Derita Angela Skolastika Bocah Penderita Hidrosefalus di Kupang

Liputan6.com, Kupang- Perempuan cilik usia 8 tahun itu duduk pada sebuah kursi plastik berwarna hijau, bersandar dialasi sebuah bantal di belakangnya. Diapit ibu dan beberapa keluarga lainnya, dia sesekali tertawa dan mengulum jemarinya.

Dialah Angela Tekla Skolastika Mene (8) warga RT 15 RW 04, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, NTT. Ia menderita Hidrosefalus sejak usia setahun lebih. Berbeda dengan bocah seusianya, Angela hanya bisa mendekam saja dalam rumahnya.

Angela berusaha duduk dengan posisi normal. Namun apa daya, harapan dan usaha itu tak jua berhasil. Derita Hidrosefalus membuat ukuran kepalanya membesar dan susah bergerak, bahkan hanya untuk makan pun dia masih disuapi.

Kini, posisi duduknya seperti setengah berbaring dengan sebuah bantal di belakangnya, sementara tatapannya pun tak bisa tenang, dan terlihat kosong.

Mengenakan baju ‘You Can See’ berwarna biru pudar dipadu celana pendek berwarna putih yang juga pudar, Angela hanya bisa sesekali tertawa dan menirukan ucapan dari orang-orang sekelilingnya.

Penyakit yang diderita hampir tujuh tahun itu membuatnya tak bisa berjalan, tak sanggup menyuapi dirinya sendiri, dan tak mampu berbicara lancar layaknya anak-anak seusianya.

Kondisi Angela ini tidak bisa dibilang baik-baik saja. Karena penyakit ini, maka niatnya untuk bersembahyang di gereja pun tak bisa terwujudkan.

“Kami berharap Bapak Gubernur bisa bantu Angela. Bisa belikan kursi roda untuknya. Supaya bisa ke gereja,” kata ibunya, Eriyana Abuk Bere (31) kepada Liputan6.com, Senin (21/1/2019).

Sebagaimana terlihat, cara duduk Angela yang tidak sempurna itu lantaran kaki dan tangannya yang kurus dan kaku.

Jika anak-anak seusianya dengan luwes menggerakkan tangannya tanpa ada hambatan berarti, maka hal itu tidak berlaku untuk Angela. Tangannya sedikit bengkok, begitupun kakinya, dan dia tidak bisa melipat persendiannya dengan luwes.

Untuk keseluruhan penampilannya, dari kaki, tangan, dada, hingga kepalanya, ada satu ciri yang mencolok yakni kepalanya tumbuh dan berkembang hingga terlihat lebih besar dari kepala anak-anak seusianya.

Dengan tatapan kosong, ibunya, Eriyana, mengisahkan awal mula anaknya terkena penyakit Hidrosefalus. Ia menuturkan pernah terjadi benturan keras pada kepala anaknya itu. Dari caranya berbicara, juga tatapannya, seolah ada kejadian yang membuatnya sedih dan merasa bersalah.

“Awalnya terjadi benturan agak keras di kepalanya. Habis itu dia kejang-kejang. Dan mulai sakit pelan-pelan,” ujar Eriyana sambil menangis.

2 dari 2 halaman

Benturan Keras

Perempuan usia 31 tahun itu mengaku, penyakit anaknya itu tidak dibawa sejak lahir. Angela masih tumbuh normal selama setahun lebih, sampai terjadi musibah yang menyedihkan itu.

“Setelah itu, dia mulai panas tinggi. Dan cairan pada kepalanya mulai banyak,” tuturnya.

Mengenai cairan pada kepala Angela, Eriyana mengatakan pada awalnya memang terasa lembek jika disentuh. Cairan itu membuat kepalanya terlihat membesar, menenggelamkan bola mata Angela sehingga terlihat mencekung. Dengan bertambahnya usia, cairan pada kepalanya mulai berkurang, namun kini malah mengeras.

Sambil memijit-mijit kepala anaknya, Eriyana mengatakan kondisi ini membuat mereka bimbang jika harus melakukan operasi. “Kalau dulu, karena cairan masih banyak, agak lembek kalau kita sentuh. Sekarang cairan sudah berkurang. Dan mengeras. Karena itu kami masih bimbang ketika ada orang datang dan tawarkan operasi,” ungkapnya.

Sebagai seorang ibu, sebagaimana pula orangtua-orangtua lainnya, Eriyana dan keluarga lainnya tak tinggal diam melihat kondisi Angela.

“Kami kontrol ke rumah sakit. Rawat jalan, kalau rawat inap tidak. Tapi katanya harus rujuk ke rumah sakit di Jakarta,” terangnya.

Usulan rujukan ini membuat Eriyana patah semangat. Ditambah lagi informasi simpang-siur yang mereka dapat dari orang-orang sekeliling.

“Kalau dulu sudah mau operasi. Tapi katanya tiap tahun harus ganti selang. Itu yang jadi kendala. Tiap tahun kita ganti selang uang dari mana? Kalau pakai selang, katanya lebih sengsara,” kata Eriyana.

Kini mereka pasrah mengharapkan mujizat dari Tuhan. Seiring waktu, simpati dan kunjungan dari pihak-pihak lain pun mulai berdatangan.

“Kami dapat kunjungan dari Dinas Sosial dan suster-suster. Baru-baru ini ada kunjungan juga dari JPKP NTT,” katanya.

Kunjungan bakti kasih ini merupakan sebuah aksi sosial yang dilaksanakan oleh jaringan untuk memberi dan membangun empati serta rasa solidaritas dalam mendukung upaya penyembuhan bocah penderita Hidrosefalus ini.

“Mereka datang, tanya mau operasi atau tidak. Tapi masih konsultasi, karena kami harus siapakan Kartu Keluarga dan kartu BPJS. Kalau mau operasi katanya di RS Siloam. Tapi mereka juga masih tanya dokter,” ujarnya.

Sampai saat ini, mereka masih mengharapkan dukungan dari orang-orang, supaya Angela bisa terbebas dari penyakit ini.


Simak juga video pilihan berikut ini:

5 Pernyataan Kontroversial Edy Rahmayadi Saat Jadi Ketum PSSI

Liputan6.com, Nusa Dua – Edy Rahmayadi memutuskan mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI saat membuka Kongres Tahunan PSSI, Minggu (20/1/2019) di Nusa Dua, Bali. Dia menegaskan, keputusan mundur bukan bentuk lari dari tanggung jawab.

Pernyataan ini tergolong mengejutkan, mengingat Edy Rahmayadi berulangkali menolak desakan mundur dari berbagai pihak. Pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara ini menyerahkan tongkat kepemimpinan PSSI kepada Joko Driyono, yang sebelumnya menjabat wakil ketua umum PSSI.

Edy Rahmayadi resmi terpilih jadi Ketua Umum PSSI pada 10 November 2016 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta. Masa jabatan Edy Rahmayadi sebagai Ketum PSSI sesungguhnya berakhir 2020.

Semasa memimpin PSSI, pernyataan-pernyataan kontroversial kerap dia lontarkan. Selain itu, rangkap jabatan sebagai Gubernur Sumut dan Ketua Dewa Pembina PSMS Medan, yang dia jalani juga menuai kritik dari berbagai pihak.

Keputusan Edy Rahmayadi mundur dari PSSI juga seiring dengan ramainya pengungkapan kasus match fixing atau pengaturan skor di sepak bola Indonesia. Berikut deretan pernyataan kontroversial Edy Rahmayadi selama jadi Ketum PSSI

2 dari 6 halaman

1. Larang Pemain Indonesia Berkarier di Malaysia

Kejadian bermula ketika Evan Dimas Darmono dan Ilham Udin Armaiyn yang hijrah ke Liga Malaysia untuk bermain di Selangor FA. Saat itu, Edy Rahmayadi menuding keduanya tak punya jiwa nasionalisme. Edy mengecam keputusan Evan dan Ilham yang bepindah ke Selangor FA, mereka dianggap tidak pas karena peran mereka sedang dibutuhkan Timnas Indonesia U-23 untuk Asian Games 2018.

“Siapa mereka (Selangor FA)? Seenaknya saja mengontrak-ngontrak. Kalau mata duitan, ya repot juga kita. Tidak ada jiwa nasionalisme (Evan dan Ilham). Nanti akan saya kumpulkan segera,” Kata Edy

3 dari 6 halaman

2. Tampar Suporter

Saat pertandingan PSMS Medan melawan Persela Lamongan pada 21 September 2018 yang digelar di Stadion Teladan Medan, Edy Rahmayadi menyaksikan pertandingan langsung. Edy yang duduk di kursi VVIP, tiba-tiba turun dan menyambangi seorang suporter yang terlihat menyalakan flare saat pertandingan.

Saat Gubernur Edy Rahmayadi menemui suporter tersebut, sejumlah suporter lain pun merekam aksi Edy. Tak lama beredar beberapa video Edy yang terlihat menampar pipi suporter cilik tersebut. Beredarnya video penamparan tersebut membuat Edy Rahmayadi angkat bicara.

“Saya mana mungkin melakukan kekerasan kepada anak-anak, saya paling senang kepada anak-anak. Memang tangan saya keras ini, saya sehari saja push up 40 kali masih sanggup, kalau enggak percaya kalian pegang tangan saya. Tetapi saya melakukan kemarin itu memarahi anak itu, karena menggunakan flare dan itu dilarang oleh FIFA,” katanya.

4 dari 6 halaman

3. Apa Hak Anda Menanyakan Itu?

Dalam sebuah wawancara live di televisi, Edy Rahmayadi menolak ditanya wartawan senior Kompas Aiman Wicaksono tentang pengaruh kinerjanya jsebagai Ketua Umum PSSI karena merangkap Gubernur Sumatera Utara dan Dewan Pembina PSMS. Wawancara ini bersamaan dengan kasus tewasnya seorang suporter The Jak saat pertandingan Persija vs Persib di Bandung.

“Apa urusannya anda menanyakan itu?,” yang membuat Aiman mengernyitkan kepala dan kebingungan, padahal pertanyaan yang dilontarkan sebenarnya bisa saja dijawab dengan biasa. “Bukan hak anda juga bertanya kepada saya,” kata Edy yang tak mau banyak berkomentar

5 dari 6 halaman

4. Tanggapan Tuntutan #EdyOut

Saat kasus meninggalnya seorang suporter Persija Jakarta, Haringga Sarila, banyak pihak yang mengecam kinerja PSSI dalam mengawal liga dan persepakbolaan Indonesia. Kasus itu memantik dorongan agar Edy Rahmayadi mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI. Salah satunya lewat petisi online di Charge.org.

Saat itu, sudah 60 ribu orang lebih menandatangani petisi online tersebut. Masyarakat pun menganggap, fokus Edy tidak sepenuhnya di PSSI mengingat rangkap jabatan sebagai Gubernur Sumatra Utara. Edy Rahmayadi menanggapinya dengan komentar yang keras.

“Jangankan 60 ribu, satu orang pun kalau itu memang benar adanya gara-gara saya gubernur lalu terjadi itu pembunuhan, saya akan tinggalkan ini (jabatan Ketua Umum PSSI). Karena itu berarti saya tidak becus”, kata Edy saat menjadi salah satu pembicara di stasiun televisi swasta. Ia juga menambahkan “Yang saya takutkan, dari 60 ribu ini mungkin salah satunya menginginkan jabatan PSSI ini, karena saat ini dalam dunia politik. Jadi, PSSI harus saya lindungi, karena ini amanah rakyat sampai 2020,” katanya.

6 dari 6 halaman

5. Wartawan Baik, Timnas Juga Baik

Pernyataan Edy Rahmayadi yang kontroversial selanjutnya sal penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Gubernur Sumatra Utara itu mengeluarkan pernytaan yang tidak substansial.

“Wartawannya yang harus baik. Kalau wartawannya baik, nanti timnasnya baik,” kata Edy Rahmayadi.

Pernyataannya dinilai tidak masuk akal oleh publik. Hal ini dijadikan nyanyian oleh suporter Indonesia di pertandingan terakhir Timnas Indonesia melawan Filipina. “Wartawan Harus Baik, Wartawan Harus Baik,” bunyi nyanyian suporter itu diakhiri teriakan ‘Edy Out’ usai pertandingan berakhir.

Saksikan video menarik di bawah ini

‘Keluarga Cemara’ Raih Piala Terbanyak, Ini Daftar Pemenang Piala Maya ke-7

Jakarta – ‘Keluarga Cemara’ memperoleh piala terbanyak dalam ajang Piala Maya ke-7. Film garapan Yandy Laurens tersebut berhasil meraih 6 penghargaan dari 10 nominasi.

Sedangkan menyusul setelahnya ada ‘Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni’ yang mendapat 5 piala dari 11 penghargaan.

Malam penganugerahan Piala Maya ke-7 berlangsung di Wyndham Hotel, Jakarta Selatan, Sabtu (19/1/2019).

Berikut daftar lengkap pemenang Piala Maya 2018:

Film Cerita Panjang/Film Bioskop Terpilih
– Aruna & Lidahnya – Palari Films
– Keluarga Cemara – Visinema Pictures (menang)
– Love For Sale – Visinema Pictures, Stay Connected Media, 13 Entertainment
– Sebelum Iblis Menjemput – Sky Media, Legacy Pictures
– Sekala Niskala – Fourcolours Films, Treewater Production
– Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta – Mooryati Soedibyo Cinema
– Teman Tapi Menikah – Falcon Pictures
– Wiro Sableng: Kapak Maut Naga Geni 212 – Lifelike Pictures, Fox International Productions

Penyutradaraan Terpilih
– Aruna & Lidahnya – Edwin
– Love For Sale – Andibachtiar Yusuf
– Sebelum Iblis Menjemput – Timo Tjahjanto (menang)
– Sekala Niskala – Kamila Andini
– Teman Tapi Menikah – Rako Prijanto

Aktor Utama Terpilih
– Dilan 1990 – Iqbaal Ramadhan
– Keluarga Cemara – Ringgo Agus Rahman
– Love For Sale – Gading Marten (menang)
– Teman Tapi Menikah – Adipati Dolken
– Wiro Sableng: Kapak Maut Naga Geni 212 – Vino G. Bastian

Aktris Utama Terpilih
– Aruna & Lidahnya – Dian Sastrowardoyo
– Keluarga Cemara – Nirina Zubir
– Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga – Sissy Prescillia
– Suzzana: Bernapas Dalam Kubur – Luna Maya (menang)

Penyutradaraan Berbakat Film Panjang Karya Perdana Terpilih (Piala Iqbal Rais)
– Bunda: Kisah Cinta 2 Kodi – Ali Eunoia, Bobby Prasetyo
– Jelita Sejuba: Mencintai Kesatria Negara – Ray Nayoan
– Keluarga Cemara – Yandy Laurens (menang)
– Si Doel The Movie – H. Rano Karno
– Si Juki The Movie- Faza Meonk

Skenario Asli Terpilih
– Koki-koki Cilik – Vera Varidia
– Kulari Ke Pantai – Gina S. Noer, Mira Lesmana, Riri Riza, Arie Kriting
– Love For Sale – Andibachtiar Yusuf, M. Irfan Ramly (menang)
– Sekala Niskala – Kamila Andini
– Yowis Ben – Bagus Bramanti, Gea Rexy

Skenario Adaptasi Terpilih
– Aruna & Lidahnya – Titien Wattimena
– Keluarga Cemara – Gina S. Noer, Yandy Laurens (menang)
– Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga – Ernest Prakasa, Meira Anastasia
– Teman Tapi Menikah – Upi, Johanna Wattimena
– Wiro Sableng: Kapak Maut Naga Geni 212 – Sheila Timothy, Tumpal Tampubolon, Seno Gumira Ajidarma

Tata Kamera Terpilih
– Kafir – Yunus Pasolang
– Sebelum Iblis Menjemput – Batara Goempar
– Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta – Faozan Rizal
– Teman Tapi Menikah – Hani Pradigya
– Wiro Sableng: Kapak Maut Naga Geni 212 – Ipung Rachmat (menang)

Aktor Pendukung Pria Terpilih
– A Man Called Ahok – Denny Sumargo
– Aruna & Lidahnya – Nicholas Saputra
– Guru Ngaji – Ence Bagus
– Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta – Marthino Lio (menang)
– Suzzana: Bernapas Dalam Kubur – Verdi Solaiman

Aktris Pendukung Wanita Terpilih
– Aruna & Lidahnya – Hannah Al Rashid
– Keluarga Cemara – Asri Welas
– Sebelum Iblis Menjemput – Karina Suwandi (menang)
– Sekala Niskala – Ayu Laksmi
– Terbang: Menembus Langit – Laura Basuki

Tata Artistik Terpilih
– Aruna & Lidahnya – Iqbal Marjono
– Love For Sale – Adam Fauzan Sudrajat, Kamerad Edmon
– Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta – Allan Sebastian, Edy Wibowo
– Suzzana: Bernapas Dalam Kubur – Rico Marpaung, Tommy D. Setyanto
– Wiro Sableng: Kapak Maut Naga Geni 212 – Adrianto Sinaga (menang)

Tata Musik Terpilih
– Keluarga Cemara – Ifa Fachir (menang)
– Kulari Ke Pantai – Aksan Sjuman
– Rompis – Andi Rianto
– Teman Tapi Menikah – Andhika Triyadi
– Wiro Sableng: Kapak Maut Naga Geni 212- Aria Prayogi

Aktor Pendatang Baru Terpilih
– A Man Called Ahok- Daniel Mananta
– Asal Kau Bahagia – Dewa Dayana (menang)
– Buffalo Boys – Yoshi Sudarso
– Sebelum Iblis Menjemput – Samo Rafael
– Wiro Sableng: Kapak Maut Naga Geni 212 – Fariz Alfarazi

Aktris Pendatang Baru Terpilih
– Dilan 1990 – Vanessa Prescilla (menang)
– Love For Sale – Della Dartyan
– Rompis – Adinda Azani
– Susah Sinyal – Aurora Ribero
– Wiro Sableng: Kapak Maut Naga Geni 212 – Ruth Marini

Tata Penyuntingan Gambar
– Keluarga Cemara – Hendra Adhi Susanto
– Love For Sale – Hendra Adhi Susanto
– Sebelum Iblis Menjemput – Teguh Raharjo
– Teman Tapi Menikah – Aline Jusria (menang)
– Wiro Sableng: Kapak Maut Naga Geni 212 – Teguh Raharjo

Tata Suara Terpilih
– Hiroyuki Izhizaka, Arif Budi Santoso – Sebelum Iblis Menjemput
– Trisno, Hadrianus Eko, Yasuhiro Morinaga – Sekala Niskala
– Satrio Budiono, Krisna Purna – Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta
– Khikmawan Santosa, Madun, Anhar Moha, Suhadi – Suzzana: Bernapas Dalam Kubur
– Aria Prayogi, M. Ichsan Rachmaditta – Wiro Sableng: Kapak Maut Naga Geni 212 (menang)

Aktor/ Aktris Cilik/ Remaja
– Adhisty Zara – Keluarga Cemara (menang)
– Widuri Puteri – Keluarga Cemara
– Farras Fatik – Koki-koki Cilik
– Maisha Kanna – Kulari Ke Pantai
– Thaly Titi Kasih – Sekala Niskala

Penampilan Singkat Nan Berkesan
– Hannah Al Rashid – Buffalo Boys
– Dodit Mulyanto – Kulari Ke Pantai
– Isyana Sarasvati – Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga
– Aminah Cendrakasih – Si Doel The Movie (menang)
– Ken Ken – Wiro Sableng: Kapak Maut Naga Geni 212

Efek Khusus Terpilih
– Afif Numbo, Wen Chek Yeo & Team – Buffalo Boys
– Sebelum Iblis Menjemput
– X-Jo, Hery Kuntoro – Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta
– Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur
– Keliek Wicaksono – Wiro Sableng: Kapak Maut Naga Geni 212 (menang)

Tata Kostum Terpilih
– Preeyanan Suwannathada – Buffalo Boys
– Retno Ratih Damayanti – Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta
– Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur
– Meutia Setijono Pudjowarsito – Teman Tapi Menikah
– Adrianto Sinaga, Nadia Adharina – Wiro Sableng: Kapak Maut Naga Geni 212 (menang)

Tata Rias Wajah dan Rambut
– Sutomo – 5 Cowok Jagoan: Rise of The Zombies
– Sutomo – D.O.A (Doyok Otoy Ali Oncom) – Cari Jodoh
– Novie Ariyanti – Sebelum Iblis Menjemput
– Peter Gorshenin, Tatiana Melkomova – Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur (menang)
– Jerry Octavianus – Wiro Sableng: Kapak Maut Naga Geni 212

Desain Poster Terpilih
– Caravan Studio – Buffalo Boys
– Puja Mulani – Danur 2: Maddah
– Alvin Hariz – Love For Sale (menang)
– Apri Kusbiantoro – Sekala Niskala
– Suzzanna Bernapas Dalam Kubur

Lagu Tema Terpilih
– Antara Kita – Monita Tahalea (Aruna & Lidahnya)
– Asal Kau Bahagia – Wizzy (Asal Kau Bahagia)
– Bulan di Kekang Malam – Rossa (Ayat-Ayat Cinta 2)
– Dulu Kita Masih Remaja – Ajeng KF (Dilan 1990)
– Harta Berharga – Bunga Citra Lestari (Keluarga Cemara) (menang)
– Kulari Ke Pantai – RAN (Kulari Ke Pantai)
– Berdua Bersama – Jaz (Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga)
– Si Doel Anak Betawi – Armada (Si Doel The Movie)

Video Klip Musik Terpilih
– Harus Bahagia – Yura Yunita
– Konon Katanya – Kunto Aji
– Labirin – Tulus
– Love Again – Afgan
– Sailor – GAC
– Sweet Talk – Sheryl Sheinafia dan rizky Febian feat Chandra Liow
– Tak Sejalan – Vidi Aldiano
– Winter Song – Isyana Sarasvati (menang)

Film Pendek Terpilih
– Garwo – Muhammad Bagas Satrio
– Gejog – Christuan Banisrael
– Journey To The Darkness – Mohammad Mozafari
– Kisah Di Hari Minggu – Adi Marsono
– Sekar Jagad – Erina Adeline Tandian
– Tilik – Wahyu Agung Prasetyo (menang)
– Topo Pendem – Imam Syafi’i
– Wasangka – Wisnu Dewa Broto

Film Dokumenter Pendek Terpilih
– Asu (Prokontra) – Achmad Rezi Fahlevie
– Kala Rumpon – Brian Rayanki
– Sang Mentari – Morsed
– Sepotong Surga Dari Banda – Ghalif Putra Sadewa
– The Unseen Words – Wahyu Utami (menang)

Film Dokumenter Panjang Terpilih
– Etanan – Riandhani Yudha Pamungkas
– Lakardowo Mencari Keadilan – Linda Nursanti
– Nyanyian Akar Rumput – Yuda Kurniawan (menang)
(srs/kmb)

Photo Gallery

4 Fakta Pertemuan Agnez Mo dengan Presiden Jokowi

Penyanyi Agnez Mo membantah pertemuannya dengan Presiden Jokowi membahas soal politik terkini Tanah Air. Agnes mengaku hanya ngobrol santai dan mengajak Jokowi nge-vlog bersama.

“Enggak sih, enggak ke politik. Saya cuma warga negara yang baik aja, ingin cerita sama Kepala Negara, itu saja. Enggak ke dunia politik,” ujar Agnez Mo usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Agnez memastikan akan menggunakan hak suaranya sebagai warga negara Indonesia pada Pilpres 2019. Kendati begitu, dia enggan menyebut siapa capres yang akan dipilihnya.

“Oh iya dong. Tapi itu kan privasi, enggak boleh dikasih tahu,” ucapnya.

Pelantun Coke Bottle itu menuturkan, untuk menjadi seorang influencer tak harus terjun ke dunia politik. Untuk itu, Agnez enggan membicarakan masalah politik di Indonesia saat ini.

“Kebetulan saya akan berbicara hal-hal yang sesuai dengan porsi saya. Kalau saya, mahirnya di dunia entertainment, saya mahirnya me-influence, menginspirasi orang dengan apa yang saya lakukan di dunia entertainment,” jelas mantan penyanyi cilik itu.

Meski begitu, Agnez memastikan akan ikut mengampanyekan politik yang bersih dari kabar bohong alias hoaks.

“Pastinya adalah jangan percaya, jangan terlalu percaya denga hoaks-hoaks yang ada di internet. Informasi yang buruk dan juga hoaks itu cepet banget berkembangnya. Jadi harus seperti punya filter, harus pandai melihat dan mendengar,” ucap Agnez.

Kisah Kekuatan Gadis Cilik Andini Merawat Dua Bayi di Dusun Telayap

Andini tetap tersenyum, meski di balik matanya ada duka mendalam. Pancaran wajahnya tak lagi gembira, dan lebih banyak diam. Namun kedua adiknya menjadi pelipur lara.

Dedi Azwandi, pegiat sosial setempat tak kuasa menahan lara ketika menceritakan kondisi Andini. Dengan suara terbata-bata, ia mengaku telah berusaha mengajak ketiga anak perempuan itu ke Kota Pangkalan Kerinci, ibu kota Pelalawan. Jarak rumah Andini dan Pangkalan Kerinci ditempuh selama 4 jam perjalanan.

“Andini bilang terlalu banyak kenangan di rumah itu untuk ditinggalkan,” kata Dedi kepada RIAUONLINE.CO.ID,  Kamis, 10 Januari 2019.

Dedi, juga Wakil Ketua Yayasan Mualaf Center Riau mengatakan, di Pangkalan Kerinci nantinya, Andini akan diasuh oleh keluarga yang siap menjaga mereka.

Saat ini, tutur Dedi, sejumlah pihak telah menyalurkan bantuan kepada keluarga itu. Andini juga dijamin sekolah oleh Badan Amil Zakat Sedekah Nasional (Baznas) hingga mencicipi pendidikan tinggi.

Namun, Andini lagi-lagi belum bersedia meninggalkan rumah peninggalanya ibunya. “Dia semangat sekolahnya, tapi lebih memilih menjaga adiknya. Kita sedang berusaha mencari solusi terbaik dan membujuk Andini agar bersedia pindah,” lanjutnya.

Selain itu, Dedi juga berharap ada bantuan dari para tangan dermawan untuk membantu Andini dan adik-adiknya. Hanya bantuan itu yang dapat meringankan duka gadis Andini dan kedua adiknya.

Baca juga berita RIAUONLINE.CO.ID lainnya di sini

Saksikan video pilihan berikut ini:

Gadis asal Amerika bernama Alexi Ryann Stafford tewas setelah memakan satu gigitan kukis. Diketahui Alexi memang mengalami alergi kacang, Alexi meninggal 90 menit setelah memakan kukis yang mengandung kacang di rumah temannya.

Ringgo Agus Rahman Menikmati Main Film Keluarga dan Anak-Anak

Liputan6.com, Jakarta Ringgo Agus Rahman kerap bermain dalam film bertema keluarga dan anak-anak. Setelah bermain dalam film Keluarga Cemara, Ringgo kembali bermain dalam film anak-anak berjudul Koki Koki Cilik 2. Syuting film Koki Koki Cilik 2 akan melakukan syutingnya dalam waktu dekat ini.

Bagi Ringgo Agus Rahman, bermain dalam film bertema anak-anak memiliki kebanggaan tersendiri. Apalagi setelah memiliki anak, dirinya mengaku senang bisa terlibat dalam produksi film ini.

“Gue memang setelah punya anak tuh selalu semangat main film yang ada kaitannya dengan anak-anak, karena itu adalah dunia yang lagi dekat dengan gue gitu. Jadi gue senang karena merasa tidak asing dengan dunia dimana nanti gue akan kerjakan filmnya,”,” ujar Ringgo Agus Rahman saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019). 

Dalam film sekuel ini,  Ringgo Agus Rahman bakal kembali memerankan karakter bernama Chef Grant.

“Perannya masih sama jadi Chef Grant yang mau main sama anak-anak, mendidik anak-anak supaya anak-anak ini kemampuannya meningkat. Jadi tinggal dilanjutinlagi dengan porsi Chef Grant lebih besar di film ini,” ucap Ringgo Agus Rahman.

Grace Lie Makin Semangat Setelah Duet Nyanyi Bareng Vico Bean

Liputan6.com, Jakarta – Seorang penyanyi cilik pendatang baru di industri musik Indonesia kini sedang menanjaki kariernya. Ia adalah Grace Lie. Dari usia dini, Grace memang sudah terlihat berbakat saat suka bernyanyi sendiri di masa TK.

Gadis cilik kelahiran Surabaya, 20 Februari 2014 ini, bahkan suka meniru gaya dance yang dilihat di youtube. Bahkan, Grace Lie sering menyanyikan lagu-lagu hits seperti Siti Badriah seperti “Syantik”, serta lagu-lagu Cita Citata sampai Alan Walker, Black Pink, Meghan Trainor, dan lainnya.

Disampaikan melalui keterangan tertulis, belakangan, ia berduet dengan menyanyikan lagu bersama komedian Vico Bean di mall terbesar di Surabaya. Pengalaman ini merupakan yang paling berkesan baginya. Meskipun masih sedikit gugup, tidak menyurutkan semangat Grace Lie untuk bernyanyi maksimal di atas panggung besar.

Menunjukkan kemampuannya bersama komedian yang unik, merupakan pengalaman berharga di saat Grace Lie masih berumur 5 tahun. Memang salin itu, cukup banyak pengalaman Grace bernyanyi di berbagai acara di mall. Misalnya saja acara Family Gathering yang digelar salah satu perusahaan swasta.