Gangguan KRL Kota-Bogor: KCI Minta Maaf, Penumpang Diimbau Cari Alternatif

Jakarta – KRL KA 1176 lintas Jakarta Kota-Bogor mengalami gangguan di Stasiun Lenteng Agung. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memohon maaf atas gangguan itu dan menyarankan penumpang mencari alternatif transportasi.

“PT KCI memohon maaf atas adanya gangguan operasional yang terjadi di KA 1176 relasi Jakarta Kota-Bogor yang terjadi di Stasiun Lenteng Agung pada pukul 19.00 WIB dan hingga saat ini masih dalam proses penanganan oleh petugas,” kata VP Komunikasi Perusahaan PT KCI Eva Chairunisa, Jumat (22/2/2019).

Eva menyebut proses pemeriksaan dan perbaikan dilakukan. Perjalanan KRL dari arah Bogor dari Jakarta Kota/Jatinegara masih mengalami antrean KRL. Untuk perjalanan KRL tujuan Jakarta Kota/Jatinegara masih berjalan normal.

Karena itu, penumpang yang tidak dapat menunggu disarankan mencari moda transportasi lain.

“Bagi pengguna jasa yang tidak dapat menunggu, disarankan menggunakan moda lain, sementara bagi yang telah melakukan transaksi tiket dan memutuskan berpindah moda, maka pengguna jasa dapat melakukan proses pengembalian tiket di loket stasiun terdekat,” sebut Eva.

Update:

KRL Kota-Bogor yang Gangguan Dievakuasi, KCI Urai KRL yang Antre

(gbr/tor)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sinopsis Sinetron SCTV Orang Ketiga Episode Jumat 22 Februari 2019: Rangga Tenangkan Afifah yang Sedih

Liputan6.com, Jakarta Episode Orang Ketiga malam ini, Rossy juga mulai bereskan barang barangnya di meja. Saat Yuni datang lagi ke kantor. Rossy yang miris dan agak nuduh Yuni yang sebenarnya sudah tahu kalau Salman mau akuisisi perusahaan. Yuni sedih dan bilang dia betul-betul nggak tau. Rossy bilang ke Yuni yang paling kecewa adalah Aris. Karena Aris sudah kerja keras buat perusahaan dan korbankan semua.

Masih di Orang Ketiga juga, dikisahkan di tengah kegalauannya, Putra kembali bertemu Desi. Dan, Desi langsung bilang ke Putra, Yuni bisa bekerjasama terus dengan Aris harusnya Putra juga bebas kerjasama dengan Desi. Tapi Putra bilang kini tidak seperti ayahnya yang bisa membalas dendam begitu saja, apalagi pada Yuni.

Rangga di rumah. siap-siap buat besok berangkat. Afifah bantu siapkan keperluan Rangga besok sambil tetap sedih. Rangga tetap tenangkan Afifah dan minta istrinya itu jangan banyak pikiran. Yang penting jaga kandungan. Sementara Riris di dapur minta Bik Nanik besok siapkan bekal buat Rangga yang mau ke Puncak.

Riris cerita Rangga mau cari tahu soal kecelakaan Rifat. Bik Nanik malah bilang itu kan kampung dia. 

Dan, selanjutnya di Orang Ketiga….

2 dari 2 halaman

Indi Kaget dan Panik

Afifah ke rumah Aji karena mikir mau tetap baik dengan ayah mertuanya itu. Biar bagaimana pun Afifah nggak mau Aji dan suamina sampai putus hubngan.  Ini kan soal ayah dan anak. Tapi Aji tetap usir Afifah dan nggak mau ketemu. Sampai Aji kumat. Indi dan Nek Wiwiek kaget.

Afifah sedih dan pergi dulu. Indi kejar Afifah dan sok menghibur. Indi tanya kok nggak sama Rangga? Dalam hati Indi mikir kan mau minta duit sama Rangga. Tapi Afifah malah cerita Rangga lagi ke Puncak buat cari tahu soal kecelakaan Rifat yang ceritanya mencurigakan. Indi jadi kaget dan panik.

Pangkas Biaya Logistik, RI Bakal Tetapkan 7 Pelabuhan Penghubung

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro di Kantornya, Jakarta.

Pertemuan ini terkait rencana memangkas biaya logistik di Indonesia. Bambang mengatakan, untuk memangkas biaya logistik di Indonesia dibutuhkan formulasi pelabuhan pengubung (hub) internasional.

Sebab, selama ini Indonesia masih tergantung pada Singapura yang menjadi pelabuhan alih muat atau trans-shipment kargo ekspor asal Indonesia.

“Kita mem-follow up untuk konsep domestik hub di Indonesia untuk maritim. Ya kita memformulasi untuk membuat domestik hub di Indonesia sehingga ketergantungan kapal-kapal di Indonesia yg harus ke Singapura sebagai tujuan akhir bisa berkurang,” kata dia usai rapat di Kemenko Maritim, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Bambang menyebut terdapat tujuh pelabuhan penghubung yang akan ditetapkan sebagai hub internasional.

Di antaranya adalah Belawan/Kuala Tanjung Sumatera Utara, Tanjung Priok Jakarta, Kijing Kalimantan Barat, Tanjung Perak Jawa Timur, Makassar Sulawesi Selatan, Bitung Sulawesi Utara, dan Sorong Papua Barat.

“Daripada menggunakan Singapura lebih baik pakai di dalam negeri,” imbuhnya.

Sementara itu, Luhut menambahkan, dengan ditetapkannya tujuh pelabuhan penghubung maka secara biaya logistik dapat ditekan.

“Pada dasarnya kita mau cari efisensi dari mana paling efiseien pada cost karena ngapain pergi ke tmpat lain kalau di Indonesia ada,” kata dia.

Nantinya, lanjut Luhut, dalam penetapan ini akan melibatkan Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Namun demikian, pemerintah juga memberi ruang kepada pihak swasta dalam pengerjaan hal ini Artinya, tidak semua dikerjakan oleh BUMN sendiri.

“(Peran swasta?) Ya nanti kita lihat, jangan semua BUMN  itu sudah pasti (ada keterlibatan swasta),” pungkasnya.


Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Sederhanakan Aturan Ekspor Kendaraan, Biaya Logistik Hemat Rp 314 Miliar

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyederhanakan aturan ekspor kendaraan bermotor dalam keadaan jadi atau completely built up (CBU).

Penyederhanaan aturan ini diharapkan dapat menghemat biaya yang harus dikeluarkan eksportir. 

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dengan aturan ini ekspor kendaraan dapat menghemat biaya logistik mulai produksi hingga distribusi sebesar Rp 314,4 miliar per tahun. Dengan penghematan tersebut, dia berharap jumlah penarikan pajak turut meningkat.

“Sehingga total penghematan biaya yang diperoleh lima eksportir terbesar kendaraan CBU mencapai Rp 314,4 miliar per tahun. Berarti keuntungan naik, pajak bisa bertambah,” ujar Sri Mulyani di Kantor PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), Jakarta, Selasa 12 Februari 2019.

Dia menjelaskan, menurut studi yang telah dilakukan Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas, mekanisme ekspor baru ini menekan biaya logistik terkait storage dan handling menjadi hemat sebesar Rp 600.000 per unit.

Selain itu juga menghemat biaya trucking atau pengangkutan dengan truk sebesar Rp 150.000 per unit.

“Bisa menurunkan kebutuhan truk untuk transportasi sebesar 19 persen per tahun, dari 26 unit menjadi 21 unit. Serta menurunkan biaya logistik hingga 10 persen, yang terdiri atas man hour, trucking cost, serta direct dan indirect materials,” ujar dia.

Di sisi lain, dengan pengurangan penggunaan truk untuk pengangkutan kendaraan maka turut berdampak pada kemacetan yang semakin terurai, khususnya di Tanjung Priuk. Selain itu, kerusakan jalan juga akan semakin berkurang.  

“Jadi ini juga akan berikan implikasi yang positif,” kata dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jelang Akhir Pekan, Harga Cabai dan Bawang Putih Naik

Liputan6.com, Jakarta Pada akhir pekan di minggu ketiga Februari ini, harga bahan pokok bergerak bervariasi di Pasar Pulo Gadung, Jakarta. Kenaikan harga terjadi pada cabai yang lebih mahal hingga Rp 5.000 per kg.

Suhadi (36), pedagang bahan pokok di Pasar Pulo Gadung, mengatakan kenaikan harga berlaku untuk semua jenis cabai. Cabai rawit merah naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 35 ribu per kg, cabai keriting naik dari Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu per kg dan cabai rawit hijau naik dari Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per kg.

Kenaikan juga berlaku pada komoditas bawang putih. Minggu lalu, bawang putih cutting dihargai Rp 35 ribu per kg, sekarang naik menjadi Rp 40 ribu per kg.

Suhadi menyatakan, kenaikan harga ini disebabkan semakin berkurangnya petani cabai. “Kalau untuk cabai, katanya orang sana sih karena petaninya pada cari pekerjaan lain, gitu. Makanya jadi mahal,” jelas dia di Pasar Pulo Gadung, Jumat (22/2/209).

Ayam potong pun mengalami kenaikan harga, yang tadinya sempat turun jadi Rp 38 ribu, kini naik menjadi Rp 46 ribu per kg. Sementara daging sapi masih stabil di angka Rp 135 ribu per kg.

2 dari 2 halaman

Pantauan di Awal Pekan

Memasuki pertengahan Februari 2019, sejumlah harga bahan pokok di pasar mengalami pergerakan yang cukup variatif. Ada yang mengalami kenaikan, turun dan ada juga yang tetap.

Hasil pantauan Liputan6.com di Pasar Mampang, Jakarta Selatan, untuk komoditas yang mengalami kenaikan harga setidaknya ada lima jenis. Kenaikan paling tinggi untuk jenis cabai rawit merah.

“Rawit merah ini sekarang Rp 40 ribu per kilonya, kalau dibandingkan beberapa hari lali sudah naik Rp 10 ribu,” kata Winarti (38), salah satu pedagang saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (18/2/2019).

Kenaikan juga terjadi untuk jenis cabai merah besar yang kini dijual dengan harga Rp 36 ribu per kg, atau naik Rp 4.000 per kg. Dan cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan Rp 4.000 per kg menjadi Rp 24 ribu per kg.

Tidak hanya itu, bahan pangan yang mengalami kenaikan adalah bawang putih yang kini dijual dengan harga Rp 28 ribu per kg. Padahal sebelumnya dijual dengan harga Rp 24 ribu per kg. Sedangkan kenaikan juga terjadi untuk jenis tomat yang hanya naik Rp 1.000 per kg menjadi Rp 15 ribu per kg.

Beda Gaya Lelaki dan Perempuan Saat Belanja Online

Liputan6.com, Jakarta – Siapa bilang belanja, termasuk belanja onlinehanya milik perempuan? Lelaki juga punya porsi dan hak yang setara untuk memenuhi kebutuhan mereka. Karenanya, jangan heran kalau pasar sekarang juga menawarkan beragam kemudahan bagi kaum Adam.

Sebagaimana dituturkan Country Brand Manager Shopee Indonesia Rezki Yanuar, lelaki punya kebiasaan berbelanja yang berbeda dengan perempuan, baik secara pencarian maupun nominal belanja itu sendiri.

“Kalau perempuan itu cenderung cari barang di banyak kategori. Tapi, kalau lelaki sudah cari barang tertentu. Tahu apa yang mau dibeli, itu yang dicari,” tuturnya di acara Nongkrong Bareng Shopee Lewat Bro Code di Three Buns, Senopati, Jakarta Selatan, Rabu, 20 Februari 2019.

Di samping itu, Rezki mengatakan, lelaki memang tak sering seperti perempuan soal belanja. Tapi, sekali melakukan transaksi, mereka biasanya tak segan membayar di nominal yang jauh jauh jauh lebih besar.

Sejalan dengan tren bahwa lelaki cenderung mencari produk sesuai minat mereka, Hobi dan Koleksi sendiri muncul sebagai satu dari tiga koleksi teratas di Shopee. Data menunjukkan, pengguna lelaki di Shopee cenderung berbelanja di siang hari.

Beberapa barang yang memiliki tingkat penjualan tinggi di antara pengguna lelaki adalah video game, peralatan kamera dan musik, juga suku cadang sepeda motor. Rezki menyebut, presentase pengguna lelaki di Shopee sekarang terus meningkat dan telah mencapai angka 45 persen.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Sandi: Sulit Cari Buah Lokal, Tapi Buah Impor Banyak

Banyuwangi – Cawapres nomor 02 Sandiaga S Uno mengunjungi Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam kunjungannya pria yang beken disapa Sandi ini bicara sulitnya buah lokal bersaing dengan impor.

Pasangan dari Capres Prabowo Subianto ini juga prihatin dengan harga buah naga yang anjlok.

“Kami sangat kesulitan mencari buah lokal, tapi buah impor banyak sekali. Menurut saya ini ada yang salah dalam kebijakan penanganan buah impor,” ujar Sandiaga yang diamini oleh para petani Buah naga dan jeruk di Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Kamis (21/2/2019).


Menurut Sandi buah lokal kaya dengan vitamin dan bagus untuk kesehatan. Selain lebih fresh, harga buah lokal lebih murah dan bisa meningkatkan taraf hidup petani lokal. Sandi mencontohkan buah Naga.

“Buah naga sangat bagus untuk tubuh kita. Banyak vitamin dan jika kita konsumsi buah lokal pasti bisa membantu para petani. Jika Insyaallah terpilih, sektor pertanian akan kita prioritaskan. Jangan sampai harga anjlok petani merugi” kata Sandi.

Sandiaga juga sempat mendengarkan aspirasi para petani yang kesulitan dengan mahalnya harga pupuk, harga panen yang anjlok dan kurangnya diversifikasi hasil panen pertanian khususnya buah naga dan jeruk.

“Kami sangat terpukul dengan anjloknya harga buah naga. Saya pernah menjual buah naga yang terlalu matang Rp 500 kilogram. Hasilnya saya belikan sarung untuk ibadah. Sarungnya saya bawa ini. Dengan kerendahan hati sarung ini saya berikan ke Pak Sandiaga saja,” ujar Sulistio, salah satu petani buah naga di Banyuwangi.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga sempat memanen buah naga di salah satu kebun warga. Sandiaga terjun langsung ke kebun membaur dengan masyarakat.

“Pasti kami akan pedulikan nasib para petani ini. Jangan sampai ada harga yang membuat petani rugi. Jika kita terpilih, akan ada pabrik besar yang akan menampung panen petani dan masyarakat juga nanti bisa membuat usaha yang baik. Kita akan kawal mulai dari kebun, kemasan, hingga panen. Seperti Oke Oce yang sudah berhasil kita terapkan di Jakarta,” kata Sandi. (hns/hns)

Arema FC: Tuduhan Pengaturan Skor Menyakitkan

Liputan6.com, Jakarta – Arema FC merasa prihatin dengan kondisi sepak bola nasional yang kini sedang diterpa kasus pengaturan skor. Mencuatnya kasus pengaturan skor kini juga mulai mengarah ke kubu Singo Edan.

Media Officer Arema FC, Sudarmadji menilai seharusnya mencuatnya kasus pengaturan skor membuat seluruh stakeholder sepak bola nasional bersatu. Ini menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola sepak bola Indonesia dan tidak membiarkan dugaan pengaturan skor jadi bola liar.

“Situasi sekarang memungkinkan siapapun melakukan dugaan dugaan di laga masa lalu. Problem sepakbola Indonesia adalah sportivitas,” ujarnya seperti keterangan tertulis yang diterima media.

“Kami ingin para pengelola klub diajak berdiskusi bagaimana susah payah kami menghidupi klub. Karena itu,  tuduhan-tuduhan (skandal pengaturan skor) itu menyakitkan, seperti menampik perjuangan dan jerih payah Arema secara keseluruhan,” katanya, menambahkan.

Skandal pengaturan skor membuat kondisi sepakbola kini menjadi tidak menentu. Beragam dinamika di level elite PSSI membuat Arema meminta para stakeholder sepakbola Indonesia bersatu. 

“Kami semua sepakat, Arema FC itu  kebanggaan. Yang berjuang bersama serta menjaga eksistensi bukan juga manajemen, tetapi juga suporter,” kata Media Officer Arema, Sudarmadji kepada wartawan, Kamis,(21/2/2019).

2 dari 2 halaman

Tukar Pikiran

Saat ini dia mengatakan, banyak diskusi yang bertema pengaturan skor.Acara seperti ini diharapkan menjadi sarana untuk saling bertukar pikiran bukan menjadi arena untuk mencari-cari kesalahan serta saling menjatuhkan

Manajemen Singo Edan sendiri mengaku cemas dengan kondisi sekarang di mana banyak pihak saling tuding telah melakukan pengaturan skor. Tuduhan ini justru semakin mengikis sportivitas dan semakin menimbulkan kecurigaan.

“PR buat bersama. Kami optimis tuduhan untuk kami datang dari suara ketidakpuasan terhadap hasil pertandingan. Semoga semua berpikiran dewasa,” ucapnya.

Dia meminta kepada seluruh pihak agar menjadikan sepakbola sebagai alat pemersatu bangsa, bukan untuk memecah belah. “Seperti tujuan pertama PSSI, untuk menyatukan bangsa dengan sepakbola,” katanya.

Risa Saraswati Ditantang Rey Utami dan Pablo Benua

Liputan6.com, Jakarta – Dikenal sebagai figur publik berkemampuan supranatural, Risa Saraswati sempat menulis beberapa buku. Selain itu, Risa juga merupakan seorang vlogger yang kontennya diunggahnya melalui channel Jurnalrisa. Channel tersebut memiliki konten bertema horor.

Hebatnya, konten-konten Jurnalrisa selalu masuk jajaran trending. Di saat banyak pujian yang masuk, rupanya ada pula yang berkomentar negatif mengenai video-video Risa Saraswati. Salah satunya datang dari Rey Utami serta suaminya, Pablo Benua.

Pablo yang mengaku punya kemampuan supranatural, mengatakan bahwa video-video Jurnalrisa tak memiliki hantu seperti yang disebutkan. Dengan kata lain, Pablo dan Rey Utami menuding Risa Saraswati telah membohongi publik.

“Semuanya sudah saya tonton. Dari awal saya sudah menyadari kalau ini tidak benar. Saya ini orang yang realistis ya, saya orangnya logis dan tidak segampang itu percaya sama hal-hal seperti itu. Akhirnya saya melakukan pencarian. Pencarian apa? Mencari tahu bagaimana sih cara kerja supranatural itu. Saya cari paranormal, saya wawancarai, saya cari kyai, saya cari tahu semua. Akhirnya dapatlah kesimpulan kalau itu bohong,” ujar Pablo saat ditemui di bilangan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/2019).

2 dari 3 halaman

Mengkritik Jurnalrisa

Rey dan Pablo pun akhirnya jadi sorotan publik karena keberaniannya mengkritik konten Jurnalrisa. Tak sedikit yang menyebut pasangan ini sekadar mencari sensasi untuk panjat sosial. Rey pun tak menampiknya.

“Betul kita hamba-hamba adsense yang memang lagi pansos,” jawab Rey santai.

“Kalau dibilang pansos ya memang kita pansos. Intinya kalau memang Jurnalrisa itu benar, kita tantang saja. Katanya mereka kan ada teman kecil tuh Peter, Asih, dan lain, itu kirim saja ke rumah. Nanti kita kasih teh,” sambung Pablo menantang Risa.

3 dari 3 halaman

Menjangkau Banyak Orang

Saat ini banyak sekali konten-konten berbau horor yang bertebaran di Youtube. Lalu kenapa Pablo dan Rey memilih untuk menyoroti channel Jurnalrisa? Mereka pun menjelaskan alasannya.

“Begini, kalau Jurnalrisa yang kita tahu trending, untuk menjangkau orang itu lebih mudah. Dan tujuan saya meluruskan, bukan yang lain-lain lho. Saya meluruskan supaya orang itu tidak lari dari agama. Jadi di dalam Islam itu mengajarkan bahwa kita meskipun cuma satu atau dua ayat, kita harus sampaikan untuk berdakwah sama orang. Nah ini yang kita sampaikan, begitu. Apalagi dengan kita mengatai Jurnalrisa karena dia trending, kita menjangkau banyak orang. Secara tidak langsung kita sudah berdakwah untuk banyak orang,” pungkas Pablo.

Penulis: Guntur Merdekawan/Kapanlagi.com

Atta Halilintar Mencari Jodoh

Liputan6.com, Jakarta – Selain kisah suksesnya sebagai seorang YouTuber, cerita cinta Atta Halilintar cukup membuat publik penasaran. Setelah putus dari Nabilla Aprillya, kisah cinta Atta seolah jadi misteri.

Rupanya, saat ini Atta Halilintar sedang berupaya mencari pendamping hidup. Kedua orangtua Atta, Halilintar Anofial dan Lenggogeni Faruk ikut andil mencarikan jodoh untuk anaknya.

“Kemarin kan saya bawa ke Uzbekistan sekalian cari istri. Setiap hari saya tawarin sama ini mau enggak,” imbuh ibunda Atta Halilintar, di kantor Google Indonesia, di SCBD, Jakarta Selatan (20/2/2019).

Namun begitu, orangtua Atta Halilintar tak mengizinkan anak sulungnya itu berpacaran. Mereka ingin Atta menjalani proses taaruf sesuai dengan tuntunan agama Islam.

2 dari 3 halaman

Tak Boleh Pacaran

“Sekarang kalau ada usulan, dia bilang, ‘Boleh juga ya Mi’ ya sudah nanti taaruf. Kalau umi sama abi maunya anak-anak pacaran setelah nikah,” papar wanita dengan 11 orang anak tersebut.

3 dari 3 halaman

Kriteria

Ayahanda Atta Halilintar berharap agar anaknya dipertemukan dengan wanita salihah yang bisa mengimbangi dan menerima Atta, dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

“Kalau Atta maunya ada cantik, dari segi paras, kata-kata. Yang kedua salihah, ketiga keturunannya bagus kan. Kalau boleh orangnya juga ada kemampuan jadi bisa mengiringi Atta. Jadi bukan hanya Atta yang mencetak karya-karya, tapi dia juga,” ucap sang ayah.

Janji Polisi Usut Vandalisme di Monumen Serangan Umum 1 Maret Yogya

Yogyakarta – Aparat kepolisian berkomitmen mengusut aksi vandalisme yang menyasar relief di Monumen Serangan Umum (SU) 1 Maret 1949 di Kompleks Museum Benteng Vredeburg Yogya. Komitmen itu disampaikan Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri.

Kepada wartawan, Dofiri mengatakan dirinya telah memerintahkan Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini, untuk mengusut kasus vandalisme di monumen yang berada di Titik Nol KM Yogya ini. Sebab, aksi tersebut dianggap meresahkan.

“Pelakunya saya bilang ke Kapolresta (Yogyakarta) untuk diusut,” ujar Dofiri di Hotel Royal Darmo Kota Yogyakarta, Rabu (20/2/2019).

Agar kasus serupa tak terulang, lanjut Dofiri, pihaknya Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bersedia memasang CCTV di lokasi-lokasi strategis. Menurutnya, jika ada CCTV maka pengawasan aparat seperti di Monumen SU 1 Maret akan lebih maksimal.
“Jadi kita juga kalau misalnya ada CCTV, masang (CCTV) seperti itu memudahkan kita. Paling tidak (peristiwa) terekam. Ini salah satu bentuk pengawasan, karena orang banyak,” lanjutnya.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini menambahkan, setelah ini pihaknya akan berupaya untuk menangkap pelaku. “Kita akan coba cari pelakunya. Tapi kita juga imbau lah, ada masyarakat supaya ikut mengawasi dan menemukan orangnya,” ujarnya.

Armaini menduga aksi vandalisme yang menyasar Relief Monumen SU 1 Maret 1949 merupakan bentuk kenakalan remaja. Meski demikian, lanjutnya, aksi vandalisme yang merusak fasilitas publik apapun alasannya tak bisa dibenarkan.

“Intinya (aksi vandalisme) sebenernya itu pelanggaran, itu meresahkan masyarakat, enggak boleh itu. Ya kita akan coba lah patroli cari pelakunya siapa, kita tertibkan. Itu bisa masuk pasal pengrusakan,” tandasnya.

Sementara Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menyayangkan adanya aksi vandalisme di Relief Monumen SU 1 Maret 1949. Padahal monumen yang berada di timur laut Titik Nol KM Yogyakarta ini sarat dengan nilai sejarah.

“Sangat disayangkan, kita masih melihat beberapa perusakan fasilitas-fasilitas publik yang ada di Kota Yogyakarta,” ujar.

Pascainsiden ini, Pemkot Yogyakarta akan mencoba berkoordinasi dengan pengelola Museum Benteng Vredeburg. Sebab, Pemkot tak memiliki kewenangan karena pengelolaan Monumen SU 1 Maret di bawah naungan Kemendikbud.

“Kebetulan ini (monumen) serangan umumnya berada di wilayah Benteng Vredeburg ya. Benteng Vredeburg ini sebenarnya berada di bawah kepengelolaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud),” ujar politikus PAN Yogyakarta ini.

“Sepertinya perlu ada koordinasi lebih lanjut. Karena lebih baik ada sesuatu koordinasi (antara Pemkot dengan pengelola museum) sehingga semuanya bisa terselesaikan dengan baik. Karena di monumen ini semua orang bisa masuk,” pungkas dia
(ush/sip)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>