Komisi III Ingatkan Satgas Ungkap Aliran Dana Mafia Sepakbola

Liputan6.com, Jakarta – Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengingatkan Satgas Antimafia Bola menelusuri dan mengungkap aliran dana kasus mafia bola hingga ke akar-akarnya.

Sahroni yakin penegakan hukum terhadap kasus mafia bola menjadi momentum membenahi persepakbolaan tanah air.

“Ini momentum baik untuk memberangus mafia-mafia itu. Puluhan tahun persepakbolaan kita jalan di tempat karena keserakahan sekelompok orang,” kata Sahroni seperti dilansir dari Antara, Jumat (22/2/2019).

Sahroni menduga jaringan mafia bola yang selama ini bermain di tanah air bekerja secara sistemik dengan dukungan oknum-oknum di lingkungan PSSI. Oleh karenanya Sahroni mendesak Satgas Antimafia Bola menjangkau semua pihak yang terlibat.

“Logikanya mafia-mafia bola itu tidak bisa beraksi tanpa ada ‘restu’ dari oknum-oknum PSSI, entah di level daerah maupun pusat,” ucap dia.

Aparat penegakan hukum, menurut Sahroni, juga harus mempertimbangkan rasa keadilan dari ratusan juta pencinta sepakbola tanah air, mengingat olahraga ini paling digandrungi masyarakat Indonesia.

“Bayangkan doa dan harapan ratusan juta penduduk itu selalu dipupus oleh mafia-mafia yang tidak bertanggungjawab. Rasa keadilan masyarakat itu harus menjadi pelecut penegak hukum menuntaskan kasus ini,” ucap politikus NasDem yang kembali menjadi Caleg dari Dapil Jakarta III ini.

2 dari 2 halaman

500 Laporan

Sebelumnya, dua bulan sejak dibentuk, Satgas Antimafia Bola telah menerima 500 laporan terkait kasus ini. Ketua Satgas Antimafia Bola Brigjen Hendro Pandowo mengatakan pihaknya telah menetapkan 15 tersangka pengaturan skor, termasuk Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono.

Hendro menambahkan kinerja Satgas Antimafia Bola akan lebih optimal dengan dukungan atau partisipasi masyarakat melaporkan kasus-kasus yang berkaitan dengan mafia bola.

“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan menuntaskan kasus ini. Satgas Antimafia Bola menjamin keselamatan pelapor,” tukasnya.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Detik-detik Mobil Caleg PDIP Sleman Dibakar Orang Misterius

Sleman – Mobil caleg PDIP Kabupaten Sleman, Suyoko dibakar orang tak dikenal dini hari tadi. Begini penjelasan pria yang juga menjabat Ketua Bappilu DPC PDIP Sleman itu.

“Jam 01.00 saya masih terima WA teman, masih balas, 01.15 saya tertidur, jam 01.35 dibangunkan istri karena mendengar alarm mobil berbunyi,” kata Suyoko saat dihubungi wartawan, Jumat (22/2/2019).

“Saya keluar ternyata mobil sudah terbakar,” lanjutnya.

Kondisi mobil Toyota Rush saat itu sudah terbakar di bagian belakang luar dan dalam. Suyoko menyebut istrinya sebelumnya tidak mendengar suara gaduh.
“Nggak dengar suara gaduh, tiba-tiba dengar bunyi alarm. Istri saya sekitar 01.30 terbangun tidak dengar apa-apa, lalu dengar suara alarm mobil jam 01.35,” jelasnya.

Dari sekitar mobilnya, Suyoko mengaku mencium bau seperti minyak tanah. Juga ditemukan botol mineral plastik di atas mobil.

“Tetangga tak ada yang tahu, jam 01.00 ada warga ronda tak ada kejadian, 01.15 ada tetangga yang lewat juga tidak ada apa-apa,” imbuhnya.

Saat kejadian, mobil terparkir di samping rumahnya. “Samping rumah persis, dari jalan umum masih masuk berjarak satu rumah, tapi posisi di pinggir jalan ada mobil istri dan tetangga, mobil saya lebih di dalam. Mobil istri dan tetangga tidak apa-apa,” ungkapnya.

Suyoko pun belum mengetahui apa motif pembakaran mobilnya itu. Dia hari ini berniat melapor ke Polres Sleman.

“Saya sampai saat ini tidak tahu motifnya, saya nggak ada permasalahan dengan orang lain, sebelumnya juga nggak ada ancaman atau teror,” terangnya.

Suyoko menambahkan, pagi tadi Kapolres Sleman, Dandim Sleman, Dirreskrimum Polda DIY telah mengecek lokasi kejadian. Dini hari tadi juga sudah dilakukan olah TKP oleh petugas Polres Sleman.

“Infonya dari Puslabfor Semarang juga mau ke sini,” pungkasnya.
(sip/sip)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kala Al Ghazali Jenguk Dhani dan Ziarah ke Makam Gus Dur

Sidoarjo – Kamis (21/2), Al Ghazali tidak hanya menjenguk dan mendoakan Ahmad Dhani. Putra sulung Maia Estianty itu juga berziarah ke Makam Gus Dur dan mendoakan mantan presiden yang dikenal dengan kelakar ‘gitu aja kok repot’.

Putra sulung Ahmad Dhani, Al Ghazali membesuk ayahnya di Rutan KLas 1 Medaeng, Sidoarjo. Tiba pukul 11.00 WIB, Al turun dari mobil berkaus putih bertuliskan ‘MY HERO’.

Kaus tersebut mencuri perhatian dan dianggap memiliki makna lantaran ada gambar Ahmad Dhani. Dalam kaus itu, Dhani berpose salam dua jari dengan setelan jas hitam dan blangkon di kepala.

Saat ditanya wartawan apa yang dibawa saat membesuk ayahnya, Al memberikan jawaban yang tidak biasa.

“Hanya membawa kasih sayang buat papa,” kata Al, Kamis (21/2/2019).

Al berada di dalam rutan selama kurang lebih satu jam. Keluar dari Rutan Medaeng, Al mengambil gitar dan menyanyikan lagu ciptaan sang ayah ‘Hadapi dengan Senyuman’ sambil memainkan gitar yang diberikan seorang perempuan berbaju merah yang mengaku sebagai fans.

Saat ditanya soal sang ayah, Al mengaku jika Ahmad Dhani merupakan sosok yang kuat. Dia berjanji akan terus mendukung Dhani.

“Walaupun ayah terdzolimi selama 30 hari dengan ditahan tanpa sebab, ayah tetap kuat dan sabar. Saya bangga sama ayah tetap kuat dan nggak ada sedih sama sekalipun. Saya juga tetap mensupport ayah saya dan semoga akan berjalan dengan lancar,” kata Al.

Ahmad Dhani tidak menyia-nyiakan pertemuan dengan anak sulungnya, Al Ghazali. Caleg Partai Gerindra itu juga menitipkan pesan untuk dua adik laki-laki Al. Yakni El Jalaluddin Rumi (El) dan Abdul Qodir Jaelani (Dul).

“Yang penting kita harus selalu tetap kuat, tegar dan sabar,” kata Al.

Ketika ditanya soal pandangan politik, pria berusia 21 tahun itu mengaku netral. Dia hanya mendukung sang ayah, Ahmad Dhani yang menalonkan diri sebagai Caleg Gerindra Dapil 1 di Jawa Timur.

“Saya netral pak, yang penting di sini saya support ayah saya. Untuk politik saya netral. Saya support ayah untuk pencalonannya di Jatim, di Surabaya,” kata Al usai menjenguk Ahmad Dhani di Rutan Medaeng.

Al kemudian berziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Jombang. Al tiba di PP Tebuireng, Kecamatan Diwek, Jombang sekitar pukul 13.50 WIB dan bertemu dengan Pengasuh ponpes, KH Salahudin Wahid atau Gus Solah.

Al mengaku mendapatkan nasehat dari Gus Solah. Ia dan keluarga diminta untuk tabah menghadapi persoalan yang menjerat Ahmad Dhani.

“Saya dinasehati (Gus Solah). Semuanya harus sabar dan ikhlas, semoga Allah punya jalan yang baik ke depannya,” pungkas Al.

Menurut Al, persoalan hukum tersebut mungkin menjadi tempaan bagi keluarga Ahmad Dhani.

“Untuk ke depannya harus lebih hati-hati. Siapapun juga, tidak hanya Ahmad Dhani,” tandasnya.

Saksikan juga video Jenguk Ahmad Dhani, Al Ghazali Nyanyikan Lagu ”Hadapi dengan Senyuman”:

[Gambas:Video 20detik]

(sun/fat) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

[Cek Fakta] Viral Video Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin Berbahasa Mandarin, Ini Faktanya

Liputan6.com, Jakarta – Sebuah video tentang kampanye untuk mencoblos calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin viral di media sosial.

Video berdurasi 1 menit itu menyosialisasikan bahwa pemilih nantinya akan menerima lima surat suara, antara lain memilih caleg DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan calon Presiden serta Wakil Presiden RI.

Saat menunjukkan surat suara capres dan cawapres, video itu lalu menonjolkan gambar Jokowi-Maruf Amin. Gambar tersebut lalu tampak dicoblos tepat di tengahnya yang bertuliskan angka 01 dalam video.

Video berbahasa mandari itu diunggah oleh akun facebook Maharani Peduli pada Selasa 19 Februari 2019. Maharani Peduli juga menambahkan sebuah narasi di dalam video itu.

Pemilu di adakannya di NKRI kan?Bukan di RRC?

Lalu kenapa juga kubu 01 bikin simulasi cara pencoblosan pakai bahasa mandarin?Emang ada bahasa daerah di Indonesia pakai Bahasa Mandarin?

Setau sayapun WNA yg mau jadi WNI wajib bisa bahasa Indonesia deh…

Apakah mungkin ada peserta pemilu siluman dari RRC yg gak bs bahasa indonesia sama sekali yah??Sampai harus dibikinkan simulasi pencoblosan dengan memakai bahasa mandarin??

01, Nasionalismu dimana?Bahasa Indonesia adalah Bahasa Persatuan.Mana teriakanmu cinta NKRI?

#2019PrabowoPresiden #PrabowoNasionalis_Patriot,” tulis Maharani Peduli.

Konten yang diunggah Maharani peduli telah 1.474 kali dibagikan dan mendapat 49 komentar warganet.




2 dari 3 halaman

Fakta

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni memastikan bahwa pihaknya tidak pernah memproduksi video yang kini sedang ramai diperbincangkan di facebook.

“Yang pasti TKN enggak pernah memproduksi itu. Saya bisa pastikan,” ungkap Toni saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menduga bahwa video itu bisa saja diproduksi oleh relawan Jokowi-Ma’ruf.

Namun, apabila narasinya memojokkan dan menyerang kubu capres cawapres nomor urut 01, maka Toni menduga video tersebut sengaja digulirkan oleh lawan politik.

“Tapi bisa jadi dibikin oleh lawan politik, yang itu tadi membangun narasi bahwa pak Jokowi didukung oleh China. Saya sudah bisa tebak. Itu sudah hampir pasti dibikin oleh lawan politik,” ucap Toni.

Toni lagi-lagi menegaskan bahwa video tersebut tidak diproduksi oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Saya bisa pastikan TKN enggak pernah produksi video itu,” kata Toni.

Sementara video serupa juga beredar di situs berbagai video youtube. Video ini diunggah oleh akun Sugandi Hadiredjo pada 12 Februari 2019. Namun, video itu tidak berbahasa mandarin, melainkan bahasa Indonesia.

“Ingat 17 April 2019, Coblos no 1 JOKOWI AMIN,” tulis Sugandi Hadiredjo.

3 dari 3 halaman

Kesimpulan

Video ajakan mencoblos Jokowi-Ma’ruf Amin berbahasa mandarin ternyata tidak benar. Video itu tidak diproduksi oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf.

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Nasdem: Kehadiran Diaspora di Tanah Air Masih Dianggap Sebagai Ancaman

Liputan6.com, Jakarta – Politikus Partai Nasdem Shanti Ramchand meminta pemerintah mendorong para diaspora atau warga Indonesia yang bekerja atau menetap di luar negeri untuk kembali ke Tanah Air. Shanti menilai, potensi mereka diyakini mampu memberikan sumbangsih bagi negara.

“Pemerintah perlu memberikan ruang dan tempat sesuai dengan kompetensi yang dimiliki masing-masing diaspora, tarik mereka untukberkontribusi dalam pembangunan bangsa,” ucap Shanti di Jakarta, Rabu (20/2/2019). 

Menurut dia, kepastian posisi, dapat dijadikan sebuah motivasi untuk kembali ke Indonesia. Sehingga ilmu-ilmu yang dimiliki mereka dapat diimplementasikan di Indonesia.

“Perlu dibuat sistem agar yang dari luar negeri ini mau pulang dan mendapatkan posisi tertentu. Kalau diberikan posisi tertentu, justru ada dedikasi dan motivasi yang lebih besar untuk mau kembali,” ujar Caleg Nasdem dari Dapil DKI Jakarta II itu.

Namun pada kenyataannya, menurut Shanti, masih ada pihak yang justru merasa terancam akan adanya para diaspora. Hal itu yang menjadikan keengganan para diaspora untuk berkarya di negerinya sendiri.

“Orang-orang pintar ini dianggap sebagai ancaman. Akhirnya mereka frustasi dan kembali lagi keluar negeri. Supaya orang-orang tertentu yang merajalela disini. Ada beberapa oknum yang seperti itu,” tutur dia.

Oleh karena itu Shanti berharap agar pemerintah dapat benar-benar memanfaatkan aset-aset bangsa untuk meningkatkan daya saing dikancah dunia.

“Berikan tempat bagi mereka sesuai kapasitas yang mereka dapatkan di luar negeri,” imbuh Shanti.

 

2 dari 2 halaman

Perbaiki Regulasi

Sementara itu, Ketua DPP Partai Nasdem Martin Manurung menilai pemerintah perlu memberikan kesadaran kepada diaspora, akan banyaknya tugas yang bisa dilakukan di negeri sendiri.

Namun, pemerintah juga harus memperbaiki sistem yang ada agar pada diaspora tertarik kembali ke Tanah Air. “Sehingga kalau pun ada perbedaan jangan jauh-jauh dari luar negeri,” kata dia.

Martin mencontohkan, seperti dipermudahnya bagi diaspora yang ingin membuat usaha. Baik dari perizinan ataupun akses terhadap modal.

“Jadi orang-orang yang punya kemampuan skill bagus bisa punya kemudahan usahanya dan rantai perizinan tidak terlalu panjang. Saya kita ini yang sedang dilakukan pemerintah,” kata dia.

Martin mengatakan, dirinya sebagai diaspora yang mendapat beasiswa kuliah di Inggris , akhirnya memilih pulang ke Tanah Air untuk membangun bangsa.

“Bukan saya enggak ada kesempatan di sana, tawaran banyak. Saya mending kembali ke negeri saya. Ini soal keinginan dan pengorbanan,” kata dia.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Jelang Hari Pencoblosan Sukoharjo Dibanjiri Tabloid Propaganda

Sukoharjo – Jelang hari pencoblosan 17 April 2019, Kabupaten Sukoharjo dibanjiri tabloid bodong berisi propaganda. Setelah Indonesia Barokah, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga menemukan Tabloid Kerja, Suara Indonesia Raya, dan Tabloid Setiadharma.

Komisioner Divisi Hukum dan Data Informasi Bawaslu Sukoharjo Muladi seperti dikutip laman Solopos mengatakan, ketiga tabloid yang ditemukan beredar belakangan berisi hampir sama dengan Tabloid Indonesia Barokah.

“Isinya profil calon anggota legislatif hingga calon presiden,” katanya.

 Berbeda dengan peredaran tabloid Barokah di masjid-masjid, dia mengatakan tiga tabloid yang ditemukan Bawaslu beredar saat kegiatan sosialisasi partai maupun calon tertentu. Substansi konten tabloid itu pun lebih banyak berisi kampanye positif.

Misalnya tabloid Setiadharma berisi profil calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Gerindra. Begitu pula dengan konten tabloid Kerja banyak mengulas tentang kinerja calon presiden (capres) petahana Joko Widodo.

Sementara Suara Indonesia Raya berisi tentang pasangan capres Prabowo Subianto dan calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno. “Substansinya lebih ke good campaign. Mengunggulkan masing-masing calon yang didukung baik pasangan nomor 01 maupun 02,” katanya.

Disinggung mengenai dugaan pelanggaran, dia belum bisa menyebut peredaran tabloid tersebut sebagai pelanggaran kampanye. Sama halnya Bawaslu pusat saat menyikapi peredaran tabloid Barokah, tabloid yang beredar tersebut bukan produk jurnalistik.

Selain tidak ada nama maupun alamat penerbit, media tersebut hanya dibuat oleh para pendukung masing-masing calon. “Kami tidak bisa menindak beredarnya tabloid-tabloid itu. Kami juga belum bisa menemukan pelanggaran di sana,” katanya.

Sebelumnya, Bawaslu Kabupaten Sukoharjo menemukan ratusan eksemplar tabloid Indonesia Barakoh beredar di ratusan masjid di Kabupaten Makmur. Tabloid 16 halaman ini di antaranya berisi artikel dengan judul ‘Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik’ dan ‘Obor Rakyat, Asal Usul Fitnah Jokowi PKI dan Antek Asing’.

Ketua Bawaslu Bambang Muryanto memerinci peredaran tabloid Indonesia Barokah tersebar di 125 masjid di 11 kecamatan. Temuan langsung didata dan dilaporkan ke Bawaslu provinsi dan juga pusat.

Penyebaran tabloid Indonesia Barokah dikirimkan melalui jasa pos dan tiba di Sukoharjo pada Jumat (18/1/2019) lalu. Tabloid Indonesia Barokah tidak hanya ditemukan di Sukoharjo tapi juga beberapa daerah lain di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Baca juga berita Solopos.com lainnya di sini.


Simak juga video pilihan berikut ini:

BPN Prabowo: Bobotoh Hormati Kang Emil, Tapi Solid Pilih Prabowo-Sandi

Jakarta – Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Pipin Sopian mengatakan Bobotoh Persib Bandung solid memilih pasangan capres nomor urut 02 itu. Bobotoh, kata Pipin, menghormati Gubernur Jabar Ridwan Kamil sebagai pendukung Jokowi, tapi pilihannya mantap ke Prabowo.

“Mereka hormati kang Emil sebagai Gubernur Jabar yang mendukung petahana. Tapi pilihan mereka InsyaAllah solid untuk Prabowo-Sandi. Itu dibuktikan kemarin di Stadion Jalak Harupat,” kata Pipin kepada wartawan, Rabu (20/2/2019).

Dalam hal ini, BPN dan TKN Jokowi saling klaim didukung oleh Bobotoh. Namun, caleg anggota DPR RI Jabar 7 ini mengatakan Bobotoh pemilih logis dan tak mudah disogok.

“Bobotoh Persib adalah Pemilih Jabar mayoritas pendukung Prabowo-Sandi dan basis suara PKS. Mereka pada umumnya Pemilih Ideologis. Tidak mudah pindah pilihan. Masyarakat Jabar juga masyarakat yang loyal. Tidak mudah disogok dengan uang atau program pemerintah jadi-jadian menjelang Pemilu,” jelas politikus PKS itu.

“Karakter masyarakat Jabar adalah pemilih aktif dan kreatif. Mereka bisa mengekspresikan pilihan mereka di mana saja untuk memilih Prabowo-Sandi dan mengajak tetangga dan keluarga memilih Prabowo-Sandi,” imbuh Pipin.

Pipin mengatakan Jawa Barat merupakan salah satu basis pemilih PKS. Sehingga dia yakin, kader dan loyalis PKS bisa menggerakkan kemenangan Prabowo-Sandi di Jawa Barat.

“Semua potensi di Jabar sudah bergerak sampai ke pelosok desa. Mereka bergerak secara otonom karena ingin wujudukan 2019GantiPresiden. Mereka bergerak sendiri tanpa dimobilisir. Tanpa dibayar. Pakai dana sendiri-sendiri. Mari kita bertarung sehat untuk menarik simpati masyarakat Jabar tanpa hoax, fitnah, dan fasilitas negara. Berikan mereka kebebasan memilih sesuai hati nurani,’ kata Pipin.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin turut yakin Bobotoh yang melabuhkan dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf Amin. Apalagi, pada 2 Januari sempat ada pendukung Persib Bandung yang mendeklarasikan diri mendukung Jokowi-Ma’ruf. Mereka tampak mengenakan syal Bobotoh Jokowi.

“Bobotoh Persib akan memilih dan saya yakin banyak yang mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin,” ungkap Direktur Relawan TKN Jokowi-Ma’ruf, Maman Imanulhaq, kepada wartawan.

Tak lama berselang, ada sekelompok Bobotoh yang menunjukkan dukungan untuk Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dukungan itu ditandai dengan adanya teriakan nama Prabowo dari sejumlah Bobotoh saat laga Persib Bandung melawan Arema FC. Teriakan itu menggema di Stadion Si Jalak Harupat.

Sementara itu, Ketua Viking Frontline Tobias Ginanjar menyatakan dukungan untuk Jokowi dan Prabowo tidak mewakili sikap Bobotoh seutuhnya.

“Tentunya setiap warga negara mempunyai hak untuk memilih dan dipilih sebagai individu, tapi kalau sudah mengatasnamakan Bobotoh secara keseluruhan menurut saya tindakan tersebut tidak tepat,” ucap Ketua Viking Frontline Tobias Ginanjar, Kamis (3/1).
(idn/elz)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PKS DKI: Komitmen Menangkan Prabowo-Sandiaga Tak Perlu Diragukan

JakartaPKS DKI menyatakan komitmen dan kerja keras para kadernya untuk memenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 tak perlu diragukan lagi. PKS DKI menyebut selama ini kerja para kader untuk pemenangan sudah cukup maksimal.

“Soal komitmen dan kerja keras kader PKS dalam memenangkan Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 tidak perlu diragukan lagi,” kata Ketua Umum DPW PKS Syakir Purnomo kepada detikcom, Selasa (19/2/2019).

“Selama ini, kerja keras CAD (Calon Anggota Dewan), timses, struktur dan kader PKS dalam ikhtiar memenangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 sudah cukup maksimal,” sambung dia.


Dia menyatakan mesin partai akan terus tancap gas untuk pemenangan Pemilu. Hal itu, menurutnya, merupakan arahan dari Presiden PKS Sohibul Iman.

“Mesin partai, kader akan terus di-gas pol. Ini sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh Presiden PKS kepada segenap kader dan simpatisan PKS,” tuturnya.

Selain itu, Syakir juga menyatakan pihaknya berupaya agar Wagub DKI pengganti Sandiaga segera terpilih. Dia berharap Wagub yang terpilih nantinya bisa membantu Anies menuntaskan janji-janji kampanye.

“Semoga dalam waktu dekat, Allah menakdirkan kader terbaik PKS sebagai Wagub DKI Jakarta, membersamai Gubernur Anies menuntaskan janji-janji kampanye, mewujudkan Jakarta maju kotanya dan bahagia warganya,” tutur Syakir.

Sebelumnya, Humas DPW PKS DKI Jakarta Zakaria Maulana Alif bicara soal caleg-caleg dari PKS yang selalu mempromosikan Prabowo-Sandiaga. Dia pun menilai jika ada Wagub DKI, maka kampanye untuk Prabowo-Sandiaga bisa lebih maksimal.

“Caleg-caleg nggak ada yang nggak promosikan Prabowo-Sandiaga gitu. Nah, pada bantu-bantu, apalagi kalau jadi ada wagub tambah maksimal itu gitu,” kata Zakaria di DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (19/2).

Dia menyatakan sudah sekitar 7 bulan Anies tak punya wagub. Zakaria mengatakan PKS ingin segera berfokus ke pileg dan pilpres. Dia menyebut penentuan cawagub cukup menguras tenaga.

Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Syarif pun angkat bicara terkait hal tersebut. Dia mengatakan persoalan cawagub DKI antara Gerindra dan PKS sudah selesai. Dia menegaskan, dalam minggu ini, dua nama akan dikirimkan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Syarif lantas mempertanyakan maksud pernyataan Zakaria. Apakah yang dimaksud ‘adanya wagub’ itu setelah surat dikirimkan ke Anies atau setelah dipilih dan dilantik. Namun, dia enggan menafsirkan pernyataan Zakaria soal ‘kalau jadi ada wagub tambah maksimal’ karena selama ini dia melihat mesin PKS untuk Prabowo-Sandiaga berjalan dengan lancar.

“Ya tanyakan kepada PKS. Kalau belum ada wagub apakah terus tidak maksimal. Kan saya lihat positifnya aja. Coba baca pernyataannya, kalau ada wagub kerja politik pilpres semakin maksimal. Kan kita nggak bisa kesimpulan, kalau belum ada wagub nggak maksimal. Harus tanya ke PKS apa betul kesimpulannya begitu,” ujar Syarif.
(haf/haf)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PKS: Kalau Ada Wagub DKI, Kampanye Prabowo Tambah Maksimal

Liputan6.com, Jakarta – DPW PKS DKI Jakarta menyatakan semakin cepat nama calon wagub keluar, maka akan lebih baik tidak hanya bagi Jakarta melainkan juga bagi kampanye capres Prabowo Subianto.

Humas DPW PKS DKI Jakarta Zakaria Maulana Alif mengatakan pihaknya berharap proses calon wakil gubernur (cawagub) segera selesai.

“Caleg-caleg enggak ada yang enggak promosikan Prabowo-Sandiaga gitu. Nah, pada bantu-bantu, apalagi kalau jadi ada wagub tambah maksimal gitu,” kata Zakaria di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Zakaria memperkirakan dua nama cawagub bisa diusulkan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pekan ini.

“Sudah terlalu lama kosong, Minggu ini semoga bisa (keluar nama cawagub),” ujarnya.

Saat ini, fokus DPW PKS DKI masih terpecah lantaran memikirkan cawagub, padahal menurut Zakaria, PKS ingin segera berfokus ke pileg dan pilpres.

“Fokus ke pileg jadi jangan mikirin di satu pihak. Ayo kita mikir bareng-barang di pileg masing-masing menyelesaikan cawagub tepat waktu, ini terkuras kita,” jelasnya.

Diketahui, PKS dan Gerindra menguji tiga nama cawagub, yaitu Agung Yulianto, Ahmad Syaikhu, dan Abdurrahman Suhaimi. Nantinya dua nama akan diusulkan ke Anies dan keputusan akan diambil DPRD DKI Jakarta melalui rapat paripurna.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:D