5 Aplikasi Buatan Google yang Gagal di Pasaran

Liputan6.com, Jakarta Google adalah salah satu perusahaan yang cukup besar dan banyak menghasilkan berbagai produk mulai aplikasi hingga perangkat keras yang membantu pekerjaan manusia. 

Google memang merupakan perusahaan yang berkhusus pada produk dan jasa internet. Beberapa produk yang dibuat Google adalah teknologi pencarian, komputasi web, perangkat lunak, periklanan darling dan masih banyak lagi.

Perusahaan yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin ini didirikan pada tanggal 4 September 1998, di Menlo Park, California. Sejak awal berdiri, Google sudah meluncurkan berbagai macam produk yang sudah banyak digunakan dan juga bermanfaat hingga saat ini. Salah satu produk yang sangat bermanfaat dan banyak digunakan oleh orang-orang adalah mesin pencarian Google.

Teknologi pencarian Google ini sudah digunakan berjuta-juta kali oleh orang-orang untuk mencari informasi hingga mencari sebuah data dari internet. Hingga sekarang ada lebih dari jutaan data yang bisa ditemukan di mesin pencarian Google.

Itu adalah salah satu program atau teknologi yang dibuat Google dan sangat bermanfaat. Namun tidak berbeda pada perusahaan-perusahaan lainnya, pasti Google pernah membuat sesuatu yang tidak bisa bertahan atau dalam artian gagal.

Banyak sekali produk seperti aplikasi yang dibuat Google, yang pada akhirnya tidak digunakan lagi atau gagal karena tidak banyak peminatnya.Berikut ini Liputan6.com sudah merangkum beberapa aplikasi buatan Google yang gagal di pasaran yang dilansir dari techviral, Selasa (16/4/2019).

Mengapa Kapal Selam Pertama Buatan Indonesia Diberi Nama Alugoro-405?

Surabaya – Indonesia telah berhasil memproduksi kapal selam pertamanya bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co., Ltd (DSME) Korsel. Kapal selam yang diproduksi di PT PAL Indonesia ini diberi nama Alugoro-405.

Kapal selam pertama kerja sama dua negara ini diberi nama KRI Nagapasa-403 yang mengambil namanya dari senjata tokoh pewayangan Indrajit. Sementara kapal selam kedua diberi nama KRI Ardadedali-404 yang mengambil namanya dari senjata milik Arjuna.

Lalu, dari mana Alugoro-405 mendapatkan namanya?

“Berdasarkan cerita pewayangan, Alugoro merupakan salah satu senjata berbentuk Gada yang dimiliki oleh Prabu Baladewa,” ujar Corporate Communication of PT PAL Indonesia Zein Arfian dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (11/4/2019).

Zein mengatakan Prabu Baladewa merupakan tokoh wayang yang dikenal adil, tegas dan jujur. Senjata Alugoro yang dimiliki Baladewa merupakan hadiah dari Batara Brama, guru dari Baladewa yang mengajarkan berbagai macam ilmu.

Senjata yang memiliki kekuatan pemusnah yang sangat dahsyat ini diberikan Batara Brama kepada Baladewa setelah dinyatakan lulus menuntut ilmu. Senjata Alugoro berbentuk gada dengan kedua ujungnya yang runcing.

“Sebelumnya, nama Alugoro juga pernah digunakan sebagai nama kapal selam yang didatangkan dari Uni Sovyet yaitu RI Alugoro-406 yang merupakan bagian dari paket pengiriman 12 kapal selam Whiskey Class,” kata Zein.

Nama Alugoro diberikan kepada salah satu kapal selam TNI AL dengan harapan dan penuh keyakinan bahwa kapal selam ini akan mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai senjata yang memiliki daya hancur yang besar dan dahsyat serta tidak pernah kalah dalam setiap peperangan.

Kapal selam Alugoro-405 merupakan kapal Selam berjenis Diesel Electric Submarine U209 / 1400 (KSDE U209 Chang Bogo Class). Alugoro adalah kapal selam pesanan TNI AL.

Alugoro-405 memiliki panjang keseluruhan 61,3 meter dengan kecepatan mencapai 21 knot ketika berada di bawah air. Mampu membawa 40 kru dengan kemampuan jelajah hingga 50 hari dan didesain dengan lifetime mencapai 30 tahun. Bobot total kapal selam tersebut sebesar 1.460 ton saat muncul di permukaan dan 1.596 ton ketika menyelam dibawah permukaan.
(iwd/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kasus Korupsi Sperma Buatan untuk Sapi, 1 PNS Maros Ditahan Jaksa

Maros – Kejari Maros menahan PNS Pemkab Maros, Hasbullah, tersangka korupsi sperma buatan untuk sapi di Maros, Sulsel. Selain Hasbullah, ada 2 tersangka lain yang terlibat di kasus ini.

Kasus ini berawal dari pelaksanaan program Gertak Birahi dan Inseminasi Buatan (GBIB) dari Kementerian Pertanian yang dikerjakan oleh Dinas Peternakan dan Kelautan Pemkab Maros 2015. Hasbullah sendiri merupakan ASN di dinas peternakan yang melakukan perekaman data dalam proyek itu.

“Kasus ini terkait program penyuntikan inseminasi buatan untuk sapi. Penyidikannya sejak tahun 2015 oleh Tipikor Polres Maros. Tersangka ini baru satu orang, ada 2 tersangka lain (belum ditahan). (Hasbullah), Kita tahan, karena alasan subjektif,” kata Kepala Kajari Maros, Noor Ingratubun, kepada detikcom, Selasa (9/4/2019).

Noor Ingratubun menjelaskan, inseminasi merupakan sebuah teknik untuk membantu proses reproduksi dengan cara memasukkan sperma yang telah disiapkan ke dalam rahim menggunakan alat khusus. Selain untuk memperbaiki mutu genetika ternak, metode ini tidak mengharuskan pejantan dibawa ke tempat yang dibutuhkan sehingga mengurangi biaya. Metode inipun bahkan, digunakan bagi manusia.

Dalam kasus ini, Noor mengatakan, tersangka diduga telah melakukan manipulasi data penerima honor bagi penyuluh serta penyuntikan inseminasi fiktif ke beberapa ekor sapi. Anggaran program ini bersumber dari APBN sebesar Rp 717 juta dan ditemukan kerugian negara sebesar Rp 268 juta.

“Jadi ditemukan ada pelaporan sapi yang sudah disuntik tapi ternyata tidak. Ada juga temuan manipulasi data penerima honor bagi penyuluh di lapangan yang diduga disunat. Total anggarannya itu Rp 717 juta dari APBN dan kerugiannya Rp 268 juta,” lanjutnya.

Untuk dua tersangka lainnya, masing-masing Musyawarah, selaku sekretaris Dinas dan Akbar, selaku pelaksana teknis kegiatan, juga dalam proses pelimpahan dari Polres ke Kejaksaan. Rencananya, kasus ini akan segera disidangkan di pengadilan Tipikor Makassar.

“Dua tersangka lainnya masih dalam proses yah. Kalau sudah cukup (berkas), kita akan limpahkan ke Tipikor. Kasus ini memang terbilang unik, karena mungkin pertama kali ada kasus korupsi inseminasi sapi. Kalau impor sapi iya,” sebutnya.

Sesuai prosedur, tersangka akan ditahan selama 20 hari kedepan dan akan ditambahkan selama 40 hari jika dianggap belum cukup berkas. Tersangka dijerat dengan pasal 2 sub pasal 3 UU No 20/2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman minimal 4 tahun penjara.
(rvk/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bertemu Hologram Dirinya, Jokowi: Buatan Anak Indonesia Bagus

Jakarta – Dalam kampanye karnaval di Tangerang sore tadi, calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) sempat meninjau stan hologram dirinya. Bagaimana kesan Jokowi bertemu dirinya berbentuk hologram?

Jokowi senang dan mengapresiasi pembuatan hologram dirinya untuk kampanye itu. Apalagi hologram itu dibuat sendiri oleh anak-anak muda Indonesia.

“Itukan hologram buatan kita sendiri, ya jadi jangan dibandingkan dengan hologram-hologram yang buatan luar. Ini buatan kita sendiri yang disiapkan oleh anak-anak muda kita, jadinya seperti itu,” kata Jokowi ditemui wartawan d ICE BSD, Tangerang, Minggu (7/4/2019).

Jokowi ingin pesan yang dia sampaikan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Itulah tujuan utama pembuatan hologram tersebut.

“Yang paling penting apa? Pesan kita ke masyarakat sampai, pesan kita ke rakyat sampai, pesan kita, program-program kita ke rakyat sampai. Itu yang paling penting,” katanya.

“Jangan dilihat hologramnya, tapi saya lihat itu bagus sekali,” imbuhnya.

Saat karnaval kampanye di Tangerang, Banten tadi sore, Jokowi menyempatkan diri mampir ke stan yang menampilkan hologram dirinya. Hologram itu memang sengaja disiapkan khusus oleh Tim Kampanye Nasional (TKN).

Hologram itu menampilkan sosok Jokowi berpakaian kemeja putih, celana jins warna biru dan sepatu kets hitam. Hologram Jokowi itu menyampaikan beberapa pesan dan program kepada masyarakat yang menyaksikannya.
(jor/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Indonesia Bakal Punya 12 Kapal Selam Buatan Anak Negeri

Budiman menargetkan penyerahan batch ke-2 dalam waktu 77 bulan, atau sekitar 6 hingga 7 tahun ke depan. Saat ini, PT PAL Indonesia masih fokus dalam tahap learning growth untuk menguasai pembuatan, pengujian dan pemeliharaan kapal selam.

“Ada beberapa negara tetangga yang bertanya tipe, kemampuan, kebutuhan operasional. Tapi saat ini PT PAL Indonesia masih fokus dalam tahap learning growth,” ujar Budiman.

Bicara kemampuan, kapal selam ke-3 yang bernama Alugoro ini dipastikan punya spesifikasi yang mumpuni seperti kapal selam sebelumnya, KRI Nagapasa dan KRI Ardadedali.

Kapal selam ke-2, KRI Ardadedali saja memiliki panjang 61,3 meter, diameter 6,2 meter dengan draft 5,7 meter yang mampu menumpang 40 kru kapal.

Kemampuan selamnya mencapai kedalaman Maximum Diving Depth (MDD) 300 meter dan Nominal Diving Depth (NDD) 250 meter. Kapal ini melaju hingga 21 knot di bawah air dan 12 knot di permukaan. Kapal selam ini mampu bertahan 50 hari di dalam air.

Sementara, Alugoro sudah dibekali dengan berbagai sensor penginderaan yang memenuhi fungsi azasi kapal selam. Platform kapal selam U209 mampu dipasangi peluru kendali, namun kembali pada prioritas fungsinya.

Fakta di Balik Tank dan Kapal Selam Buatan RI

Jakarta – Indonesia patut diacungi jempol lantaran sudah berhasil memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista), seperti tank dan kapal selam.

Melalu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kini Indonesia sudah bisa memproduksinya. Sistem pertahanan dan keamanan nasional sempat ramai didiskusikan pada saat debat keempat capres periode 2019-2024.

Berikut ulasannya:

(hek/ang)

Riset: Kecerdasan Buatan Ini Bisa Prediksi Kematian Dini pada Manusia

Liputan6.com, Jakarta – Peneliti medis telah membuka kemampuan yang inovatif pada kecerdasan buatan (AI), yakni: memprediksi kematian dini seseorang.

Para ilmuwan baru-baru ini melatih sistem AI untuk mengevaluasi satu dekade data kesehatan umum yang diajukan oleh lebih dari setengah juta orang di Inggris.

Kemudian, mereka menugaskan kecerdasan buatan untuk memprediksi apakah individu berisiko meninggal sebelum waktunya – dengan kata lain, lebih cepat dari harapan hidup rata-rata – akibat penyakit kronis, para peneliti melaporkan dalam sebuah studi baru.

Prediksi kematian dini yang dibuat oleh algoritma AI “secara signifikan lebih akurat” daripada prediksi yang disampaikan oleh model yang tidak menggunakan mesin kecerdasan buatan, penulis studi utama Dr. Stephen Weng, asisten profesor epidemiologi dan ilmu data di University of Nottingham di Inggris, mengatakan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Live Science, Minggu (31/3/2019).

Untuk mengevaluasi kemungkinan kematian dini subjek, para peneliti menguji dua jenis AI: “pembelajaran yang mendalam”, di mana jaringan pemrosesan informasi berlapis membantu komputer untuk belajar dari contoh; dan “studi acak,” jenis analisis menggunakan AI yang lebih sederhana yang menggabungkan banyak model untuk mempertimbangkan kemungkinan hasil.

Kemudian, mereka membandingkan kesimpulan model AI dengan hasil dari algoritma standar, yang dikenal sebagai “model Cox”.

Dengan menggunakan ketiga model ini, para ilmuwan mengevaluasi data di UK Biobank – bank data akses terbuka berisi data genetik, fisik dan kesehatan – yang diajukan oleh lebih dari 500.000 orang antara 2006 dan 2016. Selama waktu itu, hampir 14.500 peserta meninggal, terutama akibat kanker, penyakit jantung dan penyakit pernapasan.

Ketiga model menentukan bahwa faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, riwayat merokok dan diagnosis kanker sebelumnya adalah variabel teratas untuk menilai kemungkinan kematian dini seseorang. Tetapi model-model itu juga dengan faktor-faktor kunci lainnya, menurut temuan para peneliti.

“Model Cox” sangat bergantung pada etnis dan aktivitas fisik, sedangkan model “pembelajaran yang mendalam” tidak.

Sebagai perbandingan, model “studi acak” lebih menekankan pada persentase lemak tubuh, lingkar pinggang, jumlah buah dan sayuran yang dimakan orang, dan warna kulit, menurut penelitian. Untuk model “pembelajaran yang mendalam”, faktor-faktor utama mencakup paparan terhadap bahaya terkait pekerjaan dan polusi udara, asupan alkohol dan penggunaan obat-obatan tertentu.

Ketika semua angka-angka telah dilakukan, algoritma AI “pembelajaran yang mendalam” memberikan prediksi yang paling akurat, mengidentifikasi 76 persen subjek yang meninggal selama periode penelitian dengan benar. Sebagai perbandingan, model hutan acak memprediksi dengan benar sekitar 64 persen kematian dini, sedangkan “model Cox” hanya mengidentifikasi sekitar 44 persen.

Dalam studi baru, para ilmuwan menunjukkan, dengan penyetelan hati-hati, algoritma AI “pembelajaran yang mendalam” dapat digunakan untuk memprediksi hasil kematian dari waktu ke waktu, kata rekan penulis studi Joe Kai, profesor perawatan primer University of Nottingham, dalam pernyataannya.

Meski menggunakan kecerdasan buatan (AI) dengan cara ini mungkin asing bagi banyak profesional perawatan kesehatan, namun, menghadirkan metode yang digunakan dalam penelitian ini “dapat membantu dengan verifikasi ilmiah dan pengembangan masa depan pada bidang yang menarik ini,” kata Kai.

Temuan ini diterbitkan online pada 27 Maret 2019 di jurnal PLOS One (peer-reviewed open access scientific journal).

Simak video pilihan berikut:

Konferensi Kecerdasan Buatan menampilkan sejumlah robot pintar yang bisa menemani dan memudahkan manusia dalam keseharian.

Prabowo Kritisi Kondisi Alutsista, Jokowi Pamer Tank dan Kapal Selam Buatan RI

Liputan6.com, Jakarta Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) mengakui jika anggaran pertahanan Indonesia masih minim. Sebab itu, salah satu cara memenuhinya dengan menggenjot investasi pada industri alutsista.

Kondisi alutsista dan dana pertahanan Indonesia menjadi satu hal yang dikritisi Capres Prabowo Subianto.

Kepada Prabowo, Jokowi menegaskan jika saat ini industri nasional sudah mampu membangun sejumlah alutsista. 

“Kita telah memiliki Tank Harimau. Kita juga memiliki kapal selam hasil kerja sama dengan negara lain, Kapal Selam Ardadedali,” ujar Jokowi dalam Debat Capres di Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Pembuatan alutsista ini, kata Jokowi, ada yang secara mandiri diproduksi dalam negeri. Namun ada juga yang masih merupakan hasil kerja sama dengan negara lain.

Dia menilai, investasi menjadi solusi dari kurangnya anggaran pertahanan nasional.

“Saat anggaran masih kurang maka dibangun investasi di bidang alutsista. Apa itu artinya setiap anggaran di Kemenhan harus dipalai untuk membangun industri alutsista.

Ada Teknologi Kecerdasan Buatan di Balik Performa City Musim Ini

Manchester – Apa rahasia Manchester City musim ini, sehingga berpeluang merengkuh Quadruple atau empat gelar sekaligus. Jawabannya adalah teknologi artificial intelligence.

Musim ini, City berpeluang meraih empat gelar sekaligus. Usai Piala Liga sudah didapat, The Citizen tinggal mengejar trofi Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions.

Di Liga Inggris, City masih di posisi dua klasemen Liga Inggris dengan 74 poin dari 30 laga, terpaut dua angka dari Liverpool yang sudah bermain 31 laga. Di Piala FA, Sergio Aguero dkk sudah menjejak semifinal, sementara di Liga Champions sudah memasuki fase perempatfinal.

Di balik laju oke City musim ini, rupanya ada peran teknologi di belakang layar. Sebagaimana dikutip The Sun, juara bertahan Liga Inggris musim lalu itu sudah menerapkan penggunaan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Pernah melihat pemain City yang hendak masuk ke lapangan mempelajari sesuatu dari layar tablet? Di tablet itulah, teknologi AI tersimpan dan digunakan tim besutan Pep Guardiola.

Disebutkan, tablet bernama SAP Challenger Insight itu berisi informasi, analisis, instruksi real-time, yang bisa muncul dalam hitungan detik dan bisa dipelajari Aguero cs sebelum bertanding. Kepala operasional City, Omar Berrada, mengklaim Guardiola bisa memanfaatkan teknologi itu untuk membantu latihan dalam waktu dekat.

“Kami melihat AI baik dari sudut pandang fans maupun dari sudut pandang taktis, ke performa di lapangan. Bisakah AI menjadi masa depan untuk manajer melihat taktik mereka? Apakah ada kombinasi yang sempurna?” ungkap Berrada.

“Anda menemukannya dalam permainan catur, di mana Anda menggabungkan pengetahuan manusia dan kecerdasan dengan AI untuk mendapatkan kinerja taktis terbaik yang Anda bisa dari tim Anda,” jelasnya.

City mulai menggunakannya sejak musim lalu. Musim ini, teknologi itu bisa diterapkan di bench mengingat peraturan memperbolehkan menggunakannya. Adapun sebelum City, SAP Challenger Insight sudah digunakan Timnas Jerman sejak dua tahun lalu. Selain klub sepakbola, klub basket hingga baseball juga menerapkannya.

Sergio Aguero, yang musim ini sudah mencetak 28 gol dari 37 penampilan untuk City, mengaku teknologi AI itu memudahkannya mencerna instruksi manajer. Teknologi itu membuatnya bisa tahu bagaimana pendekatan dari pertandingan ke pertandingan lain.

“Ini membantu menghidupkan instruksi para pelatih, sehingga saya tetap ingat bagaimana melakukan pendekatan ke setiap pertandingan yang berbeda,” jelasnya.

(yna/raw)

Saat Coretan Angka Buatan JK Berubah Jadi Lukisan Indah

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) membuka pameran Produk Unggulan Narapidana (PUN) tahun 2019 pada Selasa ini. Pameran tersebut berlokasi di Kementerian Perindustrian, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla mendapat bingkisan berupa lukisan dirinya yang merupakan hasil karya dari Warga Binaan Permasyarakatan (WBP).

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla mengapresiasi kegiatan pembinaan yang dilakukan setiap lembaga permasyarakatan (LP) sehingga para WBP dapat menghasilkan karyanya.

“Produk-produk yang dihasilkan dapat menjadi barang komersial yang bermanfaat,” kata Jusuf Kalla pada Selasa (26/3/2019).

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto serta Menteri hukum dan HAM Yasonna Laoly yang mendampingi Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla melanjutkan, pembinaan yang diterima WBP dapat menjadi bekal untuk mereka menjalani kehidupan di luar lapas saat sudah bebas.

“Karena kalau hanya termenung tiap hari di lapas tentu berakibat lain apabila keluar nanti akan menambah kejahatannya, membalas kesulitannya. Apalagi kalau tidak mempunyai kemampuan, pekerjaan,” ujarnya.

Jusuf Kalla juga memuji tema yang diusung tahun ini yaitu ‘Produktivitas yang Berkualitas untuk Indonesia yang Berkelas’.

“Tentu sangat kita hargai karena dengan produktivitas yang baik, akan menghasilkan bangsa yang baik, penuh harapan,” ujarnya.

Usai membuka pameran, Jusuf Kalla melanjutkan dengan meninjau satu per satu hasil karya para WBP.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu 

Sumber: Merdeka.com