Buah Keranji dari Badui Disukai Orang Arab

Liputan6.com, Lebak – Petani Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, mulai memanen buah keranji. Mereka menjualnya dengan harga di tingkat penampung mencapai Rp35.000/kilogram.

“Kami sangat terbantu ekonomi keluarga dengan tibanya musim panen buah keranji ini,” kata Santa (45), seorang petani Badui, saat dihubungi di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Kamis (10/5/2019), dilansir Antara.

Komoditas unggulan petani Badui yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi petani, selain durian juga buah keranji.

Kawasan Badui sangat diuntungkan dari dua komoditas buah tersebut karena dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.

“Kami memiliki hanya beberapa pohon dan dipastikan bisa menghasilkan pendapatan Rp15 juta,” katanya

Sarip (55), seorang petani Badui, mengatakan biasanya buah keranji dari Badui itu dipasok ke Jakarta melalui penampung.Saat ini, penghasil terbesar buah keranji di Kabupaten Lebak hanya berada di kawasan Badui.

Sebab, masyarakat Badui sangat mencintai pelestarian lingkungan alam dengan tidak melakukan penebangan pohon.

Bahkan, masyarakat Badui terus mengoptimalkan gerakan penghijauan dengan menanam aneka jenis tanaman keras maupun buah-buahan.

“Kami berharap panen tahun ini bisa menghasilkan lebih besar dibandingkan panen sebelumnya,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *