Prabowo Puji Infrastruktur Jokowi, Tapi …

Jakarta – Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto memuji pembangunan infrastruktur yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, Jokowi telah bekerja keras.

Meski demikian, dalam penyampaian visi misinya, Prabowo menawarkan suatu strategi lebih cepat untuk mendorong kemakmuran.

“Saya menghargai apa yang sudah dilakukan Pak Jokowi di bidang infrastruktur, beliau telah bekerja keras,” katanya dalam Debat Capres Jilid 2 di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (17/2/2019).

“Namun namanya demokrasi, saya menawarkan strategi yang lebih cepat membawa kemakmuran dan keadilan bagi rakyat Indonesia,” sambungnya.

Di sisi lain, Prabowo menuturkan, berdasarkan PBB ada tiga tolak ukur dalam sebuah negara yakni pangan, energi, dan air.

“Kalau dapat mandat rakyat, kami akan menjamin pangan tersedia dalam harga terjangkau untuk seluruh rakyat Indonesia,” paparnya.

(eds/eds)

Kendaraan Lapis Baja hingga Mobil Pemadam Bersiaga di Lokasi Debat Capres

Liputan6.com, Jakarta – Pengamanan Hotel Sultan, Jakarta diperketat, menjelang debat calon presiden (debat capres) yang diselenggarakan pada Minggu (17/2/2019), pukul 20.00 WIB.

Pantauan Liputan6.com, di lokasi debat capres, di Hotel Sultan, pengamanan dilakukan pihak kepolisian dari berbagai kesatuan, di antaranya Brimob dan Sabara.

Untuk memperkuat pengamanan, ratusan petugas berseragam dan tanpa seragam disiagakan. Selain itu juga disiagakan kendaraan lapis baja dan menyiagakan anjing pelacak untuk mendeteksi adanya bom.

Selain pihak keamanan, juga disiagakan satu unit mobil pemadam kebakaran, serta fasilitas pendukung kehanda‎lan pasokan listrik. 

PLN Distribusi Jakarta Raya telah menyiapkan satu unit Power Bank berkapasitas 1.000 kilo Volt Amper (kVA), dan satu unit Power Bank 630 kVA untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik.

Sebagai cadangan pasokan PLN juga disiapkan tiga unit UPS masing-masing 500 kVA untuk menjamin keandalan pasokan listrik. Selain itu, langkah mitigasi risiko lain juga disiapkan, termasuk dengan memasok listrik dari 2 sumber yang berbeda dengan dilengkapi Automatic Change Over (ACO).

Apabila sumber utama terganggu, dapat secara otomatis berpindah ke sumber pasokan listrik lainnya.

Untuk diketahui, debat capres‎ akan dilaksanakan pukul 20.00, adapun yang akan dibahas dalam debat tersebut adalah pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam (sda) dan lingkungan hidup.

2 dari 2 halaman

Pengusaha: Debat Capres Bukan Ajang Saling Serang tapi Adu Terobosan

Sebelumnya, kedua kandidat calon presiden (capres) akan saling beradu program terkait masalah energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup pada malam ini.

Dalam debat nanti, para pengusaha berharap agar kedua capres akan mengemukakan visi dan misi jangka pendeknya dan jangka panjangnya secara konkret. Bukan hanya sekedar saling serang dan beradu argumen.

“Tentu kami dari pengusaha lebih melihat ke depannya seperti apa. Dari sisi energi, apa yang akan difokuskan oleh pemerintah dan bagaimana korelasinya dengan peluang investasi di bidang sumber daya alam yang ada,” ujar Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Minggu 17 Februari 2019.

Kemudian dari sisi kebijakan pangan, lanjut Shinta, pengusaha ingin melihat adanya terobosan yang dilakukan sehingga Indonesia tidak hanya menjadi negara pengimpor komoditas pangan, melainkan menjadi negara pengekspor.

“Minimal mampu memenuhi kebutuhan pokok sendiri dan memadukannya dengan potensi investasi jangka pendek dan jangka panjang,” ungkap dia.

Kebijakan di bidang lingkungan hidup, kata Shinta, juga tidak kalah penting. Sebab, keberlanjutan bangsa dan negara sangat didukung oleh daya dukung lingkungan.

“Nah, konsepnya gimana? bagaimana menciptakan keseimbangan antara investasi dan lingkungan dan bagaimana memperbaiki yang telah rusak. Negara akan berperan seperti apa? Bagaimana apresiasi pemerintah kepada perusahaan atau orang yang telah membantu dan mendukung pembangunan  yang berkelanjutan,” jelas dia.

Sementara untuk infrastruktur, dalam debat tidak tidak perlu membahas apa yang telah terjadi. Shinta berharap, kedua kandidat tidak berdebat soal perlu tidaknya membangun jalan tol.

“Ke depan bagaimana? apa fokus infrastruktur untuk mendukung seluruh kehidupan bangsa, energi, pangan, SDA, lingkungan dan lainnya. Jangan sampai infrastruktur menguntungkan salah satu sisi saja, baik untuk investasi tapi tidak baik dari sisi lingkungan. Itu tidak boleh. begitu pula sebaliknya. Ini yang ingin kita dengar,” tandas dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ma’ruf Amin Terima Dukungan dari Pewaris Kesultanan Banten

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin menerima dukungan dari Kesultanan Banten di Pilpres 2019. Ma’ruf juga didoakan agar lancar dan selalu diberikan kesehatan dalam mengikuti gelaran pesta demokrasi tersebut.

Dukungan itu disampaikan langsung oleh Sultan Banten, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni, saat berkunjung ke rumah Ma’ruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2019). Sultan Banten dan Ma’ruf Amin menggelar pertemuan pertutup selama kurang lebih satu jam.

“Yang saya hormati KH Ma’ruf Amin. Terimakasih atas penerimaannya kedatangan kami dari Kesultanan Banten. Saya selaku pewaris Kesultanan Banten, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni. Kedatangan kami ke sini sebetulnya selain bersilaturahmi dengan saudara sendiri. Juga mendoakan niat pak kiai Ma’ruf Amin yang insya Allah ke depan ikut berpartisipasi terhadap kelangsungan Indonesia ini. Semoga selalu diberikan kesehatan oleh Allah,” kata Bagus Hendra usai pertemuan.

Dukungan ini disampaikan sebab menurut Bagus Hendra seorang umara memerlukan pendamping ulama. Sosok Ma’ruf Ami dinilai cocok untuk mengisi peran tersebut.

“Kami dukung dari kesultanan. Karena umarah ini harus ada pendampingnya ulama. Seperti halnya dulu Kesultanan Banten, ada ulama, umaro dan Kesultanan Banten. Nah inilah sosok KMA perlu kita dukung,” ujarnya.

Dia berharap Ma’ruf Amin bisa menjadikan Indonesia semakin maju. Jika Ma’ruf terpilih, dia juga berharap pemerintah bisa mengakui total keberadaan Kesultanan Banten.

“Alhamdulillah beliau ini juga seorang ulama, ketua MUI. Kita tahu kadarnya, beliau tidak mungkin mau artinya disalahgunakan dan sebagianya oleh pihak lain. Beliau punya jati diri saya pahami itu. Oleh karenanya saya dukung dari Kesultanan Banten. Semoga nanti bisa menselaraskan posisinya sebagai wakil presiden bisa membawa bangsa ini tidak terperosok, tetap mengangkat akidah sesuai dengan al-quran dan sunah rasul. Semoga pemerintahan Indonesia ini nanti bisa total mengakui Kesultanan Banten sebagaimana dahulu kalanya,” paparnya.

Menerima dukungan tersebut, Ma’ruf Amin mengaku terkesan. Dia menyebut rombongan dari Kesultanan Banten merupakan kerabat dan keluarganya sendiri.

“Sore ini saya menerima Sultan Banten. Ratu Bagus Bambang Wisanggeni berkunjung ke tempat saya dan semua penggawanya. Setelah saya tadi pagi menghadiri harlah NU di Cipayung ke serang ada Banten bermunajat untuk keselamatan bangsa dan negara. Sore ini saya sudah di rumah, dan Alhamdulillah kemudian silaturahmi dengan Sultan Banten. Ini sebenarnya kita dalam kekerabatan ya, keluarga,” ujar dia.

Selain itu, pertemuan juga membahas terkait pengembangan ekonomi keumatan di bidang bambu. Ide itu disebut Ma’ruf sangat kreatif.

“Oleh karena itu saya sangat terkesan juga adanya ide kretif dari penggawa Banten dalam rangka menggembangkan ekonomi keumatan melalui bambu. Ini bambu, bukan kayu tapi diolah sedemikan rupa. Ini seperti kayu, jadi bambu ini bisa dibuat nanti… Bisa dijelaskan bisa dibuat apa saja, bisa digunakan untuk pembangunan rumah, nanti akan dijelaskan ahlinya,” imbuh dia.

(knv/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ma’ruf Yakin Jokowi Tak Ada Persiapan Jelang Debat

Serang – Debat kedua calon presiden pada pukul 20.00 WIB nanti akan mengambil tema infrastruktur, pangan, energi, sumber daya alam dan lingkungan. Tema ini, dinilai oleh Cawapres Ma’ruf Amin sebagai bidang yang dikuasai oleh Jokowi. Tanpa persiapan pun, ia yakin pasangannya itu bisa unggul.

“Saya kira Pak Jokowi sudah tanpa persiapan pun sudah siap. Karena beliau sudah siap betul, beliau menguasai,” kata Ma’ruf Amin kepada wartawan di GOR Maulana Yusuf Serang, Banten, Minggu (17/2/2019).

Karena di debat nanti hanya mempertemukan dua capres antar Jokowi versus Prabowo, Ma’ruf akan tetap memberikan dukungan di lokasi debat. Tak ada catatan atau masukan khusus yang diberikan olehnya kepada Jokowi.

“Saya Insyaallah memberi support saja, Pak Jokowi sudah siap mengenai (tema) lingkungan hidup, infrastruktur,” paparnya.

Debat tahap kedua sendiri akan dilakukan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Usai mendapatkan dukungan dari ulama ahlissunah wal jamaah (Aswaja) se-Banten, Ma’ruf amin langsung pergi meninggalkan Kota Serang untuk mendampingi Jokowi.

Ia sebelumnya berpidato sekitar 30 menit di hadapan ribuan massa pendukung. Di situ, Ma’ruf meminta dukungan warga Banten agar memilih cawapres yang berasal dari Banten.

“Lamun ane Banten ora mendukung, innalillahi wainna ilahirojiun, Banten kebina-bina, sireu mah kebina-bina (Jika orang Banten tidak mendukung, innalillahi wainna ilahirojiun, keterlaluan kamu mah),” pungkasnya.

(asp/rvk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Eks Elite NATO Peringatkan Uni Eropa Soal Intervensi Rusia dalam Pemilu

Munchen – Mantan Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Anders Fogh Rasmussen memperingatkan Uni Eropa supaya mencegah intervensi Rusia dan kekuatan asing terhadap Pemilu parlemen Eropa. Pemilu akan digelar pada bulan Mei nanti.

Dilansir AFP, Minggu (17/2/2019), Pemilu itu bakal diikuti 350 juta warga 27 negara Uni Eropa. Dia menyebut ada “kekuatan jahat” yang mengintai.

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, sangat mungkin ada kekuatan asing yang menargetkan banyak pemilu, termasuk yang dilakukan dengan cara membobol sistem pemilihan, secara diam-diam mendukung kandidat-kandidat, atau lewat berita-berita beracun di media tradisional maupun daring (online),” kata Rasmussen.


Mantan wakil presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memperingatkan adanya intervensi Rusia dan pelaku-pelaku lain. “Khususnya dari Rusia dan juga aktor-aktor lain, untuk menghancurkan kepercayaan orang-orang pada tiap proses demokrasi di negara-negara kita,” ujar Biden pada peluncuran bersama lembaga Komisi Transatlatik untuk Integritas Pemilu.

Dia menyebut ada ancaman serangan siber, pengaruh operasi uang gelap, dan disinformasi. Mereka memunculkan inisiatif agar parpol-parpol dan para kandidat menandatangani janji untuk tidak meminta bantuan dan bersekongkol dengan orang yang hendak menghancurkan demokrasi.

Dia juga ingin agar tak ada yang menyebarkan hasil audio atau video “deep fake”, yakni hasil manipulasi digital, serta penggunaan jejaring otomatis yang diistilahkan sebagai “bot” untuk menyebarkan pesan daring.

Inisiatif ini disebut sebagai kelompok politik bi-partisan transatlantik, berisikan pemimpin bidang politik, teknologi, bisnis, dan media. Mereka punya keinginan mencegah “gelombang baru intervensi terhadap pemilu”.

“Intervensi asing terhadap pemilu bukan hanya ancaman serius terhadap institusi demokrasi, saya percaya ini juga merupakan ancaman terhadap keamanan,” kata Biden.

Dia berbicara di sela acara Konferensi Keamanan, Munchen. Kepala intelijen dari Jerman, Prancis, dan Inggris hadir di acara ini. Kepala badan mata-mata Prancis DGSE, Bernard Emie, juga memperingatkan bahwa benua Eropa sedang menghadapi ancaman campur tangan dan agresi eksternal yang sedang bertumbuh.

“Ini datang dari pihak negara dan non-negara,” kata Bernard Emie yang memperingatkan soal serangan siber yang bertujuan mendestabilisasi proses elektoral.

Ngomong-ngomong soal intervensi Rusia, baru-baru ini ada berita soal ‘propaganda Rusia’ di khalayak publik Indonesia. Awalnya, Jokowi yang merupakan capres petahana Pilpres 2019 bicara soal hal itu. Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia lewat akun Twitternya membantah adanya propaganda Rusia.

“Sebagaimana diketahui istilah ‘propaganda Rusia‘ direkayasa pada tahun 2016 di Amerika Serikat dalam rangka kampanye pemilu presiden. Istilah ini sama sekali tidak berdasarkan pada realitas,” tegas Kedubes Rusia lewat akun Twitter resmi @RusEmbJakarta pada Senin (4/1/2019).

Jokowi sendiri menegaskan, istilah ‘propaganda Rusia’ hanya terminologi dari artikel yang dia baca. Itu bukanlah merujuk ke Rusia sebagai negara. “Ini kita tidak bicara mengenai negara, bukan negara Rusia tapi terminologi dari artikel di Rand Corporation,” kata Jokowi ditemui di kediaman Akbar Tandjung, Jl Purnawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/2/2019).
(dnu/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jangan Ada Dendam di Antara Malaysia dan Indonesia…

Liputan6.com, Putra Jaya – Sudah jadi rahasia umum bahwa Malaysia kerap menjadi tujuan para tenaga kerja Indonesia (TKI), meski sejumlah kasus kekerasan melanda para penyumbang devisa besar untuk negara itu. Hal tersebut juga sempat membuat hubungan kedua negara tegang.

“Hubungan kita memang terkadang menjadi renggang, tapi kami tetap memerlukan TKI,” ujar Penasihat Eksekutif Editorial Sinar Harian, salah satu surat kabar terbesar di Malaysia, Abdul Jalil pada Kamis 14 Februari 2019 lalu di kantornya.

Abdul mengatakan bahwa TKI sudah banyak membantu Malaysia sejak dahulu kala. Para TKI banyak yang bekerja di bidang pertanian, perindustrian, tekstil dan juga menjadi asisten rumah tangga (ART).

Ia juga yakin pekerja WNI yang diperlakukan layak di Malaysia jumlahnya jauh lebih tinggi dari kasus kekerasan.

“Kami menentang sekali kekerasan. Kasus kekerasan terhadap TKI di sini selalu diusut ke jalur hukum. Kita tak akan melepaskan begitu saja. Tapi memang proses peradilan membutuhkan waktu,” sebut Abdul.

Salah satu kasus tersebut adalah yang menimpa Adelina Lisao, seorang TKI asal Kupang. Kasus tahun 2018 itu sempat menjadi sorotan global karena pahlawan devisa itu diketahui dipaksa majikannya untuk tidur di samping seekor anjing di area garasi rumah.

“Proses peradilan kasus kematian TKI yang di Penang (Adelina Lisao) masih berjalan di mahkamah hingga saat ini. Majikannya sudah diproses hukum, jangan bimbang,” tutur Abdul.

Menurut Abdul, saat ini ada sekitar dua juta buruh migran di Malaysia, yang mayoritasnya berasal dari Indonesia dan Kamboja. Ia meminta secara khusus kepada Indonesia sebagai tetangga dekat Malaysia untuk tetap berhubungan baik. “Kita ini serumpun. Jangan ada dendam di antara kita,” ucap Abdul.

Ia pun menceritakan bahwa telah memiliki asisten rumah tangga dari Semarang, Indonesia sejak 28 tahun terakhir.

“Mbak Sumi ini sudah menjadi bagian dari keluarga saya. Dia mendidik anak saya, mengajar anak saya mengaji, Bahkan saya dan keluarga pernah dua hingga tiga kali ke kampung dia di Semarang,” ungkap dia.

Abdul menuturkan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia akan terus berjalan baik meski terkendala gesekan kasus kekerasan terhadap sejumlah TKI di negaranya.

“Saya sudah lama berhubungan dengan Indonesia. Kita ada hubungan yang akrab, Ada hubungan akrab ada G2G (government to government), P2P (people to people), B2B (business to business). Malaysia dan Indonesia ini sebenarnya serumpun.”

“Dengan badan-badan seperti Iswami ini. Dia menjadikan hiubungan kita lebih akrab. Jangan ada dendam di antara kita,” tegas Abdul.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Akses Pendidikan untuk Anak-Anak TKI

Sementara itu, pemerintah RI dan Malaysia telah menyepakati berbagai upaya peningkatan perlindungan dan hak tenaga kerja Indonesia (TKI) di Negeri Jiran.

Hal itu diutarakan oleh menteri luar negeri kedua negara, Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin 23 Juli 2018.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian oleh kedua menteri adalah mengenai pentingnya akses pendidikan terhadap anak-anak TKI yang ikut merantau bersama orang tuanya yang bekerja di Negeri Jiran.

“Saya mengapresiasi atas perubahan kebijakan pemerintahan Malaysia saat ini yang menekankan pentingnya akses pendidikan kepada semua orang, termasuk anak-anak TKI di Malaysia,” kata Menlu Retno.

Pada gilirannya, Menlu Saifuddin menjelaskan bahwa Indonesia-Malaysia akan bekerja sama menambah fasilitas pendidikan dan komunitas pembelajaran baru di Sabah. Sebelumnya, kedua pemerintah telah bekerjasama membangun fasilitas serupa di Kuala Lumpur dan Johor.

“Kami akan menindaklanjuti permintaan Indonesia terkait pembangunan sekolah di Sabah,” kata Saifuddin.

Kedua menteri menegaskan bahwa tim teknis dari masing-masing negara akan bertemu untuk merealisasi rencana tersebut.

Prioritas

Pada kesempatan terpisah usai pertemuan bilateral, Menlu RI Retno Marsudi menjelaskan bahwa isu perlindungan WNI dan TKI merupakan agenda prioritas kebijakan luar negeri kedua negara. Sikap tersebut pun telah diejawantahkan melalui sejumlah tindakan positif dari pemerintah Malaysia belakangan terakhir.

“Kita sangat mengapresiasi bagaimana pemerintah Malaysia sekarang sangat kooperatif dalam memberikan notifikasi dan akses kekonsuleran bagi pemerintah RI untuk menangani WNI dan TKI yang terkendala secara hukum,” kata Retno.

“Prioritas terhadap perlindungan WNI dan TKI ini merupakan sebuah pergeseran kebijakan yang baik yang telah menjadi komitmen antara Tun Mahathir dan Presiden Jokowi saat keduanya bertemu di Bogor Juni lalu,” tambah Menlu RI.

Polisi : Tidak Ada Rekayasa Lalu Lintas Saat Debat Capres

Liputan6.com, Jakarta – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tak akan memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk pengamanan debat capres yang akan digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, malam ini. Namun, keputusan rekayasa sewaktu-waktu dapat diberlakukan jika kondisi lalu lintas mengalami kepadatan.

“Tidak ada rekayasa, hanya pengamanan lalu lintas di sekitar Hotel Sultan diperketat. (Namun) Apabila situasi di lapangan ada kemacetan kami akan laksanakan diskresi,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf saat dikonfirmasi, Minggu (17/2/2019).

Kata Yusuf, untuk kelancaran lalu lintas ia menerjunkan ratusan personel. “Sebanyak 614 personel ya,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan sebanyak 2.981 personel gabungan TNI, Polri akan diturunkan saat debat capres kedua calon Presiden pada hari Minggu (17/2/2019) di Hotel Sultan, Jakarta. Personel tersebut nantinya akan dibagi menjadi tiga ring.

Argo mengatakan pengamanan juga dibantu oleh pasukan pengamanan presiden di lokasi acara debat.

“Pertama di lokasi debat itu sendiri, ring kedua di sekitar hotel, keluar masuk jalan hotel, ring ketiga Hotel Sultan ke Bundaran Semanggi,” ujar Argo, Jumat (15/2/2019).

2 dari 3 halaman

Skenario Pengamanan

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan mengatakan, dari pengalaman debat pertama kemarin, tak ada personel tambahan.

“Sesuai yang kemarin aja, 2.000 berapalah gitu, itu yang kelebihannya dimasukin semua BKO,” ujarnya.

Sementara itu, pihaknya juga mengamankan semua titik sekitar lokasi debat. Termasuk pengamanan di area nonton bareng debat di Parkir Timur Senayan.

“Sekarang juga ada di GBK di Parkir Timur sudah disiapin untuk dua tempat. (Pengamanan) Sudah kita pisahkan dua, ditengah-tengahnya ada petugas polrinya. Ini karena spacenya lebih besar ya mudah mudahan tidak akan ketemu. Karena pintu masuknya juga sudah kita pisahkan, terus masuknya juga tempatnya sudah kita siapin,” pungkasnya.

Sementara itu pantauan merdeka.com, lokasi debat capres masih terlihat sepi. Hanya beberapa petugas yang melakukan pengamanan dibantu oleh petugas keamanan hotel.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Yovie Widianto Tak Menyangka Putranya Meneruskan Jejaknya

Liputan6.com, Jakarta – Arsy Widianto, putra dari musikus senior Yovie Widianto, saat ini semakin serius menggeluti bidang musik. Yang terbaru, ia dan Brisia Jodie merilis single duet berjudul “Dengan Caraku”.

Rupanya apa yang dicapai oleh Arsy Widianto saat ini tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh Yovie Widianto. Ia tak berharap anaknya bisa mengikuti jejaknya.

Namun justru putra Yovie Widianto ini menunjukkan hal positif di dunia musik Indonesia.

“Saya sendiri sebetulnya tidak pernah berpikir anak saya untuk mengikuti saya ke musik. Tapi tiba-tiba viewers-nya ada yang 50 juta, banyak viewers-nya menurut saya,” kata Yovie Widianto saat ditemui di konser Hedi Yunus di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (15/2/2019).

2 dari 3 halaman

Warna Unik

Yovie Widianto berharap agar apa yang disajikan putranya itu bisa menjadi alternatif lain di dunia musik Tanah Air, dan terlepas dari nama besar Yovie Widianto.

“Moga-moga dia bisa memberikan warna yang unik dan juga bisa memeriahkan musik Indonesia dengan gayanya, enggak apa-apa enggak usah ikutin papanya,” katanya lagi.

3 dari 3 halaman

Membebaskan

Yovie Widianto sendiri sebenarnya membebaskan putranya untuk menjadi diri sendiri. Menjadi apa yang ia inginkan, tidak harus menjadi musisi seperti Yovie Widianto.

“Saya sih bebaskan dia mau jadi apa saja, dia menjadi pelaku ekonomi kreatif, dalam bidang apa saja, dia hobi musik, hobi musik, moga-moga musiknya baik, nyanyinya bagus yang keren, dan juga memberikan inspirasi untuk banyak orang,” tutur Yovie Widianto.

Top 3: Siapa Lebih Kaya antara Jokowi vs Prabowo

Liputan6.com, Jakarta Pada Minggu malam ini, Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto akan kembali dihadapkan pada Debat Capres Kedua.

Sebagai Petahanan, Jokowi selama ini sudah dikenal sebagai pengusaha. Demikian pula Prabowo. Keduanya memiliki kekayaan tak sedikit. Ini berdasarkan pada laporan harta kekayaan dari para capres yang berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).

Artikel tentang kekayaan Prabowo dan Jokowi menuai perhatian pembaca Liputan6.com di kanal bisnis. Simak rangkuman 3 berita paling dicari, Minggu (17/2/2019)

1. Jokowi vs Prabowo, Siapa yang Lebih Kaya?

Calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto akan kembali bertemu dalam debat capres yang membahas soal energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam (SDA), dan lingkungan hidup pada Minggu 17 Februari 2019.

Sebelum menyimak debat capres 2019 terkait bidang ekonomi, mari menengok harta kekayaan dari Jokowi dan Prabowo.

Berikut gambaran harta kekayaan dari para capres yang berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).

Berita selengkapnya

2. Sering Jadi Amunisi Prabowo, Rasio Utang RI Ternyata Terendah No.2 di ASEAN

Isu banyaknya utang Indonesia kembali marak menjelang debat pilpres 2019 kedua. Calon presiden nomor 2 Prabowo Subianto sudah memakai isu ini dan menyebut Sri Mulyani sebagai Menteri Pencetak Uang.

Utang Indonesia memang naik secara rasio terhadap GDP pada era Presiden Jokowi. Menurut data Global Finance per Desember 2018, rasio utang Indonesia pada GDP sudah mendekati 30 persen.

Berita selengkapnya

3. Dipijit Menteri Basuki, Susi Pudjiastuti Tertawa Senang

Kekompakan menteri Presiden Jokowi kerap kali terjadi dalam pertemuan-pertemuan yang bersifat formal dan non formal. Kali ini, giliran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang mendapat perhatian.

Dalam foto yang diperoleh merdeka.com, nampak Menteri Basuki tengah memijat kaki Menteri Susi saat berada di suatu ruangan. Menteri Susi lantas tertawa lebar mendapat perlakuan Menteri Basuki.

Kepala Biro Kerja Sama dan Humas KKP, Lily Aprilya Pregiwati, mengatakan ruangan tersebut merupakan ruang tunggu Bandara Fatmawati, Bengkulu. “(Foto) Ini Ibu (Menteri Susi) di VIP room Bandara Fatmawati,” ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, pada Jumat 15 Febuari 2019.

Berita selengkapnya

Jokowi Pakai Data Menteri, Prabowo Libatkan Pakar di Debat Kedua

Jakarta – Debat Pilpres 2019 antar-capres tinggal menghitung jam. Baik Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto mempersiapkan diri dengan cara masing-masing.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin mengatakan Jokowi mengandalkan timsesnya untuk persiapan debat. Soal data yang akan dipakai merupakan data-data dari menteri yang berkaitan dengan tema debat.

“Pak Jokowi dalam persiapannya melibatkan Tim Kampanye Nasional (TKN) baik dari segi teknis maupun secara substansi. Kami juga di TKN banyak yang memiliki keahlian pada tema-tema tersebut,” ujar jubir TKN, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Minggu (17/2/2019).

“Tentu data-data yang dipergunakan dari para menteri-menteri terkait di bidangnya. Secara substansi capaian-capaian keberhasilan pembangunan ini dari para menteri-menteri terkait,” imbuh Ace.

Senada dengan Ace, anggota TKN, Achmad Baidowi atau Awiek, mengatakan Jokowi memakai data-data dari kementerian sesuai tema debat. Tema debat kedua sendiri seputar energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

“Ya dari masing-masing bidang kami mintakan masukan. Khususnya data-data dari kementerian terkait untuk menopang informasi dan pengetahuan. Jadi tidak hanya teori yang dipaparkan, tapi juga praktik di lapangan,” ucap Awiek.

Awiek berharap Jokowi tidak hanya terpaku pada wacana dan data statistik belaka tapi juga bisa mengeksplorasi pengalaman saat menjalankan kebijakan energi, pangan, SDA dan infrastruktur di debat nanti. Karena, sebut dia, banyak hal yang belum dibaca oleh publik. “Contoh tentang infrastruktur itu tidak hanya jalan tol tapi juga pelabuhan, bandara dan tak kalah penting infrastruktur desa maupun kelurahan. Bahkan kelurahan dibantu melalui dana kelurahan untuk pembangunan infrastrukturnya,” ucap Awiek.

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno menyebut capres mereka sudah menguasai tema debat. Akan tetapi, masukan dari luar diakui BPN juga diperlukan.

Lalu, siapa saja yang dilibatkan Prabowo dalam diskusi? Anggota Direktorat Advokasi BPN, Habiburokhman, menyebutkan sejumlah nama pakar yang terlibat.

“Untuk update data dan situasi kondisi terbaru kami memang melibatkan banyak pakar, di antaranya Sudirman Said, Ichsanudin Noorsy dan juga tokoh senior seperti Fuad Bawazier, Burhanudin Abdullah dll,” ucap Habiburokhman.


(gbr/ibh) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>