Liverpool Kehilangan Trent Alexander-Arnold Selama Dua Pekan

Jakarta Kabar buruk kembali menimpa LiverpoolBek kanan, Trent Alexander-Arnold, dikabarkan mengalami cedera lutut dan kemungkinan akan absen selama dua pekan.

Alexander-Arnold menderita masalah lutut setelah laga Liverpool kontra Brighton and Hove Albion, akhir pekan lalu. Namun, Alexander-Arnold sebenarnya masih mampu bermain selama 90 menit.

Setelah pertandingan, Alexander-Arnold mengeluhkan masalah di lututnya. Tim dokter Liverpool kemudian memeriksa kondisi bek tim nasional Inggris itu.

Alexander-Arnold dinyatakan mengalami cedere lutut ringan. Liverpool akan kehilangan pemain yang piawai melakukan tendangan bebas itu selama dua pekan.

Kabar ini semakin menambah krisis pemain belakang Liverpool. Tercatat, beberapa bek The Reds telah lebih dahulu cedera, antara lain Joe Gomez dan Dejan Lovren.

Liverpool tidak lagi memiliki bek kanan lain karena sudah melepas Nathaniel Clyne ke AFC Bournemouth dengan status pinjaman. Pada laga berikutnya, manajer Jurgen Klopp memiliki opsi alternatif di posisi bek kanan dengan memainkan James Milner, Fabinho, atau pemain muda Ki-Jana Hoever.

Sumber: bbc.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Bournemouth Rela Wilson Gabung Chelsea

Liputan6.com, Jakarta Bournemouth merelakan pemainnya Callum Wilson pindah ke Chelsea. Tapi, mereka memberi syarat The Blues harus bersedia menebusnya seharga 75 juta pounds.

Chelsea saat ini dikabarkan tengah berburu penyerang baru. Pasalnya masa depan Alvaro Morata saat ini disebut tidak menentu.

Ia dikabarkan bisa saja dilepas Chelsea pada Januari ini. Ini lantaran sejak didatangkan dari Real Madrid pada musim panas 2017 lalu, ia tak bisa tampil konsisten.

Sementara itu performa Olivier Giroud sepertinya juga belum memuaskan Maurizio Sarri. Manajer asal Italia itu pun akhirnya sering menggunakan Eden Hazard sebagai False Nine.

2 dari 3 halaman

Incaran Sarri

Sejumlah nama sempat dikait-kaitkan dengan The Blues. Di antaranya adalah penyerang Inter Milan yakni Mauro Icardi.

Kemudian ada juga nama bomber AC Milan, Gonzalo Higuain. Sarri menginginkannya karena tahu betul kualitas pemain yang statusnya masih milik Juventus tersebut.

Lalu ada nama Wilson. Chelsea kesengsem pada pemain berusia 26 tahun tersebut setelah ia tampil menawan pada musim ini bersama Bournemouth.

Sejauh ini ia telah tampil sebanyak 23 kali di semua ajang kompetisi. Ia mencetak 10 gol dan enam assist.

3 dari 3 halaman

Bournemouth Melunak

Sebelumnya, pihak Bournemouth sempat menegaskan mereka tak mau menjual Wilson. Penegasan itu disampaikan oleh sang manajer, Eddie Howe.

Akan tetapi kabar terbaru menyatakan bahwa klub berjuluk The Cherries itu kini bersikap sedikit melunak. Mereka siap saja untuk melepas penyerang anyar timnas Inggris itu ke Stamford Bridge.

Akan tetapi, Chelsea harus mau menebusnya dengan harga tidak kurang dari 75 juta pounds. Kabar ini disampaikan oleh Daily Star.

Jumlah ini jauh lebih besar 25 kali lipat dari yang mereka bayarkan untuk merekrutnya pada tahunj 2014 silam. Saat itu mereka membelinya dari Coventry City sekitar tiga juta pounds saja.

Sumber: bola.net

HEADLINE: Dengan 6 Kemenangan Beruntun, Solskjaer Kembalikan Wajah Asli MU

Liputan6.com, Jakarta – Manchester United (MU) telah kembali! Enam kemenangan beruntun yang diraih Tim Setan Merah mengindikasikan klub yang bermarkas di Old Trafford ini bisa kembali jadi ancaman di Liga Inggris.

Terakhir, bersama caretaker manajer mereka, Ole Gunnar Solskjaer, MU sukses menghantam salah satu kandidat juara Liga Inggris musim ini, Tottenham Hotspur 1-0 di kandang lawan, Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019). Gol semata wayang kemenangan MU dicetak penyerang muda Marcus Rashford.

Enam kemenangan beruntun ini juga mengantar Solskjaer, yang berasal dari Norwegia, sukses memecahkan rekor manajer legendaris MU, Sir Matt Busby, yang sempat bertahan 73 tahun.

“Inilah Manchester United yang sesungguhnya,” ujar kiper David de Gea yang juga tampil gemilang, melakukan 11 penyelamatan, usai laga. “Kami mengalahkan sebuah tim hebat.”

Kemenangan atas Tottenham memang seperti penahbisan bahwa MU benar-benar bangkit. Sebelumnya, lima kemenangan yang mereka raih — satu di Piala FA–memang tak terlalu diperhitungkan.

Sebab, lawan-lawan yang mereka kalahkan ketika itu tim-tim yang kekuatannya relatif di bawah MU. Sebut saja Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, plus Reading di Piala FA.

Tapi, Tottenham, ini adalah klub Inggris yang terus menjulang prestasinya dalam dua-tiga musim terakhir. Bahkan, musim ini, mereka adalah salah satu kandidat kuat juara Liga Inggris, bersaing dengan Manchester City dan pemuncak klasemen, Liverpool.

Tak pelak, penampilan Rashford dan kawan-kawan pun menuai pujian dari mantan bintang MU yang kini pundit di stasiun televisi Sky Sports, Gary Neville.

“Manchester United sekarang seperti Manchester United lima atau 10 tahun lalu,” ujar Neville, bangga.

Sepuluh tahun lalu, adalah salah satu masa kejayaan MU saat masih dilatih Alex Ferguson. Ketika itu, di musim 2007/08, Setan Merah memenangkan tiga gelar sekaligus, Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.

Kini, perlahan tapi pasti, MU juga mulai jadi ancaman serius di papan klasemen Liga Inggris. Berada di posisi keenam, nilai mereka, 41, kini sama dengan Arsena di posisi kelima. Dengan Liverpool, yang ada di puncak klasemen, MU berselisih 16 poin.

Prestasi ini juga bertolak belakang dengan kiprah mereka sebelumnya, saat masih ditangani Jose Mourinho. MU tampil tak meyakinkan, dan sempat jadi bulan-bulannya suporternya sendiri.

Hingga akhirnya Solskjaer datang menggantikan Mourinho sebagai caretaker manajer per 19 Desember 2018. Solskjaer, 45 tahun, yang juga mantan penyerang MU, dikontrak hingga akhir musim.

2 dari 4 halaman

Kembalikan “Ruh” MU

Tak pelak, Solskjaer, yang selama di MU mencetak 126 gol dalam 366 laga pun dianggap mampu mengembalikan “ruh” MU. Tim yang sempat melempem, tak lagi greget, kini kembali menjadi kekuatan yang menakutkan.

Skema menyerang kembali dipraktikkan dengan taktis oleh Anthony Martial dan kawan-kawan. Lihat saja, dari total enam pertandingan itu, MU sukses melesakkan 17 gol. Dari kebobolan mereka juga minim, hanya empat gol.

“Manajer berhasil membawa kebahagiaan untuk kami. Pemain selalu tampil bagus dan tim saat ini sangat kuat,” De Gea memuji Solskjaer. “Kami kini tahu cara mengontrol pertandingan, membuat peluang, itu sangat baik bagi kami.”

Tak hanya jitu meracik strategi, Solksjaer juga dianggap mampu kembali menggali potensi bintang MU yang sempat melempem performanya di era Mourinho. Rashford dan Paul Pogba bisa jadi contohnya.

Bagi Rashford sendiri, golnya ke gawang Tottenham adalah gol ketiganya dalam tiga pertandingan terakhir bersama MU. Sedangkan Pogba, belakangan, benderang lagi sinarnya di lapangan.

3 dari 4 halaman

Pogba Bersinar Lagi

Di bawah asuhan Solksjaer, Pogba memang kembali mampu mempertontonkan kemampuan terbaiknya. Tidak hanya jadi jenderal lapangan tengah, sebagai pengatur serangan tim, Pogba juga bisa jadi eksekutor andalan.

Di bawah asuhan Solskjaer, andalan timnas Prancis berusia 25 tahun ini sudah mencetak empat gol. Dia juga telah membuat empat assist, termasuk untuk gol Rashford ke gawang Tottenham.

Tak heran, selain prestasi MU yang menjulang, kembali gemilangnya kiprah Pogba juga disebut-sebut sebagai sukses besar Solskjaer. Sebab, performa pemain berusia 25 tahun ini sempat melempem di era Mourinho.

Bahkan, Pogba yang diboyong MU dari Juventus seharga 89,3 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,6 triliun sempat terlempar dari skuat inti Tim Setan Merah.

4 dari 4 halaman

Bakal Permanen?

Tak pelak, kini spekulasi pun bermunculan bahwa manajemen MU bakal mempermanen kontrak Solksjaer, bukan lagi sebagai caretaker. Padahal, sebelumnya, kencang beredar rumor, bahwa MU akan mengontrak manajer Tottenham, Mauricio Pochettino, mulai musim depan.

Menariknya, Solksjaer sendiri mengaku tidak pernah membebani pikirannya dengan ambisi menjadi pelatih permanen MU. “Setiap hari, saya hanya menjalankan tugas sampai kontrak saya berakhir Juni nanti,” kata Solskjaer, yang masih terikat kontrak dengan klub asal kampung halamannya, Moldne.

Solskjaer menambahkan, “Saya akan berlibur di sana (ketika kontrak berakhir), tapi tidak…saya tidak memikirkan itu sama sekali.”

HEADLINE: Raih 6 Kemenangan Beruntun, Solskjaer Kembalikan Wajah Asli MU

Liputan6.com, Jakarta – Manchester United (MU) telah kembali! Enam kemenangan beruntun yang diraih Tim Setan Merah mengindikasikan klub yang bermarkas di Old Trafford ini bisa kembali jadi ancaman di Liga Inggris.

Terakhir, bersama caretaker manajer mereka, Ole Gunnar Solskjaer, MU sukses menghantam salah satu kandidat juara Liga Inggris musim ini, Tottenham Hotspur 1-0 di kandang lawan, Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019). Gol semata wayang kemenangan MU dicetak penyerang muda Marcus Rashford.

Enam kemenangan beruntun ini juga mengantar Solskjaer, yang berasal dari Norwegia, sukses memecahkan rekor manajer legendaris MU, Sir Matt Busby, yang sempat bertahan 73 tahun.

“Inilah Manchester United yang sesungguhnya,” ujar kiper David de Gea yang juga tampil gemilang, melakukan 11 penyelamatan, usai laga. “Kami mengalahkan sebuah tim hebat.”

Kemenangan atas Tottenham memang seperti penahbisan bahwa MU benar-benar bangkit. Sebelumnya, lima kemenangan yang mereka raih — satu di Piala FA–memang tak terlalu diperhitungkan.

Sebab, lawan-lawan yang mereka kalahkan ketika itu tim-tim yang kekuatannya relatif di bawah MU. Sebut saja Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, plus Reading di Piala FA.

Tapi, Tottenham, ini adalah klub Inggris yang terus menjulang prestasinya dalam dua-tiga musim terakhir. Bahkan, musim ini, mereka adalah salah satu kandidat kuat juara Liga Inggris, bersaing dengan Manchester City dan pemuncak klasemen, Liverpool.

Tak pelak, penampilan Rashford dan kawan-kawan pun menuai pujian dari mantan bintang MU yang kini pundit di stasiun televisi Sky Sports, Gary Neville.

“Manchester United sekarang seperti Manchester United lima atau 10 tahun lalu,” ujar Neville, bangga.

Sepuluh tahun lalu, adalah salah satu masa kejayaan MU saat masih dilatih Alex Ferguson. Ketika itu, di musim 2007/08, Setan Merah memenangkan tiga gelar sekaligus, Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.

Kini, perlahan tapi pasti, MU juga mulai jadi ancaman serius di papan klasemen Liga Inggris. Berada di posisi keenam, nilai mereka, 41, kini sama dengan Arsena di posisi kelima. Dengan Liverpool, yang ada di puncak klasemen, MU berselisih 16 poin.

Prestasi ini juga bertolak belakang dengan kiprah mereka sebelumnya, saat masih ditangani Jose Mourinho. MU tampil tak meyakinkan, dan sempat jadi bulan-bulannya suporternya sendiri.

Hingga akhirnya Solskjaer datang menggantikan Mourinho sebagai caretaker manajer per 19 Desember 2018. Solskjaer, 45 tahun, yang juga mantan penyerang MU, dikontrak hingga akhir musim.

2 dari 4 halaman

Kembalikan

Tak pelak, Solskjaer, yang selama di MU mencetak 126 gol dalam 366 laga pun dianggap mampu mengembalikan “ruh” MU. Tim yang sempat melempem, tak lagi greget, kini kembali menjadi kekuatan yang menakutkan.

Skema menyerang kembali dipraktikkan dengan taktis oleh Anthony Martial dan kawan-kawan. Lihat saja, dari total enam pertandingan itu, MU sukses melesakkan 17 gol. Dari kebobolan mereka juga minim, hanya empat gol.

“Manajer berhasil membawa kebahagiaan untuk kami. Pemain selalu tampil bagus dan tim saat ini sangat kuat,” De Gea memuji Solskjaer. “Kami kini tahu cara mengontrol pertandingan, membuat peluang, itu sangat baik bagi kami.”

Tak hanya jitu meracik strategi, Solksjaer juga dianggap mampu kembali menggali potensi bintang MU yang sempat melempem performanya di era Mourinho. Rashford dan Paul Pogba bisa jadi contohnya.

Bagi Rashford sendiri, golnya ke gawang Tottenham adalah gol ketiganya dalam tiga pertandingan terakhir bersama MU. Sedangkan Pogba, belakangan, benderang lagi sinarnya di lapangan.

3 dari 4 halaman

Pogba Bersinar Lagi

Di bawah asuhan Solksjaer, Pogba memang kembali mampu mempertontonkan kemampuan terbaiknya. Tidak hanya jadi jenderal lapangan tengah, sebagai pengatur serangan tim, Pogba juga bisa jadi eksekutor andalan.

Di bawah asuhan Solskjaer, andalan timnas Prancis berusia 25 tahun ini sudah mencetak empat gol. Dia juga telah membuat empat assist, termasuk untuk gol Rashford ke gawang Tottenham.

Tak heran, selain prestasi MU yang menjulang, kembali gemilangnya kiprah Pogba juga disebut-sebut sebagai sukses besar Solskjaer. Sebab, performa pemain berusia 25 tahun ini sempat melempem di era Mourinho.

Bahkan, Pogba yang diboyong MU dari Juventus seharga 89,3 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,6 triliun sempat terlempar dari skuat inti Tim Setan Merah.

4 dari 4 halaman

Bakal Permanen?

Tak pelak, kini spekulasi pun bermunculan bahwa manajemen MU bakal mempermanen kontrak Solksjaer, bukan lagi sebagai caretaker. Padahal, sebelumnya, kencang beredar rumor, bahwa MU akan mengontrak manajer Tottenham, Mauricio Pochettino, mulai musim depan.

Menariknya, Solksjaer sendiri mengaku tidak pernah membebani pikirannya dengan ambisi menjadi pelatih permanen MU. “Setiap hari, saya hanya menjalankan tugas sampai kontrak saya berakhir Juni nanti,” kata Solskjaer, yang masih terikat kontrak dengan klub asal kampung halamannya, Moldne.

Solskjaer menambahkan, “Saya akan berlibur di sana (ketika kontrak berakhir), tapi tidak…saya tidak memikirkan itu sama sekali.”

Prediksi Tottenham Hotspur vs Manchester United: Ujian Sesungguhnya Solskjaer

Jakarta Manchester United akan dijamu Tottenham Hotspur di Stadion Wembley pada laga pekan ke-22 Premier League, Minggu (13/1/2018). Laga ini merupakan ujian bagi Setan Merah yang mulai bangkit.

Sejak ditangani Ole Gunnar Solskjaer pada 19 Desember 2019, The Red Devils tampil impresif. Mereka berhasil meraih lima kemenangan secara beruntun di seluruh ajang kompetisi. 

Manchester United mampu membungkam Cardiff City (5-1), mengalahkan Huddersfield Town (3-1), memetik kemenangan atas Bournemouth (4-1), mendulang tiga poin di markas Newcastle United (2-0), dan menaklukkan Reading (2-0).

Kini, penampilan apik itu pun akan diuji ketika bersua Tottenham Hotspur. Sebab, The Lilywhites memiliki kekuatan yang setara dengan skuat Setan Merah, dibandingkan dengan lima lawan sebelumnya.

Selain itu, MU juga kerap kerepotan ketika bersua Tottenham. Dari tujuh pertemuan terakhir di seluruh ajang kompetisi, Manchester United menelan empat kekalahan dan hanya meraih tiga kemenangan.

“Tentu saja laga melawan Tottenham akan sulit, tetapi sekali lagi, kami juga bisa menjadikannya sulit buat mereka. Tottenham memiliki kekuatan dan kelemahan, seperti juga kami, jadi itu adalah salah satu pertandingan yang kami butuhkan,” ujar manajer The Red Devils, Ole Gunnar Solskjaer.

“Begitu juga pertandingan Piala FA melawan Arsenal, sebelum kami menjalani laga tandang di Liga Champions melawan PSG, karena itu adalah ujian terakhir,” lanjut legenda Manchester United tersebut.

2 dari 4 halaman

Tottenham Hotspur Sedang Onfire

Di sisi lain, Tottenham Hotspur sedang dalam performa terbaik. Anak asuh Mauricio Pochettino tersebut berhasil meraih sembilan kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya sekali kalah dari 11 pertandingan di seluruh ajang.

Selain itu, The Lilywhites juga memiliki catatan apik ketika bermain di kandang sendiri. Mereka mampu merengkuh tujuh kemenangan dan sekali takluk dari delapan laga terakhir di Stadion Wembley.

Berbekal hasil apik tersebut, Tottenham Hotspur bertekad untuk membungkam Manchester United. Andai meraih tiga poin penuh, Spurs berhasil mengalahkan MU secara beruntun di Premier League musim ini.

Kemenangan juga akan membuat Spurs memangkas jarak dari Liverpool di klasemen sementara liga. Tottenham Hotspur saat ini menempati posisi tiga dengan nilai 48, tertinggal sembilan poin dari The Reds di peringkat teratas.

Sementara itu, Manchester United bercokol di urutan keenam klasemen sementara Premier League dengan mendulang 38 angka. MU terpaut 10 poin dari Tottenham.

“Tentu saja, ini adalah pertandingan besar karena ini adalah Manchester United, semua orang tahu apa artinya bermain melawan Manchester United,” papar manajer Spurs, Mauricio Pochettino.

“Tetapi musim ini, semua tampak seperti pertandingan besar dan semuanya penting. Tentu saja, kami sangat bersemangat dan yakin bahwa kami akan siap untuk bersaing dengan cara terbaik,” lanjutnya.

3 dari 4 halaman

Prakiraan susunan pemain:

Tottenham Hotspur (4-3-1-2): Hugo Lloris; Kieran Trippier; Davinson Sanchez, Toby Alderweireld, Ben Davies; Moussa Sissoko, Harry Winks, Christian Eriksen; Dele Alli; Son Heung-min, Harry Kane.

Manajer: Mauricio Pochettino (Argentina)

Manchester United (4-3-3): David De Gea; Ashley Young, Phil Jones, Victor Lindelof, Luke Shaw; Ander Herrera, Nemanja Matic, Paul Pogba; Jesse Lingard, Marcus Rashford, Anthony Martial.

Manajer: Ole Gunnar Solskjaer (Norwegia)

4 dari 4 halaman

Statistik dan Catatan Pertemuan Kedua Tim

Head to head kedua tim:

  • 28/08/18 Manchester United 0 – 3 Tottenham Hotspur (Premier League)
  • 21/04/18 Manchester United 2 – 1 Tottenham Hotspur (Piala FA)
  • 01/02/18 Tottenham Hotspur 2 – 0 Manchester United (Premier League)
  • 28/10/17 Manchester United 1 – 0 Tottenham Hotspur (Premier League)
  • 14/05/17 Tottenham Hotspur 2 – 1 Manchester United (Premier League)

Lima pertandingan terakhir Tottenham Hotspur:

  • 26/12/18 Tottenham Hotspur 5 – 0 Bournemouth (Premier League)
  • 29/12/18 Tottenham Hotspur 1 – 3 Wolverhampton Wanderers (Premier League)
  • 02/01/19 Cardiff City 0 – 3 Tottenham Hotspur (Premier League)
  • 05/01/19 Tranmere Rovers 0 – 7 Tottenham Hotspur (Piala FA)
  • 09/01/19 Tottenham Hotspur 1 – 0 Chelsea (Piala Liga Inggris)

Lima pertandingan terakhir Manchester United:

  • 23/12/18 Cardiff City 1 – 5 Manchester United (Premier League)
  • 26/12/18 Manchester United 3 – 1 Huddersfield Town (Premier League)
  • 30/12/18 Manchester United 4 – 1 Bournemouth (Premier League)
  • 03/01/19 Newcastle United 0 – 2 Manchester United (Premier League)
  • 05/01/19 Manchester United 2 – 0 Reading (Piala FA)

Persentase menang: Tottenham Hotspur 50 – 50 Manchester United

Sumber Bola.com

Diincar Barcelona, Ini Reaksi Willian

Liputan6.com, Jakarta Winger Chelsea, Willian akhirnya buka suara mengenai rumor ketertarikan Barcelona terhadap dirinya. Willian memilih untuk fokus sepenuhnya bersama Chelsea.

Di musim panas kemarin, beredar kabar bahwa Barcelona mengajukan sejumlah tawaran kepada Willian. Namun Chelsea selaku pemilik Willian tidak mengijinkan sang pemain untuk pergi dari Stamford Bridge. 

Tidak menyerah, Barcelona dirumorkan kembali mengejar Willian di bulan Januari ini. Tim asal Catalunya itu dikabarkan menawarkan sejumlah uang plus pemain muda mereka, Malcom untuk mendapatkan Willian.

Ketika dikonfirmasi mengenai kabar ini, Willian menegaskan bahwa ia tidak memikirkan klub lain selain Chelsea. “Masa depan saya berada di klub ini, Chelsea,” buka Willian kepada Sky Sports.

Willian sendiri enggan mengomentari lebih lanjut perihal pendekatan Barcelona terhadap dirinya yang marak diberitakan media.

Ia menyebut sama sekali tidak mengetahui rumor tersebut karena ia tidak mempedulikan apa yang ditulis media tentang dirinya.

“Saya tidak tahu apa yang kalian [Media] bicarakan. Saya tidak membaca koran!” tandasnya.

2 dari 2 halaman

Pemain Penting

Willian sendiri kembali membuktikan bahwa dirinya masih menjadi pemain yang penting bagi Chelsea.

Dini hari tadi, Chelsea nyaris berbagi poin dengan sang tamu, Newcastle United di pertandingan pekan ke 22 EPL. Chelsea yang sempat unggul lebih dahulu berkat gol Pedro berhasil disamakan kedudukannya melalui gol Ciaran Clark.

Beruntung di babak kedua, Willian berhasil mengonversikan umpan matang dari Hazard, sehingga Chelsea menang 2-1 atas sang tamu.

Sumber Bola.net

Jadwal Liga Inggris Malam Ini, Laga Sengit Tottenham Vs MU

Liputan6.com, London – Laga sengit bakal terhampar di jadwal Liga Inggris pekan ke-22 akhir pekan ini. Di Wembley Stadium, markas Tottenham Hotspurs, The Lilywhites akan menjamu Manchester United (MU).

Spurs, yang baru saja mendapatkan hasil positif, usai menekuk Chelsea 1-0 di semifinal Carabao Cup, langsung dihadapkan dengan pasukan Setan Merah yang sedang dalam performa apik di bawah asuhan Ole Gunar Solksjaer. Spurs tidak mau kehilangan poin demi memelihara peluang juara Liga Inggris musim ini.

MU selalu menang di lima laga terakhir di semua ajang. Lawan Tottenham, mereka tentu saja ingin meneruskan tren positif dengan membawa tiga poin dari markas Spurs.

Sejak dilatih Solksjaer, MU memang berubah menjadi tim yang kembali diperhitungkan. Sebelumnya, di bawah asuhan Jose Mourinho, Mou kurang memanfaatkan pemain-pemain yang ambisius seperti Paul Pogba.

Partai Liga Inggris ini menjadi menarik karena Tottenham juga tidak mau tertinggal jauh dari Liverpool, yang kemarin mampu menambah tiga poin di kandang Brighton and Hove Albion. Pasukan Mauricio Pochettino menargetkan tiga poin saat menjamu Setan Merah.

2 dari 3 halaman

Partai Lain

Sementara itu sebelum pertandingan Tottenham kontra MU, Everton akan lebih dulu bertanding melawan Bournemouth. Partai ini juga tidak kalah menarik, mengingat progres Everton dan Bournemouth sama-sama bagus sejauh ini.

Ada pun laga antara Manchester City melawan Wolverhampton bakal berlangsung Selasa (15/1/2019) dini hari WIB di Etihad Stadium. The Citizens pantang tersandung dalam laga itu.

3 dari 3 halaman

Jadwal Liga Inggris Malam Ini

Berikut jadwal Liga Inggris malam ini

21.15 WIB, Everton vs Bournemouth

23.30 WIB, Tottenham vs MU

Saksikan video menarik di bawah ini

Fakta Menarik Tottenham vs MU

Liputan6.com, London – Peringkat 3 Tottenham akan menjamu peringkat 6 Manchester United (MU) pada matchweek 22 Premier League 2018/19, Minggu (13/1). Berikut beberapa fakta menarik yang melatarbelakangi pertandingan di Wembley Stadium ini.

– Pada pertemuan pertama di Premier League musim ini (matchweek 3), Tottenham mempermalukan MU besutan Jose Mourinho 3-0 di Old Trafford. Tottenham menang lewat satu gol Harry Kane dan brace Lucas Moura.

– Dalam laga kandangnya melawan MU di Premier League musim lalu, Tottenham menang 2-0 melalui gol Christian Eriksen dan bunuh diri Phil Jones.

– Tottenham selalu menang dan selalu mencetak minimal dua gol dalam tiga laga kandang terakhirnya melawan MU di Premier League. Mereka menang 3-0 pada musim 2015/16, lalu 2-1 pada musim 2016/17, dan 2-0 pada musim 2017/18.

– MU tanpa kemenangan dalam enam laga tandang terakhirnya melawan Tottenham di Premier League (M0 S3 K2), sejak menang 3-1 pada musim 2011/12.

– Harry Kane baru mencetak dua gol dalam sembilan penampilan melawan MU di Premier League.

– Romelu Lukaku hanya mencetak satu gol dalam 11 penampilan melawan Tottenham di Premier League.

2 dari 2 halaman

Performa dan Statistik

– Tottenham selalu menang tanpa kebobolan dalam tiga laga terakhirnya di semua kompetisi: 3-0 vs Cardiff (Premier League), 7-0 vs Tranmere (FA Cup), 1-0 vs Chelsea (Carabao Cup).

– Tottenham menang enam kali dan hanya kalah sekali dalam tujuh laga terakhirnya di Premier League.

– Tottenham sudah tiga kali kalah dalam laga-laga kandangnya di Premier League musim ini (M6 S0 K3), yakni 1-2 vs Liverpool, 0-1 vs Manchester City dan 1-3 vs Wolverhampton.

– Tottenham mencetak rata-rata 2 gol per laga dalam sembilan laga kandang yang sudah mereka mainkan di Premier League musim ini.

– Selalu tercipta minimal tiga gol dalam empat laga terakhir Tottenham di Premier League.

– Harry Kane selalu mencetak gol dalam enam penampilan terakhirnya untuk Tottenham di semua kompetisi (total tujuh gol).

– Son Heung-Min selalu menyumbang gol dan/atau assist dalam empat penampilan terakhirnya untuk Tottenham di Premier League (5 gol & 3 assist).

– Gol terbanyak untuk Tottenham di Premier League 2018/19 sejauh ini: Harry Kane (14).

– Assist terbanyak untuk Tottenham di Premier League 2018/19 sejauh ini: Christian Eriksen (7).

– Rekor Mauricio Pochettino vs United: M4 S3 K6.

– United selalu menang dan selalu mencetak minimal dua gol dalam lima laga terakhirnya di semua kompetisi.

– United selalu clean sheet (tak kebobolan) dalam dua laga terakhirnya di semua kompetisi: 2-0 vs Newcastle (Premier League), 2-0 vs Reading (FA Cup).

– Romelu Lukaku selalu mencetak gol dalam tiga penampilan terakhirnya untuk United di semua kompetisi, masing-masing satu gol kontra Bournemouth, Newcastle dan Reading.

– Alexis Sanchez selalu menyumbang assist dalam dua penampilan terakhirnya untuk United di semua kompetisi, masing-masing satu assist saat melawan Newcastle dan Reading.

– Gol terbanyak untuk United di Premier League 2018/19 sejauh ini: Romelu Lukaku, Anthony Martial (masing-masing 8).

– Assist terbanyak untuk United di Premier League 2018/19 sejauh ini: Paul Pogba, Marcus Rashford (masing-masing 6).

Sumber: bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ujian Sesungguhnya bagi Solskjaer

Liputan6.com, Jakarta Manchester United (MU) meraih hasil memuaskan di bawah asuhan caretaker Ole Gunnar Solskjaer. Setan Merah selalu meraih kemenangan sejak ditangani oleh Solskjaer pada penghujung tahun 2018.

Dalam lima laga awal bersama MU, Solskjaer selalu memberikan kemenangan dengan rincian empat di Liga Inggris dan satu di Piala FA. Selain itu Solskjaer juga mampu membangkitkan pemain-pemain yang meredup di era Jose Mourinho. 

Paul Pogba, Jesse Lingard, Marcus Rashford, Romelu Lukaku hingga Alexis Sanchez mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya yang tidak nampak di awal musim 2018-2019.

Start mulus ini membuat Solskjaer dijagokan akan dipermanenkan oleh MU. Pria Norwegia itu dinilai sangat layak menjadi penerus Sir Alex Ferguson di MU.

Namun banyak juga yang meragukan Solskjaer akan terus sukses di MU. Pasalnya lima lawan yang dihadapi MU relatif semenjana. Mulai dari Cardiff City, Huddersfield Town, Bournemouth, Newcastle UNited hingga Reading.

Ujian sesungguhnya bagi Solskjaer ada di laga keenamnya. MU akan menghadapi Tottenham Hotspur di kandang lawan, Stadion Wembley pada lanjutan Liga Inggris, Minggu (13/11/2018) malam WIB.

Jelas sangat berat bagi MU untuk mengalahkan Tottenham. Spurs sedang dalam tren positif. Mereka saat ini ada di posisi tiga klasemen sementara Liga Inggris. Solskjaer menyadari hal itu. Dia meminta anak asuhnya untuk berusaha lebih keras di laga kontra Tottenham.

“Setiap pertandingan adalah ujian, namun pertandingan kali ini melawan tim kuat. Jika kami ingin mendekat dan melewati mereka, kami membutuhkan performa bagus serta hasil yang bagus,” ujar Solskjaer.

2 dari 2 halaman

Lawan Pochettino

Caretaker manajer asal Norwegia itu memastikan timnya akan tetap bermain menyerang melawan tim London Utara. Menurutnya permainan menyerang sudah menjadi ciri khas Manchester United.

“Mereka satu di antara yang terbaik di liga sehingga kami harus mewaspadai kekuatan mereka. Namun, kami harus menyerang, itulah kekuatan kami,” ucapnya.

Jika mampu mengalahkan Tottenham, Solskjaer akan semakin berpeluang dipermanenkan MU. Kebetulan MU kabarnya membidik pelatih Tottenham Mauricio Pochettino untuk melatih Lukaku cs musim depan.

Bisa dibilang laga melawan Tottenham juga menjadi ajang pembuktian Solskjaer bila dirinya mampu mengungguli Pochettino.

Prediksi Brighton Vs Liverpool: Setop Tren Negatif

Brighton – Liverpool ingin bangkit saat menghadapi Brighton & Hove Albion pada pekan ke-22 Premier League, di The American Express Community Stadium, Sabtu (12/1/2019).

Tim kota pelabuhan ingin mengakhiri tren negatif yang terjadi dalam dua laga terakhir. Skuat asuhan Jurgen Klopp takluk 1-2 dari Manchester City dan baru saja tersingkir dari Piala FA setelah takluk 1-2 dari Wolverhampton Wanderers.

Rentetan hasil negatif menodai catatan apik Liverpool yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam delapan laga beruntun di semua ajang. Oleh karena itu, hasil optimal menjadi target utama tim tamu sekaligus untuk menjaga jarak dengan Manchester City.

“Dua pekan lalu, saya pikir semua orang sangat senang dengan jarak poin antara (dua tim yang berada di atas),” ujar Klopp.

“Sekarang kami menelan dua kekalahan, yang tentu saja tidak bagus, namun ini bukan sebuah masalah karena pertandingannya telah berlalu,” ia melanjutkan.

Liverpool tidak akan diperkuat Dejan Lovren yang mengalami cedera hamstring dan Joe Gomez yang masih dalam tahap pemulihan cedera. Namun, bek tangguh Virgil van Dijk akan kembali memberikan rasa aman di jantung pertahanan.

Di luar itu, tim pemuncak klasemen sementara Premier League akan menurunkan mayoritas para pemain terbaiknya, termasuk trio Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah di lini depan.

Sementara itu, Brighton minus beberapa pilar mereka kontra Liverpool. Tuan rumah tidak akan diperkuat Alireza Jahanbakhsh, Jose Izquierdo, dan kiper Mat Ryan.

“Mereka (Liverpool) diunggulkan untuk menang, seperti yang dibayangkan semua orang. Kami harus bisa bermain sebaik mungkin,” kata Chris Hughton, manajer Brighton.

2 dari 2 halaman

Perkiraan susunan pemain

Perkiraan susunan pemain

Brighton & Hove Albion (4-4-1-1): Martin Montoya, Lewis Dunk, Shane Duffy, Bernardo; Solly March, Dale Stephens, Davy Proper, Jurgen Locadia: Pascal Gross; Glen Murray

Manajer: Chris Hughton

Liverpool (4-3-3): Alisson Becker; Trent Alexander-Arnold, Fabinho, Virgil van Dijk, Andrew Robertson; Georginio Wijnaldum, Jordan Henderson, Naby Keita; Mohamed Salah, Roberto Firmino, Sadio Mane

Manajer: Jurgen Klopp

Head to head

25-08-2018 Liverpool 1-0 Brighton (Premier League)

13-05-2018 Liverpool 4-0 Brighton (Premier League)

02-12-2017 Brighton 1-5 Liverpool (Premier League)

19-02-2012 Liverpool 6-1 Brighton (Piala FA)

22-09-2011 Brighton 1-2 Liverpool (Piala Liga)

Lima Pertandingan Terakhir Brighton

22-12-2018 Bournemouth 2-0 Brighton (Premier League)

27-12-2018 Brighton 1-1 Arsenal (Premier League)

29-12-2018 Brighton 1-0 Everton (Premier League)

03-01-2019 West Ham 2-2 Brighton (Premier League)

05-01-2019 Bournemouth 1-3 Brighton (Piala FA)

Lima Pertandingan Terakhir Liverpool

22-12-2018 Wolverhampton 0-2 Liverpool (Premier League)

26-12-2018 Liverpool 4-0 Newcastle (Premier League)

30-12-2018 Liverpool 5-1 Arsenal (Premier League)

04-01-2019 City 2-1 Liverpool (Premier League)

08-01-2019 Wolverhampton 2-1 Liverpool (Piala FA)

Prediksi Bola.com: 45-55

Sumber: Berbagai sumber