Jelang Piala Super Italia: Bagaimana Milan Menghentikan Ronaldo?

JakartaCristiano Ronaldo menjadi tantangan besar yang akan dihadapi AC Milan saat melawan Juventus di Piala Super Italia. Bisakah Milan meredam Ronaldo?

Superstar sepakbola Portugal itu tampil impresif sejak direkrut Juventus dari Real Madrid di musim panas lalu. Sudah 15 gol dan delapan assist dibukukan Ronaldo dalam 25 penampilan untuk Bianconeri di semua kompetisi.

Salah satu gol itu disarangkan Ronaldo ke gawang Milan dalam kemenangan Juventus 2-0 di San Siro dalam lanjutan Liga Italia, November 2018. Di sepanjang kariernya, Ronaldo telah mencetak tiga gol dalam tujuh penampilannya melawan Rossoneri.

“Dengan organisasi tim, karakteristik individu dari pemain-pemain di zona dia,” jawab Gattuso dikutip Football Italia. “Selama lebih dari enam atau tujuh tahun, Ronaldo memang telah menjadi seorang pemain yang luar biasa.”

“Ketika saya dulu berhadapan dengan dia, dia masih sering pamer skill. Sekarang dia tidak lagi. Dia melakukan segalanya dengan gairah yang besar dan melakukannya agar efektif, melukai tim lawan. Semakin tua dia semakin bagus,” imbuh Gattuso.

Pertandingan antara Juventus vs Milan akan digelar di Stadion Raja Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, pada Kamis (17/1/2019) dinihari WIB. Milan selalu kalah dalam enam pertemuan terakhir melawan Juve, tapi memenangi pertemuan terakhir kedua klub di Piala Super Italia pada 2016.

Namun demikian, Milan sukses mengalahkan La Vecchia Signora di pertemuan terakhir mereka di Piala Super Italia dua 2016. Digelar di Doha, Qatar, Milan menundukkan Juve lewat adu penalti 4-3, usai berimbang 1-1 sampai perpanjangan waktu.
(rin/ran)


Milan Bakal Lakukan Apa Saja Demi Kalahkan Juve

JeddahAC Milan bakal berhadapan dengan Juventus di Supercoppa Italia. Rossoneri akan melakukan apapun agar pulang dengan trofi.

Duel antara Milan dan Juventus bakal berlangsung di King Abdullah Sports City, Jeddah, Kamis (17/1/2019) dinihari WIB. Terakhir kali kedua tim bertemu di Supercoppa Italia pada 2016.

Milan saat itu menang lewat adu penalti, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 sampai extra time.

Bek Milan, Alessio Romagnoli, sudah siap menyambut laga ini. Dia juga mengatakan bahwa Rossoneri bakal melakukan apa saja demi memenangi pertandingan.
“Saya punya perasaan yang bagus. Sangat menyenangkan berada di sini bermain dalam kompetisi penting seperti ini. Kami sudah mempersiapkan dengan baik dan kami akan melakukan segalanya untuk menang,” kata Romagnoli seperti dikutip dari situs resmi Milan.

Milan sempat mengalami penurunan performa di bulan Desember 2018. Tim besutan Gennaro Gattuso menjalani lima laga beruntun tanpa kemenangan: tiga imbang dan dua kalah. Milan juga cuma mampu cetak satu gol dari lima laga.

Kondisi Milan mulai membaik pada pertandingan terakhir di 2018 dengan mengalahkan SPAL 2-1. Milan kembali menang di pertandingan pertamanya pada 2019 dengan mengalahkan Sampdoria 2-0 lewat extra time di 16 besar Coppa Italia.

“Ini (Supercoppa Italia) bisa menjadi titik balik musim kami. Kami tahu menghadapi salah satu tim terkuat di Eropa. Kami menghormati Juve, tetapi kami juga menyadari kualitas kami,” Romagnoli menambhakan.

“Karena itu, kami harus memastikan bahwa Milan menyusahkan mereka. Ini adalah pertandingan satu leg dan apa pun bisa terjadi,” tegasnya.

(ran/rin)


Drama Adu Penalti Kerap Hiasi Duel Juventus Vs AC Milan di Supercoppa Italia

Jakarta – Juventus dan AC Milan akan bentrok pada pertandingan Supercoppa Italia di King Abdullah Sports City, Jeddah, Rabu (16/1/2019). Laga ini menjadi pertemuan ketiga Juve dan Milan di Supercoppa Italia.

I Bianconeri dan I Rossoneri merupakan dua klub dengan koleksi trofi terbanyak di ajang yang telah berlangsung sejak 1988 ini. Juventus dan AC Milan tercatat tujuh kali menjuarai Supercoppa Italia.

Kedua klub berpeluang menambah koleksi trofi juara pada tahun ini. Juve berhak berlaga di Supercoppa Italia dengan status kampiun Serie A musim lalu. Sementara itu, AC Milan merupakan runner-up Coppa Italia, karena titel juara diraih oleh Juventus.

Sejauh ini, La Vecchia Signora dan Il Diavolo Rosso telah dua kali bertemu di Supercoppa Italia, yakni pada 2003 dan 2016. Dari dua pertemuan tersebut, Juventus dan AC Milan sama-sama saling mengalahkan.

Uniknya, kemenangan tersebut diraih lewat drama adu penalti. Kedua klub terpaksa melakoni babak tos-tosan, karena bermain sama kuat 1-1 selama 120 menit.

Pada pertandingan Supercoppa Italia 2003 yang berlangsung di Giants Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Juventus keluar sebagai juara setelah menang 5-3 atas AC Milan.

Sementara itu, dalam laga Supercoppa Italia 2016 di Jassim bin Hamad Stadium, Doha, Qatar, giliran Milan yang mengalahkan Juve lewat drama adu penalti dengan skor 4-3.

Lantas, apakah pertemuan ketiga Juventus versus AC Milan di Supercoppa Italia 2018 akan kembali berakhir dengan adu penalti? Layak untuk dinantikan.

Sumber: Berbagai sumber/Bola.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

Sepaket Ketajaman dan Kepercayaan Diri untuk Gabriel Jesus

JakartaGabriel Jesus menemukan kembali kepercayaan diri setelah mencetak gol-gol di awal tahun ini. Penyerang Manchester City ini sempat menjalani periode seret gol.

Jesus mencetak tujuh gol sejak pergantian tahun. Dia bikin satu gol ke gawang Rotherham di Piala FA, empat gol ke gawang Burton Albion di Piala Liga Inggris, lalu dua gol ke gawang Wolverhampton Wanderers di Premier League, Selasa (15/1/2019) kemarin.

Jumlah tujuh gol dalam tiga pertandingan itu sudah menyamai total torehannya sepanjang 23 pertandingan sebelumnya. Periode sulit itu pula yang membuat kepercayaan dirinya memudar.

“Saya merasa dalam kondisi bagus dan kepercayaan diri saya kini sudah lebih baik untuk mencetak gol-gol. Itu penting bagi saya karena saya seorang penyerang yang bermain di klub besar, dengan pemain, manajemen, dan staf yang menakjubkan,” ungkap Jesus dikutip Sky Sports.

“Jadi saya perlu mencetak gol-gol, tapi saya membantu tim dengan bermain baik. Tim ini bermain sangat baik untuk memenangi laga kemarin,” tambahnya.

Kembalinya ketajaman Jesus akan krusial untuk upaya City mempertahankan gelar Premier League musim ini. The Citizens sementara ini ada di posisi dua dengan 53 poin dari 22 pekan, tertinggal empat poin dari Liverpool di puncak klasemen.

(raw/ran)

HEADLINE: Shutdown Terlama dalam Sejarah AS, Ego Donald Trump Semata?

Liputan6.com, Washington, DC – Meja prasmanan disiapkan di Gedung Putih, aneka makanan ditata di atas nampan perak mewah, lilin-lilin panjang pun dinyalakan. Senin petang, 14 Januari 2019, Presiden Amerika Serikat Donald Trump siap menjamu tim Clemson University yang baru saja memenangkan ajang College Football Playoff National Championship.

Menurut Trump, makan malam saat itu bertema ‘Great American Food’.

Menunya terdiri atas 300 burger yang dipesan dari McDonald’s, Wendy’s dan Burger King’s; sejumlah piza; dan kentang goreng yang ‘naik kelas’ setelah ditempatkan di gelas-gelas kertas yang menyandang cap kepresidenan AS. Mangkuk-mangkuk perak mengkilat, yang berisi berbagai macam saus, diletakkan di tengah.

Satu-satunya makanan sehat yang ada di atas meja adalah salad sayuran, yang masih dikemas dalam wadah-wadah plastik transparan. 

Donald Trump menjamu tim Clemson Tigers dengan makanan cepat saji (AP Photo/Susan Walsh)

“Karena shutdown…kami keluar dan memesan makanan cepat saji ala Amerika. Aku yang bayar,” kata Donald Trump pada sejumlah reporter di State Dining Room, seperti dikutip dari BBC News, Selasa (15/1/2018).

“Ada piza, 300 hamburger, dan banyak kentang goreng, makanan favorit kita,” tambah sang miliarder nyentrik. Menurutnya, itu pilihan yang lebih baik ketimbang opsi lain, menghidangkan salad racikan ibu negara Melania Trump. 

Saat ditanya, apa makanan cepat saji favoritnya, Trump mengaku suka semuanya. Itu pilihan menu yang ‘patriotris’ — versi dia tentu saja.

“Selama buatan Amerika, saya suka. Ini semua adalah produk Amerika,” kata Trump.

Presiden AS Donald Trump menghidangkan makanan cepat saji di Gedung Putih , sebagai dampak dari penutupan sementara pemerintahan negeri itu (AP/Susan Walsh)

Belum jelas berapa duit yang dikeluarkan Trump untuk membayar orderan makanan cepat saji itu.

Ia mengaku tak ingin membatalkan acara makan malam hanya karena shutdown yang membuat para staf Gedung Putih dirumahkan atau dipaksa cuti.

Meski dengan menu seadanya, makan malam berjalan lancar. Satu per satu anggota tim Clemson Tigers yang berjas necis bergiliran mengambil hidangan. Menumpuk kotak karton berisi burger dan makanan lain di atas piring porselen putih.

Sejumlah warganet mengomentari reaksi para atlet saat melihat ke arah meja prasmanan. Ada yang memasang wajah lempeng, tersenyum, nyengir. Ekspresi wajah Matt Bockhorst, pemain bertahan, saat menumpuk dua Big Macs di piringnya pun memancing tanda tanya.

Matt Bockhorst kemudian merespons tanda tanya itu lewat akun Twitternya.

Sejumlah warganet juga membandingkan menu yang dihidangkan Donald Trump dengan pendahulunya.

“Presiden kita, @realDonaldTrump, yang paling luar biasa. Ia menyajikan McDonald’s dan Wendy’s untuk tim sepak bola Clemson. Sementara Obama pasti menyajikan salmon kukus dan asparagus untuk mereka!,” tulis pengguna Twitter, @RickySunnyvale1.

Para atlet yang berkunjung biasanya ditawari makan dari dapur Gedung Putih. Juru bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders mengatakan penutupan pemerintahan atau shutdown memaksa menu baru disajikan.

“Karena kubu Demokrat menolak untuk bernegosiasi tentang keamanan perbatasan, banyak staf di Gedung Putih cuti, sehingga presiden secara pribadi mengeluarkan uang untuk hidangan beberapa makanan cepat saji favorit semua orang,” kata dia seperti dikutip dari New York Times

Yang pasti, dampak kebijakan Donald Trump tak hanya berhenti hingga junk food yang ditata mewah untuk menjamu para tamu negara.

Tak hanya staf rumah tangga Gedung Putih, sekitar 800 ribu pekerja sektor publik terdampak shutdown. Mereka diminta cuti. Opsi lain, kerja tanpa dibayar.

Penutupan pemerintahan AS pernah terjadi pada masa lalu. Namun tak pernah sepanjang ini. Shutdown bermula pada 22 Desember 2018 dan telah berlangsung setidaknya selama 25 hari.

Shutdown kedua dalam pemerintahan Donald Trump — pertama terjadi Januari 2018 lalu — adalah yang terlama sepanjang sejarah Amerika Serikat.

Shutdown dipicu penolakan Donald Trump untuk menyetujui anggaran federal, kecuali jika menyertakan dana pembangunan tembok di sepanjang perbatasan Meksiko. Namun, House of Representatives (lower-chamber Kongres AS) yang dikuasai kubu Demokrat ogah meloloskan dana US$ 5,7 miliar yang diajukan pemerintah untuk membangun tembok perbatasan. 

Sekitar seperempat bagian pemerintah federal terus tutup. Entah sampai kapan. Sementara, sejumlah karyawan sektor penting seperti petugas lalu lintas udara dan agen Secret Service tetap bekerja tanpa menerima gaji hingga skema anggaran pengeluaran disepakati.

Saat menghadiri konvensi American Farm Bureau Federation di New Orleans, Senin 14 Januari 2019, Donald Trump berkoar akan memperjuangkan tembok perbatasan yang dijanjikannya sepanjang kampanye Pilpres AS.

“Jika alasannya untuk menjaga keamanan orang-orang Amerika, aku tidak akan pernah mundur,” kata dia di hadapan para petani yang juga ikut terpukul akibat shutdown. Mereka tak bisa mengakses informasi yang penting bagi pertanian, pinjaman dibekukan, pun dengan dana talangan yang dijanjikan. 

Presiden AS, Donald Trump berbincang saat melakukan perjalanan untuk melihat prototipe tembok perbatasan AS dan Meksiko di San Diego, Selasa (13/3). Tembok ini adalah perwujudan dari janji Trump pada kampanye presiden 2016 lalu. (AP/Evan Vucci)

Kebijakan anti-imigran Donald Trump juga membuat sektor pertanian kekurangan tenaga kerja. Yang mengejutkan, dalam pidatonya Trump berjanji akan membuat aturan yang lebih mudah bagi para imigran untuk datang ke AS. Untuk dipekerjakan di ladang. “Anda butuh orang-orang itu,” kata dia.

Sementara itu, di luar lokasi konvensi, ratusan demonstran menggelar aksi. Membawa poster berisi tuntutan dan patung Donald Trump berwarna emas, mereka berseru, “Lock him up” — Penjarakan dia. 


Saksikan video terkait Donald Trump berikut ini:

2 dari 3 halaman

Dampak Mengerikan

Tak ada yang tahu kapan penutupan pemerintah AS atau shutdown bakal berakhir. 

Donald Trump sejauh ini menolak saran untuk membuka kembali pemerintahan, selama setidaknya beberapa pekan, sementara negosiasi terus dilanjutkan dengan kubu Demokrat terkait pembangunan tembok perbatasan yang konon tak bisa ditembus.

Taipan properti itu juga menepis solusi penetapan kondisi darurat nasional untuk ‘potong kompas’, tetap membangun tembok perbatasan dengan dana darurat, tanpa persetujuan Kongres.

“Aku tak akan menetapkan kondisi darurat,” kata Trump pada Senin 14 Januari 2019 seperti dikutip dari situs woodtv.com. “Itu terlalu mudah, kita tidak harus melakukannya.”

Jajak pendapat yang dilakukan Washington Post-ABC News yang dipublikasikan pada 13 Januari 2019 menunjukkan, 54 persen warga AS menolak pembangunan tembok perbatasan, sementara 42 persen mendukungnya.

Sementara, 87 persen kubu Republik mendukung pembangunan tembok tersebut, sementara di kubu Demokrat, 84 persen menolaknya.

Dan, Donald Trump bersikukuh tak akan mundur. Di sisi lain kubu Demokrat bergeming. Deadlock. Buntu. Seminggu terakhir berlalu tanpa negosiasi apapun. 

Dampak shutdown pun kian menyulitkan warga AS. Sektor penerbangan kena dampaknya. 

Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport, salah satu bandara tersibuk di AS, mengingatkan calon penumpang untuk menyediakan waktu tiga jam untuk pemeriksaan keamanan.

Penyebabnya, kebanyakan staf badan keamanan transportasi AS atau Transportation Security Administration, yang harus bekerja tanpa dibayar selama shutdown, memilih tak datang ke tempat kerja.

Seperti dikutip dari Business Insider, karena antrean yang panjang, banyak penumpang ketinggalan pesawat.

Sementara itu, kekacauan terjadi di penjara federal dengan keamanan tingkat tinggi di Manhattan, negara bagian New York.

Sejumlah tahanan mogok makan sejak Senin 14 Januari 2019, setelah jadwal kunjungan keluarga dibatalkan pekan lalu dengan alasan kekurangan staf. Penjara dengan nama resmi Metropolitan Correctional Center (MCC) adalah salah satu pusat penahanan terpenting dalam sistem penjara federal AS, yang menampung sekitar 800 tahanan, demikian dikutip dari New York Times pada Selasa (15/1/2019).

Sejumlah tahanan teroris, penjahat kerah putih, dan bahkan raja narkoba asal Meksiko, El Chapo pernah jadi penghuninya.

Di sisi lain, keluarga sipir penjara pun merana akibat shutdown. “Aku harus mencemaskan bahan bakar mobil, resep obat yang harus ditebus,” kata Carol Hall, seperti dikutip dari situs wctv.tv. “Aku juga harus mengkhawatirkan pasta gigi, tisu toilet, makanan, barang-barang kebutuhan harian.”

Hall mengaku, alasan ia berbagi kisah adalah agar orang-orang memahami bahwa shutdown tak hanya memengaruhi para pegawai federal, tapi juga keluarga mereka.

Warga sipil pun ikut kena getahnya. Terutama mereka yang tak mampu secara finansial. Misalnya, penutupan pemerintahan membuat 38 juta warga Amerika tak bisa mendapatkan kupon makan.

Sektor bisnis ikut terpukul. CEO Delta Air Lines, Ed Bastian mengaku, shutdown akan mengurangi pendapatan maskapainya sekitar US$ 25 juta bulan ini.

Sejumlah pemangku kepentingan di AS, yang ada di Washington DC hingga Wall Street membayangkan skenario mengerikan jika penutupan sebagian pemerintah AS — yang sudah memecahkan rekor terlama sepanjang sejarah — akan berlangsung hingga musim semi atau bahkan lebih lama lagi.

Di luar dampak langsungnya terhadap bisnis, para ekonom mengatakan, shutdown mengancam mengguncang kepercayaan konsumen dan mengurangi penjualan ritel, terutama karena pekerja dan kontraktor federal yang tidak dibayar berhenti mengeluarkan uang untuk kendaraan, rumah, hingga hiburan. Banyak sektor usaha bakal terpukul.

Hambat Penegakan Hukum

Petugas imigrasi AS melakukan razia imigan gelap ke 100 toko 7-Eleven (AP)

Shutdown yang telah berlangsung selama 25 hari terbukti menghambat upaya penegakan hukum di seluruh pemerintah federal. Juga menghentikan inspeksi pembangkit listrik dan sumur minyak, memperlambat penyelidikan kasus penipuan keuangan dan audit pajak, menghambat investigasi kecelakaan pesawat dan bahkan menunda penyelidikan dalam kasus privasi Facebook.

Seperti dikutip dari Politico, pelatihan bagi para jaksa yang menangani kasus pornografi anak dan penjualan narkoba online terpaksa dihentikan.

Departemen Kehakiman juga merumahkan sebagian besar hakim administratifnya, yang bertugas menegakkan hukum imigrasi. Dan, Komisi Komunikasi Federal tidak bisa menanggapi keluhan konsumen, misalnya tentang robocall.

Para penegak hukum yang seharusnya menyelidiki kasus polusi, bahaya keselamatan, dan ancaman lainnya duduk di rumah alih-alih menangani kasus yang mengancam orang banyak.

Aksi Simpati

Di sisi lain, shutdown memicu aksi solidaritas. Sebuah kelompok bantuan bencana yang didirikan oleh koki selebritas José Andrés menyatakan akan menawarkan makanan gratis kepada para pegawai pemerintah di Washington DC.

Sebelumnya, petugas pengawas aviasi dan lalu lintas udara (air-traffic controller) di Kanada mengirim ratusan boks piza ke rekan mereka di Amerika Serikat (AS), yang tetap bekerja di tengah kondisi penutupan sementara pemerintah federal. 

Lebih dari 70 anggota Kongres Amerika Serikat juga menolak menerima gaji atau menyumbangkannya ke badan amal untuk membantu pekerja federal yang tidak menerima gaji.

Sembilan dari 15 kementerian tingkat kabinet tidak mendapat pendanaan selama government shutdown, mengakibatkan pegawainya tidak menerima upah.

Tetapi, gerakan amal (dan secara politis cerdas) itu tampaknya belum menyebar ke pejabat Gedung Putih atau anggota kabinet Trump.

Situs Quartz menghubungi lembaga kementerian dan badan di kabinet Trump, serta kantor wakil presiden dan kantor pers Gedung Putih dalam beberapa hari terakhir, untuk menanyakan apakah pejabat Trump, wakil presiden atau presiden sendiri membuat sumbangan amal selama shutdown.

Sejauh ini, tidak ada satu pun dari total 20 lembaga yang dihubungi oleh Quartz mengikuti jejak langkah anggota Kongres AS yang menyumbangkan gajinya.

Anggota kabinet pemerintahan Presiden Donald Trump adalah salah satu yang terkaya dalam sejarah Amerika Serikat. Mulai dari Menteri Keuangan Steven Mnuchin yang punya usaha produksi film di Hollywood; Menteri Pendidikan Betsy DeVos yang adalah miliarder (dalam dolar AS); hingga penasihat kepresidenan Ivanka Trump dan Jared Kushner, anak dan menantu Trump yang masing-masing mengelola bisnis sendiri.

Kabinet Trump punya sejarah memberikan gaji mereka untuk kepentingan donasi, dengan DeVos pernah mendonasikannya ke sebuah penggalangan amal dan sang presiden sendiri berjanji untuk memberikan seluruh upahnya senilai US$ 400.000 per tahun (Rp 5,6 miliar) ke badan amal.

Tapi, kantor pers Gedung Putih tidak segera menanggapi pertanyaan tentang sumbangan lebih lanjut yang mungkin Trump atau DeVos berikan kepada pekerja federal selama government shutdown.

Wakil Presiden Mike Pence menghasilkan US$ 230.700 per tahun. Dan kantornya juga tidak merespons selama beberapa hari tentang apakah dia menolak menerima gaji atau menyumbangkan gaji ke badan amal selama shutdown.

3 dari 3 halaman

Ego Donald Trump?

Donald Trump sedang bertaruh. Di satu sisi, ia sedang berupaya memenuhi janji kampanyenya untuk membangun tembok perbatasan yang tak bisa ditembus. Di sisi lain, ia akan kena dampaknya. 

Ketika shutdown justru bikin masalah dan bikin banyak orang susah, ia pun dipersalahkan. 

Washington Post-ABC News menggelar jajak pendapat terhadap 788 responden warga AS yang dilakukan pada 8 – 11 Januari 2019, dengan margin of error 4,5 persen.

Survei itu mengawali jajak dengan mengajukan pertanyan inti: “Menurut Anda, siapa yang paling bertanggung jawab atas situasi ini?”

Hasilnya, 53 persen orang AS mengatakan kepada jajak pendapat bahwa mereka menyalahkan Presiden Trump dan fraksi Partai Republik di Kongres AS, demikian seperti dikutip dari USA Today, Senin (14/1/2019).

Level penerimaan bersih (net approval rating) Donald Trump pun melorot dari  -10 poin menjadi -14 poin, demikian dikutip dari CNN pada Selasa 15 Januari 2015.

Apakah Donald Trump layak dipersalahkan?

Mengomentari penutupan pemerintahan di AS, pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah mengatakan bahwa “drama” di Negeri Paman Sam tersebut tak lain dan tak bukan disebabkan oleh ‘ego’ Presiden Donald Trump.

“Egonya besar sekali kelihatan sejak awal ia berkuasa,” jelas Rezasyah.”Saya melihat ini seperti menonton episode The Apprentice, dengan Trump mengambil keputusan dengan cepat dan keras namun tak melihat dampak buruknya bagi dalam negeri sendiri.”

(Government shutdown) ini sudah mendapat banyak keluhan dari aparatur di dalam negeri dan kedutaan besar AS di luar negeri. Meski layanan visa buka, pegawai kedutaan yang notabenenya karyawan Kementerian Luar Negeri AS ikut terdampak shutwdown karena lembaga pusat mereka kena. Ini mempersulit hal-hal seperti keimigrasian, antrean panjang, aturan jam kerja semakin tidak menentu.”

Menurut dia, sudah terlalu banyak keruwetan yang dibuat oleh Trump lewat shutdown. “Dan Donald Trump, memasuki shutdown hari ke-25 tidak menunjukkan akan mengalah. Sikap ia yang seperti ini menunjukkan bahwa dirinya bukan negarawan, tapi politikus yang terbiasa menang-kalah atas usulannya,” jelas Rezasyah.

Trump telah berulang kali berjanji untuk menolak negosiasi rancangan undang-undang yang awalnya didukung oleh kedua belah pihak untuk membuka kembali pemerintah, tanpa dana untuk temboknya, The Guardian melaporkan.

House of Representatives fraksi Partai Demokrat berencana untuk memperkenalkan paket RUU untuk membuka kembali pemerintah.

Fox News melaporkan, sudah ada pertemuan di Gedung Putih pada Rabu 2 Januari 2019 lalu antara Trump dan dua pemimpin teratas dari setiap partai dari masing-masing kamar (House of Representative dan Senat) untuk membahas negosiasi paket RUU itu dan kebuntuan terkait government shutdown.

Rencana anggota DPR fraksi Demokrat mencakup satu RUU untuk mendanai Kementerian Keamanan Dalam Negeri sesuai anggaran normal hingga 8 Februari –dengan sekitar US$ 1,3 miliar dialokasikan untuk keamanan perbatasan. Tapi, paket itu belum termasuk uang senilai US$ 5 miliar untuk membangun tembok yang diinginkan presiden di perbatasan AS-Meksiko.

Juru bicara pemimpin fraksi Republik di Senat AS, Mitch McConnell telah menjelaskan bahwa Senat tidak akan menyetujui RUU itu jika Presiden Donald Trump tidak mendukungnya. Namun, McConnell sendiri masih bungkam terhadap situasi shutdown –atau dinilai berlindung untuk menghindari sorotan yang selama ini menyasar kepada sang Presiden.

“Trump tidak berpikir tentang sustainibility atau keberhasilannya bertahan dalam memerintah. Perspektifnya winner takes all. Kalau aku kalah, semua harus kalah,” kata Rezasyah.

“Jika ia terus melanjutkan sikapnya yang seperti ini, kepercayaan masyarakat terhadap Trump bisa semakin menyusut,” lanjut dosen Universitas Padjajaran itu.

Sementara itu, Presiden Donald Trump juga telah memutar otak untuk mencari sumber pendanaan lain agar temboknya tetap dibangun, yakni “dengan Meksiko yang membayarnya.”

Trump mengatakan bahwa pemerintahannya akan mengejar paket kesepakatan perdagangan baru dengan Meksiko, sebagai cara tidak langsung agar Negeri Aztec membiayai pembangunan tembok di perbatasan –suatu opsi yang memungkinkan menurut analis, terlepas apakah Mexico City akan menyetujuinya atau tidak.

“Trump juga memaksakan agar tembok itu turut dibayar oleh Meksiko … tapi itu adalah sebuah penghinaan terhadap Meksiko. Keputusan seperti ini bukan sesuatu hal yang dilakukan secara sepihak seperti Trump saat ini, namun, lebih melalui sharing. Tapi Trump tidak melakukan hal itu,” jelas Teuku Rezasyah.

“Dan beberapa lembaga pemerintahan AS memandang ada yang tidak konstitusional dari pembangunan tembok itu di perbatasan, dan oleh karenanya Partai Demokrat mungkin menolak menyetujui pembiayaan.

“Kemudian Trump terus memaksakan hal tersebut menunjukkan egonya yang semakin besar.

“Kita tinggal tunggu saja siapa yang akan menggerakkannya atau menginisiatifkan impeachment ini, apakah Kongres atau penegak hukum lewat penyelidikan soal Rusia.”

Namun, Rezasyah menampik jika shutdown ini akan menjadi instabilitas besar bagi sistem demokrasi di AS.

“Mereka sudah berdemokrasi sejak lama, sudah stabil dan matang. Sekarang, hanya jangan sampai Trump mencegah agar kepemimpinannya justru goyah akibat egonya sendiri seperti shutdown atau mendadak terjadi masalah lain yang tak terduga selama penutupan pemerintahan.”

Namun, jika shutdown terus terjadi, menurut Teuku Rezasyah, approval rating Trump mungkin akan turun. Dan, dengan semakin dekatnya Pilpres AS 2020, Trump mungkin tidak akan dipilih kembali oleh internal Republik untuk mewakili mereka dalam pencalonan presiden AS periode 2020 – 2024.

“Partai Republik juga terlihat agak pasif dalam shutdown ini ya. Dengan penutupan yang terus berlarut, mungkin akan ada kemungkinan bahwa Republik akan mengharapkan Trump mengendurkan egonya.”

The Guardian, pada 13 Januari 2019 melaporkan bahwa beberapa anggota Partai Republik yang berhaluan moderat tampaknya mulai goyah dengan shutdown yang berlarut-larut –sesuatu hal yang kemudian ditanggapi sinis oleh politisi Partai Demokrat di Senat AS.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, Senator AS fraksi Partai Demokrat dari Negara Bagian Connecticut, Chris Murphy mengatakan “ini sudah menjadi penutupan paling bodoh yang pernah ada”.

“Satu-satunya alasan shutdown adalah karena Presiden Trump menginginkannya seperti itu,” katanya. 

Sementara itu, menurut S&P Global Ratings, shutdown telah membebani ekonomi AS senilai US$ 3,6 miliar. Dan jika shutdown terus berlangsung untuk dua pekan lagi, nominal itu akan melampaui total anggaran yang diajukan Trump untuk membangun temboknya di perbatasan yakni sebesar US$ 5 miliar.


Hasil yang Dipetik dari Pilpres AS

Donald Trump berpidato di hadapan para pendukungnya di New York Hilton Midtown, New York, AS (9/11). Trump langsung menyampaikan pidato kemenangannya setelah meraih kemenangan di electoral vote pada Pilpres AS. (PHOTO / Timothy A. CLARY)

Sementara itu, pengamat Amerika Serikat dari Universitas Indonesia Suzie Sudarman mengatakan bahwa shutdown yang terjadi di AS saat ini merupakan “hasil yang dipetik dari Pilpres AS 2016”.

“Ini adalah contoh di mana ideologi AS diwujudkan, mereka yang memilih Trump maka mereka pula-lah yang merasakan kebijakannya yang in-sensitif kepada warganya sendiri,” nilai Suzie menggarisbawahi shutdown yang menyebabkan 800.000 pegawai federal AS tidak digaji atau terpaksa dirumahkan.

“Trump adalah orang yang akan melakukan apa saja untuk mewujudkan apa yang ia inginkan. Sulit diprediksi ke depannya akan seperti apa melihat rekam jejaknya selama ini. Tapi egonya yang besar mungkin akan membuatnya terus melanjutkan shutdown dengan mengabaikan para pekerja federal yang mungkin tidak menerima gaji.”

Menurut Suzie, ini adalah kali pertama di mana selama shutdown, baik pemerintah eksekutif dan legislatif tidak bernegosiasi secara signifikan untuk menyelesaikan penutupan pemerintahan.

“Pada shutdown era Obama, baik Gedung Putih dan Kongres saling bertemu untuk menemukan jalan tengah agar mencapai kompromi,” jelas Suzie, mereferensi penutupan pada 1-17 Oktober 2013 disebabkan ketika House of Representatives (lower-chamber Kongres) dari fraksi Partai Republik menawarkan resolusi berkelanjutan yang bertujuan menunda atau menggunduli Undang-Undang Perawatan Terjangkau, yang dikenal sebagai Obamacare.

“Tapi pada era Trump, negosiasi dan kompromi seperti itu tidak ada, dengan masing-masing kukuh dengan keinginannya. Terutama Donald Trump dengan pembangunan temboknya.”

Daihatsu Xenia 1.500 Cc Lahir karena Banyak Peminat

Liputan6.com, Jakarta – Daihatsu Xenia sudah hadir di pasar otomotif nasional selama 15 tahun dengan segmen konsumen yang sudah jelas dan kuat. Hadirnya varian baru yakni Xenia 1.500cc, Daihatsu meyakini mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu low multi purpose vehicle (LMPV) yang disegani.

Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Tetsuo Miura mengaku bangga Xenia bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia selama 15 tahun ini.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesetiaan dan kepercayaan masyarakat terhadap Daihatsu Xenia,” ujar Miura di sela-sela peluncuran Grand New Xenia di Astra Biz Center, BSD City, Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (15/1/2019).

Menurut dia, sebagai Sahabat Keluarga, Xenia telah terbukti keistimewaannya dan keandalannya selama 15 tahun. Tetsuo berharap, Grand New Xenia dapat menjadi mobil MPV terbaik pilihan keluarga dan masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Marketing and CR Division Head PT AI-DSO Operation Hendrayadi Lastiyoso menyampaikan, hadirnya varian terbaru 1.500 cc berdasarkan hasil survei Daihatsu terhadap masyarakat Indonesia.

“Banyak yang menginginkan varian lebih bertenaga dan kuat. Makanya kami luncurkan yang varian 1.500 cc,” ujarnya.

Sebagai informasi, Xenia terbaru mengalami penyegaran pada lampu depan dan belakang, serta penggunaan LED headlamp. Alhasil membuat tampilan kian modern, pencahayaan lebih terang, fokus, namun tetap hemat daya. 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Pada sisi interior, Grand New Xenia juga memberikan suasana kabin berbeda yakni hadirnya dua sentuhan warna dan desain center cluster dengan sentuhan black piano. Juga dipadukan teknologi kekinian digital AC yang memberikan kesan mewah dan kemudahan bagi penggunanya.

Pada sisi audio, Grand New Xenia menawarkan 2-DIN touchscreen audio di semua varian. Pada beberapa varian, audio sudah didukung teknologi konektivitas yang dapat menghubungkan audio dengan smartphone.

Lalu, dengan disematkannya tombol pengaturan audio pada posisi stir kemudi, power outlet pada baris pertama dan kedua, audio speaker di enam lokasi, semakin memberikan kenyamanan dan keasyikan tersendiri saat digunakan berkendara. Dengan adanya shark fin antena, selain lebih stylish, juga menghasilkan suara jernih.

Grand New Xenia juga dilengkapi rear camera sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Tak hanya itu, khusus Grand New Xenia 1.500 cc dilengkapi fitur keselamatan yang lebih tinggi seperti antilock brake system (ABS) dan electronic brakeforce distribution (EBD).

Mobil yang ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 183,35 juta hingga Rp 228,95 juta itu memiliki delapan pilihan warna, di antaranya icy white, classic silver, dark red metallic, dark grey metallic, dan midnight black, serta tiga pilihan warna baru, pearl white, bronze metallic, dan blue metallic.

Ada Pilihan Mesin 1.500 Cc, Ini Target Daihatsu Grand New Xenia

Liputan6.com, Tangerang – Daihatsu Grand New Xenia resmi hadir di Tanah Air dengan harga mulai dari Rp 183,35 juta hingga Rp 228,95 juta. Menariknya, Xenia kini memiliki varian baru dengan pilihan mesin 1.500 cc berteknologi Dual VVT-i.

Dengan begitu, Xenia terbaru kini tersedia dalam 10 varian. Pilihan yang semakin banyak ini membuat PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mematok target penjualan Xenia sebanyak 3.000 unit per bulan. Xenia 1.300cc diperkirakan masih mendominasi.

“Itu target selama periode launching. Nantinya akan kami monitor dan observasi lagi. Untuk varian baru 1.500 cc sekitar 10 persen dari total penjualan, karena masih perdana. Setelah itu akan bertambah atau tetap, kita akan putuskan dari hasil evaluasi,” kata Deputy Chief Executive PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Supranoto di sela-sela peluncuran Grand New Xenia di Astra Biz Center, BSD City, Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (15/1/2019).

Dirinya optimistis, hadirnya model baru ini mampu merangsang penjualan. Berdasarkan pengalaman, setiap lahir model baru selalu terjadi peningkatan penjualan.

“Begitu pula saat ini. Kami berharap dan memperkirakan akan terjadi peningkatan penjualan pada Xenia baru ini,” katanya.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Lebih lanjut Supranoto menyampaikan, kehadiran Xenia kali ini tidak untuk membendung penetrasi produk kompetitor yang berusaha mendominasi pasar low MPV.

“Kehadiran Xenia baru ini tidak dimaksudkan untuk menekan penjualan brand lain yang baru hadir di segmen ini, tetapi lebih kepada pemenuhan kebutuhan di segmen Xenia sendiri,” ujarnya.

Sebagai informasi, baik Xenia dan Avanza diproduksi di pabrik Astra Daihatsu Motor di Karawang, Jawa Barat.

Pogba Lebih Percaya Solskjaer di MU ketimbang Mourinho

Liputan6.com, Manchester – Mantan Gelandang Manchester City, Yaya Toure mengomentari peningkatan permainan Paul Pogba di Manchester United (MU). Toure menilai, Pogba kini lebih punya kepercayaan kepada manajernya, Ole Gunnar Solskjaer ketimbang Jose Mourinho.

“Sejujurnya, saya kira Pogba sekarang lebih punya kepercayaan kepada manajernya. Manajernya telah menempatkannya di situasi bahwa ia lah bosnya,” kata Toure seperti dilansir Sky Sports.

Pogba menjadi salah satu sosok kunci kebangkitan MU di bawah Solskjaer. Bintang asal Prancis itu dianggap telah kembali ke permainan terbaiknya.

Ini berkebalikan saat MU dilatih Mourinho. Alih-alih jadi tulang punggung, Pogba justru adalah pemain pesakitan.

Taktik defensif Mourinho dianggap menahan potensi Pogba. Sang pemain pun sempat protes dengan taktik manajer asal Portugal tersebut. Protes itu lalu membuat hubungan Pogba dan Morinho renggang.

Padahal, Toure menilai Pogba adalah pemain yang harus punya koneksi bagus dengan manajernya. “Dia adalah pemain ynag ingin punya koneksi dengan manajernya, dipercaya, dan diminta untuk maksimal,” kata Toure.

2 dari 3 halaman

Berbeda Tipe

Lebih lanjut, Toure pun menganggap Pogba tak bisa dibandingkan dengan gelandang lainnya, termasuk dirinya. Menurut Toure, dia adalah gelandang yang menyukai tantangan.

“Pemain seperti saya, saya hanya ingin memberikan dan memproduksi lebih. Saya suka tantangan. Anda tidak bisa mengatakan Pogba harus menjadi Kante atau Matuidi, itu tidak mungkin,” kata Toure.

MU saat ini berada di peringkat keenam klasemen sementara dengan 41 poin. Pogba dan kawan-kawan hanya terpaut enam poin dari peringkat keempat, Chelsea.

3 dari 3 halaman

Klasemen Liga Inggris

3 Klub Ini Lebih Cocok untuk Pemain Buangan Chelsea

Liputan6.com, Jakarta Kesepakatan pinjaman striker Chelsea, Michy Batshuayi, di Valencia sepertinya akan dihentikan. Pemain internasional Belgia diatur untuk kembali ke Stamford Bridge setelah gagal membuat dampak di La Liga.

Chelsea mendatangkan Batshuayi dari Marseille pada musim panas 2016. Lantaran, sang pemain tidak bisa memenuhi harapan di Stamford Bridge, Batshuayi dipinjamkan ke Borussia Dortmund.

Sukses di masa peminjaman singkat di Borussia Dortmund, pemain berusia 25 tahun itu dipertimbangkan untuk mendapat tempat di skuat utama Chelsea. Tapi, ternyata ia dikabarkan tidak masuk dalam rencana pelatih baru The Blues, Maurizio Sarri.

Alhasil, Batshuayi memutuskan untuk pergi dari Chelsea kembali sebagai pemain pinjaman. Ia mencoba peruntungannya dengan bergabung dengan klub top Spanyol, Valencia.

Namun dilansir Marca, Batshuayi kabarnya akan segera kembali ke Chelsea dalam waktu dekat. Tapi, idealnya Batshuayi harus mencari tempat lain agar bisa bermain reguler, mengingat banyak juga klub yang meminatinya. Berikut adalah tiga klub ideal untuk Batshuayi

2 dari 4 halaman

Everton

Marco Silva sangat membutuhkan penyerang berkualitas di lini depan untuk memimpin serangan Everton. Pasalnya, Cenk Tosun dan Oumar Niasse kurang memiliki ketajaman di depan gawang. Pemain Belgia itu bisa menjadi penyerang yang dibutuhkan Everton saat ini.

Silva perlu menambahkan striker tetapi mereka harus memberikan ruang bagi kedatangannya terlebih dahulu. Mengosongkan Tosun atau Niasse di jendela transfer ini dapat membantu mendanai perpindahan untuk pemain berusia 25 tahun ini.

3 dari 4 halaman

Borussia Dortmund

Setelah membuat dampak instan untuk tim Bundesliga dalam masa peminjaman yang singkat, sangat mengejutkan bahwa Dortmund tidak melakukan kepindahan permanen. Satu-satunya penjelasan adalah harga tinggi yang ditetapkan oleh Chelsea setelah sang striker tampil mengesankan di klub Jerman.

Dortmund kekurangan pemain depan setelah gagal mempertahankan Pierre-Emerick Aubameyang ke Arsenal. Batshuayi yang direkrut sebagai pengganti jangka pendek untuk Aubameyang saat itu, membuat dampak langsung di pertandingan pertama dengan mencetak dua gol dan memberikan satu assist. Karenanya, pelatih Lucien Favre harus membawanya lagi ke Jerman.

4 dari 4 halaman

Newcastle United

Tidak mungkin Magpies bisa mengontraknya karena kurangnya dukungan finansial yang ditawarkan pemilik klub. Tapi, kesepakatan peminjaman adalah kemungkinan yang seharusnya dilakukan Rafa Benitez untuk menyelamatkan musim bagi The Magpies.

Tim ini kekurangan kualitas di lini depan. Mengingat bakat dan keterampilan yang dimilikinya, Batshuayi bisa membuktikan menjadi pembuat perbedaan besar bagi tim seperti Newcastle.