BNI Belum akan Dongkrak Bunga Kredit

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) belum akan menaikan bunga pinjaman atau kredit dalam waktu dekat ini. Untuk mencapai target laba tahun ini, BNI mendorongnya dari pendapatan non-bunga.

“Belum, belum ada perubahan. Belum ada penyesuaian juga ke rate kredit. Jadi kalaupun ada rencana, pasti kami sesuaikan. Di kredit konsumer juga belum,” tutur Direktur Retail Banking BNI Tambok P Setyawati di Menara BNI, Jumat (02/11/2018).

Untuk diketahui, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 150 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen.

Tambok melanjutkan, kenaikan suku bunga acuan BI berdampak pada margin bunga bersih atau net interest margin (NIM). Pada kuartal ketiga tahun ini, NIM BNI turun 21 bps menjadi 5,31 persen.

Hal tersebut terjadi karena BNI telah sedikit mendongkrak bunga simpanan tetapi tidak mengimbanginya dengan menaikkan bunga kredit.

Corporate Secretary BNI, Ryan Kiryanto mengungkapkan, perseroan tetap dalam kondisi likuiditas yang baik meski NIM tertekan. “Jadi memang no issue BNI kalau soal likuiditas. Itu mungkin bank BUKU III yang agresif,” terangnya.

Adapun menyiasati penekanan NIM itu, Ryan menjelaskan perseroan menutupinya dengan kenaikan pendapatan non bunga (fee based income) yang tumbuh 6 persen menjadi Rp 7,18 triliun.

“Jadi kita genjot juga fee based income. Kita genjot abis-abisan melalui jalur transaksional. Itu untuk mengkompensasi turunnya NIM,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *