Solskjaer Permanen, Fellaini Terancam Tinggalkan MU?

Liputan6.com, Jakarta Ole Gunnar Solskjaer mulai masuk dalam bursa kandidat pelatih permanen Manchester United (MU). Permorma Setan Merah yang sudah meraih enam kemenangan beruntun membuat peluangnya naik kelas dari sekedar pelatih caretaker semakin terbuka lebar. 

Solskjaer bahkan kabarnya sudah mulai menyusun rencana jika kelak ditunjuk jadi manajer permanen MU. Ada beberapa pemain yang bakal didepak dari Old Trafford. 

Solskjaer saat ini masih berstatus manajer sementara di United. Kontrak manajer berusia 45 tahun tersebut akan selesai pada akhir musim 2018/19. Saat ini, Solskjaer juga masih punya kontrak dengan klub lamanya yakni Molde.

Namun, hasil bagus yang diraih Solskjaer dalam enam laga perdananya membuat kans jadi manajer permanen MU menguat. Dia mampu memberikan enam kemenangan beruntun bagi Setan Merah dan membuat tim kembali bermain apik.

Di bawah asuhan Solskjaer, ada beberapa pemain yang mampu menampilkan performa yang prima. Ada nama Paul Pogba, Marcus Rashford dan Ander Herrera yang menjadi pilar United pada era Solskjaer. Tapi, ada juga pemain yang kian tenggelam.

Marouane Fellaini adalah pemain yang menit bermainnya semakin berkurang pada era Solskjaer.

Dikutip dari talkSPORT, Fellaini bakal dipersilahkan mencari klub baru pada musim depan. Sebab, pemain asal Belgia tersebut sudah tidak masuk dalam rencana yang akan disusun oleh Solskjaer jika menjadi manajer tetap United.

Fellaini memang tidak lagi menjadi pilihan pada era Solskjaer. Situasi berbeda pada saat Jose Mourinho masih berkuasa. Dia cukup diandalkan lantaran punya kemampuan fisik kuat yang menunjang gaya bermain ala Mourinho.

2 dari 2 halaman

Pindah ke AC Milan?

Seandainya memang dilepas oleh Manchester United, Marouane Fellaini tidak perlu merasa risau. Sebab, ada beberapa klub papan atas Eropa yang sudah menyatakan ketertarikan pada pemain yang dikenal dengan gaya rambut kribo tersebut.

Klub yang cukup serius memburu jasa Fellaini adalah AC Milan.

Bahkan, Milan dikabarkan siap mendatangkan Fellaini lebih cepat. Tidak perlu menunggu musim 2018/19 ini usai. Milan ingin membawa Fellaini ke San Siro pada bursa transfer Januari 2019. Namun, sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak United.

Sumber: Bola.net

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Jesse Lingard Tidak Kaget Melihat Perkembangan Marcus Rashford

Jakarta Marcus Rashford menunjukkan performa luar biasa di Manchester United. Penampilan Rashford semakin cemerlang sejak ditangani caretaker manajer, Ole Gunnar Solskjaer.

Teranyar, bomber berusia 21 tahun itu menjadi pahlawan kemenangan saat Setan Merah mengalahkan Tottenham Hotspur 1-0 pada pekan ke-22 Premier League, di Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019). Gol yang dicetaknya ke gawang Hugo Lloris menggaransi tiga poin untuk Manchester United.

Gol ke gawang Tottenham merupakan yang keempat bagi Rashford dari lima laga sebagai starter pada era Solskjaer. Torehan gol itu menjadi bukti pesatnya perkembangan Rashford sejak dipecatnya Jose Mourinho, Desember lalu.

“Itu gol yang fantastis dari Rash. Dibutuhkan skill utuk mencetak gol dari sudut seperti itu, dengan kaki kanan dan menggunakan kaki bagian dalam,” kata Solskjaer memuji.

Gelandang Manchester United, Jesse Lingard, pun membuka rahasia di balik performa apik Rashford saat mengalahkan Tottenham. Lingard mengungkapkan rekan setimnya itu intens melatih penyelesaian akhir bersama Solskjaer di Dubai, Uni Emirat Arab.

Skuat Manchester United menggelar persiapan jelang laga kontra Tottenham selama empat hari di Dubai. Pemusatan latihan dalam waktu singkat itu terbukti memberikan hasil positif di markas The Lilywhites.

“Sepanjang sesi latihan di Dubai, dia berlatih penyelesaian akhir bersama manajer. Latihan itu membuat dia siap untuk laga besar dan momen seperti itu,” ucap Lingard.

Tambahan satu gol ke gawang Tottenham membuat Rashford telah mengoleksi delapan gol dari 26 laga di semua ajang yang diikuti Manchester United. Performa impresif Marcus Rahsford membuat striker asal Belgia, Romelu Lukaku, harus rela duduk di bangku cadangan.

Sumber: Standard

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini.

HEADLINE: Dengan 6 Kemenangan Beruntun, Solskjaer Kembalikan Wajah Asli MU

Liputan6.com, Jakarta – Manchester United (MU) telah kembali! Enam kemenangan beruntun yang diraih Tim Setan Merah mengindikasikan klub yang bermarkas di Old Trafford ini bisa kembali jadi ancaman di Liga Inggris.

Terakhir, bersama caretaker manajer mereka, Ole Gunnar Solskjaer, MU sukses menghantam salah satu kandidat juara Liga Inggris musim ini, Tottenham Hotspur 1-0 di kandang lawan, Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019). Gol semata wayang kemenangan MU dicetak penyerang muda Marcus Rashford.

Enam kemenangan beruntun ini juga mengantar Solskjaer, yang berasal dari Norwegia, sukses memecahkan rekor manajer legendaris MU, Sir Matt Busby, yang sempat bertahan 73 tahun.

“Inilah Manchester United yang sesungguhnya,” ujar kiper David de Gea yang juga tampil gemilang, melakukan 11 penyelamatan, usai laga. “Kami mengalahkan sebuah tim hebat.”

Kemenangan atas Tottenham memang seperti penahbisan bahwa MU benar-benar bangkit. Sebelumnya, lima kemenangan yang mereka raih — satu di Piala FA–memang tak terlalu diperhitungkan.

Sebab, lawan-lawan yang mereka kalahkan ketika itu tim-tim yang kekuatannya relatif di bawah MU. Sebut saja Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, plus Reading di Piala FA.

Tapi, Tottenham, ini adalah klub Inggris yang terus menjulang prestasinya dalam dua-tiga musim terakhir. Bahkan, musim ini, mereka adalah salah satu kandidat kuat juara Liga Inggris, bersaing dengan Manchester City dan pemuncak klasemen, Liverpool.

Tak pelak, penampilan Rashford dan kawan-kawan pun menuai pujian dari mantan bintang MU yang kini pundit di stasiun televisi Sky Sports, Gary Neville.

“Manchester United sekarang seperti Manchester United lima atau 10 tahun lalu,” ujar Neville, bangga.

Sepuluh tahun lalu, adalah salah satu masa kejayaan MU saat masih dilatih Alex Ferguson. Ketika itu, di musim 2007/08, Setan Merah memenangkan tiga gelar sekaligus, Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.

Kini, perlahan tapi pasti, MU juga mulai jadi ancaman serius di papan klasemen Liga Inggris. Berada di posisi keenam, nilai mereka, 41, kini sama dengan Arsena di posisi kelima. Dengan Liverpool, yang ada di puncak klasemen, MU berselisih 16 poin.

Prestasi ini juga bertolak belakang dengan kiprah mereka sebelumnya, saat masih ditangani Jose Mourinho. MU tampil tak meyakinkan, dan sempat jadi bulan-bulannya suporternya sendiri.

Hingga akhirnya Solskjaer datang menggantikan Mourinho sebagai caretaker manajer per 19 Desember 2018. Solskjaer, 45 tahun, yang juga mantan penyerang MU, dikontrak hingga akhir musim.

2 dari 4 halaman

Kembalikan “Ruh” MU

Tak pelak, Solskjaer, yang selama di MU mencetak 126 gol dalam 366 laga pun dianggap mampu mengembalikan “ruh” MU. Tim yang sempat melempem, tak lagi greget, kini kembali menjadi kekuatan yang menakutkan.

Skema menyerang kembali dipraktikkan dengan taktis oleh Anthony Martial dan kawan-kawan. Lihat saja, dari total enam pertandingan itu, MU sukses melesakkan 17 gol. Dari kebobolan mereka juga minim, hanya empat gol.

“Manajer berhasil membawa kebahagiaan untuk kami. Pemain selalu tampil bagus dan tim saat ini sangat kuat,” De Gea memuji Solskjaer. “Kami kini tahu cara mengontrol pertandingan, membuat peluang, itu sangat baik bagi kami.”

Tak hanya jitu meracik strategi, Solksjaer juga dianggap mampu kembali menggali potensi bintang MU yang sempat melempem performanya di era Mourinho. Rashford dan Paul Pogba bisa jadi contohnya.

Bagi Rashford sendiri, golnya ke gawang Tottenham adalah gol ketiganya dalam tiga pertandingan terakhir bersama MU. Sedangkan Pogba, belakangan, benderang lagi sinarnya di lapangan.

3 dari 4 halaman

Pogba Bersinar Lagi

Di bawah asuhan Solksjaer, Pogba memang kembali mampu mempertontonkan kemampuan terbaiknya. Tidak hanya jadi jenderal lapangan tengah, sebagai pengatur serangan tim, Pogba juga bisa jadi eksekutor andalan.

Di bawah asuhan Solskjaer, andalan timnas Prancis berusia 25 tahun ini sudah mencetak empat gol. Dia juga telah membuat empat assist, termasuk untuk gol Rashford ke gawang Tottenham.

Tak heran, selain prestasi MU yang menjulang, kembali gemilangnya kiprah Pogba juga disebut-sebut sebagai sukses besar Solskjaer. Sebab, performa pemain berusia 25 tahun ini sempat melempem di era Mourinho.

Bahkan, Pogba yang diboyong MU dari Juventus seharga 89,3 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,6 triliun sempat terlempar dari skuat inti Tim Setan Merah.

4 dari 4 halaman

Bakal Permanen?

Tak pelak, kini spekulasi pun bermunculan bahwa manajemen MU bakal mempermanen kontrak Solksjaer, bukan lagi sebagai caretaker. Padahal, sebelumnya, kencang beredar rumor, bahwa MU akan mengontrak manajer Tottenham, Mauricio Pochettino, mulai musim depan.

Menariknya, Solksjaer sendiri mengaku tidak pernah membebani pikirannya dengan ambisi menjadi pelatih permanen MU. “Setiap hari, saya hanya menjalankan tugas sampai kontrak saya berakhir Juni nanti,” kata Solskjaer, yang masih terikat kontrak dengan klub asal kampung halamannya, Moldne.

Solskjaer menambahkan, “Saya akan berlibur di sana (ketika kontrak berakhir), tapi tidak…saya tidak memikirkan itu sama sekali.”

HEADLINE: Raih 6 Kemenangan Beruntun, Solskjaer Kembalikan Wajah Asli MU

Liputan6.com, Jakarta – Manchester United (MU) telah kembali! Enam kemenangan beruntun yang diraih Tim Setan Merah mengindikasikan klub yang bermarkas di Old Trafford ini bisa kembali jadi ancaman di Liga Inggris.

Terakhir, bersama caretaker manajer mereka, Ole Gunnar Solskjaer, MU sukses menghantam salah satu kandidat juara Liga Inggris musim ini, Tottenham Hotspur 1-0 di kandang lawan, Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019). Gol semata wayang kemenangan MU dicetak penyerang muda Marcus Rashford.

Enam kemenangan beruntun ini juga mengantar Solskjaer, yang berasal dari Norwegia, sukses memecahkan rekor manajer legendaris MU, Sir Matt Busby, yang sempat bertahan 73 tahun.

“Inilah Manchester United yang sesungguhnya,” ujar kiper David de Gea yang juga tampil gemilang, melakukan 11 penyelamatan, usai laga. “Kami mengalahkan sebuah tim hebat.”

Kemenangan atas Tottenham memang seperti penahbisan bahwa MU benar-benar bangkit. Sebelumnya, lima kemenangan yang mereka raih — satu di Piala FA–memang tak terlalu diperhitungkan.

Sebab, lawan-lawan yang mereka kalahkan ketika itu tim-tim yang kekuatannya relatif di bawah MU. Sebut saja Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, plus Reading di Piala FA.

Tapi, Tottenham, ini adalah klub Inggris yang terus menjulang prestasinya dalam dua-tiga musim terakhir. Bahkan, musim ini, mereka adalah salah satu kandidat kuat juara Liga Inggris, bersaing dengan Manchester City dan pemuncak klasemen, Liverpool.

Tak pelak, penampilan Rashford dan kawan-kawan pun menuai pujian dari mantan bintang MU yang kini pundit di stasiun televisi Sky Sports, Gary Neville.

“Manchester United sekarang seperti Manchester United lima atau 10 tahun lalu,” ujar Neville, bangga.

Sepuluh tahun lalu, adalah salah satu masa kejayaan MU saat masih dilatih Alex Ferguson. Ketika itu, di musim 2007/08, Setan Merah memenangkan tiga gelar sekaligus, Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.

Kini, perlahan tapi pasti, MU juga mulai jadi ancaman serius di papan klasemen Liga Inggris. Berada di posisi keenam, nilai mereka, 41, kini sama dengan Arsena di posisi kelima. Dengan Liverpool, yang ada di puncak klasemen, MU berselisih 16 poin.

Prestasi ini juga bertolak belakang dengan kiprah mereka sebelumnya, saat masih ditangani Jose Mourinho. MU tampil tak meyakinkan, dan sempat jadi bulan-bulannya suporternya sendiri.

Hingga akhirnya Solskjaer datang menggantikan Mourinho sebagai caretaker manajer per 19 Desember 2018. Solskjaer, 45 tahun, yang juga mantan penyerang MU, dikontrak hingga akhir musim.

2 dari 4 halaman

Kembalikan

Tak pelak, Solskjaer, yang selama di MU mencetak 126 gol dalam 366 laga pun dianggap mampu mengembalikan “ruh” MU. Tim yang sempat melempem, tak lagi greget, kini kembali menjadi kekuatan yang menakutkan.

Skema menyerang kembali dipraktikkan dengan taktis oleh Anthony Martial dan kawan-kawan. Lihat saja, dari total enam pertandingan itu, MU sukses melesakkan 17 gol. Dari kebobolan mereka juga minim, hanya empat gol.

“Manajer berhasil membawa kebahagiaan untuk kami. Pemain selalu tampil bagus dan tim saat ini sangat kuat,” De Gea memuji Solskjaer. “Kami kini tahu cara mengontrol pertandingan, membuat peluang, itu sangat baik bagi kami.”

Tak hanya jitu meracik strategi, Solksjaer juga dianggap mampu kembali menggali potensi bintang MU yang sempat melempem performanya di era Mourinho. Rashford dan Paul Pogba bisa jadi contohnya.

Bagi Rashford sendiri, golnya ke gawang Tottenham adalah gol ketiganya dalam tiga pertandingan terakhir bersama MU. Sedangkan Pogba, belakangan, benderang lagi sinarnya di lapangan.

3 dari 4 halaman

Pogba Bersinar Lagi

Di bawah asuhan Solksjaer, Pogba memang kembali mampu mempertontonkan kemampuan terbaiknya. Tidak hanya jadi jenderal lapangan tengah, sebagai pengatur serangan tim, Pogba juga bisa jadi eksekutor andalan.

Di bawah asuhan Solskjaer, andalan timnas Prancis berusia 25 tahun ini sudah mencetak empat gol. Dia juga telah membuat empat assist, termasuk untuk gol Rashford ke gawang Tottenham.

Tak heran, selain prestasi MU yang menjulang, kembali gemilangnya kiprah Pogba juga disebut-sebut sebagai sukses besar Solskjaer. Sebab, performa pemain berusia 25 tahun ini sempat melempem di era Mourinho.

Bahkan, Pogba yang diboyong MU dari Juventus seharga 89,3 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,6 triliun sempat terlempar dari skuat inti Tim Setan Merah.

4 dari 4 halaman

Bakal Permanen?

Tak pelak, kini spekulasi pun bermunculan bahwa manajemen MU bakal mempermanen kontrak Solksjaer, bukan lagi sebagai caretaker. Padahal, sebelumnya, kencang beredar rumor, bahwa MU akan mengontrak manajer Tottenham, Mauricio Pochettino, mulai musim depan.

Menariknya, Solksjaer sendiri mengaku tidak pernah membebani pikirannya dengan ambisi menjadi pelatih permanen MU. “Setiap hari, saya hanya menjalankan tugas sampai kontrak saya berakhir Juni nanti,” kata Solskjaer, yang masih terikat kontrak dengan klub asal kampung halamannya, Moldne.

Solskjaer menambahkan, “Saya akan berlibur di sana (ketika kontrak berakhir), tapi tidak…saya tidak memikirkan itu sama sekali.”

Spurs Tidak Rela Lepas Pochettino ke MU

Liputan6.com, Manchester – Pemilik Tottenham Hotspur Daniel Levy tak akan melepas Mauricio Pochettino ke Manchester United (MU) pada musim panas mendatang. Pochettino ingin dipinang The Red Devils.

Manajer asal Argentina itu merupakan target utama MU untuk menjadi manajer permanen musim depan. Saat ini, posisi yang ditinggalkan Jose Mourinho ditempati oleh caretaker manajer, Ole Gunnar Solskjaer.

Namun, dikabarkan The Sun pada Jumat (11/1/2019) waktu setempat, pemilik The Lilywhites tidak akan membiarkan Pochettino pergi. Bahkan, Levy tidak akan tergiur dengan tawaran 50 juta poundsterling yang kabarnya bakal ditawarkan tim yang bermarkas di Old Trafford.

Dana sebesar itu disiapkan Manchester United untuk menebus sisa kontrak Pochettino di Tottenham yang berlangsung hingga 30 Juni 2023. Rinciannya 34 juta poundsterling untuk membayar sisa kontrak dan dana tambahan sebesar 16 juta poundsterling.

Levy berharap Pochettino bisa menghormati kontrak yang telah disepakati kedua belah pihak pada Mei 2018. Orang nomor satu di tim London Utara itu tidak ingin mantan pelatih Espanyol itu pergi ke klub lain.

MU saat ini sedang berada dalam periode positif sejak kedatangan Solskjaer. The Red Devils berhasil meraih lima kemenangan beruntun di semua kompetisi.

Sumber: The Sun

Top 10 Berita Bola: 3 Klub yang Mungkin Rekrut Alexis dari MU

Liputan6.com, Jakarta – Kehadiran Ole Gunnar Solskjaer memulihkan kepercayaan diri pemain Manchester United (MU). Namun tidak bagi Alexis Sanchez.

Pemain asal Chile tersebut tetap dikabarkan ingin meninggalkan MU. Dia merasa kariernya mandek di Old Trafford.

Hasrat Sanchez menjadi berita terpopuler kanal bola Liputan6.com pada Sabtu (12/1/2019). Berikut daftar lengkap top 10 hari ini:

1. 3 Klub yang Mungkin Rekrut Alexis dari MU

Alexis Sanchez tengah galau. Pemain asal Chile itu gagal menemukan performa terbaiknya sejak bergabung dengan Manchester United (MU). Alexis mungkin ingin cabut di Januari 2019.

Alexis bergabung dengan MU pada Januari 2018. Dia kemudian menemukan kesulitan di Old Trafford. Alexis jarang bermain di paruh pertama musim 2018-2019.

Manajer MU Jose Mourinho kecewa dengan kinerja Alexis. Untungnya Mourinho sudah dipecat MU Desember 2018. MU kemudian menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai caretaker. Selengkapnya di sini.

2 dari 3 halaman

Berita Populer Lain

2. Marcus Rashford Geser Lukaku Jadi Striker Utama MU

Marcus Rashford dikabarkan bakal menjadi striker nomor satu di Manchester United (MU) selama Ole Gunnar-solskjaer masih ada. Solskjaer yang memutuskan Rashford geser Romelu Lukaku sebagai striker utama MU.

Keputusan ini diambil di sela-sela latihan MU di Dubai beberapa waktu lalu. Solskjaer dikabarkan sudah bicara empat mata dengan Rashford soal ini.

Manajer interim MU asal Norwegia itu sudah mengatakan kepada Rashford, dirinya lebih suka melihat wonderkid Inggris itu main di posisi depan. Selengkapnya di sini.


3. Mengenal Kathryn Mayorga, Wanita Cantik yang Mengaku Diperkosa Cristiano Ronaldo

Nama Kathryn Mayorga belakang semakin mencuat setelah dia mengaku menjadi korban perkosaan superstar sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo. Kathryn langsung menjadi sorotan.

Tak sedikit yang menuduh wanita asal Amerika Serikat itu hanya mencari sensasi. Sebab, kasus itu terjadi pada 2009 dan Ronaldo mengklaim hubungan intim keduanya berdasarkan suka sama suka.

Namun, banyak pula pihak yang memberi dukungan kepada wanita yang sekarang berusia 34 tahun tersebut. Penyelidikan atas kasus perkosaan ini juga terus dilakukan pihak Kepolisian Las Vegas, Nevada. Selengkapnya di sini.

3 dari 3 halaman

Daftar Lengkap Top 10

Ujian Sesungguhnya bagi Solskjaer

Liputan6.com, Jakarta Manchester United (MU) meraih hasil memuaskan di bawah asuhan caretaker Ole Gunnar Solskjaer. Setan Merah selalu meraih kemenangan sejak ditangani oleh Solskjaer pada penghujung tahun 2018.

Dalam lima laga awal bersama MU, Solskjaer selalu memberikan kemenangan dengan rincian empat di Liga Inggris dan satu di Piala FA. Selain itu Solskjaer juga mampu membangkitkan pemain-pemain yang meredup di era Jose Mourinho. 

Paul Pogba, Jesse Lingard, Marcus Rashford, Romelu Lukaku hingga Alexis Sanchez mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya yang tidak nampak di awal musim 2018-2019.

Start mulus ini membuat Solskjaer dijagokan akan dipermanenkan oleh MU. Pria Norwegia itu dinilai sangat layak menjadi penerus Sir Alex Ferguson di MU.

Namun banyak juga yang meragukan Solskjaer akan terus sukses di MU. Pasalnya lima lawan yang dihadapi MU relatif semenjana. Mulai dari Cardiff City, Huddersfield Town, Bournemouth, Newcastle UNited hingga Reading.

Ujian sesungguhnya bagi Solskjaer ada di laga keenamnya. MU akan menghadapi Tottenham Hotspur di kandang lawan, Stadion Wembley pada lanjutan Liga Inggris, Minggu (13/11/2018) malam WIB.

Jelas sangat berat bagi MU untuk mengalahkan Tottenham. Spurs sedang dalam tren positif. Mereka saat ini ada di posisi tiga klasemen sementara Liga Inggris. Solskjaer menyadari hal itu. Dia meminta anak asuhnya untuk berusaha lebih keras di laga kontra Tottenham.

“Setiap pertandingan adalah ujian, namun pertandingan kali ini melawan tim kuat. Jika kami ingin mendekat dan melewati mereka, kami membutuhkan performa bagus serta hasil yang bagus,” ujar Solskjaer.

2 dari 2 halaman

Lawan Pochettino

Caretaker manajer asal Norwegia itu memastikan timnya akan tetap bermain menyerang melawan tim London Utara. Menurutnya permainan menyerang sudah menjadi ciri khas Manchester United.

“Mereka satu di antara yang terbaik di liga sehingga kami harus mewaspadai kekuatan mereka. Namun, kami harus menyerang, itulah kekuatan kami,” ucapnya.

Jika mampu mengalahkan Tottenham, Solskjaer akan semakin berpeluang dipermanenkan MU. Kebetulan MU kabarnya membidik pelatih Tottenham Mauricio Pochettino untuk melatih Lukaku cs musim depan.

Bisa dibilang laga melawan Tottenham juga menjadi ajang pembuktian Solskjaer bila dirinya mampu mengungguli Pochettino.

Harry Kane Prediksi Tottenham Hotspur vs MU Bakal Ketat

Liputan6.com, London – Tottenham Hotspur bakal meladeni Manchester United (MU) dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019). Jelang pertandingan, Striker Spurs, Harry Kane memberikan prediksinya.

Menurut Kane, laga melawan MU bakal berlangsung sulit. Meskipun, MU belum sepenuhnya bangkit setelah keterpurukan di awal musim.

“Mereka pernah ada di saat mereka tidak terlalu bagus, tetapi sekarang mereka bermain dengan sangat bagus,” ujar Kane seperti dilansir Sky Sports.

“Tentu saja pertandingan nanti akan berjalan sulit, MU akan penuh kepercayaan diri,” kata Kane menambahkan.

Seperti diketahui, MU sempat tercecer di awal musim saat masih dilatih Jose Mourinho. Keterpurukan itu juga yang membuat Mourinho harus angkat kaki dari Old Trafford pertengahan Desember lalu.

Manajemen MU lalu menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai pengganti hingga akhir musim. Di bawah Solskjaer, MU meraih lima kemenangan beruntun.

Berita video statistik caretaker Ole Gunnar Solskjaer kembali memberi hasil positif bagi Manchester United (MU). Dia mempersembahkan kemenangan 3-1 atas Huddersfield Town di Old Trafford, Rabu (26/12/2018).

Tottenham Hotspur vs MU: Solskjaer Tekankan Pentingnya Laga Ini

Liputan6.com, Jakarta Manajer Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer, menekankan pentingnya kemenangan saat bertemu Tottenham Hotspur, Minggu dinihari WIB (13/1/2019). Kedua tim bakal bertarung di Stadion Wembley, dalam lanjutan laga Premier League musim ini. 

Tiga poin krusial untuk mengakhiri musim di zona Liga Champions. Pertandingan ini juga menjadi ujian terberat bagi Solskjaer sejak menggantikan Jose Mourinho.

Selain itu, pertandingan ini ini merupakan kesempatan bagi MU mengikis jarak poin dengan Tottenham. Paul Pogba dan kawan-kawan punya modal bagus berkat catatan lima kemenangan beruntun sejak kedatangan Solskjaer.

“Setiap pertandingan adalah ujian, namun pertandingan kali ini melawan tim kuat. Jika kami ingin mendekat dan melewati mereka, kami membutuhkan performa bagus serta hasil yang bagus,” ujar Solskjaer.

Caretaker manajer asal Norwegia itu memastikan timnya akan tetap bermain menyerang melawan tim London Utara. Menurutnya permainan menyerang sudah menjadi ciri khas Manchester United.

“Mereka satu di antara yang terbaik di liga sehingga kami harus mewaspadai kekuatan mereka. Namun, kami harus menyerang, itulah kekuatan kami,” ucapnya.

Manchester United saat ini berada di peringkat keenam klasemen sementara Premier League dengan torehan 38 poin. Tim asal Manchester itu berjarak 10 poin dari Tottenham yang nangkring di peringkat ketiga.

Sumber: Daily Mail/Bola.com

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Berita video chant suporter Manchester United dengan nada lagu “You are My Sunshine” karya Johnny Cash yang dipersembahkan untuk manajer baru Ole Gunnar Solskjaer.

Tottenham vs MU: Solskjaer Siapkan Skema Menyerang

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) siap mengadapi laga lawan Tottenham Hotspur di Liga Inggris, Minggu (13/1/2019). Meski akan tampil di kandang lawan, Stadion Wembley, London, pasukan Setan Merah sama sekali tak gentar.

Caretaker manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer, mengakui ini akan jadi laga yang sulit. Namun, dia optimistis, Romelu Lukaku bisa membawa pulang hasil positif.

“Jelas, mereka merupakan salah satu tim terbaik di Liga Inggris. Kami harus benar-benar waspada,” ujar Solskjaer, dikutip The Guardian. “Kami harus bermain sebagai tim yang menyerang. Itulah kekuatan kami.”

Solksjaer memang tak sungkan menyebut, pihaknya akan memainkan skema menyerang walaupun main tandang. “Kami akan bermain seperti yang biasa kami lakukan, menyerang,” ujar mantan penyerang MU ini.

Sejauh ini, di bawah asuhan Solskjaer, MU memang tampil selalu tampil dengan skema menyerang dahsyat. Tak heran, dari lima laga bersama Solskjaer, Setan Merah sudah mencetak total 16 gol.

Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, dan Reading adalah klub-klub yang sudah merasakan ketajaman lini depan MU di bawah asuhan Solskjaer.