Buktikan Semut Setia Kawan, Dua Siswa Medan Terbang ke Jerman

Guru pendamping Nadya dan Zahra, Ipa Ratna Mutiara menjelaskan, sering melihat banyak semut yang berada di lingkungan sekolah dan lingkungan rumah, menjadi alasan bagi uridnya menjadikan semut sebagai objek penelitian.

“Penelitian tentang semut awalnya bukan yang pertama dilakukan mereka. Awalnya mereka ingin membuat penelitian tentang warna papan tulis, apakah berpengaruh pada konsentrasi siswa,” ujar Ipa.

Tetapi setelah dikirim ke dewan juri, ternyata penelitian pertama tentang warna papan tulis mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. Hal tersebut sempat membuat Nadya dan Zahra hampir putus asa. Kemudian mencoba lagi dengan mengangkat tema semut yang sebenarnya sudah ada di daftar rencana awal.

“Keduanya kemudian terus mencoba dan melakukan penelitian tentang semut tersebut. Ternyata masuk menjadi 20 besar. Saat dapat kabar masuk 20 besar, kami sangat senang dan langsung melakukan revisi, baik revisi penelitian maupun laporan dengan waktu yang ditentukan oleh juri. Alhamdulilah masuk final,” terang Ipa, guru bahasa di SMAN 1 Medan.

Ipa mengaku sempat merasa lucu, karena asumsi yang berkembang di masyarakat bahwa semut bergerombol menunjukkan mereka sangat kompak. Begitu juga ketika membawa makanan, semut akan terlihat sangat kompak.

Lalu saat Ipa melihat lagi tema dari kompetisi, dirinya merasa penelitian kedua muridnya sesuai, karena yang masuk 20 besar adalah penelitian yang tidak serius tetapi penelitian yang lucu.

“Ada pesan dari penyelenggara kepada peserta untuk jangan takut melakukan penelitian. Banyak hal yang ada di sekitar, yang bisa dijadikan sebagai bahan penelitian, tidak hanya melulu harus penelitian serius,” terangnya.

Dijelaskan Ipa, proses penelitian yang dilakukan Nadya dan Zahra dimulai dari akhir Desember 2018 hingga akhir Januari 2019 saat liburan sekolah. Ketika masuk sekolah, mereka telah mendapatkan hasil dan masuk 20 besar.

“Kemudian kita terbang ke Tangerang. Di sana mereka presentasi di depan dewan juri, dan berhasil keluar sebagai juara. Hadiahnya jalan-jalan ke Jerman, saya ikut mendapingi, karena kami sebagai tim,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Medan, Suhairi mengaku, keberhasilan dua pelajarnya dalam meraih juara adalah hal yang luar biasa, dan penghargaan yang tentunya berhasil mengharumkan nama sekolah.

“Kami (sekolah) memberikan apreasiasi setinggi-tingginya kepada keduanya. Mudah-mudahan prestasi ini dapat dicontoh siswa-siswa lain dan sekolah-sekolah lain,” harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *