Sandiaga Tanggapi Bantahan Polisi Soal Kriminalisasi Nelayan Najib

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno menjelaskan soal kriminalisasi nelayan Najib yang sudah dibantah pihak kepolisian. Sandiaga mengatakan apa yang disampaikan merupakan cerita langsung dari warga.

“Itu suara rakyat yang disampaikan kepada saya waktu saya lagi kunjungan ke Cilamaya,” kata Sandi di Desa Pidangsambo, Kecamatan Tirtajaya, Karawang, Jawa Barat, Selasa (22/1/2019).

Sandiaga mengatakan seharusnya suara rakyat seperti yang diutarakan Najib dibantu, bukan dibantah. Menurutnya bantahan bisa menimbulkan tudingan.
“Kalau kita saling bantah akhirnya rakyat tidak kita berikan pelayanan yang baik, justru tuding menuding. Jangan lupa, satu tudingan itu selalu akhirnya memposisikan rakyat yang tertindas. Itu harus kita bela,” ujarnya.

Mantan Wagun DKI itu mengatakan akan mengangkat suara rakyat. Dengan begitu, kata Sandi, rakyat bisa merasakan keadilan dari pemerintah.

“Kami mau mengangkat suara rkyat tersebut. Bukannya dibantah tapi dibantu. Alangakah baiknya kalau sudah dibantu dan sudah ditangani. Dengan begitu rasa keadilan bisa kita rasakan,” kata Sandi.

Soal Najib, Advokat Senopati 08, kelompok pengacara pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mengakui menyembunyikan nelayan tersebut. Langkah tersebut dilakukan lantaran Najib sedang ketakutan karena dicari aparat.

“Najib ada sama kami di suatu tempat rahasia. Kami bermaksud menenangkan Najib karena saat ini dia ketakutan,” kata Zaenal Abidin, kuasa hukum Najib dari Advokat Senopati 08, saat dihubungi detikcom, Senin (21/1).
(idn/rna)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Debby Susanto Tak Berhasil Beri Perpisahan Manis di Indonesia Masters 2019

Jakarta – Pemain spesialis ganda campuran, Debby Susanto, menelan pil pahit karena kalah pada babak pertama Indonesia Masters 2019 yang sekaligus menjadi laga perpisahannya. 

Indonesia Masters 2019 yang menjadi panggung terakhir Debby Susanto seharusnya menjadi cerita manis. Akan tetapi, pertandingan yang digelar di Istora Senayan, Selasa (22/1/2019), ternyata menghadirkan cerita yang tak sesuai harapan. 

Berpasangan dengan Ronald Alexander, Debby Susanto dipaksa angkat koper setelah takluk dalam pertandingan berdurasi 33 menit. Ganda Jerman, Mark Lamfsfuss/Isabel Herttrich, membuat Ronald/Debby menyerah 15-21, 13-21.

Selepas pertandingan, Debby masih tetap tersenyum saat menyambangi konferensi pers Indonesia Masters 2019. Debby menjawab pertanyaan demi pertanyaan awak media dengan lugas.

“Akhir Januari saya akan mengajukan surat pengunduran diri. Indonesia Masters 2019 ini turnamen terakhir. Kecewa pasti ada, ini main di rumah sendiri dan pertandingan terakhir,” kata Debby Susanto.

“Dari awal saya ingin menikmati permainan meski setiap pemain ingin menang. Saya ingin enjoy saja,” ujar peraih gelar All England 2016 bersama Praveen Jordan itu.

Usia Debby Susanto sebenarnya baru menginjak 29 tahun. Masih terlalu muda jika dibandingkan dengan Liliyana Natsir yang mantap pensiun pada usia 33 tahun. Namun, tekadnya sudah bulat untuk gantung raket demi memiliki impian lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarganya.

Bunuh Istri yang Baru 5 Hari Dinikahi, Pelaku: Saya Disebut Gila

Liputan6SCTV, Lampung Timur – Junaidi (32), pria di Lampung Timur, sontak naik pitam dan menghabisi nyawa istri yang baru lima hari dinikahinya. Dia disebut gila oleh sang istri.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (22/1/2019), polisi kini masih terus mencari bukti dan saksi untuk mengetahui motif pasti pelaku.

Cerita berawal saat pelaku mengaku kesal lantaran istri yang baru diboyong ke rumahnya usai pernikahan meminta pulang kembali ke rumah orangtuanya.

Pelaku lalu menolak karena masih capek dan merasa tidak enak badan. Namun, istrinya malah semakin marah dan minta segera diantar pulang. Keduanya lalu terlibat cek cek hingga berakhir dengan pembunuhan. 

Pelaku tega menghabisi istrinya di rumah oran tua korban dengan sebilah badik miliknya.

Pada 20 Januari kemarin, peristiwa ini sempat menghebohkan warga. Sang istri, Alika Setia Lestari (16) ditemukan tewas dengan luka senjata tajam. Kini jasad Alika Setia Lestari telah dimakamkan keluarga. (Galuh Garmabrata)

Cerianya Dinda, Bocah Magetan yang 7 Tahun ‘Ngesot’ Akhirnya Sekolah

Magetan – Dinda Aprilia Putri (7), bocah asal warga Desa Bogorejo, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan yang lumpuh sejak usia 8 bulan akhirnya bisa sekolah.

Bocah malang ini sempat harus mengubur mimpinya untuk mengenyam pendidikan karena kondisi fisik dan perekonomian keluarganya. Namun nasib baik menghampiri Dinda.

Menurut cerita sang ibu, Minah, sejak kisah tentang putri bungsunya itu viral, perangkat desa kemudian membantu mendaftarkan Dinda ke sekolah terdekat. SDN Bogorejo 2 pun menjadi pilihan, meski jaraknya 2 km dari rumah mereka.

“Kemarin dibantu perangkat desa untuk mendaftar sekolah. Alhamdulillah sangat semangat Dinda bersekolah. Meski saya dorong dengan kursi roda tidak malu,” ungkap Minah kepada detikcom, Selasa (22/1/2019).
Dengan kursi roda baru yang diberikan Dinas Sosial setempat, Minah mengantar Dinda ke sekolah. Dinda didaftarkan untuk menjadi murid kelas 1.

“Saya dorong dari rumah jaraknya sekitar 2 Km, demi anak saya ikhlas mengantar setiap hari. Masuk sekolah pukul 06.45 WIB sehingga saya berangkat pukul 06.30 WIB,” kata Minah (44) ibu kandung Dinda saat menunggu putri nya bersekolah.

Cerianya Dinda, Bocah Magetan yang 7 Tahun 'Ngesot' Akhirnya Bisa SekolahFoto: Sugeng Harianto

Namun di hari keduanya bersekolah ini, pelajaran pertama di kelasnya adalah olahraga, sedangkan Dinda hanya bisa duduk di atas kursi roda.

“Kita perlakukan khusus berhubung olahraga untuk misal yang berat tidak mengikuti. Tapi gerakan kecil, tangan bisa mengikuti dari kursi roda,” tutur Kepala Sekolah SDN Bogorejo 2 Titik Sulastri saat mendampingi Dinda.

Titik mengaku meski baru dua hari bersekolah, Dinda sudah bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Teman-teman Dinda di kelas juga terlihat menyayangi bocah ini.

“Jumlah murid kelas satu yang sebelumnya hanya 9, kini menjadi 10 setelah Dinda masuk. Dia juga sangat bisa mengikuti pelajaran yang disampaikan gurunya,” paparnya.

Cerianya Dinda, Bocah Magetan yang 7 Tahun 'Ngesot' Akhirnya Bisa SekolahFoto: Sugeng Harianto

Bahkan untuk memudahkan mobilitas Dinda, pihak sekolah merenovasi jalan menuju ruang kelasnya, dari yang semula berbentuk tangga kini dibuat rata agar dapat dilewati oleh kursi roda Dinda.

Lantas bagaimana tanggapan Dinda setelah akhirnya bisa sekolah seperti teman-temannya?

“Senang sudah bisa sekolah Dinda. Biar jadi dokter. Senang banyak temannya juga,” ujar Dinda.
(lll/lll)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kisah Diaspora Indonesia Sukses Berbisnis Bumbu Rendang di Amerika Serikat

Jakarta – Dari coba-coba jadi serius, kalimat itu tepat menggambarkan usaha bisnis bumbu rendang di Amerika Serikat yang dijalankan Asnur Bahar, seorang diaspora Indonesia yang kelahiran Padang. Di samping kesibukannya bekerja di perusahaan minyak, ia menjalankan bisnis bumbu kemasan bernama Rendang and Co di Houston, AS.

Dilansir Antara, Asnur mengatakan pertama kali berbisnis diawali tak sengaja. Sebagai pekerja di perusahaan minyak Schlumberger, ia sering berkeliling dunia sebagai konsultan maupun pengajar, termasuk bolak-balik ke Jakarta dalam setahun.

Istrinya yang asal Semarang memberi ide agar saat mampir ke Jakarta, ia membawa serta bumbu masakan Padang dari Indonesia untuk dipasarkan ke AS. Saat itu, ia bertemu dengan temannya asal Palembang yang memasok bumbu-bumbu tersebut ke Restoran Pagi Sore.

Dari temannya itulah, Asnur memesan bumbu instan dalam jumlah kecil terlebih dulu. Tak disangka, pesanan makin membludak. Kini, rata-rata mencapai 130 kg bumbu masakan Padang dengan berbagai rasa yang dipesan setiap kali bolak-balik dari AS ke Jakarta.

Asnur dan istri lalu menjual bumbu berkemasan Rendang and Co secara online di AS. Ia juga berpromosi ke berbagai acara, terutama dalam kegiatan KJRI Houston.

Acara seperti itu rutin diselenggarakan Konjen RI setempat untuk mempromosikan produk Indonesia sekaligus memacu semangat kewirausahaan pada diaspora Indonesia di 12 States, wilayah kerja Konjen.

Rendang and Co tak hanya menjual bumbu rendang, tetapi juga sejumlah masakan Padang lainnya. Di antaranya adalah bumbu asam padeh, ayam gulai, ayam goreng, gulai ikan kuning, dan lontong anam. Dari laman rendangandco, harga satu kemasan bumbu dijual antara 5 hingga 7 dolar AS.

2 dari 2 halaman

Berkembang Jadi Restoran

Bisnis bumbu Rendang Asnur terus berkembang. Ia kini berencana membuka warung Padang “Rendang and Co” di Tulsa, Oklahoma.

“Awalnya saya hanya berjualan online bumbu masakan Padang saja, sekarang ingin menjajal buka warung Padang,” kata pria yang lulus dari Petroleum Engineering dari University of Tulsa (UOT) di Oklahoma State itu.

Asnur pun berencana mulai 1 Februari 2019 ini, bersama sang istri membuka restoran Indonesia dengan nama Rendang and Co di Tulsa, Oklahoma.

“Kami bukan hanya menjual Rendang yang sudah terkenal di seluruh dunia, tapi juga makanan Indonesia lain,” katanya.

Asnur Bahar membagikan kisah sukses merintis wirausaha di negeri orang pada acara kumpul-kumpul Diaspora Indonesia kepada yang berminat mengembangkan bisnis sebagai UKM untuk menjual produk Indonesia di KJRI Houston pada 18 Januari 2019.

Konjen Nana Yuliana pada kesempatan yang sama juga mengundang tiga pengusaha yang punya 10 bisnis, pejabat Port of Houston dan FDA (Food & Drug Adninistration) yang salah satunya untuk mempresentasikan tentang bagaimana berbisnis di Houston.

Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UKM Hermawan Kartajaya yang juga hadir dalam acara itu menyambut baik semangat kewirausahaan diaspora Indonesia sekaligus memberikan tips agar sukses berwirausaha. Hermawan yang juga pakar marketing itu berpesan kepada diaspora Indonesia agar pantang menyerah dan tetap mempromosikan Indonesia dengan brand-brand yang menarik.

Selain Asnur Bahar, diaspora Indonesia yang juga berbisnis di usaha kuliner yakni Fifi Manan bersama suaminya Robert Manan yang juga akan membuka Restoran WIND, singkatan Wonderful Indonesia di Atlanta, Giorgia.

Berformat Fine Dining, WIND akan melibatkan Chef Yono yang namanya sangat populer dan juga mempunyai usaha kuliner di Albany, New York. Bahkan, rencananya Dubes Indonesia untuk AS Budi Bowo Leksono dari Washington DC dan Konjen Nana Yuliana akan meresmikan rumah makan tersebut.

“Jadi marilah kita jadikan 1 Februari sebagai Hari Kebangkitan Kuliner Indonesia di Amerika,” kata Nana.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Sepenggal Cerita BJ Habibie Kecil dalam Rumah Tua di Gorontalo

Liputan6.com, Gorontalo – “Iya, di sini tempat tinggal Papi, Rudy. Di sini asal Papi yang sudah lama Papi tinggalkan. Butuh tiga hari, tiga malam dengan kapal untuk sampai ke Gorontalo dari Pare Pare,” ujar Alwi Abdul Jalil Habibie kepada Rudy Habibie, anaknya yang bertanya apakah ayahnya bahagia pulang ke kampung halaman, Gorontalo.

Sepenggal dialog itu terdapat dalam film “Rudy Habibie” garapan Sutradara Hanung Bramantyo. Prekuel film “Habibie dan Ainun” yang menceritakan perjalanan hidup Rudy Habibie muda.

Rudy Habibie tidak lain adalah Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, presiden ketiga Indonesia. Dalam sejarah keluarganya, Rudy bersama keluarganya sempat pulang ke Gorontalo dan tinggal beberapa hari di rumah kakeknya. Di rumah itu, BJ “Rudy” Habibie menjalani khitanan secara adat Gorontalo. Persis yang tergambar di salah satu bagian film.

Rumah yang dimaksud terletak di jalan Sultan Botutihe Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Provinsi Gorontalo. Relatif mudah menemukan rumah ini karena berada di depan jalan utama menuju Kabupaten Bone Bolango.

Rumah berwarna kuning gading itu memiliki pondasi tinggi. Memiliki anak tangga pada bagian kiri dan kanan untuk naik ke rumah. Terdapat dua jendela kayu yang mengapit sebuah pintu masuk ke ruang tamu. Di dinding ruang tamu berjejer foto keluarga Alwi Abdul Jalil Habibie termasuk BJ Habibie dan istrinya, almarhum Hasri Ainun Besari.

“Kecuali lantainya, semua bagian dari rumah ini masih seperti dulu saat Pak BJ Habibie tinggal di sini,” kata Hana, yang telah 20 tahun dipercayakan menjaga rumah milik kakek BJ Habibie.

Hana kemudian menunjukkan beberapa buah foto hitam putih yang menunjukkan aktivitas keluarga besar Habibie. Di dalam foto terlihat BJ Habibie kecil tengah berkumpul dengan keluarganya. 

Lepas dari ruang tamu terdapat sebuah lorong yang menuju ke bagian belakang rumah. Lorong itu diapit oleh dua buah kamar. Hana penjaga rumah itu menunjukkan kamar di bagian kiri yang terkunci.

“Itu kamarnya Pak BJ Habibie. Tapi memang dikunci karena tidak sembarang orang bisa masuk,” dia menerangkan.

Hana mengaku bangga bisa turut menjaga salah satu sejarah dari kehidupan keluarga Habibie. Ia bahkan masih mengingat jelas BJ Habibie selalu minta dibuatkan sagela (sambal ikan kering) setiap akan meninggalkan Gorontalo,  sagela ini merupakan menu favoritnya.

“10 toples sagela pernah dibawa. Bahkan, katanya mau dibawa ke Jerman,” ungkap Hana.

2 dari 2 halaman

Dijadikan Museum

Sebelumnya Liputan6.com menemui Rusli Habibie, sepupu BJ Habibie, untuk mendapat izin masuk ke rumah itu. Ayah Rusli memang bersaudara kandung dengan ayah BJ Habibie, Alwi Abdul Jalil Habibie.

“Meski sepupu, saya memanggilnya Om Rudy, karena perbedaan umur kami cukup jauh,” kata Rusli saat ditemui di kediaman pribadinya.

Rusli menceritakan meski BJ Habibie lahir di Pare Pare, Sulawesi Selatan, tetai ayahnya, Alwi Abdul Jalil Habibie memang berasal dari Gorontalo. Di zaman Belanda, Alwi Habibie kemudian merantau untuk menempuh pendidikan di Institut Pertanian Bogor. Setelah lulus, Alwi Habibie ditugaskan ke Pare Pare dan menikah dengan Tuti Marini Puspowardojo asal Yogyakarta.

“Mereka dikaruniai 8 orang anak, salah satunya om Rudy atau BJ Habibie,” urai Rusli Habibie yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Gorontalo.

Ia mengatakan saat kecil, BJ Habibie dibawa ke pulang ke Gorontalo oleh orangtuanya menumpang kapal laut dan turun di pelabuhan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara.

“Di rumah kakek kami itu, Pak BJ Habibie menjalani proses khitanan,” imbuhnya.

Bagi Rusli keluarga BJ Habibie sangat menghormati adat istiadat Gorontalo. Hal itu ditunjukkan dengan keputusan Ibunda BJ Habibie, Tuti Marini Puspowardojo yang selalu memilih adat dari daerah asal suaminya, Alwi Habibie, saat menikahkan anak-anaknya.

“Pak Habibie menikah pun memakai adat Gorontalo, termasuk anaknya Ilham dan Thareq,” imbuhnya.

Rusli mengaku sempat tercetus ide dari BJ Habibie untuk menjadikannya rumah kakek mereka itu sebagai museum. Jika niat itu terlaksana, maka BJ Habibie akan menyerahkan sejumlah koleksi pribadi ke rumah yang sudah berumur 150-an tahun itu.

“Rencana kita mau bikin museum,” Rusli memungkasi.


Simak video pilihan berikut ini:

Aroma Mistis Saat Mengunjungi Batu Buaya di Rote Ndao

Liputan6.com, Kupang – Wisata Batu Buaya terletak di Pulau Ndao, Kabupaten Rote Ndao, NTT. Pulau Ndao merupakan salah satu pulau yang masuk wilayah pemerintahan Kabupaten Rote Ndao.

Untuk ke sana, para pencinta traveling tidak perlu ragu. Dari kota Ba’a, Ibu kota Kabupaten Rote Ndao, menuju ke arah barat, tepatnya di Kecamatan Rote Barat.

Dari Rote Barat di pantai Nemberala, menyeberang lagi. Menyeberang ke Pulau Ndao melalui pesisir pantai Nemberala menaiki perayu tradisional yang terbuat dari kayu.

Namun sensasinya luar biasa. Rata-rata, nahkoda yang mengemudikan perahu tersebut sudah mahir. Karena harus mengemudikan perahu melewati gelombang yang cukup tinggi. Tapi tenang saja, pemandangan laut biru yang indah akan membunuh rasa takut dan was was kita.

Setelah kurang lebih satu jam menikmati sensasi gelombang di atas perahu kayu, tibalah di Pulau Ndao. Memasuki pulau Ndao, kita disuguhi penampakan pasir putih yang indah.

Turun dari perahu, kita harus berjalan kaki melewati pemukiman warga. Karena di pulau yang hanya satu kecamatan yakni kecamatan Ndao Nuse dengan empat desa di dalamnya ini, belum memiliki transportasi umum. Kendaraan roda dua maupun roda empat pun bisa dihitung jari.

Begitu juga dengan penginapan, hanya bisa menginap di rumah-rumah warga, karena belum ada penginapan umum.

Batu Buaya sendiri berokasi di desa Anarae, kecamatan Ndao Nuse. Untuk sampai ke Batu Buaya, kita juga ditantang berjalan di atas tanah yang didominasi oleh pasir laut. Tanah di pulau Ndao berpasir laut. Begitu juga airnya.

Usai melewati perkampungan warga, perjalanan diteruskan melewati pantai. Selain pantai, kita akan melewati batu-batu besar yang terdapat gua-gua kecil. Bisa digunakan untuk berteduh, atau beristirahat.

Setelah hampir dua kilometer berjalan kaki, sampailah di Batu Buaya. Sepintas batu ini terlihat biasa. Meski demikian letaknya persis di pantai dengan hamparan batu-batu karang di sekitarnya. Di samping Batu Buaya yang tingginya kurang lebih lima meter itu, ada bentangan batu yang permukaannya agak rata.

2 dari 2 halaman

Kisah Mistis

Di bentangan batu itu konon seperti penuturan warga yang mengatakan, ketika buaya terluka, dia akan datang menyembuhkan lukanya di tempat itu. Entah, siapa yang menyembuhkan, tetapi itulah cerita warga hingga batu tersebut dinamakan batu buaya.

Di belakang Batu Buaya ini terdapat gunung batu dan terdapat gua. Di dalam gua tersebut, banyak terdapat burung walet. Ya, burung walet, apalagi sarangnya memang sangat mahal. Tapi, oleh Kepala Desa setempat, tidak diperkenankan warga atau siapa saja mengambilnya dengan sembarangan. Karena itu dibiarkan lestari.

Di sisi bawah, ada pantai yang terlihat indah dan memukau. Terdapat banyak view yang bisa dimanfaatkan untuk selfie atau pemotretan, bahkan pembuatan video. Hasilnya pasti sangat luar biasa. Apalagi perjalanannya jauh dan menantang adrenalin.

Siapapun yang ingin mengunjungi Batu Buaya ini diingatkan untuk tidak sendiri. Karena sewaktu-waktu buaya bisa muncul ke ke sana kalau tubuh mereka terluka.

Tanda-tanda kalau ada buaya, air laut di sekitar Batu Buaya pasti keruh. Tapi jangan takut, ada orang-orang tertentu yang bisa memandu perjalanan kita ke Batu Buaya. Tinggal menghubungi Kepala Desa setempat.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Cerita Relawan PMI Cianjur saat Evakuasi Yuki ‘Pas Band’ yang Ditabrak Truk

Cianjur – Kecelakaan tragis menimpa Yuki ‘Pas Band’, kendaraan Toyota Avanza bernomor polisi D-1747-ADD yang ditumpangi nya bertabrakan dengan truk engkel bernomor D-8974-TD di Jalan Lingkar Timur, Cianjur, Jawa Barat.

Saat kejadian sejumlah relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur ikut melakukan evakuasi Yuki yang sempat terhimpit di dalam kendaraan.

“Saat kami datang posisi penumpang lain dan sopir sudah dievakuasi oleh kepolisian dan warga. Sementara Yuki masih berada di dalam kendaraan tersebut,” kata Teguh, salah seorang relawan PMI saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Minggu (20/1/2019).

Avanza yang ditumpangi Yuki Pas BandAvanza yang ditumpangi Yuki Pas Band Foto: dok.Polda Jabar

Menurut Teguh, kondisi kendaraan yang ditumpangi Yuki ringsek parah. Posisi Yuki berada di tengah jok kedua di belakang sopir, saat akan dievakuasi Yuki sempat menyebut merasakan sakit di bagian kaki. PMI yang memang terlatih untuk melakukan penanganan darurat kemudian melakukan penanganan di kaki Yuki.

“Saat itu entah terkilir atau patah, yang pasti kita berikan penanganan dengan memberikan kayu penyangga di bagian kaki kanannya. Setelah itu kita naikan ke atas tandu ‘stracher’ lalu di masukan ke ambulans dan kita bawa ke RS Cianjur,” lanjut dia.

Seperti diberitakan, mobil ditumpangi Yuki ‘Pas Band’ mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Lingkar Timur, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sekitar pukul 17.00 WIB, Minggu (20/1/2019). Kasatlantas Polres Cianjur AKP Adhimas Sriyono mengatakan akibat kecelakaan itu Yuki menderita luka berat dan patah tulang di bagian tubuhnya.

Selain Yuki, sopir mengalami luka berat dan dua penumpang lainnya luka ringan. “Tabrakan dengan truk engkel di Jalan Raya Lingkar Timur, posisi kendaraan yang ditumpangi Yuki sedang mengarah ke Sukabumi,” kata Adhimas melalui sambungan telepon.
(sya/kmb)

Photo Gallery

Kumpulan Cerita Lucu Singkat, Bikin Waktu Ngumpul dengan Teman Makin Seru

Liputan6.com, Jakarta Kalau lagi ngumpul bareng teman-teman, paling enak memang sambil cerita. Tapi, jangan sembarangan cerita, ya. Kalau dalam satu sesi pertemuan, jangan selalu ngomongin atau cerita tentang dirimu terus, yang ada teman-temanmu nanti jadi bosan. Nah, biar suasana makin seru, cobain aja diselingin dengan cerita lucu.

Dengan berbagai kisah lucu, kamu bisa membuat suasana berkumpul jadi tambah menyenangkan. Jadi, acara kumpul-kumpul dengan teman-teman dipenuhi dengan canda tawa. Dengan cara ini, dijamin pasti teman-temanmu jadi makin senang dekat denganmu.

Tapi, kalau kamu belum pandai mengarang cerita lucu karena takut garing, kamu bisa cari beberapa referensi atau inspirasi cerita lucu di berbagai media sosial, lho. Cari aja cerita lucu di Instagram, Twitter, atau Facebook. Dijamin, kamu banyak menemukan ide-ide untuk cerita lucu yang mau diceritain bareng teman-teman kamu.

Nah, berikut ini Liputan6.com kasih sedikit bocoran cerita lucu singkat yang dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (20/1/2019). Cerita lucu singkat ini bisa kamu ceritakan ulang saat sedang hangout dengan teman-teman atau hanya sekadar untuk menghibur diri sendiri ketika sedang suntuk.

2 dari 6 halaman

Waktu Pelajaran Komputer

Terdapat sepasang sahabat karib, Rudi dan Dito, yang lagi belajar komputer bersama. Karena Rudi belum begitu familiar tentang penggunaan fitur fitur yang ada di komputer, dia meminta Dito mengajarinya.

Rudi: “To’ boleh nanya enggak? Fungsi dari tombol ENTER apa sih?”

Dito: “Kayaknya sih buat mempercepat jalannya program, Rud”

Rudi: “Hah? memepercepat gimana To’?”

Dito: “Ya kerjanya biar cepet Rud, kalau lama bukan ENTER namanya, tapi ENTAR…!!”

Rudi: “Hahahaha.. bisa aja loe. Boleh tanya lagi nggak? Aku kan udah masuk di internet, terus aku cari cari Facebook, kok nggak bisa terus yah? Kenapa kira-kira?

Dito: “Di depanya kata “Facebook” sudah di ketik “www” belum?”

Rudi: “Belum To. Emangnya musti ditulis ya?”Dito : “Ya iya dong!”

Rudi: “Emang apaan sih “www” itu??

Dito: “Ehmm…kasih tau ga yaaaa..? Ya pokoknya kalau mau masuk website ya harus ketik “www” dulu. Kalau ga salah, itu singkatan dari Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh”

Rudi: “Oooo gitu ya, To’?! Jadi harus salam dulu ternyata. Keren yah!”

Itulah gunanya sahabat. Seneng ya bareng, bodoh ya bareng juga. Mau jawabannya bener atau salah, penting kan si Dito udah beriktikad baik menjawab. Kalau bukan teman yang baik, dia pasti milih pura-pura pingsan biar nggak harus mikir keras.

Update Status Dulu

Suka bingung dengan kids zaman now, mau sholat aja update status dulu.

“3 rakaat dulu”

“Ngaji dulu”

Emangnya malaikat Izrail akan komen “Sippp, gan”.

3 dari 6 halaman

Nemuin Dompet

Sepulang sekolah, Mukidi menemukan dompet di jalan menuju rumahnya. Dikarenakan Mukidi adalah anak yang jujur, dompet tersebut diantarkan ke alamat pemiliknya yang diketahui dari KTP yang berada dalam dompet. Ternyata dompet tersebut adalah milik Pak Haji Sobirin, tetangga sebelah rumahnya.

Mukidi: “Pak Haji, ini dompet bapak bukan?” tanya Mukidi sambil menunjukan dompet yang baru ditemuinya.

Pak Haji Sobirin:“Betul, itu dompet saya yang hilang. Saya cari di mana mana tidak ketemu. Kamu nemuinnya di mana?”

Mukidi: “Itu di bawah pohon mangga, depan rumah Pak Hakim.”

Setelah diterima dengan wajah gembira, dompet itu dibuka oleh Pak Haji Sobirin. Tidak ada yang hilang dan uangnya masih utuh 100.000. Namun entah kenapa wajah Pak Haji terlihat bingung.

Pak Haji Sobirin: “Tidak ada yang hilang, tapi….?

Mukidi: “Tapi kenapa, Pak Haji?”

Pak Haji Sobirin: “Tadinya uang saya itu 100.000 satu lembar.Kok sekarang jadi 10.000 sepuluh lembar?”

Mukidi: “Oh itu…Tadi sebelum ke sini saya tukarkan di warung gado-gado Bi Ijah sama recehan. Soalnya kemarin saya juga nemuin dompet di jalan. Pas saya antar ke yang punya, saya nggak dapet persenan. Alasannya karena tidak ada uang receh. Jadi…”

Gara gara takut enggak dikasih bonus karena enggak ada receh, eh dia inisiatif nukerin sendiri uang di dompet itu.

Satu Pesawat

Tadi di pesawat disapa bapak-bapak yang duduk di samping:

“Mau ke mana, dek?”

“Surabaya, pak”

“Wah, sama ya”

Lahh, iya kan kita satu pesawat, pak.

4 dari 6 halaman

Hari Pertama Sekolah

Hari pertama sekolah, Ucok terlambat, dan ditegur guru:

Guru: Kenapa kau terlambat. Ucok?

Ucok: Maaf, pak. Mamak sama bapakku tadi berkelahi.

Guru: Jadi kau tunggu sampai mereka selesai berkelahi?

Ucok: Aku nunggu sepatuku, Pak. Karena satu dipegang mamakku, yang satu dipegang bapakku”

Ditilang Polisi

Polisi: “SIM kamu mana?”

Cewe: “Hilang pak”

Polisi: “Hilang kemana?”

Cewe: “Nggak tau, pak. Sekarang suka ngilang-ngilang gak ada kabar. Mungkin udah bosan. Hiks hiks”

Cuci Motor

Tadi mau cuci motor. Di depan ada tulisan 24 jamSi abangnya nyamperin “neng nyuci?”

Aku bilang “Enggak bang. Di sini nyucinya kelamaan sampe 24 jam. Biasanya juga 1 jam. Kelamaan nunggu kalau gitu”

Cowok Idaman

Cewek: Mas kerja dimana?

Cowok: Saya cuma usaha beberapa hotel bintang 4 dan 5 di Jakarta dan Bali.

Cewek: (WAW…Konglomerat pasti!). Mas tinggal dimana?

Cowok: Pondok Indah Bukit Golf.

Cewek: (WAW kereen. Rumah orang-orang “The Haves”). Pasti gede rumahnya yah?

Cowok: Ngga ah. Biasa aja kok. Cuma 3 Hektar.

Cewek: (Busett!) Pasti mobilnya banyak yah?Cowok: Sedikit kok. Cuma ada Ferrari, Jaguar, Mercedes, BMW, Mazda.

Cewek: (Wah cowok idaman gue nihh!!) Mas uda punya istri?

Cowok: Hmm, sampai saat ini belum tuh. Hehe.

Cewek: (Enak juga nih kalu gue bisa jadi bininya) Mas merokok?

Cowok: Tidak. Rokok itu tidak bagus untuk kesehatan tubuh.

Cewek: (Wah sehat nihh!) Mas suka minum-minuman keras?

Cowok: Tidak dong.

Cewek: (Gilee, Cool abissss!!) Mas suka maen judi??

Cowok: Nggak, ngapain juga judi? Ngabisin duit aja.

Cewek: (Ooohhh, So sweett) Mas suka dugem gitu nggak?

Cowok: Tidak tidak.

Cewek: (Iihh, sholeh banget nih cowok!) Mas udah naik haji?

Cowok: Yah, baru 3x dan umroh paling 6x.

Cewek: (Subhanallah, calon surgawi) Hobinya apa sih mas?

Cowok: BOHONGIN ORANG DAN KORUPSI HAHAHAHAHAHA.

5 dari 6 halaman

Cerita dari Manado

Sari: (ketakutan) Mak, mana Bapak?

Ibu: keluar kota, kenapa kau?!!

Sari: (dengan nada pelan) maaf ya, Mak. Kayaknya aku hamil, deh.

Ibu: (kaget). Apa?!! Apa kau bilang?!!

Sari: (gemetaran). Aku hamil, Mak.

Ibu: (marah-marah sambil geleng-geleng kepala) Hamil?!!!

Sari: Iya, hamil!!

Ibu : Aaaahh, gak mungkin! Kau bercanda sajalah! Pigi kau istirahat.

Sari: Tapi akhir-akhir ini, aku sering muntah-muntah, Mak.

Ibu: (rada cuek) Aaaahh. Palingan cuma masuk angin aja kau tuh. Pigi kau beli minyak angin sana. Nanti juga sembuh.

Sari: (tersedu-sedu) Hikss, hikss. Tapi kenapa pula sekarang aku suka makan yg asem-asem ya, Mak?!!

Ibu : (dengan kesal sambil teriak) Berhentilah kau mengkhayal SARIPUDIN!!! Mamak tempeleng kau nanti yaaa?!! Laki-laki mana pula bisa melahirkan!!!

6 dari 6 halaman

Tragedi Kacang Mede

Bu Dedeh sebagai penduduk baru di komplek rumahnya, datang ke rumah tetangga sebelahnya yang dihuni oleh satu orang nenek-nenek.

Ibu Dedeh : “Permisi nek. Perkenalkan, nama saya Bu Dedeh. Saya penghuni baru rumah yang paling ujung itu.”Nenek : “Oh, tetangga baru ya! Mari…mari…masuk. Silakan duduk dulu.”Ibu Dedeh : “Aduh enggak usah nek, cuman sebentar kok. Niatnya cuma mau mampir sebentar buat silaturahmi, malah jadi ngrepotin.”

Nenek: “Nggak apa-apa. Masuk aja!”

Di meja ruang tamu si nenek terdapat banyak sekali makanan kecil. Di tengah-tengah obrolan, Bu Dedeh sangat ingin mencicipi kacang mede yang ada di hadapannya.

Ibu Omas: “Wah, kacang medenya kayaknya enak nih, nek. Boleh saya cicipi, ya?”

Nenek: “Oh, iya…iya..boleh. Silahkan!”

Awalnya hanya beberapa buah kacang mede, Bu Dedeh sampai habis satu toples saking enaknya rasa dari kacang mede tersebut,

Ibu Dedeh: “Waduh, maaf nek. Kacang medenya sampai habis nih saya makan.”

Nenek: “Oh, nggak apa-apa Bu. Nenek juga nggak bisa makan. Maklum gigi nenek udah nggak kuat.

Jadi ceritanya nenek kan sering dikirimin sama cucu nenek coklat Metal Queen, tapi nenek cuma bisa jilatin coklatnya aja. Daripada kacang medenya kebuang, ya nenek kumpulin aja semua ke dalam toples itu. Kalau abis ya malah syukur, enggak kebuang.”

Bu Dedeh: %$^$

Nah, itu tadi kumpulan cerita lucu untuk menceriakan harimu.


Reporter: Nisa Mutia sari