Cabuli Tiga Bocah, Penjual Pentol Diantar Warga ke Polres Sampang

Liputan6.com, Sampang Bila menghadapi sebuah kejahatan, pencabulan misalnya. apa yang dilakukan Warga Karang Penang Onjur, Kabupaten Sampang, Jawa Timur ini bisa ditiru. Meski yang menjadi korban kejahatan adalah keluarga sendiri, mereka memilih menyerahkan sang pelaku ke polisi dan tak main hakim sendiri. 

Kamis malam, 14 Maret 2019, belasan warga Karang Penang Onjur mendatangi Mapolres Sampang untuk menyerahkan Dekkir ke polisi karena telah mencabuli tiga bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar. 

“Kok tega sekali berbuat begitu,” kata Latifah yang cucunya dicabuli Dekkir. 

Pangkal terbongkarnya kasus ini adalah uang. Tiap kali pulang bermain dari rumah Dekkir, ketiga bocah yang antar mereka masih kerabat yaitu DA (9), AN (9) dan SA (8) memegang banyak uang untuk ukuran siswa SD.

Melihat hal itu, pemilik kontrakan yang disewa Dekkir pun iseng menanyakan asal muasal uang itu karena khawatir hasil mencuri di rumah Dekkir. Mungkin karena jawaban ketiga bocah tidak memuaskan. Pemilik kontrakan lantas memberitahu keluarga para bocah, salah satunya Latifah. 

Latifah pun memanggil cucunya. Ditemani orang tuanya, si cucu di tanyakan lagi asal muasal uang itu. Mungkin karena terdesak, si cucu akhirnya menjawab dan jawaban itu sempat membuat Latifah pingsan karena kaget dan terpacaya. 

“Ya Allah, ternyata cucu saya dicabuli. Tiap kali digitukan dikasih uang dua ribu sampai delapan ribu. Kadang dikasih pentol gratis, Saya sampai pingsan mendengarnya,” tutur Latifah dengan nada emosional .

Dekkir asli Sragen, Jawa Tengah. Bersama istrinya pria 40 tahunan itu merantau ke Madura dan mengontrak rumah di Karang Penang. Ia lalu jualan pentol dan tempat mangkalnya di SD tempat ketiga korban, sedanya strinya jualan jamu gendong keliling.

“Mereka sudah lama di kampung itu, tapi belum pernah melaporkan diri ke aparat desa,” kata Kepala Desa Karang Penang Onjur, Mohammad Ridhoi. 

Pentol itulah yang membuat Dekkir bisa akrab dan kenal  denga nanak-anak termasuk ketiga korban. Entah apa yang membuat Dekkir nekat berbuat cabul, namun perbuatan bejat itu beberapa kali ia lakukan di  lingkungan sekolah. Dan yang paling nekat, ia mencabuli mereka dii rumah padahal istrinya yang tengah meracik jamu. 

“Kami berharap pelaku di hukum seberat-beratnya,” harap Ridhoi. 

Hingga pukul 22.30 wib, Dekkir masih diperiksa di ruangan unit PPA Polres Sampang. Sedangkan ketiga korban dibawa ke rumah sakit untuk divisum. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *