Cara Mengemas Durian dalam Pesawat agar Baunya Tak Keluar

Jakarta – Bau durian yang menyengat di pesawat Sriwijaya Air SJ 091 Bengkulu-Jakarta kemarin diprotes oleh penumpang. Para penumpang bahkan sempat turun dari pesawan dan menunggu 2 ton durian itu dikeluarkan dari bagasi pesawat.

Meski punya aroma menyengat, durian tak dilarang dibawa menggunakan pesawat. Hanya saja ada aturan dan cara khusus pengemasan durian agar baunya tak mengganggu penumpang di kabin.

Pengamat penerbangan Alvin Lie menjelaskan cara pengemasan durian agar tak mengganggu penumpang. Cara pengemasan itu mengacu pada dokumen Inter Office Memo yang dikeluarkan Sriwijaya Air pada 11 Desember 2015.

Dalam dokumen itu, ada bahan khusus yang harus disiapkan untung mengemas durian sebelum diangkut dengan pesawat. Bahan tersebut yaitu irisan daun pandan, doos tebal, plastik lembaran tebal, dan lakban. Lalu bagaimana cara pengemasannya?

“Buah durian dimasukkan ke dalam doos utuh dengan diberi irisan daun pandan. (Lalu) doos dilakban yang rapat sisi atas dan bawah,” demikian ditulis dalam dokumen tersebut.

Setelah itu di luar doos diberi irisan daun pandan lalu dibungkus rapat dengan plastik tebal. Kemasan itu harus kembali dilakban agar tak mengeluarkan bau.

Setelah dikemas hingga tak mengeluarkan bau, durian tersebut baru bisa dimasukkan ke dalam bagasi pesawat. Barang tersebut harus ditempatkan di bagian yang jauh dari penumpang.

“Kiriman buah durian harus ditempatkan pada kompartemen belakang yang tidak yang tidak ada sirkulasi oksigen ke kabin,” begitu tertera dalam dokumen itu.
(abw/jor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *