Aneh Jika MU Tak Permanenkan Solskjaer

Liputan6.com, Manchester – Striker Manchester United (MU), Marcus Rashford, menilai Ole Gunnar Solskjaer telah bekerja dengan sangat baik. Ia pun mendukung pria asal Norwegia itu jadi manajer permanen Setan Merah.

Solskjaer menggantikan Jose Mourinho sebagai caretaker pada Desember lalu. Di bawah asuhannya, MU meraih 11 kemenangan, sekali seri, dan sekali kalah dalam 13 laga.

Banyak yang menilai Solskjaer layak dipertahankan MU. Kinerja pria 45tahun itu dinilai memuaskan. Hal ini pun mendapat dukungan dari Rashford.

“Bagiku, bimbingan Solskjaer sudah sangat membantuku,” kata Rashford kepada Sky Sports.

“Tapi dia telah bekerja dengan semua pemain yang dia miliki. Anda dapat melihat bahkan para bek semakin membaik, lini tengah membaik, dan tim secara keseluruhan membaik. Tetapi kami memahami kami masih bisa mengambil langkah lebih maju.”


2 dari 3 halaman

Perubahan Besar

 (Dok MU)

Menurut Rashford, Solskjaer memiliki apa yang dibutuhkan untuk jadi manajer hebat.

“Solskjaer memiliki pengetahuan, pemahaman, dan itu hal yang Anda dapatkan dari orang-orang seperti ini. Kedatangannya merupakan perubahan besar. Selama kami terus membaik, aku tidak melihat alasan kenapa dia tidak bisa jadi manajer permanen,” Rashford menambahkan.

3 dari 3 halaman

Posisi 4

MU sendiri kini berada di posisi empat klasemen. Setan Merah tertinggal sembilan angka dari Tottenham Hotspur di posisi tiga.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Solskjaer Tak Percaya Lagi dengan Alexis Sanchez

Liputan6.com, Manchester – Caretaker Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer sudah tak lagi mempercayai Alexis Sanchez untuk tampil sebagai starter Setan Merah.

Dalam satu tahun terakhir, Alexis Sanchez memang mendapatkan banyak kritikan. Sang winger gagal untuk mencetak banyak gol bagi Manchester United setelah ia dikenal sebagai salah satu pemain tertajam yang dimiliki Arsenal.

Solskjaer sendiri sudah mengidentifikasikan mengapa Alexis Sanchez masih kesulitan untuk bermain di kemampuan terbaiknya sejauh ini. Di mata Solskjaer, sang winger disebit kurang percaya diri.

Sanchez sejatinya bisa menjadi pemain yang diandalkan oleh Solskjaer dalam laga melawan Liverpool, Minggu (24/2) besok. Hal ini menyusul cedera yang dialami Anthony Martial dan Jesse Lingard baru-baru ini.

Martial mengalami cedera pangkal paha dalam laga melawan PSG yang berakhir dengan kekalahan 0-2 pekan lalu. Sementara Lingard mengeluhkan masalah pada hamstring di laga yang sama.

Martial dan Lingard pun awalnya divonis bisa absen hingga awal Maret mendatang. Namun hal ini tampaknya belum bisa membuat Solskjaer akan memainkan Sanchez sejak menit pertama.

2 dari 2 halaman

Lebih Pilih Martial atau Lingard

Dilansir The Sun, Solskjaer kini tengah mendesak United untuk mengupayakan percepatan pemulihan cedera Martial dan Lingard agar bisa diturunkan melawan Liverpool.

Solskjaer berharap salah satu dari mereka bisa tampil pada akhir pekan ini. Harapan pria asal Norwegia itu didasari pada hilangnya kepercayaan dirinya terhadap Sanchez.

Solskjaer kabarnya sudah tak memiliki rencana untuk Sanchez di musim depan seandainya ia ditunjuk menjadi manajer tetap. Solskjaer pun akan memilih untuk menjual sang pemain pada musim panas nanti.

Sumber: bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kemenpora Dukung Upaya Hukum Ketum PBSI Sumut Terpilih

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan dukungan atas upaya hukum yang dilakukan Datuk Selamat Ferry, Ketua Umum Terpilih PBSI Sumut masa bakti 2018-2022. Upaya hukum masih dilakukan karena ada dualisme pengurus meski Ferry menang di Musprovlub 2018 di Medan.

Ketum PBSI Sumut terpilih sudah melakukan upaya hukum atas dualisme kepengurusan yang terjadi lewat arbitrase olahraga dalam hal ini BAORI sebagaimana diatur dalam ketentuan pasal 88 ayat (2) Undang Undang no 3Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN) maupun lembaga hukum terkait lainnya.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam surat balasan Kemenpora tertanggal 18 Februari kepada Deputi Bidang Hukum Kelembagaan dan Kemasyarakatan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Republik Indonesia. Karena sebelumnya Kemensetneg melalui surat nomor B49993/Kemensetneg/D-2/DM.06/11/2018 tanggal 27 November 2018 meminta klarifikasi kepada Kemenpora perihal pengaduan yang dibuat Juliandi SH (kuasa hukum H Datuk Selamat Ferry) kepada Presiden.

“Apabila penyelesaian perselisihan melalui mekanisme arbitrase tidak tercapai, alternatif penyelesaian sengketa telah memberikan ruang bagi pihak yang merasa dirugikan untuk menempuh pengadilan. Kalau tidak berhasil juga, pihak yang merasa dirugikan bisa mengadu kepada Gubenur Sumut agar diambil tindakan terhadap pelanggar administrasi,” tulis Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Chandra Bhakti dalam surat balasannya seperti rilis yang diterima Liputan6.com.

Datuk Selamat Ferry menyambut gembira perhatian yang diberikan Presiden melalui Kemensekneg dan Kemenpora. Dia menegaskan pihaknya bukan mencari menang kalah. Upaya-upaya yang dilakukannya semata-mata untuk menegakkan kebenaran.

“Maksud kedatangan saya ke Kantor Kemenpora hari ini untuk menerima tembusan surat dari Deputi IV Kemenpora tentang pengaduan kami ke Presiden Republik Indonesia melalui Sekneg. Sebagai tindaklanjut Kemenpora telah membuat surat klarifikasi yang menyatakan bahwa PBSI Sumut khususnya saya sebagai Ketua Umum Terpilih hasil Musprovlub di Medan, telah melakukan upaya hukum yang benar yang mengedepankan mekanisme yuridis,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

“Sekarang kami menunggu proses selanjutnya dari Sekneg. Apapun keputusannya saya sebagai insan olahraga tetap menjunjung tinggi sportivitas.”


.

2 dari 3 halaman

Gubernur Sumatera Utara

Datuk Selamat Ferry lebih lanjut menjelaskan surat balasan dari Sekneg nantinya akan diberikan kepada Gubernur Sumatera Utara untuk melihat adanya poin-poin pelanggaran dalam pelaksanaan Musprovlub PBSI Sumut 2018.

“Setelah ada petunjuk balasan dari Sekneg maka itu yang akan kita sampaikan ke Gubernur Sumatera Utara tentang adanya poin-poin pelanggaran pada dalam acara Musprovlub kemarin. Apapun hasilnya kita tetap menjunjung tinggi sportivitas dan tidak melanggar anggaran rumah tangga PBSI,” ujarnya.

Datuk meyakini perjuangannya bersama sejumlah Pengkab dan Pengkot PBSI Sumut untuk mengakhiri perselisihan akan berbuah manis. Karena selain mendapat perhatian dari Presiden melalui Kemensekneg dan Kemenpora, tuntutannya agar digelar Musprovlub Ulang PBSI Sumut juga telah disetujui oleh BAORI.

Bahkan sidang permohonan eksekusi terhadap putusan BAORI tersebut yang diajukan Juliandi SH ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah memasuki tahap penentuan yaitu keputusan eksekusi.

“Proses persidangan permohonan eksekusi terhadap keputusan BAORI di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sudah masuk ke ranah pemanggilan. Kemungkinan pekan depan sudah keluar putusan eksekusinya,” ujar Ferry.

3 dari 3 halaman

Pokok Masalah

Seperti diketahui, kisruh yang membelit PBSI Sumut berawal sejak digelarnya Musprovlub di Medan pada 2-3 Februari 2018 lalu. Datuk Selamat Ferry yang terpilih menjadi Ketua Umum Pengprov PBSI Sumut mengalahkan pesaingnya, Suripno Ngadimin yang memutuskan walk-out bersama sejumlah pendukungnya.

Datuk Selamat Ferry dipilih oleh 16 voters (16 Pengurus Kabupaten/Kota) dari 26 Kabupaten/Kota yang memiliki suara.

Pelaksanaan Musyawarah tersebut dilakukan oleh Caretaker dari PP PBSI. Dan semua administrasi serta pemberkasan sudah disiapkan oleh Caretaker dari PP PBSI. Tetapi PP PBSI menganulir Datuk Selamat Ferry dan menetapkan serta menerbitkan SK terhadap orang yang tidak dipilih dalam Musprovlub PBSI tersebut yaitu Suripno Ngadimin sebagai Ketua Umum PBSI Sumut masa bakti 2018-2022

Selain Joko Driyono, 2 Ketua Umum PSSI Ini Sempat Bermasalah dengan Hukum

Jakarta Sejak mendeklarasikan diri sebagai organisasi sepak bola tertinggi Tanah Air pada 19 April 1930, tercatat 17 figur bercokol sebagai Ketua Umum PSSI. Mulai dari Soeratin Sosrosoegondo hingga yang terkini Joko Driyono yang berstatus caretaker menggantikan Edy Rahmayadi yang mengundurkan diri pada saat kongres tahunan awal 2019 ini.

Sejak pertama kali berdiri PSSI sering mencuatkan banyak kontroversial. Mulai dari keberanian PSSI melakukan perlawanan ke penjajah Belanda dan Jepang, kasus-kasus yang melibatkan Timnas di pentas internasional, hingga kisruh internal organisasi yang tak berkesudahan sejak 2011 silam.

Sebagai organisasi yang memayungi sepak bola, olahraga paling populer di Indonesia, merupakan sesuatu hal yang wajar jika PSSI seringkali mendapat sorotan dari banyak pihak. Di sepanjang sejarahnya mencuat sejumlah figur kontroversial yang duduk di singgasana kepemimpinan PSSI.

Joko Driyono yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengaturan skor oleh Satgas Antimafia Bola bentukan Mabes Polri bukan orang pertama yang tersandung kasus hukum.

Sebelumnya ada dua orang lainnya Ketua Umum PSSI yang juga harus berurusan dengan pihak berwajib. Mereka bahkan sempat merasakan derita ada di balik jeruji besi.

2 dari 3 halaman

La Nyalla Mattalitti

Selama lima tahun terakhir, nama La Nyalla Mahmud Mattalitti begitu nyaring terdengar di telinga pecinta sepak bola Indonesia. Ia jadi figur sentral kasus dualisme federasi serta kompetisi dan kini pembekuan PSSI. Daftar sikap kontroversialnya banyak semenjak aktif sebagai pengurus teras di PSSI pada tahun 2011 silam.

Figur pria asal Makassar ini sebetulnya bukan orang baru di dunia sepak bola. Tercatat, ia adalah salah satu pendiri Yayasan Suporter Surabaya (YSS) yang saat ini lebih dikenal dengan Bonek YSS. Bersama enam tokoh suporter lainnya, La Nyalla membidani lahirnya kelompok suporter militan asal Surabaya ini pada 3 November 1994 lalu.

Setelah kelahiran YSS, nama La Nyalla seperti hilang ditelan bumi. Ini tak lepas dari kesibukannya mengurusi bisnis kontraktor yang ia geluti. Karena itu, ia memilih berada di belakang layar dan mempercayakan jalannya yayasan ke mendiang Wastomi Suheri.

Setelah tujuh tahun sejak berdirinya YSS, pada 2011 La Nyalla justru muncul lagi di dunia olahraga sebagai wakil ketua KONI Jatim era kepemimpinan Saifullah Yusuf. Dari sinilah cikal bakal La Nyalla menggeluti organisasi sepak bola.

Ada pun konflik Persebaya dengan PSSI era Nurdin Halid yang membuat La Nyalla terpanggil. Ia bersama pelaku sepak bola di Jawa Timur serta mayoritas klub di provinsi paling timur pulau Jawa itulah yang mendorong La Nyalla melakukan perlawanan terhadap PSSI kala itu. Ia mendirikan PSSI tandingan dengan basis di Surabaya.

Tampaknya, perlawanan yang dilakukan La Nyalla ini mengundang simpati klub-klub di Jawa Timur. Tak heran, di awal 2011 La Nyalla didorong maju dalam pencalonan Ketua Pengurus Provinsi (sekarang Asosiasi Provinsi) PSSI Jatim. Ia pun terpilih sebagai Ketua Pengprov PSSI Jatim.


Ketua Umum PSSI 2011-2015, Djohar Arifin Husin (kiri) berbincang dengan La Nyalla Mattalitti saat Kongres Luar Biasa PSSI 2015 di Surabaya, (18/4/2015). Kongres menetapkan La Nyalla sebagai Ketua Umum PSSI 2015-2019. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)


Perlawanan yang ia lakukan semakin getol. Bersama mayoritas voters, La Nyalla pun terus berupaya melengserkan kepengurusan PSSI era Nurdin Halid. Arus besar yang menghendaki pergantian Ketua Umum PSSI inilah yang kemudian membuat FIFA turun tangan dan membentuk Komite Normalisasi yang bertugas menggelar Kongres PSSI.

Melalui Kongres PSSI pada 9 Juli 2011 La Nyalla terpilih sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Namun, tak lama setelah ia menjabat sebagai anggota Exco PSSI bidang hukum, La Nyalla bersama ketiga anggota Exco lainnya, Toni Aprilani, Roberto Rouw, dan Erwin Budiawan didepak oleh Komite Etik PSSI karena dianggap melanggar kode etik.

La Nyalla pun melawan, ia bersama Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) menggelar KLB di Hotel Mercure Ancol pada 18 Maret 2012. Di forum itu, La Nyalla terpilih sebagai ketua KPSI-PSSI untuk menandingi PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin.

Pada 2013, melalui perjanjian antara KPSI dan PSSI yang dimediasi oleh AFC, pria yang menjabat sebagai ketua ormas Pemuda Pancasila Jatim kembali masuk ke PSSI. Melalui Kongres Luar Biasa PSSI pada 17 Maret 2013, La Nyalla pun terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.

Setelah masa kepengurusan Djohar selesai, La Nyalla maju sebagai calon Ketua Umum PSSI. Ia pun terpilih sebagai ketua umum PSSI lewat Kongres PSSI pada 17 Maret 2015 di Hotel JW Marriot, Surabaya.

Namun, hanya saat setelah ia terpilih, Menpora Imam Nahrawi menjatuhkan sanksi administratif terhadap kepengurusan PSSI pimpinan La Nyalla. Kegaduhan pun terjadi, roda organisasi yang ia pimpin lumpuh akibat hukuman tersebut.

Selain oleh Kemenpora, status PSSI juga dibekukan sejak bulan Mei 2015 oleh FIFA. Otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut menjatuhkan sanksi ke PSSI karena intervensi pemerintah (Kemenpora). Hal yang dinilai tabu oleh FIFA.

Selama setahun ia terpilih sebagai nakhoda PSSI, kepemimpinan La Nyalla tak berhenti digoyang prahara. Ditekan Kemenpora ia sama sekali tak takut. Hingga saat ini klub-klub anggota belum ada yang berani menggoyang kepengurusannya. 

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kaamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim. Suara-suara yang menginginkan digelarnya Kongres Luar Biasa PSSI untuk mencari pemimpin baru mulai bermunculan.

Gara-gara huru hara antara pemerintah dengan La Nyalla, FIFA sempat menjatuhkan vonis pembekuan keanggotaan selama setahun lebih. Otoritas tertinggi sepak bola dunia menilai pemerintah Indonesia terlalu ikut campur dalam urusan sepak bola.

La Nyalla Mattalitti, tetap keras hati menolak mundur sekalipun jadi tersangka.  Ia minta publik menghormati proses pengadilan hingga memiliki kekuatan hukum tetap. Ia secara kontroversial menuding Menpora, Imam Nahrawi, menjadi dalang penetapan status tersangka di kasus uang hibah Kadin Jatim.

La Nyalla akhirnya terpingirkan dari PSSI karena terkena penahanan oleh kepolisian. PSSI kemudian menggelar Kongres Luar Biasa dengan memunculkan Edy Rahmayadi sebagai nahkhoda baru.

Dalam persidangan pada 17 Desember 2016, La Nyalla diputus bebas. Walau divonis tak bersalah, kursi kekuasaannya di PSSI hilang.

3 dari 3 halaman

Nurdin Halid

Menggantikan Agum Gumelar, Nurdin Halid terpilih sebagai Ketua Umum PSSI pada Rapat Anggota PSSI di Hotel Indonesia tahun 2003. Ia dikenal sebagai sosok kontroversial karena beberapa kali memimpin organisasi dari balik terali besi penjara.

Pada 16 Juli 2004, pria asal Makassar tersebut ditahan sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan gula impor ilegal. Ia kemudian juga ditahan atas dugaan korupsi dalam  distribusi minyak goreng.

Pada tanggal 16 Juni 2005, dia dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan dibebaskan. Hanya saja putusan itu kemudian dibatalkan Mahkamah Agung pada 13 September 2007. MA memvonis Nurdin dua tahun penjara.

Selanjutnya ia kemudian dituntut dalam kasus yang gula impor pada September 2005, namun dakwaan terhadapnya ditolak majelis hakim pada 15 Desember 2005 karena berita acara pemeriksaan (BAP) perkaranya cacat hukum.

Selain kasus ini, ia juga terlibat kasus pelanggaran kepabeanan impor beras dari Vietnam dan divonis penjara dua tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Agustus 2005. Tanggal 17 Agustus 2006 ia dibebaskan setelah mendapatkan remisi dari pemerintah bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Indonesia.

Pada 13 Agustus 2007, Nurdin Halid kembali divonis dua tahun penjara akibat tindak pidana korupsi dalam pengadaan minyak goreng. Berdasarkan standar statuta FIFA, seorang pelaku kriminal tidak boleh menjabat sebagai ketua umum sebuah asosiasi sepak bola nasional.

Nurdin Halid (Liputan6.com/Johan Tallo)

Karena alasan tersebut, Nurdin didesak untuk mundur dari berbagai pihak. Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI), Agum Gumelar (Ketua KONI), dan juga FIFA bersuara kritis ke NH.

FIFA bahkan mengancam untuk menjatuhkan sanksi kepada PSSI jika tidak diselenggarakan pemilihan ulang ketua umum. Namun, Nurdin tetap bersikeras untuk tidak mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Kekuasaannya tidak goyah sekalipun ia mengendalikan organisasi dari penjara.

Kontroversi muncul saat ia merubah statuta PSSI, berkaitan dengan status ketua umum. Statuta yang sebelum berbunyi “harus tidak pernah terlibat dalam kasus kriminal” (They…, must not have been previously found guilty of a criminal offense) diubah dengan menghapuskan kata “pernah” (have been previously).

 Arti harafiah dari pasal tersebut menjadi “harus tidak sedang dinyatakan bersalah atas suatu tindakan kriminal” (must not found guilty of a criminal offense). Para anggota PSSI menyetujui perubahan tersebut. Posisi Nurdin aman sebagai Ketua Umum PSSI.

Sepanjang masa kepemimpinanya sejumlah kasus mencuat. Mulai dari penghilangan status degradasi kompetisi kasta tertinggi, pelanggaran disiplin di pentas kompetisi, hingga kasus-kasus dugaan pengaturan skor.

Nurdin jadi public enemy pencinta sepak bola Indonesia, karena di saat bersamaan prestasi Timnas Indonesia di berbagai event internasional terpuruk. 

Desakan meminta Nurdin lengser dari PSSI seusai Piala AFF 2010. Pengusaha minyak, Arifin Panigoro, terlibat aktif menggoyang kepengurusan PSSI. Ia menggelontorkan dana besar untuk membiayai pelaksanaan kompetisi tandingan, Liga Primer Indonesia.

Walau begitu pria kelahiran 17 November 1958 tetap percaya diri memimpin PSSI. Ia pun bersama Nirwan Dermawan Bakrie kembali mencalonkan diri dalam bursa pemilihan Ketua Umum PSSI pada 2011. Ia menjegal duet George Toisutta-Arifin Panigoro untuk ikut bersaing. Suporter dari berbagai penjuru Tanah Air turun ke jalan mendemo PSSI.

Untuk mengamankan jabatannya ia menggelar kongres di Kepulauan Riau. Sayangnya kongres berakhir ricuh. FIFA kemudian mengambil keputusan tegas melarang Nurdin Halid, Nirwan Dermawan Bakrie, George Toisutta, Arifin Panigoro, ikut serta dalam pemilihan pemimpin di PSSI. Di sisi lain Menpora, Andi Mallarangeng, juga membekukan status kepengurusan PSSI.

Nurdin secara menyakitkan lengser dari PSSI digantikan oleh Djohar Arifin. Sang mantan manajer klub PSM Makassar dan Pelita Jaya tersebut mengaku trauma. Ia kini memilih tak mau lagi jadi pengurus bola untuk kemudian fokus di Partai Golkar.

Solskjaer: Cedera Lingard – Martial Bukan Alasan Kekalahan MU

Liputan6.com, Manchester – Caretaker Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer, kecewa dengan kekalahan timnya dari Paris Saint-Germain (PSG). Namun, ia tak mau menjadikan cedera Jesse Lingard dan Anthony Martial sebagai alasan.

PSG menang 2-0 atas MU pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Old Trafford, Rabu (13/2/2019) dini hari WIB. Dalam laga itu, gol tim tamu dicetak Presnel Kimpembe dan Kylian Mbappe.

Sebelum laga, banyak yang memprediksi PSG akan tumbang. Sebab, mereka kehilangan Neymar dan Edinson Cavani. Selain itu, MU juga sedang dalam performa bagus. Namun, klub ibukota Prancis itu mampu membalikkan semua prediksi.

Dalam laga tersebut, dua winger MU, Jesse Lingard dan Anthony Martial juga mengalami cedera. Keduanya digantikan Alexis Sanchez dan Juan Mata di awal babak kedua.

“Anda tidak bisa menjadikan cedera sebagai alasan, karena kami memiliki pemain seperti Mata dan Alexis yang masuk dan mereka adalah pemain berkualitas. Tapi, tentu saja, Lingard dan Martial, mereka memberi kami sesuatu. Mari berharap itu tidak terlalu serius,” kata Solskjaer kepada BT Sport.


2 dari 3 halaman

Cedera Otot

(AFP/Ian Kington)

“Keduanya cedera otot, jadi kita harus menunggu beberapa hari. Lingard dan Martial adalah bagian besar dari pasukan kami dan ketika mereka keluar, di babak kedua kami tidak memiliki cukup gerakan.”

“Kami mungkin perlu menemukan cara bermain yang berbeda ketika Lingard dan Martiak tidak tersedia,” Solskjaer menambahkan.

3 dari 3 halaman

Cuma Butuh Seri

Dengan kemenangan ini, PSG sudah menaruh satu kaki mereka di babak perempat final. Hasil seri di leg kedua sudah cukup membawa Mbappe dan kawan-kawan ke babak delapan besar.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Sanchez Disebut Satu-Satunya Pemain MU yang Tak Berkembang di Era Solskjaer

Manchester – Masuknya Ole Gunnar Solskjaer di kursi caretaker manajer Manchester United (MU) berdampak positif kepada penampilan pemain Setan Merah. Paul Pogba dan kawan-kawan kini makin garang dan berhasil menampilkan performa terbaik di lapangan.

Solskjaer mengambil alih posisi manajer di Old Trafford pada Desember 2018 setelah Jose Mourinho dipecat. Namun, ia hanya dipercaya menangani Setan Merah sampai akhir musim.

Meski hanya sementara, Solskjaer mampu memberikan dampak yang besar di MU. Antonio Valencia cs. sudah memenangi 10 dari 11 pertandingan di semua kompetisi.

Rentetan hasil positif itu membuat Setan Merah berhasil merangsek ke posisi empat besar. Mereka punya peluang besar finis di zona Liga Champions pada akhir musim.

Namun, ada satu pemain yang dinilai hingga saat ini masih belum bisa bersinar alias gagal berkembang sejak kedatangan Solskjaer. Pemain itu adalah Alexis Sanchez.

Penilaian tersebut disampaikan mantan penyerang Timnas Inggris, Alan Shearer.

“Dampak kehadiran Solskjaer sangat luar biasa. Sepertinya, awan gelap yang besar sudah terangkat,” kata Shearer kepada The Sun.

“Jika hanya satu pemain yang performanya buruk di bawah Mourinho, dia [Pogba] akan dijual. Tapi, hampir semua pemain di tim MU, selain Alexis Sanchez, Solskjaer sudah meningkatkan performa setiap pemain setidaknya 20 persen,” imbuhnya.

2 dari 2 halaman

Puji Solksjaer

Shearer juga memberikan pujian kepada Solskjaer karena telah menyelamatkan karier Pogba di Old Trafford. Mantan pemain Juventus itu pernah berencana ingin meninggalkan klub di bawah Mourinho, tetapi sekarang ia memainkan peran penting dalam kebangkitan MU.

“Solskjaer datang, melihat sesuatu dengan Pogba, dan dia benar-benar mengubah suasana hati dan performanya,” tambahnya.

Sumber: Bola.net

Solskjaer Yakin, Anthony Martial Bisa Tiru Cristiano Ronaldo di MU

Liputan6.com, Manchester – Manajer Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer yakin Anthony Martial bisa meniru mantan bintang MU, Cristiano Ronaldo. Solskjaer pun bangga bisa memiliki Martial di timnya.

“Dia punya kesamaan, tentu saja. Jika dia ingin berada di levelnya Ronaldo, Martial tahu apa yang akan dia lakukan. Ini terserah dia, dia punya bakat,” ujar Solskjaer seperti dilansir Sky Sports.

Martial baru saja memperpanjang kontrak dengan MU setelah didatangkan dari AS Monaco pada 2015. Perpanjangan ini boleh dibilang tercipta berkat andil Solskjaer.

Pasalnya, Martial hampir hengkang dari MU saat masa kepelatihan Jose Mourinho. Striker asal Prancis itu gerah kerap menjadi pemanis di bangku cadangan.

Namun di bawah Solskjaer, karier Martial bersama MU berbalik 180 derajat. Terkini, ia menyumbang satu gol saat MU melibas Fulham 3-0 akhir pekan lalu.

“Saya bangga, dia ada di tim saya. Dia telah berkontribusi kepada banyak peluang dan gol,” kata Solskjaer.

2 dari 3 halaman

Punya Karakter

Lebih lanjut, Solskjaer juga memuji Martial sebagai pemain yang menghibur. Bukan hanya penonton, Martial mampu membuat anggota tim antusias.

“Dia pemain MU. Dia membuat penonton antusias. Dia membuat manajer dan rekan setimnya antusias. Dia juga punya karakter hebat di sekitarnya,” kata Solskjaer.

3 dari 3 halaman

Statistik Martial

2015/16: 49 main, 17 gol

2016/17: 42 main, 8 gol

2017/18: 45 main, 11 gol

2018/19: 27 main, 11 gol

Solskjaer: Phil Jones Selalu Berkomitmen Untuk Manchester United

Jakarta Caretaker Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, percaya Phil Jones akan memasuki periode emas kariernya di Old Trafford. Bek tengah asal Inggris itu baru menambah durasi kontraknya bersama Setan Merah hingga Juni 2023.

Phil Jones menjadi satu di antara pemain Manchester United yang kontraknya berakhir pada Juni 2019. Manajemen klub memutuskan untuk menambah masa baktinya karena Jones telah menunjukkan performa yang konsisten pada musim 2018-19.

“Phil Jones sangat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menjadi pemain Manchester United, ia telah memenangi Premier League, Piala FA dan Liga Europa,” ujar Solskjaer.

“Jones sudah masuk kategori pemain senior Manchester United. Ia akan berusia 27 tahun dan memasuki periode puncak karier.”

“Phil Jones memiliki komitmen untuk terus membela Manchester United. Itu adalah hal yang penting,” ungkap Solskjaer.

Jones mengaku siap menghadapi tantangan yang akan dihadapi Manchester United. Satu di antaranya adalah mengantarkan klub kembali ke puncak kejayaan.

2 dari 2 halaman

Naik Turun Karier Phil Jones

Phil Jones merupakan produk akademi Blackburn Rovers. Ia mencuri perhatian Sir Alex Ferguson yang memutuskan untuk mengangkutnya ke Old Trafford pada 2011.

Jones pun mengalami naik turun performa di Manchester United. Selain karena faktor cedera, faktor pergantian manajer juga menjadi alasan Jones.

Ia pernah tidak dilirik ketika Manchester United ditangani Louis van Gaal dan Jose Mourinho. Jones hanya mendapat kesempatan yang minim untuk tampil.

Tetapi, Jones membuktikan komitmen untuk tetap memberikan yang terbaik untuk Manchester United. Hal itu terbayar setelah posisi manajer klub diambil alih Ole Gunnar Solskjaer yang memiliki penilaian yang sama dengan penilaian Alex Ferguson.

Sumber: talkSPORT

Solskjaer Dinilai Pantas Jadi Manajer Permanen Manchester United

London – Manajer Fulham, Claudio Ranieri, menyebut Ole Gunnar Solskjaer layak mendapat kontrak permanen dari Manchester United. Dia menilai, Solskjaer sukses mendongkrak performa skuat Setan Merah.

Pria 45 tahun tersebut saat ini berstatus caretaker Manchester United sejak 19 Desember 2018. Ole Gunnar Solskjaer menggantikan peran Jose Mourinho yang dipecat menyusul rentetan hasil minor yang didapat MU.

Di bawah asuhan Solskjaer, The Red Devils tampil impresif. Manchester United belum terkalahkan dalam sembilan pertandingan terakhir di seluruh ajang, dengan rincian delapan kemenangan dan satu hasil imbang.

Torehan impresif tersebut membuat Ole Gunnar Solskjaer dianggap layak mendapat kontrak sebagai manajer permanen di MU. Apalagi, Manchester United tampil lebih atraktif di bawah arahan Solskjaer.

“Saat ini dia layak mendapatkannya (kontrak permanen). Dia telah menunjukkan semua pemain bersamanya. Mentalitas Manchester United telah berubah. Mengapa tidak (dikontrak permanen)?” kata Claudio Ranieri.

“Saya ingat dia sebagai pemain saat melawan Chelsea (asuhan Ranieri). Dia pemain yang fantastis. Kariernya terbuka, dan saya mendoakan yang terbaik untuknya,” papar manajer asal Italia tersebut.

Ole Gunnar Solskjaer akan memimpin Manchester United menghadapi klub asuhan Ranieri, Fulham, dalam laga pekan ke-26 Premier League di Craven Cottage, Sabtu (9/2/2019).

Sumber: Sportsmole/Bola.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Lingard: Solskjaer Kembalikan MU ke Sepak Bola Menyerang

Liputan6.com, Manchester – Winger Manchester United (MU), Jesse Lingard, menilai caretaker Ole Gunnar Solskjaer telah berhasil mengembalikan gaya sepak bola menyerang di Old Trafford.

Solskjaer menggantikan Jose Mourinho pada Desember lalu. Di bawah asuhannya, MU meraih sembilan kemenangan dan sekali seri dalam 10 laga.

Ia juga berhasil membangkitkan nama-nama yang sering kena sindir di era Mourinho seperti Paul Pogba, Marcus Rashford, Anthony Martial dan Lingard.

“Solskjaer mengerti apa yang dibutuhkan dari pemain MU, untuk mengenakan jersey itu dengan bangga, penuh semangat dan memberikan 100 persen tiap pekan. Dia menyampaikan pesan itu kepada kami dan kami melakukan hal yang sama,” kata Lingard di Soccerway.


2 dari 3 halaman

Kembali ke Jalur Kemenangan

(AFP/Daniel Leal-Olivas)

“Rasanya seperti MU yang lama telah kembali. Terutama dengan Michael Carrick dan Mike Phelan juga ada di sana. Mereka menyampaikan pengetahuan mereka kepada kami, poin utama adalah untuk kembali ke cara bermain MU dan itu adalah sepak bola menyerang.”

“Kami kembali ke jalur kemenangan sekarang dan memang seharusnya begitu. Solskjaer sudah hebat sejak dia datang dan dia membuat para pemain bekerja keras. Dia telah menciptakan struktur dan organisasi di dalam tim. Kami kembali ke pertandingan sepak bola dan menang,” ucap Lingard.

3 dari 3 halaman

Posisi 5

MU sendiri kini berada di peringkat lima klasemen Liga Inggris. Setan Merah tertinggal dua angka dari Chelsea yang berada di posisi empat (batas akhir Liga Champions).

Saksikan video pilihan di bawah ini: