, Sabtu (16/2/2019).

Ali menekankan, negara melalui Presiden dan Menteri memiliki pertimbangan yang bersifat komperehensif dalam menentukan kebijakan impor berdasarkan data dan pertimbangan banyak hal, misalnya, soal inflasi, kebutuhan nasonal, ketercukupan pangan, dan pemenuhan nasional.

“Keputusan soal impor pangan itu tidak ada kaitannya dengan kebijakan atau kepentingan partai politik, atau NasDem. Walaupun Pak Enggar sebagai Menteri Perdagangan adalah kader NasDem, tetapi ia sudah diwakafkan sebagai abdi negara setelah jadi menteri. Kebijakan dia, itu murni soal urusan negara,” terang Ali.

Bendahara Umum Partai DPP Partai NasDem ini menyebut bahwa kebijakan impor tidak bisa dilihat dalam satu sudut pandang saja. Tetapi harus melihat hal itu, dalam urusan kepentingan nasional.

“Bila landasan argumen adalah berbasis curiga tanpa data, maka kita akan disesatkan oleh pernyataan Firman. Tidak ada kaitan NasDem dengan impor pangan, tidak ada orang NasDem yang bergerak dalam urusan bisnis seperti itu,” Ali meyakinkan.

2 dari 2 halaman

Jangan Generalisasi

Lebih jauh Ali menyesalkan pernyataan Firman menggeneralisasi kepentingan negara dengan kebijakan partai. Pernyataan itu dipandangnya tidak logis dan terkesan sebagai manuver. Tidak ada alasan mengaitkan kebijakan Istana dengan impor pangan urusan kepentingan Partai NasDem.

“Saya kasih contoh begini, apakah ketika Setya Novanto korupsi dana E-KTP itu lantas bisa disebut sebagai tanggung jawab Partai Golkar?,” ujar Ali.

“Idrus Marham selaku Menteri Sosial ketika ditersangkakan menerima suap, apakah juga bisa kaitkan tanggung jawab Partai Golkar? Kan tidak begitu cara pandanganya,” sambungnya.

Ali meminta Firman untuk segera mengklarifikasi pernyataan itu karena dianggap tidak pantas, dan merugikan nama Partai NasDem.

“Firman harus mengklarifikasi pernyataan itu karena tidak etis dan ceroboh. Itu merugikan Partai NasDem yang sama sekali tidak bisa dikaitkan dengan urusan impor pangan,” tegasnya.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Usai Lakukan Tindik Hidung, Gadis Ini Malah Alami Kelumpuhan

Liputan6.com, Jakarta Tindik adalah salah satu tren yang masih awet hingga saat ini. Banyak orang yang menindik bagian tubuhnya seperti hidung atau area tubuh lainnya untuk memperindah penampilan.

Namun siapa yang menyangka bahwa melakukan penindikan pada anggota tubuh akan mengakibatkan kelumpuhan. Hal ini ternyata dialami oleh gadis 20 tahun asal Brazil bernama Layane Dias.

Dilansir oleh Liputan6.com dari WorldofBuzz, Sabtu (16/2/2019), akibat menindik hidungnya, Layane saat ini harus menggunakan kursi roda untuk beraktivitas. Dokter menduga kelumpuhan ini disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Staphylococcus aureus.

2 dari 4 halaman

Hidung Mulai Meradang

Peristiwa ini dimulai pada Juli 2018 lalu ketika Layane mencoba untuk menindik hidungnya. Beberapa minggu usai penindikan, Layane merasa ada yang aneh pada hidungnya. Ia merasakan bengkak dan meradang pada ujung hidungnya. Selain itu ia juga merasakan sakit pada kedua kakinya.

Awalnya, Layane mengabaikan peradangan tersebut. Ia juga tak curiga akan ada sesuatu buruk yang terjadi padanya.

“Saya pikir itu hanyalah sebuah bintik kecil, tetapi itu menyebabkan demam. Saya coba menyembuhkannya sendiri, saya memakaikan krim dan seminggu kemudian, bintik itu menghilang,” katanya.

Malangnya usai bintik tersebut menghilang, Layane justru merasakan sakit pada kedua kakinya dan tak kunjung hilang. Rasa sakit yang semakin memburuk dan tak tertahankan ini membuatnya harus dilarikan kerumah sakit.

3 dari 4 halaman

Kasus Luar Biasa

Awalnya para dokter bingung dengan gejala-gejala yang dialami oleh gadis ini. Namun hasil pemeriksaan darah menyatakan bahwa ada bakteri Staphylococcus aureus dalam aliran darahnya. Kasus ini merupakan kasus yang tidak biasa.

Para dokter kemudian bertanya kepada Layane apakah ada luka di hidungnya, karena bakteri ini biasanya ditemukan di hidung. Saat itulah Layane memberi tahu para dokter tentang penindikannya yang terakhir. Sekadar informasi, sekitar 30% orang memiliki bakteri ini di hidungnya.

Sayangnya, rasa sakit luar biasa pada kedua kakinya perlahan berubah menjadi mati rasa yang membuat Layane tak dapat berjalan. Layane segera dipindahkan ke rumah sakit lain dan dari hasil MRI mengungkapkan bahwa ia memiliki 500 mm nanah yang menekan tiga tulang belakang di bagian sumsum tulang belakangnya.

Layane segera dipindahkan ke ruang operasi untuk operasi darurat karena nanah tersebut dapat menyebabkan infeksi fatal. Dokter bedah, Oswaldo Riberio yang telah malang melintang di dunia medis selama 15 tahun mengatakan belum pernah melihat infeksi bakteri yang disebabkan oleh penindikan.

“Ketika cairan dikeluarkan, sumsumnya terkompresi dan ini mencegah kondisinya memburuk,” kata ahli bedah tersebut. Operasi tersebut sukses tetapi Layane tetap tidak dapat menggunakan kedua kakinya. Kemungkinan terbesar yang harus dihadapi Layane adalah ia harus duduk di kursi roda selama sisa hidupnya.

4 dari 4 halaman

Tetap Menikmati Hidup

Saat mengetahui bahwa Layane harus terus bergantung dengan kursi roda, awalnya ia merasa sedih dan terpukul. Namun kemudian ia mendapat kekuatan saat melihat orang-orang seusianya yang juga menggunakan kursi roda.

“Saya sangat terpukul. Pada awalnya, ini adalah situasi yang sangat menyedihkan. Hidup saya banyak berubah tetapi saya merasa bahagia ketika meninggalkan rumah sakit. Saya telah bertemu anak muda lainnya yang menggunakan kursi roda dan saya menyadari bahwa saya bisa bahagia seperti ini (di kursi roda),” katanya.

Layane percaya bahwa ia juga dapat tetap bahagia meski harus beraktivitas dengan kursi roda. Saat ini Layane sudah aktif bermain bola basket dan bola tangan.

Kapak Maut Renggut Jiwa Maslikin di Masjid Sumedang

Sumedang – Warga Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, digegerkan oleh aksi pembacokan yang dilakukan Kurnaevi alias EA (35) terhadap tetangganya, Maslikin alias Mas (54). Nahasnya hantaman kapak maut itu berlangsung saat korban menunaikan salat isya berjemaah di Masjid Miftahul Falah, Dusun Salam, Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari.

Peristiwa horor tersebut berlangsung Kamis 14 Februari 2019. Pelaku dua kali melayangkan kapak ke kepala Maslikin. Luka bacokan yang sangat vital itu membuat korban tewas bersimbah darah di dalam masjid.

Hasil penyelidikan polsi, pelaku berbuat keji karena menerima bisikan gaib sebelum masuk masjid. Mendapat bisikan tersebut, Kurnaevi pun tak jadi ke masjid. Dia pulang dan membawa sebilah kapak lalu kembali beranjak ke masjid.
“Makmum di situ ada delapan lelaki. Kenapa yang dipukulnya korban, karena dia (pelaku) mendapat bisikan gaib,” ucap Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo kepada detikcom, Jumat (15/2).

Polisi menyebut pelaku mengaku bisikan gaib itu menjelaskan bahwa mantan istrinya yang cerai pada 2015 telah berselingkuh dengan Maslikin. “Sehingga dia pulang untuk mengambil kapak dan membacokkan ke arah kepala korban,” tuturnya.

Guna mengusut kasus ini, polisi memeriksa sejumlah saksi. Salah satunya ialah seorang dokter yang pernah merawat pelaku.

“Dari keterangan dokter yang pernah merawat. Pelaku ini mengalami gangguan jiwa sejak empat tahun lalu,” ucap Hartoyo.

Hartoyo mengungkapkan, pelaku mengalami gangguan kejiwaan sejak diceraikan istri. Kurnaevi pada 2018 baru ditangani oleh dokter kejiwaan, Edi Soekanda, di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Meski dalam penanganan dokter, pelaku tak melakukan kontrol yang seharusnya satu bulan sekali. Hal itu lantaran pelaku tidak mempunyai biaya untuk ke dokter.

Kapolres pun sempat membagikan video berisi pernyataan Edi Soekanda mengenai kondisi kejiwaan pelaku yang masih dalam pengawasan itu. Dalam video tersebut Edi membeberkan dari mulai penyebab, hingga jenis penyakit kejiwaan diidap Kurnaevi.

“Ketika datang ke saya Mei, kelihatannya melamun, kambuhan lah. Ada rasa curiga berlebihan yang menyebabkan ada rasa agresif. Kemudian, Juni berobat lagi, rasa curiga enggak ada tapi justru halusinasi. Ada bisikan-bisikan,” tutur Edi dalam video tersebut.

Kendati dalam penyelidikan dan diperkuat keterangan ahli yang menyebut Kurnaevi memiliki masalah kejiwaan, polisi tetap memprosesnya. Pelaku ditahan di Rutan Mapolres Sumedang dengan jeratan Pasal 340 jo 338 KUHPidana mengenai pembunuhan berencana.

(tro/bbn) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prabowo Salat Jumat di Semarang, TKN-BPN Saling Serang

Jakarta – Ibadah Salat Jumat capres Prabowo Subianto di Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman menjadi perbincangan dua kutub politik di Pilpres 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) saling melempar serangan mengenai topik tersebut.

Saling serang antar timses itu bermula dari isu penolakan dari Takmir Masjid terkait rencana Salat Jumat Prabowo di Masjid Agung Semarang. Alasannya salat Jumat Prabowo itu dinilai mempolitisir ibadah dan memakai masjid untuk kepentingan politik. Politisasi itu dapat dilihat dari upaya menyebar pamflet ke masyarakat agar ikut salat Jumat bersama Prabowo Subianto di masjid tersebut.

Namun hal itu dibantah oleh Ketua Takmir Masjid Agung Semarang, KH Hanief Ismail. Ia mengaku tidak melarang Prabowo, hanya keberatan karena adanya pamflet yang dipasang di sekitar Masjid Kauman.

“Kami hanya merasa keberatan adanya pamflet ajakan salat Jumat bersama Prabowo di Masjid Kauman. Artinya keberatan kami salat dijadikan ajang kampanye atau dipolitisasi,” ujar Hanief saat ditemui di kediamannya di Semarang, Kamis (14/2/2019).

BPN juga sudah menegaskan mereka tidak mencetak pamflet ajakan salat Jumat bareng Prabowo di Masjid Agung Kauman Semarang. BPN mencurigai adanya operasi politik.

“Atas nama BPN, kami jelaskan bahwa yang membuat pamflet ajakan salat Jumat di Masjid Kuman bukanlah pihak kami. Track record kami jelas, sama sekali tidak pernah mempolitisasi aktivitas ibadah seperti memaksakan Pak Prabowo jadi imam salat dan memundurkan posisi sajadah imam agar bisa disorot kamera,” kata anggota Direktorat Advokasi BPN, Habiburokhman, kepada wartawan, Jumat (15/2/2019).

“Sebaliknya, adanya pamflet tersebut membuat kami curiga ada operasi politik yang bertujuan menghalangi Pak Prabowo berinteraksi dengan masyarakat Semarang,” sebut Habiburokhman.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh jubir BPN, Andre Rosiade. Dia menegaskan tidak ada kegiatan perpolitikan di kegiatan salat Jumat Prabowo.

“Saya nggak ingin berprasangka buruk. Ini soal miskomunikasi. Kami nggak ingin perkeruh suasana, karena besok insyaallah Pak Prabowo tetap akan di sana salat Jumat, lalu pihak takmir masjid juga sudah menjelaskan, mereka nggak larang Pak Prabowo, lalu sudah tegas akan menerima Pak Prabowo,” ujar jubir BPN, Andre Rosiade, saat dihubungi, Kamis (14/2/2019).

Andre bahkan menyinggung Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Jokowi-lah yang sering memasukkan unsur politis di setiap salat Jumat. Dia juga mengatakan, setiap Jokowi salat, selalu ada saf yang sengaja dikosongkan untuk area fotografer memotret kegiatannya beribadah. Baginya, Prabowo bukan tipikal orang yang seperti itu.

“Sekali lagi, besok agenda Pak Prabowo itu agenda pribadi, hanya datang untuk salat Jumat tanpa memberikan kata sambutan, baik sebelum maupun sesudah salat Jumat. Kedua, Pak Prabowo juga nggak akan meminta tempat duduk khusus dan Pak Prabwoo juga nggak minta saf dimundurkan agar kamerawan bisa mengambil foto Pak Prabowo. Kan kalau Pak Jokowi safnya minta dimundurkan tuh, kami tidak melakukan hal itu. Jadi nggak ada prasangka itu dan kami berhusnuzan saja, karena insyaallah masalahnya sudah selesai,” ucapnya.

Tak berhenti di situ, Andre juga menduga takmir Masjid Agung Semarang KH Hanief Ismail sebagai anggota tim kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin. Andre mengatakan dia mengetahui status Hanif itu dari media sosial.

“Dan yang juga ingin teman-teman menilai, ketua takmir masjid, kalau tidak salah, baca di media sosial, beliau anggota pemenangan Jokowi-Ma’ruf,” ucap Andre di Hotel Ibis Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019).

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf pun menepis pernyataan Andre. TKN menegaskan Jokowi tidak pernah mempolitisasi kegiatan ibadahnya.

“Pak Jokowi tidak pernah mempolitisasi salat atau rumah ibadah. Tidak seperti Prabowo, yang mempolitisasi salat Jumat hari ini, sehingga dilarang Bawaslu dan takmir masjid,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Jumat (15/2/2019).

Politikus Golkar ini menambahkan, saf salat yang dimundurkan justru untuk membuat salat jemaah tetap khusyuk. Menurutnya, hal itu tak melanggar tata tertib salat.

“Saf dimundurkan justru untuk membuat salat jamaah di saf tersebut tetap khusyuk, dan itu tidak melanggar tata tertib salat,” ujar Ace.

Selain itu, tanggapan juga muncul dari Sekjen PSI Raja Juli Antoni (Toni). Toni menghadiri Sidang Tanwir Muhammadiyah yang dibuka Presiden Joko Widodo dan sempat salat Jumat bersama. Dia bersyukur tak ada pamflet pengumuman Jokowi Salat Jumat di Bengkulu.

“Pagi ini saya menghadiri Sidang Tanwir Muhammadiyah yang dibuka secara resmi oleh Bapak Presiden RI, Joko Widodo. Setelah itu saya ikut rombongan Pak Jokowi salat Jumat di Masjid Raya Baitul ‘Izzah Provinsi Bengkulu,” ujar Toni dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (15/2/2019).
(knv/knv)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dipolisikan, Guntur Romli Makin Curigai Subkhan Main Sandiwara

Jakarta – Politikus PSI Guntur Romli tidak masalah dipolisikan petani bawang di Brebes, Subkhan, ke Bareskrim Polri. Malahan, dia semakin curiga bila Subkhan terlibat ‘Sandiwara Uno’.

“Dengan datang ke Jakarta dan melaporkan ke Bareskrim, Subkhan makin dicurigai main sandiwara,” ucap Guntur saat dimintai tanggapan terkait laporan Subkhan, Jumat (15/2/2019).

Guntur heran lantaran Subkhan melaporkannya ke Bareskrim. Padahal, menurutnya Subkhan bisa melaporkannya ke kantor polisi di daerahnya.

“Kok sampai datang ke Jakarta dan bawa pengacara segala? Katanya dia tidak punya uang dan terjerat utang Rp 15 juta sampai menggadaikan rumah bapaknya,” kata Guntur.

“Kalau sampai datang ke Jakarta, benarkah dia tidak punya uang atau adakah pihak yang membiayai kedatangan Subkhan ke Jakarta? Saya curiga ada pihak-pihak yang menggunakan Subhan untuk mengalihkan isu Sandiwara Uno. Subkhan melaporkan adalah hak dia, namun dengan kedatangan Subkhan langsung ke Jakarta ke Bareskrim semakin menguatkan dia terlibat Sandiwara Uno,” imbuhnya.

Sebelumnya Subkhan bersama pengacaranya, Muhammad Fayyadh, mempolisikan Guntur dengan tudingan pencemaran nama baik dalam UU ITE. Guntur dilaporkan dengan Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 UU ITE.

“Yang dipermasalahkan itu mengandung pencemaran nama baik klien saya, Pak Subkhan ini. Dituduh bahwa Pak Subkhan ini mengaku-ngaku sebagai petani. Padahal beliau sebagai petani beneran,” sebut Fayyadh sebelumnya.

(dhn/knv)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jupiter Nyabu Lagi, Mantan Pacar Curiga dari Omongan Melantur

JakartaJupiter Fortissimo telah ditangkap pihak kepolisian mengenai kasus narkoba yang sudah ke dua kali menimpa dirinya.

Terkait kasus penangkapan Jupiter, Widuri Agesty memiliki cerita mengenai sikap mantan pacarnya tersebut.

“Jadi ceritanya aku pas lagi meeting tur sama tim DJ aku, ada yang nyeletuk ‘eh Jupiter ketangkep lagi ya?’. Aku ngiranya mungkin tim aku salah baca artikel, bacanya artikel yang dulu. Katanya, ‘nggak kok ini baru aja ketangkep’. Terus aku lihat, oh ternyata beneran ya,” ujar Widuri Agesty saat ditemui di Gedung Trans TV, Jumat (15/2/2019).

Setelah putus dengan Jupiter pada 2016 silam, Widuri Agesty masih berkomunikasi baik dengan Jupiter. Sebelum adanya penangkapan Jupiter, Widuri ternyata sempat memiliki kecurigaan saat melihat sikap Jupiter pada akun sosial medianya.

“Nggak sih. Aku sempat curiga, dia suka live di socmed. Cara ngomongnya ngelantur banget. Ini orang kenapa ya,” lanjut Widuri.

Widuri juga mengaku saat ini belum sempat menjenguk mantan kekasihnya itu setelah penangkapan kasus narkoba yang ke dua kalinya.

“Kalau sekarang belum. Masih pindah-pindah, kemarin baru rillis jadi belum dijenguk,” tutup Widuri.

(kmb/doc)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7

Heboh Pengumuman Salat Jumat Prabowo Dianggap Politis

Jakarta – Rencana Prabowo Subianto untuk salat Jumat di Masjid Agung Semarang (MAS) menjadi heboh karena muncul isu adanya penolakan dari Takmir Masjid. Pihak Masjid sudah menegaskan tak ada pelarangan, hanya saja keberatan dengan sosialisasi Prabowo salat di MAS karena dinilai politis.

Kabar soal penolakan pihak Masjid yang biasa dikenal dengan sebutan Masjid Kauman Semarang itu beredar jelang kedatangan Prabowo yang rencananya akan salat Jumat pada Jumat (15/2). Alasannya salat Jumat yang akan diadakan oleh Prabowo itu dinilai mempolitisir ibadah dan memakai masjid untuk kepentingan politik.

Politisasi itu dapat dilihat dari upaya mengerahkan massa dan menyebar pamflet ke masyarakat agar ikut salat Jumat bersama Prabowo Subianto di masjid tersebut.

Ketua Takmir Masjid Agung Semarang, KH Hanief Ismail membantah pihaknya melarang Prabowo datang. Ia menyatakan hanya keberatan karena adanya pamflet yang dipasang di sekitar Masjid Kauman soal kedatangan Prabowo itu.

“Kami hanya merasa keberatan adanya pamflet ajakan salat Jumat bersama Prabowo di Masjid Kauman. Artinya keberatan kami salat dijadikan ajang kampanye atau dipolitisasi,” ujar Hanief saat ditemui di kediamannya di Semarang, Kamis (14/2/2019).

Hanief mengaku memang sudah ada pemberitahuan lisan soal kegiatan salat Jumat Prabowo di MAS. Namun terkait pemasangan pamflet dan spanduk tidak diberitahukan. “”Pemberitahuan sudah lisan, pasang pamflet dan spanduk tidak (memberitahu) sama sekali,” tuturnya.

Di dekat Masjid Kauman sempat ada spanduk selamat datang Prabowo dan juga poster Prabowo-Sandi. Sedangkan di traffic light Jalan Pemuda menuju Masjid Kauman juga terpasang bendera Partai Gerindra. Namun tepat saat salat zuhur ada beberapa orang yang melepas spanduk dan poster yang terpasang dekat dengan masjid.

“Kami khawatir jamaah yang lain tersinggung, karena jamaah kan macam-macam, ada yang punya orientasi pilihan beda, ada yang punya orientasi masjid murni steril dari hal politis dan duniawai, kami njagani (antisipasi),” ucap Hanief.

Heboh Pengumuman Salat Jumat Prabowo Dianggap PolitisFoto: KH Hanief Ismail. (Angling Adhitya Purbaya/detikcom).

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah membantah pihaknya yang menyebar pamflet soal kedatangan eks Danjen Kopassus itu. Meski begitu, Hanief memberi warning agar tak ada pembicaraan atau kegiatan politik saat Prabowo salat Jumat di Masjid Kauman.

Ia mencontohkan Jusuf Kalla dan Hatta Rajasa saat maju Pilpres juga pernah Salat di Masjid Kauman. Saat itu, kata Hanief, tidak ada woro-woro atau mengajak massa. Begitu pula saat Pilgub Jateng, ketika Cagub Ganjar Pranowo ataupun Sudirman Said datang mereka beribadah tanpa ajak rombongan.

“Jangan ngomong masalah politik di masjid, itu saja. Waktu Pilpres yang dulu pak JK datang tidak bawa rombongan pak Hatta Rajasa datang pas saya ngaji, beliau sampaikan sesuatu yang tidak bersifat kampanye. Pak Ganjar dan pak Sudirman Said juga, Pak Marmo (Soemarmo Mantan Wali Kota Semarang) dan pak Hendi (Wali Kota Semarang) keduanya juga sering,” urainya.

Soal kedatangan Prabowo untuk Salat Jumat di MAS ternyata sudah dikoordinasikan Partai Gerindra. DPC Gerindra menginstruksikan kadernya untuk salat bareng sang ketum, namun dilarang menggunakan atribut partai. Larangan itu tercantum dalam surat instruksi nomor JT-01/02-005/A/DPC-Gerindra/2019. Surat instruksi agar mengikuti salat berjemaah bersama Prabowo itu meminta para kader mengenakan baju bernuansa putih islami.

“Nah itu karena kegiatannya di masjid, itu ada keterangan yang saya sampaikan bahwa karena saya tahu masjid itu tidak boleh digunakan untuk kampanye, karena sebagai tempat ibadah. Maka di situ untuk menyambut kedatangan beliau, dan tidak boleh menggunakan atribut partai. Tapi harus menggunakan baju islami,” ujar Sekretaris DPC Gerindra Semarang, Joko Santoso, saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (14/2).

Soal kabar ‘penolakan’ terhadap Prabowo ini mendapat tanggapan dari Fahri Hamzah. Dia mengaku curiga permasalahan ini muncul karena ada campur tangan penguasa.

“Saya agak curiga bahwa memang kaki tangan kekuasaan itu terlalu jauh itu untuk intervensi hal-hal yang sifatnya pribadi. Orang pergi salat Jumat kan peribadatan pribadi. Saya memang mendengar ada keluhan dari tim Pak Prabowo bahwa mereka dibatasi untuk ketemu masyarakat,” kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/2).

Pernyataan Fahri dibantah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin. Timses capres petahana itu mengingatkan masjid memang tidak boleh menjadi tempat untuk kampanye dan mengapresiasi langkah takmir MAS.

“Masjid itu memang bukan tempat yang dibolehkan untuk kampanye. Oleh karena itu, sikap dan langkah takmir masjid itu sudah benar,” ungkap Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding yang juga politikus PKB, Kamis (14/2).

Sementara itu menurut Bawaslu, tak ada larangan bagi siapa saja yang hendak beribadah di tempat ibadah. Hanya saja Bawaslu mengingatkan kepada tim Prabowo-Sandiaga untuk melepas atribut politik saat berada di masjid. Bawaslu pun akan melakukan pengawasan.

“Sudah otomatis di sana akan dilakukan pengawasan oleh (Bawaslu) daerah., Bawaslu daerah artinya mengawasi kegiatan yang dilakukan oleh tim kampanye dan peserta pemilu 2019” ujar Ketua Bawaslu Abhan di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (14/2).

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/imk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Misteri Times New Roman Terbalik di Hati Ayam yang Bikin Geger

Jakarta – Munculnya huruf dan angka di hati ayam yang hendak dikonsumsi jemaat gereja GMIT Sonaf Neka Huilelot di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih jadi misteri. Pendeta gereja menyebut, font tulisan di hati ayam tersebut adalah times new roman. Kok bisa?

Kasus ini benar-benar membuat heboh warga, khususnya jemaat Gereja Sonaf Neka Huilelot di Desa Huilelot, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sampai-sampai Ketua Majelis Jemaat GMIT Sonaf Neka Huilelot, Pendeta Viktor Paulus Boru STh, menggelar jumpa pers memberi penjelasan karena banyak yang penasaran.

Viktor mengisahkan, peristiwa ini bermula saat gereja mengadakan rapat atau sidang majelis jemaat untuk membahas program dan anggaran tahun 2019, Senin (11/2) sekitar pukul 11.00 Wita. Karena rapat berlangsung cukup lama, pihak gereja menyiapkan konsumsi. Selain ikan dan sebagainya, ada 2 ekor ayam hidup yang dibeli untuk dimasak dan disantap bersama.

Misteri Times New Roman Terbalik di Hati Ayam yang Bikin GegerFoto: Pendeta Viktor Paulus Boru STh (paling kiri) jumpa pers soal hati ayam bertuliskan huruf dan angka (ist)

Ayam tersebut disembelih oleh Ibu Yohana, yang bertugas memasak bersama sejumlah ibu-ibu lainnya. Namun Yohana kaget karena ada semacam tulisan di hati salah satu ayam. Dia pun mencoba mencuci hati ayam tersebut dan kemudian terperanjat karena makin jelas ada huruf dan angka terlihat.

“Dia curiga apa ini, seperti ada huruf dan sebagainya. Dia coba membersihkan lagi, dia cuci beberapa kali. Semakin dicuci, huruf atau angka-angka ini semakin jelas. Dia sempat bicara sama teman-temannya saking paniknya, mereka semua lihat. Begitu mereka lihat mereka jadi takut,” jelas Viktor.

Karena takut, Yohana dan beberapa ibu lainnya langsung bergegas ke tempat persidangan di gereja. Mereka lantas menunjukkan kondisi hati ayam tersebut kepada pendeta dan majelis gereja.

“Ketika saya lihat itu saya juga sempat panik juga takut juga karena memang tulisannya sangat jelas,” ujar Viktor.

Misteri Times New Roman Terbalik di Hati Ayam yang Bikin GegerFoto: Hati ayam bertuliskan huruf dan angka (ist/Pdt Viktor Paulus Boru STh)

Dalam jumpa pers, Viktor memperlihatkan hati ayam tersebut kepada wartawan. Dia mengatakan huruf dan angka di hati ayam tersebut sangat jelas tertulis, seperti tulisan komputer.

“Jadi di sini ditulis 10D2E01 terus di bagian bawahnya kurang-lebih 2 cm itu ada angka 2020. Jadi yang anehnya lagi bahwa huruf-huruf ini semua ditulis atau tercetaknya terbalik. kami coba mencari di komputer tulisan apa yang dipakai, ini dipakai kalau tidak salah adalah Times New Roman, tapi semua angka-angkanya terbalik. Kalau dibaca dengan cermin baru bisa terlihat normal,” katanya.

Viktor menegaskan tulisan di hati ayam itu sudah ada saat ayam baru disembelih. Ayam tidak diletakkan di wadah yang memungkinkan hati ayam ini bersentuhan dengan benda lain, semisal koran. Soal apa makna huruf dan angka di hati ayam itu, Viktor tidak mau berandai-andai. Sebagian masyarakat memang ada yang mengaitkan kejadian ini dengan bencana atau hal baik.

“Untuk arti atau angka-angkanya sendiri bagaimana tafsirannya kami terus terang tidak akan menafsir apa pun itu. Tetapi ini nyata dan kami juga sudah menyimpannya dari hari Senin sekitar jam 12.00 sampai hari ini, ini adalah hari kedua. Itu tidak ada perubahan apa-apa,” jelas Viktor.

Viktor menambahkan, dirinya sebenarnya berharap misteri angka dan huruf di hati ayam ini bisa terjawab. Dia mempersilakan jika ada pihak ahli yang mau datang untuk meneliti kenapa hal ini bisa terjadi.

“Kalau kita kan sifatnya, kalau ada orang-orang ahli dari peternakan atau kedokteran, mereka mau meneliti, ya terserah mereka, silakan,” sambung Viktor.
(hri/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sahabat: Ahok Nggak akan Balas Dendam ke PA 212 Lewat PDIP

Jakarta – Dosen UIN Adi Prayitno mengungkap PA 212 curiga Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok akan balas dendam lewat PDIP. Jubir PA 212, Novel Bamukmin, mengklarifikasi bahwa hal tersebut harapan, bukan kecurigaan. Sahabat Ahok yang juga politikus PDIP, Charles Honoris, menegaskan isu itu sama sekali tidak benar.

“Nah itu, saya bilang nggak mungkin balas dendam. Karena gini, Pak Ahok sudah memilih masuk PDI Perjuangan bukan untuk aktif berpolitik tetapi memilih PDI Perjuangan sebagai rumah untuk menyalurkan aspirasi politiknya,” kata politikus PDIP, Charles Honoris, di Resto Es Teler 77, Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Charles sekali lagi menepis anggapan bahwa Ahok akan balas dendam. Menurutnya, meskipun bergabung ke PDIP, Ahok tak tertarik menjadi pejabat negara.
“Jadi saya rasa tidak benar anggapan bahwa Pak Ahok ingin balas dendam ya, karena sekali lagi Pak Ahok sendiri sudah mengatakan bahwa masuk PDI Perjuangan itu bukan untuk menjadi pengurus ya, tidak tertarik menjadi pejabat negara, tapi hanya merasa bahwa PDI Perjuangan adalah rumah besar kaum nasionalis sehingga rumah yang cocok untuk bisa menyalurkan aspirasi politiknya,” ungkapnya.

“Bahwa Pak Ahok masuk PDI ya sebagai kader, bukan sebagai pengurus partai. Tidak punya kewenangan khusus untuk bisa mengatur kebijakan partai juga, atau tidak juga memiliki keinginan untuk menjadi pejabat negara. Misalkan ikut pilkada, atau ikut pemilu legislatif ya, hanya sebagai kader yang ingin memberikan kontribusi pemikiran, menyalurkan aspirasi politiknya ke PDI Perjuangan,” imbuh Charles.

Charles sekali lagi menegaskan Ahok tak akan balas dendam. Baginya, partai politik bukan alat untuk balas dendam, tetapi untuk kesejahteraan rakyat.

“Pasti tidak (akan balas dendam), pasti tidak. Karena PDI Perjuangan partai politik, partai PDI Perjuangan bukan alat untuk balas dendam ya, tapi partai politik adalah alat untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Sebelumnya, Adi Prayitno mengungkapkan, PA 212 curiga bergabungnya Ahok ke PDIP lantaran ingin balas dendam. Ahok dicurigai ingin menjadikan PDIP sebagai alat untuk membalas dendam kepada kelompok yang memenjarakannya.

“Semalam saya diskusi dengan Alumni 212 Novel Bamukmin, dia ngomong bahwa di PA 212 itu mencurigai kembalinya Ahok ke PDIP dikhawatirkan menjadi ajang untuk membalas dendam kepada kelompok yang mengkriminalkan Ahok,” ujar Adi di restoran Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/2).

Adi mengaku mendapat informasi langsung dari Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin. Ahok dicurigai akan menggunakan PDIP sebagai kendaraan politik untuk memperoleh lagi kekuasaan.

Novel Bamukmin sudah meluruskan pernyataan Adi. Novel hanya berharap PDIP bisa membina Ahok agar tak lagi bikin gaduh.

“Saya hanya mengkhawatirkan semoga bergabungnya BTP ini tidak menjadi ajang balas dendam atas masalah yang pernah terjadi dengan kasus hukum BTP ini. Semoga PDIP bisa membina BTP dengan baik agar BTP tidak kembali membuat kegaduhan dan kekisruhan negara ini,” kata Novel, hari ini.
(gbr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dosen UIN Ungkap PA 212 Curiga Ahok akan Balas Dendam Lewat PDIP

Jakarta – Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, mengungkapkan PA 212 curiga bergabungnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok ke PDIP lantaran ingin balas dendam. Ahok dicurigai ingin menjadikan PDIP sebagai alat untuk membalas dendam pada kelompok yang memenjarakannya.

“Semalam saya diskusi dengan Alumni 212 Novel Bamukmin, dia ngomong bahwa di PA 212 itu mencurigai kembalinya Ahok ke PDIP dikhawatirkan menjadi ajang untuk membalas dendam kepada kelompok yang mengkriminalkan Ahok,” ujar Adi di restoran Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/2/2019).

Adi mengaku mendapat informasi langsung dari Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin. Ahok dicurigai akan menggunakan PDIP sebagai kendaraan politik untuk memperoleh lagi kekuasaan.
“Jadi kelompok 212 sekalipun Ahok hanya anggota biasa di PDIP dikhawatirkan dia mengakumulasi kekuatan politiknya di PDIP apalagi berpotensi jadi menteri dan seterusnya. Ini akan menjadi ancaman besar terhadap 212,” katanya.

Di sisi lain, menurut Adi, bergabungnya Ahok ke PDIP juga untuk menggaet suara para Ahoker yang belum menentukan pilihan. Dengan demikian, Ahoker akan ikut melabuhkan dukungannya ke PDIP dan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Ahokers minimal tidak galau. Mereka tidak galau apalagi mengancam golput untuk memilih di 2019. Ahokers kan timbuh di mana-mana, menantikan kiprah Ahok di politik. Setelag Ahok ke politik masuk ke PDIP ini, loyalis-loyalis Ahok ini akan berdenyut di mana-mana,” tutur Adi.

Sebelumnya diberitakan, Ahok resmi menjadi kader PDIP sejak 26 Januari 2019. Dia mengaku PDIP sejalan dengan ideologi perjuangannya. Dia pun mengaku mantap menjadi kader partai berlambang banteng moncong putih itu.

“Memang sesuai garis ideologi perjuangan saya,” kata Ahok ketika ditanya alasannya menjadi kader PDIP.
(mae/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>