Teman Pinjam Uang, Beri Jangan? (2)

Jakarta – Ketika ada orang ingin pinjam duit, apalagi orang tersebut tidak terlalu dekat tapi juga tidak jauh, maka akan timbul kegalauan dalam diri kita.

Galau apakah layak orang ini diberi pinjaman. Galau apakah uang anda akan balik lagi? Dan banyak pertanyaan yang menghantui diri kita.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa pinjam meminjam bisa merusak hubungan pertemanan bahkan hubungan keluarga. Sering kita dengar bahwa orang yang diberi pinjaman jauh lebih galak ketika kita tagih.

Dalam artikel sebelumnya sudah dibahas 3 hal yang harus kita tanyakan ke diri kita sendiri sebelum memberikan pinjaman, yaitu:
1. Ada Tidak Duitnya?
2. Mengapa Kita Perlu Memberikan Pinjaman?
3. Untuk Apa?

Nah artikel kali ini akan membahas 2 hal lagi yang harus kita tanyakan ke diri kita sebelum memberikan pinjaman ke orang lain, apa itu?

4. Bagaimana Jika
Pada beberapa kasus, peminjam adalah orang yang menggampangkan. Kalangan ini, memandang orang yang dia pinjami, hidupnya enak. Padahal, demi kebutuhan keluarga dan uang yang dipinjamkan, peminjam bekerja jauh, menjalani kehidupan Long Distance Relationship (LDR), pulang bertemu keluarganya hanya sebulan bahkan setahun sekali.

Dalam hal pinjam untuk modal bisnis, Salah satu cara yang bisa dilakukan dalam memberi pinjaman adalah dengan, “bagaimana jika sharing modal saja.” Ingat untuk meminta proposal analisa usaha. Cara ini ibarat memberi kail, bukan ikan dan membuat orang lebih bertanggungjawab.

5. Kira-Kira Balik Nggak Ya Duitnya?
Pertanyaan yang sering muncul adalah, “balik gak ya duitnya jika aku kasih pinjam?” Jika yakin balik tepat pada waktunya sah-sah saja diambilkan dari dana yang sebenarnya dana terpakai namun tidak terlalu urgent, seperti dana sisa belanja, atau dana entertain pribadi, “uang laki-laki,” “uang perempuan.” Namun jika ada kekhawatiran bakal telat balikin, baiknya memang dari dana sisa yang benar-benar belum ada tujuan pakainya.

Bagaimana jika yakin gak bakal dibalikin? Biasanya orang tidak balikin ada 2 kategori, pertama karena memang tidak ada buat balikin, ia kategori butuh dibantu. Jangankan untuk balikin, meminjam itupun dia lakukan setelah berpikir beribu kali dan sudah menahan lapar berhari-hari.

Dalam kondisi ini, jangan diberi pinjaman, tapi berikan dana dari alokasi soisal, zakat jika masuk dalam 8 kategori penerima zakat, atau dana sedekah, sehingga ia tidak ada hukum pinjam meminjam namun, sedekah, pemberian atau hadiah.

Jika sekiranya tidak dibalikin, karena kategori kedua yaitu sengaja, tidak usah diberi pinjaman, daripada menghancurkan hubungan karena membuat suasana menjadi tidak nyaman. Tidak ditagih, nyatanya berutang, ditagih, galakan yang utang. Mengalami?

Pasti pernah mengalami deeeh. Makanya sebelum ngasih utang pastikan dulu keuangan anda sehat dan baik, jangan malah terganggu. Nah tau pasti sehat dan baiknya ke mana?

Cek di kelas atau workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami “Seputar Keuangan” atau klik di sini.

Di artikel berikutnya kita akan bahas seperti apa sih sebenarnya etika pinjam-meminjam yang bisa dilakukan dan dibenarkan? Yuk simak terus.

Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)

Ngabalin: Narasi Pidato Prabowo Buat Kekhawatiran untuk Masyarakat  

Liputan6.com, Jakarta – Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengomentari Pidato Kebangsaan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Ngabalin menilai pidato Prabowo membuat kekhawatiran bagi masyarakat Indonesia.

“Kenapa? Karena dari semua diksi dan narasi yang dipakai oleh Pak Prabowo itu membuat kekhawatiran dan kegoncangan bagi masyarakat Indonesia,” ujar Ngabalin di Kantor Staf Kepresidenan Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Ngabalin menegaskan, data-data yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya adalah berita bohong. Menurut dia, masyarakat tidak resah mendengar pidato Prabowo lantaran data yang disampaikan tak sesuai dengan fakta. 

“Hal yang paling mendasar yang sangat penting itu adalah berita-berita bohong, data-data yang tidak benar, data-data yang sampah yang dipakai Pak Prabowo itu membuat satu narasi cerita panjang yang hari ini Anda kan bisa lihat, masyarakat tidak memberikan tanggapan apa-apa,” jelas dia. 

Ngabalin mengaku, dirinya bertemu dengan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Pertemuan itu membahas pernyataan Prabowo yang menyebut sejumlah BUMN bangkrut.

“Jangan kebelet menggunakan data-data yang tidak benar, data-data yang bohong, data-data yang hoaks. Sayang kalau nanti rakyat itu gelisah karena mendengarkan pidato, (pidato) terbuka lho dari seorang calon presiden yang namanya Prabowo Subianto,” ucap Ngabalin.

2 dari 3 halaman

Bantah Pakai Data

Mantan Politikus Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengatakan, pemerintah tidak bisa melakukan perlawanan terhadap pidato Prabowo.

Kendati begitu, Ngabalin menuturkan pihaknya tengah menyusun data-data yang benar untuk mengklarifikasi pernyataan yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya. 

“Saya pikir ini pernyataan resmi yang saya bisa mempertanggung jawabkan itu dan untuk atas nama pemerintah. Karena tidak mungkin kami melakukan perlawanan. Kami hanya bisa memberikan data-data yang validitasnya, akurasi bisa dipertanggung jawabkan,” tutur Ngabalin.

“Apa yang telah dilakukan oleh Bapak Presiden selama 4 tahun mulai dari infrastruktur, mulai dari impor beras, garam, dan lain-lain,” imbuh dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Milan Bakal Lakukan Apa Saja Demi Kalahkan Juve

JeddahAC Milan bakal berhadapan dengan Juventus di Supercoppa Italia. Rossoneri akan melakukan apapun agar pulang dengan trofi.

Duel antara Milan dan Juventus bakal berlangsung di King Abdullah Sports City, Jeddah, Kamis (17/1/2019) dinihari WIB. Terakhir kali kedua tim bertemu di Supercoppa Italia pada 2016.

Milan saat itu menang lewat adu penalti, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 sampai extra time.

Bek Milan, Alessio Romagnoli, sudah siap menyambut laga ini. Dia juga mengatakan bahwa Rossoneri bakal melakukan apa saja demi memenangi pertandingan.
“Saya punya perasaan yang bagus. Sangat menyenangkan berada di sini bermain dalam kompetisi penting seperti ini. Kami sudah mempersiapkan dengan baik dan kami akan melakukan segalanya untuk menang,” kata Romagnoli seperti dikutip dari situs resmi Milan.

Milan sempat mengalami penurunan performa di bulan Desember 2018. Tim besutan Gennaro Gattuso menjalani lima laga beruntun tanpa kemenangan: tiga imbang dan dua kalah. Milan juga cuma mampu cetak satu gol dari lima laga.

Kondisi Milan mulai membaik pada pertandingan terakhir di 2018 dengan mengalahkan SPAL 2-1. Milan kembali menang di pertandingan pertamanya pada 2019 dengan mengalahkan Sampdoria 2-0 lewat extra time di 16 besar Coppa Italia.

“Ini (Supercoppa Italia) bisa menjadi titik balik musim kami. Kami tahu menghadapi salah satu tim terkuat di Eropa. Kami menghormati Juve, tetapi kami juga menyadari kualitas kami,” Romagnoli menambhakan.

“Karena itu, kami harus memastikan bahwa Milan menyusahkan mereka. Ini adalah pertandingan satu leg dan apa pun bisa terjadi,” tegasnya.

(ran/rin)


Drama Adu Penalti Kerap Hiasi Duel Juventus Vs AC Milan di Supercoppa Italia

Jakarta – Juventus dan AC Milan akan bentrok pada pertandingan Supercoppa Italia di King Abdullah Sports City, Jeddah, Rabu (16/1/2019). Laga ini menjadi pertemuan ketiga Juve dan Milan di Supercoppa Italia.

I Bianconeri dan I Rossoneri merupakan dua klub dengan koleksi trofi terbanyak di ajang yang telah berlangsung sejak 1988 ini. Juventus dan AC Milan tercatat tujuh kali menjuarai Supercoppa Italia.

Kedua klub berpeluang menambah koleksi trofi juara pada tahun ini. Juve berhak berlaga di Supercoppa Italia dengan status kampiun Serie A musim lalu. Sementara itu, AC Milan merupakan runner-up Coppa Italia, karena titel juara diraih oleh Juventus.

Sejauh ini, La Vecchia Signora dan Il Diavolo Rosso telah dua kali bertemu di Supercoppa Italia, yakni pada 2003 dan 2016. Dari dua pertemuan tersebut, Juventus dan AC Milan sama-sama saling mengalahkan.

Uniknya, kemenangan tersebut diraih lewat drama adu penalti. Kedua klub terpaksa melakoni babak tos-tosan, karena bermain sama kuat 1-1 selama 120 menit.

Pada pertandingan Supercoppa Italia 2003 yang berlangsung di Giants Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Juventus keluar sebagai juara setelah menang 5-3 atas AC Milan.

Sementara itu, dalam laga Supercoppa Italia 2016 di Jassim bin Hamad Stadium, Doha, Qatar, giliran Milan yang mengalahkan Juve lewat drama adu penalti dengan skor 4-3.

Lantas, apakah pertemuan ketiga Juventus versus AC Milan di Supercoppa Italia 2018 akan kembali berakhir dengan adu penalti? Layak untuk dinantikan.

Sumber: Berbagai sumber/Bola.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

Ramalan Musibah dari Kematian Arapaima di Batam

Batam – Kematian seekor ikan arapaima membuat kesedihan mendalam bagi Netty Herawati, Konservator Hutan dan Pengelola Kawasan Mata Kucing beserta petugas kawasan lainnya. Ikan arwana jenis arapaima gigas yang keempat mati terapung di kolam ikan kawasan hutan wisata itu pekan lalu.

Paima panggilannya, ikan endemik sungai Amazon berbobot kurang lebih 160 kilogram, berumur sekitar 15-20 tahun itu ditemukan oleh salah satu karyawannya yang sedang membersihkan kolam.

Kesedihan jelas terlihat dari wajah Netty ketika Batamnews.co.id mendatangi lokasi.

“Tiap hari saya berteman dengan mereka, tiap hari saya bertemu dengan mereka. Bagaimana saya enggak sedih. Tapi saya percaya pasti Tuhan punya rencana lain,” ucap Netty dengan suara parau habis menangis.

Netty melanjutkan, Paima sudah dirawatnya sejak ikan itu masih sepanjang 40 sentimeter. Ikan arapaima itu sudah sangat jinak dengannya beserta karyawan lain.

“Kami biasanya manggil Paima cukup dengan menyentak-nyentakkan kaki, dia langsung datang,” ujar Netty.

Netty sangat terpukul dengan kejadian ini, Paima sudah seperti keluarga bagi dia. Bahkan dulu, Paima sempat disuruh dibunuh oleh Dirjen Perikanan, sesuai arahan Menteri Perikanan dan Kelautan karena dianggap hama. “Tapi saya enggak mau, saya menolak,” kata Netty.

Sebelum Paima ditemukan mati, Netty bercerita dia sempat sakit terlebih dahulu. “Saya memang begitu, kalau ada hewan peliharaan saya yang mau mati, saya pasti sakit dulu. Kemarin itu saya sakit, tidur saja seharian di kamar,” kata Netty.

Tidak hanya Netty, salah seorang karyawannya pun merasa sangat terpukul dengan kematian Paima. “Saya dapat kabar pagi, padahal saya lagi libur. Saya langsung ke sini,” ucap Suci Triana Sitepu.

Lanjut Suci, Paima itu adalah ikan yang sangat baik. Walaupun hidupnya berdampingan dengan ikan lainnya, Paima tidak pernah memakan ikan lainnya itu.

“Bahkan kalau kita lagi ngasih makan ikan yang lain, dia itu mundur, mengalah. Dia enggak mau ganggu yang lain,” ungkap Suci.

Saking sayangnya mereka dengan ikan arapaima ini, Paima pun dimakamkan layaknya manusia, dimandikan, dikafani, dan dikuburkan serta didoakan.


Baca berita menarik lainnya dari Batamnews.co.id

2 dari 2 halaman

Mitos Kematian Arapaima

Kematian Paima, ikan arapaima gigas membuat Netty sedih. Ada uniknya, kematian ikan raksasa ini punya mitos tersendiri dalam kehidupannya. Apabila ikan ini ada yang mati, maka akan terjadi suatu peristiwa besar di daerah tempat ikan itu mati.

“Biasanya kalau ada kejadian seperti ini, bakalan ada kejadian besar di Batam,” ungkap Netty kepada Batamnews.co.id, pekan lalu.

Hal itu pernah dialaminya waktu ikan Araipama Gigas miliknya, dulu yang pernah dimilikinya juga mati beberapa tahun lalu.

Kejadian yang menggemparkan kala itu adalah mantan Gubernur Kepulauan Riau tahun 2004-2005 masuk penjara karena tersandung kasus korupsi. “Itu enggak lama waktu ikan yang kedua mati,” seloroh Netty.

Namun apa pun mitos yang dikait-kaitkan, tentunya Tuhan yang punya kuasa dan kehendak terkait dunia ini.

Netty tampak belum bangkit dari kehilangan hewan kesayangan yang unik dan langka yang biasa menghiasi kolam di hutan wisata mata kucing.


Simak video pilihan berikut ini:

Cerita di Balik Penemuan Jasad Wanita di Pemakaman Umum Serang

Liputan6.com, Serang – Wanita berinisial T (43) ditemukan tewas di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di kawasan Kelurahan Banjarsari, Serang, Banten, pada 10 Januari 2019. Warga sekitar pun heboh.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Polres Serang Kota, wanita T adalah korban pembunuhan. Korban diketahui merupakan ibu tiga orang anak. Penyelidikan pun dilakukan.

Polisi berhasil menangkap Anton (23), pria asal Cikeusik, Pandeglang yang mengomntrak rumah di Tambora, Jakarta Barat. Anton diduga kuat sebagai kekasih gelap korban dan pelaku pembunuhan.

Kasatreskrim Polres Serang Kota AKP Ifan Dittira mengatakan, pelaku berkenalan dengan korban di dalam angkot jurusan Pakupatan-Cikande, dan saling bertukar nomor handphone, pada Kamis, 3 Januari 2019.

Malamnya, Anton menggoda Tia dan janjian bertemu di Cikande Asem, Kabupaten Serang, pada Jumat, 4 Januari 2019. Keduanya lalu menaiki angkot menuju Serang Kota dan turun di lokasi kejadian.

Pelaku mengaku sempat bercinta dengan korban di makam. Usai berhubungan badan, pelaku Anton bicara jujur ke korban, bahwa dia tidak bekerja dan tinggal di kontrakkan.

Seketika korban marah, lantaran merasa tertipu dan sudah mau berhubungan intim. Anton tersinggung, kemudian mencekik dan membunuh korban.

“Korban berteriak marah. Pelaku panik dan pelaku mencekik korban. Mayat korban ditemukan dan di bagian leher terdapat tali tambang dan tangan di ikat oleh kain,” kata AKP Ifan Dittira, Selasa (15/01/2019).

Anton ditangkap pada 15 Januari 2019, pukul 02.00 WIB dini hari. Saat hendak ditangkap, Anton sempat melarikan diri. Timah panas pun bersarang di kaki kanannya.

“Kami lakukan pembuntutan sebelum ditangkap. Pelaku diancam pidana 20 tahun, dikenakan pasal 339 KUHAP,” jelasnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

HEADLINE: Shutdown Terlama dalam Sejarah AS, Ego Donald Trump Semata?

Liputan6.com, Washington, DC – Meja prasmanan disiapkan di Gedung Putih, aneka makanan ditata di atas nampan perak mewah, lilin-lilin panjang pun dinyalakan. Senin petang, 14 Januari 2019, Presiden Amerika Serikat Donald Trump siap menjamu tim Clemson University yang baru saja memenangkan ajang College Football Playoff National Championship.

Menurut Trump, makan malam saat itu bertema ‘Great American Food’.

Menunya terdiri atas 300 burger yang dipesan dari McDonald’s, Wendy’s dan Burger King’s; sejumlah piza; dan kentang goreng yang ‘naik kelas’ setelah ditempatkan di gelas-gelas kertas yang menyandang cap kepresidenan AS. Mangkuk-mangkuk perak mengkilat, yang berisi berbagai macam saus, diletakkan di tengah.

Satu-satunya makanan sehat yang ada di atas meja adalah salad sayuran, yang masih dikemas dalam wadah-wadah plastik transparan. 

Donald Trump menjamu tim Clemson Tigers dengan makanan cepat saji (AP Photo/Susan Walsh)

“Karena shutdown…kami keluar dan memesan makanan cepat saji ala Amerika. Aku yang bayar,” kata Donald Trump pada sejumlah reporter di State Dining Room, seperti dikutip dari BBC News, Selasa (15/1/2018).

“Ada piza, 300 hamburger, dan banyak kentang goreng, makanan favorit kita,” tambah sang miliarder nyentrik. Menurutnya, itu pilihan yang lebih baik ketimbang opsi lain, menghidangkan salad racikan ibu negara Melania Trump. 

Saat ditanya, apa makanan cepat saji favoritnya, Trump mengaku suka semuanya. Itu pilihan menu yang ‘patriotris’ — versi dia tentu saja.

“Selama buatan Amerika, saya suka. Ini semua adalah produk Amerika,” kata Trump.

Presiden AS Donald Trump menghidangkan makanan cepat saji di Gedung Putih , sebagai dampak dari penutupan sementara pemerintahan negeri itu (AP/Susan Walsh)

Belum jelas berapa duit yang dikeluarkan Trump untuk membayar orderan makanan cepat saji itu.

Ia mengaku tak ingin membatalkan acara makan malam hanya karena shutdown yang membuat para staf Gedung Putih dirumahkan atau dipaksa cuti.

Meski dengan menu seadanya, makan malam berjalan lancar. Satu per satu anggota tim Clemson Tigers yang berjas necis bergiliran mengambil hidangan. Menumpuk kotak karton berisi burger dan makanan lain di atas piring porselen putih.

Sejumlah warganet mengomentari reaksi para atlet saat melihat ke arah meja prasmanan. Ada yang memasang wajah lempeng, tersenyum, nyengir. Ekspresi wajah Matt Bockhorst, pemain bertahan, saat menumpuk dua Big Macs di piringnya pun memancing tanda tanya.

Matt Bockhorst kemudian merespons tanda tanya itu lewat akun Twitternya.

Sejumlah warganet juga membandingkan menu yang dihidangkan Donald Trump dengan pendahulunya.

“Presiden kita, @realDonaldTrump, yang paling luar biasa. Ia menyajikan McDonald’s dan Wendy’s untuk tim sepak bola Clemson. Sementara Obama pasti menyajikan salmon kukus dan asparagus untuk mereka!,” tulis pengguna Twitter, @RickySunnyvale1.

Para atlet yang berkunjung biasanya ditawari makan dari dapur Gedung Putih. Juru bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders mengatakan penutupan pemerintahan atau shutdown memaksa menu baru disajikan.

“Karena kubu Demokrat menolak untuk bernegosiasi tentang keamanan perbatasan, banyak staf di Gedung Putih cuti, sehingga presiden secara pribadi mengeluarkan uang untuk hidangan beberapa makanan cepat saji favorit semua orang,” kata dia seperti dikutip dari New York Times

Yang pasti, dampak kebijakan Donald Trump tak hanya berhenti hingga junk food yang ditata mewah untuk menjamu para tamu negara.

Tak hanya staf rumah tangga Gedung Putih, sekitar 800 ribu pekerja sektor publik terdampak shutdown. Mereka diminta cuti. Opsi lain, kerja tanpa dibayar.

Penutupan pemerintahan AS pernah terjadi pada masa lalu. Namun tak pernah sepanjang ini. Shutdown bermula pada 22 Desember 2018 dan telah berlangsung setidaknya selama 25 hari.

Shutdown kedua dalam pemerintahan Donald Trump — pertama terjadi Januari 2018 lalu — adalah yang terlama sepanjang sejarah Amerika Serikat.

Shutdown dipicu penolakan Donald Trump untuk menyetujui anggaran federal, kecuali jika menyertakan dana pembangunan tembok di sepanjang perbatasan Meksiko. Namun, House of Representatives (lower-chamber Kongres AS) yang dikuasai kubu Demokrat ogah meloloskan dana US$ 5,7 miliar yang diajukan pemerintah untuk membangun tembok perbatasan. 

Sekitar seperempat bagian pemerintah federal terus tutup. Entah sampai kapan. Sementara, sejumlah karyawan sektor penting seperti petugas lalu lintas udara dan agen Secret Service tetap bekerja tanpa menerima gaji hingga skema anggaran pengeluaran disepakati.

Saat menghadiri konvensi American Farm Bureau Federation di New Orleans, Senin 14 Januari 2019, Donald Trump berkoar akan memperjuangkan tembok perbatasan yang dijanjikannya sepanjang kampanye Pilpres AS.

“Jika alasannya untuk menjaga keamanan orang-orang Amerika, aku tidak akan pernah mundur,” kata dia di hadapan para petani yang juga ikut terpukul akibat shutdown. Mereka tak bisa mengakses informasi yang penting bagi pertanian, pinjaman dibekukan, pun dengan dana talangan yang dijanjikan. 

Presiden AS, Donald Trump berbincang saat melakukan perjalanan untuk melihat prototipe tembok perbatasan AS dan Meksiko di San Diego, Selasa (13/3). Tembok ini adalah perwujudan dari janji Trump pada kampanye presiden 2016 lalu. (AP/Evan Vucci)

Kebijakan anti-imigran Donald Trump juga membuat sektor pertanian kekurangan tenaga kerja. Yang mengejutkan, dalam pidatonya Trump berjanji akan membuat aturan yang lebih mudah bagi para imigran untuk datang ke AS. Untuk dipekerjakan di ladang. “Anda butuh orang-orang itu,” kata dia.

Sementara itu, di luar lokasi konvensi, ratusan demonstran menggelar aksi. Membawa poster berisi tuntutan dan patung Donald Trump berwarna emas, mereka berseru, “Lock him up” — Penjarakan dia. 


Saksikan video terkait Donald Trump berikut ini:

2 dari 3 halaman

Dampak Mengerikan

Tak ada yang tahu kapan penutupan pemerintah AS atau shutdown bakal berakhir. 

Donald Trump sejauh ini menolak saran untuk membuka kembali pemerintahan, selama setidaknya beberapa pekan, sementara negosiasi terus dilanjutkan dengan kubu Demokrat terkait pembangunan tembok perbatasan yang konon tak bisa ditembus.

Taipan properti itu juga menepis solusi penetapan kondisi darurat nasional untuk ‘potong kompas’, tetap membangun tembok perbatasan dengan dana darurat, tanpa persetujuan Kongres.

“Aku tak akan menetapkan kondisi darurat,” kata Trump pada Senin 14 Januari 2019 seperti dikutip dari situs woodtv.com. “Itu terlalu mudah, kita tidak harus melakukannya.”

Jajak pendapat yang dilakukan Washington Post-ABC News yang dipublikasikan pada 13 Januari 2019 menunjukkan, 54 persen warga AS menolak pembangunan tembok perbatasan, sementara 42 persen mendukungnya.

Sementara, 87 persen kubu Republik mendukung pembangunan tembok tersebut, sementara di kubu Demokrat, 84 persen menolaknya.

Dan, Donald Trump bersikukuh tak akan mundur. Di sisi lain kubu Demokrat bergeming. Deadlock. Buntu. Seminggu terakhir berlalu tanpa negosiasi apapun. 

Dampak shutdown pun kian menyulitkan warga AS. Sektor penerbangan kena dampaknya. 

Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport, salah satu bandara tersibuk di AS, mengingatkan calon penumpang untuk menyediakan waktu tiga jam untuk pemeriksaan keamanan.

Penyebabnya, kebanyakan staf badan keamanan transportasi AS atau Transportation Security Administration, yang harus bekerja tanpa dibayar selama shutdown, memilih tak datang ke tempat kerja.

Seperti dikutip dari Business Insider, karena antrean yang panjang, banyak penumpang ketinggalan pesawat.

Sementara itu, kekacauan terjadi di penjara federal dengan keamanan tingkat tinggi di Manhattan, negara bagian New York.

Sejumlah tahanan mogok makan sejak Senin 14 Januari 2019, setelah jadwal kunjungan keluarga dibatalkan pekan lalu dengan alasan kekurangan staf. Penjara dengan nama resmi Metropolitan Correctional Center (MCC) adalah salah satu pusat penahanan terpenting dalam sistem penjara federal AS, yang menampung sekitar 800 tahanan, demikian dikutip dari New York Times pada Selasa (15/1/2019).

Sejumlah tahanan teroris, penjahat kerah putih, dan bahkan raja narkoba asal Meksiko, El Chapo pernah jadi penghuninya.

Di sisi lain, keluarga sipir penjara pun merana akibat shutdown. “Aku harus mencemaskan bahan bakar mobil, resep obat yang harus ditebus,” kata Carol Hall, seperti dikutip dari situs wctv.tv. “Aku juga harus mengkhawatirkan pasta gigi, tisu toilet, makanan, barang-barang kebutuhan harian.”

Hall mengaku, alasan ia berbagi kisah adalah agar orang-orang memahami bahwa shutdown tak hanya memengaruhi para pegawai federal, tapi juga keluarga mereka.

Warga sipil pun ikut kena getahnya. Terutama mereka yang tak mampu secara finansial. Misalnya, penutupan pemerintahan membuat 38 juta warga Amerika tak bisa mendapatkan kupon makan.

Sektor bisnis ikut terpukul. CEO Delta Air Lines, Ed Bastian mengaku, shutdown akan mengurangi pendapatan maskapainya sekitar US$ 25 juta bulan ini.

Sejumlah pemangku kepentingan di AS, yang ada di Washington DC hingga Wall Street membayangkan skenario mengerikan jika penutupan sebagian pemerintah AS — yang sudah memecahkan rekor terlama sepanjang sejarah — akan berlangsung hingga musim semi atau bahkan lebih lama lagi.

Di luar dampak langsungnya terhadap bisnis, para ekonom mengatakan, shutdown mengancam mengguncang kepercayaan konsumen dan mengurangi penjualan ritel, terutama karena pekerja dan kontraktor federal yang tidak dibayar berhenti mengeluarkan uang untuk kendaraan, rumah, hingga hiburan. Banyak sektor usaha bakal terpukul.

Hambat Penegakan Hukum

Petugas imigrasi AS melakukan razia imigan gelap ke 100 toko 7-Eleven (AP)

Shutdown yang telah berlangsung selama 25 hari terbukti menghambat upaya penegakan hukum di seluruh pemerintah federal. Juga menghentikan inspeksi pembangkit listrik dan sumur minyak, memperlambat penyelidikan kasus penipuan keuangan dan audit pajak, menghambat investigasi kecelakaan pesawat dan bahkan menunda penyelidikan dalam kasus privasi Facebook.

Seperti dikutip dari Politico, pelatihan bagi para jaksa yang menangani kasus pornografi anak dan penjualan narkoba online terpaksa dihentikan.

Departemen Kehakiman juga merumahkan sebagian besar hakim administratifnya, yang bertugas menegakkan hukum imigrasi. Dan, Komisi Komunikasi Federal tidak bisa menanggapi keluhan konsumen, misalnya tentang robocall.

Para penegak hukum yang seharusnya menyelidiki kasus polusi, bahaya keselamatan, dan ancaman lainnya duduk di rumah alih-alih menangani kasus yang mengancam orang banyak.

Aksi Simpati

Di sisi lain, shutdown memicu aksi solidaritas. Sebuah kelompok bantuan bencana yang didirikan oleh koki selebritas José Andrés menyatakan akan menawarkan makanan gratis kepada para pegawai pemerintah di Washington DC.

Sebelumnya, petugas pengawas aviasi dan lalu lintas udara (air-traffic controller) di Kanada mengirim ratusan boks piza ke rekan mereka di Amerika Serikat (AS), yang tetap bekerja di tengah kondisi penutupan sementara pemerintah federal. 

Lebih dari 70 anggota Kongres Amerika Serikat juga menolak menerima gaji atau menyumbangkannya ke badan amal untuk membantu pekerja federal yang tidak menerima gaji.

Sembilan dari 15 kementerian tingkat kabinet tidak mendapat pendanaan selama government shutdown, mengakibatkan pegawainya tidak menerima upah.

Tetapi, gerakan amal (dan secara politis cerdas) itu tampaknya belum menyebar ke pejabat Gedung Putih atau anggota kabinet Trump.

Situs Quartz menghubungi lembaga kementerian dan badan di kabinet Trump, serta kantor wakil presiden dan kantor pers Gedung Putih dalam beberapa hari terakhir, untuk menanyakan apakah pejabat Trump, wakil presiden atau presiden sendiri membuat sumbangan amal selama shutdown.

Sejauh ini, tidak ada satu pun dari total 20 lembaga yang dihubungi oleh Quartz mengikuti jejak langkah anggota Kongres AS yang menyumbangkan gajinya.

Anggota kabinet pemerintahan Presiden Donald Trump adalah salah satu yang terkaya dalam sejarah Amerika Serikat. Mulai dari Menteri Keuangan Steven Mnuchin yang punya usaha produksi film di Hollywood; Menteri Pendidikan Betsy DeVos yang adalah miliarder (dalam dolar AS); hingga penasihat kepresidenan Ivanka Trump dan Jared Kushner, anak dan menantu Trump yang masing-masing mengelola bisnis sendiri.

Kabinet Trump punya sejarah memberikan gaji mereka untuk kepentingan donasi, dengan DeVos pernah mendonasikannya ke sebuah penggalangan amal dan sang presiden sendiri berjanji untuk memberikan seluruh upahnya senilai US$ 400.000 per tahun (Rp 5,6 miliar) ke badan amal.

Tapi, kantor pers Gedung Putih tidak segera menanggapi pertanyaan tentang sumbangan lebih lanjut yang mungkin Trump atau DeVos berikan kepada pekerja federal selama government shutdown.

Wakil Presiden Mike Pence menghasilkan US$ 230.700 per tahun. Dan kantornya juga tidak merespons selama beberapa hari tentang apakah dia menolak menerima gaji atau menyumbangkan gaji ke badan amal selama shutdown.

3 dari 3 halaman

Ego Donald Trump?

Donald Trump sedang bertaruh. Di satu sisi, ia sedang berupaya memenuhi janji kampanyenya untuk membangun tembok perbatasan yang tak bisa ditembus. Di sisi lain, ia akan kena dampaknya. 

Ketika shutdown justru bikin masalah dan bikin banyak orang susah, ia pun dipersalahkan. 

Washington Post-ABC News menggelar jajak pendapat terhadap 788 responden warga AS yang dilakukan pada 8 – 11 Januari 2019, dengan margin of error 4,5 persen.

Survei itu mengawali jajak dengan mengajukan pertanyan inti: “Menurut Anda, siapa yang paling bertanggung jawab atas situasi ini?”

Hasilnya, 53 persen orang AS mengatakan kepada jajak pendapat bahwa mereka menyalahkan Presiden Trump dan fraksi Partai Republik di Kongres AS, demikian seperti dikutip dari USA Today, Senin (14/1/2019).

Level penerimaan bersih (net approval rating) Donald Trump pun melorot dari  -10 poin menjadi -14 poin, demikian dikutip dari CNN pada Selasa 15 Januari 2015.

Apakah Donald Trump layak dipersalahkan?

Mengomentari penutupan pemerintahan di AS, pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah mengatakan bahwa “drama” di Negeri Paman Sam tersebut tak lain dan tak bukan disebabkan oleh ‘ego’ Presiden Donald Trump.

“Egonya besar sekali kelihatan sejak awal ia berkuasa,” jelas Rezasyah.”Saya melihat ini seperti menonton episode The Apprentice, dengan Trump mengambil keputusan dengan cepat dan keras namun tak melihat dampak buruknya bagi dalam negeri sendiri.”

(Government shutdown) ini sudah mendapat banyak keluhan dari aparatur di dalam negeri dan kedutaan besar AS di luar negeri. Meski layanan visa buka, pegawai kedutaan yang notabenenya karyawan Kementerian Luar Negeri AS ikut terdampak shutwdown karena lembaga pusat mereka kena. Ini mempersulit hal-hal seperti keimigrasian, antrean panjang, aturan jam kerja semakin tidak menentu.”

Menurut dia, sudah terlalu banyak keruwetan yang dibuat oleh Trump lewat shutdown. “Dan Donald Trump, memasuki shutdown hari ke-25 tidak menunjukkan akan mengalah. Sikap ia yang seperti ini menunjukkan bahwa dirinya bukan negarawan, tapi politikus yang terbiasa menang-kalah atas usulannya,” jelas Rezasyah.

Trump telah berulang kali berjanji untuk menolak negosiasi rancangan undang-undang yang awalnya didukung oleh kedua belah pihak untuk membuka kembali pemerintah, tanpa dana untuk temboknya, The Guardian melaporkan.

House of Representatives fraksi Partai Demokrat berencana untuk memperkenalkan paket RUU untuk membuka kembali pemerintah.

Fox News melaporkan, sudah ada pertemuan di Gedung Putih pada Rabu 2 Januari 2019 lalu antara Trump dan dua pemimpin teratas dari setiap partai dari masing-masing kamar (House of Representative dan Senat) untuk membahas negosiasi paket RUU itu dan kebuntuan terkait government shutdown.

Rencana anggota DPR fraksi Demokrat mencakup satu RUU untuk mendanai Kementerian Keamanan Dalam Negeri sesuai anggaran normal hingga 8 Februari –dengan sekitar US$ 1,3 miliar dialokasikan untuk keamanan perbatasan. Tapi, paket itu belum termasuk uang senilai US$ 5 miliar untuk membangun tembok yang diinginkan presiden di perbatasan AS-Meksiko.

Juru bicara pemimpin fraksi Republik di Senat AS, Mitch McConnell telah menjelaskan bahwa Senat tidak akan menyetujui RUU itu jika Presiden Donald Trump tidak mendukungnya. Namun, McConnell sendiri masih bungkam terhadap situasi shutdown –atau dinilai berlindung untuk menghindari sorotan yang selama ini menyasar kepada sang Presiden.

“Trump tidak berpikir tentang sustainibility atau keberhasilannya bertahan dalam memerintah. Perspektifnya winner takes all. Kalau aku kalah, semua harus kalah,” kata Rezasyah.

“Jika ia terus melanjutkan sikapnya yang seperti ini, kepercayaan masyarakat terhadap Trump bisa semakin menyusut,” lanjut dosen Universitas Padjajaran itu.

Sementara itu, Presiden Donald Trump juga telah memutar otak untuk mencari sumber pendanaan lain agar temboknya tetap dibangun, yakni “dengan Meksiko yang membayarnya.”

Trump mengatakan bahwa pemerintahannya akan mengejar paket kesepakatan perdagangan baru dengan Meksiko, sebagai cara tidak langsung agar Negeri Aztec membiayai pembangunan tembok di perbatasan –suatu opsi yang memungkinkan menurut analis, terlepas apakah Mexico City akan menyetujuinya atau tidak.

“Trump juga memaksakan agar tembok itu turut dibayar oleh Meksiko … tapi itu adalah sebuah penghinaan terhadap Meksiko. Keputusan seperti ini bukan sesuatu hal yang dilakukan secara sepihak seperti Trump saat ini, namun, lebih melalui sharing. Tapi Trump tidak melakukan hal itu,” jelas Teuku Rezasyah.

“Dan beberapa lembaga pemerintahan AS memandang ada yang tidak konstitusional dari pembangunan tembok itu di perbatasan, dan oleh karenanya Partai Demokrat mungkin menolak menyetujui pembiayaan.

“Kemudian Trump terus memaksakan hal tersebut menunjukkan egonya yang semakin besar.

“Kita tinggal tunggu saja siapa yang akan menggerakkannya atau menginisiatifkan impeachment ini, apakah Kongres atau penegak hukum lewat penyelidikan soal Rusia.”

Namun, Rezasyah menampik jika shutdown ini akan menjadi instabilitas besar bagi sistem demokrasi di AS.

“Mereka sudah berdemokrasi sejak lama, sudah stabil dan matang. Sekarang, hanya jangan sampai Trump mencegah agar kepemimpinannya justru goyah akibat egonya sendiri seperti shutdown atau mendadak terjadi masalah lain yang tak terduga selama penutupan pemerintahan.”

Namun, jika shutdown terus terjadi, menurut Teuku Rezasyah, approval rating Trump mungkin akan turun. Dan, dengan semakin dekatnya Pilpres AS 2020, Trump mungkin tidak akan dipilih kembali oleh internal Republik untuk mewakili mereka dalam pencalonan presiden AS periode 2020 – 2024.

“Partai Republik juga terlihat agak pasif dalam shutdown ini ya. Dengan penutupan yang terus berlarut, mungkin akan ada kemungkinan bahwa Republik akan mengharapkan Trump mengendurkan egonya.”

The Guardian, pada 13 Januari 2019 melaporkan bahwa beberapa anggota Partai Republik yang berhaluan moderat tampaknya mulai goyah dengan shutdown yang berlarut-larut –sesuatu hal yang kemudian ditanggapi sinis oleh politisi Partai Demokrat di Senat AS.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, Senator AS fraksi Partai Demokrat dari Negara Bagian Connecticut, Chris Murphy mengatakan “ini sudah menjadi penutupan paling bodoh yang pernah ada”.

“Satu-satunya alasan shutdown adalah karena Presiden Trump menginginkannya seperti itu,” katanya. 

Sementara itu, menurut S&P Global Ratings, shutdown telah membebani ekonomi AS senilai US$ 3,6 miliar. Dan jika shutdown terus berlangsung untuk dua pekan lagi, nominal itu akan melampaui total anggaran yang diajukan Trump untuk membangun temboknya di perbatasan yakni sebesar US$ 5 miliar.


Hasil yang Dipetik dari Pilpres AS

Donald Trump berpidato di hadapan para pendukungnya di New York Hilton Midtown, New York, AS (9/11). Trump langsung menyampaikan pidato kemenangannya setelah meraih kemenangan di electoral vote pada Pilpres AS. (PHOTO / Timothy A. CLARY)

Sementara itu, pengamat Amerika Serikat dari Universitas Indonesia Suzie Sudarman mengatakan bahwa shutdown yang terjadi di AS saat ini merupakan “hasil yang dipetik dari Pilpres AS 2016”.

“Ini adalah contoh di mana ideologi AS diwujudkan, mereka yang memilih Trump maka mereka pula-lah yang merasakan kebijakannya yang in-sensitif kepada warganya sendiri,” nilai Suzie menggarisbawahi shutdown yang menyebabkan 800.000 pegawai federal AS tidak digaji atau terpaksa dirumahkan.

“Trump adalah orang yang akan melakukan apa saja untuk mewujudkan apa yang ia inginkan. Sulit diprediksi ke depannya akan seperti apa melihat rekam jejaknya selama ini. Tapi egonya yang besar mungkin akan membuatnya terus melanjutkan shutdown dengan mengabaikan para pekerja federal yang mungkin tidak menerima gaji.”

Menurut Suzie, ini adalah kali pertama di mana selama shutdown, baik pemerintah eksekutif dan legislatif tidak bernegosiasi secara signifikan untuk menyelesaikan penutupan pemerintahan.

“Pada shutdown era Obama, baik Gedung Putih dan Kongres saling bertemu untuk menemukan jalan tengah agar mencapai kompromi,” jelas Suzie, mereferensi penutupan pada 1-17 Oktober 2013 disebabkan ketika House of Representatives (lower-chamber Kongres) dari fraksi Partai Republik menawarkan resolusi berkelanjutan yang bertujuan menunda atau menggunduli Undang-Undang Perawatan Terjangkau, yang dikenal sebagai Obamacare.

“Tapi pada era Trump, negosiasi dan kompromi seperti itu tidak ada, dengan masing-masing kukuh dengan keinginannya. Terutama Donald Trump dengan pembangunan temboknya.”

Tangkal Perpecahan, Mahfud MD Gagas Gerakan Suluh Kebangsaan

Surabaya – Situasi nasional menjelang pemilu 17 April 2019 semakin memanas. Berangkat dari hal itu, beberapa tokoh nasional yang dimotori Mahfud MD kemudian mencetuskan Gerakan Suluh Kebangsaan. Dari gerakan ini, ia menyerukan agar masyarakat memaknai pemilu sebagai pesta demokrasi yang menyenangkan bukan sebaliknya.

“Gerakan ini berangkat dari keprihatinan melihat perkembangan kebangsaan kita menjelang pesta politik tahun 2019 apa keprihatinan itu. Pemilu itu kan pesta kalau pesta Harusnya kan menyenangkan tidak ada pesta itu susah tidak ada namanya pesta itu berantem bertengkar,” kata Mahfud saat berbincang-bincang dengan puluhan awak media di Surabaya, Selasa (15/1/2019).

Mahfud melanjutkan, jika pemilu dimulai dengan pertengkaran maka kemungkinan besar akan juga menghasilkan yang tidak baik. Karena sejatinya pemilu itu memilih pemimpin.

“Silakan mencari pemimpin bersama, silakan dicari calon yang terbaik. Tapi setelah pemilu selesai maka pemimpin itu akan menjadi pemimpin bersama. Pemilu itu hanya 5 tahun sekali. Sedangkan kita bersaudara untuk selamanya,” ujarnya.

Gerakan Suluh Kebangsaan yang dimotori Mahfud MD dan tokoh-tokoh nasional akan mengadakan jelajah kebangsaan. Jelajah itu meliputi hampir seluruh kota-kota besar di Indonesia.

“Rombongan kami akan mengunjungi kota-kota besar. Yogyakarta sudah, Jakarta sudah dan besok Surabaya. Sesudah itu akan ke Medan, Makassar Pekanbaru dan sebagainya untuk berkeliling menyampaikan seruan-seruan di setiap kota,” kata Mahfud.

“Topiknya akan berbeda-beda dari kota ke kota. Kita akan lebih menyapa masyarakat ke bawah di setiap kota yang disinggahi,” lanjutnya.

Sedangkan untuk di Pulau Jawa, Gerakan Suluh Kebangsaan akan mengadakan Jelajah Kebangsaan pada tanggal 23 sampai 29 Januari 2019. Acara perjalanan itu akan dilakukan dengan naik kereta api dari Merak sampai Banyuwangi.

“Di stasiun-stasiun tertentu kita akan turun bertemu dengan rakyat dan mendatangkan tokoh-tokoh lokal misalnya kami berangkat dari Merak siapa di situ tokoh lokalnya lalu kita bertemu dan diskusi dalam suasana kebersamaan,” beber mantan Ketua MK itu.
(rvk/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ma’ruf Amin Tak Ikut Jokowi Bertemu Ketum Parpol, Ini Alasannya

Jakarta

Cawapres Ma’ruf Amin tidak ikut hadir dalam pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama ketum parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) mengungkapkan, pertemuan hanya membahas evaluasi apa yang sudah dilakukan pemerintahan Jokowi-JK.

“Ini pada dasarnya melakukan evaluasi terhadap apa yang sudah dilakukan. Bukan khusus pertemuan mengenai persiapan debat nanti tanggal 17 Januari, ada pertemuan lagi yang berbicara debat secara khusus, tapi memang ini adalah pertemuan evaluasi terhadap apa yang sudah dilakukan pemerintah,” kata Rommy usai rapat bersama Jokowi di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019).

Rommy mengungkapkan, pertemuan ketum parpol KIK bersama Ma’ruf Amin pasti penting. Namun pertemuan tersebut dilakukan di lain waktu. Pertemuan menurutnya hanya melakukan koreksi atas apa yang sudah dilakukan pemerintah dalam 4 tahun terakhir.

“Kita melakukan koreksi, melakukan self correction terhadap apa yang sudah dilakukan pemerintah, apa yang masih perlu diperbaiki, dan kemudian mana keluhan-keluhan masyarakat yang masih merupakan PR untuk pemerintahan ini terlepas dari persoalan mau debat, mau Pilpres lagi atau tidak,” ujarnya.

Rommy mengungkapkan, masing-masing pimpinan partai politik sudah turun ke lapangan dan menerima berbagai masukan yang beragam dari masyarakat.

“Termasuk bagaimana misalnya menyelesaikan probloem-problem dari pegawai-pegawai honorer apakah itu guru, bagaimana menangani ojek online dan juga termasuk bagaimana melakukan percepatan penanganan gempa di NTB, di Sulawesi Tengah. Uang yang sudah masuk mengapa itu kemudian masih belum bisa dicairkan dan seterusnya,” tuturnya.

“Itu kita bahas sampai detil dan presiden memberikan apresiasi penuh terhadap apa-apa yang sudah kita sampaikan. Jadi pendek kata penyampaian itu merata. Sampai terorisme pun tadi kita melakukan (pembahasan),” lanjutnya.

Meski rapat tersebut tidak spesifik membahas persiapan debat, namun rapat tersebut juga membahas berbagai masalah hukum, HAM, korupsi, dan terorisme, yang juga merupakan tema debat pertama capres-cawapres 17 Januari mendatang. Rommy pum menegaskan Jokowi-Ma’ruf siap menghadapi debat nanti.

“Saya bisa memastikan Koalisi Indonesia Kerja termasuk Pak Jokowi dan Pak Kiai Ma’ruf Amin lebih dari siap untuk debat tanggal 17 Januari yang akan datang, dengan kekuatan yang penuh dengan kesadaran yang prima, dengan pengetahuan yang paripurna dan juga dengan bahan yang sangat memadai dari apa yang sudah disampaikan,” imbuhnya.


(nvl/fdn) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Persiapan Debat Capres, Ketum Partai Koalisi Sampai Jusuf Kalla Jadi Pembisik Jokowi

Liputan6.com, Jakarta – Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan pimpinan partai koalisi menjelang debat perdana. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menerima masukan dari para ketua umum partai.

“Salah satunya membahas persiapan debat yaitu masukan, biasalah. Ketua-ketua partai kan memberikan masukan segala,” ujar Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir usai makan malam bersama, Selasa (15/1/2019).

Erick mengungkap, tak hanya para ketua umum menjadi pembisik Jokowi untuk hadapi debat. Dia mengaku bertemu secara pribadi dengan Wapres Jusuf Kalla untuk meminta masukan.

“Seperti waktu itu secara pribadi pun, saya datang ke Pak Jusuf Kalla waktu itu salah satunya meminta masukan terkait debat,” katanya.

Soal apa yang menjadi masukan sendiri, Erick enggan mengungkap. Menurutnya tak jadi kejutan jika dibocorkan.

“Ya banyak kalau diceritain gak seru dong,” katanya.

Terpisah, Anggota Dewan Penasehat Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, M Romahurmuziy mengatakan banyak pembisik Jokowi. Termasuk para ahli dan pakar.

“Ya banyak, ahlinya yang kompeten dalam bidangnya lah saya ga bisa sampaikan itu,” kata Ketum PPP itu di tempat yang sama.

2 dari 3 halaman

Masukan Debat

Sementara, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, mengatakan, partainya sudah memberikan masukan kepada calon presiden petahana Jokowi terkait debat perdana 17 Januari 2019.

“Kami sudah kasih masukan. Dari TKN (Tim Kampanye Nasional) ada beberapa dari Golkar yang jadi narsum. Kalau dibocorkan enggak bagus,” ucap Airlangga di lokasi, Selasa (15/1/2019).

Dia menegaskan, pertemuan hari ini, yang dibahas progres dari masing-masing parpol. Juga kegiatan TKN dan TKD.

“Tentu berikutnya isu-isu yang akan samakan persepsi dalam kampanye ke depan. Terutama dalam menopang Pilpres. Karena masing-masing parpol ada isu sendiri yang nanti akan dibuat lebih berbasis regional masing-masing dan akan menunjang Pilpres. Tentu nanti ada pembagian konsentrasi dari parpol di wilayah tertentu Itu salah satu yang dibahas,” ungkap Airlangga.

Dia menegaskan, untuk debat sendiri, semuanya diserahkan ke pihak TKN. Termasuk juga yang menyiapkan untuk Ma’ruf Amin.

“Semua sudah disiapkan. Ada dari TKN. Tentu semua persiapan debat sudah disiapkan,” pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: