Cerita di Balik Destinasi Paling Berdarah Sedunia

Paris – La Main de Massiges di Prancis memiliki masa lalu yang sangat kelam. Inilah lokasi wisata perang dunia paling berdarah, tapi ada cerita yang unik.

Prancis tak hanya terkenal dengan Eiffel dan suasana romantis di pedesaannya. Sebuah masa lalu yang kelam juga pernah ditorehkan di perbatasan negeri ini.

Adalah La Main de Massiges, perbatasan Prancis https://www.detik.com/tag/prancis dan Jerman yang penuh dengan perjuangan berdarah. Lokasi ini adalah kini dibuka sebagai wisata pendakian, seperti yang diintip detikTravel dari berbagai sumber, Senin (3/12/2018).

La Main de Massiges berjarak sekitar 2 jam dari Kota Paris. Menurut catatan sejarah, La Main de Massiges digunakan sebagai lokasi Perang Dunia I https://www.detik.com/tag/perang-dunia-1.

(REUTERS/Christian Hartmann)(REUTERS/Christian Hartmann)

Di sinilah Prancis dan Jerman berperang. Lokasi perang ini masih dibiarkan sama persis dengan keadaan zaman perang. Parit persembunyian, benteng pertahanan sampai botol minum milik prajurit masih terlihat di La Main de Massiges.

Perang yang terjadi pada September 1914-September 1915 ini manjadi perang paling brutal yang pernah terjadi. Namun, ada kejadian tak biasa yang terjadi di La Main de Massiges.

Saat itu Prancis dan Jerman sedang perang hebat dan hujan turun. Parit persembunyian banjir dan semua prajurit terpaksa naik ke daratan.

Cerita di Balik Destinasi Paling Berdarah Dunia(REUTERS/Christian Hartmann)

Tidak saling serang, justru dua kubu tersebut berbincang hangat. Tapi begitu hujan selesai, para prajurit melanjutkan perang di bawah komando masing-masing negara.

Kawasan ini kini dibuka untuk umum dan gratis. Wisatawan https://www.detik.com/tag/news/wisatawan/ bisa menemukan palang kayu berbentuk salib dengan hiasan bunga popi sebagai tanda duka.

Wisatawan juga diperbolehkan untuk melihat ke dalam pos pengamatan. Yang penting, wisatawan harus hari-hati karena area ini masih memiliki banyak benda tajam peninggalan perang.

(REUTERS/Christian Hartmann)(REUTERS/Christian Hartmann)

(bnl/aff)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *