Driver Minta Tarif Ojol Naik Lagi, Kemenhub: Jalan Dulu 3 Bulan

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah menerapkan tarif ojek online (ojol) Rp 2.000 kilometer. Di sisi lain, sopir ojol justru minta tarif itu dinaikkan lagi jadi Rp 2.400/km nett.

Merespons hal ini Kemenhub buka suara. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan sudah mengetahui keinginan para driver ojol, namun ketentuan pemerintah telah diputuskan sehingga pihaknya mesti menunggu hingga aturan tersebut berlaku dan berjalan selama tiga bulan.

“Nanti dibicarakan lagi seandainya memang ada respons seperti itu, tapi biarkan ini jalan dulu kan memang dalam regulasi tiga bulan jalan bisa dilakukan, tapi tidak harus,” kata dia kepada detikFinance, Selasa (26/3/2019).


Budi meminta usulan yang diajukan driver nantinya juga berisi perhitungan yang berkaitan dengan pengemudi, aplikator dan masyarakat.

“Silakan (ajukan usulan) tapi nggak hanya sebut angka ya, mesti ada hitungannya kenapa, seperti apa biar berpikir rasional,” terang dia.

Sebelumnya Ketua Presidium Nasional Gabungan Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengaku akan terus berupaya agar usulan tarif Rp 2.400 per km nett tanpa potongan diterima Kemenhub. Pasalnya, hal itu sudah ditunggu bersama-sama sebelumnya.

“Iya betul (masih berupaya). Setidaknya kenaikan dilakukan bertahap, dan titik tarif ideal aspirasi kami sebesar Rp 2.400/km bisa tercapai, karena nilai tersebut sudah dilakukan perhitungan secara detail bersama Kemenhub juga sebelumnya. Artinya, Kemenhub sudah paham kenapa terbentuk tarif dasar batas bawah Rp 2.400/km nett,” kata , Igun Wicaksono kepada detikFinance, Selasa (26/3/2019). (hns/hns)

MUI Bakal Putuskan Fatwa Haram PUBG Bulan Depan

Penggiat game memadati lantai dasar Mangga Dua Mall di Jakarta, Minggu (17/3). Ratusan gamers ambil bagian dalam kompetisi game Mobile Legends dan PUBG Mobile bertajuk NXL Mobile Esports Cup 2019. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Walau masih hanya sebatas wacana, sejumlah gamer pun langsung beraksi keras tentang kabar tersebut. Kami pun bertanya ke sejumlah gamer dan pelaku di industri gim Indonesia.

“Enggak masuk akal, kan itu cuma gim. Alasannya memberikan fatwa haram juga tidak jelas,” ucap Arthur salah satu gamer setia PUBG.

Hal serupa juga dikatakan oleh Michael, Editor in Chief Esports.id. “Kalo menurut saya sih bukan masalah dari gimnya, tapi ke pribadinya sih,” ujar pria yang akrab dipanggil Mike kepada Tekno Liputan6.com.

“Saya main gim sudah dari tahun 2000-an, apakah ada niat untuk melakukan aksi kriminal? Eggak, karena justru bagi saya gim itu cara positif untuk menyalurkan hobi,” sambungnya. 

Agustin juga merasa wacana fatwa PUBG diharamkan terlalu berlebihan dan tidak masuk akal. “Itu kan cuma gim, buat hiburan aja. Jadi tidak masuk akal misalnya dilarang atau diharamkan.”

“Agak kurang setuju sih, jangan dikit-dikit yang disalahkan gim. Sebelum PUBG muncul, banyak kok gim shooting lain. Juga sebelum ada gim shooting, aksi terorisme memang sudah ada, jadi tidak ada kaitannya,” ucap Mas Langit, salah satu Editor di media gim Indonesia.

Ia menambahkan, “Beda permasalahan dan beda sasaran, enggak nyambung, kayak cuma disambung-sambungin dan mencari kambing hitam.”

Kalau menurut sobat Tekno Liputan6.com bagaimana tentang wacana MUI yang akan mengharamkan gim PUBG?

Reporter: Supriatin

Sumber: Merdeka.com

(Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :

Begini Penampakan Jika Planet Tata Surya Gantikan Posisi Bulan, Bikin Takjub

Liputan6.com, Jakarta Bumi merupakan salah satu-satunya planet di tata surya yang dihuni mahluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Bumi menempati urutan ketiga dalam Tata Surya, setelah planet Merkurius dan Venus.

Bumi memiliki satelit yaitu Bulan. Secara ilmiah, fungsi bulan sebagai satelit bumi adalah berpengaruh pada gravitasi bumi yang mengakibatkan terjadinya pasang surut air laut. 

Bumi dan bulan berada dalam lintasan rotasi yang sama di sistem tata surya kita. Hal ini yang menyebabkan kita melihat bulan selalu dari sisi yang sama. Bulan mendapatkan pantulan cahaya dari matahari sama seperti bumi. Jadi, bagian dari bulan yang kita lihat bersinar pada saat malam di bumi, merupakan sisi siang hari siang hari pada bulan.

Namun, bagaimana jika posisi bulan tergantikan oleh planet-planet  tata surya lainnya? Seperti yang kita tahu, tata surya memiliki 8 planet yaitu Mekurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.

Tentunya, penampakannya akan berbeda dengan dari bulan. Penasaran kan, gimana penampakannya? Berikut Liputan6.com, Sabtu (23/3/2019) rangkum dari akun twitter @ZonePhysics, gambaran ketika planet-planet tata surya menggantikan posisi bulan yang bikin kamu takjub.

Bulan Madu, Syahrini – Reino Barack Bertemu Suami Alicia Keys

Liputan6.com, Bern – Syahrini dan Reino Barack kini tengah menikmati manisnya masa bulan madu, setelah resmi menikah di Jepang pada 27 Februari 2019 lalu.

Syahrini dan Reino tiba di Swiss kemarin, Kamis (21/3/2019). Kota pertama yang mereka kunjungi adalah Le Locle, tempat Reino mampir ke tempat jam Zenith dibuat.

Setelah itu, mereka menuju kota Basel yang sedang cerah ketika Syahrini dan Reino tiba. Mereka makan malam dengan menu-menu kesukaan Syahrini.

Tak hanya itu, pasangan ini juga berjumpa dengan suami penyanyi Alicia Keys, Swizz Beats. Yang istimewa, Syahrini menyebut pria bernama asli Kasseem Dean ini sebagai sahabat lamanya.

Yang Sebelah kanan Ituuhh Suami Nya Alicia Keys My Old Friend,Yang Sebelah Kiri Suami nya Syahrini Yang Di Pilihkan ALLAH SWT,” tulis wanita kelahiran Sukabumi ini.

Jadi Mahasiswa Baru di Palembang, Berapa Sih Biaya Hidup per Bulan?

Palembang – Ribuan mahasiswa baru akan berdatangan untuk mengenyam pendidikan di Palembang, Sumatera Selatan setelah adanya pengumuman SNMPTN hari ini. Nah, sebelum menjadi anak indekos, ada baiknya mengetahui biaya hidup yang dibutuhkan selama tinggal di Kota Pempek.

Untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), pasti mahasiswa baru familiar dengan Universitas Sriwijaya dan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Begitupun kampus swasta yang cukup banyak, seperti Universitas Bina Darma dan Universitas Global Mandiri dan Universitas Muhammadiyah Palembang.

Palembang selama ini dikenal sebagai Kota Pempek, tapi jangan salah, di kota ini beragam kuliner juga tersedia dan harganya cukup terjangkau. Lalu berapa sih biaya hidup yang dibutuhkan jika ingin menempuh pendidikan di Kota Palembang?
Seorang mahasiswi, Dewi Lusiwati (19) mengatakan dirinya butuh biaya sekitar Rp 2,5 juta/bulan. Biaya itu mencakup biaya indekos, makan, transportasi hingga biaya tugas kuliah.

“Biaya hidup saya sebagai mahasiswi sekitar Rp 2,5 juta/bulan. Semua biaya dikirim orang tua untuk bayar kos, dan kebutuhan hidup sehari-hari selama di Palembang,” ujar Dewi saat berbincang dengan detikcom di indekos di Jalan Simanjuntak, Jum’at (22/3/2019).

Adapun rincian biaya itu, lanjut Dewi, meliputi indekos Rp 500 ribu, makan Rp 1 juta, transportasi Rp 300 ribu sampai biaya paket internet dan kebutuhan lain selama kuliah yang apabila ditotalkan mencapai Rp 2,5 juta/bulan.

Besaran biaya ini tentu saja melihat dari hunian atau tempat tinggalnya, seperti lokasi indekos atau kontrakan berada. Jika lokasinya di tengah kota dan lebih dekat dengan kampus, biayanya tentu lebih mahal.

“Sebenarnya biaya kos di sini Rp 600 ribu per bulan, tapi jika membayar untuk satu tahun, biayanya lebih murah. Ya, sekitar Rp 500 ribu seperti yang saya bilang tadi,” imbuh Dewi yang menganggap biaya indekos di tempatnya sudah masuk kanton anak indekos.

Selain Dewi, ada mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya bernama Heri (20 tahun) yang hanya hidup dengan biaya Rp 1,5 juta/bulan. Heri mengaku biaya tersebut cukup karena dia tinggal mengontrak bersama empat temannya.

“Cukuplah Rp 1,5 juta/bulan, tergantung kebutuhan sehari-hari ya. Kalaupun mau hidup mewah bisa, pasti biayanya lebih mahal,” kata Heri.

“Saya paling tinggi biasanya per bulan itu sampai Rp 2 juta, itu pun kalau lagi tugas menumpuk. Kan kami empat orang juga masak sendiri ya, bisa murah,” kata pria asal Belitung tersebut.

Beda dengan Dewi dan Heri, Nadia (22), mahasiswi asal Pekanbaru ini mengaku kebutuhan tiap bulan bisa mencapai Rp 3-4,5 juta. Biaya tinggi itu karena dirinya butuh banyak biaya untuk penelitian dan penyusunan skripsi.

“Biaya saya per bulan sih cukup tinggi, karena kan saya harus menyelesaikan penelitian dan skripsi. Kalau hidup di Pekanbaru pasti murah, apalagi hidup sama orang tua, tidak perlu bayar indekos dan makan,” cerita mahasiswi semester 7 tersebut.
(ras/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Santap Black Panther, Miliarder Ini Divonis 16 Bulan Penjara

November lalu, taipan asal Thailand mulai disidang karena tertangkap memburu satwa langka. Pelaku bernama Premchai Karnasuta yang merupakan presiden dari Italian-Thai Development dan salah satu orang terkaya di negaranya.

Dilansir dari Bangkok Post, Premchai ditangkap pada malam hari di kawasan Suaka Margasatwa Thungyai Naresuan di provinsi Kanchanaburi. Cagar alam itu merupakan situs Warisan Dunia UNESCO.

Sang taipan tertangkap bersama tiga orang pegawainya. Mereka kedapatan menyimpan beberapa hewan mati, termasuk kulit dan daging panther itu, padahal status hewan itu dilindungi.

Turut hadir sebagai saksi di pengadilan adalah Wichian Chinnawong, ia adalah kepala suaka margasatwa Kanchanaburi, sang pemimpin regu yang menahan Premchai. Untuk kompensasi, Departemen Taman Nasional, Satwa Liar dan Konservasi Flora menuntut pelaku membayar 12,75 juta baht atau Rp 5,6 miliar (1 Baht = Rp 440).

Jaksa menuntut pelaku dengan enam tuntutan, di antaranya membawa senjata api di tempat umum tanpa izin, berkolusi untuk memburu satwa liar di daerah dilindungi, memburu satwa liar yang dilindungi tanpa izin, dan menyembunyikan karkas hewan liar yang diperoleh secara ilegal.

Diketahui, Premchai kedapatan memasak panther hitam tersebut di perkemahannya dan tertangkap basah di malam hari ketika dicari petugas yang khawatir mengenai keselamatan mereka. Premchai masih mengaku tidak bersalah dan berkata tidak menembak satwa yang dilindungi itu.

Aksi sang taipan pun sempat memancing protes warganet dan mahasiswa di Thailand. Para mahasiswa dari Universitas Chulalongkorn memakai topen macan tutul hitam sembari membawa lilin dalam protes mereka.

Buron 10 Bulan, Pelaku Begal Driver Ojek Online di Medan Ditangkap

Medan – Polisi meringkus begal sadis yang membacok driver ojek online Fakhri Husaini, di Medan, Sumatera Utara. Pelaku berinisial YS (32) tersebut menjadi buron polisi sekitar 10 bulan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, tersangka diringkus setelah 10 bulan lamanya kabur dari kejaran petugas kepolisian. Dalam penangkapan kedua kaki YS terpaksa ditembak karena melawan petugas saat akan ditangkap.

“Tersangka ditangkap tidak berapa jauh dari kediamannya.Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan intensif,” ujar Yuda, saat jumpa pers di Mapolresta Medan, yang dilansir Antara, Selasa (19/3/2019).

Fakhri sendiri dibegal oleh pelaku di Jalan Cemara/Tol Haji Anif, pada 30 Mei 2018 lalu. Pelaku menikam tubuh korban dan mencuri motor Fakhri.

Nyawa korban berhasil diselamatkan, setelah sejumlah warga yang melihat Fakri terkapar minta tolong. Warga membawa korban ke klinik terdekat, dan selanjutnya dirujuk ke RS terdekat.

(rvk/fai)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Minta Integrasi Pengelolaan Transportasi Jabodetabek Selesai 3 Bulan

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas Lanjutan Pembahasan Kebijakan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono yang hadir dalam ratas mengatakan ada dua hal yang dibahas, di antaranya pengelolaan transportasi Jabodetabek secara terintegrasi. 

“Pertama adalah integrasi. Kalau bicara integrasi kan ada entitas. Siapa entitas ini, yang melaksanakan itu,” jelas Bambang di Istana Kepresidenan, Jakarta Selasa (19/3/2019).

Bambang menyebut siapa entitas yang akan mengelola transportasi Jabodetabek belum diputuskan. Namun, diwacanakan yang bakal mengelola transportasi Jabodetabek adalah Pemprov DKI Jakarta.

Jokowi sendiri, kata Bambang, telah memberikan tenggat waktu selama tiga bulan kepada bawahnnya untuk segera menentukan pengelola transportasi Jabodetabek.

“Presiden minta waktunya 3 bulan, dari sekarang jadi baru Juni,” ucap dia.

Dia melanjutkan, penentuan pihak pengelola transportasi Jabodetabek akan dibahas kembali bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Tadi belum putus karena masih akan dibahas oleh Pak Wapres,” ujar dia.

Bambang menjelaskan, penetapan pengelola transportasi Jabodetabek harus memperhatikan amanat Undang-undang.

“Entitas ini harus bisa fleksibel, jangan entitas ini terikat sama regulasi yang ada, karena transportasi ini kan wilayah. Jadi perlu ada satu entitas baru dalam rangka mengintegrasikan antar moda antar wilayah,” terang dia.

Dalam arahannya, Jokowi sebelumnya meminta kementerian, lembaga maupun pemerintah daerah menghilangkan ego sektoral dalam pengelolaan transportasi Jabodetabek.

Jokowi ingin kepentingan transportasi nasional diletakkan di atas kepentingan institusi.

“Tidak ada lagi yang namanya ego sektoral, ego kementerian, ego daerah. Saya kira semuanya yang ada adalah kepentingan nasional,” tegas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

 

Harga Minyak Melompat ke Level Tertinggi dalam 4 Bulan

Liputan6.com, New York – Harga minyak naik mendekati level tertinggi empat bulan pada hari Senin (Selasa pagi WIB), didukung oleh prospek perpanjangan pemangkasan pasokan minyak yang dipimpin Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan tanda-tanda penurunan persediaan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS).

Dilansir Reuters, Selasa (19/3/2019), harga minyak mentah berjangka Brent ditutup pada USD 67,54 per barel, naik USD 38 sen atau 0,6 persen. Harga patokan minyak internasional ini berada dekat puncak 2019 di level USD 68,14 yang dicapai pada hari Kamis.

Harga minyak mentah antara West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir di USD 59,09 per barel, menambahkan USD 57 sen, atau 1 persen, setelah mencapai tertinggi empat bulan pada USD 59,23 per barel.

OPEC dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC +, bertemu di Azerbaijan pada akhir pekan ini untuk memantau pakta pengurangan pasokan minyak mentah mereka. OPEC juga membatalkan pertemuan pada April, yang berarti grup produsen minyak tidak akan bertemu lagi sampai Juni.

Arab Saudi pada hari Minggu mengisyaratkan produsen mungkin perlu memperpanjang pemangkasan 1,2 juta barel per hari sejak Juni lalu hingga paruh kedua 2019. Kerajaan Arab Saudi secara umum telah memotong lebih dramatis daripada beberapa negara lain, sementara Rusia, anggota non-OPEC terbesar dalam pakta tersebut, kurang tertarik untuk melanjutkan pengurangan produksi.

Ekspor dari produsen terbesar OPEC turun menjadi 7,3 juta barel per hari di Januari dari 7,7 juta barel per hari pada Desember, data resmi menunjukkan.

Tanda-tanda penurunan tingkat persediaan minyak mentah di pusat penyimpanan AS di Cushing, Oklahoma juga mendukung harga minyak berjangka, kata para pelaku pasar.

Stok minyak mentah di Cushing, titik pengiriman untuk WTI, turun 1,08 juta barel dalam seminggu hingga Jumat, kata para pedagang, mengutip data dari perusahaan intelijen pasar Genscape.

Secara keseluruhan, persediaan minyak mentah AS diperkirakan telah turun minggu lalu, penurunan mingguan kedua berturut-turut, sebuah jajak pendapat pendahuluan menunjukkan.

Produksi minyak AS dari tujuh formasi serpih utama diperkirakan akan mencapai rekor 8,6 juta barel per hari pada April, naik 85.000 barel per hari, yang akan menjadi kenaikan bulanan terkecil sejak Mei 2018, perkiraan pemerintah.

Ngeloyor Bawa Tas Gucci di Duty Free Bali, WN Australia Dituntut 5 Bulan

Denpasar – Warga Negara (WN) Australia pencuri tas Gucci di Duty Free Shop (DFS) Mal Bali Galeria, Bali, Bilal Kalache dituntut 5 bulan bui. Jaksa meyakini Bilal bukan lupa membayar tapi melakukan pencurian tas seharga Rp 12 juta itu.

“Menuntut supaya hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menyatakan terdakwa Bilal Kalache bersalah melakukan tindak pidana ‘pencurian’ dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama lima bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah tetap ditahan,” kata Jaksa I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo di Pengadilan Negeri Denpasar, Jl PB Sudirman, Denpasar, Bali, Senin (18/3/2019).

Bamaxs mengatakan perbuatan Bilal telah memenuhi unsur mengambil suatu barang. Sebab, Bilal juga membenarkan perbuatannya itu dilakukan pada Kamis (10/1) sekitar pukul 16.00 Wita.

“Bertempat di toko Gucci DFS Mal Bali Galeria Jl Bypass Ngurah Rai, Kuta, Badung, terdakwa Bilal Kalache telah mengambil satu buah tas selempang warna krem mereka Gucci milik perusahaan Duty Free Shopping Mall Bali Galeria sehingga dengan kejadian itu perusahaan megnalami kerugian sebesar Rp 12.282.500. Dengan demikian unsur mengambil suatu barang telah terbukti secara sah dan meyakinkan,” ujarnya.

Selain itu, jaksa juga menyatakan Bilal mengambil tas selempang Gucci itu dengan maksud untuk dimiliki dan melawan hukum. Sebab, Bilal tidak meminta izin untuk mengambil tas tersebut dari pemilik toko.

“Hal ini didukung oleh keterangan terdakwa bahwa terdakwa tidak pernah minta izin untuk mengambil barang-barang tersebut dari pemiliknya. Dengan demikian unsur secara melawan hukum telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum,” tutur Bamaxs.

Jaksa menyebut hal yang memberatkan terdakwa yaitu perbuatannya telah meresahkan masyarakat. Sementara itu hal-hal yang meringankan yaitut terdakwa berterus terang, menyesali perbuatannya dan merupakan tulang punggung keluarganya.

Usai mendengarkan tuntutan jaksa, Bilal mengajukan keringanan hukuman. Sebab dia mengaku memiliki lima anak yang tinggal di Australia.

“Jika bisa saya minta keringanan, saya memiliki lima anak yang tinggal di Australia dan saya yang menafkahi mereka,” ujar Bilal.

Bilal sebelumnya membela diri. Dia mengatakan dirinya tak ada niat mencuri melainkan lupa membayar. Hal itu dikuatkan bukti bahwa Bilal membayar tas Gucci yang dia beli lebih dulu di toko yang sama. Dia juga mengaku lupa bayar karena buru-buru mau ke bandara.

“Iya itu yang tertulis, tapi faktanya tidak seperti itu, ” bantah Kalache lewat penerjemah saat sidang bulan Januari lalu.
(ams/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>