Bom Bunuh Diri Itu Batalkan Salat Jumat di Polresta Cirebon pada 2011

Liputan6.com, Jakarta – Jumat 15 April 2011, suasana di Polres Cirebon, Jawa Barat semakin ramai menjelang pelaksanaan salat Jumat berjamaah. Dalam catatan Sejarah Hari Ini (Sahrini) Liputan6.com, Pukul 11.45 WIB, jemaah mulai berdatangan ke Masjid At-Taqwa yang berada di dalam kompleks Mapolres Cirebon untuk menunaikan ibadah salat Jumat. Mayoritas jemaah merupakan anggota kepolisian Polresta Cirebon.

Pukul 11.55, azan diperdengarkan. Selang lima menit berikutnya, khatib mulai berkhutbah. Ketika jemaah semakin banyak memasuki masjid, seorang pria berpakaian hitam-hitam terlihat berdiri di luar masjid. Dia tak kunjung masuk ke dalam masjid kendati khatib sudah akan mengakhiri khutbahnya.

Pukul 12.10 WIB, Khatib menuntaskan khutbahnya. Jemaah bersiap melakukan salat. Sejumlah saksi mata menuturkan, pria berpakaian hitam-hitam yang sebelumnya berada di luar masjid kemudian terlihat masuk ke dalam masjid dan berbaur di dalam saf. Dia terlihat berada di saf ke-3.

Pukul 12.15 WIB, imam salat Jumat memulai salat berjamaah. Saat imam mengucapkan takbir, ledakan terdengar. Sejumlah orang terluka, seorang pria yang diduga pelaku terkapar. Sejumlah orang yang terluka dievakuasi.

Jemaah yang berada di saf kedua, ketiga, dan keempat berjatuhan dan menderita luka serius. Demikian halnya pelaku, dia langsung jatuh dan tewas seketika di lokasi kejadian dengan kondisi perut terluka.

Sementara itu, Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco yang berada di saf terdepan juga ikut menjadi korban. Punggung Kapolresta terluka akibat terkena serpihan bom, seperti paku, baut, dan mur.

Belakangan diketahui, saat jenazah pria yang diduga pelaku bom bunuh diri diangkat, ditemukan adanya sebuah tas pinggang yang menggelayut pada sisi kanan perut korban. Dari luka yang terlihat, bagian perut sebelah kanan pria yang diduga pelaku tersebut memang terlihat menganga. Salat Jumat di masjid tersebut akhirnya urung dilanjutkan. Puluhan korban luka, termasuk Kapolresta langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Demikian halnya korban selamat juga langsung dievakuasi dari masjid. Sementara jasad pelaku, masih terlihat berada di dalam masjid.

Kasat Narkoba Polresta Cirebon AKP Tri mengatakan, pelaku diperkirakan berusia 25 hingga 30 tahun. Tinggi berkisar 165-170 cm, mengenakan baju hitam, celana panjang hitam, jaket hitam, dan mengenakan sebuah tas pinggang. Saat itu, identitasnya belum diketahui.

Tiga hari kemudian, Senin 18 April 2019, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Musaddeq Ishak memastikan pelaku bom bunuh diri di Masjid Adz-Zikro di Kompleks Polresta Cirebon adalah Muhammad Syarif Astanagarif (32), warga Pleret, Majalengka, Cirebon.

“Ada tiga alat ukur untuk identifikasi primer yang mutlak, pertama adalah sidik jari, yang kedua adalah data gigi, yang ketiga adalah melalui analisis DNA. Tiga-tiganya dari tiga faktor primer ini cocok,” tegas Musaddeq Ishak.

“Satu, sidik jari identik. Kemudian, data gigi juga diakuin oleh keluarganya bahwa ini memang betul giginya Muhammad Syarif. Lalu, ketiga, melalui pemeriksaan DNA, kita bisa buktikan secara ilmiah bahwa pelaku bom bunuh diri di Mesjid Polresta Cirebon adalah bernama Muhammad Syarif,” imbuh dia.

Musaddeq mengakui, untuk melakukan tes terhadap jasad pelaku cukup memakan waktu lama karena Muhammad Syarif merupakan pemain baru dalam jaringan teroris yang rekam jejaknya tidak dimiliki polisi.

Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Irjen Mathius Salempang mengungkapkan selama ini Muhammad Syarif merupakan orang yang masuk dalam pencarian orang dalam kasus perusakan minimarket Alfamart di Cirebon.

Dari 11 pelaku pengrusakan minimarket Alfamart, baru enam yang telah diproses, lima di antaranya termasuk Muhammad Syarif, yang merupakan orang yang selama ini dicari.

Sementara itu, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri masih menyelidiki motif di balik serangan bom bunuh diri Muhammad Syarif di Masjid Adz-Zikro tersebut, dan kaitannya, bila ada, dengan kelompok terorisme.

“Dari hasil pemeriksaan Labfor (Laboratorium Forensik) dari residu, sisa-sisa ledakan yang ada di TKP kemarin, kita temukan akhirnya potassium nitrat, kemudian ada alumunium dan ada sulfur. Itu bahan peledaknya,” jelas Mathius Salempang. “Kemudian, apakah sama dengan bom lain? Kalau kita lihat bahan yang ada di TKP tadi, bahannya sama mungkin rakitannya sama, tetapi kita tidak bisa mengatakan kemudian mengambil kesimpulan bahwa bom ini sama dengan bom yang dibuat oleh kelompok lain,” imbuh dia.

Sementara itu, Pengamat Teroris dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara, Mardigu mensinyalir serangan bunuh diri di Masjid Adz-Zikro yang terletak di Kompleks Kantor Polresta Cirebon, Jawa Barat terkait dengan jaringan kelompok teroris Aceh.

Saat ini ada 50 orang eks-Aceh yang menjadi buronan. Ada dari orang-orang ini yang bisa membuat bom. Mereka kemudian mengajarkan orang lain membuat bom.

“Jadi, akan terlihat setelah ini mereka morat-marit, kocar kacir, mereka tiarap, mereka mengumpet ke sana kemari, tapi perjuangan mereka tak pernah berhenti,” ujar Mardigu.

Solskjaer Puji Proses Terjadinya Gol Bunuh Diri Pemain MU

Liputan6.com, Manchester – Manajer Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer memuji gol bunuh diri Luke Shaw yang membuat Barcelona menang 1-0 di Old Trafford Stadium pada leg pertama perempat final Liga Champions, Kamis (11/4/2019) dini hari WIB.

Gol bunuh diri bek sayap MU itu terjadi pada menit ke-12. Itu terjadi setelah Lionel Messi melepaskan umpan lambung dari dalam kotak penalti Setan Merah, sebutan MU.

Bola berhasil disundul striker Barcelona, Luis Suarez. Sayang bagi MU, bola yang sebenarnya tidak mengarah kesasaran itu berbelok ke gawang setelah mengenai tubuh Luke Shaw.

“Kami tidak memulai pertandingan dengan baik. Namun, itu merupakan gol yang hebat dari gerakan Messi dan Suarez. Saya harus mengakuinya,” kata Solskjaer, dikutip dari situs resmi klub.

“Barcelona hanya sedikit beruntung. Di sana ada Luke Shaw yang membuat bola berubah arah. Tentu saja, itu menjadi pukulan bagi kami,” ucap manajer MU berusia 46 tahun tersebut menambahkan.

Pasutri di Malang Gantung Diri: Terlilit Utang Hingga Akhirnya Bunuh Diri

Pasutri di Malang Gantung Diri: Terlilit Utang Hingga Akhirnya Bunuh Diri Foto: Istimewa

Surabaya – Warga Malang dikejutkan dengan aksi nekat pasutri gantung diri bersama di rumahnya. Keduanya tewas saling berhadap-hadapan dengan mengikat lehernya dengan tali tambang.

Mereka adalah SP (52) dan istrinya TS (52), warga Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Bagian kepala sang suami masih memakai hoodie warna hitam, sementara sang istri terlihat memakai jaket dan kaki sebelah kanan masih tergantung di sebuah kursi plastik.

Seorang kerabat pertama kali yang menemukan keduanya gantung diri. Saat itu rumah dalam kondisi sepi, tidak satupun penghuni bisa dijumpai saksi.

“Yang menemukan kerabatnya, yang biasa antar jemput cucu korban. Ketika dicari tidak ada, ternyata sudah meninggal di lantai atas dengan cara gantung diri,” kata Ketua RW 3 Sukardi saat dikonfirmasi detikcom di lokasi kejadian.

Putri tunggal pasutri gantung diri itu disebut tinggal di Bandung bernama CH (28). CH merantau ke Bandung, untuk tinggal bersama suaminya.

“Di Bandung ikut suaminya, anaknya dua, satu ikut tinggal bersama korban,” ujar Sukardi.

Sukardi cukup banyak tahu tentang korban, karena tinggal berseberangan. Namun, hari ini sebelum korban ditemukan meninggal gantung diri, Sukardi tak melihat keduanya muncul keluar rumah.

Warga sekitar mengenal dulu keduanya pengusaha sukses. Sang suami mampu membeli lebih banyak truk sebagai usaha transportasi dan menjalankan bisnis kayunya.

“Truknya sampai banyak dulu, karena usahanya maju. Yang suaminya asli sini, dan memang ulet dalam usaha,” beber Sukardi yang rumahnya berseberangan dengan tempat tinggal korban.

Namun sejak setahun terakhir, bisnis yang dijalankan korban mulai surut hingga puncak beberapa bulan terakhir. Bahkan Sukardi tidak pernah terlihat batang hidungnya.

“Yang kami dengar, apakah itu benar atau tidak, banyak utangnya. Berapa jumlahnya saya tidak tahu. Sampai diburu bank. Untuk melunasi utangnya. Apakah itu menyebabkan usahanya bangkrut, kami tidak tahu,” terangnya.

Karena jerat utang tersebut, lanjut Sukardi, SP (52) sang suami tidak pernah tinggal di rumah atau lokasi kejadian. Bahkan sudah berjalan hampir satu bulan lamanya.

“Suaminya tidak ada di sini, kayaknya baru pagi atau malam kemarin pulang. Karena saya tidak pernah tahu ada di rumah. Apa mungkin, karena diburu bank itu,” ujarnya.

Kini, pasutri gantung diri itu dimakamkan berdampingan meski ada beberapa kendala hingga menyebabkan pemakaman memakan waktu lebih lama. “Tanahnya ambrol terus,” ucap warga ditemui saat pemakaman.

Namun tak berselang lama, dua liang lahat tempat kedua jenazah disemayamkan dibuat berdampingan. Kata warga untuk memudahkan keluarga mengenali makam kedua korban.

Proses pemakaman pasutri gantung diri itu dilakukan lebih cepat atas permintaan keluarga. Polisi sendiri tidak menemukan adanya tindak kekerasan di jasad korban selama proses olah TKP.

“Anak kandung korban serta saudara dari korban tidak menyetujui adanya visum ataupun autopsi. Berdasarkan permintaan itu, dan diyakini kematian korban murni bunuh diri, maka jenazah langsung dimakamkan,” ungkap Kapolsek Tumpang AKP Bambang Sidik Ahmadi kepada detikcom ditemui di Jalan Raya Tumpang, Selasa (9/4/2019).

Dia menegaskan, bahwa sejumlah bukti menguatkan jika pasutri itu meninggal karena bunuh diri. Disertai juga ciri-ciri dari jenazah saat dilakukan penyelidikan.
(fat/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polisi Pastikan Pasutri di Malang Tewas Gantung Diri Murni Bunuh Diri

Polisi Pastikan Pasutri di Malang Tewas Gantung Diri Murni Bunuh Diri Pasutri tewas gantung diri/Foto: Istimewa

Malang – Polisi sudah menyelidiki penyebab kematian pasutri di Malang yang tewas gantung diri. Hasil pemeriksaan dipastikan keduanya murni bunuh diri. Polisi juga tak menemukan adanya kejanggalan dari kematian kedua korban.

“Hasil olah TKP dan pemeriksaan medis oleh dokter memastikan bahwa kematian korban murni bunuh diri,” terang Kapolsek Tumpang AKP Bambang Sidik Ahmadi ditemui detikcom di Mapolsek Jalan Raya Tumpang, Selasa (9/4/2019).

Dia mengatakan, tim dokter yang didatangkan untuk memeriksa kondisi pasutri gantung diri itu mengungkap, bahwa kematian korban diakibatkan kekurangan oksigen.

“Karena tersumbatnya pernafasan di bagian leher, akibat jeratan tali plastik (tampar) menjadi penyebab kedua korban meninggal,” ungkap Bambang.

Bukti lain memastikan kedua korban murni bunuh diri dengan gantung diri, kata kapolsek, dikuatkan dari ciri-ciri kematian kedua korban.

“Lidah menjulur, mengeluarkan kotoran, air liur keluar ditemukan pada jasad kedua korban. Bukti kekerasan juga tidak ditemukan. Ciri-ciri itu, menguatkan dan menambah bukti kuat penyebab kematian korban murni bunuh diri,” bebernya.

Dia menjelaskan, saat polisi datang usai menerima laporan warga, kondisi pasutri gantung diri masih dalam posisi leher terikat di lokasi kejadian. Artinya, selain saksi yang pertama kali menemukan, tidak ada orang lain yang berada di lokasi sebelum polisi datang.

“Setelah saksi mengetahui langsung turun dari lantai dua, memberitahu warga lain akan kematian korban. Selanjutnya dilaporkan ke polisi. Ketika kami datang TKP clear, artinya masih utuh tidak rusak dan kedua jasad masih terikat bagian lehernya,” urai kapolsek.

Polisi menemukan telpon seluler jadul dari salah satu saku celana yang dikenakan sang suami. Disana diketahui ada panggilan terakhir dilakukan korban sekitar pukul 3 pagi.

“Satu HP kami temukan dalam saku celana korban kita temukan dan menjadi barang bukti. Panggilan terakhir pukul 3 pagi tadi,” paparnya.

Selama proses olah TKP dan pemeriksaan medis, polisi juga menghubungi putri korban yang tinggal di Bandung, Jawa Barat. Kerabat dekat juga didatangkan ke lokasi kejadian untuk menyaksikan proses olah TKP sekaligus menggali keterangan terkait kedua korban.

Keluarga kemudian bersepakat untuk tidak dilakukan visum untuk memastikan secara medis penyebab kematian korban. Pernyataan bermaterai kemudian dibuat dengan disaksikan oleh pemerintah desa.

“Keluarga meminta tidak ada visum dan membuat pernyataan soal itu. Ketika kejadian cucu korban tengah bersekolah. Saksi yang menemukan mulanya akan mengantar cucu pulang dari sekolah,” tegasnya.
(fat/bdh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pendukungnya Ancam Bunuh Politikus Muslim AS, Donald Trump Tuai Kecaman Luas

Liputan6.com, Washington DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan stasiun televisi Fox News dituding berkontribusi pada merebaknya isu Islamofobia di negara itu.

Tudingan itu muncul menyusul penangkapan seorang pendukung kubu Republik yang mengancam akan membunuh Ilhan Omar, seorang politikus Demokrat asal negara bagian Minnesota, yang juga merupakan salah satu wanita muslim pertama Kongres AS, demikian sebagaimana dikutip dari The Guardian pada Senin (8/4/2019).

Patrick Carlineo, dari Addison, negara bagian New York, ditangkap pada hari Jumat dan didakwa melakukan panggilan telepon yang mengancam ke kantor Omar.

Menurut FBI, Carlineo mengatakan kepada anggota staf: “Apakah Anda bekerja untuk Ikhwanul Muslimin? Kenapa kau bekerja untuknya, dia teroris sialan. Saya akan menembakkan peluru ke tengkoraknya.”

Meskipun Fox News tidak disebutkan dalam keluhan terhadap Carlineo, salah seorang anggota Kongres AS asal New York, Alexandria Ocasio-Cortez, menarik hubungan langsung antara pernyataan kontroversial yang dibuat oleh presenter Jeanine Pirro dan ancaman terhadap Omar.

Bulan lalu Pirro mengkritik Omar yang berkerudung, menanyakan apakah itu menunjukkan “kepatuhannya pada hukum syariah, yang dengan sendirinya bertentangan dengan konstitusi Amerika Serikat”.

Dalam sebuah twit pada hari Sabtu, Ocasio-Cortez menyiratkan ada hubungan sebab akibat antara komentar Pirro dan ancaman kematian terhadap Omar.

“Saya pikir Jeanine Pirro menggunakan stasiun televisi Fox (untuk) mendorong orang berpikir bahwa kerudung mengancam. Dia juga mengimbau orang untuk berbicara kebijakan, bukan keputusan pribadi (dalam berkerudung),” twit Ocasio-Cortez.

Saat ini, Fox News menangguhkan siaran Pirro selama dua pekan ke depan, namun tidak disebutkan alasan resminya.

Sarkasme Donald Trump

Sementara itu, berselang tidak lama setelah penangkapan Carlineo, Donald Trump mengejek Omar di depan hadapan para pendukung Partai Republik dari kelompok Yahudi.

Dengan sarkastis, Trump berpura-pura berterima kasih kepada Omar atas dukungannya terhadap Israel, dengan mengatakan: “Oh, saya lupa. Dia tidak menyukai Israel, saya lupa, saya minta maaf. Tidak, dia tidak suka Israel, kan? “

Omar sendiri tidak menanggapi secara langsung sindiran Donald Trump, dan hanya mengetwit: “Tuhanku, maafkan orang-orang tersebut karena mereka tidak tahu.”

Meski tidak jelas siapa yang disebut sebagai “orang-orang tersebut” dalam twit Omar, namun banyak pihak menduga bahwa hal itu merupakan tanggapan terhadap sarkasme Trump.

Simak video pilihan berikut: 

Presiden Donald Trump kembali menyampaikan pidato berkaitan dengan pembangunan tembok perbatasan Amerika Serikat.

Dilarang Orangtua Main PUBG, Remaja di India Nekat Bunuh Diri

Liputan6.com, Malkajgiri – Seorang remaja berusia 16 tahun asal India nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, setelah dilarang oleh kedua orangtuanya bermain PUBG.

Dikutip dari laman Gulfnews.com, Sabtu (6/4/2019), korban diketahui bernama Kallakuri Sambashiva. Ia tinggal di Malkajgiri, India.

Remaja tersebut mendapat peringatan keras dari kedua orangtuanya agar tak menghabiskan banyak waktu bermain PUBG.

Karena kesal sang anak tak mau diatur, kedua orangtuanya pun melarang Sambashiva untuk bermain gim tersebut.

“Kallakuri biasa bermain PUBG di ponsel dan istri saya, Umadevi melarangnya bermain pada Senin malam,” ujar Bharath Raj, ayah dari korban.

“Dilarang ibunya, putra saya marah dan gantung diri di kamarnya,” tambah Bharat Raj.

Setelah mengetahui sang anak sudah tergantung, Raj pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi lantas membenarkan pnyebab tewasnya Kallakuri.

“Orangtuanya sudah beberapa kali memperingatkan dia. Suatu malam, ibunya memperingatkan agar anak ini mempersiapkan diri untuk ujian bahasa Inggris keesokan harinya,” kata Reddy, polisi di wilayah tersebut.

“Setelah dilarang main PUBG, dia masuk kamar dan tak keluar lagi. Akhirnya mereka mendobrak pintu dan menemukan anak ini gantung diri dengan menggunakan handuk,” lanjutnya.

Smalling Cetak Gol Bunuh Diri, MU Tersungkur di Kandang Wolverhampton

WolverhamptonManchester United menuai hasil negatif dalam lawatan ke markas Wolverhampton Wanderers di Liga Inggris. Gol bunuh diri Chris Smalling menjadi penyebabnya.

Pada lanjutan Liga Inggris di Molineux Stadium, Rabu (3/4/2019) dinihari WIB, MU unggul lebih dulu via Scott McTominay pada menit ke-13. Wolves bisa menyamakan kedudukan sebelum jeda dengan tendangan Diogo Jota pada menit ke-25.

MU mesti bermain dengan 10 pemain setelah Ashley Young mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-57. Setan Merah ketinggalan pada menit ke-77! Chris Smalling membobol gawang sendiri hingga Wolves unggul 2-1.

Bagi MU, ini merupakan kekalahan kedua beruntun di kandang Wolverhampton. Sebelumnya, mereka kalah 1-2 di babak perempatfinal Piala FA 2018/2019.

Dengan kegagalan ini, raihan angka MU tertahan di angka 61. Mereka menempati posisi kelima. Sementara itu, Wolverhampton mengumpulkan 47 poin, duduk di posisi ketujuh.

Jalannya Pertandingan

Babak pertama Wolves vs MU sama kuat 1-1. Setan Merah unggul lebih dulu via gol McTominay pada menit ke-13. Tim tuan rumah membukukan penyeimbang pada menit ke-25, Diogo Jota yang menjadi pencetak golnya.

MU nyaris mencetak gol kedua pada menit ke-55. Umpan silang Pogba bisa disambut dengan sundulan McTominay, Rui Patricio melakukan penyelamatan gemilang.

Dua menit berselang, MU defisit pemain. Ashley Young mendapatkan kartu kuning kedua akibat melanggar keras Jota. Kartu ini berjarak lima menit dari kartu yang pertama, sebelumnya dia juga melanggar Jota.

Percobaan Luke Shaw pada menit ke-64 masih belum membuahkan hasil. Tendangannya meneruskan umpan Paul Pogba masih diblok.

MU ketinggalan pada menit ke-77. Phil Jones tak sempurna saat membuang bola umpan silang. Sebuah kemelut tercipta di kotak 16 meter MU, Smalling malah memasukkan bola ke dalam gawang sendiri.

Smalling nyaris bikin gol bunuh diri lagi pada masa injury time. Dia memotong umpan silang tapi malah mengarah ke gawang MU.

Ivan Cavaleiro nyaris menambah gol untuk Wolverhampton. Tendangannya juga di masa injury time menerpa mistar.

Di sisa pertandingan tak ada gol lagi, MU kalah 1-2 dari Wolverhampton.

Susunan Pemain:

Wolves: Patricio; Bennett, Coady, Boly, Doherty; Dendoncker, Neves (Saiss 84), Moutinho, Vinagre (Castro 76); Jimenez, Jota (Cavaleiro 73)

MU: De Gea; Young, Smalling, Lindelof, Shaw; Fred (Jones 65), McTominay, Pogba; Lingard; Lukaku (Martial 73), Dalot (Pereira 84) (cas/nds)


Takut Identitas Terungkap Usai Perkosa, 2 Pelaku Bunuh Calon Pendeta

Liputan6.com, Sumatera Selatan – Polisi menangkap dua pria pelaku pembunuhan terhadap seorang perempuan di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, yang merupakan calon pendeta.  

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Jumat (29/3/2019), Nang dan Hendrik dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Pelembang akibat luka tembak di bagian kaki karena berusaha kabur saat akan ditangkap.

Pelaku ditangkap di wilayah Sungai Baung, Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, Ogan Komering Ilir, Kamis malam, 28 Maret 2019. 

Sebelum menghabisi nyawa Zidoni, pelaku sempat akan memperkosa korban. Namun, korban berontak hingga membuat topeng yang dikenakan salah satu pelaku lepas. Takut identitasnya terungkap, pelaku pun membunuh korban. 

Saksi Kasus Jang Ja Yeon Berjanji Tak Akan Bunuh Diri

Liputan6.com, Seoul – Aktris Yoon Ji Oh tak mau main-main dalam menghadapi dibukanya kembali kasus Jang Ja Yeon untuk diinvestigasi. Dengan berani ia berbicara secara terbuka kepada media mengenai kasus yang diduga melibatkan sejumlah orang penting di Korea Selatan tersebut.

Yang terbaru, saksi kasus Jang Ja Yeon ini memastikan bahwa ia tak akan bunuh diri. Untuk memperkuat kata-katanya ini, ia bahkan mengecek kesehatan mentalnya.

Dilansir dari Soompi, Kamis (28/3/2019), Yoon Ji Oh mengambil jalan ini sebagai langkah pengamanan diri. Pasalnya, ada beberapa orang yang berhubungan dengan kasus Jang Jayeon, dinyatakan mengakhiri hidupnya sendiri atau mengalami kematian tak wajar.

Sekadar informasi, sebagian publik mencurigai bahwa ada orang yang dibunuh dan direkayasa seakan bunuh diri, sebagai cara  untuk membungkam orang-orang yang hendak membongkar kasus Jang Ja Yeon.

“Alasan aku melakukan hal sejauh ini, adalah dari aktor yang bekerja dengan CEO agensi yang sama denganku dan Jang Ja Yeon, selain dia [Jang Ja Yeon], ada tiga yang meninggal bunuh diri. Ketiganya ditemukan di rumah masing-masing dengan cara yang sama, tanpa surat bunuh diri,” tulis Yoo Jin Ah di Instagram miliknya.

Pemerkosa Mengaku Bunuh Calon Pendeta karena Panik Topeng Tersingkap

Pemerkosa Mengaku Bunuh Calon Pendeta karena Panik Topeng Tersingkap Hendri dan Nang pembunuh dan pemerkosa calon pendeta (ist)

Palembang – Dua pelaku pemerkosa dan pembunuh wanita calon pendeta di kebun sawit, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan sudah ditangkap. Apa pengakuan pelaku?

Saat ditemui di rumah sakit Bhayangkara Polda Sumsel, Kamis (28/3/2019), kedua pelaku, Nang (20) dan Hendri (18) telihat meringis kesakitan. Keduanya ditembak karena melawan saat ditangkap.

Sebagai otak pelaku, Nang menceritakan secara perlahan tentang awal terjadinya kejahatan. Pria bertubuh kurus itu mengaku dirinya jatuh cinta pada korban, tetapi dia tidak berani untuk mengungkapkan.
“Aku suka sama dia (korban), tapi nggak berani bilang. Waktu aku lihat dia keluar, aku ikutin sama Hendri, jadi yang ngajak Hendri dari mes ya aku,” kata Nang yang terus menahan rasa sakit.

Karena menunggu korban pulang terlalu lama, Nang mengajak Hendri kembali ke mes untuk mengecas handphone. Tidak lama kemudian, mereka melihat ke arah rumah korban.

“Aku lihat si korban ini belum pulang ke rumah. Aku ajak Hendri ke kebun sawit untuk menghadang. Tujuan awalnya itu mau bersenang-senang, memperkosa,” kata Nang.

Setiba di lokasi, pelaku menutup wajah dengan kain. Mereka menghadang dan sudah mempersiapkan kayu balok. Tak lama korban pun melintas dan mereka langsung memalangkan kayu.

Korban yang saat itu bersama seorang anak berusia 9 tahun pun berhenti. Dia sempat berencana memutar balik, tapi keburu ditangkap pelaku dan langsung disekap.

Selanjutnya sang calon pendeta dibawa ke area semak-semak. Tangan korban diikat dengan karet ban. Mereka berusaha memerkosa korban, namun korban terus memberontak.

“Pas dibuka (busana) itu korban juga memberontak dan narik penutup wajah Hendri,” kata Nang yang bekerja sebagai tukang panen di kebun sawit tersebut.

Penutup wajah atau topeng kain yang dikenakan Hendri tersingkap, wajah Hendri terlihat. “Karena panik, Hendri menahan leher si korban,” imbuh Nang. Akhirnya korban tewas.

(ras/dnu)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>