Juventus Buka Pintu untuk Buffon

JakartaGianluigi Buffon bisa kembali ke Juventus jika kontraknya tak diperpanjang Paris Saint-Germain. Buffon bukan lagi menjadi pemain Juve jika kembali, tetapi mengisi jabatan di manajerial.

Buffon pergi meninggalkan Juventus akhir musim lalu. Dia gabung ke PSG setelah Si Nyonya Tua tak memperpanjang kontraknya.

Kiper 41 tahun itu dikontrak PSG selama satu musim. Kontrak Buffon akan habis pada Juni 2019 dan ada opsi perpanjang satu musim lagi.

Jika PSG tak mengambil opsi itu, Juve siap menyambut Buffon untuk pulang ke klub yang sudah dibelanya selama 17 musim. Tapi, Buffon kembali bukan sebagai pemain.
Menurut laporan Sportmediaset, Buffon bakal mengisi posisi direktur klub. Agen Juve, Silvano Martina, juga dikabarkan bakal berada di Paris pada akhir pekan depan untuk membahas situasi ini dengan PSG.

“Saya menghabiskan sembilan bulan di kota yang indah, disambut dengan hangat dan menunjukkan banyak kasih sayang. Saya sangat senang telah membuat pilihan untuk datang ke Paris,” kata Buffon dalam situs resmi PSG, yang dikutip Football Italia.

“Saya ingin merasakan lingkungan sepakbola baru dan kota baru dalam hidup saya dan saya juga harus mengakui, saya telah memenuhi kebutuhan itu. Saya ingin keluar dari zona nyaman saya dan belajar hal-hal baru. Saya belajar bahasa Prancis dan saya tahu di masa depan semua pengalaman ini akan membantu saya,” tegasnya.

(ran/cas)


Gianluigi Buffon Siap Tambah Masa Bakti di PSG

Rencana PSG untuk menambah masa bakti Buffon ada keterkaitannya dengan keinginan klub untuk mengamankan jasa David de Gea. Les Parisiens berniat menjadikan Buffon sebagai pilihan alternatif jika de Gea gagal digaet.

Selain itu, PSG juga bisa memiliki waktu yang cukup jika David de Gea memutuskan untuk menunggu hingga kontraknya di Manchester United berakhir. PSG masih memiliki kiper kelas dunia selama menunggu kiper kelas dunia lainnya pada musim mendatang.

Pada musim 2018-19, Buffon tampil bergantian dengan Areola. Buffon sudah tampil sebanyak 20 kali untuk PSG.

Sumber: Football Italia/Bola.com

MU Kirim Mata-Mata, Pantau Penampilan Buffon

Liputan6.com, Jakarta Gianluigi Buffon mengungkapkan bahwa dirinya pernah diincar Manchester United (MU). Menurut Buffon, MU dulu selalu mengirim ‘mata-mata’ untuk mengawasi penampilan dirinya.

Buffon juga mengaku sempat menolak tawaran yang sangat besar dari rival bebuyutan MU, Manchester City.

“Ketika saya masih kecil bermain untuk Parma, [Sir Alex] Ferguson melacak saya dengan cermat selama dua atau tiga tahun, dan dia [MU] selalu mengirim pengintai untuk mengawasi saya,” ujar mantan kiper Juventus dan Italia itu, kepada BT Sport.

“Pada saat itu, Parma adalah duniaku dan aku tidak merasa ingin pergi. Saya kemudian mendapat tawaran yang sangat besar dari Manchester City, ketika mereka mulai membangun tim dan menjadi tim paling penting di Eropa.

“Mereka ingin saya menjadi pemain pertama, tetapi saya tetap di Juve,” kata kiper Paris Saint-Germain.

2 dari 3 halaman

Pensiun

Buffon pernah menepis rumor menerima pinangan Paris Saint-Germain (PSG) karena uang. Buffon menegaskan bahwa dirinya hanya ingin terus berkarier sebagai pesepakbola.

Ketika musim 2017-18 berakhir, Buffon diperkirakan akan pensiun. Namun, ia menolak tawaran untuk masuk manajemen Juventus dan lebih memilih untuk melanjutkan karier bersama PSG.

3 dari 3 halaman

Liga Champions

PSG akan menghadapi MU di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (6/3/2019) waktu setempat. Tim yang kini dibela Buffon sudah unggul 2-0 pada pertandingan perdana di Old Trafford.

Melawan Pelatih, Kiper Chelsea Kena Denda Rp 3,4 Miliar

Liputan6.com, London – Kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga, menuai kontroversi karena membantah instruksi pelatih. Pada laga melawan Manchester City pada hari Minggu lalu di Continental Cup. Kiper milenial ini sempat emosional karena menolak diganti.

Maurizio Sarri, pelatih Chelsea, tampak marah di pinggir lapangan, sementara David Luiz tampak berupaya menenangkan juniornya. 

Atas tindak subversif tersebut, hukuman bagi Arrizabalaga adalah pemotongan satu minggu upah sebesar 190 ribu pound sterling atau setara Rp 3,4 miliar (1 pound sterling = Rp 18.385).

Uang itu akan simbangkan Chelsea ke yayasan milik klub. Arrizabalaga pun meminta maaf dan menyebut apa yang terjadi adalah miskomunikasi semata.

“Saya menyesali bagaimana akhir pertandingan tersebut digambarkan. Sama sekali bukan niat saya untuk membantah pelatih atau keputusannya. Saya pikir segalanya terkena salah paham di tengah panasnya akhir pertandingan demi memenangkan gelar,” tulis pemain asal Italia itu di Twitternya.

“Saya memiliki rasa hormat penuh pada pelatih dan otoritasnya,” tutupnya. Pertandingan melawan City berakhir dengan kekalahan Chelsea. 

Arrizabalaga merupakan salah satu pemain sepak bola dengan bayaran tertinggi di dunia. Ia nyaris dibeli Real Madrid, sampai kemudian didapatkan Chelsea dengan nilai transfer hingga 80 juta euro pada Agustus lalu.

Menurut ESPN, angka transfer Arrizabalaga menjadikan pemuda itu kiper termahal di dunia mengalakan nama senior seperti Toldo, Courtois, Buffon, dan de Gea. 

2 dari 2 halaman

Sikap Kepa Arrizabalaga Jadi Olok-olokan Kapten Manchester City

Kapten Manchester City, Vincent Kompany, tertarik untuk memberi pendapat soal sikap kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga, yang tak mau ditarik keluar. Ini terjadi saat Manchester City melawan Chelsea di final Carabao Cup di Wembley Stadium, Minggu (24/2/2019).

Alih-alih memberi komentar serius soal sikap Kepa Arrizabalaga, Kompany malah menjadikannya bahan olok-olokan. Dia mengatakan, kalau bisa mengikuti langkah Kepa yang menolak ditarik keluar oleh pelatih. 

Pada masa injury time, Maurizio Sarri berniat untuk memasukkan Willy Caballero setelah melihat Kepa Arrizabalaga mengalami kesakitan di lapangan. Namun, kiper asal Spanyol itu secara tegas menolak keputusan pelatih dan memilih meneruskan permainan.

Kepa Arrizabalaga lalu melanjutkan permainan hingga ke babak adu penalti dan sempat melakukan penyelamatan terhadap eksekusi Leroy Sane. Sayangnya, aksi heroiknya tersebut tak mampu menolong The Blues terhindar dari kekalahan.

6 Bek Bidikan Juventus di Bursa Transfer Musim Panas

Turin – Juventus salah satu tim yang mengagungkan pertahanan kuat. Kesuksesan yang mereka dapat saat ini mereka dibangun dari pertahanan yang bagus. Gianluigi Buffon, Andreas Barzagli, Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonnuci merupakan fondasi utama dari barisan belakang Juventus yang kuat.

Tetapi banyak hal yang sudah berubah sekarang. Buffon sudah meninggalkan Juventus, Barzagli berusia 37 tahun, Chiellini 34 tahun sedangkan Bonnuci 31 tahun. Kini lini belakang Juventus sudah mulai terlihat bermasalah dan tim asuhan Massimiliano Allegri itu bahkan pernah kebobolan enam gol dalam dua pertandingan.

Meskipun para pemain tersebut punya segudang pengalaman, sepertinya mereka tidak akan bisa bermain untuk jangka waktu yang lama dan Si Nyonya Tua membutuhkan darah muda dan segar untuk mempertahankan gawang mereka.

Menurut laporan, petinggi Bianconeri ingin membangun kembali pertahanan mereka pada musim depan. Mereka akan merekrut sejumlah pemain belakang baru di bursa transfer.

Berikut ini enam bek yang bisa jadi target Juventus pada musim depan seperti dilansir Sportskeeda.

2 dari 7 halaman

Andreas ChristensenAndreas Christensen

Andreas Christensen adalah produk dari akademi Chelsea dan banyak bermain pada musim lalu di bawah Antonio Conte. Pemain internasional Denmark itu baru berusia 22 tahun tetapi dia mampu menunjukkan bisa tampil secara konsisten di level tertinggi.

Meski bukan mungkin bek yang kuat secara fisik seperti Chiellini atau Bonnuci, Christensen bisa membaca permainan dengan baik, punya pengalaman dan potensi yang besar di usia 22 tahun. Seharusnya itu bisa meyakinkan Bianconeri untuk merekrutnya dan menjadikannya sebagai pemain belakang mereka di masa depan.

Mantan bek Borussia Monchengladbach itu tidak banyak mendapat kesempatan pada musim ini dan baru membuat 15 penampilan di semua kompetisi. Dia dikaitkan dengan Juventus pada bursa transfer musim dingin tetapi transfer itu tidak pernah terjadi dan Juve bisa kembali mengejarnya pada musim panas.

3 dari 7 halaman

Nikola Milenkovic

Bek asal Serbia itu sudah mencuri perhatian di Serie A bersama Fiorentina. Milenkovic juga mampu bermain sebagai bek kanan dan sudah berpengalaman bermain di Serie A.

Meski Fiorentina tidak konsisten di Serie A, Milenkovic mampu menampilkan performa yang luar biasa bagi klub. Pada usia 21 tahun, Milenkovic masih bisa berkembang dan bakal menjadi pembelian berkualitas bagi Bianconeri.

Si Nyonya Tua sudah dikaitkan dengan kepindahan sang pemain sebelumnya. Namun, jawara Serie A itu kemungkinan akan menghadapi persaingan dari klub-klub seperti Manchester United dan Tottenham.

4 dari 7 halaman

Joachim Andersen

Jochim Andreson adalah bek asal Denmark yang bermain di Serie A untuk Sampdoria. Dia berusia 22 tahun dan dia mampu bermain sebagai gelandang bertahan juga.

Andersen sudah membuat 25 penampilan untuk Sampdoria di semua kompetisi musim ini. Melihat karakteristiknya, dia bisa menjadi kandidat yang sempurna untuk menggantikan salah satu pemain belakang Juventus saat ini.

Juventus dikabarkan sudah melakukan kontak dengan pihak Sampdoria untuk memboyong sang pemain. Namun, Andersen juga dikaitkan dengan sejumlah klub seperti Arsenal, Tottenham, Manchester United dan Inter Milan.

5 dari 7 halaman

Cristian Romero

Cristian Romero bermain di liga Italia untuk Genoa sebagai bek tengah dan juga bisa bermain sebagai bek kanan. Pemain Argentina itu sudah membuat 17 penampilan untuk timnya pada musim ini.

Romero adalah bek yang banyak kompromi dan sudah menyatakan keinginannya untuk bermain bersama Juventus di masa depan. Mantan bek Belgrano itu adalah salah satu talenta paling menjanjikan di Serie A saat ini bisa menjadi tambahan yang bagus untuk lini belakang Bianconeri.

Menurut beberapa laporan, Juventus dikabarkan sudah mencapai kesepakatan dengan Genoa untuk merekrut sang bek pada tahun 2020 dengan biaya mendekati € 30 juta. Selain itu, Presiden Genoa sudah mengkonfirmasi kalau Juventus tertarik dengan Romero.

6 dari 7 halaman

Davinson Sanchez

Davinson Sanchez bermain untuk Tottenham di Premier League. Dia bergabung dengan klub yang berbasis di London pada 2017 dari Ajax dan dia sudah membuat 26 penampilan musim ini untuk Spurs di semua kompetisi.

Pemain asal Kolombia itu adalah pembelian termahal Tottenham dan permainannya meningkat drastis di bawah Mauricio Pochettino. Jika melihat penampilannya, Sanchez seharusnya bisa menjadi pengganti yang bagus untuk Andrea Barzagli atau Giorgio Chiellini.

Petinggi Bianconeri mengangganp Sanchez sebagai tambahan yang bagus untuk lini belakang mereka. Klub yang bermarkas di Turin itu dikabarkan sedang mempertimbangkan tawaran senilai € 80 juta untuk sang bek.

7 dari 7 halaman

Matthijs de Ligt

Matthijs de Ligt adalah pemain internasional Belanda yang bermain untuk Ajax di Eredivisie. Pemain berusia 19 tahun itu juga menjadi kapten dari raksasa Belanda itu dan memenangkan penghargaan Golden Boy pada tahun 2018.

Jika Juventus mencari kapten masa depan atau pemimpin di ruang ganti maka pemain asal Belanda itu akan menjadi pilihan ideal. De Ligt sudah menunjukkan kalau dia memiliki potensi besar dengan jiwa kepemimpinan.

Si Nyonya Tua pasti ingin membawa De Ligt ke Allianz Stadium tetapi mereka kemungkinan akan menghadapi persaingan dari sejumlah klub raksasa seperti Barcelona, Arsenal, Chelsea, dan Bayern Munchen.

Sumber: Bola.net

Chiellini Bandingkan Ronaldo dengan 2 Atlet Hebat dari Cabang Lain

Jakarta Bek Juventus Giorgio Chiellini memuji kualitas Cristiano Ronaldo. Menurut Cheillini, Ronaldo mirip dengan petenis Roger Federer dan pelari Usain Bolt.

Ronaldo gabung ke Juventus pada pramusim 2018-2019 dengan banderol 110 juta euro atau Rp 1,74 triliun. Pemain asal Portugal itu datang bermodal kesuksesan selama sembilan tahun di Real Madrid.

Di Italia Ronaldo juga tak butuh waktu lama untuk beradaptasi. Dia tampil moncer dengan melesakkan 18 gol dalam 23 pertandingan di Serie A. 

Kedatangan Ronaldo juga membantu mengisi kekosongan di Juventus setelah kepergian Gianluigi Buffon, yang gabung Paris Saint-Germain. Kekosongan yang diisi terutama dari sisi pengalaman dan kepemimpinan. Ban kapten yang dulu dipegang Buffon berpindah ke lengan Chiellini.

“Menggantikan Buffon tak mudah. Sebagai kapten, Anda tak butuh mengerjakan tugas orang lain. Tapi, Anda harus membantu menjaga keseimbangan (di skuat), (karena) ruang ganti yang beragam, latar belakang yang berbeda, kebiasan dan agama. Ini tak mudah, tapi berbagi di lingkungan seperti itu indah,” kata Chiellini, seperti dilansir Four Four Two, Rabu (13/2/2019).    

Chiellini mengaku menjadi kapten tim merupakan tantangan tersendiri. 

“Saya orang yang ingin tahu, pengamat yang baik, dan saya suka belajar. Sebagai contoh, memiliki Ronaldo yang dekat dengan saya sungguh menarik. Dia seperti Bolt dan Federer,” ujar Chiellini. 

“Memahami orang-orang yang memiliki kemampuan lebih sangat membantu. Saya tak bermaksud meniru Cristiano Ronaldo, tapi lebih untuk memperluas horison saya (sebagai kapten),” imbuh dia. 

Ironi MU di Hadapan PSG: Minim Ancaman, Banyak Melanggar

ManchesterManchester United tampil ironi saat dikalahkan Paris Saint-Germain 0-2. The Red Devils sedikit mengancam dan lebih banyak melanggar.

MU menghadapi PSG di Old Trafford, Rabu (13/2/2019) dini hari WIB. Datang ke laga itu, Setan Merah bermodalkan belum kalah di 11 laga terakhirnya, dengan mencetak 28 gol dan baru kebobolan 7 kali.

Penampilan impresif MU tersebut akhirnya dihentikan PSG. Paul Pogba dkk tumbang dengan skor 0-2 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, usai gawang David De Gea dibobol Presnel Kimpembe dan Kylian Mbappe.

Di laga itu, MU tampil tidak efektif. Dari 10 tendangan percobaannya, cuma satu tembakan yang mengarah tepat ke gawang Gianluigi Buffon.

Dicatat Opta, statistik itu cukup buruk untuk MU. Untuk pertama kalinya, sejak menghadapi AC Milan di babak 16 besar Liga Champions musim 2003, MU hanya mampu membuat satu shot on target ke gawang lawan di Liga Champions.

Alih-alih banyak mengancam, MU lebih banyak melanggar PSG. 17 kali pelanggaran dilakukan MU, berbanding 7 kali pelanggaran yang dilakukan tim tamu. Pogba bahkan sampai diusir wasit akibat menelan dua kartu kuning. Sebuah penampilan ironi dari MU, jika dibandingkan dengan performa mereka di laga-laga sebelumnya.

Sementara PSG justru tampil efektif. Dari 12 tembakannya, 5 mengarah tepat ke gawang De Gea dan berbuah dua gol. Les Parisiens membawa modal penting sebelum gantian menjamu MU di Parc des Princes pada 7 Maret mendatang.
(yna/raw)


Hasil Liga Champions: PSG Tumbangkan MU 2-0 di Old Trafford

Jakarta – Paris Saint-Germain pulang dengan kemenangan dari lawatan ke Manchester United pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Les Parisiens menang 2-0.

Bertandang ke Old Trafford, Rabu (13/2/2019) dinihari WIB, PSG sempat bertarung ketat dengan MU di babak pertama. Kedua tim bermain agresif dan sama-sama menerapkan high-pressing.

Tapi tuan rumah mengendur selepas restart. Keluarnya Jesse Lingard dan Anthony Martial yang diyakini mengalami cedera, digantikan Alexis Sanchez dan Juan Mata, membuat intensitas MU relatif menurun.

PSG lantas memanfaatkan momentum untuk menggebrak di awal babak kedua tersebut. Hasilnya Presnel Kimpembe dan Kylian Mbappe mendapatkan gol pada menit ke-53 dan 60.

PSG tampil efektif dengan lima tembakan mengarah ke gawang dari 12 percobaan. Sementara MU punya 10 tembakan, dengan hanya satu yang on target.

Kemenangan 2-0 di Old Trafford ini jadi sebuah keuntungan besar untuk PSG, karena leg kedua digelar di kandang mereka.

Jalannya Pertandingan

Selepas kick-off, kedua tim langsung menerapkan pendekatan agresif. Baik MU maupun PSG sama-sama menekan jauh ke pertahanan lawan.

PSG jadi yang pertama mendapatkan peluang. Angel Di Maria mendapatkan bola di depan kotak penalti dan tak ditempel dengan baik oleh pemain MU. Dia melepaskan sepakan, namun masih tipis ke kanan gawang.

MU tak tinggal diam dan mulai menempatkan PSG dalam tekanan. Tapi ancaman baru tercipta di menit ke-16, ketika Paul Pogba merangsek di sisi kanan dan melewati Presnel Kimpembe untuk melepaskan umpan silang.

Hanya saja umpannya terlalu dekat dengan Gianluigi Buffon ketimbang ke Jesse Lingard.

Dua menit berselang, umpan silang menggoda dari Ashley Young mengarah ke Lingard di tengah. Tapi Kimpembe melakukan sundulan krusial untuk mengubah arah bola.

PSG membuang peluang bagus untuk membuka keunggulan di menit ke-28. Kylian Mbappe menerima umpan terobosan dari Julian Draxler dan tinggal menghadapi kiper, tapi sepakannya melebar tipis.

Kesempatan lain untuk PSG di menit ke-37, kali ini Di Maria yang mendapatkan umpan terobosan. Winger Argentina itu mencoba melewati David de Gea, tapi pada akhirnya tendangan kaki kanannya terlalu lemah sehingga mudah diamankan.

Belakangan wasit meniup peluit tanda offside.

PSG mendapatkan kesempatan dari bola mati tak jauh dari kotak penalti MU pada menit ke-44. Dani Alves mencoba mengarahkan tembakan langsung, tapi masih tipis di atas gawang MU. Babak pertama berakhir tak lama berselang.

PSG menebar ancaman di menit ke-53, saat umpan silang Dani Alves ditanduk Mbappe. Bola ditepis De Gea dan berujung sepak pojok.

Dari sepak pojok ini PSG memetik keunggulan. Umpan lambung Di Maria dari kanan mengarah ke tiang jauh dan Kimpembe lolos dari penjagaan. Dia mencocor bola dan menaklukkan De Gea.

PSG melanjutkan tekanannya di menit ke-56. Kali ini Alves menyambar bola sapuan De Gea dengan sepakan keras dari depan kotak penalti. Pogba di posisi tepat untuk memblok bola.

MU kembali kebobolan di menit ke-60. Dari serangan balik, Di Maria melesati di sisi kiri lalu melepaskan umpan yang melewati Young dan Eric Bailly, lalu berakhir di kaki Mbappe. Sontekan Mbappe membawa PSG memimpin 2-0.

Nyaris gol ketiga untuk PSG di menit ke-63! Mbappe dalam posisi bebas dan hanya menghadapi De Gea dari serangan balik. Penyerang muda Prancis itu mencoba mencungkil bola, tapi bisa dihentikan De Gea.

Semenit kemudian, MU terancam lagi. Kali ini Juan Bernat mendapatkan ruang di kiri dan melepaskan tembakan keras. De Gea menghalaunya.

Sebuah upaya balasan dari MU di menit ke-70 gagal. Tembakan Ander Herrera diblok oleh Marco Verratti. PSG mulai mengurangi pressing.

MU lebih banyak menguasai bola, tapi kesulitan menciptakan peluang bersih. Percobaan Rashford di menit ke-86 lagi-lagi terhalang.

Saat berupaya mengejar gol, MU malah kehilangan pemain. Pogba mendapatkan kartu kuning kedua usai melanggar Alves pada menit ke-89. Sampai laga selesai tak ada lagi gol tercipta.

Susunan pemain:

MU: David de Gea; Ashley Young, Eric Bailly, Victor Lindelof, Luke Shaw; Ander Herrera, Nemanja Matic, Paul Pogba; Marcus Rashford (Romelu Lukaku 86′), Jesse Lingard (Alexis Sanchez 45′), Anthony Martial (Juan Mata 46′)

PSG: Gianluigi Buffon; Thilo Kehrer, Thiago Silva, Presnel Kimpembe, Juan Bernat; Marco Verratti (Leandro Paredes 75′), Marquinhos, Julian Draxler; Dani Alves, Kylian Mbappe, Angel di Maria (Dagba 81′)
(raw/yna)


Babak 1: PSG Masih Tahan MU di Old Trafford

Jakarta Manchester United belum bisa membobol gawang Paris Saint-Germain pada 45 menit awal laga leg pertama 16 besar Liga Champions 2018-2019, di Stadion Old Trafford, Manchester, Selasa (12/2/2019) waktu setempat. Skor masih imbang 0-0.

Pada laga ini, kedua berusaha tampil dengan kekuatan terbaik. Dibandingkan Manchester United, Paris Saint-Germain memang tidak memainkan beberapa pemain utama.

Meski begitu, Paris Saint-Germain tetap bermain penuh kepercayaan diri tinggi. Marco Verratti yang baru pulih dari cedera menjadi pengatur serangan Paris Saint-Germain.

Peluang pertama diciptakan Paris Saint-Germain melalui mantan pemain Manchester United, Angel di Maria. Akan tetapi, tembakan Di Maria masih melenceng dari sasaran.

Kesempatan emas berikutnya hadir untuk kubu tuan rumah. Marcus Rashford melepaskan tembakan spekulasi dari sudut sempit yang masih bisa diamankan Gianluigi Buffon.

Selanjutnya, Paris Saint-Germain kembali menciptakan peluang emas mencetak gol. Akan tetapi, Kylian Mbappe yang tinggal berhadapan dengan David de Gea gagal menceploskan bola.

Laga babak pertama ini berlangsung dengan tensi panas. Dua pemain Manchester United menerima kartu kuning, yakni Ashley Young dan Paul Pogba, sementara tiga pemain Paris Saint-Germain mendapatkan hukuman serupa, yakni Julian Draxler, Presnel Kimpembe, dan Juan Bernat.

Susunan pemain

Manchester United (4-3-3): 1-David De Gea; 18-Ashley Young, 2-Victor Lindelof, 4-Phil Jones, 23-Luke Shaw; 21-Ander Herrera, 31-Nemanja Matic, 6-Paul Pogba; 14-Jesse Lingard (7-Alexis Sanchez 45+4), 10-Marcus Rashford, 11-Anthony Martial

Manajer: Ole Gunnar Solskjaer

Paris Saint-Germain (4-4-2): 4-Thilo Kehrer, 2-Thiago Silva, 3-Presnel Kimpembe, 14-Juan Bernat; 13-Dani Alves, 5-Marquinhos, 6-Marco Verratti, 11-Angel Di Maria; 23-Julian Draxler, 7-Kylian Mbappe

Manajer: Thomas Tuchel

Wasit: Daniele Orsato (Italia)

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Manchester United Vs Paris Saint-Germain Imbang 0-0 di Babak I

Jakarta – Tak ada gol tercipta pada babak I laga Manchester United vs Paris Saint-Germain di Old Trafford, Rabu (13/2/2018) dinihari WIB. Kedua tim tampil agresif dalam duel leg pertama babak 16 besar Liga Champions ini.

Jalannya Pertandingan

Selepas kick-off, kedua tim langsung menerapkan pendekatan agresif. Baik MU maupun PSG sama-sama menekan jauh ke pertahanan lawan.

PSG jadi yang pertama mendapatkan peluang. Angel Di Maria mendapatkan bola di depan kotak penalti dan tak ditempel dengan baik oleh pemain MU. Dia melepaskan sepakan, namun masih tipis ke kanan gawang.

MU tak tinggal diam dan mulai menempatkan PSG dalam tekanan. Tapi ancaman baru tercipta di menit ke-16, ketika Paul Pogba merangsek di sisi kanan dan melewati Presnel Kimpembe untuk melepaskan umpan silang.

Hanya saja umpannya terlalu dekat dengan Gianluigi Buffon ketimbang ke Jesse Lingard.

Dua menit berselang, umpan silang menggoda dari Ashley Young mengarah ke Lingard di tengah. Tapi Kimpembe melakukan sundulan krusial untuk mengubah arah bola.

PSG membuang peluang bagus untuk membuka keunggulan di menit ke-28. Kylian Mbappe menerima umpan terobosan dari Julian Draxler dan tinggal menghadapi kiper, tapi sepakannya melebar tipis.

Kesempatan lain untuk PSG di menit ke-37, kali ini Di Maria yang mendapatkan umpan terobosan. Winger Argentina itu mencoba melewati David de Gea, tapi pada akhirnya tendangan kaki kanannya terlalu lemah sehingga mudah diamankan.

Belakangan wasit meniup peluit tanda offside.

PSG mendapatkan kesempatan dari bola mati tak jauh dari kotak penalti MU pada menit ke-44. Dani Alves mencoba mengarahkan tembakan langsung, tapi masih tipis di atas gawang MU. Babak pertama berakhir tak lama berselang.

Susunan pemain:

MU: David de Gea; Ashley Young, Eric Bailly, Victor Lindelof, Luke Shaw; Ander Herrera, Nemanja Matic, Paul Pogba; Marcus Rashford, Jesse Lingard (Alexis Sanchez 45′), Anthony Martial

PSG: Gianluigi Buffon; Thilo Kehrer, Thiago Silva, Presnel Kimpembe, Juan Bernat; Marco Verratti, Marquinhos, Julian Draxler; Dani Alves, Kylian Mbappe, Angel di Maria
(raw/yna)