Ma’ruf Amin Soal Korupsi: Banyak Penangkapan Bukti Sistem Penindakan Bagus

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin menilai upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air mengalami kemajuan yang signifikan. Ma’ruf menyebut banyaknya pihak yang ditangkap bukan karena korupsi merajalela.

“Kegiatan korupsi, penindakan korupsi di Indonesia sampai saat ini menunjukkan kemajuan yang signifikan. Namun ada orang mengatakan karena banyaknya yang ditangkap menunjukkan banyaknya korupsi. Padahal justru karena bagusnya sistem penindakan, bukan karena banyaknya korupsi,” kata Ma’ruf, Selasa (19/3/2019).

Penilaian tersebut disampaikan Ma’ruf saat memberikan sambutan dalam acara diskusi yang digelar oleh Seknas Jokowi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, cawapres nomor urut 01 itu menganggap pemberantasan korupsi jauh lebih baik sekarang ini.

“Dulu tidak ada, atau jarang yang ditangkap, karena penegakan hukum lemah, penindakan hukumnya itu belum sebaik seperti sekarang. Ini saya kira yang mesti dipahami,” jelasnya.

Namun, Ma’ruf menyadari pemberantasan korupsi di Indonesia harus terus ditingkatkan. Terkait hal tersebut, Ma’ruf menyoroti soal upaya pengembalian kerugian keuangan negara.

“Meskipun demikian, apa yang telah dicapai tersebut perlu ditingkatkan lebih lanjut terutama dalam hal upaya mengembalikan kebocoran keuangan negara baik yang di dalam negeri maupun yang disimpan di luar negeri. Saya kira itu tujuan kita yang mana dana-dana yang sudah dikorupsi itu bisa dikembalikan,” terang Ma’ruf.

Sekadar informasi, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun ini memang naik menjadi 38. Menurut Transparency International Indonesia (TII), Indonesia menduduki peringkat ke-89 dari seluruh negara di dunia. Untuk cakupan Asia Tenggara, Indonesia berada di urutan ke-4.
(zak/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TGB Sebut Serangan di New Zealand Bukti Teroris Tak Kenal Agama

Mataram – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), TGH Muhammad Zainul Majdi (TGB), mengutuk aksi terorisme di dua masjid di Kota Christchurch Selandia Baru (New Zealand). Dia mengatakan penyerangan tersebut jadi bukti terorisme tak kenal agama.

“Kita semua mengutuk keras peristiwa yang sangat biadab ini. Peristiwa yang sekali lagi membuktikan bahwa kebencian dan ekstremisme pasti akan menghancurkan. Terorisme tidak mengenal agama dan ras. Mari kokohkan terus persaudaraan di antara kita,” ungkap TGB lewat ketarangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (18/3/2019).

TGB mengatakan PBNW mengapresiasi langkah positif pemerintah Selandia Baru yang mengutuk dan memproses hukum pelaku pembantaian itu. PBNW juga mengapresiasi masyarakat dunia yang turut mengecam aksi brutal pelaku penyerangan.
“PBNW mengapresiasi dengan baik dan positif tindakan cepat yang dilakukan oleh pemerintah Selandia Baru, baik dalam mengutuk maupun menindak pelaku teror tersebut, serta berbagai pembelaan masyarakat dunia terhadap orang-orang tidak berdosa yang menjadi korban,” ucapnya.

PBNW juga mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menindaklanjuti aksi terorisme di Kota Christchurch dengan segala upaya seperti meminta masyarakat tidak menyebar video kekerasan tersebut dan meningkatkan pengamanan di beberapa daerah.

“PBNW mendukung sepenuhnya reaksi cepat Pemerintah Republik Indonesia di bawah pemerintahan Bapak Joko Widodo yang mengutuk serangan teroris itu dan berbagai tindakan lanjutan yang diperlukan,” kata mantan Gubernur NTB dua periode ini.

TGH Hasanain JuainiTGH Hasanain Juaini (Foto: Dok. Istimewa)

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNW, TGH Hasanain Juaini, mengimbau umat Islam tetap tenang dan menghindari tindakan yang memperburuk keadaan. “Umat Islam tetap tenang menghadapi cobaan dan musibah ini dan menghindari tindakan-tindakan yang semakin memperuncing keadaan,” imbau Hasanain.

Dia minta agar umat Islam terus dan tiada henti meningkatkan upaya mendakwahkan Islam sebagai ideologi rahmatan lil-alamin, bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan hidup bersama yang aman damai dan harmonis. Dia juga meminta umat Islam, khususnya pengurus NW untuk melaksanakan salat gaib, Qunut Nazilah serta berhizib, memanjatkan doa keselamatan untuk para korban.

“Kepada seluruh umat Islam, dan khususnya Pengurus Nahdlatul Wathan pada seluruh tingkatan beserta seluruh underbow-nya dan para jamaah untuk melaksanakan Shalat Ghaib, Qunut Nazilah serta berhizib, memanjatkan doa keselamatan untuk para korban, seluruh keluarganya beserta Umat Islam di mana saja berada,” tuturnya.

Seperti diketahui insiden teror terjadi di Masjid Al Noor, di pusat Kota Christchurch, dan Masjid Linwood. Laporan menyebutkan korban meninggal mencapai 50 orang. Korban tewas ditembak saat menanti waktu salat Jumat (15/3) lalu.

Pelakunya seorang pria bersenjata bernama Brenton Tarrant (28) menyiarkan secara langsung aksi penembakan itu melalui Facebook.
(jbr/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ma’ruf Amin: OTT Romahurmuziy Bukti Pemberantasan Korupsi Makin Intensif

Liputan6.com, Jakarta – Calon wakil presiden Ma’ruf Amin mengatakan, penangkapan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy oleh KPK sebagai bukti bahwa pemberantasan era Jokowi berjalan lebih intensif.

“Justru pemberantasan korupsi sekarang makin intens. Bukan dulu tidak ada korupsi, tapi dulu tidak terdeteksi, tidak terendus. Sekarang korupsi itu karena sistemnya, penangkalannya, pemberantasannya sudah canggih dan serius, makanya selalu bisa ditangkap,” ucap Ma’ruf di rumahnya, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Dia menuturkan, penegakan hukum di era Jokowi sudah sangat jelas. Presiden Jokowi juga ditegaskan tidak akan mengintervensi hukum tersebut.

“Pemerintah Pak Jokowi kan mendukung upaya penegakan hukum dan tidak mau mengintervensi hukum,” jelasnya.

Meski demikian, prinsip dalam kasus yang menjerat Romahurmuziy tetap harus dikedapanka praduga tak bersalah sampai ada penetapan tersangka dari KPK.

“Kita harus tetap praduga tak bersalah, itu prinsip,” pungkasnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Romahurmuziy akhirnya tiba di KPK setelah sebelumnya terkena OTT di Surabaya, Jawa Timur.

Top 3 News: Meledakkan Diri, Inikah Bukti ISIS Rasuki Keluarga Terduga Teroris di Sibolga?

Sejak Selasa sore, 12 Maret 2019, aparat kepolisian mengepung sebuah rumah di Gang Sekuntum, Jalan Cenderawasih, Kota Sibolga, Sumatera Utara. Sebelumnya, Densus 88 Antiteror menangkap terduga teroris Husain alias Abu Hamzah, sang kepala keluarga. 

Di dalam rumah berlantai dua itu, ada istri terduga teroris yang akrab dipanggil Uma Abu dan anak-anak, yang diduga berjumlah tiga orang. Polisi tak bisa sembarangan menyerbu. Saat diduga ada bom aktif, aparat langsung menjaga jarak. 

Namun, 10 jam berlalu, negosiasi yang dilakukan tak kunjung berujung. Pada Rabu dini hari 13 Maret 2019 sekitar pukul 01.30 WIB, ledakan keras terdengar, api dan asap membumbung dari rumah yang sontak hancur itu. 

Seorang jurnalis, yang berada 200 meter dari titik ledakan, terpental. Hunian di samping rumah Husain, rusak. Uma Abu, perempuan 30-an tahun itu diduga kuat memilih meledakkan diri. Membawa serta anak-anaknya. 

Selengkapnya…

HEADLINE: Istri Terduga Teroris Sibolga Meledakkan Diri, Bukti ISIS Rasuki Keluarga?

Jamaah Ansharut Daulah atau JAD bubar lewat keputusan pengadilan. Pada Selasa 31 Juli 2018, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan membubarkan organisasi bentukan Aman Abdurrahman itu.

JAD diputuskan terlarang karena terbukti berafiliasi dengan ISIS. Meski demikian, bukan berarti kelompok itu lantas membubarkan diri. 

Pengamat terorisme, Al Chaidar mengatakan, jumlah jaringan JAD di Indonesia masih banyak dan tersebar di seluruh wilayah. Namun, yang paling menonjol berada di Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, dan Lampung.

Jaringan ini pun sangat berbahaya karena mulai melibatkan anggota keluarga dalam menjalankan aksi-aksinya, seperti meledakkan diri.

“Sangat berbahaya. Karena mereka akan melakukan apa yang disebut dengan terorisme keluarga,” kata dia dalam perbincangan dengan Liputan6.com, (13/3/2019).

Al Chaidar mengatakan, kelompok JAD di Tanah Air sebenarnya tidak begitu kuat. Karena itulah, mereka menggunakan cara baru yaitu terorisme keluarga. Cara-cara ini kemudian dianggap lebih efektif mewujudkan teror.

Teroris keluarga ini pula yang terjadi di Sibolga, Sumatera Utara. Sang istri memilih meledakkan diri daripada menyerah kepada polisi. 

“Jadi boleh itu dilakukan dengan legitimasi keagamaan tertentu. Dan itulah yang menjadi ciri khas kelompok wahabi takfiri. Ada alasan fatwa di situ. Fatwa itulah yang mereka anut sebagai sesuatu paling benar,” kata dia.

“Ya sudah sangat brutal, hina memang. Sudah sangat radikal makanya ini yang disebut dengan ultimate terrorism. Terorisme yang paling puncak,” kata dia.

Al Chaidar mengakui, sulit memutus rantai JAD. Bahkan, UU Terorisme yang telah direvisi pada 2018 tidak mampu sepenuhnya mengantisipasi perkembangan gerakan itu.

Dia pun mengatakan, jaringan ini akan terus mengembangkan pola terorisme keluarga. Apalagi, doktrin tersebut sangat kuat dalam keyakinan mereka. Melakukan serangan dengan bersama-sama dengan keluarga justru dianggap sebagai satu-satunya serangan yang paling benar.

“Padahal itu salah menurut agama. Karena kalau mereka menganggap itu sebagai jihad, jihad itu tidak boleh melibatkan anak-anak,” kata dia.

Pengamat Terorisme Ali Fauzi mengatakan, penyebaran jaringan radikal saat ini banyak dilakukan melalui jalur perkawanan dan pertemanan.

Ali mengatakan, jaringan ini sangat berbahaya, seperti kasus bom bunuh diri satu keluarga di Surabaya, Jawa Timur. Kelompok ini pun memiliki pemikiran destruktif.

Dia menambahkan, jaringan JAD yang terafiliasi ISIS kini fokus ke wilayahnya masing-masing setelah nyaris tidak punya wilayah teritorial di Suriah maupun Irak. 

“Tapi menariknya dalam kasus Sibolga ini kita bisa lihat bagaimana mental seorang istri teroris yang suaminya ini sudah ditangkap tapi kemudian istrinya enggak mau rumahnya digeledah dan informasi terbaru bahwa si istri ini berani meledakkan dirinya,” kata Ali Fauzi kepada Liputan6.com Rabu (1/3/2019).

Kelompok ini yakin, apa yang mereka lakukan itu bagian dari ibadah dan jihad yang balasannya kalau mati mendapatkan surga.

“Ini ideologi, bukan hanya faktor-faktor yang orang sering katakan yakni faktor ekonomi. Ini karena faktor ideologi yang paling dominan. Kalau cuci otak mungkin lebih kepada proses tarbiah yang mereka lakukan,” kata dia.

Ali Fauzi mengatakan, memutus mata rantai jaringan ini tidak mudah. Harus ada upaya sinergitas antara polisi, TN, Kementerian Agama, Kementerian Sosial, hingga semua elemen masyarakat. Aparat keamanan di level bawah, Polres, Polsek, itu juga harus dipahamkan dan ditanamkan tentang jaringan teroris di Indonesia.

“Kalau ini hanya diserahkan kepada BNPT, Densus 88 ya tentu enggak akan cukup. Karena perlu diingat wilayah teritorial Indonesia ini sangat luas. Penduduknya ratusan juta,” kata Ali.

Keterlibatan Perempuan dalam Terorisme

Petugas Gegana Brimob Jawa Timur menyisir lokasi ledakan bom di sekitar gereja di Surabaya, Minggu (13/5). Ledakan terjadi di tiga gereja, yakni Santa Maria di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro dan dan sebuah gereja di Jalan Arjuna. (AFP/JUNI KRISWANTO)

Komisioner Komnas Perempuan Riri Khariroh menambahkan, pihaknya selama ini memonitor keterlibatan perempuan dan anak dalam jaringan terorisme. Menurutnya, beberapa tahun terakhir ada perubahan peran perempuan dalam jaringan radikal.

“Kalau dulu peran perempuan di dalam jaringan radikal ekstrem ini lebih kepada faktor- faktor pendukung dalam hal ini untuk mendidik anak, menanamkan ideologi terkait ideologi radikal ekstremis. Kalau kami menyebutnya sebagai eksploitasi reproduksi,” kata dia kepada Liputan6.com, Rabu (13/3/2019).

Belakangan ini, peran mereka berubah sebagai pelaku peledakan atau bom bunuh diri. Menurutnya, banyak wanita yang sekarang ingin membela ISIS dan mengajak serta anak-anaknya.

“Jadi dalam hal ini peran perempuan sudah mulai bergeser ke arah eksekutornya langsung. Banyak perempuan yang mempersuasi mendorong suaminya untuk berjihad di Suriah itu banyak, dalam hal ini perempuan berkeinginan untuk melakukan jihad dan juga bergabung dengan ISIS,” lanjut Riri.

Dia menambahkan, keterlibatan perempuan di kasus Sibolga ini perlu diselidiki lebih dalam. Mengapa negosiasi sampai gagal dan meledakkan diri setelah penangkapan suaminya.

“Apakah sebatas korban ataukah juga misalnya perempuan saat jadi pelaku benar benar jadi pelaku yang sadar yang melakukan upaya. Apakah dia akibat adanya doktrin atau ideologi yang ditanamkan oleh suaminya atau perempuan digunakan sebagai alat sebagi pelaksanaan aksi teror itu sendiri,” kata Riri.

Bukti Jadi Korban KDRT Mencuat, Johnny Depp Didukung Fans

“Fakta bahwa penggemar sekarang mulai percaya bahwa apa yang terjadi, terasa luar biasa, dan dia lebih bertekad untuk terus berjuang demi keadilan dan menebus reputasinya,” lanjut sumber tersebut.

Seorang penggemar mengutarakan, “Fakta bahwa memar Johnny hanya satu dari banyak foto lain yang ia miliki untuk pengadilan begitu memilukan tetapi juga sangat penting.”

Johnny Depp sebelumnya menuntut Amber Heard sebesar U$50 juta setelah sang aktor menuduh mantan istrinya telah melecehkannya secara fisik selama mereka berumah tangga. Keduanya lantas berpisah pada 2016.

Aisyah Bebas, Pengacara Sebut Kurangnya Bukti di Kasus Kim Jong-Nam

Kuala Lumpur – Pengacara Siti Aisyah, Gooi Soon Seng, menyambut baik pembebasan kliennya oleh pengadilan Malaysia. Gooi menyinggung soal kurangnya ‘bukti langsung’ dalam kasus pembunuhan Kim Jong-Nam yang dinilai mungkin mendasari keputusan bebasnya Aisyah.

Seperti dilansir Reuters dan NKNews, Senin (11/3/2019), Gooi menyambut baik pembebasan kliennya, namun dia masih menekankan bahwa Aisyah menjadi ‘kambing hitam’ dalam kasus yang diyakini didalangi oleh Korea Utara (Korut) ini.

“Kami masih sungguh meyakini bahwa dia (Aisyah-red) hanyalah kambing hitam dan dia tidak bersalah,” ucap Gooi kepada wartawan setempat usai Aisyah dibebaskan pengadilan.

“Saya masih meyakini bahwa Korea Utara ada kaitannya dengan kasus ini,” sebutnya, merujuk pada agen-agen intelijen Korut yang diyakini menjadi dalang pembunuhan Kim Jong-Nam dan menipu kedua terdakwa — Aisyah dan Doan Thi Huong — dalam kasus ini.
Lebih lanjut, Gooi mempersoalkan apakah rekaman CCTV cukup jelas untuk mengidentifikasi Aisyah sebagai pelaku, atau membuktikan apa yang telah dilakukannya kepada Kim Jong-Nam.

“Tidak ada bukti langsung bahwa dia (Aisyah-red) menggunakan apapun pada Kim Jong-Nam, seperti terlihat dari rekaman CCTV,” tegas Gooi dalam pernyataannya.

“Apa yang ditemukan semata-mata hanyalah bekas produk VX yang memudar, dan itu saja merupakan bukti sangat tidak langsung, dan fakta bahwa pakaian yang ditemukan tidak memiliki DNA Siti Aisyah dan juga fakta bahwa kemeja itu, kualitas kemeja itu tidak dijaga dengan benar,” imbuhnya.

Gooi sejak awal mengeluhkan kurangnya akses bagi pengacara terdakwa terhadap bukti-bukti yang diajukan jaksa dalam kasus ini. Khususnya untuk bukti zat yang ditemukan pada kemeja Kim Jong-Nam yang dipakai saat dia tewas.

Diketahui bahwa Aisyah dan Doan terancam hukuman mati atas dakwaan pembunuhan terhadap Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong-Un. Keduanya didakwa mengusapkan racun gas saraf VX yang mematikan ke wajah Kim Jong-Nam di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia pada Februari 2017.

Keduanya telah menyangkal dakwaan pembunuhan yang dijeratkan terhadap mereka. Mereka sama-sama meyakini bahwa mereka terlibat dalam sebuah acara prank (lelucon) dan ditipu oleh sejumlah agen intelijen Korut, dalang utama kasus ini yang telah kabur ke negara asalnya.

Dalam persidangan di Pengadilan Tinggi Shah Alam, pada Senin (11/3) waktu setempat, hakim Azmin Ariffin menyatakan Aisyah dibebaskan setelah mengabulkan permohonan jaksa yang mencabut dakwaan pembunuhan pada Aisyah. Hakim Azmin tidak menyebut lebih lanjut alasan pembebasan.

Dalam putusannya, hakim Azmin menyatakan pembebasan Aisyah sebagai ‘a discharge not amounting to an acquittal’. Ini berarti dakwaan terhadap Aisyah dicabut, bukan digugurkan. Jika di kemudian hari ada bukti baru, Aisyah akan bisa diadili kembali di Malaysia.

Jaksa Iskandar Ahmad mengajukan pencabutan dakwaan itu berdasarkan pasal 254 ayat (1) Criminal Procedure Code Malaysia. Pasal tersebut menyatakan bahwa jaksa, dalam tahap apapun dalam persidangan, bisa tidak melanjutkan penuntutan terhadap terdakwa.

(nvc/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ma’ruf Amin: Jokowi Bukan Omong Doang, Tapi Bukti Nyata

Sebelumnya, Ma’ruf Amin disambut dengan menggunakan pakaian adat Melayu dibalut dengan kain songket berwarna kuning. Kehadirannya di Sumut juga disambut sejumlah tokoh, seperti Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan, kemudian Sultan Serdang, Tengku Ahmad Talaah, mantan Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi, Ketua Joko Mania Pusat, Eman Suryaman, dan beberapa pihak lainnya.

Ma’ruf Amin juga akan berangkat ke Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Padang Sidempuan. Dia menegaskan, di daerah sana memang menjadi sasaran safari dua hari ini.

“Sebenarnya sasaran kita di sana memang, di dua daerah itu. Tetapi karena teman-teman di Medan juga ingin saya hadir, maka hari ini sampai sore di Medan,” tandasnya. (Reza Efendi)

Saksikan video pilihan berikut ini:

Terkait banyak hoaks yang menimpa Jokowi, Ma’ruf Amin angkat bicara dan membela capres no urut no 01 tersebut.

Ma’ruf Amin: Dukungan FBR Bukti Jokowi Peduli dengan Masyarakat Betawi

Organisasi massa Forum Betawi Rempug (FBR) mendukung pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi dan Ma’ruf Amin. FBR pun berencana menggelar deklarasi dukungan tersebut.

Ketua Umum FBR Lutfi Hakim mengaku punya alasan tersendiri hingga pihaknya mendukung Jokowi-Ma’ruf. Menurut Lutfi, Jokowi selama ini dinilai punya kepedulian tinggi terhadap warga Betawi.

“Buat kita orang Betawi, melihat sesuatu dengan simple, logis dan obyektif. Pak Jokowi sangat peduli terhadap masyarakat Betawi,” ujar Lutfi saat berkunjung ke kediaman Cawapres MA’ruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/3/2019).

Kepedulian Jokowi terhadap masyarakat Betawi, kata Lutfi ditunjukkan dalam beberapa hal. Seperti ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi mewajibkan pakaian adat Betawi dipakai karyawan Pemerintah Daerah (Pemda).

Pembangunan Masjid berornamen Betawi pun dipenuhi Jokowi. Serta menata Setu Babakan, kata dia, selesai di era pemerintahan Jokowi.

Saat telah menjadi presiden pun Jokowi menunjukkan kepedulian dengan adat Betawi dari masih memakai pakaian adatnya di acara kenegaraan.

Citra Satelit Ini Jadi Bukti Korea Utara Akan Meluncurkan Roket?

Liputan6.com, Washington DC – Citra satelit dari sebuah fasilitas di dekat Pyongyang menunjukkan bahwa Korea Utara mungkin bersiap untuk meluncurkan roket untuk satelit. Gambar itu diterbitkan oleh jaringan radio publik Amerika Serikat, NPR, baru-baru ini.

Peningkatan aktivitas ini terjadi di sekitar situs yang dikenal sebagai Sanumdong, tempat Korea Utara mengumpulkan sebagian besar rudal balistik dan roketnya.

Kendaraan besar terlihat bergerak di sekitar Sanumdong, kegiatan yang di masa lalu menunjukkan bahwa Korea Utara setidaknya bersiap untuk memindahkan beberapa jenis rudal atau roket ke area peluncuran, demikian seperti dikutip dari BBC, Sabtu (9/3/2019).

BBC melaporkan bahwa Korea Utara mungkin akan menguji AS setelah pembicaraan di Hanoi antara Donald Trump dan Kim Jong-un gagal, berharap bahwa Amerika akan menawarkan kesepakatan yang lebih baik untuk menghindari peluncuran.

Koresponden BBC menambahkan bahwa para ahli mengatakan roket yang digunakan untuk meluncurkan satelit biasanya tidak cocok untuk digunakan sebagai rudal jarak jauh.

Kabar tentang citra satelit itu muncul setelah laporan awal pekan ini yang menyebut bahwa situs peluncuran roket utama Korea Utara di Sohae telah dibangun kembali.

Pekerjaan untuk membongkar Sohae dimulai tahun lalu tetapi berhenti saat keberlangsungan hasil KTT Korea Utara – Amerika Serikat tertunda akhir tahun lalu.

Pada hari Jumat 8 Maret 2019, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan kecewa jika Korea Utara melanjutkan pengujian senjata.

“Saya akan terkejut secara negatif jika dia melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan pemahaman kita. Tapi kita akan lihat apa yang terjadi,” katanya.

“Saya akan sangat kecewa jika saya melihat ada pengujian.”

Analis percaya bahwa kemungkinan besar pada tahap ini Pyongyang bersiap untuk meluncurkan satelit daripada menguji coba rudal.

Namun AS mengatakan awal pekan ini bahwa ini akan tetap tidak konsisten dengan komitmen yang telah dibuat oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kepada Presiden Trump.

Pertemuan yang sangat dinanti-nantikan antara kedua pemimpin di ibukota Vietnam pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan atas perbedaan seberapa besar Korea Utara bersedia membatasi program nuklirnya sebelum diberikan bantuan sanksi.

Simak video pilihan berikut:

Moon Jae-in melakukan kunjungan ke Pyongyang, Korea Utara. Moon disambut ratusan warga Korea Utara yang memegang bunga dan bendera persatuan Korea.