Cerita Nahas Terbakarnya KM Gerbang Samudra I Rute Surabaya-Banjarmasin

Surabaya – KM Gerbang Samudra I terbakar di Perairan Karang Jumuang, Gresik pada Minggu (2/12/2018) dini hari. Dalam insiden tersebut, tiga orang dinyatakan hilang.

Ketiganya merupakan ABK kapal yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke Pelabuhan Bandarmasih Banjarmasin tersebut.

“Ada 145 yang dievakuasi, sementara 3 orang masih dalam pencarian,” kata salah satu anggota Basarnas Octavino berdasarkan laporan yang diterima detikcom di Surabaya, Minggu (2/12/2018).

KM Gerbang Samudra Terbakar di Karang Jamuang, 3 Penumpang Hilang

Octavino menambahkan proses evakuasi berlangsung sejak pukul 02.00 WIB hingga 03.00 WIB. Secara rinci dalam kapal tersebut terdapat 81 orang dewasa, 5 anak-anak, 2 bayi, 26 sopir dan 31 ABK.

“3 Orang itu informasi 1 nahkoda dan 2 kadet,” timpal anggota Basarnas lainnya, Satrio.

Nakhoda dan 2 Kadet Hilang Saat KM Gerbang Samudra I Terbakar

Menurut kesaksian salah satu penumpang, ketika kapal terbakar, penumpang rata-rata sedang terlelap. Mereka berangkat dari Surabaya dengan KM Gerbang Samudra I menuju Banjarmasin, Kalimantan pukul 21.00 WIB, Sabtu (1/12). Namun tiba-tiba di tengah laut, mereka dibangunkan ABK.

ABK memberitahukan jika kapal sedang terbakar. Kepanikan terjadi saat penumpang dibangunkan sekitar pukul 01.00 WIB.

“Kami langsung panik ada pemberitahuan kapal terbakar. Tapi segera ditenangkan dan menuju ke bagian belakang kapal,” kata seorang penumpang asal Kediri, Darmuji (48).

Ia menjelaskan bagian kapal yang terbakar di bagian sisi depan kanan. Beberapa ABK berusaha memadamkan api.

“Kapal yang terbakar di sebelah depan sisi kanan. Penumpang kemudian diarahkan ke bagian belakang kapal,” tambah Darmuji.

Ini Kesaksian Penumpang KM Gerbang Samudra I yang Terbakar di Laut

Setelah satu jam menunggu, 148 penumpang lainnya kemudian dievakuasi ke KM Kumala lantas bersandar ke Pelabuhan Tanjung Perak. Mereka tiba di pelabuhan pada pukul 09.30 WIB.

Sebagian dari penumpang masih terlihat shock. Ada pula yang mengalami luka ringan. Sedangkan penumpang yang mengalami luka sedang dan berat langsung dilarikan ke RS PHC Surabaya.

Ratusan Penumpang KM Gerbang Samudra I Tiba di Pelabuhan Perak

Total ada 9 penumpang KM Gerbang Samudra I yang dirawat di RS PHC Surabaya. Mereka rata-rata mengalami luka bakar, luka memar dan patah tulang.

“Korban yang dirawat ada 9 orang. Mereka mengalami luka memar dan luka bakar. Mereka masih diobservasi. Tidak ada luka berat atau dioperasi,” kata Humas RS PHC Surabaya, Ny Azmi Anisah (23) kepada detikcom di lokasi, Minggu (2/12/2018).

9 Penumpang KM Gerbang Samudra yang Terbakar Dirawat di RS PHC

Namun pada siang harinya, 7 penumpang diperbolehkan pulang, menyisakan 2 penumpang yang masih harus mendapatkan perawatan intensif. Satu penumpang mengalami patah tulang jari kaki dan memar, satu lagi mengalami memar di tulang punggung.

“7 Penumpang yang diperbolehkan pulang mengalami luka ringan. 2 orang masih dalam perawatan, belum diperbolehkan pulang. Masih diobservasi,” tambahnya.

Ratusan penumpang selamat tersebut kemudian ditampung di dua hotel di Surabaya, yaitu Hotel Semut dan Hotel Irian Jalan Samudra. Mereka juga dipastikan akan mendapatkan ganti rugi berupa uang dengan nilai yang bervariasi.

Bayi 7 Bulan Ini Pingsan 2 Kali Saat KM Gerbang Samudra I Terbakar

Salah seorang penumpang, Sutikno mengatakan, ratusan penumpang dibawa ke hotel sejak pukul 08.30. Dari pengakuannya, perwakilan KM Gerbang Samudra sudah mendatangi para penumpang.

“Sudah datang, mereka mendata dan membicarakan soal ganti rugi tiket,” kata Sutikno.

Dalam pembicaraan itu, para penumpang dari sopir akan mendapatkan ganti rugi Rp 1 juta, sedangkan penumpang umum akan mendapat uang Rp 750 ribu.

Dikatakan Sutikno, pada awalnya penumpang biasa ingin ganti rugi disamakan dengan penumpang sopir yang mendapat Rp 1 juta, tetapi pihak PT Gerbang Samudra Sarana, pemilik KM Gerbang Samudra I, menolak.

“Ada saran penumpang minta ganti rugi Rp 1 juta seperti kebakaran di KM Kirana yang di Banjarmasin, biar sama dengan sopir. Karena sopir sebelumnya juga sudah menerima Rp 250 ribu,” kata pria asal Diwek, Jombang, itu.

Namun akhirnya PT Gerbang menyetujui setiap penumpang yang bertiket dikasih Rp 750 ribu. Sedangkan yang tidak bertiket mendapat ganti rugi Rp 500 ribu.

“Kita seluruh penumpang bertiket semua. Janjinya nanti malam dikasihkan. Nanti kalau sudah diberikan kita baru balik ke keluarga masing-masing,” terang Sutikno.

Ratusan Penumpang Selamat KM Gerbang Samudra I Ditampung di Hotel

Terpisah sopir kendaraan yang juga penumpang KM Gerbang Samudra Triono (32) membenarkan bahwa para sopir menerima Rp 250 ribu. Namun mereka kemudian menolak dan akhirnya diberikan ganti rugi Rp 1 juta.

“Kita kan sopir kalau dengan uang Rp 250 ribu mana mungkin bisa buat ongkos naik bus pulang. Sedangkan total sopir di sini (Hotel Semut) cuma ada sekitar 40 orang,” ujar pria asli Wonosobo, Jawa Tengah itu.

Apalagi akibat kebakaran itu, hampir seluruh penumpang mengalami sejumlah kerugian, selain batal ke Banjarmasin, barang-barangnya juga banyak yang tertinggal di kapal. Hal itu juga dialami para sopir, karena kebakaran itu seluruh kendaraan juga masih di kapal.

Syahbandar Sebut Kebakaran GM Gerbang Samudra I dari Dek Kapal

Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya akhirnya merilis laporan penyebab kebakaran pada KM Gerbang Samudra I.

“Kebakaran bermula pada kap dek pada bagian depan kiri. Ada usaha pemadaman api. Tapi api semakin membesar oleh karena itu diambil keputusan untuk melakukan evakuasi,” kata Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya Dwi Budi Sutrisno.

Namun saat sampai di buih Karang Jamuang pukul 01.00 WIB, kapal mengalami kebakaran. Karena darurat, ABK mengirimkan sinyal tanda bahaya SOS dan direspon oleh kapal PAN Marine 11 dari Pertamina. Kapal tersebut pada pukul 01.45 WIB mengevakuasi ratusan penumpang.

“Nah, pada saat bersamaan datang juga KM Kuala dari Banjarmasin menuju Surabaya. Dan tiba di Surabaya pukul 08.30 WIB,” lanjutnya.

Dari total 130 penumpang dan kru, sebanyak 127 kemudian dievakuasi. “Kapal KM Gerbang berangkat tujuan Surabaya-Banjarmasin berangkat pukul 9 malam. Jumlah penumpang dan kru sebanyak 130 orang,” tambahnya.

ABK KM Gerbang Samudra Ini Sempat Pingsan Saat Menyelamatkan Diri

Sedangkan 3 kru yakni nakhoda dan 2 kadet masih dalam pencarian. Saat ini pihak Kesyahbandaraan telah mengerahkan 5 kapal untuk mencarinya.

“Tiga orang itu nakhoda bernama Soehaldani dan dua kadet yang sedang magang yakni bernama Sikka Malal Makrifat dan Nurul Fadilah,” tandasnya.

Dari keterangan salah satu ABK, posisi terakhir dari ketiga rekannya diduga berada di dalam kamar saat kejadian.

“Kalau temen-temen (ABK yang lain) tidak ada yang terjebak. Cuma (3 yang yang hilang) posisinya mungkin di kamar waktu kejadian,” terang juru minyak Eko Wahyudianto (25).
(lll/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *