Cerita KNKT Soal Pilot Ketiga yang Selamatkan Lion Air PK-LQP dari Bahaya

Liputan6.com, Jakarta – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengakui adanya pilot ketiga dalam penerbangan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 043, rute Denpasar-Jakarta.

Penerbangan dengan rute Denpasar-Jakarta tersebut merupakan penerbangan terakhir Boeing 737 Max 8 dengan nomor PK-LQP sebelum mengalami kecelakaan sehari setelahnya saat menempuh rute Jakarta-Tanjung Pinang.

“Pada penerbangan JT 043 dari Denpasar ke Jakarta yang mengalami gangguan setelah digantinya Angle of Attack sensor, KNKT menyampaikan bahwa benar ada pilot lain yang berada di cockpit pada penerbangan itu. Pilot ini adalah pilot yang telah selesai menjalankan tugas terbang dan akan kembali ke Jakarta,” kata Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, di Kantornya, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Menurut dia, pilot yang memiliki kualifikasi menerbangkan Boeing 737-8 (MAX) ini sudah diwawancara oleh KNKT. Namun, dia mengaku tidak bisa membeberkan isi wawancara.

“Sesuai UU Nomor 1 tahun 2009 pasal 359, pernyataan dari seseorang yang diperoleh selama proses investigasi tidak boleh dipublikasikan. Untuk itu KNKT tidak akan menyampaikan hasil wawancara,” jelas dia.

Kepala Subkomite Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, mengatakan bahwa keberadaan pilot ketiga tersebut sesungguhnya bukan merupakan tindakan yang melanggar aturan.

Dia menjelaskan dalam civil aviation safety regulation, disebutkan beberapa syarat yang membolehkan seseorang berada di kokpit, salah satunya orang yang memiliki lisensi sebagai penerbangan.

“Tidak melanggar. Aturan pemerintah civil aviation safety regulation dalam part 121, kalau enggak salah 547 mengatakan orang yang boleh ada di kokpit adalah satu awak pesawat atau orang berlisensi boleh dia sedang bertugas atau tidak bertugas, tapi orang yang berlisensi,” ujar dia.

“Kemudian pegawai pemerintah, Kementerian Perhubungan terutama, itu boleh. Ketiga (kalau) diizinkan oleh kaptennya, itu boleh. Jadi itu tidak melanggar,” tandasnya.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

Cerita Maher Zain tentang Ubi Cilembu

Sementara itu, kedatangan Maher Zain ke Indonesia kali ini karena beberapa kegiatan. Pertama, dia menerima penghargaan double platinum dari Universal Music Indonesia atas penjualan album terbarunya One. 

Album yang dirilis tahun 2017 itu meraih penghargaan lantaran penjualan platform digitalnya mencapai nilai Rp 2 miliar. “Sebenarnya bisa mencapai triple platinum jika dhitung sampai beberapa hari lagi,” ungkap Wisnu Surjono, Managing Director Universal Music Indonesia, Selasa kemarin.

Selain itu, Maher Zain juga ikut dalam charity event yang digelar bekerja sama dengan Lazismu. Maher adalah ambassador Salam Charity, yang digerakkan produsernya, Awakening Records, dan sudah mengikuti acara amal di lebih dari 100 kegiatan di dunia.

Ini kerjamsa Salam Charity pertama di Indonesia. Bantuan akan disalurkan untuk korban bencana alam gempa di beberapa daerah.

Cerita Mistis di Balik Batu Megalitikum Bondowoso

Bondowoso – Batu megalitikum atau benda prasejarah di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, menyimpan cerita-cerita mistis dan kekuatan magis. Juru Pelihara (Jupel) di Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB), Fauzan Ali, menjelaskan, bahwa cerita mistis dan kekuatan magis megalitikum itu memang ada.

“Kalau dulu saya masih kecil, sama mbah itu diceritakan, kalau malam Jumat Legi (manis), kan ada di sini batu kenong yang berformasi, kalau Jumat Legi katanya ada bunyi-bunyian seperti gamelan,” cerita dia pada TIMES Indonesia.

Kalau dari sisi magisnya, banyak yang mempercayai ‘penunggu’ batu-batu megalitikum tersebut bisa masuk ke orang sehingga membuat orang kesurupan. Misalnya anak kecil, kalau terlalu kelewatan main di sekitar benda-benda megalitikum bisa kerasukan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga yang kesurupan.

“Sampai sekarang masih ada, cerita mistis dan kejadian-kejadian magis itu,” imbuhnya, saat ditemui di PIMB Desa Pekauman Kecamatan Grujugan.

Hal senada juga daikui Sukron, Jupel megalitikum Desa Patirana, tepatnya di Lereng Argopuro, bahwa benda-benda prasejarah tersebut mempunyai kekuatan magis tersendiri, bahkan disakralkan oleh masyarakat setempat.

“Kalau di tempat saya, ada batu megalitikum di sana, berupa Batu Kenong, agak berformasi juga. Sama masyarakat sana disakralkan, sampai sekarang tetap dilestarikan,” jelasnya saat ditemui di tempat yang sama.

Makanya, lanjut dia, kalau main di sekitar batu tersebut, ada semacam pantangan-pantangan, misalnya tidak boleh teriak-teriak.

“Kalau teriak-teriak pulangnya itu, kadang kesurupan,” kata pria yang juga akrab dipanggil Pak Mangku Patih Rono itu.

Adapun koleksi batu megalitikum atau benda prasejarah di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, selain Batu Kenong, juga terdiri dari Batu Menhir, Sarkofagus, Dakon, dan beberapa jenis arca.

Baca berita menarik lainnya di Times Indonesia.

Simak video pilihan berikut ini:

Jika Anda pecinta kopi Nusantara, Anda bisa berkunjung ke wisata kampung kopi di Bondowoso, Jawa Timur. Selain menyajikan berbagai minuman kopi berkualitas, di tempat ini belajar meracik kopi dari para barista profesional.

Cerita Soetrisno Bachir Turun Gunung Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin di Cirebon

“Agar tidak adalagi fitnah saya tahu memang ada warga Muhammadiyah yang mendukung Prabowo tapi yang penting menjaga ukhuwah. Jangan sampai beda pilihan berantem kan tidak baik belum tentu pak Jokowi atau Prabowo kenal kita yang di daerah,” ujar dia.

Dia meyakini, dukungannya terhadap pasangan capres nomor urut 01 tidak mengganggu keharmonisan di internal partai. Apalagi sampai kisruh sesama tokoh dan pemimpin PAN.

Soetrisno yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional Indonesia (KEIN) mengaku optimis Jokowi akan kembali menjadi Presiden selama 5 tahun kedepan.

Dia menjelaskan, posisinya sebagai Ketua KEIN itu bertugas membantu presiden. Oleh karena itu, dia mengaku tahu betul keseharian Jokowi selama di Istana sehingga membuatnya yakin mendukung untuk kedua kalinya.

“Kalau menteri kan pembantu Presidan kalau saya membantu presiden. Saya juga semakin optimis warga Muhammadiyah sudah semakin matang dalam usia seabad ini karena organisasi ini selalu mengikuti perkembangan setiap momen pemilu di Indonesia,” ujar dia.

Dia mengajak warga Muhammadiyah yang ada di Jawa Barat untuk turut serta mendukung dan memilih kembali Jokowi sebagai presiden periode kedua.

Dia tak menampik adanya dua kubu yang terjadi di dalam tubuh organisasi Muhammadiyah itu sendiri. Sebagai pendukung Jokowi maupun Prabowo.

“Tapi orangnya diam. Saya sekarang turun gunung untuk menyuarakan dukungan terhadap Jokowi. Beberapa sudah ada deklarasi warga muhammadiyah dukung Jokowi. Saya juga akan sosialisasi di kalangan nahdiyin karena tidak semua Nahdiyin mendukung Jokowi,” kata dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Soetrisno Bachir menjelaskan soal pemberian uang untuk Amien Rais

Cerita Bu Nis Penderita Kanker Tak Tercover BPJS yang Diceritakan Sandi

Sragen – Dalam debat cawapres kemarin, Sandiaga Uno memunculkan sosok Bu Lis yang baru diketahui bernama Niswatin Naimah. Dia disebut sebagai penderita kanker payudara yang pengobatannya tidak dikover BPJS Kesehatan.

Kepada wartawan, perempuan asal Sragen itu memastikan bahwa yang disampaikan Sandiaga benar adanya. Dia pun menunjukkan bukti-bukti terkait sakit yang dia derita.

“Saat ini dokter mendiagnosa saya terkena kanker payudara stadium dua,” kata Niswatin di kawasan Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Senin (18/3/2019).

Niswatin merupakan peserta BPJS kelas dua yang dibiayai secara mandiri. Dia mengatakan tidak bisa memperoleh pengobatan berupa suntikan herceptin.
Menurutnya, setelah menyelesaikan rangkaian pengobatan kemoterapi selama tujuh kali, seharusnya ia mendapatkan suntikan herceptin. Namun karena terkendala aturan, kata dia, jenis pengobatan ini tidak dia peroleh.

“Setelah pengobatan yang dikover BPJS, yang kemo dan sebagainya selesai, itu harus ada suntikan herceptin. Tapi terhalang aturan baru. Menurut informasi, dulu terkover tapi sekarang saya tidak mendapatkannya,” ungkap dia.

Terakhir kali dia melakukan kemoterapi pada Oktober 2018. Hingga saat ini dia hanya mengonsumsi obat-obatan herbal.

“Selama ini herbal saja. Saya yakin kesembuhan itu dari Allah. Barangkali dari medis tidak saya dapatkan, harus ikhtiar yang lain,” kata perempuan berusia 44 tahun itu.

Niswatin yang merupakan guru honorer SMK Muhammadiyah 1 Sragen mengaku tidak mampu membiayai suntikan tersebut karena harganya sekitar Rp 15 juta sekali suntik. Padahal paling tidak, dia harus mendapatkan delapan kali suntikan.

“Minimal delapan suntikan, walaupun kemarin dokter bilang yang efektif itu 16 kali suntikan. Itu pengobatan yang efektif buat penyakit saya,” katanya.

Saat bertemu Sandiaga Uno di Pasar Bunder, Sragen, 30 Desember 2018 lalu, Niawatin mengaku spontan menyampaikam aspirasinya. Dia mengaku juga memperjuangkan nasib penderita kanker payudara lainnya.

“Saya yakin ada kasus-kasus yang seperti saya. Harapannya BPJS diperbaiki lebih baik lagi karena kemarin dikover, kenapa sekarang tidak,” tutupnya.
(bai/sip)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cerita Heroik ‘Penyelamat’ Saat Teror di Masjid New Zealand

Wellington – Kisah-kisah mengharukan soal orang-orang yang mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan orang lain saat teror di masjid Selandia Baru (New Zealand) bermunculan. Mulai dari seorang kakek yang merelakan dirinya ditembak pelaku hingga seorang pemuda yang nekat merebut senjata pelaku.

Pelaku yang diidentifikasi bernama Brenton Tarrant (28) melakukan penembakan brutal dan membabi buta di dua masjid — Masjid Al Noor dan Masjid Linwood — di Christchurch pada Jumat (15/3) waktu setempat.

Tarrant yang memakai pakaian dan helm pelindung ini beraksi secara keji dengan lima senjata api. Senjata-senjata itu terdiri atas dua senapan semi-otomatis, dua shotgun dan satu pucuk senapan patah (lever action).

Tak hanya itu, Tarrant juga menyiarkan aksi brutalnya via layanan live streaming di internet. Dia sengaja memasang kamera di helm yang dipakainya. Setiap tembakan keji yang dilepaskan Tarrant ke para korban terekam kamera.
Sapaan hangat korban pertama yang ditembak Tarrant terekam dalam live streaming itu. Rekaman live streaming berdurasi 17 menit itu telah dihapus usai sempat beredar luas. Korban pertama itu berjalan mendekati Tarrant di pintu masuk Masjid Al Noor.

“Hello, brother,” ucap jemaah yang belum diketahui identitasnya itu, menyapa hangat Tarrant yang menodongkan senjata api ke arahnya.

Tarrant membalas sapaan itu dengan berondongan tembakan yang menewaskan sang jemaah.

Haji-Daoud Nabi meninggal dunia usai mengorbankan diri untuk menyelamatkan jemaah lainHaji-Daoud Nabi meninggal dunia usai mengorbankan diri untuk menyelamatkan jemaah lain Foto: Omar Nabi/Facebook via CNN

Masih di Masjid Al Noor, seorang kakek berusia 71 tahun dilaporkan mengorbankan diri untuk melindungi jemaah lain saat Tarrant menembaki secara brutal. Kakek bernama Haji-Daoud Nabi yang berasal dari Afghanistan ini disebut sengaja melompat ke depan orang lain untuk menyelamatkan nyawa mereka.

“Dia melompat ke jalur tembakan untuk menyelamatkan nyawa orang lain dan dia meninggal dunia,” tutur salah satu putra Haji-Daoud, Omar Nabi, saat berbicara kepada Stuff.co.nz. Omar (43) mengaku tidak tahu apa yang terjadi pada orang yang berusaha diselamatkan ayahnya.

Omar mengenang sosok ayahnya sebagai seorang pria dengan banyak talenta dan kebijaksanaan, yang rendah hati serta suka menolong orang lain. Omar menyatakan ayahnya akan segera dimakamkan, namun dia ingin membawa jenazah sang ayah pulang ke Afghanistan.

Sementara itu di Masjid Linwood, aksi berani dilakukan seorang pria yang disebut sebagai pengurus masjid setempat. Pria yang tidak disebut namanya itu dijuluki ‘pahlawan’ karena dengan berani mendekati pelaku untuk merebut senjatanya.

“Pria muda yang biasanya mengurus masjid … dia melihat sebuah kesempatan dan menyergap pelaku dan mengambil senjatanya,” ungkap Syed Mazharuddin, salah satu korban selamat dalam aksi teror di Masjid Linwood.

Disebutkan Mazharuddin bahwa sergapan yang dilakukan dari belakang pelaku itu membuat senjatanya terjatuh ke lantai. “Pelaku meninggalkan senjatanya dan berlari,” sebutnya. “Sang pahlawan (pria yang merebut senjata pelaku-red) itu berusaha mengejar pelaku,” ucap Mazharuddin.

Menurut Mazharuddin, pria pemberani itu lalu mengambil senjata pelaku dan berusaha menembak pelaku yang kabur, namun tidak bisa mengoperasikan senjata api itu. “Dia tidak bisa menemukan pelatuk di senjata itu … dia berlari di belakang pelaku tapi ada orang yang menunggu pelaku di mobil dan dia kabur,” imbuhnya.

Otoritas Selandia Baru mengonfirmasi 49 orang tewas dalam penembakan brutal di dua masjid tersebut, dengan rincian 41 orang tewas di Masjid Al Noor, tujuh orang tewas di Masjid Linwood dan satu orang tewas di Rumah Sakit Christchurch.

Sekitar 48 orang lainnya mengalami luka-luka, namun hanya 39 orang yang masih dirawat di rumah sakit, dengan 11 orang di antaranya menjalani perawatan intensif. Identitas, maupun asal kewarganegaraan, para korban tewas dan korban luka belum dirilis secara resmi ke publik.

(nvc/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cerita Keluarga Asal Aceh Selamat dari Penembakan di Masjid Selandia Baru

Liputan6.com, Aceh – Dian Fajrina dan keluarga terhindar dari maut. Keluarga asal Aceh yang tinggal di Kota Christchurh, Selandia Baru ini luput dari insiden penembakan yang menewaskan 49 orang.

Padahal, Fajrina dan keluarga selalu menyempatkan diri menunaikan salat Jum’at di Masjid Al-Noor di Christchurch, yang merupakan lokasi penembakan sadis tersebut. Namun, hari itu takdir menentukan lain.

Ia dan keluarga mengurungkan niat ke masjid tersebut karena tiba-tiba turun hujan. Di saat yang sama, kendaraan mereka sedang diperbaiki di bengkel.

“Alhamdulillah, Dian beserta keluarga sehat karena tadi tak jadi ke masjid karena hujan, mobil di bengkel, dan kesehatan sedang kurang fit. Rencana awalnya kalau mobil sudah baik, seluruh keluarga akan ke masjid. Tapi, Allah masih memberi kesempatan untuk meneruskan kehidupan bagi Dian sekeluarga.” demikian pesan Fajrina kepada rekan dan sanak famili tak lama setelah kejadian.

Fajriana saat ini sedang menyelesaikan studi S3 di Selandia Baru. Dia ditemani suami dan keluarga menetap di Kota Christchurch. 

Pascakejadian, kampus tempat Fajrina kuliah diliburkan selama sepekan. Aktivitas perkuliahan akan dimulai kembali pada tanggal 24 Maret.

“Saat ini sedikit banyak kami merasa aman. Namun masih was-was juga. Rencananya saya tidak ke kampus dulu seminggu ini, karena di kampus juga sudah diumumkan kuliah di cancel dari tanggal 18-24 Maret,” kata Fajriana kepada Liputan6.com, Sabtu malam (16/3/2019).

Kendati situasi cenderung kondusif, Fajrina dan keluarga akan tetap waspada. Semua hal menyangkut keperluan rumah seperti belanja akan diurus oleh suaminya, Muliyadi Abubakar.

“Hingga pukul 10 malam tadi masih terdengar ada helikopter yang sepertinya sedang patroli. Sesekali juga lewat mobil polisi dan ambulans, kebetulan rumah kami memang di pinggir salah satu jalan utama, tapi bukan jalan utama yang sejajar dengan jalan yang menuju ke masjid,” ungkap Fajrina.

Cerita Mengenai Rekannya

Fajrina juga berkisah mengenai temannya yang masih mengalami trauma pascakejadian tersebut. Dua orang temannya bernama Irfan dan Kevin masih syok karena melihat langsung peristiwa Jum’at berdarah tersebut.

“Kalau kami tidak terlalu berefek karena tidak berada di lokasi kejadian. Namun, pukulan terberat dialami oleh teman kami, Irfan dan Kevin, yang menyaksikan langsung kejadiannya. Mereka sulit tidur karena masih terbayang-bayang kejadian kemarin,” tutur Fajrina.

Kabarnya, warga Aceh yang berada di Selandia Baru berjumlah sekitar 41 orang. Selain di Christchurh, mereka tersebar di Palmerston North, Auckland, Invercargill, dan Wellington.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Insiden berdarah terjadi di Selandia Baru hari Jumat (15/3). Sebuah masjid diberondong tembakan saat sedang berlangsung ibadah salat jumat.

Sadiaga Uno Bakal Lebih Banyak Cerita Pengalaman Saat Debat Cawapres

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi memastikan kesiapan Sandiaga Uno untuk menghadapi debat yang akan diselenggarakan, Minggu 17 Maret Besok. Sandiaga nantinya akan beradu argumen dengan calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin. Keduanya akan berdebat seputar tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya.

Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Lendo Novo, mengatakan cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno akan lebih banyak menggunakan cara bercerita dalam debat nanti.

“Dia akan lebih banyak bercerita. Tapi dia akan sangat tajam menjelaskan kepada publik apa yang dia ingin sampaikan. Sehingga terjadi kontras. Ketika pak kyai ngomong A dia B. Itu namanya debat,” kata dia, saat ditemui, dalam diskusi, di Menteng, Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Cerita yang bakal disampaikan Sandiaga Uno tidak lain berdasarkan pengalaman kesehariannya, terutama dalam membangun bisnis.

“Dia punya pengalaman jadi pengusaha, dia pernah dibina seniornya, dibantu Pemerintah, dia tahu persis. Kalau mau jadi seperti saya ada caranya,” ujarnya.

Terkait isu tenaga kerja, kata dia, Sandi akan memberikan membeberkan langkah-langkah konkret yang akan dijalankan jika terpilih nanti.

“Pak Sandiaga Uno itu langsung konkret bikin OK OCE, ciptakan lapangan kerja, dorong semua orang jadi pengusaha. Udah nggak ada lagi isu-isu pra kerja. Orang langsung kerja sama langsung usaha,” urai Lendo.

“Langsung saja bikin ekosistem bisnis. Semua orang setelah kuliah langsung nyemplung ke situ. Bisa kerja bisnis itu saja. Kan tugas pemerintah mendampingi orang menjadi pengusaha, kita dampingi,” tandasnya.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

Cerita Siswi SMP Kendari Tertipu Muslihat Air Bertuah Milik Dukun Cabul

Liputan6.com, Kendari – IR (15), seorang siswi SMP di Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara menjadi korban aksi nakal seorang dukun cabul berinisal SA (39). Bagian sensitif pelajar itu diraba saat ia dimandikan dengan air yang diklaim bertuah milik sang dukun.

Cerita aksi dukun cabul ini bermula ketika IR mengeluhkan sakit kepala yang ia rasakan dan tak kunjung sembuh kepada orangtuanya. Segala cara pun telah dicoba oleh orangtua IR agar sakit kepala anaknya itu segera hilang.

Awalnya orangtua IR membawa anak perempuannya itu ke dokter untuk mendapatkan pengobatan medis, tetapi sakit kepala yang dirasakan IR tak kunjung sembuh. Orangtua IR pun menduga bahwa sakit yang diderita anaknya bukanlah sakit biasa.

Alhasil orangtua IR pun mencari orang pintar yang bisa mengobati anak kesayangannya itu. Setelah mendapat petunjuk dari tetangga rumahnya, IR pun dibawa ke rumah SA untuk mendapatkan pengobatan.

“Dia dibawa ibunya ke rumah si dukun, kata tetangga yang lain, pelaku itu orang pintar,” ujar Kapolsek Mandonga, AKP Jupen Simanjuntak, Jumat, 15 Maret 2019.

Saat pertama kali bertemu, orangtua IR sangat percaya bahwa SA benar-benar memiliki kemampuan ajaib yang bisa menyembuhkan segala penyakit. Saking percayanya orangtua IR sampai membawa anaknya itu ke dukun tersebut saat sakit anaknya kambuh lagi.

“Dibawa dua kali karena korban belum sembuh dan harus melengkapi proses pengobatan. Tanggal 3 Maret dan 10 Maret. Itu untuk membersihkan korban dari penyakit,” jelas Jupen.

Saat pengobatan kedua, pada Minggu, 10 Maret 2019, SA membawa IR masuk ke dalam kamar pribadinya. Ia lalu merapalkan mantra-mantra dan memandikan IR dengan air yang diklam mujarab.

“Saya disiramkan air ke seluruh badan, di situ saya dipegang-pegang bagian atas dan bawah tubuh saya,” jelas IR saat diperiksa oleh penyidik di Polsek Mandonga.

Apa yang dilakukan SA ini pun dilaporkan IR kepada orangtuanya. Orangtua IR yang tidak terima bagian sensitif anaknya diraba oleh dukun itu akhirnya melapor ke Polisi.

“Kami melakukan penindakan berdasarkan laporan orangtua korban, saat ini pelaku sudah diamankan,” jelas Jupen lagi.

Karena ulah nakalnya, SA pun dijerat dengan pasal 82 ayat 1 junto pasal 76 E tahun 2016 KUHP, tentang perlindungan anak. Ia diancam dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun penjara.

Simak video pilihan berikut ini:

Nasib nahas dialami seorang gadis di Kuningan, Jawa Barat. Ia dicabuli oleh dukun karena sang Ibu ingin menggandakan uang.

Cerita Pilu Penembakan Salat Jumat di Selandia Baru

JakartaPenembakan brutal yang terjadi di dua masjid di Kota Christchurch, New Zealand (Selandia Baru), menewaskan sedikitnya 49 orang. Saksi mengaku sempat mendengar kurang lebih 50 kali suara tembakan saat aksi keji itu terjadi.

Pelaku saat itu memasuki masjid dan langsung menembaki jemaah yang tak hendak menjalankan salat Jumat.

Melansir ABC Australia, Jumat (15/3/2019), saksi mata atas nama Ahmad Al-Mahmoud mengatakan pelaku penembakan mengenakan pakaian semi militer, pakai helm, dan melepaskan tembakan secara membabi-buta di dalam masjid.

“Dia pegang senjata besar. Banyak sekali peluru. Dia tiba-tiba muncul dan menembaki semua orang di dalam masjid,” ujar Ahmad Al-Mahmoud kepada media setempat.
Menurut dia, jemaah berusaha menyelamatkan diri dengan cara memecahkan pintu untuk bisa keluar dari sana. Dia mengaku mendengar sedikitnya 40 kali tembakan.

Seorang jemaah yang menggunakan kursi roda, Farid Ahmed, menjelaskan kepada media setempat peristiwa terjadi ketika khutbah baru akan dimulai.

“Tiba-tiba penembakan terjadi. Dimulai dari ruang utama. Saya berada di sisi samping, jadi tak sempat melihat siapa yang menembak. Tapi saya melihat sejumlah jamaah berlarian ke arah saya berada,” ujarnya.

“Saya melihat ada yang sudah berdarah badannya, berlari tertatih-tatih. Saat itu saya sadari situasinya serius,” tambah Farid.

Farid Ahmed berusaha melarikan diri dan berhasil mencapai mobilnya di parkiran. Dari situ dia kembali mendengar tembakan selama sekitar enam menit lamanya.

“Saya berada di kursi roda, tak bisa ke mana-mana. Dia melakukan pembantaian di dalam masjid,” kata Ahmed.

Saksi lainnya, Ramzan Ali, yang berada di dalam masjid saat kejadian, mengaku dirinya orang terakhir yang keluar dari tempat ruang salat.

“Imam saat itu memberikan khutbah Jumat, sekitar pukul 13.42 [waktu setempat]. Senjata mulai menyalak dan dia masuk lantas menembak membabi-buta,” paparnya.

“Saya tak melihat orangnya langsung karena sedang tengkurap dan berpikir jika saya berdiri akan kena tembakan. Saya orang terakhir yang keluar dari masjid dan melihat di lantai banyak sekali tubuh tergeletak,” kata Ramzan.

WNI Turut Jadi Korban Tembak

Dua orang WNI ayah-anak yang baru sekitar 2 bulan tinggal di New Zealand turut menjadi korban luka dalam penembakan tersebut. Sang ayah yang bernama Zulfirmansyah dilaporkan ada dalam kondisi kritis dengan banyak luka tembak.

Istri Zulfirmansyah, mengungkap kondisi yang dialami suami dan anaknya melalui media sosial Facebook.

“Suami saya dan putra saya keduanya masih hidup, tetapi terluka. Keduanya ditembak dalam serangan hari ini di Linwood Islamic Center di Christchurch, Selandia Baru (di mana kami baru saja pindah 2 bulan lalu),” tulis nama akun A*** M**** seperti dikutip detikcom dari akun Facebook-nya yang bisa dibaca oleh publik, Jumat (15/3).

“Suamiku, Jul, tertembak di banyak tempat dan mengalami kebocoran di paru-parunya (dari apa yang saya dengar) meskipun saya belum melihatnya sejak dia dioperasi,” imbuhnya.

Dia menyebut putranya mengalami luka tembak di kaki dan punggung. Selain itu, putranya juga disebut mengalami trauma akibat kejadian itu.

“Baru-baru ini saya disatukan dengan putra saya, yang memiliki luka tembak di kaki dan punggung. Dia trauma, tetapi kita semua hidup. Terima kasih atas doa dan perhatian kalian,” tuturnya.

detikcom telah coba menghubunginya lewat FB Messenger, namun yang bersangkutan menyatakan masih sibuk dan tidak mau memberi komentar dulu.

No comment right now. It is not a good time… kami lagi sibuk,” jawabnya saat dikonfirmasi, Jumat (15/3).
(rna/haf)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>