Bos Huawei Ditangkap, AS-China Bisa Batal ‘Rujuk’?

Jakarta – Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China dikhawatirkan kembali berlanjut. Hal itu tak lain karena penangkapan petinggi perusahaan teknologi China, Huawei.

Mengutip CNN, Minggu (8/12/2018), permintaan AS untuk menangkap CFO Huawei, Meng Wanzhou membuat Beijing marah. Hal ini mengkhawatirkan investor dan menimbulkan keraguan atas ‘gencatan senjata’ yang belum lama disepakati.

“Anda harus melihat ini sebagai eskalasi signifikan dalam perang dagang,” kata Christopher Balding, seorang ahli di Fulbright University Vietnam.

Huawei sendiri merupakan perusahaan raksasa di China. Perusahaan ini menjual lebih banyak telepon pintar dibanding Apple. Huawei juga telah membangun jaringan telekomunikasi di seluruh dunia.

Pihak berwenang Kanada menyatakan telah menangkap Meng Wanzhou pada Rabu malam di Vancouver dan akan melakukan ekstradisi. AS dan Kanada belum menentukan tuntutan, tapi penangkapan ini mengikuti laporan Departemen Kehakiman AS yang sedang menyelidiki apakah Huawei melanggar sanksi AS terhadap Iran.

“Di bawah pemerintahan Obama, AS mendakwa personil China atas tuduhan serupa, tapi enggan untuk mengambil tindakan lebih drastis seperti menangkap orang-orang di negara-negara ketiga, karena takut Beijing akan membalas kepentingan AS di China atau negara lain,” kata Eurasia Group dalam catatannya.

Penangkapan Meng yang merupakan putri pendiri Huawei bisa memberikan dampak pada hubungan AS-China yang mana saat ini sedang berunding.

“Jenis tindakan ini akan mempengaruhi suasana di sekitar perundingan membuat mereka kurang mungkin untuk membawa penyelesaian yang berkelanjutan,” kata Analis Eurasia.

Kamis lalu, Kementerian Perdagangan China meyakini perjanjian perdagangan dengan AS bisa tercapai dengan tempo 90 hari seperti yang ditetapkan Presiden Donal Trump. Tetapi, China juga marah atas penangkapan Meng. Kementerian Luar Negeri China meminta AS dan Kanada untuk segera memperbaiki kesalahan dan mengembalikan kebebasannya.

Seorang ahli ekonomi China pada Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington, Scott Kennedy mengatakan, penangkapan itu akan memberikan dampak yang besar bagi hubungan kedua negara. Menurutnya, kedua negara mesti mengedepankan kepentingan jangka panjang mereka.

“Kedua belah pihak perlu melanjutkan dengan kewaspadaan yang melimpah dan pemahaman yang jelas tentang kepentingan jangka panjang mereka,” ujarnya. (zlf/zlf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *