Tanggapi Debat Pilpres, MenPAN-RB: Tes CPNS Tak Boleh Cacat

Liputan6.com, Jakarta – Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo menyebut proses seleksi aparatur sipil negara (ASN) di era pemerintahannya sudah berjalan transparan dan akuntabel. Bahkan, begitu transparannya, anak Jokowi sendiri Kahiyang Ayu, tidak lolos seleksi CPNS yang digelar pada Oktober 2017 lalu.

“(Soal tes CPNS) rekrutmennya berjalan dengan transparan, akuntabel, dan bisa semua orang melihat dan sekarang sudah kita lakukan. Semuanya bisa cek, hasilnya juga bisa cek, anak saya tidak bisa terima di situ karena memang tidak lulus,” kata Jokowi dalam debat Pilpres pada Kamis 17 Januari malam.

Menanggapi hal ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin mengatakan, pelaksanaan seleksi CPNS, khususnya pada 2018 ini sudah dipersiapkan dengan matang.

“Tidak boleh cacat, harus berlangsung transparan dan bersih,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin di Jakarta, Jumat (18/1/2018).

Untuk 2018, pemerintah membuka lowongan baru menjadi PNS untuk 238.015 posisi, terdiri atas 51.271 formasi untuk 76 kementerian dan lembaga di tingkat pusat, dan 186.744 formasi untuk 525 pemerintah daerah seluruh Indonesia. Menurut Syafruddin, pemerintah ingin mencari talenta terbaik di antara jutaan anak bangsa untuk mengabdi kepada negara.

Karena itu, negara sampai melibatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk membantu pengamanan pelaksanaan seleksi CPNS ini. Bukan hanya pengamanan fisik tapi juga pengamanan siber, ancaman hacker, dan lain-lain.

“Supaya mereka yang berjuang, ikut seleksi CPNS, bisa menerima hasilnya dengan ikhlas. Kalau dia lulus, Alhamdulillah. Kalau tidak lulus, dia akan menerima,” kata Syafruddin.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Kisah Anak Pekerja Serabutan Lolos Seleksi CPNS 2018

Liputan6.com, Jakarta – Oktober 2018 lalu menjadi saat yang penuh tanda tanya bagi Fauzi Rizki Arbie (25). Betapa tidak, saat itu kontrak Fauzi di Dinas Perpustakan Kota Bandung tidak diperpanjang.

Apalagi ayahnya bekerja serabutan, kadang bekerja tetapi kadang juga tidak, sementara ibunya sebagai ibu rumah tangga. Kebetulan saat itu ayah Fauzi, Amirudin Arbie, mendapat panggilan bekerja sebagai mandor bangunan di Lombok, NTB.

“Ayah saya kerjanya serabutan, ketika ada kerjaan ya kerja, ketika gak ada ya dia gak kerja,” ujar Fauzi, seperti dikutip dari laman Menpan.

Sejak itu, Fauzi tinggal berdua dengan ibunya, Nenny Mulyanie, di kota yang berjuluk Paris van Java. Dalam kondisinya yang menganggur, ia mengaku tidak tenang. Pasalnya, sebagai anak laki-laki, ia merasa bertanggungjawab terhadap ibunya.

“Sempat tidak tenang, tak ada kegiatan untuk menambah penghasilan orang tua,” lanjutnya bercerita.

Kondisi tersebut mendorong Fauzi untuk berusaha keras memperoleh pekerjaan yang mapan, yakni menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang merupakan impiannya.

Kebetulan, saat itu pemerintah sedang membuka seleksi CPNS Tahun Anggaran 2018 (CPNS 2018). Berbekal pengalaman bekerja di pemerintahan, Fauzi mendaftarkan diri pada rekrutmen CPNS 2018. Ia mendaftar pada formasi pengelola teknik informasi bidang monitoring dan evaluasi di Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Perjuangan dimulai saat melakukan pendaftaran secara online. Tiga hari ia mencoba mendaftar di web resmi Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN), namun selalu gagal karena banyaknya orang yang hendak mendaftar.

Ia juga mengakui, dengan latar belakang pendidikan D-III, agak sulit untuk mencari posisi yang tepat. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan teknik komputer di Politeknik Piksi Ganesha Bandung.

Akhirnya, Fauzi memantapkan pilihannya di Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), meskipun formasinya hanya satu, yang membuatnya pesimis.

Dua minggu berlalu. Saat pengumuman seleksi administrasi, ia menemukan namanya berhak ikut ke tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Ia sadar sepenuhnya bahwa SKD dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) ini tak dimungkinkan ada kecurangan atau ‘titipan’. Ia pun menyiapkan diri dengan belajar keras, karena hanya kemampuannya sendiri yang bisa menolongnya, selain kekuatan doa kepada Tuhan YME.

Selama 100 menit, ia berkutat dengan kumpulan soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Tes Intelegensia Umum (TIU). Untuk lolos, Fauzi harus memenuhi ambang batas dari tiap-tiap kelompok soal.

Hasil keringatnya pun langsung tertera saat ia selesai mengerjakan soal. Hasilnya, Fauzi mendapat nilai 70 untuk TWK, 100 untuk TIU, dan 136 untuk TKP.

“Nilai saya tidak memenuhi passing grade di bagian TKP dan TWK. Saya hanya bisa berdoa, kalau memang sudah rejeki mungkin ada cara lain,” imbuh Fauzi, yang gemar naik gunung ini.

2 dari 3 halaman

Adanya Peraturan Baru, Fauzi Jadi Lolos CPNS

Tanpa disangka, Kementerian PANRB kemudian mengeluarkan Peraturan Menteri PANRB No. 61/2018 tentang Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan Formasi PNS dalam Seleksi CPNS Tahun 2018.

Adanya regulasi yang mengatur soal ranking itu, menguntungkan Fauzi yang mendapat nilai kumulatif cukup tinggi pada SKD. Anak terakhir dari dua bersaudara ini pun dinyatakan lolos dan berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Dalam benaknya, yang ia tahu SKB tidak berbeda jauh dengan SKD yang berbasis CAT. Ia kaget saat membaca pengumuman, ternyata SKB terdiri dari psikotes, wawancara, CAT, TOEFL, dan praktik kerja.

Rasa pesimis kembali menghantuinya. Ia sadar, bahwa yang lolos sampai tahap ini adalah peserta yang unggul. Ia harus bersaing dengan dua orang lain karena setiap formasi diikuti tiga orang peserta untuk diambil salah satu yang terbaik, setelah nilainya diintegrasikan dengan nilai SKD. Bobotnya, 40 persen untuk SKD dan 60 persen untuk SKB.

Namun demikian, ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Dengan tekad bulat, Fauzi melangkah ke ibukota dengan harapan bisa menaikkan derajat kedua orang tuanya.

Sebelum ujian, ia selalu minta doa restu dengan mencium tangan dan kaki ibunya. Tak lupa, melalui sambungan telepon, ia juga meminta doa kepada ayahnya yang saat itu berada di Lombok.

Doa dan harapan kedua orang tuanya itu menjadi pemicu semangat Fauzi menghadapi rangkaian seleksi CPNS. Fauzi menekankan, ia selalu berusaha menyeimbangkan antara doa dan usaha keras.

“Doa tanpa usaha itu bohong, tapi usaha tanpa doa itu sombong”, begitu kutipan yang selalu menjadi pegangan hidupnya.

Berbekal doa kedua orang tuanya, serta usaha yang keras, Fauzi berhasil lolos SKB dan memasuki tahap pemberkasan.

3 dari 3 halaman

Bertekad Mengabdikan Diri dan Membahagiakan Orang Tua

Perjuangan yang sudah ia lakukan sampai tahap sejauh ini, ia persembahkan untuk kedua orang tuanya. Menurut Fauzi, sebagai anak laki-laki, sudah sepatutnya untuk mengangkat derajat serta membahagiakan mereka.

“Saya ingin memberangkatkan mereka umroh dan insya Allah akan mendekatkan ayah dan ibu saya agar tidak berjauhan. Saya juga ingin membalas budi atas kebaikan mereka, meski tidak mungkin, setidaknya saya tidak tinggal diam,” tutur Fauzi.

Kini, ia sudah berhasil membuktikan apa yang ia yakini, lulus seleksi CPNS tanpa bantuan orang lain tetapi dengan kemampuannya diri sendiri.

Apresiasi juga ia sampaikan kepada pemerintah karena berhasil melaksanakan rekrutmen abdi negara yang transparan dan akuntabel. Sistem CAT ini ia yakini tak ada celah terjadinya kecurangan.

“Tidak ada kecurangan karena dengan komputerisasi dan hasilnya real time,” imbuhnya.

Fauzi membulatkan tekadnya untuk mengabdikan diri kepada Indonesia dan membahagiakan kedua orang tuanya.

Dengan menjadi CPNS, ia ingin ikut memperbaiki sistem komunikasi yang selama ini belum terintegrasi. Ia memiliki cita-cita untuk mengembangkan teknologi informasi agar lebih berguna bagi masyarakat luas, terutama di daerah yang belum terjangkau.

“Saya ingin sistem informasi itu terhubung hingga ke pelosok, jangan cuma di kota besar,” tandasnya.

Transparansi Seleksi CPNS, Jokowi: Anak Saya Saja Gak Lulus

Jakarta – Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) berbicara mengenai transparansi dalam setiap proses pemilihan pejabat publik maupun politik. Dia bilang, pemilihan harus dilakukan dengan transparan.

“Prinsipnya rekrutmen harus berbasis kompetensi, rekrutmen harus transparan, sederhana, jelas,” kata Jokowi dalam debat capres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019).

Jokowi pun mencontohkan salah satu langkah pemerintah saat membuka lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dia bilang, saat ini seleksi menjadi CPNS dilakukan dengan sangat transparan.


“Kita sudah lakukan contoh rekrutmen ASN, PNS kita sekarang terbuka. Semua bisa cek, hasilnya juga bisa cek,” kata Jokowi.

Bahkan, kata Jokowi, anaknya yang mengikuti tes CPNS pun diketahui tak lulus. Semua itu dapat dilihat secara transparan dan tanpa kecurangan.

“Anak saya tidak bisa diterima di situ karena memang tidak lulus,” tuturnya.

(fdl/hns)

Top 3: Pemerintah Rekrut 75 Ribu PPPK pada Februari

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin mengatakan tes penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan digelar pada Februari tahun ini.

“Sudah mulai diproses. Kira-kira minggu pertama Februari lah sudah mulai terlaksana,” kata dia, di Kemenko Maritim, Jakarta, Senin 14 Januari 2019.

Dia menegaskan, dalam tes nanti penerimaan para tenaga honorer, khususnya guru akan menjadi prioritas. Sebab cukup banyak tenaga guru honorer yang tidak bisa mengikuti tes CPNS lantaran terkendala usia.

Artikel kabar gembira, pemerintah rekrut 75 ribu PPPK pada Februari menyita perhatian pembaca di kanal bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di kanal bisnis?

Berikut tiga artikel terpopuler di kanal bisnis yang dirangkum pada Selasa (15/1/2019):

1.Kabar Gembira, Pemerintah Rekrut 75 Ribu PPPK pada Februari

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin mengatakan tes penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan digelar pada Februari tahun ini.

“Sudah mulai diproses. Kira-kira minggu pertama Februari lah sudah mulai terlaksana,” kata dia, di Kemenko Maritim, Jakarta, Senin 14 Januari 2019.

Dia menegaskan, dalam tes nanti penerimaan para tenaga honorer, khususnya guru akan menjadi prioritas. Sebab cukup banyak tenaga guru honorer yang tidak bisa mengikuti tes CPNS lantaran terkendala usia.

Berita selengkapnya baca di sini

2. BKN: PPPK dan CPNS 2019 Masih Dirumuskan Kementerian PANRB

Pasca sistem perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil 2018 (CPNS 2018) yang hingga kini masih dalam proses, pemerintah berencana kembali membuka seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan CPNS 2019.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) melaporkan, kebijakan penarikan PPPK hingga saat ini masih dirumuskan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dan belum keluar hasil penetapan formasinya.

“Itu kebijakan Kementerian PANRB, dan masih dikaji oleh mereka. Kami baru akan turun tangan kalau rumusan akhir dari kebijakan itu selesai,” ungkap Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian BKN Aris Windiyanto saat dihubungi Liputan6.com, Senin 14 Januari 2019.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Senin Anda Akan Menjadi Luar Biasa Jika Lakukan 5 Hal Ini

Bagi kebanyakan orang, Senin menjadi hari yang keras dan menyeramkan karena merupakan awal untuk kembali bekerja setelah libur di akhir pekan.

Banyak yang gagal untuk semangat di hari Senin. Sebenarnya ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membuat Senin Anda begitu luar biasa.

Berikut ini adalah 5 hal yang akan membuat Senin mu menjadi sangat luar biasa. Salah satunya buat daftar rutinitas Senin pagi.

Berita selengkapnya baca di sini


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kabar Gembira, Pemerintah Rekrut 75 Ribu PPPK di Februari

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin mengatakan tes penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan digelar pada Februari tahun ini.

“Sudah mulai diproses. Kira-kira minggu pertama Februari lah sudah mulai terlaksana,” kata dia, di Kemenko Maritim, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Dia menegaskan bahwa dalam tes nanti penerimaan para tenaga honorer, khususnya guru akan menjadi prioritas. Sebab cukup banyak tenaga guru honorer yang tidak bisa mengikuti tes CPNS lantaran terkendala usia.

“Tetap guru. Guru honorer. Karena guru honorer itu banyak yang tidak bisa ikut CPNS karena umurnya sudah lewat. Kalau P3K tidak mensyaratkan umur,” tegas dia.

Dia pun optimis bahwa proses pelaksanaan tes penerimaan PPPK akan berjalan lebih lancar. Sebab jumlah peserta yang tidak sebanyak tes CPNS lalu.

“Tidak serumit CPNS kalau P3K ini. Karena jumlahnya juga tidak begitu banyak. Kalau CPNS kan sampai 230 ribuan. Kalau ini sekitar 75 ribu,” tandasnya.


Reporter: Wilfridus Setu Umbu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Kemenag Imbau Honorer K2 Ikut Seleksi PPPK

Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau Tenaga Honorer K2, khususnya bagi guru dan penyuluh untuk mengikuti skema rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Rekrutmen PPPK sendiri, rencananya akan mulai dibuka pada akhir Januari 2019.

Hal ini disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat berdialog dengan 750 ASN Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi, di Asrama Haji Bekasi.

“PPPK ini merupakan salah satu solusi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer. Prioritasnya untuk tahun ini adalah untuk tenaga honorer K2,” tutur Menag, dikutip dari laman Kemenag.

Menag berharap, para tenaga honorer K2 dapat memanfaatkan peluang ini. Selanjutnya menurut Menag, secara bertahap peluang untuk menjadi PPPK akan dibuka bagi tenaga-tenaga honorer yang tidak termasuk pada kelompok K2.

Dalam dialog bertajuk Sapa Penyuluh dan Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) tersebut, juga turut hadir sebagai narasumber Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Suyitno.

Senada dengan Menag, Suyitno pun menyampaikan di tahun 2019 pemerintah akan mengangkat PPPK untuk tiga kelompok jabatan. Yakni untuk jabatan guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh.

“Untuk Kemenag, kita hanya memiliki dua kelompok. Guru dan penyuluh. Kami berharap peluang ini dapat dimanfaatkan oleh teman-teman honorer K2,” imbuhnya.

BKN: PPPK dan CPNS 2019 Masih Dirumuskan Kementerian PANRB

Liputan6.com, Jakarta Pasca sistem perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil 2018 (CPNS 2018) yang hingga kini masih dalam proses, pemerintah berencana kembali membuka seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan CPNS 2019.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) melaporkan, kebijakan penarikan PPPK hingga saat ini masih dirumuskan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dan belum keluar hasil penetapan formasinya.

“Itu kebijakan Kementerian PANRB, dan masih dikaji oleh mereka. Kami baru akan turun tangan kalau rumusan akhir dari kebijakan itu selesai,” ungkap Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian BKN Aris Windiyanto saat dihubungi Liputan6.com, Senin (14/1/2019).

Seperti diketahui, perekrutan PPPK ini diselenggarakan untuk memberi kesempatan bagi tenaga honorer dan profesional yang hendak menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tapi tak bisa mengikuti seleksi CPNS lantaran adanya batasan umur.

Secara posisi, tenaga PPPK nantinya bakal setara dengan PNS, yakni mendapat gaji dan tunjangan yang sama, hingga fasilitas lainnya seperti jaminan kesehatan dan jaminan kecelakaan kerja.

Kendati demikian, PPPK tidak akan mendapat tunjangan pensiun, kecuali jika yang bersangkutan mau mengelolanya secara mandiri kepada PT Taspen, dengan kesepakatan gajinya mau dipotong.

Adapun secara target, seleksi PPPK dijadwalkan akan dimulai pada pekan keempat atau akhir Januari 2019.

Pasca pengangkatan tenaga kontrak berstatus ASN ini selesai, pemerintah juga dikabarkan bakal menggelar seleksi CPNS 2019. Namun, Aris menuturkan, BKN masih belum menerima kabar lanjutan terkait perekrutan calon abdi negara untuk tahun ini.

“Sampai sekarang kami belum mendapatkan informasi lagi terkait itu. Kebijakan itu berada di tangan Kementerian PANRB,” ujar dia.

2 dari 2 halaman

Pemerintah Masih Kaji Jumlah Formasi Tenaga PPPK

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyatakan, pemerintah saat ini masih merumuskan total formasi yang akan dibuka pada perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Adapun secara target awal, seleksi PPPK dijadwalkan akan dimulai pada pekan keempat atau akhir Januari 2019.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Mudzakir mengatakan, sistem seleksi PPPK ini bertujuan memberi kesempatan kepada tenaga honorer atau profesional yang telah melampaui batas usia pelamar PNS untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“PPPK dimaksudkan untuk rekrut profesional yang bersedia bekerja dalam perjanjian kerja dengan masa kerja tertentu. Untuk menjadi ASN, bekerja untuk negara,” kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (11/1/2019).

Mudzakir pun berharap, target waktu perekrutan PPPK ini dapat terlaksana sesuai dengan jadwal pada akhir bulan ini. Namun, ia menambahkan, pemerintah masih merumuskan berapa jumlah formasi yang akan dibuka dalam masa seleksi nanti.

“Semua masih dalam pembahasan,” ucap Mudzakir.

Lebih lanjut, dia juga menyampaikan, posisi tenaga PPPK selaku ASN bakal setara dengan PNS, yakni mendapatkan gaji dan tunjangan yang sama, hingga fasilitas lainnya seperti jaminan kesehatan dan jaminan kecelakaan kerja.

Kendati demikian, PPPK tidak akan mendapat tunjangan pensiun kecuali jika yang bersangkutan mau mengelolanya secara mandiri kepada PT Taspen, dengan kesepakatan gajinya mau dipotong.

“Bisa dikatakan begitu, (PNS dan PPPK) hampir mirip. Hanya PPPK tidak ada uang pensiun, kecuali mengambil asuransi pensiun,” pungkas dia.


Tonton Video Ini:

Tapak Hitam Kupu-Kupu Malam di Serambi Aceh

Liputan6.com, Aceh – MH merutuk temannya karena salah memberitahu arah seperti yang tertera di GPS. Hampir satu jam berkeliling tanpa tujuan, dari satu jalan ke satu lorong, sementara jam digital di mobil mendekati angka 12 malam.

S tidak banyak membantu. Dia lebih suka menaikturunkan volume suara MP3 di handphone-nya, mengikuti volume kakofoni omelan dua temannya, AR dan MH, yang dari tadi saling menyalahkan dan saling tunjuk batang hidung.

“Jadi di mobil itu kami bertiga. Satu duduk diam, dengar musik, satu jadi navigator, dan saya mengendarai. Kebetulan itu mobil keluarga,” kata MH kepada Liputan6.com, dalam bincang serius di sebuah acara pernikahan, Jumat 11 Januari 2019, malam.

AR menemukan alamat sebuah losmen di GPS. “Ini yang terakhir,” ujarnya dari dalam mobil kepada S dan MH yang tengah duduk menekur di sebuah kedai dekat trotoar sambil menikmati kepulan demi kepulan asap rokok yang sedari tadi mereka tahan karena di dalam mobil tidak boleh ada bau nikotin.

Setelah memasuki sebuah gang yang gelap, mereka mulai meragukan alamat yang tertulis di GPS. AR semakin curiga melihat sekumpulan wanita mengenakan kaos oblong, bercelana jeans tak berjilbab duduk di teras belakang sebuah rumah toko (ruko) bercat kusam yang berada tepat di sebelah kanan gang.

Di ujung gang terdapat sebuah halaman selebar lapangan tenis penuh rumput dan rongsokan besi mirip kerangka mobil. Dari halaman itu dapat dilihat ujung bangunan ruko yang seolah mencakar langit.

Mobil ditumpangi tiga sahabat yang datang ke Banda Aceh untuk keperluan menemani MH yang tengah mengikuti seleksi CPNS tahun 2018 itu, tiba-tiba berhenti di tengah halaman. Sedan hitam itu tidak bergerak sama sekali karena ada beberapa gundukan tanah dan sampah yang menghalangi laju roda belakang.

“Yang membuat ‘petak’ muka kita itu, karena ada cewek-cewek itu. Mereka tersenyum-senyum, centil. Ada beberapa cowok juga menemani. Hampir sepuluh menit, kita berhadap-hadapan, kami di dalam mobil, mereka diluar. Kami awalnya ‘kekeh’, karena berpikir kaca tidak tembus pandang, baru ingat kaca depan polos,” tutur MH, seraya tertawa.

Setelah berusaha lebih keras, MH yang baru belajar menyetir lima bulan yang lalu akhirnya berhasil mengeluarkan mobil kesayangannya itu ke jalan utama. Dia sempat melihat seorang diantara wanita itu mengerling dengan manja.

Belakangan, seorang penjaja rokok di pinggir jalan terkekeh mengetahui tiga pemuda itu rupanya telah salah alamat. Alamat yang tertera di GPS adalah alamat salah satu losmen tempat biasa PSK mengeksekusi jasa sex dengan para pelanggannya (eksekusex).

“Kalau kalian sanggup boleh. Tapi jangan sampai endak bisa tidur, dengar suara ‘ah, eh, oh’ , dari kamar di sebelah kalian,” MH mengulang sentilan abang penjaja rokok. Saat itu, waktu menjelang pukul 2 pagi.

Setelah singgah dan menanyakan harga penginapan sebuah losmen bertaraf syariah,–karena syaratnya, punya kartu nikah atau tidak membawa pasangan yang bukan muhrim– namun punya harga yang tidak sanggup dipenuhi, mereka terpaksa menginap di balai sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mereka kenal. Tapi sebenarnya mereka tidak tidur, karena nyamuk dan teror cerita hantu di tempat itu.

“Pokoknya gelilah. Pantesan saya gak lulus CPNS, besoknya. Dikira kita pelanggan. Karena kita naik mobil, dan ada cewek yang cepat-cepat masuk ke kamar, kayak mau bersolek atau benarin kamar, padahal kita salah alamat,” MH mengaku selalu geli mengingat kejadian itu. Dengan nada lawakan, MH mengatakan mereka telah dijebak, oleh Global Positioning System (GPS).

2 dari 3 halaman

Tapak Bisnis ‘Lendir’ di Negeri Syariah

Pengalaman MH dan dua rekannya yang nyasar ke losmen esek-esek di Kota Banda Aceh bukanlah hal mengejutkan. Sekalipun berjuluk Serambi Makkah, dan acap dipandang kaku dengan peraturan syariat, nyatanya Aceh berusaha keras menebas ilalang hitam yang mengotori halaman, bahkan ruang tengah provinsi paling ujung pulau Sumatera tersebut.

Jika di Surabaya dikenal dengan ‘Gang Dolly’, maka di Kota Banda Aceh yang dijuluki dengan Kota Madani juga terdapat gang kecil yang menjadi pusat prostitusi. Gang sempit hanya berukuran 2 meter yang dihimpit pertokoan, menghubungkan antar jalan di kawasan Peunayong itu, dikenal dengan nama ‘Gang Mabok’.

2014 lalu, Gang Mabok masih menjadi lokasi favorit wanita malam yang menjajakan pelayanan seks untuk pria hidung belang. Polisi syariat atau Wilayatul Hisbah (WH) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sempat beberapa kali mengamankan perempuan ‘nakal’ dari tempat itu.

Pasca heboh pemberitaan tertangkapnya muncikari dan tujuh PSK pada 2018, tahun lalu, bukan berarti memutus mata rantai dan geliat nakal para ‘kupu-kupu malam’ di Aceh. Mereka tetap ada, sekali pun mengendap-endap, bahkan merayap.

Saat itu, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol. Trisno Riyanto, mengaku, sudah memetakan lokasi dan wilayah yang sering dijadikan tempat transaksi. “Ini kita masih selidiki,” sebutnya saat menggelar jumpa pers terkait penangkapan germo dan tujuh PSK di salah satu hotel di Aceh Besar, Jumat 23 Maret 2018.

Di tahun yang sama, merebak kabar prostitusi rumahan berhasil di bongkar polisi di Aceh Barat. Lebih miris, ‘bisnis lendir’ ini, melibatkan anak di bawah umur, dengan E dan H, sebagai otak pelaku dibalik bisnis terselubung yang dipusatkan di rumah yang mereka tempati.

Keberadaan para ‘kupu-kupu malam’ di Aceh diperkuat Cut Putri Widya Fonna, F, seorang mahasiswi Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unsyiah, dalam penelitiannya ‘Gaya Hidup  Pekerja Seks Komersial di Negeri Syariat Kota Banda Aceh’ pada tahun 2017. Selain itu, Muhammad Reza, dari kampus dan tahun yang sama pernah meneliti’ Faktor Pengambilan Keputusan Remaja Putri Sebagai Pekerja Seks Komersial di Kota Lhokseumawe’.

Kedua penelitian ini diterbitkan di website resmi milik universitas. Dalam penelitiannya, Cut Putri Widya Fonna menyebut, interaksi antara PSK di Banda Aceh dan warga sekitar terjalin dengan baik, dimana tidak pernah terjadi pertentangan antar PSK dengan warga setempat.

“Interaksi tersebut lebih kepada individu-individu yaitu saling tidak peduli urusan antara satu dan yang lain, banyak juga tetangga yang tidak mengetahui pekerjaan asli mereka termasuk keluarganya, sehingga seluruh bantuan yang PSK berikan (berupa materi) dengan mudah diterima oleh keluarga,” jelas Cut Putri Widya Fonna di halaman abstrak penelitiannya, seperti ditelusuri Liputan6.com di website kampus, Jum’at, 11 Januari 2019, malam.

Sementara itu, di dalam penelitiannya, Muhammad Reza menyebut, terdapat dua faktor para remaja yang menjadi responden, memutuskan menjadi PSK. Faktor internal meliputi ekonomi, dan faktor eksternal, yaitu, lingkungan dan historis yang melatari kehidupan para responden.

Mengenai bagaimana kehidupan malam dan strategi para PSK menyabung hidup di Kota Syariah, meskipun belum ada data valid, dapat ditelusuri melalui cerita dari sumber yang mengaku pernah bersentuhan dengan ‘hal yang begituan’. Beberapa media maenstream juga pernah menyusuri lorong-lorong yang tersembunyi dari mata orang luar ini.

“Itu rahasia umum ya. Tapi, seperti yang kita bilang tadi, bukan lokalisasi ya. Kan pemerintah melarang. Tapi terselubung, dan hanya menjadi bagian dari dunia hitam kita saja. Prosesnya, ya, pakai aplikasi sejenis socmed itu. Tapi tidak maenstream punya. Rahasialah,” sebut FY (26), seorang wanita, yang mengaku pernah dan masih terjerembab di dunia yang dia sebut ‘dunia hitam’ kepada Liputan6.com, di sebuah kafe di Meulaboh, Jum’at, 11 Januari 2019, menjelang sore.

3 dari 3 halaman

Syariah yang Dipertaruhkan

Hingga saat ini, Wilayatul Hisbah dan Satuan Polisi Pamong Praja masih terus bergerilya dari satu sudut kota ke satu sudut kota. Mereka mengendus, mencari, menelusur, menyisir, dan menggerebek lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat maksiat.

Di balik itu semua, seorang pemerhati sosial, dan mahasiswa akhir Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmi Politik Universitas Teuku Umar (UTU), Ride Wanja, menyayangkan perempuan selalu menjadi sosok yang disalahkan. Padahal, kata dia, bisnis esek-esek, dimana pun itu, ada karena beberapa faktor, terutama ekonomi, dan menjamurnya pelanggan, yang menjadi determinan keberadaan para PSK-PSK tersebut.

“Jangan selalu si penyedia jasa yang disorot. Ini kok ya, kalau kulihat-lihat, dari dulu, kalau esek-esek, yang salah kok perempuan melulu, kok bias gender sih. Itu kalau mabok misalnya, kan pemaboknya yang salah, bukan minumannya yang disorot, bukan pabriknya, kok dalam kasus ini beda ya?” ketus Ride, Jum’at, 11 Januari 2019, malam.

Agak berbeda dengan Ridee, Deni  melihat fenomena PSK dan segenap hiruk pikuk yang mengiringinya di Aceh kiranya menjadi pecutan bagi negeri yang kerap berbangga diri dengan syariat-nya ini. Di sisi lain, konsep moral spiritual perlu diajarkan dengan lebih telaten kepada generasi muda di Aceh.

“Aceh, dengan syar syariatnya ini, hanya akan menjadi kebanggaan semu, jika otak itu masih bisa berpikir dan disusupi bisik-bisik iblis. Harus lebih soft dan mengena kalau mengajarkan. Unsur paksaanya harus diteliti dan setepat mungkin mengena di kepala, jangan malah berontak. Di Aceh, ustaz aja bisa tidak bisa tahan kalau sama lendir,” sinis dia.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Hoax Adalah, Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya di Dunia Maya Dengan Mudah

1. Buang-buang Waktu dan Uang

Menurut perhitungan pada situs cmsconnect.com, membaca kabar hoax dapat menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi individu atau kantor tempat Anda bekerja. Hal ini terjadi berkat produktivitas yang menurun akibat efek mengejutkan dari kabar hoax.

Bagi perusahaan, kerugian yang biasa dikeluarkan minimal mencapai Rp 10 juta per tahun. Sementara individu bisa mencapai Rp 200 ribu per tahun. Semua ini bisa terjadi bila setiap pekerja menghabiskan waktu 10 detik per hari untuk membaca email atau pesan hoax.

2. Pengalihan Isu

Di dunia maya, khususnya bagi para penjahat siber, hoax dapat digunakan untuk memuluskan aksi ilegal mereka. Penjahat siber diketahui sering menyebar hoax soal adanya kerentanan sistem di sebuah layanan internet, misalnya Google Gmail.

Nah, di dalam pesan hoax tadi, hacker bisa saja menyertakan tautan tertentu yang disarankan untuk diklik agar terhindar dari kerentanan sistem Gmail tadi. Padahal, tautan tadi justru berisi virus yang bisa membajak Gmail Anda.

3. Penipuan Publik

Selain kehebohan, ada jenis hoax yang dibuat untuk mencari simpati dan uang. Di Indonesia sendiri, kabar hoax yang banyak menipu publik beberapa waktu lalu adalah pesan pembukaan pendaftaran CPNS nasional yang dikirim lewat WhatsApp. Setelah ramai tersebar, barulah pemerintah mengklarifikasi bila pihaknya belum akan membuka pendaftaran CPNS.

4. Pemicu Kepanikan Publik

Berita bencana alam atau kejadian pada suatu transportasi kerap dijadikan bahan untuk menyebarkan kabar hoax. Hal ini merupakan salah satu tujuan hoax yang paling banyak diminati oleh oknum pembuat kabar hoax, memicu terjadinya kepanikan publik. Untuk menghentikan kepanikan, biasanya media massa atau media online harus membantu masyarakat dan mengklarifikasi bila kabar-kabar tadi hanya hoax.

Ada ‘Kesempatan Kedua’ Buat yang Masih Ngebet Jadi PNS

Jakarta – Pemerintah segera membuka proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sesuai namanya, PPPK merupakan pegawai pemerintah yang memiliki hak setara dengan PNS sesuai ketentuan yang berlaku.

Lowongan ini pun menjadi ‘kesempatan kedua’ buat pelamar yang gagal dalam proses seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Kepastian pembukaan seleksi PPPK diperkuat dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang manajemen PPPK.

Pembukaan lowongan PPPK diperkirakan akan berlangsung pada awal tahun ini. Meski belum diketahui tanggal pastinya, ada baiknya mengetahui apa saja hak dan kewajiban yang didapat dari menjadi seorang PPPK.

Berikut informasi selengkapnya: (eds/dna)

Pegawai Honorer K2 Jadi Prioritas Seleksi PPPK

Kabar sebelumnya, pemerintah berencana melakukan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada minggu keempat atau akhir Januari 2019. Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Adapun aturan tersebut membuka peluang seleksi dan pengangkatan bagi tenaga honorer yang telah melampaui batas usia pelamar Pegawai Negeri Sipil (PNS), untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan status PPPK.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik (Humas) Kementerian PANRB Mudzakir mengatakan, teknis penyusunan kebutuhan PPPK dipastikan serupa dengan teknis penyusunan kebutuhan CPNS.

“Jadi nanti proses rekrutmen sama dengan proses yang dilalui CPNS. Yang dimaksud sama itu adalah proses penetapan kebutuhan, pengadaan, dan seterusnya. Tetapi kriteria calon pendaftar dan lain-lain nanti akan ditentukan sesuai formasi yang ditetapkan,” ujar dia kepada Liputan6.com.

Mudzakir menambahkan, setiap warga negara Indonesia (WNI) mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi calon PPPK setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Adapun jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dapat diisi oleh PPPK nanti meliputi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dan Jabatan Fungsional (JF).

“Selain jabatan JPT dan JF, Menteri dapat menentukan jabatan lain yang dapat diisi oleh PPPK. Jabatan lain yang dimaksud bukan merupakan jabatan struktural tetapi menjalankan fungsi manajemen pada Instansi pemerintah,” ujarnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Deputi SDM Aparatur Kementerian PANRB, Setiawan Wangsaatmaja, menuturkan bahwa rekrutmen PPPK rencananya akan terbagi menjadi dua fase rekrutmen.

“Fase pertama akan dilaksanakan pada pekan keempat Januari 2019. Selanjutnya fase kedua akan diselenggarakan setelah Pemilu yang berlangsung pada bulan April tahun 2019,” tandasnya.