Cerita Penampakan Kerbau Bule hingga Kakek Tua Dekat Pedati Gede Cirebon

Juru pelihara Pedati Gede, Siti Nurlaela menyebutkan lokasi Pedati Gede banyak didatangi orang untuk berziarah. Bahkan, beberapa diantaranya datang dari luar Pulau Jawa dan luar negeri.

Pedati Gede ini dibuat pada tahun 1371 Masehi oleh Pangeran Cakrabuana atau Mbah Kuwu Cirebon. Ketika itu, Pedati Gede ditarik oleh kebo bule dan digunakan sebagai kendaraan untuk menyebarkan Islam di sepanjang Pantai Utara Jawa.

Pangeran Cakrabuana menyusuri satu dusun ke dusun lainnya dari Jakarta hingga Surabaya. “Pedati ini sudah berusia sekitar 700 tahunan. Dibuat oleh Pangeran Cakrabuana dalam waktu sehari semalam,” ungkap Siti.

Dia menyebutkan, pedati tersebut pernah menjadi sarana transportasi untuk mengangkut bahan bangunan pembuatan Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang berada di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon.

Pedati tersebut terbuat dari kayu jati. Dahulu, pedati ini memiliki 12 roda kayu. Namun, saat ini hanya terpasang delapan buah, empat lainnya terbakar pada tahun 1930-an.

“Sempat ada kebakaran yang melalap roda kayu pedati dan empat roda tersebut sekarang tidak dipasang. Masih disimpan sampai sekarang,” ujar dia.

Setelah peristiwa kebakaran itu, secara bertahap Pedati Gede direnovasi. Pada tahun 1995 dua orang asal Belanda Mr Herman Vosh dan Mr De Taher sempat melakukan perbaikan di beberapa bagiannya.

“Walaupun ada yang diperbaiki namun itu hanya sebagian kecilnya. Sebagian besar masih asli dari zaman Pangeran Cakrabuana,” ungkap Siti.

Dia menambahkan Pedati Gede sampai saat ini masih terawat dengan baik karena setiap seminggu sekali dibersihkan dengan memakai minyak lentik untuk menjaga agar bisa bertahan lama.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Kepala warga terjebak dalam lubang toren air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *