Wajah Berubah Menjadi Dono, Aliando Syarief Cukur Alis dan Potong Bulu Mata

Tak cukup sampai di situ, Aliando Syarief juga harus mencukur alis tebalnya, serta memotong bulu matanya yang lentik.

Setelah selesai, ia masih harus memakai gigi palsu. Bagaimana reaksi Aliando saat pertama kali melihat perubahannya yang begitu drastis.

“Lucu, lucu deh melihat wajah sendiri, malah ketawa menghibur diri sendiri,” katanya, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019).

Waktu Start Tak Berubah, Pembalap Honda Khawatir Tak Ada yang Finis di MotoGP Qatar

Liputan6.com, Doha- Pembalap mulai ungkapkan kekhawatiran mereka terkait tidak diubahnya jadwal start MotoGP Qatar di Sirkuit Losail, Doha Qatar, Minggu (10/3/2019). Para pembalap khawatir tak ada yang finis kalau balapan tetap digelar pukul 8 malam waktu setempat.

Memang, pembalap tak mengalami banyak insiden saat tes bebas kedua (FP2) MotoGP Qatar yang juga digelar pada pukul 8.05 hari Jumat kemarin. Marc Marquez sukses merebut waktu lap tercepat dan rekor waktu lap di sirkuit Losail.

Satu-satunya insiden terjadi di tikungan satu. Itu saat pembalap Petronas Yamaha Sepang, Franco Morbidelli terjatuh. Namun pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow tetap saja khawatir.

Meski sirkuit Losail yang jadi tempat balapan MotoGP Qatar diterangi lampu dengan watt tinggi, tapi ini dikhawatirkan tetap menimbulkan embun. Ini bakal membuat kelembaban di sirkuit tambah tinggi dan suhu akan tambah dingin.

“Suhu sirkuit pada tes Moto2 pekan lalu antara 17 hingga 18 derajat celcius pada pukul 8 malam. Di tes kami, saya tak tahu berapa kali pembalap terjatuh, 12 pembalap setelah pukul 7.30. Anda bisa bayangkan bagaimana persaan kami,” ujar Crutchlow seperti dikutip motorsport.

Dovizioso Taklukkan Marquez dan Rossi di MotoGP Qatar

Saat Terangsang, Organ Intim Wanita Berubah Warna

Tingkat perubahan warna itu, lanjut O’Reilly, secara visual bervariasi dari orang ke orang dan mungkin tergantung pada warna kulit atau ‘bibir’ dalam keadaan tidak terangsang.

Menurut O’Reilly, wanita mungkin tidak melihat adanya perubahan warna ketika terangsang. Tapi wanita bisa jika melihat vulva, ada kemungkinan wanita akan melihat perubahan warna yang terkadang muncul di sepanjang hidupnya.

“Pubertas dan kehamilan, misalnya dilaporkan menghasilkan perubahan pada warna bibir Anda,” kata O’Reilly

Mengenai perubahan warna pada kelamin wanita, tim kesehatan dari Columbia University dalam situs goaskalice menjelaskan bahwa warna berubah dari merah muda menjadi merah dan dari merah ke anggur atau merah anggur. Setelah seorang wanita orgasme atau ketika dia tidak lagi terangsang, warna regulernya kembali, karena aliran darah meninggalkan vulva dan kembali ke seluruh tubuh.

Gara-gara Nomor KTP Direktur Chen Tertukar

Chen pun akhirnya dipaksa sore hari itu juga harus datang ke Kantor Disnakertrans. Dia akhirnya datang membawa dokumen-dokumen ketenagakerjaan ditemani seorang warga negara China bernama A Wei. A Wei sudah lama di Indonesia dan menetap di Surabaya, Jawa Timur. Ia juga memiliki peternakan ayam petelur di Cianjur dengan bendera perusahaan PT Saudara Makmur.

Rupanya, setelah dicek, IMTA yang dimiliki Chen berlaku di perusahaan A Wei. Di PT Saudara Makmur itu pula, Chen punya jabatan sebagai direktur keuangan. “Iya benar, Pak, dia direktur keuangan saya,” kata A Wei seperti ditirukan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Cianjur, Ricky Ardi Hikmat, saat pertemuan di kantor Disnakertrans, itu.

Yang mengejutkan juga, saat Chen menyerahkan akta perusahaan peternakan di Cibokor, Chen bukanlah tenaga kerja, melainkan pemilik peternakan. Jabatannya direktur utama  PT Indah Tunggal Alami, yang membuka peternakan itu sejak 2017. Di bawah Chen, ada beberapa direktur yang semuanya warga negara China. Chen pemilik saham mayoritas di perusahaan tersebut.

“Ternyata dia itu direktur utama sekaligus pemegang saham. Dia sih pegang IMTA, tapi bukan di posisi perusahaan yang sedang kita lakukan pembinaan. Jadi dia itu menunjukkan IMTA, tapi IMTA di perusahaan lain (PT Saudara Makmur). Sama, peternakan juga, tapi beda perusahaan,” ujar Ricky.

Dari hasil pemeriksaan, kata Ricky, dokumen berupa IMTA itu tidak ada masalah karena semua dokumen sesuai dengan yang dipersyaratkan. IMTA milik Chen juga masih berlaku. Hanya sempat terjadi miskomunikasi saja lantaran Chen tidak lancar Bahasa Indonesia sehingga dilakukan klarifikasi. “Makanya kita bingung kok yang ramai malah urusan e-KTP. Dan banyak yang mempertanyakan soal e-KTP Chen ke kami,” jelas Ricky.

Warganet memang ramai mengecek NIK e-KTP milik Chen di sistem Komisi Pemilihan Umum. Nah, ternyata NIK tersebut muncul atas nama Bahar, warga Kelurahan Sayang, Cianjur. Bahar, 47 tahun, yang kesehariannya berdagang bakso keliling, pun bingung namanya muncul di aplikasi KPU dengan NIK milik WNA. “Saya tinggal di sini sejak 1996, tidak ada masalah soal NIK. Baru kali ini saja ada perbedaan. Baru tahu setelah dikabari ketua RT pagi tadi,” begitu kata Bahar, Selasa, 26 Februari 2019.

Bahar bilang selama ini tak ada kendala dalam partisipasi pencoblosan pemilu. Namun, untuk tahun ini, dia sedikit heran karena mendadak NIK-nya berubah di DPT. “Katanya jadi nama China, ya, saya nggak tahu apa-apa. Sebelumnya, nyoblos Pilgub (Jawa Barat) juga nggak ada masalah. Baru kali ini saja tiba-tiba ramai, katanya NIK-nya dipakai orang asing,” ujar Bahar.

Cek Harga BBM Pertamina, Shell dan Total di Awal Maret 2019

Liputan6.com, Jakarta Tiga badan usaha penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) kompak tidak mengubah harga BBM non subsidi pada awal Maret 2019. Penurunan harga terakhir kali dilakukan pada Februari 2019.

Ini berdasarkan pantauan Liputan6.com, Jumat (1/3/2019), pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina 3‎4.127.01, kawasan Warung Buncit Jakarta.

Perusahaan energi plat merat tersebut menjual BBM jenis ‎Pertamax Turbo sebesar Rp 11.200 per liter, Pertamax Rp 9.850 per liter dan‎Pertamina Dex Rp 11.700 per liter.

Harga tersebut tidak berubah pada awal Maret 2019. Sebelumnya Pertamina menurunkan harga tiga jenis BBM tersebut pada 10 Februari 2019.

Untuk harga BBM Shell, berdasarkan Pantauan pada SPBU Shell di kawasan Pejaten, Jakarta, BBM jenis Super dijual Rp 9.900 per liter, V Power RON 95 Rp 10.950 per liter, dan ‎Diesel Rp 11.900 per liter.

Perusahaan minyak ‎minyak asal Belanda tersebut mengikuti keputusan Pertamina, tidak mengubah harga BBM pada awal Maret.

Sama seperti Pertamina dan Shell, Total pun tidak mengubah harga B‎BM yang dijualnya. Pantauan pada SPBU Total di kawasan Warung Buncit Jakarta, perusahaan minyak asal Prancis tersebut membandrol BBM jenis Performance 92 Rp 9.900 per liter, Performance 95 Rp 10.950 per liter danPerformance Diesel Rp 11.900 per liter‎.

Berikut daftar harga BBM Pertamina, Total dan Shell per 1 Maret 2019.

Pertamina

‎Pertamax Turbo Rp 11.200 per liter

Pertamax Rp 9.850 per liter

‎Pertamina Dex Rp 11.700 per liter

Shell

Super dijual Rp 9.900 per liter

V Power RON 95 Rp 10.950 per liter

‎Diesel Rp 11.900 per liter

Total

Performance 92 Rp 9.900 per liter

Performance 95 Rp 10.950 per liter

Performance Diesel Rp 11.900 per liter

2 dari 2 halaman

Menko Luhut: Penurunan Harga BBM Bukan Keputusan Politis

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan memberikan penjelasan terkait penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu. Luhut menegaskan, penurunan harga BBM sama sekali tidak memiliki tujuan politis atau pencitraan.

“Itu (penurunan harga BBM) bukan politis,” ujar Luhut di acara Afternoon Tea  di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Luhut menjelaskan, keputusan pemerintah untuk menurunkan harga BBM disebabkan oleh menurunnya harga minyak mentah dunia (crude oil). “Itu karena harga crude oil menurun jadi kenapa kita tidak turunkan,” katanya.

Dengan demikian, menurut dia, tidak ada salahnya jika pemerintah juga ikut menurunkan harga BBM seperti Pertalite hingga Premium.

“Kenapa tidak kalau kita turunkan,” tutup dia.

Sebelumnya, pada 10 Februari lalu harga BBM jenis Premium mengalami penurunan sebesar Rp 100 per liter. Penurunan juga terjadi pada jenis non subsidi yang turun hingga Rp 800 per liter.

Berikut ini harga BBM yang dijual Pertamina saat ini:

1. Pertamax Turbo disesuaikan dari Rp 12.000 menjadi Rp 11.200 per liter

2. Pertamax disesuaikan dari Rp 10.200 menjadi Rp 9.850 per liter

3. Dexlite disesuaikan dari Rp 10.300 menjadi Rp 10.200 per liter

4. Dex disesuaikan dari Rp 11.750 menjadi Rp 11.700 per liter

5. Premium (subsidi) disesuaikan dari Rp 6.550 menjadi Rp 6.450

6. Pertalite tetap Rp 7.650 per liter

Reporter: Kamilah

Sumber: Merdeka.com

Wu Yajun, Bekas Teknis Pabrik yang Jadi Wanita Terkaya di Dunia

Liputan6.com, New York – Saat ini Wu Yajun memiliki kekayaan sebesar USD 8,3 miliar dan menjadikannya salah satu wanita terkaya di dunia.

Namun ternyata Wu Yajun dulunya hanya bekerja menjadi seorang teknisi pabrik yang mendapatkan gaji hanya USD 16 atau Rp 225 ribu per bulannya (Kurs USD 1 = Rp 14.064).

Dilansir dari laman Business Insider, Wu menghabiskan waktu bertahun-tahun bekerja di sebuah pabrik dan sempat menjadi jurnalis sebelum mendirikan Longfor Properties, perusahaan pengembangan real estat yang menghasilkan USD 10,7 miliar pada 2017. 

Berdasarkan laporan Forbes, ia mengundurkan dari Longfor dan menyerahkan sebagian sahamnya kepada putrinya pada November lalu.

Mungkin banyak orang yang berpikir bagaimana bisa yang awalnya hanya mendapatkan gaji tidak lebih dari Rp 225 ribu per bulannya, dan saat ini menjadi wanita terkaya di China.

Berikut ini merupakan rekam jejak Wu Yajun hingga menjadi seorang salah satu wanita terkaya di dunia yang dilansir pada laman Business Insider:

2 dari 3 halaman

Bekas Pekerja Pabrik

Seperti yang telah disebutkan, Wu merupakan salah satu pendiri Longfor Properties, sebuah perusahaan pengembangan properti yang saat ini dikenal Longfor Group Holdings. Ia menjadi CEO selama enam tahun, dan menjadi ketua dewan di perusahaan tersebut sejak 2007 hingga 2018.

Perusahaan ini telah beroperasi di 47 kota di Hong Kong, dan menghasilkan pendapatan USD 10,7 miliar pada 2017.

Namun, pada November lalu Wu mengundurkan diri sebagai CEO dan menyerahkan 44 persen sahamnya kepada putrinya yang baru berusia 20 tahun, Cai Xinyi.

Menurut Bloomberg’s Billionaires Index, Wu adalah salah satu wanita mandiri paling kaya di dunia. Wanita yang lahir pada 1964 di Chongqing, China ini ternyata tidak lahir dengan kaya raya.

Setelah lulus dari Northwestern Polytechnical University di Xi’an, Wu yang saat itu berusia 16 tahun sudah ditugaskan untuk bekerja di pabrik milik negara, dan ia bekerja di pabrik ini selama empat tahun dengan gaji hanya USD 16 setara Rp 225 ribu per bulannya.

Lalu, pada 1988 ketika berusia 24 tahun, Wu berganti profesi menjadi seorang jurnalis real estat di China Shirong News Agency selama lima tahun. Dari sinilah hidup Wu sudah mulai berubah, pada 1993 setelah ia membeli apartemen pertamanya, ternyata ia mengalami hal-hal yang kurang berkenan dari apartemen tersebut. 

3 dari 3 halaman

Dirikan Perusahaan

Ini menjadi salah satu pendorong baginya untuk mendirikan Longfor Properties bersama suaminya, Cai Kui. Longfor merupakan perusahaan pengembang properti pertama di China.

Pada 1997, Longfor menjual proyek perumahan pertamanya di Chongqing dengan harga USD 157 per meter persegi dan ini menjadi harga termahal dua kali lipat dari yang ada.

Lalu, Wu menjabat sebagai CEO sejak 2005 hingga 2011. Pada 2012, ia menjadi wanita terkaya di China, dan di tahun yang sama perceraiannya terjadi. Ini membuatnya kehilangan hampir 40 persen sahamnya seharga USD 3 miliar.

Namun pada 2017, kekayaan Wu kembali tumbuh. Ia kembali berada di urutan ketujuh dalam daftar perempuan miliarder global dengan kekayaan mencapai USD 4,6 miliar dan saat ini ia berada di peringkat ke-enam miliarder wanita terkaya berdasarkan Bloomberg.

Meskipun menjadi wanita keenam terkaya, namun inii tidak membuatnya menjadi congkak. Wu terkenal dengan kebijaksanaanya dan rendah hatinya.

Ma’ruf Amin Persiapkan Diri untuk Debat Cawapres saat Safari Politik di Jabar

Liputan6.com, Jakarta – Di tengah kesibukan safari politik, cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin curi-curi waktu untuk melakukan persiapan menghadapi debat ketiga. Ma’ruf tengah melakukan safari lima hari nonstop di Jawa Barat sampai Jumat (1/3/2019).

“Ya sambil jalan, sambil sibuk, sambil persiapkan,” katanya di Ciamis, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019).

Debat ketiga bakal menampilkan pertarungan antar cawapres. Ma’ruf bakal berhadapan dengan Sandiaga Uno pada 17 Maret mendatang dengan tema kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

Ma’ruf mengaku tidak bakal jauh-jauh membawakan konten debat seputar keberhasilan pemerintahan petahana Joko Widodo. Beberapa yang bakal dia fokuskan dalam ketenagakerjaan antara lain, seperti pelatihan sumber daya manusia, sampai perlindungan terhadap pekerja baik di dalam negeri atau luar negeri.

“Menurut saya landasnnya sudah pemerintah sekarang sudah on the track. Pendidikan memperoleh perhatian kesehatan, tenaga kerja baik pelatihannya maupun perlindungan maupun juga mencari lapangan kerja,” kata Mustasyar PBNU itu.

Adapun ditanya siapa yang menjadi penasihat utamanya, Ma’ruf Amin enggan menjawab. Dia hanya bilang banyak ahli sesuai bidang yang membantunya.

“Ya ada lah dari macem-macem sesuai dengan bidangnya. Jangan dibocorin,” ucapnya. 

2 dari 3 halaman

Doakan Zulkifli Hasan

Ma’ruf pun tak lupa mendoakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang saat ini tengah dirawat di rumah sakit.

Ma’ruf menganggap Ketua MPR itu sebagai temannya. “Doain dong. Kan temen saya. Mudah-mudahan cepet sembuh. Dia kan temen saya,” ujarnya.

Kendati Zulkifli berbeda posisi politik dan mendukung pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Ma’ruf menuturkan mendoakan itu tidak pilih-pilih.

Mustasyar PBNU itu sempat bercanda, barangkali Zulkifli bisa berubah pikiran dan mendukung pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin

“Semua orang yang milih dan yang enggak milih ya didoain. Mudah-mudahan diberi kesehatan, dikembalikan kesehatannya, siapa tau dia mau mendukung saya,” ucapnya sambil tersenyum.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kisah Ki Kambang, Pedang Sakti Sunan Gunung Jati yang Bikin Musuh Gemetar

Liputan6.com, Cirebon – Peran para tokoh besar pendiri Cirebon menjadi catatan penting dalam sejarah perkembangan Pantura Jawa Barat.

Para tokoh tersebut tidak hanya meninggalkan warisan seni, budaya, dan bangunan tua. Sejumlah benda pusaka yang menjadi pegangan mereka semasa hidup menyisakan kisah misteri dan kesohoran benda tersebut.

Filolog Cirebon, Opan Safari mengatakan, sejumlah benda pusaka Cirebon masih tersimpan dan dirawat oleh keluarga Keraton. Salah satunya Pedang Sunan Gunung Jati Cirebon bernama Ki Kambang.

“Masih ada tersimpan rapih di Keraton Kaprabonan dan saya pernah melihatnya sendiri. Hanya saja tidak bisa sembarangan dikeluarkan,” kata Opan, Kamis (28/2/2019).

Dia mengatakan, panjang Pedang Sunan Gunung Jati tersebut hampir 1 meter. Pedang digunakan untuk komando dalam setiap peperangan pasukan Cirebon.

Konon, dalam setiap peperangan, musuh yang berhadapan dengan pasukan Cirebon akan ketakutan. Pedang tersebut membuat pemegang terlihat berwibawa.

“Salah satunya ketika perang kerajaan Cirebon melawan Galuh pedang itu jadi komando diserahkan oleh Sunan Gunung Jati kepada komandan perang. Kadang memimpin sendiri,” tutur Opan.

Dia mengatakan, pedang tersebut kemudian diwariskan kepada keturunan Sunan Gunung Jati yang menjadi Putera Mahkota.

Dari Sunan Gunung Jati, pedang diwariskan ke Sultan Muhammad Badridin Kaprabonan hingga ke Pangeran Fajar Harun.

2 dari 2 halaman

Ular Mengambang

Berdasarkan catatan yang didapat, pedang tersebut memiliki keunikan tersendiri. Opan menyebutkan, jika ditaruh di air, pedang teresebut mengambang.

Sementara dari informasi yang didapat, nama pedang Ki Kambang memiliki cerita menarik. Pedang tersebut adalah jelmaan seeokor ular yang bertemu Sunan Gunung Jati.

“Ceritanya ketika Sunan Gunung Jati turun ke pelabuhan ada seekor ular di hadapannya,” kata dia.

Di hadapan ular, Sunan Gunung Jati terdiam dan bertanya ke ular tersebut maksud dan tujuan menghadangnya. Singkat cerita, sang ular tersebut mengaku ingin mengabdi kepada Sunan Gunung Jati.

Sunan Gunung Jati sempat heran dengan permintaan ular yang ingin mengabdi padanya. Namun, seketika itu, ular tersebut berubah bentuk menjadi pedang.

“Jadi musuh terlihat takut saat pedang dihunuskan mungkin karena memiliki komara ular dan orang yang membawa pedang itu terlihat berwibawa,” ujar dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

HEADLINE: Negosiasi Kim Jong-un dan Donald Trump Gagal Total, Sinyal Bahaya?

Liputan6.com, Hanoi – Pada Kamis pagi, 28 Februari 2019, untuk kali pertamanya, Kim Jong-un menjawab langsung pertanyaan yang dilontarkan wartawan asing.

“Ketua Kim, apakah Anda yakin (akan ada kesepakatan)?,” itu pertanyaan yang dilontarkan seorang jurnalis. 

Pemimpin muda Utara Korea itu sempat terdiam. Namun tak lama kemudian bibirnya bergerak.

“Terlalu dini untuk mengatakannya. Namun, saya tidak bilang bahwa saya pesimistis,” kata Kim Jong-un yang kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. “Berdasarkan apa yang saya rasakan saat ini, saya yakin akan ada hasil yang baik.” 

Delapan bulan setelah bersua di Singapura, Kim Jong-un dan Donald Trump menggelar pertemuan kedua di Hanoi, Vietnam. Usai basa-basi, pamer kemesraan, dan makan malam bersama, kedua pemimpin membahas pokok permasalahan: perwujudan denuklirisasi Korut dengan ganjaran pencabutan sanksi atas Pyongyang.

Tapi, sejarah damai gagal tercipta hari itu.

Awalnya, pertemuan diharapkan bisa berujung pada pernyataan berakhirnya Perang Korea yang secara de facto masih berlangsung hingga saat ini. AS dan Korut juga digadang-gadang akan bersepakat untuk mendirikan kantor penghubung di ibu kota masing-masing. Kalaupun sanksi tak dicabut sepenuhnya, setidaknya bakal ada pelonggaran. 

Namun, pertemuan keduanya diakhiri secara tiba-tiba. Lebih cepat dari jadwal. Tanpa hasil. Gagal total. 

Seorang pria berdiri di dekat layar TV yang memperlihatkan siaran pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Vietnam, di sebuah toko elektronik di Seoul, Korea Selatan (28/2). (AP Photo/Lee Jin-man)

Kedua pemimpin hengkang dari lokasi pertemuan di Sofitel Legend Metropole Hanoi sekitar pukul 13.30 waktu setempat, hanya 4,5 jam setelah pembicaraan dimulai.

Kim dan Trump juga batal makan siang bersama, meski meja-meja telah ditata, hidangan sudah disiapkan. Agenda penandatanganan kesepakatan tak jadi dilakukan. 

“Tak ada kesepakatan yang dihasilkan kali ini,” demikian isi pernyataan tertulis Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, seperti dikutip dari CNN News. “Namun, tim masing-masing berharap untuk menggelar pertemuan kembali pada masa yang akan datang.”

Tak lama kemudian, Donald Trump menggelar konferensi pers. Miliarder nyentrik itu bersikukuh, pertemuannya dengan Kim berlangsung produktif.

“Kami memiliki waktu yang sangat, sangat produktif,” kata Trump. Namun, ia menambahkan, dirinya dan Menlu AS Mike Pompeo merasa, itu bukan saat yang tepat untuk menandatangani kesepakatan apapun.

Presiden AS itu menambahkan, pembicaraannya dengan Kim Jong-un berakhir karena diktator Korut itu meminta penghapusan semua sanksi AS dan internasional atas negaranya sebagai imbalan atas penutupan sebagian — bukan keseluruhan — fasilitas nuklir milik rezim Pyongyang.

“Pada dasarnya mereka ingin sanksi dicabut seluruhnya dan kami tak bisa melakukannya,” kata Trump dalam konferensi pers di Hanoi. “Mereka mengaku rela melakukan denuklirisasi atas sejumlah besar area yang kita inginkan, namun tak mungkin menghapus semua sanksi untuk itu,” kata suami Melania Trump tersebut seperti dikutip dari The New York Times.

Penghapusan sanksi internasional, yang membatasi kemampuan Korea Utara mengimpor minyak dan mengekspor barang-barang menguntungkan termasuk batubara dan hasil laut, adalah tujuan utama Pyongyang dalam semua negosiasi. Di sisi lain, bagi AS, sanksi-sanksi tersebut adalah alat tawar menawar yang signifikan.

Trump mengatakan, ia dan Kim mendiskusikan soal penutupan kompleks nuklir utama Korut di Yongbyon, di mana proses pengayaan plutonium, tritium, dan uranium untuk bahan bakar bom nuklir dilakukan. 

Meskipun Yongbyon adalah fasilitas nuklir terbesar Korut, tapi itu bukan satu-satunya. Dalam konferensi pers, Trump mengakui bahwa negara itu punya fasilitas pengayaan nuklir lain, yang kemampuannya mungkin lebih besar.

Belum lagi rudal balistik, hulu ledak nuklir, dan sistem senjata pemusnah massal yang belum terungkap sepenuhnya. Diduga disembunyikan rapat-rapat rezim Pyongyang.

Yongbyon Nuclear Research Centre, Korea Utara (GeoEye Satellite Image/AFP PHOTO via ABC Australia)

Trump juga mengaku bahwa ia dan Kim Jong-un mendiskusikan soal kasus Otto Warmbier, mahasiswa AS yang tewas setelah jadi tahanan di Korut.

Warmbier, mahasiswa University of Virginia, ditangkap saat bepergian di Korea Utara karena mencuri poster propaganda. Pada 2016 dia dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa.

Lebih dari setahun kemudian dia dibebaskan dan kembali ke Amerika Serikat dalam keadaan sakit parah. Dokter menyebut, dia menderita cedera otak serius. Warmbier meninggal pada Juni 2017.

Donald Trump mendapat pujian atas kembalinya Warmbier dan segelintir orang Amerika lainnya yang ditahan di Korea Utara.

Jika presiden pendahulu menyebut kasus Warmbier sebagai contoh kebrutalan rezim Kim Jong-un, Trump menolak untuk menyalahkan sang pemimpin Korut.

Otto Warmbier, mahasiswa Amerika yang menghabiskan 17 bulan di tahanan Korea Utara (AP Photo/Jon Chol Jin)

“Saya tidak percaya bahwa dia akan membiarkan itu terjadi, itu tidak menguntungkannya,” kata Trump.

“Penjara itu kasar, tempat yang brutal, di mana hal-hal buruk terjadi. Tapi saya tak yakin, ia (Kim Jong-un) tahu soal itu.” Belakangan, pembelaannya itu dikecam ramai publik AS.

Kegagalan negosiasi membuat normalisasi hubungan antar-dua negara beringsut dari hasil yang diinginkan. Kim Jong-un gagal menghasilkan pencabutan sanksi terhadap Korut, di sisi lain Trump gagal memaksa Pyongyang ambil langkah konkret untuk mengakhiri program nuklirnya — sebuah keberhasilan yang sangat ia butuhkan untuk mengimbangi sejumlah gejolak domestik di AS.

Ketika Trump berniat berbincang santai di pinggir kolam renang bersama Kim Jong-un, mantan pengacaranya, Michael Cohen bersaksi menyudutkannya di depan Kongres. Agenda kedua pemimpin tersebut kemudian dibatalkan. 

Michael Cohen pada Rabu 27 Februari 2019 mengatakan kepada panel penyidik Kongres bahwa eks kliennya itu adalah sosok yang “rasis, penipu dan tukang bohong”. Dan jika Trump kalah pada Pilpres 2020, ia menyebut, transisi kekuasaan tak akan berjalan damai.

Eks pengacara Donald Trump, Michael Cohen (AP/Pablo Martinez Monsivais)

Dalam konferensi pers, Trump sempat bereaksi atas kesaksian Cohen. Menyebutnya berisi 95 persen kebohongan, nyaris 100 persen — kecuali soal bahwa ia tak berkolusi dengan Rusia dalam Pilpres 2016. 

Seperti biasanya, ia juga menyerang mantan pengacaranya dalam cuitan di Twitter. 

Tak seperti tanggapannya atas kesaksian Cohen, Trump berupaya keras menahan diri soal Kim Jong-un. Bicaranya tak berapi-api dan tanpa retorika. Tak ketinggalan, ia juga membela diri.

“Aku bisa saja menandatangani kesepakatan hari ini, lalu kalian akan mengatakan, ‘Ah, itu transaksi yang buruk’…Aku lebih baik melakukan dengan benar daripada buru-buru.” 

Donald Trump juga menyebut, meski negosiasi berlangsung tanpa hasil, hubungannya dengan Kim Jong-un tetap hangat. Pertemuan, kata dia, diakhiri dengan jabat tangan.

Di sisi lain, Trum tak berhasil mengurangi efek kejut kesaksian Michael Cohen dengan kegagalan negosiasinya dengan Kim Jong-un. Nobel Perdamaian yang ia harapkan pun kian jauh dari jangkauan.


Saksikan video menarik berikut ini: 

2 dari 3 halaman

Konsekuensi Mengkhawatirkan

“Welcome to Hanoi, city of peace” — kalimat itu terpampang di videotron yang berbaris di sisi jalan, dari bandara menuju pusat kota Hanoi. Bendera Amerika Serikat dan Korea Utara tersebar di sejumlah wilayah ibu kota Vietnam itu.

Sementara, gambar Kim Jong-un dan Donald Trump terpampang di kaos-kaos yang dijajakan untuk menyambut sebuah momentum penting: KTT AS-Korut yang memberi harapan damai di Semenanjung Korea.

Warga mencoba kaus bergambar wajah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di sebuah toko di Hanoi, Jumat (22/2). Pembuatan kaus itu menyambut KTT kedua AS-Korea Utara di Vietnam pada 27 Februari mendatang. (Nhac NGUYEN/AFP)

Namun, harapan itu tak terwujud. Kim Jong-un dan Donald Trump balik kanan ke negara masing-masing dengan tangan hampa, tanpa kesepakatan. Negosiasi gagal.

Donald Trump bersikukuh bahwa hubungannya dengan Kim Jong-un tetap baik. Ia juga yakin pihak Korut tak akan lagi melakukan uji coba senjata nuklir atau mengancam akan mengirimkan rudal ke negara lain. 

Belakangan, ia juga mengucapkan terima kasih pada tuan rumah atas sambutan hangat dan kemurahan hati Pemerintah Vietnam. Ucapan itu ia sampaikan lewat Twitter.

Lantas, bagaimana dengan Kim Jong-un? Rezim Korut belum mengeluarkan pernyataan apapun. 

“Kontribusi utama KTT AS-Korut kali ini adalah memperkuat fakta Kim tak punya niat untuk melepaskan kemampuan nuklirnya,” kata Cheon Seong Whun, seorang pejabat keamanan nasional dalam pemerintahan mantan Presiden Korea Selatan Park Geun Hye, seperti dikutip dari www.theatlantic.com. Diplomasi denuklirisasi, dia menambahkan, sudah mati. 

“Saya khawatir tentang konsekuensinya,” kata Jean H. Lee, seorang ahli Korea di Wilson Center, sebuah lembaga penelitian di Washington.

Ia menambahkan, situasi kian pelik pasca kegagalan tersebut. “Apakah kedua pemimpin dan tim mereka membuat langkah yang cukup baik untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, atau apakah kita akan menuju periode negosiasi yang macet — atau lebih buruk lagi, ketegangan — yang akan memberi Korea Utara lebih banyak waktu dan insentif untuk terus membangun program senjata mereka?,” tambah Lee. 

Kebuntuan negosiasi disayangkan oleh pihak Korea Selatan. “Sangat disesalkan mereka tidak dapat mencapai kesepakatan yang utuh”, kata Kim Eui-kyeom, juru bicara Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. 

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (dua kanan) dan sang istri Kim Jung-sook (kanan) foto bersama Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (dua kiri) dan sang istri Ri Sol Ju (kiri) di Gunung Paektu, Korea Utara, Kamis (20/9). (Pyongyang Press Corps Pool via AP)

“Namun, tampak jelas bahwa kedua belah pihak telah membuat kemajuan yang lebih signifikan dari sebelumnya.”

Yang lebih jelas lagi, kegagalan diplomasi Kim dan Trump berdampak langsung pada Korsel. Mata uang won melemah, bursa saham pun anjlok. 

Hubungan kian tak pasti

Guru Besar Hukum Internasional di Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menilai bahwa KTT yang berakhir tanpa hasil, membuat hubungan antara AS dan Korea Utara kembali tidak pasti.

Dia berpendapat bahwa meski masih ada optimisme tentang masa depan penyelesaian isu denuklirisasi, namun hasil KTT Vietnam tetap akan berdampak buruk bagi kedua belah pihak.

“Memang kedua pemimpin negara mengatakan hubungan mereka berjalan hangat, tapi kita tidak tahu apa yang dirasakan oleh para birokratnya. Apakah mereka akan tetap bersemangat untuk mengurusi hal ini?,” ujar Hikmahanto, menyayangkan gagal terwujudnya hitam di atas putih antara Donald Trump dan Kim Jong-un.

Hikmahanto juga berpendapat bahwa gagalnya pembicaraan di Hanoi akan turut memengaruhi kondisi ekonomi Korea Utara, yang telah berusaha untuk bangkit, melalui upaya meminta penghapusan sanksi internasional yang tegas dan keras.

“Salah satu yang masih menjadi tanda tanya besar adalah apakah benar pernyataan Donald Trump tentang potensi ekonomi Korea Utara, yang berkali-kali dia sebut di Hanoi. Jika memang begitu, apakah pemerintahannya mau berkompromi untuk mencabut sanksi, di mana Kim Jong-un menyatakan mau untuk mengusahakan denuklirisasi,” ujar Hikmahanto  saat dihubungi Liputan6.com pada Kamis (28/2/2019).

Sementara, Suzie Sudarman, pengamat kebijakan AS dari Universitas Indonesia menilai, KTT Vitenam dinilai tidak substantif, kaena cenderung bersifat lokal, antara Washington dan Pyongyang.

“Isu yang diangkat dalam pertemuan ini berdampak pada dunia internasional, yakni tentang denuklirisasi, sehingga pembahasan antara dua negara saja tidak cukup. Kalaupun misalnya (KTT Vietnam) berhasil, tentu dibutuhkan dukungan dari pihak ketiga yang berkompeten untuk mengawasinya, tidak bisa hanya oleh AS dan Korea Utara,” tambah dia. 

Suzie menambahkan bahwa tidak substantifnya pertemuan Trump-Kim, salah satunya, disebabkan oleh ketidakhadiran lembaga internasional yang berkompeten di tengah-tengahnya.

“Setidaknya diperlukan kehadiran IAEA (lembaga atom dunia) untuk mengawasi pembicaraan denuklirisasi, (sehingga) syukur-syukur bisa mencapai kesepakatan hitam di atas putih,” ujar Suzie.

Selain itu, masih menurut Suzie, apabila terjadi kesepakatan terkait denuklirisasi di Semenanjung Korea, diperlukan pula pembicaraan lanjutan dengan Rusia dan China, dua negara yang dikenal dengan Korea Utara.

Hal ini dimaksudkan agar tercipta keseimbangan dalam tindakan lanjut denuklirisasi. “Sehingga tidak semata-mata karena tuntutan AS, yang nyatanya sulit dipenuhi Korea Utara karena beberapa keterbatasan,” ujar Suzie.

3 dari 3 halaman

Kim Jong-un Wujudkan Ancaman?

Dua bulan sebelum KTT AS-Korut di Vietnam digelar, Kim Jong-un sejatinya sudah menyampaikan peringatan.

Dalam pidato Tahun Baru 2019, Kim Jong-un mengatakan tekadnya untuk denuklirisasi lengkap tetap tidak berubah, tetapi, dia mungkin harus mencari “cara baru” jika Amerika Serikat terus menuntut tindakan sepihak dari Korea Utara.

Duduk di kursi berlapis kulit, mengenakan jas hitam yang dipadu dasi abu-abu, Kim Jong-un mengatakan, bakal ada kemajuan yang lebih cepat dalam denuklirisasi jika Amerika Serikat mengambil tindakan yang sesuai –yakni dengan meringankan sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Korut.

Kim Jong-un menegaskan, Korea Utara mungkin tak akan punya pilihan lain selain mengeksplorasi ‘cara baru’ untuk melindungi kedaulatan, kepentingan, serta untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Tak jelas apa yang ia sebut sebagai ‘cara baru’ itu.

Kim Jong-un menambahkan, hal tersebut akan dilakukan, “jika Amerika Serikat salah membuat perhitungan atas kesabaran rakyat (Korut), memaksakan sesuatu kepada kita dan mengejar sanksi dan tekanan tanpa menepati janji yang dibuat di hadapan dunia,” kata dia seperti dikutip media pemerintah, Rodong Sinmun.

Seperti dikutip dari situs www.businessinsider.sg, ‘cara baru’ yang disebut Kim dalam pidato tahun barunya dikhawatirkan sebagai dimulainya kembali uji coba rudal nuklir — yang menurut Pyongyang telah berakhir April 2018 lalu. 

Pidato Kim bulan lalu juga bisa jadi mengisyaratkan perluasan 12 fasilitas senjata nuklir yang sudah ada di negara itu.

Sebelum KTT Vietnam, intelijen AS dan para ahli Korea Utara berulang kali memperingatkan bahwa Pyongyang tidak mungkin menyerahkan senjata nuklirnya secara utuh.

Sebuah laporan intelijen yang diterbitkan bulan lalu menegaskan kembali gagasan bahwa para pemimpin negara Korut memandang senjata nuklir sebagai hal penting bagi kelangsungan rezim.

Berbeda dengan Donald Trump yang langsung pulang ke Amerika Serikat naik Air Force One, Kim Jong-un dilaporkan tetap tinggal di Hanoi hingga Sabtu 2 Maret 2019. 

Ia akan menyempatkan diri berjalan-jalan dan bertemu dengan sejumlah pejabat Vietnam dalam apa yang ia sebut sebagai ‘kunjungan persahabatan’.

Dengan itu, Kim Jong-un mungkin berkesempatan untuk menunjukkan pada rakyatnya, juga pada dunia bahwa pertemuannya dengan Donald Trump adalah salah satu bagian dari kunjungannya. Bukan agenda tunggal.

Dan, dunia hanya bisa menanti apa yang akan dilakukan pemimpin muda Korut itu. Apakah ia akan bersabar atau mewujudkan ancamannya?