Bima Arya: Dengan Rekonsiliasi, Jokowi Ingin Jaga Kehormatan Prabowo

Liputan6.com, Jakarta – Direktur Program TKN Jokowi-Ma’ruf, Aria Bima, mengatakan, rekonsiliasi atau pemulihan hubungan dengan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bertujuan untuk mendinginkan situasi politik. Bima menyakini rekonsiliasi segera terwujud.

“Keinginan itu adalah niat positif dan saya melihat Pak Prabowo juga menyambut hal yang positif tinggal tunggu waktunya yang klop,” ucap Bima, Selasa (23/4/2019).

Bima melihat saat ini situasi politik sedikit panas karena elit-elit berseteru.

“Rakyat akur-akur saja cuma elit-elit ini banyak mengamplifikasi hal-hal yang membuat ketegangan di bawah,” ujar dia.

Makanya, Bima menjelaskan, rekonsiliasi inilai sebagai cara untuk mendinginkan suasana. Menurut dia, Jokowi dan Prabowo Subianto harus dijaga marwahnya sebagai seorang pemimpin.

Bima mengatakan, pihaknya tidak ingin Prabowo dipanasi-panasi oleh orang-orang yang sekedar ingin melawan akal sehat.

“Saya melihat Prabowo juga harus dijaga. Mari kita bela Prabowo dengan cara yang tidak dipanas-panasi. Ini kan berbahaya. Maka pertemuan kedua beliau ini semangatnya kehendaknya baik,” ucap dia.

Dikukuhkan Jadi Wali Kota, Bima Arya Ingin Wujudkan ‘Bogor Berlari’

BogorBima Arya dan Dedie A Rachim (Bima-Dedie) dikukuhkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor periode 2019-2024. Bima-Dedie akan mengusung program bernama ‘Bogor Berlari’ selama lima tahun ke depan.

“Mari kita wujudkan ‘Bogor Berlari’. Insyaallah saudara-saudaraku, tidak ada hari tanpa berlari. Lima tahun ke depan hanya tentang berlari. Berlari untuk menjadi mewujudkan mimpi warga Kota Bogor,” ujar Bima saat menyampaikan pidatonya di halaman Balai Kota Bogor, Bogor Tengah, Jawa Barat, Minggu (21/4/2019).

Bima berjanji akan memperbaiki fasilitas publik yang ada di Bogor, dan memperindah taman kota. Selain itu, dia juga akan membangun usaha mandiri dan memberdayakan masyarakat Bogor.

“Berlari untuk memperbaiki fasilitas publik. Berlari untuk memperbaiki Pasar Bogor dan Surya Kencana. Berlari untuk membangun UMKM dan memberdayakan warga,” jelasnya.

Dikatakan Bima, lima tahun kepemimpinannya juga akan melakukan upaya pencegahan macet di kawasan Kebon Raya Bogor. Dia juga akan menata sungai sebagai pekarangan Bogor, serta meningkatkan sektor pariwisata sehingga akan meningkatkan pendapatan daerah.

“Berlari agar Kebon Raya tidak menimbulkan macet di Kota Bogor, berlari untuk membangun dan menata sungai-sungai di Kota Bogor, Sungai Ciliwung agar menjadi perkarangan depan Kota Bogor. Berlari agar kelurahan yang ada di Kota Bogor bisa menjadi destinasi wisata favorit yang mendatangkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) kota Bogor,” lanjutnya.

Bima mengatakan pemerintahannya juga akan mengadakan jalan alternatif, dan akan bekerjasama dengan Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat untuk mengurangi kemacetan. Dia juga akan meminta kepada presiden terpilih untuk memberikan perhatian kepada Kota Bogor.

“Berlari untuk membangun infrastruktur yang mengurangi kemacetan di kota. Bogor outer ringroad, Bogor inner ringroad, R3 dan jalan alternatif yang akan diusahakan,” kata dia.

“Bukan saja kita Bogor tetapi insyaallah akan dibantu oleh Provinsi DKI Jakarta, oleh Gubernur Jawa Barat dan oleh siapapun presiden yang akan terpilih nanti harus memberikan atensi pada Kota Bogor karena di sini ada Istana Bogor. Bogor Berlari,” kata Bima.

Sedangkan, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim akan membantu Bima dalam menjalankan mandat rakyat itu. Dedie juga meminta doa restu kepada warga Bogor dalam menjalankan pemerintahan selama lima tahun ke depan.

“Insyaallah akan saya dukung secara tulus, insyaallah saya akan akan berjuang dalam upaya-upaya besar dalam menyongsong masa depan Bogor. Mohon doa pada semua hadirin. Mudah-mudahan ikhtiar niat baik saya untuk mendampingi Kang Bima mendapatkan restu dari semua,” kata Dedie.
(zak/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Anies Hingga Zulkifli Hasan Hadiri Inaugurasi Walkot Bogor Bima Arya

JakartaWali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim hari ini menghadiri inaugurasi untuk masa jabatan 2019-2024. Sejumlah tokoh seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga Ketua MPR sekaligus Ketum PAN Zulkifli Hasan hadir.

Pantauan di Balai Kota Bogor, Minggu (21/4/2019), saat tiba di Balai Kota Bogor, Bima-Dedie disambut Rampak Gendang, kesenian khas Jawa Barat. Bima Arya didampingi istri, Yane Ardian, dan anaknya. Di belakangnya, Dedie bersama istri, Yanti Rachim, dan anaknya, berjalan menuju panggung. Saat naik ke atas panggung, Bima-Dedie berjalan beriringan. Turut naik ke atas panggung para pemuka agama.

Anies Hingga Zulkifli Hasan Hadiri Inaugurasi Walkot Bogor Bima AryaFoto: Anies Baswedan hingga Zulkifli Hasan menghadiri inaugurasi Wali Kota Bogor Bima Arya (Lisye Sri Rahayu/detikcom)

Di atas panggung, Bima dan Dedie melambaikan tangan kepada hadirin. Selanjutnya para pemuka agama membacakan doa sebelum acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Seperti diketahui, Bima Arya dan Dedie A Rachim dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada Sabtu (20/4) di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat.
Sebelum menghadiri inaugurasi, ada beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan. Sebelumnya Bima-Dedie pidato di hadapan publik Bogor saat pelaksanaan Car Free Day (CFD), mengelilingi Sistem Satu Arah (SSA) sambil menyapa masyarakat dan berakhir di Balai Kota Bogor untuk melaksanakan inaugurasi.

Hadir juga anggota DPR RI, Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria serta Unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor.
(gbr/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bima Arya Sudah Jelaskan Alasan Dukung Jokowi ke Ketum PAN

Jakarta – Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto, mengaku sudah menemui Ketum PAN Zulkifli Hasan. Lantas apa sikap PAN soal Bima yang kini mendukung Jokowi-Ma’ruf?

“Saya sampaikan bahwa pendirian saya seperti apa. Ketum mendengarkan semua penjelasan saya dan menyampaikan masih fokus kepada penghitungan saksi. Jadi mungkin nanti setelah pilpres,” jelas Ma’ruf Amin, yang dikutip dari Antara, Kamis (18/4/2019).

Bima menjelaskan, pertemuan itu dilakukan 2 hari sebelum pelaksanaan Pilpres 2019. Bima mengaku dipanggil oleh Zulkifli dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN Eddy Soeparno untuk klarifikasi.

Bima menjelaskan, motif utamanya melawan arus koalisi partai yaitu untuk mempertahankan reformasi. Karena menurutnya, PAN lahir dari rahim reformasi.

“Saya akan memperjuangkan partai ke arah yang benar. Menurut saya partai ini sudah bergeser dari platform yang merupakan partai tengah, sebagai partai tengah yang menghargai keberagaman, pluralisme. Saya tidak akan keluar dari partai,” tegas Bima.

Saat disinggung soal sanksi pemecatan, Bima mengatakan, hal itu sudah diatur dalam mekanisme partai. Bima juga tegas menolak hengkang dari partainya karena telah terang-terangan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kalau saya dipecat akan saya perjuangkan. Di partai kan ada mahkamah partai, saya akan perjuangkan di situ. Saya ikut dirikan PAN, jadi saya tidak akan meninggalkan PAN. Saya akan tetap berjuang di PAN,” ujarnya.
(rvk/ear)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Alasan Wali Kota Bogor Bima Arya Membelot Dukung Jokowi-Ma’rufA

Liputan6.com, Bogor – Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya sekaligus Wali Kota Bogor terpilih 2019-2024 secara terang-terangan mendukung pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

Padahal partainya secara resmi telah mengusung pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun Bima memiliki alasan kenapa dirinya memilih mendukung Jokowi-Ma’ruf.

“Ketika pertama kali saya menjabat kepala daerah, saya melihat Jokowi. Dia role model saya,” kata Bima usai acara Speak Up #SatukanSuara kepada Jokowi-Ma’ruf, Jumat (13/4/2019) malam.

Bima yang kini tengah menunggu dilantik sebagai Wali Kota Bogor ini menilai Jokowi merupakan sosok orang yang jujur sehingga layak memimpin dua periode.

“Ini hanya pilihan saja. Dan saya sudah pikirkan matang-matang memutuskan untuk menyampaikan (dukung Jokowi) di momentum ini. Kemarin kan saya masih menjabat kepala daerah, sekarang jadi warga biasa,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia menilai selama Jokowi memimpin ekonomi stabil dan tidak gagap teknologi. Karena itu, betul-betul mantap memilih Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019.

“Sekali lagi izinkan saya meyakini bahwa Indonesia sudah ada di jalur yang benar. Di era ini juga kebersamaan dijaga dengan baik sehingga Indonesia punya kebanggaan,” ucap Bima.

Sebagai wujud dukungannya kepada Jokowi-Ma’ruf, Bima menyatakan akan menghadiri kampanye akbar yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. “Inysa Allah hadir,” ucap Bima.

PAN: Sejak 2014 Bima Arya Lebih Condong ke Jokowi

Jakarta – Wali Kota Bogor terpilih, Bima Arya, yang juga elite PAN, resmi mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. PAN sebagai partai yang membesarkan Bima sudah melihat kecenderungan itu sejak 2014.

“Kalau Bima memilih mendukung pak Jokowi, ya biarin saja. Sejak 2014 dia memang lebih condong ke pak Jokowi. Dia termasuk pengurus DPP PAN saat itu yang menginginkan Ketum PAN bang Hatta Rajasa berpasangan dengan pak Jokowi,” kata Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo, saat dihubungi, Sabtu (13/4/2019).

PAN yang mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga menyayangkan narasi Bima. Dradjad harusnya Bima mengapresiasi PAN meski berbeda pilihan.

“Saya menyayangkan Bima memakai narasi seolah-olah dia akan jadi korban pemecatan PAN. Seharusnya Bima menghormati dan mengapresiasi PAN, bukan menarasikan ‘saya berjuang untuk pak Jokowi dan rela menjadi korban pemecatan PAN’,” ujarnya.

Menurut Dradjad, PAN sudah berjasa mengangkat karir Bima di dunia politik. Sementara sumbangsi Wali Kota Bogor terpilih itu belum banyak dirasakan PAN.

“PAN sudah banyak berjasa mengangkat karir politik Bima. Saya tidak perlu buka-bukaan karena Bima itu adinda saya di partai. Di sisi lain, Bima belum berhasil menyumbangkan kursi DPR maupun DPRD bagi PAN dari Kotamadya Bogor. Dengan kata lain, kontribusinya bagi suara PAN masih belum memadai. Karena itu saya berharap, Bima bisa menunjukkan etika dan moral politik yang bagus terhadap PAN,” pungkasnya.

Bima sebelumnya menyatakan dukungannya kepada Jokowi-Ma’ruf Amin dan siap dipecat karena partainya merupakan pengusung pasangan Prabowo-Sandiaga. Meski begitu dia mengaku tidak tebersit untuk keluar dari PAN. Bima menganggap langkahnya sesuai dengan tujuan awal didirikannya PAN, yakni menjunjung tinggi reformasi.

“Insyaallah saya siap atas segala risikonya. Prinsip saya, right on is my party. When it’s right, keep it right. When it’s wrong, make it right,” ucap Bima di Bogor, yang dilansir Antara, Jumat (12/4/2019).

Simak Juga ‘Bima Arya Acungkan Satu Jari, TKN: Sinyal Bagus’:

[Gambas:Video 20detik]

(abw/rvk)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Resmi Dukung Jokowi, Bima Arya Siap Dipecat dari PAN

Bogor – Wali Kota Bogor terpilih, Bima Arya yang juga elite PAN, resmi mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Bima Arya pun siap dipecat oleh karena partainya merupakan pengusung pasangan Prabowo-Sandiaga.

“Insyaallah saya siap atas segala risikonya. Prinsip saya right on is my party when it’s right keep it right when it’s wrong make it right,” ucap Bima di Bogor, yang dilansir Antara, Jumat (12/4/2019).

Meski begitu, ia mengaku tidak terbersit untuk keluar dari PAN. Bima menganggap langkahnya sesuai dengan tujuan awal didirikannya PAN, yakni menjunjung tinggi reformasi.

“Saya ikut mendirikan partai ini, tidak ada sedikitpun ingin keluar dari partai. Ini adalah ikhtiar saya untuk sejalan dengan platform partai,” kata Bima.

Menurutnya, sejak awal ia sudah tidak setuju dengan langkah PAN mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Terlebih, pasangan itu sempat berasal dari partai yang sama.

“Ketika waktu itu PAN berkumpul mendukung Prabowo-Sandi saya sudah sampaikan masak (dari) Gerindra (dan) Gerindra. Saya nggak habis pikir kenapa harus seperti itu,” bebernya.

Bima sengaja baru mendeklarasikan dukungannya pasca purna jabatan sebagai Wali Kota Bogor periode 2014-2019 dengan alasan menghormati Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan.

“Karena janji saya kepada Ketum untuk netral. Kan sekarang saya bukan kepala daerah,” tuturnya.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, mantan politisi PAN yang sekarang menjadi kader Partai Nasdem, Wanda Hamidah. Wanda mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Bima Arya.

“Saya menjadi kader PAN selama 16 tahun, tapi kemudian dikeluarkan gara-gara dukung Jokowi. Bagi saya negara lebih penting,” kata Wanda.
(rvk/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Resmi Dukung Jokowi, Walkot Bogor Bima Arya Siap Dipecat dari PAN

Bogor – Wali Kota Bogor terpilih, Bima Arya, yang juga elite PAN, resmi mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Bima Arya pun siap dipecat karena partainya merupakan pengusung pasangan Prabowo-Sandiaga.

“Insyaallah saya siap atas segala risikonya. Prinsip saya, right on is my party. When it’s right, keep it right. When it’s wrong, make it right,” ucap Bima di Bogor, yang dilansir Antara, Jumat (12/4/2019).

Meski begitu, ia mengaku tidak tebersit untuk keluar dari PAN. Bima menganggap langkahnya sesuai dengan tujuan awal didirikannya PAN, yakni menjunjung tinggi reformasi.

“Saya ikut mendirikan partai ini. Tidak ada sedikit pun ingin keluar dari partai. Ini adalah ikhtiar saya untuk sejalan dengan platform partai,” kata Bima.

Menurutnya, sejak awal ia tidak setuju dengan langkah PAN mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Terlebih, pasangan itu sempat berasal dari partai yang sama.

“Ketika waktu itu PAN berkumpul mendukung Prabowo-Sandi, saya sudah sampaikan masa (dari) Gerindra (dan) Gerindra. Saya nggak habis pikir kenapa harus seperti itu,” bebernya.

Bima sengaja baru mendeklarasikan dukungannya setelah purnajabatan sebagai Wali Kota Bogor periode 2014-2019 dengan alasan menghormati Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan.

“Karena janji saya kepada Ketum untuk netral. Kan sekarang saya bukan kepala daerah,” tuturnya.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut mantan politikus PAN yang sekarang menjadi kader Partai NasDem, Wanda Hamidah. Wanda mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Bima Arya.

“Saya menjadi kader PAN selama 16 tahun, tapi kemudian dikeluarkan gara-gara dukung Jokowi. Bagi saya, negara lebih penting,” kata Wanda.
(rvk/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Beredar Screenshot Grup WA Dukung 01, Kapolres Bima: Itu Hoax

Mataram – Nama Kapolres Bima Kota AKBP Erwin Ardiansyah dicatut dalam sebuah grup Whatsapp. Dalam grup itu, nama Kapolres Bima dituduh memerintahkan kapolsek agar memasang baliho Paslon 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

Percakapan di grup WhatsApp bernama Pilpres 2019 itu discreenshoot lalu disebarluaskan ke media sosial. Berikut isi tulisan dalam capture tersebut.

Kapolsek yg wilayahnya kalah akan dievaluasi oleh kapolda. Ini serius. Jadi tolong dukungannya scra ikhlas dan sadar diri karena kita berjuang utk institusi brarti juga memperjuangkan nasib kita sendiri. Target minimal 60%.

Para kapolsek tolong Agar buat baliho 01 di tiap2 desa/kelurahan. Minimal 1 baliho per desa/kelurahan. Dan kirim laporannya di group ini. Trims.

Namun hal itu dibantah Erwin. Dia menjelaskan Polri harus netral dalam Pilpres 2019 dan tak akan memihak pihak mana pun.

“Kami tegaskan bahwa Polri tetap bersikap netral dalam Pemilu 2019. Tugas kami hanya untuk mengamankan jalannya pesta demokrasi,” kata Erwin Ardiansyah dalam keterangan yang diterima detikcom, Minggu (31/3/2019).

Erwin menyatakan namanya telah dicatut oleh orang yang sengaja ingin merusak citra instansi kepolisian yang sedang berupaya menjaga keamanan dan ketertiban Pemilu 2019.

“Percakapan yang seolah-olah merupakan grup WA yang kemudian discreenshoot lalu disebarkan di media sosial itu jelas merupakan informasi sesat dan menyesatkan,” ungkapnya.

Mengenai siapa orang yang diduga menyebarkan kabar bohong tersebut, Erwin mengatakan dia dan jajarannya sedang melakukan penyelidikan.

“Kita sedang lakukan penyelidikan untuk membongkar hal tersebut,” tegasnya.
(rvk/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bima Arya Cek TKP KRL Jakarta-Bogor Terguling

Jakarta – KRL relasi Jakarta-Bogor terguling di Kebon Pedes, Kota Bogor. Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau langsung lokasi kecelakaan KRL itu.

Pantauan di lokasi, Minggu (10/3/2019), Bima Arya tiba mengenakan pakaian warna hitam. Bima Arya melihat KRL yang terguling itu.

Diketahui, ada 3 gerbong KRL yang anjlok dan terguling. Salah satu gerbong tersebut merupakan gerbong khusus wanita.
Korban KRL terguling itu dibawa ke RS Salak. Belum diketahui jumlah pasti korban dari kecelakaan tersebut.
Karena kecelakaan tersebut, perjalanan KRL menuju Bogor lumpuh.
(gbr/tor)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>