Bunga yang Dianggap Punah Muncul Lagi di Gunung Gede Pangrango

Liputan6.com, Jakarta РPertengahan September 2018, Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango melaporkan temuan lokasi baru sebaran bunga langka Rafflesia rochussenii. Lokasi tersebut pertama kali ditemukan oleh personel Resort Cimande yang sedang patroli bersama masyarakat.

Ade Irma seorang polisi hutan dari Resort Cimande menuturkan, awalnya dia tidak yakin bahwa knop yang dilihatnya adalah knop Rafflesia rochussenii. Setelah diperhatikan dengan seksama, Ade dan tim meyakini bahwa itu merupakan jenis bunga langka yang hanya ditemukan di sedikit lokasi di Indonesia.

Menurut informasi yang dikutip dari laman Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, bunga langka ini hanya ada di Gunung Gede, Salak, dan Gunung Lauser.

Ade Irma mencatat, setidaknya dirinya dan tim menemukan 7 knop hidup, 2 knop busuk, dan 1 mekar busuk di lokasi sebaran baru tersebut.

Rafflesia rochussenii sendiri dianggap sebagai bunga langka yang berstatus dilindungi bersama dengan 12 jenis rafflesia lainnya. Hal tersebut termaktub di Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018.

Catatan Balai Besar TNGP juga menyebut, bunga ini sempat dinyatakan punah pada 1941 akibat dari pengambilan yang ugal-ugalan di alam. Pada 1990, mahasiswa pencinta alam IPB berhasil menemukan jenis bunga ini di Gunung Salak.

Setelah temuan ini, aktivitas memantau Rafflesia rochussenii oleh Balai Besa TNGP akan dilakukan rutin tiap tahun. Bahkan, tak menutup kemungkinan untuk dijadikan salah satu destinasi wisata minat khusus, yang tentu melibatkan warga lokal.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Berdasarkan laporan BPJS-TK, gaji pramugari ternyata lebih tinggi dari gaji pilot Lion Air JT610

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *