Cerita Harmonisnya Warga Papua dan Pekerja Proyek di Lokasi Penembakan

Jakarta – Hubungan antara para pekerja dan masyarakat setempat di salah satu jembatan Trans Papua yang menjadi lokasi penembakan ternyata sangat baik. Bahkan mereka selalu melakukan upacara Bakar Batu bersama warga saat sebelum memulai pekerjaan.

Corporate Secretary Istaka Karya Yudi Kristanto mengatakan, upacara Bakar Batu selalu dilakukan di setiap titik proyek pembangunan jembatan yang digarap oleh perusahaan.

“Kita kalau akan memulai pelaksanaan kita mengikuti upacara bakar batu. Itu adat dari masyarakat Papua,” ujarnya kepada detikFinance, Senin (4/12/2018).


Upacar Bakar Batu hingga saat ini memang menjadi tradisi yang sering dilakukan masyarakat Papua. Biasanya upacara itu dilakukan untuk menyambut tamu penting atau saat-saat tertentu seperti peresmian proyek.

Seperti namanya, upacara ini memang membakar batu hingga menjadi bara. Kemudian bara itu diletakan di sebuah lubang yang digunakan untuk memasak. Bahan makannya biasanya diletakkan di atas batu yang sudah dibakar dan dilapisi daun pisang. Setelah matang mereka makan bersama-sama.

“(Upacara) itu dilakukan waktu akan memulai pekerjaan per lokasi,” tambahnya.

PT Istaka Karya sendiri mengerjakan 14 jembatan dengan nilai kontrak Rp 184 miliar. 11 pekerjaan jembatan sedang dalam pelaksanaan, sisanya akan dimulai pada 2019.

Hubungan para pekerja dengan masyarakat Desa Yigi sehari-harinya juga cukup baik. Apalagi lokasi basecamp tempat pekerja tidur berada dekat dengan pemukiman.

Merka biasanya membeli makan dari masyarakat setempat. Terkadang mereka masak sendiri di basecamp.

“Hubungan sangat baik, koordinasi, izin dan sosial sangat baik dengan masyarakat,” tutup Yudi. (das/dna)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *