Jelajahi Kota Kelahiran Para Penulis Terkenal di Hari Buku Sedunia

Liputan6.com, Jakarta – Hari Buku Sedunia atau World Book Day diperingati hari ini, 23 April 2019. Peringatann ini dicetuskan oleh UNESCO untuk mempromosikan peran membaca, penerbitan, dan hak cipta.

Hari Buku Sedunia atau Intenasional dirayakan pertama kali pada 23 April 1995. Tanggal itu dipilih karena merupakan hari kematian William Shakespeare serta hari lahir atau kematian beberapa penulis terkenal lain.

Buku dapat membawa kita ke tempat-tempat yang baru dan menarik, bahkan dunia yang sama sekali baru. Untuk liburan Anda berikutnya, lacak asal usul beberapa penulis buku favorit dan ternama dunia dengan mampir ke kota asal atau tempat kelahiran mereka.

Beberapa di antara kota-kota tersebut telah mengilhami karya-karya mereka. Berikut adalah beberapa tempat di dunia yang harus dikunjungi oleh para pencinta buku, seperti dilansir dari Agoda dan Fimela, Senin, 22 April 2019.

Kobe, Jepang

Pahlawan Sastra: Haruki Murakami. Karya Terkenal: “Kafka on the Shore” dan “1Q84” terbitan Shinchosha

Objek Wisata yang Wajib Dikunjungi: Kuil Ikuta, Arima Onsen, Jembatan Akashi-Kaikyo.

Camarines Norte, Filipina

Pahlawan Sastra: Ricky Lee. Karya Terkenal: “Para kay B” terbitan Philippine Writers’ Studio Foundation

Objek Wisata yang Wajib Dikunjungi: Kepulauan Calaguas, Pulau Apuao Grande, Pantai Bagasbas.

Pulau Belitung, Indonesia

Pahlawan Sastra: Andrea Hirata. Karya Terkenal: Seri buku “Laskar Pelangi”

Objek Wisata yang Wajib: Pantai Tanjung Kelayang, Museum Kata Andrea Hirata, Rumah Tradisional Belitung.

Menyeramkan, 5 Buku Ini Sampulnya Dibuat dari Kulit Manusia

Buku ini berisi kisah mengenai gagalnya Plot Mesiu di Inggris dan apa yang terjadi sesudahnya. Plot Mesiu adalah suatu rencana yang dirancang oleh orang-orang Katolik Inggris di tahun 1605 untuk membunuh James (raja Inggris yang beragama Protestan), putra sulungnya, serta sebagian besar anggota parlemen Inggris.

Salah satu peserta Plot Mesiu yang paling dihormati adalah Guy Fawkes, di mana ilustrasi wajahnya menjadi sumber inspirasi topeng karakter utama film V For Vendetta, serta lambang gerakan Anonymous di dunia maya. Selain Fawkes, peserta lain plot ini adalah Henry Garnet, kepala gerakan Jesuit Kristen di Inggris. Kulit Garnet inilah yang kemudian diambil untuk dijadikan bahan pembuat sampul buku ini karena mereka percaya, tindakan ini akan membuat Garnet mengalami penderitaan abadi akibat pembangkangannya.

Cak Imin Apresiasi Buku Adempol

Liputan6.com, Jakarta – Anggota Fraksi PKB DPR RI Lukmanul Khakim Launching buku Adempol, singkatan dari Agama, Demokrasi dan Politik.

“Trilogi ini bersumber dari pemikiran dan jejak langkah politik Cak Imin, yang saya awali dari catatan kecil selama nderek beliau,” kata Lukman di launching dan bedah buku di ruang rapat Fraksi PKB, Senayan, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Agama sebagai Salah satu di antara trilogi yang disampaikan dalam buku itu menurut Lukman sangat menarik dibahas. Agama menjadi simbol politik identitas yang semakin menguat.

“Padahal faktanya negara kita bukan negara agama, tapi seringkali agama dijadikan sebagai alat politik,” tegas Politisi muda daerah pemilihan Bojonegoro-Tuban ini.

Melihat fakta tersebut, publik hari ini menurutnya harus melihat dan membaca pemikiran Cak Imin Yang sudah dituliskannya dalam buku setebal 285 halaman itu.

“Nilai dalam agama itu harus ditransformasikan dalam bentuk kebijakan politik Yang objektif, bukan agama sebagai simbol dan alat doktrinasi membangun militansi. Akhirnya lihat, agama dalam konteks sebagai rahmat itu terabaikan,” tandas Lukman.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menyampaikan apresiasinya atas buku yang mengisahkan jejak langkah politik dan pemikirannya itu.

“Terima Kasih, saya tentu mengapresiasi dan bangga atas buku yang luar biasa ini. perjuangan politik harus memiliki landasan nilai, ideologi dan jejak history yang tak terputus,” ungkap Cak Imin.

Hadir juga dalam acara sekaligus memberikan paparan terkait Trilogi, agama demokrasi dan politik diantaranya pengamat politik Lili Romli dan wakil ketua Umum PBNU Macksoem Mahfud.

Fadli Zon Luncurkan Buku Berisi Catatan Kritis Selama Jadi Pimpinan DPR

Jakarta – Wakil Ketua DPR Fadli Zon kembali menelurkan karya lewat sebuah buku. Kali ini, Fadli meluncurkan buku berjudul ‘Kata Fadli’.

Peluncuran buku ‘Kata Fadli’ digelar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/4/2019). Buku ‘Kata Fadli’ merupakan catatan-catatan kritis Fadli selama menjabat sebagai pimpinan DPR periode 2014-2019.

“Buku ini sebenarnya adalah kumpulan ucapan-ucapan, kemudian rilis-rilis pendek, komentar-komentar terhadap berbagai macam peristiwa dari hari ke hari selama 4,5 tahun,” kata Fadli.
Dia mengatakan buku ‘Kata Fadli’ berisikan komentar dirinya terhadap berbagai isu bangsa. Waketum Gerindra ini membahas isu politik hingga ekonomi dalam bukunya. Fadli pun menegaskan catatan-catatan ini dibuatnya berdasarkan data.
“Sebuah kompilasi dari berbagai macam isu, dan isu-isu itu saya tanggapi secara spontan. Dan Tentu berdasarkan juga data. Data-data ini adalah data-data yang ketika itu saya komentari,” ujar dia.

Dalam acara peluncuran ini, turut hadir sejumlah tokoh. Di antaranya Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, ahli ekonomi Rizal Ramli, peneliti LIPI Siti Zuhro, dan budayawan Betawi Ridwan Saidi.
(tsa/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bek Persib Hobi Baca Buku dan Pendam Mimpi Naik Gunung Everest

Selain membaca, ternyata Mali mempunyai hobi hiking. Sebagai seseorang yang memiliki hobi hiking, pemain 34 tahun ini juga punya sebuah impian melakukan pendakian gunung.

“Target saya ketika karier profesional selesai adalah mendaki Gunung Everest. Itu ambisi saya sejak masih muda karena sangat suka pengalaman naik gunung,” ujarnya.

Menurutnya, mendaki Gunung Everest yang merupakan gunung tertinggi di dunia itu merupakan cita-citanya sejak lima tahun lalu.

“Jika bertanya pada teman saya di Serbia apa harapan dari saya, mereka pasti menjawab bukan sepak bola. Tapi naik Gunung Everest,” ucapnya.

Sudah Cetak 50 Gol untuk Liverpool, Salah Masuk Buku Rekor

Liverpool- Mohamed Salah ikut berkontribusi saat Liverpool mengalahkan Southampton 3-1 di lanjutan Liga Inggris yang berlangsung di St Mary Stadium, Sabtu (6/4/2019) dini hari WIB. Gol tersebut membuat Salah tercatat dalam buku rekor Liverpool.

Salah tercatat sebagai pemain Liverpool yang mencetak 50 gol paling cepat di Premier League. Salah mencetak 50 gol dalam 69 pertandingan bersama The Reds.

Pemain asal Mesir itu melewati catatan sebelumnya yang dilakukan Fernando Torres. Sebelumnya, Torres adalah pemain tercepat yang mencetak 50 gol untuk Liverpool di Premier League.

Torres mencetak 50 gol dalam 72 pertandingan Premier League bersama The Reds. Catatan tersebut semakin membuat Salah menjadi idola publik Anfield.

Selain itu, gol ke gawang Southampton juga menjadi akhir dari puasa gol Salah untuk Liverpool. Sebelumnya, Salah sudah gagal menyarangkan bola dalam delapan laga terakhir yang ia jalani bersama The Reds.

Karena itu, Salah terlihat sangat emosional settelah berhasil menyarangkan bola ke gawang Southampton. Ia sampai membuka baju dan mengambil risiko menerima kartu kuning karena perayaan tersebut.

Kemenangan atas Southampton mengantarkan Liverpool ke puncak klasemen sementara Premier League. The Reds unggul dua poin atas Manchester City.

Bek Muda Liverpool, Trent Alexander-Arnold mengakui jika ia sering kesal karena Mohamed Salah.

Beli Buku Ini, Bill Gates Rela Rogoh Kocek Rp 440 Miliar

Meski Gates tidak membuat mahakarya seperti Mona Lisa atau Last Supper, Gates berpikir kalau dirinya sangat mirip dengan Leonardo.

Ketika Leonardo ‘meramalkan’ dunia sains dan ilmu pengetahuan akan berkembang (seperti saat ini) dalam buku Codex Leicesternya, Gates muda membayangkan orang-orang di masa depan yang membawa gawai kecil dimana seluruh aktivitas dilakukan di sana.

‘Ramalan’ Gates yang pernah ditulis di bukunya yang berjudul Business @ the Speed of Tought ini ternyata menjadi kenyataan, karena smartphone sudah merajalela saat ini.

Gates ingin menginspirasi orang-orang di seluruh dunia kalau memiliki idola (yang inspiratif) akan membantu kita berkembang dan belajar.

Tahun lalu, Gates meluncurkan proyek Codescope, kios layar sentuh interaktif yang berisi tentang segala informasi tentang Codex Leicester. Ini adalah cara Gates untuk memberitahu dunia bahwa karya Leonardo berpengaruh di dunia termasuk untuk hidupnya.

“Buku Codex Leicester memang langka, jadi tidak semua orang bisa menikmatinya. Oleh karenanya, Codescope diluncurkan agar semua orang tahu apa isi pikiran orang hebat bernama Leonardo da Vinci,” ujarnya.

Fotografer Rose Kampoong Terbitkan Buku tentang Keindahan Sulawesi Utara

Liputan6.com, Jakarta – Fotografer Ruthy Bambang Waskito alias Rose Kampoong meluncurkan buku fotonya berjudul ‘Bumi Karema’ di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Rabu 27 Maret 2019.

Buku tersebut berisikan kumpulan foto-foto yang diambil sendiri selama mendampingi suami menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Utara selama dua tahun lebih.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menyambut baik lahirnya buku ‘Bumi Karema’ ini. Menurut Arief, melalui buku karya Ruthy itu citra positif pariwisata Sulawesi Utara bisa dilihat dan mudah dipahami.

“Buku ini lengkap, ada foto tentang marine tourism, eco tourism, adventure, heritage, religi dan wisata ziarah, art and culinary tourism, wisata perkotaan dan pedesaan, serta wisata olahraga,” kata Arief.

Ruthy yang diketahui sudah lama menyukai fotografi ini merasa beruntung bisa merasakan tinggal di Sulawesi Utara, mendampingi suaminya bertugas.

“Beruntunglah, saat mengikuti kunjungan kerja suami ke pelosok-pelosok daerah, saya berhasil menemukan keindahan dan keunikan Sulut. Setiap kali mengunjungi suatu daerah, saya menyaksikan betapa indahnya pemandangan alam baik di darat maupun di dasar laut,” kata Ruthy.

Lebih dari itu, dirinya juga menemukan kekayaan dan keragaman budaya Nusantara, toleransi serta keramah-tamahan penduduk setempat. Ia melihat bahwa keterbukaan dan keramahtamahan masyarakat Sulut terasa mulai dari Kota Manado hingga Kabupaten Bolaang Mongondow.

“Saya sadar, buku ini bukanlah ensiklopedia. Namun, saya harap buku ini bisa menjadi referensi pariwisata, dan sebagai upaya pelestarian atau perlindungan alam, budaya, dan lingkungan yang ada di Sulut. Semoga buku ini dapat dijadikan rujukan baik warga lokal, wisatawan dari dalam negeri dan luar negeri, pelajar, dan mahasiswa, serta masyarakat umum agar bisa mengenal Sulawesi Utara dengan lebih baik,” ungkapnya.

Emak-Emak Luncurkan Buku Tentang Prabowo Subianto, Apa Isinya?

Liputan6.com, Jakarta – Partisipasi politik perempuan di pemilu 2019 diprediksi semakin meningkat. Hal itu terlihat pada kuatnya dukungan pemilih perempuan yang kerap disapa dengan ’emak-emak’ kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Salah satunya tertuang dalam buku yang berjudul ‘Prabowo Subianto dalam 67 Tuturan Emak-emak’ yang ditulis oleh Imelda Bachtiar. 

“Buku ini menegaskan bahwa emak-emak di kubu 02 itu sudah gerakan militan dan gerakan inti. Ada pernyataan Pak Prabowo yang menyebut ’emak-emak bagi saya adalah injeksi kekuatan’, itu benar adanya,” kata Imelda Bachtiar di Media Center Prabowo-Sandi di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2019). 

Imelda menambahkan, buku tentang Prabowo oleh para emak-emak ini merupakan bagian dari gerakan literasi yang digagas untuk melestarikan budaya tulis di tanah air.

“Buku ini literasi primer. Lewat buku, kisah tentang sosok Prabowo ini tercatat, sumbernya ada. Berbeda dengan status di media sosial, bagaimanapun viralnya, mereka akan hilang. Buku ini juga akan menjadi kabar bagi emak-emak agar lebih mengenal sosok Prabowo,” ungkap Imelda.

Sementara seorang penggagas buku, Jasmin K mengaku banyak menghadapi rintangan saat mengggagas buku Prabowo Subianto. Salah satunya saat mengumpulkan naskah-naskah yang ditulis oleh 67 emak-emak.

“Yang paling menarik bagi saya adalah mengumpulkan 67 perempuan. Menemui mereka satu-persatu. Ada yang cukup pintar, langsung menulis dan langsung mengirim, ada yang dikejar sampai tenggat waktu tiba. Itu perjuangan tersendiri,” ujar Jasmin.

Terungkap! Pilot Lion Air PK-LQP Panik Cek Buku Panduan Sebelum Jatuh

Jakarta – Fakta baru terungkap dari peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat pada Oktober 2018 lalu. Percakapan antara pilot dan kopilot yang direkam cockpit voice recorder (CVR) diketahui.

Dilansir Reuters, Rabu (20/3/2019), pilot Lion Air PK-LQP dan kopilot disebut sempat mengecek buku panduan dengan panik di tengah keduanya berusaha mengendalikan pesawat nahas itu. Tetapi, mereka kehabisan waktu sebelum pesawat Boeing 737 MAX-8 itu akhirnya jatuh ke laut.

Hal itu disampaikan oleh 3 orang sumber anonim yang mengetahui isi cockpit voice recorder (CVR) kepada Reuters. Ini adalah pertama kalinya isi CVR terungkap ke publik. Reuters sendiri tidak memiliki rekaman maupun transkrip dari isi CVR.

CVR Lion Air PK-LQP sendiri ditemukan pada Januari 2019 lalu. Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah menerbitkan laporan awal soal kecelakaan ini pada November 2018 berdasarkan rekaman flight data recorder (FDR).

Dalam laporan KNKT pada November 2018, pilot memegang kontrol sementara kopilot bertanggungjawab atas radio. Setelah 2 menit terbang, kopilot melaporkan ada ‘flight control problem’ ke ATC dan pilot berniat menjaga ketinggian pada 5.000 kaki.

Dalam laporan KNKT, masalah yang dilaporkan kopilot itu tidak disebutkan spesifik. Tetapi, sumber pertama Reuters mengatakan ‘airspeed’ disebutkan di CVR sementara sumber kedua mengatakan ada masalah yang muncul di indicator display pilot, tapi tidak muncul di display kopilot.

Sumber pertama Reuters mengatakan pilot meminta kopilot mengecek buku pegangan referensi cepat yang berisi ceklis untuk peristiwa abnormal.

Dalam 9 menit berikutnya, sistem pesawat memberi tahu pilot bahwa pesawat dalam kondisi sttall dan mendorong hidung pesawat ke bawah sebagai responsnya. Pilot berusaha untuk menaikkan hidung pesawat tetapi komputer masih salah mendeteksi stall. Akibatnya, hidung pesawat terdorong ke bawah oleh sistem trim pesawat. Normalnya, trim berguna untuk menyesuaikan permukaan pesawat sehingga tetap terbang lurus.

“Mereka sepertinya tidak tahu bahwa trim bergerak ke bawah. Mereka mengira ini hanya tentang kecepatan udara dan ketinggian. Hanya itu yang mereka bahas,” kata sumber ketiga Reuters.

Pilot disebut tetap tenang sepanjang penerbangan. Hingga di penghujung penerbangan sebelum jatuh, pilot meminta kopilot untuk menerbangkan pesawat sementara dia mengecek buku panduan untuk mencari solusi.

Sekitar satu menit sebelum pesawat hilang dari radar, pilot meminta ATC untuk mem-clear-kan lalu lintas sekitarnya di bawah 3.000 kaki dan meminta ketinggian 5.000 kaki yang kemudian disetujui. Sumber-sumber Reuters mengatakan ketika pilot masih berusaha menemukan prosedur yang tepat dalam buku pegangan, kopilot tidak dapat mengendalikan pesawat Lion Air PK-LQP itu.

“Kondisinya seperti ujian, di mana ada 100 pertanyaan dan ketika waktu habis, Anda haya bisa menjawab 75 pertanyaan. Kemudian Anda panik. Ini bagaikan kondisi time-out,” kata sumber ketiga Reuters.

Reuters telah meminta konfirmasi dari Lion Air, Boeing, hingga KNKT. Juru bicara Lion Air mengatakan semua data dan informasi telah diberikan kepada pihak yang meyelidiki serta menolak berkomentar lebih lanjut.

Boeing menolak berkomentar kepada Reuters karena investigasi sedang berjalan. Pekan lalu, Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan laporan investigasi bisa dirilis pada bulan Juli atau Agustus. Pada hari Rabu (20/3) ini, dia menolak berkomentar soal isi CVR dan mengatakan bahwa isinya belum dipublikasikan.
(imk/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>