1 Pasukan PBB Tewas dan 4 Lainnya Luka Akibat Bom Ranjau di Mali

Bamako – Seorang pasukan penjaga perdamaian PBB tewas akibat sebuah ranjau meledak di Mali. Ada empat orang pasukan PBB lainnya yang terluka akibat peristiwa itu.

Dilansir dari AFP, Minggu (21/4/2019), ledakan terjadi ketika konvoi misi PBB lewat di Mali bagian tengah. Ranjau meledak dan menghantam bagian pasukan di dekat Burkina Faso.

Kepala MINUSMA (Misi Stabilisasi PBB di Mali) Mahamat Saleh Annadif menyebut bom ranjau sebagai ‘serangan pengecut’. Dia mengatakan para penyerang itu akan dimintai pertanggung jawaban atas tindakan mereka.

Komandan pasukan PBB Dennis Gyllensporre mengatakan pasukan penjaga perdamaian bereaksi secara proaktif dan kuat, yang menetralisir dan menahan para penyerang. Satu penyerang tewas dan enam lainnya pun ditangkap.

Misi PBB didirikan di Mali setelah milisi radikal merebut bagian utara negara itu pada 2012. Mereka didorong kembali oleh pasukan Prancis pada 2013.

Perjanjian damai yang ditandatangani pada tahun 2015 oleh pemerintah di Bamako dan kelompok-kelompok bersenjata bertujuan untuk memulihkan stabilitas. Namun, kesepakatan itu gagal menghentikan kekerasan.

Sejak penempatan mereka pada tahun 2013, lebih dari 190 penjaga perdamaian telah tewas di Mali. Termasuk hampir 120 yang terbunuh oleh aksi permusuhan, menjadikan MINUSMA operasi penjaga perdamaian paling mematikan di PBB.

Pada hari Kamis (18/4), kantor Presiden Ibrahim Boubacar Keita mengatakan dia telah menerima pengunduran diri Perdana Menteri Soumeylou Boubeye Maiga dan seluruh kabinetnya. Itu terjadi setelah anggota parlemen dari partai yang berkuasa dan oposisi mengajukan mosi tidak percaya menyalahkan Maiga dan pemerintahannya karena gagal untuk menekan kerusuhan.
(haf/haf)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bom Bunuh Diri Itu Batalkan Salat Jumat di Polresta Cirebon pada 2011

Liputan6.com, Jakarta – Jumat 15 April 2011, suasana di Polres Cirebon, Jawa Barat semakin ramai menjelang pelaksanaan salat Jumat berjamaah. Dalam catatan Sejarah Hari Ini (Sahrini) Liputan6.com, Pukul 11.45 WIB, jemaah mulai berdatangan ke Masjid At-Taqwa yang berada di dalam kompleks Mapolres Cirebon untuk menunaikan ibadah salat Jumat. Mayoritas jemaah merupakan anggota kepolisian Polresta Cirebon.

Pukul 11.55, azan diperdengarkan. Selang lima menit berikutnya, khatib mulai berkhutbah. Ketika jemaah semakin banyak memasuki masjid, seorang pria berpakaian hitam-hitam terlihat berdiri di luar masjid. Dia tak kunjung masuk ke dalam masjid kendati khatib sudah akan mengakhiri khutbahnya.

Pukul 12.10 WIB, Khatib menuntaskan khutbahnya. Jemaah bersiap melakukan salat. Sejumlah saksi mata menuturkan, pria berpakaian hitam-hitam yang sebelumnya berada di luar masjid kemudian terlihat masuk ke dalam masjid dan berbaur di dalam saf. Dia terlihat berada di saf ke-3.

Pukul 12.15 WIB, imam salat Jumat memulai salat berjamaah. Saat imam mengucapkan takbir, ledakan terdengar. Sejumlah orang terluka, seorang pria yang diduga pelaku terkapar. Sejumlah orang yang terluka dievakuasi.

Jemaah yang berada di saf kedua, ketiga, dan keempat berjatuhan dan menderita luka serius. Demikian halnya pelaku, dia langsung jatuh dan tewas seketika di lokasi kejadian dengan kondisi perut terluka.

Sementara itu, Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco yang berada di saf terdepan juga ikut menjadi korban. Punggung Kapolresta terluka akibat terkena serpihan bom, seperti paku, baut, dan mur.

Belakangan diketahui, saat jenazah pria yang diduga pelaku bom bunuh diri diangkat, ditemukan adanya sebuah tas pinggang yang menggelayut pada sisi kanan perut korban. Dari luka yang terlihat, bagian perut sebelah kanan pria yang diduga pelaku tersebut memang terlihat menganga. Salat Jumat di masjid tersebut akhirnya urung dilanjutkan. Puluhan korban luka, termasuk Kapolresta langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Demikian halnya korban selamat juga langsung dievakuasi dari masjid. Sementara jasad pelaku, masih terlihat berada di dalam masjid.

Kasat Narkoba Polresta Cirebon AKP Tri mengatakan, pelaku diperkirakan berusia 25 hingga 30 tahun. Tinggi berkisar 165-170 cm, mengenakan baju hitam, celana panjang hitam, jaket hitam, dan mengenakan sebuah tas pinggang. Saat itu, identitasnya belum diketahui.

Tiga hari kemudian, Senin 18 April 2019, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Musaddeq Ishak memastikan pelaku bom bunuh diri di Masjid Adz-Zikro di Kompleks Polresta Cirebon adalah Muhammad Syarif Astanagarif (32), warga Pleret, Majalengka, Cirebon.

“Ada tiga alat ukur untuk identifikasi primer yang mutlak, pertama adalah sidik jari, yang kedua adalah data gigi, yang ketiga adalah melalui analisis DNA. Tiga-tiganya dari tiga faktor primer ini cocok,” tegas Musaddeq Ishak.

“Satu, sidik jari identik. Kemudian, data gigi juga diakuin oleh keluarganya bahwa ini memang betul giginya Muhammad Syarif. Lalu, ketiga, melalui pemeriksaan DNA, kita bisa buktikan secara ilmiah bahwa pelaku bom bunuh diri di Mesjid Polresta Cirebon adalah bernama Muhammad Syarif,” imbuh dia.

Musaddeq mengakui, untuk melakukan tes terhadap jasad pelaku cukup memakan waktu lama karena Muhammad Syarif merupakan pemain baru dalam jaringan teroris yang rekam jejaknya tidak dimiliki polisi.

Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Irjen Mathius Salempang mengungkapkan selama ini Muhammad Syarif merupakan orang yang masuk dalam pencarian orang dalam kasus perusakan minimarket Alfamart di Cirebon.

Dari 11 pelaku pengrusakan minimarket Alfamart, baru enam yang telah diproses, lima di antaranya termasuk Muhammad Syarif, yang merupakan orang yang selama ini dicari.

Sementara itu, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri masih menyelidiki motif di balik serangan bom bunuh diri Muhammad Syarif di Masjid Adz-Zikro tersebut, dan kaitannya, bila ada, dengan kelompok terorisme.

“Dari hasil pemeriksaan Labfor (Laboratorium Forensik) dari residu, sisa-sisa ledakan yang ada di TKP kemarin, kita temukan akhirnya potassium nitrat, kemudian ada alumunium dan ada sulfur. Itu bahan peledaknya,” jelas Mathius Salempang. “Kemudian, apakah sama dengan bom lain? Kalau kita lihat bahan yang ada di TKP tadi, bahannya sama mungkin rakitannya sama, tetapi kita tidak bisa mengatakan kemudian mengambil kesimpulan bahwa bom ini sama dengan bom yang dibuat oleh kelompok lain,” imbuh dia.

Sementara itu, Pengamat Teroris dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara, Mardigu mensinyalir serangan bunuh diri di Masjid Adz-Zikro yang terletak di Kompleks Kantor Polresta Cirebon, Jawa Barat terkait dengan jaringan kelompok teroris Aceh.

Saat ini ada 50 orang eks-Aceh yang menjadi buronan. Ada dari orang-orang ini yang bisa membuat bom. Mereka kemudian mengajarkan orang lain membuat bom.

“Jadi, akan terlihat setelah ini mereka morat-marit, kocar kacir, mereka tiarap, mereka mengumpet ke sana kemari, tapi perjuangan mereka tak pernah berhenti,” ujar Mardigu.

Jepang Berhasil Bom Asteroid Ryugu

Setelah resmi mendarat di Ryugu, pesawat luar angkasa Badan Antariksa Jepang (JAXA) Hayabusa-2, akhirnya berhasil mengabadikan wajah asteroid tersebut.

Dikutip Geek, Hayabusa-2 berhasil menyentuh permukaan Ryugu pada Jumat, 22 Februari 2019.

Pesawat tersebut juga telah menembak peluru kecil untuk menggapai permukaan asteroid dan mengumpulkan sampel debu dari objek ini.

Adapun foto Ryugu diambil dengan kamera ONC_W1 milik Hayabusa-2. Karena permukaan asteroid ‘ditembak’, foto memperlihatkan beberapa permukaan tidak rata dan berlubang.

Hayabusa-2 sendiri akan mengumpulkan sampel debu dalam kisaran 10-100 miligram, dan akan mengirimkannya ke Bumi dalam waktu dua tahun.

Dengan sampel ini, ilmuwan bisa mempelajari lebih lanjut tentang Ryugu dan asal usul terciptanya Tata Surya.

Walaupun JAXA masih belum yakin jumlah sampel yang dikumpulkan, foto yang diambil Hayabusa-2 mengkonfirmasi kalau proses pendaratan pesawat berjalan dengan lancar.

Sebelum pendaratan berlangsung, Hayabusa-2 sempat menurunkan objek berbentuk beanbag ke permukaan Ryugu. Beanbag tersebut berfungsi sebagai penanda untuk mengambil sampel di lokasi yang tempat.

Hayabusa-2 sendiri akan menghabiskan lebih banyak waktu di Ryugu pada tahun ini, Pesawat tersebut ditargetkan bakal kembali ke Bumi pada akhir 2020.

Penampakan Meteor yang Ledakannya 10 Kali Lipat Bom Atom Hiroshima

Selasa 19 Maret 2019, 11:23 WIB

Foto News

Twitter/@simon_sat – detikNews

Washington DC detikNews – Ledakan sebuah meteor raksasa terjadi di atmosfer Bumi tahun 2018 lalu. Daya ledakan meteor ini tercatat 10 kali lipat dari ledakan bom atom Hiroshima.

Laporan NASA menyebut sebuah meteor meledak di atmosfer Bumi pada 18 Desember 2018. Ledakan meteor semacam ini disebut sebagai ‘fireball’ oleh NASA. Ledakan meteor ini tertangkap oleh satelit militer Amerika Serikat tahun 2018. Pihak NASA lantas diberitahu oleh Angkatan Udara AS. Foto: physics.ox.ac.uk/Simon Proud

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Jokowi Tinjau Lokasi Bom Bunuh Diri di Sibolga

Sibolga – Di sela kunjungan ke Sibolda, Sumatera Utara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi bom bunuh diri yang meledak pada Selasa (12/3) lalu. Politikus Golkar Akbar Tandjung ikut mendampingi Jokowi.

Fotografer Istana Kepresidenan Agus Suparto mengatakan, Jokowi tiba di lokasi ledakan yakni di Jl KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Pancuran Bambu, Sibolga, Sumut, Minggu (16/3/2019) pukul 12.30 WIB. Dari foto yang dikirimkan Agus, Jokowi tampak mengenakan kemeja putih lengan panjang dan topi warna hitam.

Jokowi Tinjau Lokasi Bom Bunuh Diri di SibolgaFoto: Jokowi meninjau lokasi bom bunuh diri di Sibolga, Sumatera Utara (Fotografer Istana Kepresidenan Agus Suparto).

Dalam peninjauannya tersebut, Jokowi ditemani Wali Kota Sibolga Syafri Hutauruk. Tokoh asal Sibolga yang juga politikus Golkar Akbar Tandjung juga ikut mendampingi Jokowi.
“Presiden Joko Widodo meninjau lokasi bom Sibolga di Kelurahan Pancuran Bambu kecamatan Sibolga Sambas didampingi oleh Wali Kota Sibolga Drs H M Syarfi Hutauruk dan tokoh asal Sibolga Akbar Tandjung, Minggu, 17 Maret 2019, pukul 12.30 WIB,” kata Agus.
Aksi diduga bom bunuh diri terjadi saat tim Densus 88 Antiteror hendak menggeledah rumah di Jl KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Pancuran Bambu, Sibolga pada Selasa (12/3) beberapa hari lalu sebelum Jokowi ke Sumut. Sebelum ledakan, polisi menangkap terduga teroris Husain alias Abu Hamzah.
Akibat ledakan tersebut, satu orang polisi dan satu orang bernama Nain mengalami luka serius. Korban mendapat perawatan intensif di RS Metta Medika.
(jor/nvl)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Upaya Meredam Trauma Warga Sibolga Usai Peristiwa Bom Bunuh Diri

Liputan6.com, Medan – Pemerintah Kota bergerak cepat untuk menghilangkan rasa trauma yang dialami warganya usai ledakan bom yang terjadi di Kota Sibolga, Sumatera Utara. Salah satu upayanya adalah memberikan sosialisasi dan bimbingan konseling.

Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk mengatakan, sosialisasi dan konseling diberikan kepada warga yang terkena dampak langsung. Hal ini untuk memulihkan mental serta psikologi warga, terutama anak-anak.

“Saya sendiri turun langsung untuk memotivasi warga. Pascabom, banyak warga yang trauma. Apalagi anak-anak yang melihat kejadian. Kami melakukan sosialisasi dan memberikan bimbingan kepada mereka,” kata Syarfi, Sabtu (16/3/2019).

Usai ledakan bom, ratusan rumah warga mengalami rusak ringan dan berat, sehingga warga di lokasi kejadian diungsikan. Dari data kelurahan, tercatat sebanyak 155 unit rumah rusak.

“Dari data itu, sebahagian rata dengan tanah. 155 unit rumah tersebut dihuni oleh 161 Kepala Keluarga,” sebutnya.

Syarfi menjelaskan, Pemko Sibolga telah memberikan bantuan berupa materi dan non materi kepada 161 kepala keluarga yang diungsikan. Pihaknya juga telah mendirikan posko sementara untuk warga yang diungsikan.

“Bantuan yang kita berikan berupa uang tunai, beras, mi instan, air mineral, dan telur bagi setiap kepala keluarga yang terdampak ledakan,” ungkapnya.

Sementara untuk bantuan perbaikan rumah-rumah warga yang rusak parah, Pemko Sibolga akan menjajakinya dengan pihak Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk dilakukan perbaikan.

“Sebagian warga sudah kembali ke keluarga mereka untuk tinggal sementara. Masih ada yang tinggal di posko. Yang rumahnya hancur total, masih di posko,” ujarnya.

Bom meledak di dekat kediaman terduga teroris atas nama Husein yang berada di Jalan Cenderawasih, Kelurahan Pancuran Bambu, Kota Sibolga. Saat itu Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri akan meringkusnya, Selasa, 12 Maret 2019.

Kemudian pada Rabu, 13 Maret 2019, dini hari WIB, bom kembali meledak di rumah Husein. Marnita Sari boru Hutahuruk alias Solimah, istri Husein, meledakkan diri bersama anaknya setelah negosiasi lebih kurang 10 jam yang dilakukan kepolisian menemui jalan buntu.

Dalam peristiwa tersebut, selain Husein, polisi juga meringkus AK alias Ameng alias Abu Halimah dan ZP alias Ogek Zul di Kota Sibolga. Lalu petugas menangkap R di Kota Tanjung Balai dan M di Tapanuli Tengah.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara memiliki bahan peledak hingga 300 kg.

Teror Bom Buku Gemparkan Komunitas Utan Kayu 8 Tahun Silam

Liputan6.com, Jakarta – Kantor Komunitas Utan Kayu digegerkan dengan sebuah paket misterius yang tiba pada Selasa 15 Maret 2011 silam. Paket berisi buku itu ditujukan kepada aktivis pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla.

Paket itu lantas diserahkan kepada aktivis JIL, Saidiman Ahmad yang sedang berada di sana. Ulil sendiri tidak berada di kantor saat buku itu tiba.

Saidiman Ahmad yang penasaran langsung membuka bingkisan misterius itu. Terlihat ada kabel yang menyembul dari sebuah buku. Saidiman lantas curiga dan memutuskan untuk menghubungi polisi. Paket itu kemudian dibawa keluar gedung.

Dalam catatan Sejarah Hari Ini (Sahrini) Liputan6.com, Polres Metro Jakarta Timur yang mendapat laporan langsung meluncur ke lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Kompol Dodi Rahmawan yang kala itu menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Kopolisian Resort Jakarta Timur, memimpin sejumlah anak buahnya menetralisir tempat kejadian.

Saat tiba di lokasi, Dodi membuka bungkusan paket. Ia mendapati ada sebuah buku berjudul ‘Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-Dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslim’, karangan Sulaiman Azhar Lc. Setelah diamati, ternyata buku tersebut berisi bom. Dodi lalu mencoba menjinakkan bom itu melalui arahan telepon.

Dodi kemudian mengeluarkan buku lalu menyiram dengan air hingga basah kuyup. Ia lalu merobek-robek halaman buku dengan pisau lipat.

Begitu Dodi mencongkel baterai yang terselip di dalam buku tiba-tiba, bom itu meledak. Dodi tersungkur, tangan kirinya bersimbah darah. Pergelangan tangan Dodi putus, dia langsung dilarikan ke rumah sakit.

Dua korban lainnya yang juga terluka adalah seorang polisi dan petugas keamanan Komunitas Utan Kayu.

Rentetan Penangkapan Teroris Usai Bom Sibolga

Liputan6.com, Jakarta – Bom di Sibolga, Sumatera Utara berhenti meledak, bukan berarti pergerakan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri berhenti. Sejumlah terduga teroris diringkus di sejumlah tampat pada Kamis 14 Maret 2019.

Dua di antaranya merupakan teman dari Husain alias Abu Hamzah, teroris Sibolga. Masing-masing berinisial AK alias Ameng alias Abu Halimah dan ZP alias Ogek Zul. Keduanya merupakan teman terduga teroris, Husain alias Abu Hamzah yang lebih dulu ditangkap di Sibolga.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Ameng ditangkap di Jalan Kutilang, Kecamatan, Sibolga Selatan. Dia berperan sebagai penyandang dana dalam kelompok Sibolga.

“Dia penyandang dana untuk membeli berbagai kebutuhan untuk merakit bom, sebesar Rp 15 juta,” ujar Dedi soal penangkapan terduga teroris itu di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019).

Dari tangan Ameng, kepolisian menyita barang bukti berupa satu buah rompi berisi 10 bom pipa dan satu kardus berisi bahan peledak yang masih diperiksa di laboratorium forensik.

Sementara Ogek yang ditangkap di Jalan Singsingmangaraja, Kota Sibolga, berperan aktif dalam merencakan amaliah. Dia juga turut menyimpan bahan peledak.

Setidaknya, ada sekitar 300 kilogram bahan peledak yang diamankan polisi dari para terduga teroris itu. “Ini cukup besar,” kata Dedi.

Densus 88 Antiteror Polri juga meringkus terduga teroris di Kelurahan Bagan Kota, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, pagi tadi. Pria berinisial RG alias Riky alias Abu Riky itu sehari-harinya berprofesi sebagai penjual makaroni.

“Telah ditangkap satu terduga teroris di Rokan Hilir, Riau pada sekitar pukul 08.25 WIB tadi oleh tim Densus 88 AT Polri di-back up Brimob Polda Riau dan Polres Rohil. Pekerjaan yang bersangkutan wiraswasta atau penjual makaroni,” ujar Dedi.

Penangkapan dilakukan saat terduga teroris berusia 25 tahun itu hendak membeli sarapan di Jalan Utama Kelurahan Bagan Kota. Selanjutnya, aparat menggeledah rumah Riky di Jalan Pratomo, Kelurahan Bagan Kota untuk mencari barang bukti.

Dalam operasi itu, kepolisian menyita barang bukti berupa 8 anak panah, busur panah, facetarget, 2 ponsel, stunt gun, jaket dan topi tactical, buku rekening, charger ponsel dan laptop, serta tas warna hitam.

Selanjutnya, terduga pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolda Riau untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Situasi selama kegiatan (penangkapan dan penggeledahan) berlangsung aman,” ucap Dedi soal penangkapan terduga teroris di Riau.

Polisi tengah mendalami keterlibatan terduga teroris Riau berinisial RG alias Riky alias Abu Riky dalam kasus ledakan di Parkir Timur Senayan, Jakarta saat nobar debat capres jilid II pada 17 Februari lalu. Pria yang berprofesi sebagai penjual makaroni itu diduga terlibat dalam jaringan terorisme.

Dedi membeberkan beberapa keterlibatan Abu Riky dalam kasus terorisme. Rata-rata, dia melakukan propaganda melalui media sosial.

“Dia mengunggah video TKP ledakan di Parkiran Timur Senayan (Minggu, 17 Februari 2019) ke Group Channel Media Khilafah,” ujar Dedi dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Namun, polisi belum bisa menyimpulkan lebih jauh keterkaitan Abu Riky dengan teror petasan yang meledak saat nobar debat capres itu.

Abu Riky juga memposting poster propaganda bergambar poster ISIS di Filipina serta ungkapan kebencian terhadap Densus 88 ke dua grup media sosial. Pria berusia 25 tahun itu juga aktif di beberapa channel dan grup yang banyak berisi propaganda ISIS.

“Dia juga mengarahkan anggota grup WA untuk melakukan amaliah dengan sasaran aparat keamanan khususnya polisi,” ucap Dedi soal profil teroris Riau.

Penjelasan Kapolri soal Terduga Teroris Sibolga dan Bom Bunuh Diri

Padang – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut Solimah, istri terduga teroris Sibolga, Sumut, Husain alias Abu Hamzah diduga berniat bunuh diri.

“Suaminya menyampaikan istrinya itu ingin bunuh diri terus, dalam istilahnya istimata. The fastest way to the heaven. Cara paling cepat masuk surga,” kata Tito Karnavian saat menghadiri Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia IX (Konaspi IX) di Auditorium Universitas Negeri Padang, Kamis (14/3/2019).

Polisi sambung Tito memastikan ada 8 bom pada rumah Abu Hamzah di Jl KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Sibolga.

“Kita menemukan yang meledak dua, yang tidak meledak lima. Jadi total yang meledak dengan ledakan pertama ada tiga. Ada delapan totalnya,” terang Tito.

Penangkapan terduga teroris Sibolga dijelaskan Tito merupakan pengembangan dari penangkapan terduga teroris berinisial R di Lampung pada Sabtu (9/3).

“Ditangkap di Lampung pelakunya. Ngasih tahu temannya di Sibolga punya bom. Berangkat tim ke sana, dengan (cara) biasa, silent. Nggak mau grabak-grubuk. Targetnya suami ditangkap baik-baik. Anggota masuk ke dalam rumah, nggak sadar ternyata sekeliling rumah sudah dipasang jebakan. Begitu kawat ditendang, meledak. Anggota kita terluka,” katanya.

“Jadi bom yang dibuat switching tu dari istrinya,” imbuhnya.

Polisi berupaya melakukan negosiasi dengan istri Abu Hamzah berjam-jam. Namun istri terduga teroris Sibolga itu meledakkan bom dan tewas bersama anaknya.

Dari penyelidikan diketahui Abu Hamzah belajar merakit bom secara online.

“Belajarnya online. Ini teknologi luar biasa. Mereka namanya sekarang istilahnya disebut lone wolf. Ini tidak memiliki jaringan yang luas, tapi bergerak sendiri. Membaca, ikut grup radikal, kemudian pemahamannya mulai diadopsi,” kata Tito.

(fdn/fdn)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pascaledakan Bom di Sibolga, JK Yakin Pilpres Tetap Aman

Badung – Wapres Jusuf Kalla (JK) optimistis Pilpres pada 17 April mendatang tetap aman. Dia tak khawatir meski sempat ada peristiwa ledakan bom di Sibolga, Sumatera Utara.

“Amanlah kita kan sudah empat kali pemilihan langsung, itukan aman-aman aja,” tutur JK di sela acara International Reform Symposium and Regional Workshop 2019 di Nusa Dua, Bali, Kamis (14/3/2019).

JK juga mengapresiasi kerja Polri terkait penanganan bom di Sibolga, Sumatera Utara. Sebab, selama ini masyarakat tidak pernah terbayang ada kasus teror bom lagi setelah bom Thamrin, maupun teror bom di Surabaya.

“Pertama kita apresiasi polisi, Densus. Selama ini kan orang berpikir di Jakarta, Surabaya, dan ternyata juga ada di Sibolga, tidak pernah ada suara masuk di sini. Jadi itu bagaimana kekuatan atau kemampuan Densus untuk dapat mengatasi hal seperti itu,” puji JK.

Sebelumnya diberitakan, warga dikagetkan insiden ledakan bom di permukiman padat penduduk di Sibolga. Bom meledak saat tim Densus 88 Antiteror hendak menggeledah rumah perakit puluhan bom, Husain alias Abu Hamzah.

Polisi menyebut istri Abu Hamzah, Solimah, melemparkan bom lontong rakitan saat tahu suaminya ditangkap Densus 88 di luar rumah. Saat itu aparat memang hendak menggeledah rumah Abu Hamzah di Jl KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum.

Seusai pelemparan bom–yang menyebabkan polisi terluka–kepolisian memilih jalan negosiasi dengan meminta istri Abu Hamzah menyerahkan diri. Tapi, pada Rabu (13/3) dini hari, Solimah memilih meledakkan diri bersama anaknya dengan bom rakitan.

Dari pengembangan itu Tim Densus 88 Antiteror juga menangkap dua terduga teroris selain Husain alias alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumut. Polisi juga menyita empat bom aktif dan juga puluhan kilogram bahan peledak jenis potasium.

“Kejadian di Sibolga merupakan pengembangan penangkapan Densus 88 jaringan ISIS di Sumatera. Densus bergerak dan ditangkap satu terduga di Lampung dengan pengembangan di Sibolga. Tim bergerak di Sibolga, ada 3 orang ditangkap, selain Abu Hamzah, ada AHH dan AR alias D,” ujar Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto saat dimintai konfirmasi, Rabu (13/3).

(ams/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>