Menang 3-0 pun Juventus Tak Sepenuhnya Puas

JakartaJuventus menang telak 3-0 saat menjamu Chievo. Hasil ini cukup bagus, tapi Juventus dinilai belum mencapai potensi maksimalnya.

Juventus menang 3-0 atas Chievo di Allianz Stadium, Selasa (22/1/2019) dinihari WIB. Douglas Costa, Emre Can, dan Daniele Rugani mencetak masing-masing satu gol.

Tuan rumah bermain sangat dominan dengan penguasaan bola mencapai 62%. Dari dominasi itu, Juventus melepaskan 26 tembakan, 10 di antaranya mengarah ke gawang. Chievo tak diberi banyak kesempatan, hanya punya sembilan percobaan dengan cuma tiga yang on target.

Gelandang Bianconeri Emre Can menilai hasilnya sudah bagus, tapi secara performa dia percaya timnya bisa jauh lebih baik. Ada sejumlah peluang yang semestinya bisa jadi gol.

“Yang terpenting adalah kami memenangi laga ini. Kami mencetak tiga gol, punya kans untuk mencetak gol lebih banyak lagi, tapi kami menang dan saya puas,” ungkap Can kepada Sky Sport Italia.

“Kami ingin mengambil kontrol, jadi kami menggulirkan bola dari kanan ke kiri, dari belakang ke depan, sampai kami bikin gol. Kami ingin memainkan lebih banyak laga seperti itu dan penampilan kami bagus malam ini.”

“Kami tentunya masih bisa berkembang di banyak situasi, ketika kami menekan jauh ke area lawan misalnya. Tapi kami memoles itu setiap hari di latihan. Tentu saja kami masih bisa jauh lebih baik lagi,” tandasnya.

(raw/cas)

Hasil Liga Italia: Juventus Gilas Chievo

JakartaJuventus tanpa kesulitan berarti meraup poin penuh saat menjamu Chievo. Douglas Costa, Emre Can, dan Daniele Rugani membawa Bianconeri menang telak 3-0.

Menjamu Chievo di Allianz Stadium, Selasa (22/1/2019) dinihari WIB, Juventus lebih dulu terancam. Sepakan Riccardo Meggiorini dari sudut sempit mengarah ke gawang Juventus, tapi mampu diantisipasi oleh Mattia Perin.

Juventus membuka keunggulan di menit ke-13, kala tembakan Costa dari luar kotak penalti meluncur ke pojok kanan bawah tanpa bisa dihalau kiper.

Juventus dengan nyaman menguasai pertandingan. Sebuah sundulan dari Daniele Rugani menyambut umpan tendangan bebas Paulo Dybala masih melambung pada menit ke-30.

Empat menit kemudian, Cristiano Ronaldo mendapatkan ruang tembak dan melepaskan tendangan keras ke arah gawang Chievo. Stefano Sorrentino masih sigap menahan laju bola.

Giliran Federico Bernardeschi menguji Sorrentino di menit ke-36. Tembakannya dihalau dengan kaki.

Juventus menggandakan keunggulan tepat sebelum babak pertama berakhir, tepatnya di menit ke-45. Dybala menusuk dan sukses mengolongi Ivan Radovanovic untuk mengoper ke Emre Can.

Can dengan tenang mengarahkan bola ke pojok kanan bawah gawang. Babak pertama berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan Juventus.

Juventus langsung menekan di awal babak kedua dan mendapatkan peluang. Umpan silang Costa dari kanan disambar sundulan Alex Sandro di depan gawang di tiang jauh. Sorrentino tampil gemilang menepis bola.

Juventus mendapatkan penalti di menit ke-51, setelah tendangan Costa mengenai tangan Mattia Bani. Ronaldo maju sebagai eksekutor dan mengarahkan bola ke pojok kanan, yang terbaca dan ditepis Sorrentino. Skor tak berubah.

Meggiorini membuang kesempatan kala tak terkawal menyambut umpan Emmanuele Giaccherini di menit ke-68. Tandukannya tepat mengarah ke Perin.

Dua menit kemudian, sepakan jarak jauh Luca Rossettini ditepis Perin.

Juventus merespons dengan percobaan dari Bernardeschi pada menit ke-80. Sorrentino menggagalkannya masuk ke gawang. Tapi empat menit kemudian, gol tercipta.

Bernardeschi mengangkat bola dari situasi tendangan bebas di sisi kiri. Rugani yang tak terkawal dengan baik oleh Chievo dengan mudah menyundulnya ke dalam gawang.

Sampai pertandingan berakhir, tak ada gol lain tercipta. Juventus memetik tiga poin dengan kemenangan 3-0.

Hasil ini menjaga keunggulan Juventus di puncak klasemen Serie A. Mengoleksi 56 poin dari 20 pekan, tim besutan Massimiliano Allegri ini unggul sembilan poin dari Napoli di posisi dua.

Sementara Chievo belum beranjak dari dasar klasemen. Mereka baru mengumpulkan delapan poin sejauh ini.

Susunan pemain:

Juventus: Perin; De Sciglio, Rugani, Chiellini, Alex Sandro (Kean 89); Bernardeschi (Spinazzola 86), Emre Can, Matuidi, Douglas Costa (Bentancur 75); Dybala, Cristiano Ronaldo

Chievo: Sorrentino; Tomovic, Bani, Rossettini, Depaoli (Jaroszynski 66); Kiyine, Radovanovic, Hetemaj (Vignato 61), Kiyine; Giaccherini; Meggiorini, Pellissier (Stepinski 64)
(raw/cas)


Lumat Tim Papan Bawah, Juventus Kian Kukuh di Puncak Klasemen

Turin – Juventus menang 3-0 atas Chievo pada pada laga pekan ke-20 Serie A, di Allianz Stadium, Selasa (22/1/2019) dini hari WIB. Hasil ini membuat Juve kian kukuh berada di puncak klasemen sementara Serie A. 

Juventus berhasil mendulang 56 poin, unggul sembilan angka atas Napoli di peringkat kedua. Sementara itu, Chievo masih berada di dasar klasemen dengan nilai delapan. 

Melakoni laga di kandang sendiri, I Bianconeri sempat mendapat perlawanan sengit dari Chievo. Meski begitu, Juventus unggul lebih dulu saat pertandingan baru berjalan 13 menit.

Menggiring bola hampir dari tengah lapangan, Douglas Costa melepaskan tembakan keras kaki kiri tepat sebelum memasuki kotak penalti Chievo. Bola hasil sepakan Costa tak mampu dihalau kiper dan meluncur deras masuk ke dalam gawang.

Pada menit ke-45, Emre Can menggandakan keunggulan Juventus. Menerima umpan terobosan dari Paulo Dybala, Can dengan tenang membobol gawang I Gialloblu dengan sepakan kaki kanan.

Memimpin dua gol pada paruh pertama, Juve tak menurunkan intensitas serangan pada interval kedua. La Vecchia Signora mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-51, setelah Mattia Bani menyentuh bola di kotak terlarang.

Akan tetapi, Cristiano Ronaldo yang maju sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Bola hasil sepakan 12 pas CR7 ke sisi kanan dapat dihalau penjaga gawang.

Masuk menit ke-84, Daniele Rugani mencatatkan namanya di papan skor, sekaligus memperbesar keunggulan Juventus. Eksekusi tendangan bebas Federico Bernardeschi dapat dikonversikan Rugani menjadi gol dengan sundulan.

Sampai pertandingan berakhir, skor 3-0 untuk kemenangan Juventus atas Chievo tetap tidak berubah.

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

2 dari 2 halaman

Susunan pemain:

Juventus (4-4-2): 22-Mattia Perin; 2-Mattia De Sciglio, 3-Giorgio Chiellini, 24-Daniele Rugani, 12-Alex Sandro (18-Moise Kean 89′); 11-Douglas Costa (30-Rodrigo Bentancur 76′), 14-Blaise Matuidi, 23-Emre Can, 33-Federico Bernardeschi (37-Leonardo Spinazzola 86′); 10-Paulo Dybala, 7-Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Massimiliano Allegri (Italia)

Chievo (3-4-1-2): 70-Stefano Sorrentino; 14-Mattia Bani, 15-Luca Rossettini, 40-Nenad Tomovic; 27-Fabio Depaoli (44-Pawel Jaroszynski 66′), 56-Perparim Hetemaj (55-Emanuel Vignato 61′), 8-Ivan Radovanovic, 13-Sofian Kiyine; 17-Emanuele Giaccherini; 69-Riccardo Meggiorini, 31-Sergio Pellissier (9-Mariusz Stepinski 65′).

Pelatih: Domenico Di Carlo (Italia)

Wasit: Marco Piccinini

Dikaitkan dengan Real Madrid, Eden Hazard Akui Masih Kerasan di Chelsea

London – Gelandang Chelsea, Eden Hazard, merupakan satu di antara pemain buruan Real Madrid. Tetapi, Hazard tak memikirkan rumor transfer ke Madrid dan hanya ingin fokus menjalani karier bersama The Blues.

El Real sudah sejak bursa transfer musim panas tahun lalu menginginkan jasa pemain timnas Belgia tersebut. Los Blancos butuh gelandang seperti Eden Hazard untuk meningkatkan kreativitas di lini tengah.

Akan tetapi, upaya Real Madrid mendapatkan jasa sang pemain selalu menemui jalan terjal. Chelsea baru akan melepas Hazard ke Madrid dengan banderol 100 juta poundsterling (Rp 1,8 triliun).

Sementara itu, Eden Hazard masih belum memikirkan untuk angkat kaki dari Stamford Bridge. Kendati durasi kerjanya menyisakan 18 bulan lagi, pemain 28 tahun itu mengaku masih betah berada di Chelsea.

“Setelah Piala Dunia, saya ingin pergi, tetapi pada akhirnya saya bertahan di Chelsea dan saya memainkan salah satu musim terbaik sejauh ini,” kata Hazard.

“Jadi, saya tidak berpikir saya membutuhkan tantangan yang berbeda. Tetapi, itu tidak berarti bahwa saya akan menjadi lebih baik,” lanjutnya.

Eden Hazard memang tampil apik bersama Chelsea pada musim ini. Dia berhasil mencetak 12 gol dan 10 assist dari 28 pertandingan di seluruh ajang kompetisi.

Sumber: FourFourTwo/Bola.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Derita Angela Skolastika Bocah Penderita Hidrosefalus di Kupang

Liputan6.com, Kupang- Perempuan cilik usia 8 tahun itu duduk pada sebuah kursi plastik berwarna hijau, bersandar dialasi sebuah bantal di belakangnya. Diapit ibu dan beberapa keluarga lainnya, dia sesekali tertawa dan mengulum jemarinya.

Dialah Angela Tekla Skolastika Mene (8) warga RT 15 RW 04, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, NTT. Ia menderita Hidrosefalus sejak usia setahun lebih. Berbeda dengan bocah seusianya, Angela hanya bisa mendekam saja dalam rumahnya.

Angela berusaha duduk dengan posisi normal. Namun apa daya, harapan dan usaha itu tak jua berhasil. Derita Hidrosefalus membuat ukuran kepalanya membesar dan susah bergerak, bahkan hanya untuk makan pun dia masih disuapi.

Kini, posisi duduknya seperti setengah berbaring dengan sebuah bantal di belakangnya, sementara tatapannya pun tak bisa tenang, dan terlihat kosong.

Mengenakan baju ‘You Can See’ berwarna biru pudar dipadu celana pendek berwarna putih yang juga pudar, Angela hanya bisa sesekali tertawa dan menirukan ucapan dari orang-orang sekelilingnya.

Penyakit yang diderita hampir tujuh tahun itu membuatnya tak bisa berjalan, tak sanggup menyuapi dirinya sendiri, dan tak mampu berbicara lancar layaknya anak-anak seusianya.

Kondisi Angela ini tidak bisa dibilang baik-baik saja. Karena penyakit ini, maka niatnya untuk bersembahyang di gereja pun tak bisa terwujudkan.

“Kami berharap Bapak Gubernur bisa bantu Angela. Bisa belikan kursi roda untuknya. Supaya bisa ke gereja,” kata ibunya, Eriyana Abuk Bere (31) kepada Liputan6.com, Senin (21/1/2019).

Sebagaimana terlihat, cara duduk Angela yang tidak sempurna itu lantaran kaki dan tangannya yang kurus dan kaku.

Jika anak-anak seusianya dengan luwes menggerakkan tangannya tanpa ada hambatan berarti, maka hal itu tidak berlaku untuk Angela. Tangannya sedikit bengkok, begitupun kakinya, dan dia tidak bisa melipat persendiannya dengan luwes.

Untuk keseluruhan penampilannya, dari kaki, tangan, dada, hingga kepalanya, ada satu ciri yang mencolok yakni kepalanya tumbuh dan berkembang hingga terlihat lebih besar dari kepala anak-anak seusianya.

Dengan tatapan kosong, ibunya, Eriyana, mengisahkan awal mula anaknya terkena penyakit Hidrosefalus. Ia menuturkan pernah terjadi benturan keras pada kepala anaknya itu. Dari caranya berbicara, juga tatapannya, seolah ada kejadian yang membuatnya sedih dan merasa bersalah.

“Awalnya terjadi benturan agak keras di kepalanya. Habis itu dia kejang-kejang. Dan mulai sakit pelan-pelan,” ujar Eriyana sambil menangis.

2 dari 2 halaman

Benturan Keras

Perempuan usia 31 tahun itu mengaku, penyakit anaknya itu tidak dibawa sejak lahir. Angela masih tumbuh normal selama setahun lebih, sampai terjadi musibah yang menyedihkan itu.

“Setelah itu, dia mulai panas tinggi. Dan cairan pada kepalanya mulai banyak,” tuturnya.

Mengenai cairan pada kepala Angela, Eriyana mengatakan pada awalnya memang terasa lembek jika disentuh. Cairan itu membuat kepalanya terlihat membesar, menenggelamkan bola mata Angela sehingga terlihat mencekung. Dengan bertambahnya usia, cairan pada kepalanya mulai berkurang, namun kini malah mengeras.

Sambil memijit-mijit kepala anaknya, Eriyana mengatakan kondisi ini membuat mereka bimbang jika harus melakukan operasi. “Kalau dulu, karena cairan masih banyak, agak lembek kalau kita sentuh. Sekarang cairan sudah berkurang. Dan mengeras. Karena itu kami masih bimbang ketika ada orang datang dan tawarkan operasi,” ungkapnya.

Sebagai seorang ibu, sebagaimana pula orangtua-orangtua lainnya, Eriyana dan keluarga lainnya tak tinggal diam melihat kondisi Angela.

“Kami kontrol ke rumah sakit. Rawat jalan, kalau rawat inap tidak. Tapi katanya harus rujuk ke rumah sakit di Jakarta,” terangnya.

Usulan rujukan ini membuat Eriyana patah semangat. Ditambah lagi informasi simpang-siur yang mereka dapat dari orang-orang sekeliling.

“Kalau dulu sudah mau operasi. Tapi katanya tiap tahun harus ganti selang. Itu yang jadi kendala. Tiap tahun kita ganti selang uang dari mana? Kalau pakai selang, katanya lebih sengsara,” kata Eriyana.

Kini mereka pasrah mengharapkan mujizat dari Tuhan. Seiring waktu, simpati dan kunjungan dari pihak-pihak lain pun mulai berdatangan.

“Kami dapat kunjungan dari Dinas Sosial dan suster-suster. Baru-baru ini ada kunjungan juga dari JPKP NTT,” katanya.

Kunjungan bakti kasih ini merupakan sebuah aksi sosial yang dilaksanakan oleh jaringan untuk memberi dan membangun empati serta rasa solidaritas dalam mendukung upaya penyembuhan bocah penderita Hidrosefalus ini.

“Mereka datang, tanya mau operasi atau tidak. Tapi masih konsultasi, karena kami harus siapakan Kartu Keluarga dan kartu BPJS. Kalau mau operasi katanya di RS Siloam. Tapi mereka juga masih tanya dokter,” ujarnya.

Sampai saat ini, mereka masih mengharapkan dukungan dari orang-orang, supaya Angela bisa terbebas dari penyakit ini.


Simak juga video pilihan berikut ini:

Barcelona Segera Boyong Penyerang Sassuolo ke Camp Nou

Barcelona – Barcelona bakal membuat transfer mengejutkan pada Januari 2019. Blaugrana santer disebut akan memboyong penyerang Sassuolo, Kevin-Prince Boateng, ke Camp Nou.

Seperti dilansir The Guardian, Barca akan meminjam Boateng dari Sassuolo hingga akhir musim ini. Barcelona juga memiliki opsi untuk mempermanenkan status si pemain dengan banderol 8 juta euro (Rp 129 miliar) pada bursa transfer musim panas 2019.

Skuat Catalan memang membutuhkan pemain untuk menjadi pelapis Luis Suarez di lini depan. Saat ini, Suarez hanya satu-satunya penyerang yang dimiliki oleh Los Cules, setelah melepas Paco Alcacer ke Borussia Dortmund dan Munir El Haddadi ke Sevilla.

Rencananya, Kevin-Prince Boateng akan tiba di Barcelona pada Senin (21/1/2019) waktu setempat. Dia pun bakal menyelesaikan kesepakatan sebelum nantinya resmi menjadi pemain Barca.

Kehadiran Kevin-Prince Boateng diharapkan bakal menambah solid lini depan Barcelona. Apalagi, sang pemain juga bisa tampil sebagai false nine yang kerap menjadi andalan pelatih El Barca, Ernesto Valverde, ketika Luis Suarez absen.

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

2 dari 2 halaman

Komentar Kevin-Prince Boateng

Mantan pemain AC Milan itu pun mengaku akan segera berseragam Barcelona. Bagi Boateng, bisa memperkuat Los Cules merupakan sebuah kesempatan besar dalam kariernya.

“Barca, saya datang! Saya sedih meninggalkan Sassuolo tetapi ini adalah peluang besar (dalam karier saya),” ujar Boateng.

“Jangan tanya saya tentang Real Madrid, itu hanya masa lalu (sebagai pendukung Madrid). Saya hanya ingin fokus pada Barcelona, ​​dan saya berharap bisa mencetak gol di Santiago Bernabeu pada laga El Clasico berikutnya,” lanjut pemain 31 tahun tersebut.

Kevin-Prince Boateng diprediksi tidak akan kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain di Spanyol. Pasalnya, dia pernah berseragam Las Palmas pada musim 2016-2017. Bersama Las Palmas Boateng mencetak 10 gol dari 29 pertandingan di seluruh ajang.

Sumber: The Guardian/Bola.com

HEADLINE: Edy Rahmayadi Mundur, Perang Pengaturan Skor Terus Berlanjut

Liputan6.com, Jakarta – Edy Rahmayadi akhirnya membuat keputusan. Minggu (20/1/2019), di Bali, ajang sambutan dalam Kongres Tahunan PSSI, justru dia gunakan untuk mengungkapkan pengunduran dirinya sebagai ketua umum PSSI.

Terhitung saat itu, Edy Rahmayadi yang menjabat sejak 2016 resmi berhenti dari posisinya sebagai ketua umum PSSI. Jabatan itu pun beralih ke tangan Joko Driyono, sang wakil ketua umum, sesuai mekanisme yang diatur dalam Pasal 39 Ayat 6 statuta PSSI.

Sebenarnya, bisa saja PSSI langsung menggelar pemilihan ketua umum baru dalam Kongres Luar Biasa. Syaratnya harus ada permintaan dari 50 persen atau 2/3 jumlah voters.

Namun, hingga kongres di Bali itu selesai, ternyata tidak ada permintaan itu. Artinya, kini Joko Driyono harus siap memimpin PSSI sebagai pelaksana tugas ketua umum hingga 2020, sesuai masa akhir jabatan Edy Rahmayadi. Sedangkan posisi terdahulu Joko diisi Iwan Budianto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Ketua Umum PSSI.

Jelas ini bukan tugas ringan bagi Joko. Pria asal Ngawi, Jawa Timur itu, kini jadi sorotan dan diharapkan bisa segera menyelesaikan berbagai persoalan yang membelenggu PSSI, terutama soal kasus pengaturan skor alias match fixing yang belakangn mulai terungkap.

Sebab, bukan rahasia lagi, belakangan pamor PSSI di bawah Edy Rahmayadi terus menurun, terutama lantaran kasus pengaturan skor yang belakangan terus menggerogoti.

Satu-persatu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI dijadikan tersangka oleh Satgas Anti-Mafia Bola, badan khusus yang dibentuk Mabes Polri dan Polda Metro untuk memberantas praktik pengaturan skor dalam sepak bola Indonesia. Badan ini diketahui oleh Hendro Pandowo.

Tak heran, begitu “prosesi” perpindahan kekuasan di pucuk pimpinan PSSI terjadi, seruan inilah yang dilontarkan banyak pihak.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, bahkan langsung melepas rilis, yang menegaskan mundurnya Edy Rahmayadi tidak akan menghentikan perang terhadap pengaturan skor. Ia justru mendesak PSSI untuk semakin gencar dan serius dalam membenahi permasalahan sepakbola nasional.

“PSSI harus segera melakukan identifikasi permasalahan-permasalahan sepakbola Indonesia agar tidak berlarut-larut dan menjadi masalah sistemik yang menghambat perkembangan sepakbola di Indonesia,” tutur Menpora.

2 dari 4 halaman

Berantas Hingga ke Akarnya

Joko memang tak punya pilihan selain mendukung pemberantasan praktik pengaturan skor sampai ke akar-akarnya. Maka itu, setelah serah terima jabatan dari Edy, dia pun langsung menegaskan, dirinya dan PSSI menghormati proses yang sedang berlangsung, termasuk juga investigasi yang tengah dijalankan Satgas Anti-Mafia Bola.

Joko menjelaskan, PSSI sebenarnya sudah memerangi match fixing, jauh sebelum kasus ini mencuat ke publik. Bahkan, pada 2017, PSSI sudah membentuk integrity departement atau departemen integritas untuk menekan praktik-praktik manipulasi skor di semua level kompetisi di bawah PSSI, dari level liga amatir sampai profesional.

“Pembentukan departemen integritas ini sesuai arahan FIFA pada 2017. Tim ini sesuai dengan rekomendasi anggota Komite Eksekutif PSSI. Kemudian terbentuk tim Adhoc. Tim bertugas merespons match fixing dan bekerja sama satu tahun,” kata Joko seperti rilis yang diterima Liputan6.com.

Maka itu, dalam Kongres Bali, PSSI pun membentuk Komite Ad Hoc Integritas. Komite yang diketuai Ahmad Riyadh ini bertugas memerangi pengaturan skor dan manipulasi pertandingan serta membangun sinergi dengan pemangku kepentingan lain, terutama pihak kepolisian.

Dalam bertugas, tim ini nantinya akan bersinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan INTERPOL. Bahkan, menurut Joko, MoU antara PSSI dan Polri beserta Interpol sudah terjalin untuk memerangi kecurangan-kecurangan di lapangan hijau.

3 dari 4 halaman

Joko Diperiksa

Joko sendiri siap membuktikan komitmennya. Salah satunya dia siap menghadiri panggilan Satgas Anti-Mafia Bola untuk memberikan keterangan terkait kasus pengaturan skor di sepak bola Indonesia ini. Rencananya, dia akan menemui Satgas Anti-Mafia Bola, Kamis (24/1).

Sebelumnya, Joko lewat pengacaranya sempat meminta penundaan pemeriksaan terhadap dirinya. Sebab, ketika itu, Joko masih harus fokus kepada pelaksanaan kongres tahunan PSSI di Bali ini.

Sebelumnya, Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, sudah terlebih dahulu menjalani pemeriksaan oleh Satgas Anti-Mafia Bola di Polda Metro Jaya, Rabu (16/1). Ketika itu Tisha diperiksa tak kurang dari 13 jam lamanya.

Satgas Anti-Mafia Bola memang tak tanggung-tanggung dalam menjalankan tugasnya. Sesuai instruksi Kapolri Jenderal Tito Karavian, mereka siap membabat habis siapa pun sosok-sosok yang ikut terlibat dalam praktik-praktik kotor di sepak bola Indonesia ini.

Itu artinya, Joko dan PSSI harus rela jika nantinya muncul nama-nama baru dari organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia itu sebagai tersangka dalam kasus pengaturan skor di sepak bola nasional.

Saat ini, ada dua sosok dari PSSI yang sudah ditetapkan menjadi tersangkat dalam kasus pengaturan skor. Mereka adalah Johar Lin Eng, anggota Exco dan Dwi Riyanto, anggota Komisi Disiplin PSSI.

4 dari 4 halaman

Limpahkan ke Kejaksaan

Sejauh ini, Satgas sendiri sudah menetapkan 11 tersangka terkait kasus pengaturan skor di sepak bola Indonesia. Ada 10 tersangka ditetapkan terkait pertandingan Liga 3 Persibara vs PS Pasuruan. Sedangkan satu tersangka lainnya dijerat dalam pertandingan Liga 2 PS Mojokerto Putra vs Aceh United.

Para tersangka ini dijerat dengan menggunakan Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau UU No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. Mereka diduga melakukan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan dan/atau tindak pidana suap dan/atau tindak pidana pencucian uang.

Akhir pekan ini, rencananya berkas perkara dari empat di antaranya sudah akan dilimpahkan Satgas ke Kejaksaan sehingga bisa secepatnya diproses di pengadilan. Kita tunggu saja…

Tanpa Higuain, AC Milan Bungkam Genoa

Liputan6.com, Genoa – AC Milan menaklukkan Genoa 2-0 pada lanjutan Serie A di Stadio Luigi Ferarris, Senin (21/1/2019). Tampil tanpa Gonzalo Higuain, yang hendak pindah ke Chelsea, I Rossoneri mencetak gol lewat Fabio Borini dan Suso. 

Borini membuka kemenangan AC Milan pada menit ke-72. Suso lalu menggandakan keungggulan tim tamu sepuluh meniit berselang.

AC Milan tertekan sepanjang babak pertama. Genoa memiliki peluang melalui Christian Kouame, Davide Biraschi, Darko Lazovic, dan Daniel Bessa. Namun, tidak ada yang berbuah gol.

I Rossoneri juga hampir tertinggal karena bunuh diri Tiemoue Bakayoko. Beruntung kiper Gianluigi Donnarumma bisa menghalau bola.

Di sisi lain, Lucas Paqueta hampir membuat gol pertama bagi AC Milan jika tendangan volinya tidak mengenai gawang.

2 dari 3 halaman

Babak Kedua

Kedua tim tetap saling jual beli serangan pada babak kedua. AC Milan mendapat kesempatan dua kali lewat Borini.

Sementara tuan rumah hampir unggul kalau sepakan Domenico Criscito tidak melebar. Donnarumma lalu melakukan penyelamatan ganda untuk mementahkan usaha beruntun Veloso dan Bessa.

AC Milan akhirnya unggul setelah Borini meneruskan umpan silang Andrea Conti. Namun, tidak lama berselang, Veloso menyaksikan tendangannya dimentahkan Donnarumma dan mengenai mistar.

Aksi heroik sang kiper akhirnya berbuah manis lewat gol Suso. Dia menjebol gawang Genoa lewat serangan balik memaksimalkan umpan Patrick Cutrone. Skor lalu tidak berubah. 

Kemenangan ini mengangkat I Rossoneri ke posisi empat klasemen sementara. Mereka memiliki 34 poin dari 20 laga, unggul satu nilai atas pesaing terdekat AS Roma. 

3 dari 3 halaman

Susunan Pemain

Genoa: Radu; Biraschi (Pereira 76), Romero, Zukanovic, Criscito; Lazovic, Rolon, Veloso (Dalmonte 84), Bessa; Kouame, Pandev (Favilli 58)

AC Milan: G Donnarumma; Abate, Musacchio, Zapata (Conti 14), Rodriguez; Paqueta, Bakayoko, Calhanoglu (Mauri 78); Suso (Castillejo 88), Cutrone, Borini

Pelatih Barcelona Tuntut Coutinho Tingkatkan Kinerja

Liputan6.com, Barcelona – Barcelona ditantang Leganes pada pekan ke-20 Liga Spanyol di Camp Nou, Senin (22/1/2019) dini hari WIB. Pertandingan itu dimenangkan Blaugrana dengan skor 3-1.

Dalam laga itu, pelatih Barcelona Ernesto Valverde memainkan Philippe Coutinho selama 90 menit. Ada sejumlah peluang yang didapat gelandang asal Brasil itu, namun tidak mampu mencatatkan namanya di papan skor.

Begitu juga dengan sumbangan assist. Ketiga gol Barcelona masing-masing dicetak Ousmane Dembele, Luis Suarez, dan Lionel Messi.

Valverde pun menilai permainan Coutinho masih belum optimal. Ia meminta pemain berusia 26 tahun itu untuk melanjutkan kinerjanya agar lebih baik.

2 dari 3 halaman

Belum Maksimal

Philippe Coutinho beberapa kali mendapat peluang untuk mencetak gol ke gawang Leganes. Salah satunya terjadi pada menit ke-48 usai menerima umpan Ousmane Dembele. Namun, sepakan pemain asal Brasil itu masih melambung dari atas gawang sang lawan.

Meskipun gagal mencetak gol maupun assist, Coutinho mendapatkan nilai yang cukup bagus dari Ernesto Valverde. Sebab, dia banyak terlibat dalam penguasaan bola Barca. Terutama ketika dalam situasi menyerang.

3 dari 3 halaman

Tingkatkan

Namun, Valverde juga mengakui jika eks pemain Liverpool itu masih belum maksimal. “Dia bermain dengan bagus dan dia selalu ingin mendapatkan bola,” ulas Valverde seperti dikutip dari media asal Spanyol, Movistar.

“Tapi, terkadang dia mampu bermain dengan lebih baik lagi pada kesempatan lain. Kami senang dengan performanya dan bagaimana dia bermain. Kami sekarang ingin dia terus melakukan apa yang sudah dia lakukan,” tandas Valverde.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan berikut ini:

Persiapan Indonesia Masters 2019, Pemain Indonesia Jajal Istora

Jakarta – Menjelang Indonesia Masters 2019, tim bulu tangkis Indonesia menggelar persiapan dengan menjajal Istora Senayan, yang akan jadi venue ajang tersebut, Senin (21/1/2019). Mereka berlatih selama dua jam, dari pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. 

Para pemain menjajal empat lapangan pertandingan yang akan digunakan di ajang Indonesia Masters 2019. Turnamen berlabel Super 500 itu ini akan diselenggarakan pada 22-27 Januari 2019.

“Kalau begini kondisinya, menurut saya anginnya tidak terlalu kencang. Tiap lapangan kondisi anginnya berbeda-beda. Di lapangan satu dan lapangan empat anginnya lebih kencang. Kondisi pencahayaan juga beda-beda di tiap sisi lapangan, ada yang agak silau, tapi tidak terlalu jadi masalah,” jelas Melati Daeva Oktavianti, pemain ganda campuran yang berpasangan dengan Praveen Jordan, melalui rilis dari PBSI. 

Praveen/Melati akan berjibaku melawan ganda China di babak pertama Indonesia Masters 2019 yaitu He jiting/Du Yue. Jika lolos, Praveen/Melati kemungkinan akan ditantang unggulan pertama, juga dari China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Namun Siwei/Yaqiong terlebih dulu harus menghadapi rekan senegara, Ou Xuanyi/Liu Xuanxuan.

“Memang hasil undian kami agak kurang menguntungkan. Di babak pertama ketemu He/Du, kalau menang ketemu unggulan pertama, tapi kami mau menjalani satu-satu dulu. Kami pernah menang atas He/Du, tapi itu tidak mudah,” ujar Melati.

2 dari 2 halaman

Bukan Beban

Namun, menurut Melati, hal itu tidak mereka jadikan beban. “Lawan tidak bisa dianggap remeh. He pukulanya kencang, pertahanannya kuat. Namun mereka masih membuat kesalahan-kesalahan sendiri, beda dengan Zheng/Huang yang sudah lebih matang dan rapi permainannya,” tutur Melati yang dijumpai di Istora.

“Main sebagai tuan rumah pasti lebih semangat tapi sekaligus lebih tegang,” tambah Melati.

Selain Praveen/Melati, pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang menjalani latihan di Istora. Turnamen ini menjadi turnamen resmi terakhir yang akan diikuti pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 tersebut. 

Sumber: Bola.com