Luhut Sindir Prabowo Soal Harga Telur, BPN: Nggak Ada yang Mustahil

Jakarta – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyindir soal sosok yang mau menurunkan harga beras hingga telur dalam kurun 100 hari. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyindir balik Luhut.

“Makanya nggak bisa asal kerja. Nggak bisa tuh, cuma kerja, kerja, kerja saja. Kita tuh harus kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja ikhlas. Kalau cuma asal kerja ya, nggak terarah,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade kepada wartawan, Jumat (22/2/2019).

Semboyan ‘kerja, kerja, kerja’ merupakan ciri khas Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Andre, Jokowi bekerja tanpa kreativitas.
“Kerja harus mikir dikit. Kalau nggak mikir ya, nggak ada kreativitas,” ujarnya.

Andre mengatakan penurunan harga beras hingga telur dalam kurun 100 hari tak mustahil. Ia menyebut Sandiaga pernah berhasil menjaga stabilitas harga telur di DKI Jakarta saat menjabat sebagai wakil gubernur.

“Nggak ada yang mustahil. Semuanya bisa dilakukan asal pemerintah mau kerja keras. Dulu Sandi sudah pernah melakukan hal itu di DKI Jakarta. Ingat nggak, ketika di beberapa tempat harga telur di atas Rp 30 ribu, tapi Jakarta bisa tetap Rp 19 ribu per kilo. Waktu itu Sandi melakukan terobosan jemput bola. Bahwa rantai distribusi itu dari produsen telur itu dibikin distribusi sederhana, transparan, dan berkeadilan sehingga harga terjaga,” ucap Andre.

“Nah, itu akan kita adopsi supaya bisa berjalan di seluruh Indonesia. Di Jakarta kami buktinya mampu. Makanya, ini lho jangan asal kerja,” imbuh dia.

Sebelumnya, Luhut menyinggung tokoh yang berjanji akan turunkan harga beras hingga telur dalam waktu 100 hari. Dia menilai justru yang terpenting adalah titik keseimbangan.

Luhut mengatakan, jika harga bahan pangan dipaksa untuk diturunkan, maka nasib petani dan peternak justru akan tertekan. “Orang bilang mau nurunin beras, beras diturunin beras, gula diturunin, telur murah, lah petaninya? Kalau berasnya terlalu murah ya costnya ada,” ujar Luhut di Auditorium Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta.

Janji itu disampaikan capres nomor Urut 02 Prabowo Subianto. Dia berjanji akan menurunkan harga telur di program 100 hari kerja jika terpilih jadi Presiden 2019-2024.

Hal itu diutarakannya di hadapan emak-emak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Majelis Ta’lim (FKMT) serta relawan Aliansi Pencerah Indonesia (API).

“Kita akan bekerja untuk emak-emak semuanya. Insyaallah kalau hitungan saya harga daging, harga telur, harga ayam, bisa kita turunin dalam 100 hari pertama. Harga beras saya juga feeling hitungan saya bisa kita turunkan,” tegas Prabowo di Desa Bojong Koneng, Bukit Hambalang, Babakan Madang, Bogor, Jumat (8/2).
(tsa/elz)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pagupon Mbah Pon, Pembelajaran Etika Lewat Bahasa jawa

Liputan6.com, Semarang – “Ya wis aku lila yen omah iki arep mbok rebut, aku lila yen awakku sing wis tuwa iku mbok singkang-singkang, mbok ambrukke! Mbok singkirke…” (Baikah, aku ikhlas jika rumah ini hendak kau rebut, aku ikhlas jika tubuh tuaku ini kau telantarkan, kau buang, kau singkirkan)

Penggambaran emosi antara kemarahan, kesedihan, kesia-siaan, hingga kepasrahan begitu apik digambarkan dengan bahasa Jawa. Cuplikan itu bisa dibaca dalam cerkak (cerita cekak) atau cerpen Bahasa Jawa berjudul Pagupon Mbah Pon, gubahan Budi Wahyono.

Pagupon adalah kandang merpati. Biasanya hanya berbentuk kotak kecil dengan satu pintu tanpa jendela. Menurut Budi Wahyono, penggambaran pagupon sebagai rumah manusia sebenarnya sikap alam bawah sadar manusia Jawa untuk bersikap rendah hati.

“Jadi melalui bahasa Jawa itu, saya malah bisa bercerita dengan lebih klimaks. Diksi bahasa Jawa sangat kaya. Tapi saya tak memilih model diksi klasik, justru dengan diksi yang lebih kekinian, merakyat, keseharian, saya bisa bercerita lebih klimaks,” kata Budi Wahyono menjelaskan alasan memilih setia berbahasa Jawa.

Kekhawatiran sejumlah kalangan bahwa bahasa Jawa sebagai bahasa ibu semakin tersisihkan, dianggap sebagai peluang. Budi mengambil ceruk sastra dengan pasar yang sangat khusus sebagai upaya menambah dan menjaga nilai budaya.

Dituturkannya bahwa menggunakan bahasa jawa sesungguhnya bukan hanya menjaga budaya dan kearifan lokal saja. Namun di dalamnya secara otomatis ada pembelajaran etika, nilai rasa atau kepekaan juga.

“Misalnya, seseorang yang biasa memanggil temannya dengan sebutan ‘Mas’, namun tiba-tiba berubah menjadi ‘Pak’ atau ‘Bapak’ pada saat-saat tertentu ketika si teman tadi sudah menjadi seorang pejabat, bisa dipastikan ia sedang menyembunyikan sebuah maksud,” kata Budi.

Dalam pergaulan Jawa, memang sangat lekat dengan basa-basi. Namun basa-basi yang disampaikan atau penghormatan yang berlebihan pada saat-saat tertentu, menunjukkan isi hatinya.

Cerita-cerita pendek berbahasa Jawa karya Budi Wahyono, juga jauh dari bahasa sastra Jawa tingkat tinggi. Sebaliknya secara sadar Budi memilih bahasa Jawa pasaran atau sehari-hari karena yang ia ceritakan adalah dunia sehari-hari masyarakat kebanyakan.

“Nanti malah ‘njomplang’ (tak seimbang) jika saya bercerita tentang dunia prostitusi jalanan namun menggunakan bahasa Jawa keraton,” kata Budi.

Simak video pilihan berikut:

2 dari 3 halaman

Topografi dan Pengaruhnya

Bahasa Jawa memang mengenal struktur penggunaan. Ini sama dengan beberapa bahasa daerah lainnya. Namun ragam bahasa Jawa yang ada dan masih hidup seperti Mataraman, Ngapak (Banyumas), Ngapak (Tegalan), Osing (Banyuwangi), Pesisiran, Keraton, dan ragam-ragam lain yang merupakan percampuran itu tak bisa disandingkan.

“Bahasa-bahasa itu memiliki kedudukan yang sama. Bahasa Ngapak (Banyumas) dan bahasa Ngapak (gaya Tegal) tak berarti salah satunya lebih halus atau lebih bergengsi. Semua terhormat,” kata Budi.

Sementara itu budayawan Eko Tunas menyebutkan, bahasa ibu menunjukkan akar budaya darimana penutur itu berasal. Ia memetakan bahwa ada tiga kelompok masyarakat yang secara umum memiliki ciri khusus.

Pertama adalah masyarakat yang tinggal di gunung atau pegunungan. Masyarakat gunung atau pegunungan ini karena sulitnya medan untuk hidup sehari-hari mereka sangat gemar bergotong-royong. Tentu saja dimaksudkan agar bisa mengatasi kesulitan hidupnya sehari-hari.

“Masyarakat ini cara bertuturnya sopan. Namun aksen bahasanya keras secara volume. Awalnya untuk mengatasi kesulitan berbicara akibat jarak yang jauh,” kata Eko Tunas.

Kedua, adalah kelompok masyarakat tengahan. Masyarakat ini biasanya tinggal di kawasan lembah atau tempat-tempat subur lainnya sehingga hidup lebih mudah. Model masyarakat ini memiliki kebiasaan suka berpesta.

“Bentuk pesta bisa macam-macam. Salah satunya dengan syukuran. Bahasa yang digunakan relatif lebih pelan saat diucapkan,” kata Eko.

Kemudian yang terakhir adalah kelompok masyarakat pesisir. Karena keseharian mereka berada di tengah laut dan bertaruh nyawa untuk bertahan hidup mencari makan, maka kecenderungan masyarakat ini juga keras. Berbicara apa adanya agar efektif.

“Biasa berpacu dengan waktu mempertahankan nyawa, sehingga gaya bahasa mereka sangat efektif,” kata Eko.

Sepakat dengan Budi Wahyono, Eko Tunas juga tak mau membandingkan. Semua memiliki tingkat kesopanan dan strata penggunaan tersendiri di penggunanya. Namun tak dipungkiri bahwa ada anggapan bahwa bahasa daerah tertentu dianggap lebih halus dibanding daerah lain.

Anggapan bahwa ada daerah yang dianggap lebih halus ini sangat berkait erat dengan dominasi secara politik. Bahasa Jawa gaya Mataram dianggap paling halus karena mereka memiliki keraton sebagai pusat kekuasaan. Sementara bahasa Jawa pesisiran karena disampaikan secara terbuka dan efektif, sedikit basa-basi dianggap kasar.

“Ah itu hanya anggapan saja. Sebenarnya tidak demikian. Itulah sebabnya akhir-akhir ini muncul semacam gerakan kebanggaan menggunakan bahasa ibu. Misalnya seloroh ‘ora ngapak ora kepenak’. Itu menunjukkan kebanggaan mereka,” Budi Wahyono menambahkan.

3 dari 3 halaman

Masih Ada Suriname

Kembali ke awal tulisan ini yang mengutip penggalan cerita pendek Budi Wahyono. Dalam cerkak Pagupon Mbah Pon itu, Budi Wahyono menyentil tentang keberadaan seorang anak, meskipun anak tiri yang sering menjadi kerikil dalam urusan harta dunia.

Anak tiri mbah Pon menginginkan agar rumah lapuk yang ditinggali mbah Pon dijual. Mbah Pon berusaha mempertahankan. Namun ia mesti menyerah dan menjual rumah itu. Kejutan terjadi di akhir cerita ketika mbah Pon memilih pulang ke kampungnya di Wonogiri. Setelah dibagi-bagi, sisa penjualan rumahnya di kota ia gunakan untuk menikah dengan mantan istri pak Mantri Kesehatan

Warga mengantar ke rumah barunya. Rumah yang lebih bagus dari yang dijual itu oleh mbah Pon disebutnya sebagai pagupon atau kandang merpati.

Ternyata dari dalam rumah itu muncul sosok perempuan yang masih menyisakan garis kecantikannya. Ia adalah seorang pesinden di masa mudanya. Warga kaget. Ternyata mbah Pon yang sederhana dan terlihat menderita itu malah mampu berpoligami sebagai salah satu jalan keluar mengusir kesedihan.

Begitulah. Bahasa Jawa sebagai bahasa ibu tetap memiliki pesona dan mampu mencipta drama-drama dalam karya sastra yang mudah dipahami. Tentu saja Budi Wahyono tak sendiri, ada Turiyo Ragilputra dari Kebumen, Djayus Pete dari Bojonegoro, Achmad Dalady dari Magelang dan sederet sastrawan-sastrawan bahasa Jawa lainnya.

Bahasa Jawa sebagai bahasa ibu tentu akan terus hidup. Apalagi jumlah penggunanya bukan hanya di Indonesia, namun juga di Suriname masih sangat banyak. Hanya saja jika tak ada dukungan dari masyarakat dan negara hadir dalam pengembangannya, tentu akan semakin bergeser dan hilang identitasnya.

Tuan dan Puan dari Melayu O atau Melayu E?

Liputan6.com, Pekanbaru – Bahasa menjadi pembeda meski masyarakat berada dalam wadah sama bernama negara. Bahasa menjadi ciri kebudayaan dan identitas bagi penuturnya sebagai petunjuk dari daerah mana dia berasal.

Di Indonesia, tentu sudah tidak asing lagi dengan Melayu dan kebudayaannya. Melayu kemudian kian lekat dengan sebagian besar masyarakat yang tinggal di Sumatera, misalnya Riau, dan beberapa provinsi tetangga seperti Jambi, Sumatera Selatan, hingga Bangka Belitung.

Bagi masyarakat Melayu Riau, bahasa ini tentu saja menjadi bahasa ibu atau pertama kali diperoleh, dipelajari dari orangtua, lalu dituturkan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Namun perlu diketahui, pengucapan dalam Melayu itu beragam tergantung dari kabupaten mana penuturnya berasal.

Di Riau sendiri, penuturan bahasa Melayu juga beragam dilihat dari pengucapan atau dialek huruf vokal berakhiran A menjadi O dan E dengan pengucapan ringan. Makanya, ketika seseorang mengaku Melayu, akan ditanya apakah Melayu O atau E.

Sebagai contoh pengucapan “kata”, ada yang menuturkan menjadi “kate” atau “kato”, kata “ke mana” biasanya diucapkan jadi “ke mane” atau “ke mano”.

Kemudian ada juga menggugurkan pemakaian huruf R lalu diganti dengan O, baik yang ada di tengah ataupun akhir kata. Misalnya telur menjadi “telo”, tidur menjadi “tido”, pergi menjadi “pegi”, berjalan menjadi “bejalan”.

Secara umum, perbedaan dialek O dan E karena geografis wilayah. Biasanya, dialek O sangat identik dengan masyarakat Melayu daratan sementara E bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir.

Daerah pesisir sebut saja Bengkalis, Meranti, Rokan Hilir dan Indragiri Hilir, sebagian Pelalawan. Kemudian daratan misalnya Kampar, Rokan Hulu, Siak, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, sebagian Pelalawan.

Terkadang, ada juga masyarakat Melayu pesisir yang dialeknya lebih banyak kepada O. Biasanya terjadi karena akulturasi budaya dengan wilayah daratan.

2 dari 2 halaman

Saling Menjaga Bahasa Ibu

Menurut Ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau, Al Azhar, perbedaan dialek itu sampai sekarang masih terjaga. Setiap daerah masih menjaga bahasa ibu sebagai cara berkomunikasi yang pertama kali diperoleh.

“Hanya saja ketika diajak berbahasa Indonesia, masyarakat langsung mengerti. Bahasa Indonesia dianggap sebagai bahasa Melayu baku, tapi tetap saja berbeda dengan bahasa ibu (Melayu asli),” sebut Al Azhar di Pekanbaru, Rabu, 20 Februari 2019.

Al Azhar menjelaskan, perbedaan itu tidak menjadi penghalang komunikasi ketika dua ‘penganut’ dialek itu bertemu. Satu dengan lainnya akan saling menghargai dengan menjaga bahasa ibu masing-masing.

“Ketika orang Indragiri berbicara, orang Siak paham, begitu pula sebaliknya tanpa berbahasa Indonesia. Misalnya ketika di LAM ini rapat, kan datuknya dari berbagai daerah, terkadang pakai bahasa masing-masing,” jelasnya.

Kata pria 58 tahun ini, terpeliharanya bahasa ibu karena masyarakat Melayu menjunjung tinggi kekerabatan dan rasa berkaum. Tak jarang ada yang melebur jika tahu lawan bicaranya memakai dialek lain.

“Misalnya orang Siak ngomong, terkadang orang Bengkalis mengikuti karena perbedaannya tipis sekali. Dan rasa kekerabatan inilah yang membuat bahasa ibu tetap bertahan,” ucap Al Azhar.

Lebih jauh, Al Azhar menerangkan, di Indonesia terdata 700 bahasa daerah. Sebagian bahasa daerah sudah tidak digunakan lagi karena kecenderungan masyarakatnya memilih memakai bahasa Indonesia.

“Bahasa Indonesia penting karena sebagai pemersatu, tapi bahasa ibu tak boleh dilupakan karena itu yang menjadi ciri khas Indonesia,” sebut Al Azhar.


Simak video pilihan berikut ini:

Bahasa Cirebon dari Sanskerta Kontemporer hingga Slang

Liputan6.com, Cirebon – Bahasa Cirebon menjadi salah satu identitas masyarakat yang ada di Pantura Jawa Barat. Bahasa yang merupakan afiliasi Jawa dan Sunda itu sudah mengakar dan dikenal khas.

Sekilas jika didengar, bahasa Cirebon mirip dengan Brebes, Tegal, maupun Purwokerto. Budayawan Cirebon Nurdin M Noer mengatakan modernisasi membuat masyarakat Cirebon seakan malu menggunakan bahasa daerah.

“Padahal, bahasa Cirebon punya sejarah panjang,” kata Nurdin, Rabu, 20 Februari 2019.

Dia mengatakan, pada tahun 1962 hingga tahun 1970, bahasa Cirebon muncul menjadi ciri khas sehari-hari masyarakat. Masyarakat menggunakan bahasa Jawa Cirebon itu dengan dibalik tapi tak memiliki aturan.

Saat itu, pada tahun 1962, terjadi pemberontakan DI TII yang salah satu anggotanya adalah masyarakat Cirebon. Untuk membedakannya, masyarakat Cirebon membuat bahasa sendiri dengan nama bahasa Slang.

“Seperti masyarakat Malang yang saat ini dikenal dengan membolak-balikkan kata. Penggunaan bahasa Cirebon saat itu untuk membedakan masyarakat Cirebon dengan anggota DI TII,” kata Nurdin.

Kata Kuham misalnya, yang mengambil dari bahasa Sunda berarti Kumaha (bagaimana), selain itu Ris atau dari kata Sira (kamu), yas dari kata saya, Daus atau dari kata Adus (mandi) hingga Pung dari kata Polisi.

Dia menjelaskan, masyarakat Cirebon menggunakan bahasa slang sehingga tersamar dan tidak dianggap sebagai anggota DI TII.

“Setelah itu hilang tak ada yang bisa lagi menggunakan bahasa itu dan sekarang hanya Jawa Cirebon saja yang berasal dari afiliasi Sunda Jawa dan serapan asing,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Sanskerta Kontemporer

Dalam kesehariannya, bahasa Cirebon dianggap penting di masyarakat luas. Sebab, bahasa Cirebon memiliki sejarah panjang.

“Urutannya begini, Bahasa Indonesia itu wajib, bahasa Cirebon penting, dan bahasa asing itu perlu,” kata Nurdin.

Dia mengatakan, dari hasil penelitian, sekitar 80 persen bahasa Cirebon merupakan serapan bahasa Sanskerta. Para ahli bahasa menyebutkan bahasa Cirebon sebagai sanskerta kontemporer.

“Contoh ingsun, sira, cemera, kirik yang bahasa Jawa-nya asu (anjing) dan kini menjadi bahasa sehari-hari orang Cirebon. Kemudian kita yang merujuk ke arti saya kalau dalam Indonesia kata kita itu merujuk ke lebih dari satu orang,” jelas Nurdin.

Dia menjelaskan, sebelumnya, bahasa Cirebon tidak dipengaruhi oleh bahasa Jawa pada masa Amangkurat ke-2. Bahkan, saat itu, bahasa sanskerta digunakan untuk percakapan sehari-hari masyarakat Cirebon.

Dia mengakui, kondisi bahasa Cirebon saat ini sudah sangat memprihatinkan. Gengsi menjadi salah satu alasan utama masyarakat Cirebon malu menggunakan bahasa daerahnya sendiri.

“Setelah ditelusuri ternyata bibitnya bahasa Cirebon memang dari sanskerta. Dulu waktu saya masih Sekolah Rakyat sampai kelas 3, bahasa pengantarnya Jawa Cirebon. Bahkan, dulu di Cirebon sempat ada sekolah Jawa dan Sunda namanya,” ungkap dia.

Selain dari serapan sanskerta, bahasa Cirebon juga merupakan serapan dari Arab, Tiongkok, dan India.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Setelah Toyota Supra, Lexus Akan Mengadopsi Mesin BMW

Liputan6.com, Jakarta Kerja sama Toyota dengan BMW nampaknya tak berakhir di Toyota Supra. Bahkan brand premium Lexus akan menggunakan mesin BMW untuk Lexus IS.

Dilansir Autoevolution, hal ini sepertinya menjadi langkah Lexus untuk menjaga pasar di Amerika. Sebab, pasar Amerika seperti kurang puas dengan adanya ES. Maka Lexus menghadirkan lagi sedan kompak sport.

Mesin BMW 3L turbo akan menjadi satu dari empat pilihan mesin IS. Mesin lainnya adalah 2.0L turbo, 2.4L turbo, dan 2.5L hybrid.

Lexus memang terkenal untuk urusan mengganti mesin dengan kapasitas yang lebih kecil, seperti 2.0L 6-inline. Dengan mesin kecil begitu, Lexus juga dikabarkan akan menghadirkan IS dengan bobot yang lebih ringan.

Tapi kabar lainnya menyebut bahwa jarak sumbu IS akan lebih panjang 40 milimeter. Hal ini seperti menjadi angin segar, sebab kabin bisa saja lebih lega.

Sumber: Otosia.com

2 dari 3 halaman

Toyota Supra Terbaru Pakai Mesin BMW, Ini Sebabnya

 Toyota Supra terbaru akan menggunakan mesin 3.0 liter 6 silinder segaris. Jantung mekanis itu bukan buatan Toyota saja, melainkan hasil kolaborasi dengan pabrikan mobil mewah lain, BMW.

Ya, tujuh tahun lalu, Toyota dan BMW menandatangani kesepakatan untuk pengembangan mobil sport bersama. Hasilnya, sebuah mesin inline enam silinder, yang sama digunakan pada BMW Z4 M40i dan M340i terbaru. Mungkin hal ini bakal mengecewakan sebagian penggemar Supra, yang sangat sensitif terhadap penggunaan komponen non-orisinal.



Namun, penggunaan mesin BMW bukan tanpa alasan. Menurut Tetsuya Tada selaku chief engineer Toyota Supra seperti dilansir dari motor1.com (20/13), hal ini justru dipicu permintaan konsumen. Mereka menginginkan mesin inline 6 silinder.

Soalnya keempat generasi sebelumnya juga mengusung tipe mesin ini, seolah menjadi ciri khas Supra yang tak boleh dihilangkan. Toyota pun ingin mewujudkannya, tetapi langkah memproduksi sendiri mesinnya, ternyata kurang menguntungkan dari segi bisnis. Mengingat Supra bukanlah produk yang ditujukan sebagai volume maker. Makanya, pemakaian mesin hasil kerja sama dengan BMW menjadi keputusan yang paling masuk akal.

Tak hanya mesin, sistem transmisi otomatis 8-percepatan juga berasal dari BMW. Walau begitu, jantung pacu ini tetap di-tuning tim Toyota, guna menyesuaikan dengan desain mobil. Lantas berapa keluaran tenaganya? Toyota sendiri pernah mengonfirmasi, Supra terbaru punya daya lebih dari 300 Tk. Tetapi angka pastinya masih enggan dibeberkan. Bila melihat mesin 3.0 liter pada Z4 M40i yang meluncur duluan tahun ini, keluaran tenaganya sudah 382 Tk dan memiliki torsi 500 Nm. Bisa jadi tenaga Supra nanti melebihi angka itu.


Yang menarik, di samping mesin 6-silinder, diduga Toyota juga menghadirkan Supra dalam versi lebih murah. Spesifikasi mesinnya lebih kecil, 2.0 liter 4 silinder segaris dengan keluaran tenaga sebesar 262 Tk. Meski berbagai mesin dan beberapa komponen dengan Z4 M40i, kedua pabrikan meyakinkan masing-masing mobil memiliki karakter berbeda, khususnya dari segi penampilan.

Penampilan perdana Toyota Supra generasi kelima, memang tak lama lagi. Mobil sport Toyota itu, dipastikan memanfaatkan pameran Detroit Auto Show awal Januari. Memasuki detik-detik peluncuran, Toyota seolah ingin menggoda para penggemarnya. Belum lama ini, pabrikan mobil asal Jepang itu, merilis video lewat akun youtube resminya. Melalui video itu, Toyota memperdengarkan suara mesin terbaru Supra. Terlihat dalam video, Supra dipacu kencang sambil bermanuver. Namun, wujud dikaburkan sehingga tak terlihat bagaimana detail eksteriornya. 

Sumber: Oto.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Nissan Ogah Samakan Livina dengan Xpander, Padahal Platformnya Sama

Liputan6.com, Jakarta – Low multi purpose vehicle (LMPV) terbaru PT Nissan Motor Indonesia (NMI), all new Nissan Livina hadir dengan menggunakan platform Mitsubishi Xpander. Model ini, sekaligus menjadi hasil kolaborasi pertama aliansi Nissan-Mitsubishi-Renault di Indonesia.

Namun, pihak Nissan sendiri tidak setuju jika model anyarnya disamakan dengan Mitsubishi Xpander. Pasalnya, mobil keluarga multi bawah terbarunya ini masih hadir dengan DNA Nissan.

“Kami menghabiskan uang dan waktu untuk membawa model ini, terlebih soal eksterior, dan ada beberapa perubahan,” jelas Presiden Direktur NMI, Isao Sekiguchi, di sela-sela peluncuran all new Nissan Livina, di Djakarta Theater, Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Lanjut Sekiguchi, perbedaan Nissan Livina terletak pada head unit 7 inci, jok kulit untuk tipe tertinggi.

“Kami membawanya untuk konsisten ciri khas Nissan. Saya tidak sepenuhnya setuju jika dibilang sama seperti Mitsubishi Xpander, kami akan menyematkan ciri khas Nissan pada Livina,” jelasnya.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Sementara itu, menurut Regional Senior Vice President Nissan Asia & Oceania, Yutaka Sanada, Nissan memang beraliansi dengan Mitsubishi, namun untuk model yang dikeluarkan tetap ada perbedaan karakter.

“Nissan akan tetap berkarakter Nissan. bahkan dalam beberapa hal, kami juga berkompetisi,” pungkasnya di tempat yang sama.

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini:

Serial Komedi Indonesia yang Bakal Bikin Kamu Ngakak

Liputan6.com, Jakarta Dari zaman Si Doel hingga Keluarga Badak, Indonesia tak pernah berhenti menghadirkan serial komedi terbaik. Kisah-kisah lucu mereka ampuh ‘menggelitik’ perut dan menghibur hati para penontonnya. Hal ini menjadikan serial komedi teman setia penonton Indonesia di segala suasana.

Bahkan, tak jarang para tokohnya terasa begitu dekat dengan hati penonton. Misalnya saja, sosok Dono, Kasino, dan Indro yang rasanya masih terus terkenang di benak masyarakat hingga kini. Begitu juga dengan Doel, Sarah, dan Zaenab yang mampu membuat orang ikut ‘gregetan’ dengan kisah cinta mereka.

Masa Warkop dan Si Doel memang sudah lewat, tetapi sekarang telah bermunculan serial-serial baru yang tak kalah lucu. Kelakuan lucu para tokohnya pun siap membuat kamu ngakak. Serial apa sajakah itu?

1. Dunia Terbalik

Umumnya, peran seorang suami dan istri di Indonesia sudah terbagi jelas. Suami berperan sebagai kepala rumah tangga yang siap mencari nafkah bagi keluarga, sedangkan sang istri yang juga seorang ibu berperan mengurus rumah dan merawat anak. Namun, bagaimana kalau yang terjadi sebaliknya?

Nah, keunikan tersebut yang coba diangkat oleh sutradara Jonggi Sihombing dalam kisah serial Dunia Terbalik. Kisah tentang tokoh Akum, Aceng, Idoy, dan Dadang yang ditinggal oleh istri mereka untuk bekerja di luar negeri. Mereka pun harus mengerjakan urusan rumah tangga dan mengurus anak. Tentunya dengan banyak peristiwa lucu yang menyertainya.

Beberapa aktor yang bermain dalam Dunia Terbalik pun sudah lama berkecimpung di dunia komedi Indonesia, antara lain Mieke Amalia, Indra Birowo, dan Agus Kuncoro. Jadi, sudah terbayang kan betapa lucunya mereka?

2. Cek Toko Sebelah The Series

Setelah meraih sukses besar di layar lebar, Cek Toko Sebelah dibuat versi serialnya. Kisahnya fokus pada Erwin (Ernest Prakarsa) yang sudah mengambil alih usaha toko milik ayahnya agar lebih modern dan efisien. Namun, ide Erwin tidak ditanggapi dengan serius oleh sang ayah dan para pegawai toko.

Walaupun terkesan serius, tetapi Cek Toko Sebelah The Series tetap mengusung unsur komedi. Hal ini disampaikan langsung oleh sang sutradara, Ernest.

“Ini fokusnya di komedi di toko, sehingga memodernisasi tokonya. Setelah tahu unsur modernisasi, kita bikin plot di setiap episode seperti film. Lalu, ada sub-plot yang wajar terjadi di serial komedi,” ujar Ernest, seperti dikutip fimela.com (20/12/2018).

Ternyata, versi serial Cek Toko Sebelah tak kalah sukses dengan filmnya. Di IMDb, serial ini mendapat skor 8.6 lho.

3. Keluarga Badak

Salah satu keluarga yang sedang cukup populer akhir-akhir ini adalah Keluarga Badak. Sesuai namanya, anggota keluarga ini berbadan besar semua. Keluarga ini terdiri dari Babeh Bachrudin (Reza Chandika), Mamak Dakhlia (Gita Bhebhita), dan Ucok (Frans) sebagai anak babeh dan mamak. Tak ketinggalan, ada Pak RT (Hifdzi Khoir), Baba (Andre Bailing), dan Rohaye (Faragandi) yang ikut mewarnai kisah mereka.

Ciri khas dari keluarga tersebut adalah kehebohannya! Suara dan gerakannya enggak pernah kalem deh pokoknya. Kehebohan mereka ini yang selalu ampuh bikin penonton gemas dan ngakak.

Kehebohan kisah mereka di Season 1 tercakup di dalam 20 episode. Keseluruhan episodenya dapat disaksikan di aplikasi atau situs web HOOQ, atau laman HOOQ yang ada di dalam aplikasi Grab. Begitu juga dengan seluruh episode Dunia Terbalik dan Cek Toko Sebelah The Series.

Sebagai informasi, Online-to-Offline (O2O) mobile platform terkemuka di Asia Tenggara, Grab, berkolaborasi dengan layanan on-demand pertama dan terbesar di Asia, HOOQ, memberikan hiburan berkualitas bagi jutaan pengguna di Asia Tenggara. HOOQ akan terintegrasi dengan aplikasi Grab untuk menghadirkan layanan dan pengalaman menonton video streaming tanpa hambatan. Pelanggan dapat menikmati layanan video streaming dengan berbagai genre lewat segmen “Video” yang ada di dalam aplikasi Grab. Kemitraan ini menjadi salah satu langkah Grab dalam mewujudkan visi sebagai everyday superapp terkemuka di kawasan Asia.

President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, mengatakan bahwa pihaknya memastikan semua konten yang ada di HOOQ tersedia pula di aplikasi Grab. Di dalam aplikasi Grab, akan ada menu Video yang akan langsung mengarah ke daftar konten HOOQ.

“Lebih spesial lagi, hari ini kita menyediakan rewards untuk pelanggan setia kami atau Platinum users. Mereka adalah pelanggan beruntung yang bisa mengakses layanan Video mulai hari ini dan dapat program khusus, yaitu gratis tiga bulan. Itu tidak kurang dari 10.000 jam (waktu) menonton,” ujarnya, di Empirica, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Bagi Anda yang belum menjadi member Platinum, tak usah khawatir. Nantinya, layanan tersebut dapat diakses oleh semua pengguna Grab.

Selamat menonton dan tertawa terbahak-bahak!



(Adv)

Benahi Keuangan Pribadi Lewat 6 Langkah Ini

Liputan6.com, Jakarta – Bulan Februari identik sebagai bulan kasih sayang karena momentum Valentine setiap tanggal 14 Februari. Banyak orang memanfaatkan momentum tersebut untuk mengekspresikan rasa sayang mereka pada orang-orang yang mereka cintai. Momentum Valentine sebenarnya juga bisa Anda manfaatkan untuk menengok ke dalam, yaitu ke diri sendiri. Apakah Anda sudah cukup mencintai diri sendiri?

Salah satu cara mencintai diri sendiri adalah dengan memulai pengaturan keuangan yang sehat. Dengan keuangan yang sehat dan kuat, pada akhirnya Anda akan lebih leluasa pula memberi dan berbagi pada orang-orang yang kamu cintai. Saatnya memberi perhatian pada diri sendiri dan memulai membangun keuangan pribadi yang sehat. Yuk, ikuti tips mudah dari HaloMoney.co.id berikut ini:

1. Periksa kesehatan keuangan

Langkah pertama membenahi keuangan pribadi yang mulai berantakan adalah dengan memeriksa lebih dulu kondisi keuangan seutuhnya. Ini supaya kamu bisa mendapatkan gambaran yang menyeluruh tentang kondisi keuangan dan mengetahui apa saja yang perlu Anda perbaiki. Cek lebih dahulu beberapa indikator penting ini.

Pertama, rasio likuiditas. Hitunglah nilai aset lancar kamu atau dana yang tersimpan di aset lancar seperti dana tunai di tangan, simpanan di tabungan dan deposito. Totalkan jumlahnya lalu bagilah dengan nilai pengeluaran bulanan kamu. Satuannya adalah bulanan.

Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan sebuah aset untuk diubah secara cepat dan mudah menjadi uang tunai. Ini berguna untuk mengukur kemampuan Anda membiayai kebutuhan hidup sehari-hari manakala mendadak terjadi guncangan pendapatan akibat PHK atau kematian. Rasio likuiditas yang sehat adalah minimal 3 sampai 6 kali nilai pengeluaran bulanan.

Kedua, rasio utang. Totalkan jumlah beban cicilan utang Anda setiap bulan lalu bagilah nilainya dengan total pendapatan rutin per bulan. Seharusnya angkanya tidak lebih dari 35 persen dari total pendapatan bulanan. Bila lebih dari itu, berarti keuangan Anda belum sehat dan perlu langkah pengurangan beban utang supaya tidak rentan bangkrut.

Ketiga, kondisi arus kas bulanan. Apakah setiap bulan Anda masih sering mencatat defisit arus kas? Atau, berhasil mencetak surplus namun nilai surplusnya malah habis untuk konsumsi semata. Keuangan yang baik adalah keuangan yang tidak defisit. Itu berarti pendapatan yang ada memadai untuk menutup seluruh pos kebutuhan. Sebaliknya, bila keuangan sering defisit bahkan membuat Anda sering berutang, maka itu adalah sinyal kuat bahwa kondisi keuangan pribadi kamu bermasalah.

2 dari 4 halaman

2. Benahi masalah paling mendesak

Nah, langkah selanjutnya setelah Anda memeriksa kesehatan keuangan dan mengetahui masalah finansial, adalah lakukan pembenahan untuk masalah yang paling mendesak. Misalnya, masalah keuangan yang Anda hadapi saat ini adalah tagihan kartu kredit yang makin besar akibat ketidakdisiplinan menggunakan alat transaksi tersebut.

Supaya masalah utang kartu kredit tidak semakin memburuk, jangan tunda lagi untuk menyelesaikannya. Soalnya, bunga kartu kredit sangat mahal yang akan terus menggulung jumlahnya sehingga kian membengkakkan nilai tagihan Anda. Sisihkan sebagian penghasilan untuk membayar tagihan kartu kredit dalam nilai maksimal.

Sementara itu, buatlah komitmen pada diri sendiri untuk puasa dulu memakai kartu kredit, mencoba menghemat pos biaya yang masih bisa ditekan lagi supaya bagian pendapatan yang bisa Anda gunakan untuk membayar tagihan kartu kredit bisa lebih besar.

3. Bangun kebiasaan keuangan yang baik

Masalah keuangan satu per satu sudah mulai Anda benahi. Maka, langkah selanjutnya supaya kondisi keuangan selalu sehat adalah memulai kebiasaan keuangan yang baik. Mulai dari langkah kecil, yaitu membiasakan diri memiliki rencana anggaran dan belanja secara rutin.

Rencana anggaran dan belanja itu bisa kamu susun menjelang tanggal gajian. Tuliskan pada buku atau google sheet apa saja rencana pemasukan bulan mendatang, juga apa saja rencana pengeluaran mulai dari pengeluaran rutin sampai pengeluaran tahunan.

Bila Anda merasa ribet menyusun sendiri, Anda bisa memanfaatkan aplikasi personal finance yang banyak tersedia gratis di Google Playstore atau iOS Appstore.

Membiasakan diri memiliki rencana pendapatan dan pengeluaran bisa membantu Anda selalu sadar dan tahu posisi keuangan. Dengan begitu, uang yang masuk ke rekening tidak keluar masuk begitu saja tanpa tujuan.

3 dari 4 halaman

4. Menabung di awal penerimaan gaji

Ini banyak disepelekan orang. Padahal langkah ini sangat penting. Bila Anda memilih menabung di akhir setelah pendapatan digunakan untuk berbagai keperluan, percayalah, niscaya sisanya tinggal sedikit. Karena kebutuhan akan selalu ada, baik itu kebutuhan hidup sebenarnya ataupun kebutuhan yang sejatinya hanya termasuk kategori tuntutan gaya hidup.

Untuk menghindari kejadian “gagal menabung”, maka Anda perlu sedikit memaksa diri sendiri untuk menyisihkan sebagian pendapatan di awal penerimaan gaji untuk tabungan. Berapa yang perlu disisihkan? Rasio tabungan yang sehat minimal sebesar 10 persen. Anda bisa menyisihkan minimal 10 persen dari total pendapatan untuk ditabung sebagai bagian dari dana darurat.

5. Bijak memakai kartu kredit atau aplikasi belanja

Cara mencintai diri sendiri salah satunya adalah dengan memperkuat keuangan pribadi. Nah, salah satu ciri keuangan yang sehat dan kuat adalah keuangan yang tidak dibebani oleh beban utang berlebihan. Keuangan yang sehat juga dicirikan oleh tingkat pengeluaran konsumtif yang tidak dominan. Pengeluaran konsumtif harus seimbang dengan pengeluaran produktif.

Kartu kredit bisa menjadi salah satu godaan besar seseorang untuk melakukan pengeluaran konsumtif. Begitu juga kemunculan berbagai jenis aplikasi e-wallet yang memungkinkan Anda jajan atau bertransaksi dengan mudah memakai gadget di tangan. Bila Anda jeli, keberadaan kartu kredit ataupun aplikasi belanja seperti itu sebenarnya bisa membantu Anda lebih hemat, lho.

Manfaatkan saja promo-promo yang tengah gencar mereka tawarkan. Namun, selalu ingat, memanfaatkan promo-promo transaksi itu perlu menyesuaikan dengan budget yang sudah Anda anggarkan.

Misalnya, anggaran jajan Anda per bulan di luar makan, seperti ngopi atau camilan, adalah Rp 300 ribu per bulan. Anda bisa memakai aplikasi atau kartu kredit untuk keperluan jajan-jajan tersebut dengan memakai promo agar lebih hemat. Namun, ketika transaksi sudah menembus Rp 300 ribu, ya, itu berarti Anda harus bisa menahan diri untuk tidak jajan lagi.

4 dari 4 halaman

6. Miliki tujuan keuangan pribadi

Milikilah tujuan keuangan pribadi yang jelas supaya semangat Anda dalam bekerja terus terjaga. Tidak perlu muluk-muluk memasang tujuan keuangan, mulailah dari hal yang kecil-kecil saja. Misalnya, ingin membeli rumah pertama. Mulailah dengan mengetahui kebutuhan uang muka apabila hendak membeli rumah memakai kredit pemilikan rumah atau KPR.

Dengan memiliki tujuan keuangan yang spesifik Anda akan terbantu untuk fokus dalam mengelola keuangan pribadi. Kesehatan keuangan pun bisa lebih terkendali.

Itulah 6 langkah mudah membangun keuangan pribadi yang sehat. Gampang, kan? Yuk, mulai jalankan!

Hobi Nyanyi? Ini Cara Go International

Liputan6.com, Jakarta – Salah satu impian terbesar seorang musisi adalah mampu membawa musiknya ke kancah internasional. Namun, keinginan ini tidak mudah diwujudkan karena musisi Indonesia harus mampu bersaing dengan ratusan bahkan ribuan musisi yang ada di seluruh dunia.

Belum lagi adanya perbedaan selera musik di Indonesia dengan di luar negeri yang semakin menyulitkan musisi Tanah Air untuk menembus pasar internasional. Nama musisi seperti Agnes Monica, Anggun, dan Rich Bryan telah sukses go international.

Mereka berhasil sukses karena musik yang mereka berikan diterima oleh masyarakat dunia. Lalu, apa saja tips agar bisa go international? Simak di bawah ini, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Be Authentic!

Menjadi diri sendiri adalah kunci yang akan membawa seseorang untuk meraih sukses, termasuk di dunia musik. Ciptakan suatu karya original yang jadi ciri khas musik Anda.

Jangan pernah menjiplak karya orang lain jika Anda tidak ingin dicap sebagai plagiat. Menciptakan sesuatu yang original memang tidak mudah.

Namun, Anda bisa melakukan observasi untuk mengetahui selera musik yang lagi digandrungi oleh masyarakat. Tentukan pula terget usia dari musik yang Anda perkenalkan untuk memudahkan proses branding dan marketing.

2 dari 4 halaman

2. Menyiapkan Lirik Lagu Bahasa Inggris

Lirik lagu menjadi poin yang tak kalah penting karena bahasa Inggris menjadi bahasa universal yang digunakan di seluruh dunia. Musisi Indonesia perlu menyiapkan lirik lagu dalam bahasa Inggris agar masyarakat dunia mengetahui makna dari lagu yang dinyanyikan.

Penggunaan kata di dalam lirik lagu juga perlu diperhatikan. Jangan terkesan terlalu rigid agar lagu lebih enak didengar.

Musisi Indonesia harus memerhatikan penggunaan tata bahasa yang tepat untuk menyampaikan inti dari lagu. Hindari penggunaan tata bahasa atau grammar yang salah agar lagu tidak disalahartikan oleh masyarakat di luar negeri.

3. Sesuaikan dengan Genre Musik Barat

Genre atau jenis musik barat sangat variatif. Ada genre pop, R&B, dan lain sebagainya. Musisi Indonesia harus mampu menyesuaikan genre musik yang ingin dibawakan dengan jenis musik yang ada di luar negeri.

Guna memastikan apakah genre musik sesuai, tentukan terget pasarnya terlebih dahulu. Jika target pasar adalah anak muda di bawah umur 30 tahun, genre musik pop dan R&B bisa jadi pertimbangan.

Dalam urusan genre, musisi Indonesia bisa saja menambahkan iringan alat musik tradisional khas negeri Tanah Air. Namun dengan syarat, perpaduan musik modern dan tradisional harus menyatu agar tidak terdengar aneh di telinga.

3 dari 4 halaman

4. Kolaborasi dengan Musisi Luar Negeri

Agar musik yang dibawakan semakin dikenal oleh masyarakat luas, musisi Indonesia perlu melakukan kolaborasi dengan musisi luar negeri.

Misalnya kolaborasi antara Agnes Monica dan Chris Brown dalam musik terbarunya yang bebeberapa bulan lalu sempat menjadi trending topic di platform media sosial, seperti Twitter dan YouTube.

Kolaborasi mendatangkan banyak keuntungan bagi seorang musisi. Selain lebih dikenal, musisi tersebut memiliki kesempatan untuk manggung di ajang pergelaran musik internasional, seperti American Music Awards.

5. Mempunyai Branding yang Bagus

Musik yang bagus sekalipun tampaknya sulit dikenal oleh masyarakat jika tidak disertai dengan branding yang tepat. Musisi Indonesia berhak menembus kancah internasional karena memiliki taste musik yang khas.

Selain itu, konten visualnya juga sangat berkualitas. Chris Brown sendiri mengakui hal ini pada video klip Overdose yang dirilis oleh Agnes Monica beberapa waktu lalu.

Dalam melakukan branding, seorang musisi tidak perlu berkoar-koar di banyak media untuk memperkenalkan musik terbarunya. Cukup memilih satu atau dua media besar saja agar musik tidak terkesan pasaran dan murahan, sehingga masyarakat semakin penasaran dengan musik yang dirilis.

4 dari 4 halaman

6. Menyiapkan Modal Secukupnya

Merilis satu lagu membutuhkan biaya yang besar karena musisi harus membayar editor, sutradara, hingga model video klip. Maka dari itu, seorang musisi harus memikirkan konsep musik yang akan dirilis secara detail agar proses pengambilan gambarnya tidak menghabiskan banyak waktu dan biaya.

Guna menghemat biaya, musisi bisa meminta bantuan sponsorship. Namun, mencari sponsorship menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi seorang musisi karena sistemnya cukup rumit.

Jika tidak ingin rumit, sebaiknya danai musik Anda dengan modal sendiri sehingga hasilnya juga bisa dinikmati sendiri.

Kumpulkan Keberanian dan Tembus Pasar Luar Negeri

Tentu saja, kesulitan yang dihadapi untuk menembus pasar internasional itu dua kali lipat lebih sulit daripada pasar lokal. Namun dengan kerja keras, usaha, kegigihan, dan beberapa tips tersebut, keinginan untuk go international bukan hal yang mustahil.

Perkenalkan musik kepada masyarakat luas dengan berani dan percaya diri. Urusan musik diterima atau tidak itu menjadi poin nomor dua, yang penting Anda sudah mencoba melakukan yang terbaik.

Kocak, Video Anak Kecil Terbentur Pintu Ini Diedit Pakai Backsound 20th Century Fox

Liputan6.com, Jakarta Bagi kamu yang suka nonton film, pasti nggak asing dengan logo-logo studio film Hollywood salah satunya yang terkenal adalah 20th Century Fox.

Agustus 2018 lalu studio film 20th Century Fox bekerja sama dengan Lifelike Pictures membuat film yang diadopsi dari novel populer berjudul Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212. Film ini adalah film Indonesia pertama yang di produksi studio film dunia 20th Century Fox.

Pada awalnya, 20th Century Fox merupakan studio film dengan nama Century Pictures. Nama tersebut berubah menjadi 20th Century Fox setelah ada ikatan kerjasama dengan Fox Pictures yang sama-sama merupakan perusahaan jaringan bioskop pada saat itu. Logo khas berwarna kuning yang kamu lihat saat ini sudah digunakan sejak tanggal 8 November 1935.

Fakta menariknya, dalam latar belakang kota Los Angeles yang ada di sekitar logo 20th Century Fox, terdapat nama berbagai pimpinan eksekutif Fox. Hal itu terlihat dari salah satu gedung mal yang tertulis nama Rupert Murdoch.

Biasanya, sebelum film produksinya diputar atau penanda film akan di mulai, logo 20th Century Fox akan muncul dan diputar beberapa detik backsound yang khas dan sudah dikenal oleh pencinta film.

Iringan drum dan terompet kemudian diiringi dengan sorotan lampu yang mengarah pada logo kuning 20th Century Fox, dengan latar kota Los Angeles ini menjadi ciri yang khas dari studio film ini.

Namun, apa jadinya jika logo 20th Century Fox yang khas itu kemudian diganti dengan sosok anak kecil yang kepalanya terbentur oleh pintu. Dentuman drum diganti dengan bunyi benturan kepala anak kecil yang diedit sedemikian rupa. Memang sedikit iba melihat anak kecil tersebut terbentur pintu namun lucu dan bikin ketawa

2 dari 3 halaman

Kasihan anak kecilnya, habis ini jangan berdiri di depan pintu lagi ya

3 dari 3 halaman

Ada anak kecil lainnya yang juga diedit dengan backsound 20th Century Fox

Tidak hanya video anak kecil yang terbentur saja yang diedit seperti dentuman drum pada logo 20th Century Fox. Teriakan anak kecil ini juga dijadikan pengganti terompet pada logo 20th Century Fox.