Kisah Dwi yang Berjuang Ikut Tes CPNS saat Hamil 9 Bulan

Jakarta – Pemerintah tengah membuka lowongan untuk menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Jutaan orang pun berjuang untuk bisa lolos seleksi, tak terkecuali wanita yang tengah mengandung 9 bulan.

Adalah Deviana Dwi Puspasari, perempuan berusia 25 tahun itu sedang hamil 9 bulan saat mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di kantor Walikota Jakarta Selatan.

Dwi sendiri berdomisili di daerah Tangerang. Untuk mengikuti tes CPNS di kantor Walikota Jakarta Selatan, ia mesti berangkat pukul 05.00 WIB dengan menggunakan Trans Jakarta dengan perut bunting. Semua itu dilakukan demi mengejar cita-citanya menjadi seorang abdi negara.

“Daftar CPNS karena ingin kembangkan karier, karena saat ini masih kerja biasa, coba-coba daftar, CPNS semoga rezeki baby,” tutur dia seperti dikutip dari situs menpan.go.id , Sabtu (27/10/2018).

Lebih lanjut, Dwi juga mengaku telah mempersiapkan diri untuk menghadapi CPNS. Hal itu dilakukan dengan bangun di pagi hari dan membaca soal kisi-kisi.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan kursi prioritas kepada ibu hamil yang mengikuti ujian CPNS. Hal itu untuk mempermudah mereka dalam mengikuti tes seleksi.

Selain Deviana, banyak cerita atau pengalaman menarik lainnya dari para peserta seleksi CPNS tahun ini. Contohnya seperti yang dialami oleh Irfam Lukum. Irfan mengaku panik dan grogi menghadapi tes CPNS. Pasalnya, bagi dia tes CPNS kali ini merupakan yang pertama.

Ia mengaku tertarik mendaftar menjadi CPNS di Kementerian PAN-RB. Sebab, lulusan jurusan Administrasi Publik Universitas Brawijaya ini mengaku memiliki minat tinggi terhadap hal-hal yang berhubungan dengan sumber daya manusia dan kepegawaian.

Sementara itu, ia menilai pelaksanaan tes CPNS menggunakan sistem Computer Assisted Tes (CAT) sangat baik karena membuktikan sistem yang lebih transparan.

“Penggunaan komputer dalam pelaksanaan tes CPNS menutup celah kebocoran soal serta menghilangkan anggapan bisa menitip orang dalam. Dengan penggunaan komputer apa yang dikerjakan maka itulah yang didapatkan, tidak bisa diubah karena hasil langsung muncul saat tes berakhir,” pungkas dia.

(fdl/fdl)

Gara-gara Laptop, Tes CPNS di Banda Aceh Ditunda

Banda AcehTes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Aceh batal digelar hari ini. Hal itu akibat laptop yang sedianya dipakai untuk tes belum diinstal dengan sempurna.

Tes CPNS di Banda Aceh digelar d idua lokasi yaitu di Gedung Banda Aceh Akademi dan Universitas Abulyatama (Unaya), Jumat (26/10/2018). Pantauan detikcom di Gedung Banda Aceh Akademi, ratusan peserta tes CPNS di lingkungan Pemko Banda Aceh keluar ruangan tes dengan raut wajah kecewa.

Mereka diberitahu tes batal digelar setelah menunggu di lokasi sekitar satu jam. Selain itu, panitia juga menempel pengumuman di lokasi yang intinya tes ditunda dan info selanjutnya diberi tahun lewat situs BKPSDM. Sejumlah peserta tes yang sudah mengenakan seragam putih-hitam mengaku kecewa.

“Kecewa bangetlah, ini kayaknya benar-benar gak siap. Jadwalnya itu dikeluarin sehari sebelum tes dan udah nunggu dua jam baru diumumin dibatalin. Katanya mereka belum siap laptopnya baru nyampe kemarin sore jadi belum ada penginstalan,” kata seorang peserta tes asal Jakarta, Ayu Sinta kepada wartawan, Jumat (26/10/2018).

Sementara itu, Kepala Kantor Regional XIII BKN Aceh Makmur Ibrahim, mengatakan, penundaan tes hari ini disebabkan karena perangkat yang dipasang untuk tes masih perlu dilakukan penyempurnaan. Hal itu karena vendor pemenang tender baru tiba di Aceh sore kemarin dan laptop belum siap diinstal.

“Pemasangan sampai jam 3 dinihari tadi kita lakukan tapi belum selesai. Jadi perlu kita lakukan penyempurnaan sehingga tidak ada kendala saat ujian nanti. Hari ini ditunda seluruh Indonesia,” kata Makmur kepada wartawan.

Menurutnya, di Aceh memiliki 9 lokasi tes yang tersebar di beberapa daerah. Untuk Banda Aceh, terdapat dua lokasi yaitu Banda Aceh Akademi yaitu dipasang 350 laptop dan Unaya untuk 6 ribu peserta. Kedua lokasi ini masih perlu penyempurnaan pemasangan laptop.

“Yang ditunda hari ini tesnya akan digelar pada hari terakhir tes. Misalnya tes 20 hari, maka akan tes kembali di hari 21, sehingga tidak bergeser jadwal lain,” jelasnya.

(agse/rvk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ingat! Tak Ada Ampun Bagi yang Terlambat Datang Tes CPNS

Jakarta – Peserta rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) diingatkan agar tidak datang terlambat ke lokasi ujian. Pasalnya jika mereka terlambat tidak bisa ikut ujian.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengatakan, tidak ada toleransi bagi peserta CPNS yang telat tiba di lokasi, walaupun hanya sekian menit.

“Kalau terlambat memang nggak ada ampun. (Kalau terlambat) nggak bisa (ikut ujian), yang terlambat nggak bisa ikut,” kata Ridwan di Kantor BKN Pusat, Jakarta Timur, Jumat (26/10/2018).


Oleh karena itu, dia mengimbau agar peserta yang ikut ujian bisa datang lebih awal, paling tidak 1 jam sebelum ujian dimulai.

“Kan kita sampaikan 1 jam sebelumnya minimal untuk datang. Jadi kalau terlambat ya sudah,” jelasnya.

Namun sejauh ini, Ridwan belum mendapatkan laporan mengenai masalah yang dihadapi peserta ujian, baik kecurangan maupun keterlambatan.

“Belum ada, hari ini belum ada laporan laporan seperti itu. Semuanya lancar lancar saja,” tambahnya.

Seperti diketahui, ujian pada Jumat ini dibagi atas 5 sesi. Sesi 1 pukul 8.00-9.30 WIB, sesi 2 pukul 10.00-11.30 WIB, sesi 3 pukul 14.00-15.30 WIB, sesi 4 pukul 16.00-17.30 WIB, dan sesi 5 pukul 18.30-20.00 WIB.

Kecuali hari Jumat, ujian dibagi 6 sesi. Sesi 1 pukul 8.00-9.30 WIB, sesi 2 pukul 10.00-11.30 WIB, sesi 3 pukul 12.00-13.30 WIB, sesi 4 pukul 14.00-15.30 WIB, sesi 5 pukul 16.00-17.30 WIB, dan sesi 6 pukul 18.30-20.00 WIB. (zlf/zlf)

Kapolda Sulut: Seleksi CPNS Polri, Jangan Kirim Surat ke ‘Orang Dalam’

Liputan6.com, Jakarta – Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Bambang Waskito menekankan kepada para lolos seleksi awal penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Polri Tahun Anggaran 2018, untuk tidak main “belakang”. Hal ini demi menjaga integritas dan profesionalisme sebagai PNS Polri.

“Jangan menggunakan sponsor atau koneksi dengan cara menghubungi lewat telepon atau surat kepada panitia atau pejabat yang berwenang melalui orang tua, wali, keluarga atau pihak lain, karena akan didiskualifikasi,” tegas Bambang Waskito melalui keterangan tertulis, Kamis (25/10/2018).

Seleksi penerimaan CPNS Polri Tahun Anggaran 2018 di Panitia Daerah (Panda) Sulawesi Utara (Sulut) memasuki tahap penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah panitia dan peserta. Giat tersebut dilakukan pada Rabu 24 Oktober 2018.

“CPNS Polri merupakan bagian dari fungsi penyediaan personel Polri yang dilakukan melalui berbagai tahapan seleksi untuk mendapatkan CPNS Polri yang berkualitas. Oleh karena itu, seleksi harus dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis),” tegas Irjen Bambang.

Pendaftaran CPNS Polri Tahun 2018 akan merekrut 559 orang, dan untuk Polda Sulut, mendapatkan 13 formasi.

Beberapa tahap seleksi l harus dilalui para peserta, seperti pemeriksaan administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), pemeriksaan kesehatan, pemetaan psikologi, pemetaan kesamaptaan jasmani, serta penelusuran mental dan kepribadian.

“Jadi seluruh panitia menyadari tanggungjawabnya dalam melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku. Untuk para peserta, jangan percaya pada janji dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang menjamin mampu meluluskan menjadi CPNS Polri dengan maksud meminta imbalan,” dia menandaskan.

BKN: Tiap 2 Kabupaten Ada 1 Lokasi Tes CAT CPNS

Pasca berakhirnya proses seleksi administrasi dalam perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil 2018 (CPNS 2018) pada 21 Oktober 2018, para pendaftar yang lolos tak lama lagi harus menghadapi tahap Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) yang rencananya bakal bergulir pada 27 Oktober mendatang.

Lantas, apa saja yang harus dipersiapkan pelamar guna mengikuti tes SKD pada CPNS 2018?

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan menyebutkan, para pendaftar yang lolos tahap seleksi administrasi harus mempersiapkan diri untuk membawa beberapa berkas saat mengikuti tes, salah satunya membawa Surat Tanda Peserta SKD.

“Sebagai informasi kepada para pelamar, BKN memerlukan KTP asli dan Surat Tanda Peserta SKD untuk dibawa ketika tes nanti berlangsung,” jelas dia kepada Liputan6.com.

Dia melanjutkan, Surat Tanda Peserta SKD itu nantinya hanya bisa diunduh lewat situs sscn.bkn.go.id. “Surat tanda peserta hanya bisa didapatkan di SSCN,” tambahnya.

Namun begitu, ia menjelaskan, akses menuju portal SSCN saat ini tengah dibatasi guna memberi kesempatan kepada masing-masing instansi untuk lebih leluasa dalam menyelesaikan proses seleksi administrasi CPNS 2018.

“SSCN sekarang hidup, tapi trafik diperkecil untuk memberikan waktu bagi verifikator instansi menyelesaikan tugasnya,” ungkap Ridwan.

Sepi Peminat, Kursi Diaspora CPNS 2018 untuk Pelamar Umum

Sebelumnya, berdasarkan informasi dari Setkab, Kamis 11 Oktober 2018, jumlah pendaftar formasi umum mencapai 3.984.312 orang. Angka itu diikuti oleh formasi lulusan terbaik, yakni 17.590 orang. 

Formasi yang jumlahnya termasuk terendah adalah diaspora. Tercatat, baru 52 orang yang mendaftar CPNS lewat jalur tersebut. Formasi lainnya seperti penyandang disabilitas, putra/putri Papua, dan tenaga honorer berhasil menjaring minat ribuat pendaftar.

“Pelamar formasi penyandang disabilitas mencapai 2.071 orang, putra/putri Papua 4.161 orang, lulusan terbaik (cumlaude) 17.590 orang, diaspora 52 orang, dan tenaga honorer kategori II (K-2) sebanyak 5.548 orang,” demikian siaran pers BKN.

Meskipun sudah ada 4 juta orang pendaftar CPNS, belum semuanya menyelesaikan proses pendaftaran. Pihak BKN pun meminta agar peserta tidak melakukan penundaan sampai menit-menit terakhir karena dikhawatirkan akan tersandung kendala.

“Takutnya kalau tanggal 14-15 Oktober sistemnya sibuk karena banyak menangangi orang yang unggah-unggah dokumen dan sebagainya. Jadi, pastikan saja sekarang itu,” ujar Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan kepada Liputan6.com, seperti ditulis Jumat (12/10/2018).

Selain diharapkan membaca syarat di instansi terkait dengan teliti, peserta diingatkan agar berhati-hati ketika memasukkan data mereka di SSCN. Sebab, data yang salah tak bisa diperbaiki lagi.