Polisi Sterilisasi Lokasi Ledakan Keras di Parkit Senayan

Liputan6.com, Jakarta Lokasi yang diduga asal ledakan saat ini disterilisasi oleh puluhan petugas kepolisian. Belum diketahui penyebab ledakan tersebut.

Pantauan merdeka.com, Minggu (17/2/2019), lokasi ledakan yang berada di Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), dilarang didekati oleh masyarakat umum.

Petugas kepolisian membuat barikade agar lokasi tetap steril. Bau terbakar masih tercium meski ledakan terjadi sekitar pukul 20.15 WIB.

Polisi juga memasang garis polisi guna menyelidiki penyebab ledakan.

Belum diketahui penyebab ledakan tersebut. Petugas kepolisian masih menjaga ketat lokasi kejadian.

Seorang saksi, Raja Ginting, mengatakan ledakan terdengar sangat keras.

“Ada asap hitam, kami sempat lari semua,” kata Raja Ginting di lokasi kejadian, Minggu malam.

Sementara itu, usai ledakan terdengar, beberapa aparat kepolisian mencari asal muasal ledakan.

Terlihat kendaraan Brimob untuk menjinakan bom bergerak ke lokasi yang diduga menjadi asal ledakan.

Reporter: Ronald

Kendaraan Lapis Baja hingga Mobil Pemadam Bersiaga di Lokasi Debat Capres

Liputan6.com, Jakarta – Pengamanan Hotel Sultan, Jakarta diperketat, menjelang debat calon presiden (debat capres) yang diselenggarakan pada Minggu (17/2/2019), pukul 20.00 WIB.

Pantauan Liputan6.com, di lokasi debat capres, di Hotel Sultan, pengamanan dilakukan pihak kepolisian dari berbagai kesatuan, di antaranya Brimob dan Sabara.

Untuk memperkuat pengamanan, ratusan petugas berseragam dan tanpa seragam disiagakan. Selain itu juga disiagakan kendaraan lapis baja dan menyiagakan anjing pelacak untuk mendeteksi adanya bom.

Selain pihak keamanan, juga disiagakan satu unit mobil pemadam kebakaran, serta fasilitas pendukung kehanda‎lan pasokan listrik. 

PLN Distribusi Jakarta Raya telah menyiapkan satu unit Power Bank berkapasitas 1.000 kilo Volt Amper (kVA), dan satu unit Power Bank 630 kVA untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik.

Sebagai cadangan pasokan PLN juga disiapkan tiga unit UPS masing-masing 500 kVA untuk menjamin keandalan pasokan listrik. Selain itu, langkah mitigasi risiko lain juga disiapkan, termasuk dengan memasok listrik dari 2 sumber yang berbeda dengan dilengkapi Automatic Change Over (ACO).

Apabila sumber utama terganggu, dapat secara otomatis berpindah ke sumber pasokan listrik lainnya.

Untuk diketahui, debat capres‎ akan dilaksanakan pukul 20.00, adapun yang akan dibahas dalam debat tersebut adalah pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam (sda) dan lingkungan hidup.

2 dari 2 halaman

Pengusaha: Debat Capres Bukan Ajang Saling Serang tapi Adu Terobosan

Sebelumnya, kedua kandidat calon presiden (capres) akan saling beradu program terkait masalah energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup pada malam ini.

Dalam debat nanti, para pengusaha berharap agar kedua capres akan mengemukakan visi dan misi jangka pendeknya dan jangka panjangnya secara konkret. Bukan hanya sekedar saling serang dan beradu argumen.

“Tentu kami dari pengusaha lebih melihat ke depannya seperti apa. Dari sisi energi, apa yang akan difokuskan oleh pemerintah dan bagaimana korelasinya dengan peluang investasi di bidang sumber daya alam yang ada,” ujar Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Minggu 17 Februari 2019.

Kemudian dari sisi kebijakan pangan, lanjut Shinta, pengusaha ingin melihat adanya terobosan yang dilakukan sehingga Indonesia tidak hanya menjadi negara pengimpor komoditas pangan, melainkan menjadi negara pengekspor.

“Minimal mampu memenuhi kebutuhan pokok sendiri dan memadukannya dengan potensi investasi jangka pendek dan jangka panjang,” ungkap dia.

Kebijakan di bidang lingkungan hidup, kata Shinta, juga tidak kalah penting. Sebab, keberlanjutan bangsa dan negara sangat didukung oleh daya dukung lingkungan.

“Nah, konsepnya gimana? bagaimana menciptakan keseimbangan antara investasi dan lingkungan dan bagaimana memperbaiki yang telah rusak. Negara akan berperan seperti apa? Bagaimana apresiasi pemerintah kepada perusahaan atau orang yang telah membantu dan mendukung pembangunan  yang berkelanjutan,” jelas dia.

Sementara untuk infrastruktur, dalam debat tidak tidak perlu membahas apa yang telah terjadi. Shinta berharap, kedua kandidat tidak berdebat soal perlu tidaknya membangun jalan tol.

“Ke depan bagaimana? apa fokus infrastruktur untuk mendukung seluruh kehidupan bangsa, energi, pangan, SDA, lingkungan dan lainnya. Jangan sampai infrastruktur menguntungkan salah satu sisi saja, baik untuk investasi tapi tidak baik dari sisi lingkungan. Itu tidak boleh. begitu pula sebaliknya. Ini yang ingin kita dengar,” tandas dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Permintaan Terakhir Mubarok Sebelum Tewas Kena Ledakan Granat di Bogor

Liputan6.com, Jakarta – Suasana duka masih menyelimuti tempat tinggal Muhammad Ibnu Mubarok di Kampung Wangun Jaya, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bocah berusia 10 tahun ini meninggal dunia akibat terkena ledakan granat pada Kamis 14 Februari 2019 siang. Ledakan granat juga merenggut nyawa temannya, Muhammad Doni (14). Dia meninggal dunia beberapa jam kemudian setelah sempat di rawat di RSUD Leuwiliang.

Sementara temannya yang lain Khoirul Islami (10) menderita luka di bagian kaki.

Di mata ayahnya Muhammad Abdul Majid (42), Ibnu Mubarok dikenal sebagai sosok anak yang baik, patuh terhadap orangtua, dan pola pikirnya seperti orang dewasa.

“Kalau saya sedang kerja, tanpa disuruh dia nyamperin terus bantuin. Perilakunya beda sama kakak-kakaknya. Di sekolahnya juga gitu, rajin,” terang Abdul, Minggu (17/2/2019).

Bocah yang masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar ini juga rajin membaca Alquran dan salat lima waktu. Terlebih, semenjak dia menjadi seorang muazin di masjid yang dibangun ayahnya sebulan lalu, ia selalu datang ke masjid lebih awal.

“Dia baru sebulan jadi muazin. Setelah saya suruh jadi muazin, salatnya makin bersemangat. Datang ke masjid paling awal,” terang Abdul.

Abdul mengaku tidak memiliki firasat buruk. Namun ada satu permintaan anaknya yang tidak akan pernah ia lupakan. Seminggu sebelum insiden ledakan, anak bungsunya meminta berhenti bersekolah dan ingin belajar ilmu agama Islam di pondok pesantren.

“Enggak tahu alasannya kenapa tiba-tiba ingin berhenti sekolah dan memilih pesantren,” ucap Abdul dengan nada sedih dan berlinang air mata.

Pada saat itu Abdul keberatan dan meminta anaknya tetap bersekolah hingga lulus SD. Namun ia berjanji kepada Mubarok akan membangun pondok pesantren dekat rumahnya setelah anaknya lulus.

“Saya sempat bilang ke dia, beresin sekolah sampai SD, nanti bapak bikin pesantren. Kamu sama temen-temen bisa mondok disitu, jadi enggak perlu jauh-jauh pesantrennya,” kata dia.

Abdul memang berniat untuk membangun sebuah pondok pesantren. Bahkan lahan dan materialnya sudah dia persiapkan sejak beberapa tahum silam.

“Saya sudah persiapkan sedikit-sedikit materialnya buat pesantren, untuk anak-anak belajar ilmu agama lebih dalam,” terang Abdul.

2 dari 2 halaman

Martabak Terakhir

Kenangan yang tidak pernah dia lupakan adalah ketika anak keempat dari empat bersaudara ini membawakan martabak untuk sang ayah yang sedang berada di masjid.

“Sehari sebelum kejadian, malam jam 10-an dia datang. Pak, ini ade bawa kue. Masya Allah, itu malam terakhir saya dikasih kue. Saya engga nyangka,” ucap Abdul.

Beberapa jam sebelum ajal menjemput pun, Mubarok merengek minta diantarkan ke sekolah oleh kakaknya. “Memang suka dianterin, tapi kemarin itu ngerengeknya beda,” kata dia.

Namun, Abdul tak menyadari tanda-tanda itu adalah firasat bahwa Mubarok akan meninggal. Usai pulang sekolah, Mubarok tewas mengenaskan kena ledakan granat di samping rumahnya.

Granat berbentuk lonjong itu dipukul-pukul menggunakan batu hingga terjadi ledakan dan mengenai ketiga orang tersebut.

“Saat meledak kaca jendela dan bangunan rumah ikut bergetar, saya juga sampai kaget,” kata dia.

Saat keluar rumah, ia mendapati Mubarok dan dua temannya sudah terkapar bersimbah darah. Ketiganya kemudian dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk mendapatkan penanganan medis.

“Waktu di rumah napas anak saya sudah tersendat-sendat. Kalau dua temannya masih bisa mengerang kesakitan,” terang Abdul.

Mubarok dinyatakan sudah meninggal dunia. Doni dalam keadaan kritis hingga akhirnya meninggal dunia Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Semenjak kejadian itu, Abdul terlihat murung. Dia kerap menyendiri di belakang masjid. Tak hanya itu, Siti Nurhasanah (41), ibu Mubarok pun selalu menitikkan air mata kerap kali ditemui kerabat dan tetangganya.

Siti mengaku saat kejadian dirinya tengah mengajar di sekolah madrasah. Namun ia sudah beberapa kali membuang granat tersebut meskipun awalnya benda tersebut dikira onderdil kendaraan.

“Pertama saya umpetin di dapur. Kedua saya buang ke tempat sampah. Saya engga tahu kalau itu bom, tapi pas dipegang berat juga,” kata dia.

Menurut Siti, bahan peledak itu ditemukan anaknya saat lari pagi di lapangan tembak, tempat anggota TNI/Polri latihan menembak pada 3 Februari 2019.

“Sama dia dibawa pulang. Disimpan di lemari pakaian, kadang dibawa-bawa ngaji. Mungkin dia enggak tahu kalau itu bom,” kata dia.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Puji Donald Trump, Wapres AS: Kepemimpinan Luar Biasa Hebat

Liputan6.com, Munich – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence menegur ketidakkompakan dukungan negara-negara Uni Eropa atas isu di Iran dan Venezuela.

Di saat bersamaan, dia juga menolak usulan Kanselir Jerman Angela Merkel untuk memasukkan Rusia dalam upaya kerja sama global, demikian sebagaimana dikutip dari The Guardian pada Minggu (17/2/2019).

Menyebut hasil kepemimpinan Donald Trump sebagai “luar biasa hebat”, Pence berujar di hadapan para pejabat senior Eropa dan Asia bahwa Uni Eropa harus mendukung pengunduran diri AS dari perjanjian nuklir Iran, dan mengakui pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, sebagai presiden setempat.

“AS lebih kuat dari sebelumnya, dan Amerika memimpin di panggung dunia sekali lagi,” kata Pence kepada para pejabat di Konferensi Keamanan Munich, seraya menyebut AS sukses menerapkan kebijakan luar negerinya, mulai dari Afghanistan hingga Korea Utara.

Sebelumnya, para pemimpin Eropa bermasalah dengan retorika Donald Trump, yang mereka katakan tidak menentu dan mengganggu. Hal tersebut utamanya merujuk pada keputusan presiden AS ke-45 itu, untuk menarik diri dari perjanjian nuklir Iran –yang disepakati pada 2015– dan menuduh Teheran terus mengembangkan bom nuklir.

Tetapi Pence –yang selama kunjungannya ke Polandia menuduh Inggris, Jerman dan Prancis merusak sanksi AS terhadap Iran– mengulangi permintaannya agar kekuatan Eropa menarik diri dari kesepakatan tersebut.

“Rezim Iran secara terbuka mendukung Holocaust, dan mereka mencari cara untuk mencapainya,” ujar Pence, yang juga mengunjungi kamp konsentrasi Nazi Auschwitz.

“Sudah tiba waktunya bagi mitra Eropa kami untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran yang menghancurkan, dan bergabung dengan kami membawa tekanan ekonomi dan diplomatik,” lanjutnya mengajak.

Sementara itu, dalam upaya mendorong kebijakan Donald Trump yang mendukung negara berdaulat, Pence mengatakan: “sekali lagi dunia lama dapat mengambil sikap yang kuat dalam mendukung kebebasan di dunia baru”.

“Hari ini kami menyerukan Uni Eropa untuk melangkah maju demi kebebasan dan mengakui Juan Guaido sebagai satu-satunya presiden Venezuela yang sah,” katanya, menyebut Nicolás Maduro sebagai diktator yang harus mundur.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Tanggapan Kanselir Jerman

Pidato Wapres Pence terlihat kontras dengan apa yang disampikan kanselir Jerman Angela Merkel, tentang pembelaannya atas perdagangan luar negeri dan hubungan dengan Rusia, serta ajakan untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah-masalah global.

Berbicara di depan Pence, Merkel mempertanyakan apakah keputusan AS untuk meninggalkan kesepakatan nuklir Iran dan menarik diri dari Suriah adalah cara terbaik untuk mengatas pengaruh Teheran di Timur Tengah.

Merkel juga membela rencana pembangunan jalur pipa gas alam baru dari Rusia ke Jerman yang kembali dikecam oleh Pence.

Sebelumnya, pemerintahan Trump menuduh Jerman sebagai “tawanan” Rusia karena bergantung pada sumber energi yang berasal dari Negeri Beruang Merah.

“Jika selama perang dingin … kami mengimpor gas Rusia dalam jumlah besar, saya tidak tahu mengapa jika saya berkata bahwa ini lebih buruk: Rusia tetap menjadi mitra kami,” bela Merkel secara sarkas.

Selama sesi tanya jawab pada KTT terkait, Merkel menambahkan bahwa akan salah jika mengecualikan Rusia secara politis, meski Pence menyebut Washington “meminta pertanggungjawaban Rusia” atas anekasi Krimea dari Ukraina pada 2014 lalu.

“ecara geostrategis, Eropa tidak memiliki minat untuk memutuskan semua hubungan baik dengan Rusia,” kata Merkel.

Di lain pihak, Wapres Pence juga menyampaikan pesan Trump tentang kritik terhadap surplus Jerman terhadap neraca perdagangannya dengan AS, dan mengancam akan mengenakan tarif pada industri otommotif negara ekonomi terbesar Eropa itu sebagai balasannya.

“Jika itu dipandang sebagai ancaman keamanan bagi Amerika Serikat, maka kami terkejut,” kata Merkel, mengundang tepuk tangan dari hadirin.

“Kami bangga dengan (industri mobil kami), banyak yang diproduksi di AS dan diekspor ke China,” lanjutnya kembali mengundang tepuk tangan.

Shahrukh Khan Ungkap Kesedihan atas Bom Bunuh Diri Pulwama

Mumbai – Serangan bom bunuh diri di Pulwama, India, pada Kamis (14/2/2019) lalu, mengundang keprihatinan Shah Rukh Khan. Apalagi peristiwa tersebut menewaskan 44 orang Central Reserve Police Force (CRPF) atau pasukan kepolisian India.

Dilansir dari Hindustan Times, Shah Rukh Khan mengucapkan belasungkawa kepada para korban melalui akun media sosial pribadinya. 

“Turut berbelasungkawa dengan sepenuh hati kepada keluarga pelindung kami yang gagah berani. Semoga jiwa para pelindung negeri ini yang menyerahkan nyawanya bisa beristirahat dalam damai,” tulis aktor Raees ini. 

Tak hanya Shah Rukh Khan, sejumlah artis Bollywood lain juga mengucapkan belasungkawa kepada para korban dan kemarahan atas peristiwa ini. 

 Simak berita menarik lain di JawaPos.com

2 dari 3 halaman

Dukacita

“Belasungkawa yang mendalam untuk keluarga para pemberani kami. Sedih. Marah,” tulis Ranveer Singh.

“Turut berduka mendengar tentang serangan di Pulwama. Saya turut berbelasungkawa kepada keluarda dan mereka yang mati syahid,” tulis Hirthik Roshan.

“Aku kaget dengan serangan di Pulwama. Benci tidak pernah menjadi jawaban. Semoga keluarga yang terluka dalam serangan itu diberi kekuatan,” tulis Priyanka Chopra.

“Hatiku terluka membaca tentang serangan teroris kepada CRPF Jawans di Pulwama. Sangat tragis. Turut berduka cita kepada keluarga yang menjadi korban,” tulis Aamir Khan.

“Hatiku tertuju kepada orang-orang Jawan di negara kita tercinta dan keluarga dari mereka yang kehilangan nyawa untuk menyelamatkan keluarga kita,” tulis Salman Khan.

3 dari 3 halaman

Bom Bunuh Diri

Diketahui, serangan tersebut diklaim oleh teroris yang disponsori oleh organisasi Pakistan, Jaish-e-Mohammed (JeM). Mereka menyatakan bertanggung jawab atas serangan teror terhadap pasukan keamanan dalam beberapa kali terakhir.

Serangan teror di Pulwama sendiri berupa ledakan bom bunuh diri oleh pelaku bernama Adil Ahmad Dar yang menabrakkan mobil SUV yang berisi 350 kilogram bahan peledak kepada bus yang berisi para petugas kepolisian. Bus tersebut merupakan bagian dari konvoi keamanan dari 78 kendaraan yang masing-masing bus membawa sekitar 40-45 tentara. Akibat kejadian ini, 44 petugas kepolisian tewas dan lainnya luka-luka. (Sumber: JawaPos.com)

3 Fakta Jenis Granat yang Tewaskan 2 Bocah di Bogor

Liputan6.com, Jakarta – Korban tewas akibat ledakan granat di Kecamatan Cibungbulang, Bogor, Jawa Barat bertambah menjadi dua orang. Mereka adalah Muhammad Ibnu Mubarok (11) dan Muhammad Doni (11). Sementara, Khoirul Islami (10) masih dalam perawatan intensif di RSUD Leuwiliang dan kondisinya kini berangsur membaik.

Sebelumnya, ketiganya menemukan sebuah kaleng susu di area lapangan Minggu, 10 Februari 2019. Korban Mubarok membawanya pulang. Setelah beberapa hari di rumah, sang ibu Siti Nurhasanah membuangnya ke kebun dekat rumah, Selasa, 12 Februari 2019.

Dua hari kemudian, kaleng susu berisi granat aktif tersebut diambil kembali putranya. Korban membawanya ke dekat rumahnya. Bersama Doni dan Khoirul, ketiganya memainkan granat tersebut dengan cara dipukul-pukul menggunakan batu hingga terjadi ledakan dan mengenai tubuh mereka.

Akibat ledakan tersebut Mubarok tewas ditempat, sedangkan Doni dan Khoirul selamat. Namun, Doni tak mampu bertahan. Pada Kamis malam, 14 Februari kemarin, kondisi korban menurun hingga meninggal di RSUD Leuwiliang.

Olah TKP langsung dilakukan, Jumat, 15 Februari 2019, untuk mengidentifikasi jenis granat aktif yang telah menewaskan dua anak. Apa saja fakta-fakta yang berhasil ditemukan?

2 dari 5 halaman

1. Bukan Granat Tangan

Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan Detasemen Peralatan TNI AD Bogor dari barang bukti berupa serpihan granat, bahwa bahan peledak itu bukan jenis granat tangan.

“Saat ini kami tengah menelusuri lebih detail supaya bisa simpulkan amunisi apa yang meledak kemarin, karena belum tahu produksi tahun berapa,” kata Komandan Detasemen Peralatan Bogor Letkol CPM Asep Rachmatsyah.

Bom yang meledak hingga menewaskan dua bocah laki-laki disebut Asep memang masuk dalam kategori granat. Namun, yang membedakan adalah cara menggunakannya.

“Kalau granat tangan dibuka kunci lalu dilempar. Kalau jenis ini menggunakan senjata pelontar,” ungkapnya.

Kekuatan daya ledak granat pelontar ini mencapai radius 10-15 meter dan masuk dalam kategori mematikan.

3 dari 5 halaman

2. Jenis Bahan Peledak

Selain TNI AD, Tim Labfor Bareskrim Polri juga diturunkan untuk menyelidiki ledakan granat yang terjadi di Bogor, Jawa Barat.

Kasubdit Bahan Peledak Puslabfor Polri Kompol Jakaria menyatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan jenis bom yang meledak itu, karena masih harus dilakukan serangkaian analisis dan uji laboratorium.

“Kita akan analisis dengan Jibom dan merekonstruksi kembali untuk menentukan granat jenis apa,” kata Jakaria.

4 dari 5 halaman

3. Ketegori Ledakan High Explosive

Namun, dari kesimpulan sementara, ledakan itu berkekuatan high explosive dan umumnya digunakan TNI.

“Kalau high explosive kan suhu panas tinggi di lubang bekas ledakan. Tapi kan yang kita selidiki apa yang meledak,” ucap Jakaria.

Untuk mengetahui jenis bahan peledak tersebut, pihaknya sudah membawa serpihan bekas komponen granat dan residu yang menempel di dinding pagar untuk diuji laboratorium.

“Kita akan berkoordinasi dengan Jibom merekonstruksi kembali kira-kira jenisnya apa. Kalau hanya melihat serpihan, kita tidak bisa menentukan jenisnya apa,” ujar Jakarta.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Top 3 News: Liburan Romantis Ala Ahok dan Puput Nastiti Devi di Jeju Korea

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 news hari ini mengungkap sejumlah momen romantis seorang Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Puput Nastiti Devi di Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang. 

Lewat akun Instagram @sanggarguna dan @basuki_btp_lovers, sejumlah foto-foto kebersamaan keduanya tersebar luas di media sosial. Tak sedikit warganet yang dibuat baper karenanya.

Belakangan diketahui, momen romantis itu dilakukan Ahok dan Puput di Pulau Jeju Korea Selatan. 

Sementara itu, sebuah granat aktif meledak di permukiman warga di Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 14 Februari 2019. Dua orang bocah meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Sementara, satu orang lainnya kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Leuwiliang.

Berawal dari tiga orang bocah belasan tahun yang menemukan sebuah kaleng susu di area lapangan dan membawanya pulang. Kaleng tersebut sempat dibuang orangtua dari salah satu anak, namun kembali diambil untuk dimainkan bersama kedua temannya.

Tanpa tahu jika isi kaleng tersebut berisi granat aktif, Muhammad Ibnu Mubarok (11), Muhammad Doni (11) dan Khoirul Islami (10), memukul kaleng susu tersebut menggunakan batu hingga terjadi ledakan.

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Jumat, 15 Februari 2019:

2 dari 5 halaman

1. 3 Pose Ahok Puput di Hari Valentine yang Bikin Baper Netizen

Seiring rencana pernikahan keduanya yang disebut segera digelar, Ahok dan Puput belum lama ini menunjukkan beberapa momen kemesraan di Hari Kasih Sayang, Kamis, 14 Februari kemarin. Tak terlihat lagi rasa canggung di antara kedunya.

Baik Ahok dan Puput nampak kompak dalam balutan baju serba hitam dengan latar belakang hamparan bunga kuning dan laut biru di kejauhan.

Dalam foto yang diposting oleh @sanggarguna di akun Instagramnya, terlihat Ahok merangkul pinggang Puput dengan erat sambil duduk dengan latar pemandangan alam yang indah.

Selain disuguhkan dengan panorama alam, hamparan bunga kuning dan lautan lepas di belakang semakin menambah keromantisan yang terjalin antara Ahok dan mantan ajudan Veronica Tan ini.


Selengkapnya…

3 dari 5 halaman

2. 5 Fakta 2 Bocah di Bogor Tewas Akibat Ledakan Granat Kaleng Susu

Sebuah granat aktif meledak di permukiman warga, tepatnya di Kampung Wangun Jaya RT 02/06, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dua bocah tewas dalam kejadian tersebut.

Cerita berawal saat tiga orang bocah tengah asyik bermain di sekitar lapangan tembak yang berada di kampung sebelah. Di sana mereka menemukan sebuah kaleng susu yang belakangan isinya ternyata granat aktif. 

Meski sang ibu telah membuangnya, salah satu korban kembali mengambil kaleng susu tersebut dan memainkannya. Ketiganya memukul-mukul kaleng berisi granat itu dengan menggunakan batu hingga terjadi ledakan.


Selengkapnya…

4 dari 5 halaman

3. Profil Achmad Zaky, Pendiri Bukalapak yang Sukses Berkarier di Usia Muda

From zero to hero mungkin predikat ini sangat pas disematkan untuk sosok Achmad Zaky, sebagai pendiri salah satu startup terbesar di Indonesia, yaitu Bukalapak. 

Sebenarnya apa alasan predikat tersebut pantas untuk disematkan pada pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 32 tahun lalu ini?

Ketertarikan Achmad Zaky dengan dunia teknologi rupanya sudah tumbuh sejak dirinya menggeluti buku-buku pemrogaman yang dibelikan oleh pamannya, yaitu pada tahun 1997 silam.

Karena ketekunannya itu, saat menduduki bangku sekolah menengah atas di sebuah sekolah di Solo, Zaky berhasil meraih juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) di bidang komputer.

Kesuksesan akademisnya itu tidak Zaky raih semata-mata hanya dengan belajar. Semasa kuliah, pria berkaca mata ini berkontribusi dalam menggagas ShARE Global Student Think-Tank bersama teman-temannya.


Selengkapnya… 

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Labfor Polri Analisa Jenis Granat yang Meledak Tewaskan 2 Anak di Bogor

Liputan6.com, Jakarta – Selain TNI AD, polisi juga menurunkan tim Labfor Bareskrim Polri untuk menyelidiki ledakan granat yang terjadi di Bogor, Jawa Barat.

Kejadian tersebut mengakibatkan dua anak meninggal dunia dan satu lainnya luka parah. Ketiganya merupakan warga Kampung Wangun Jaya RT 02/06, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Empat petugas Labfor Bareskrim Polri tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 14.15 WIB, Jumat (15/2/2019). Mereka kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara tepatnya di rumah Mubarok, salah satu korban tewas.

Kasubdit Bahan Peledak Puslabfor Polri Kompol Jakaria menyatakan belum bisa menyimpulkan jenis bom yang meledak itu, karena masih harus dilakukan serangkaian analisa dan uji laboratorium.

“Kita akan analisa dengan Jibom merekonstruksi kembali untuk menentukan granat jenis apa,” kata Jakaria.

Namun hasil kesimpulan sementara ledakan itu berkekuatan high explosive dan umumnya digunakan TNI. Sebab, ada tiga orang korban, dua diantaranya meninggal dunia.

“Kalau high explosive kan suhu panas tinggi di lubang bekas ledakan. Tapi kan yang kita selidiki apa yang meledak,” terang Jakaria.

Untuk mengetahui jenis bahan peledak tersebut, pihaknya sudah membawa serpihan bekas komponen granat dan residu yang menempel di dinding pagar untuk diuji laboratorium.

“Kita akan berkoordinasi dengan Jibom merekonstruksi kembali kira-kira jenisnya apa. Kalau hanya melihat serpihan kita tidak bisa menentukan jenisnya apa,” terang Jakarta.

Dari pangamatan di lapangan, petugas terlihat mengukur kedalaman lubang lantai akibat dampak ledakan granat tersebut. Tak cuma itu, mereka juga mengambil sampel abu bekas ledakan yang menempel di dinding pagar rumah Mubarok.

Setelah itu, mereka mengamati serpihan bom granat dalam kantong plastik hitam yang dibawa petugas Polsek Cibungbulang.

Hingga pukul 15.20 WIB, tim Labfor Bareskrim Polri masih berada di lokasi kejadian. Beberapa diantaranya sedang meminta keterangan orangtua dari Ibnu Mubarok.

2 dari 3 halaman

Gara-gara Bermain Kaleng Susu

Sebelumnya, tiga anak terkena ledakan granat di Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/2/2019) sekitar pukul 14.00 WIB. Satu orang bernama Muhammad Ibnu Mubarok (11) tewas di lokasi kejadian. Dua temannya yakni Muhammad Doni (10) dan Khoirul Islami (10) terluka parah.

Doni akhirnya meninggal dunia pada pukul 21.00 WIB, saat menjalani perawatan intensif di RSUD Leuwiliang. Doni mengalami luka cukup parah di bagian kaki dan tangan.

Kejadian bermula saat Mubarok, Doni, dan Khoirul bermain kaleng susu berisi granat aktif. Mubarok kemudian mengeluarkan granat tersebut di samping rumahnya.

Setelah itu, ketiganya memainkan granat itu dengan cara dipukul-pukul dengan menggunakan batu hingga akhirnya meledak dan mengenai tubuh mereka.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Serangan Bom Tewaskan 40 Polisi India

Liputan6.com, New Delhi – Setidaknya 40 Polisi tewas dalam serangan bom di Kashmir, India pada Kamis 14 Februari 2019. Pasukan terbunuh saat konvoi, di mana sebuah mobil penuh bahan peledak menabrak bus yang mereka tumpangi secara tiba-tiba.

Serangan bom terjadi di jalan raya Srinagar-Jammu, pada 15:15 waktu setempat. Mobil yang mengangkut sekitar 300 hingga 350kg bahan peledak itu menghantam 70 kendaraan yang membawa 2.500 anggota militer ke Lembah Kashmir.

“Sebuah mobil menyusul konvoi dan menabrak bus yang mengangkut 44 personel,” kata Riyaz Masroor, seorang pejabat polisi, dikutip dari BBC News pada Jumat (15/2/2019). Masroor juga mengatakan bahwa belasan orang luka parah atas bom itu.

Kelompok militan Islam Jaish-e-Mohammad yang berbasis di Pakistan, mengatakan bertanggung jawab atas kejadian ini.

Simak pula video berikut

2 dari 2 halaman

Tuduhan terhadap Pakistan

Menteri Dalam Negeri India Rajnath Singh mengatakan bahwa Jaish-e-Mohammad didukung oleh Pakistan.

Namun, pemerintah Pakistan menolak keras tuduhan yang ia anggap “tanpa penyelidikan” itu. Meskipun menyayangkan tindakan pemerintah dan media India yang mencurigai tanpa bukti, otoritas Pakistan tetap mengutuk serangan dan menyatakan keprihatinan yang mendalam.

Sebagian wilayah Kashmir hingga saat ini dikuasai oleh India, dengan sisanya berada di bawah Pakistan. Meskipun demikian, Pakistan menolak bertanggung jawab atas serangan itu.

Kejadian ini mendatangkan kecaman dari Perdana Menteri India Narendra Modi.

Melalui akun Twitter pribadi, Modi mengutuk serangan yang ia katakan “pengecut”. Ia juga menyampaikan duka yang mendalam dan harapan agar kondisi membaik.

“Serangan terhadap personel CRPF (Central Reserve Police Force) di Pulwama adalah hal yang tercela. Saya sangat mengutuk serangan pengecut ini. Pengorbanan personel keamanan yang pemberani tidak akan sia-sia. Seluruh bangsa berdiri bahu membahu dengan keluarga para martir pemberani. Semoga yang terluka pulih dengan cepat.”