Pemilu Israel Digelar, Netanyahu Bertarung Melawan Eks Kepala Militer

Tel Aviv – Pemilihan umum digelar hari ini di Israel untuk memilih perdana menteri (PM) baru di negara Yahudi tersebut. Warga Israel akan memutuskan apakah akan tetap memilih petahana PM Benjamin Netanyahu meski dijerat berbagai tuduhan korupsi atau menggantinya dengan seorang bekas kepala militer yang baru di dunia politik.

Bekas kepala militer Benny Gantz (59) menantang Netanyahu dengan membangga-banggakan kredensial keamanannya serta berjanji akan memperbaiki kerusakan yang menurutnya, telah ditimbulkan akibat politik perpecahan yang dilakukan Netanyahu.

Sementara Netanyahu berjanji akan menganeksasi wilayah-wilayah permukiman di Tepi Barat jika dirinya kembali terpilih sebagai PM.

Saat kampanyenya, Netanyahu juga kerap menekankan pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan mengakui kedaulatan Israel atas Lembah Golan.

“Siapa lagi yang bisa melakukan ini? Siapa yang bisa melakukan ini. Ayoklah jujur,” ujar Netanyahu dalam wawancara dengan situs berita lokal, Arutz Sheva. dan dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/4/2019).

Jika Netanyahu memenangi pemilu ini, dia bisa mengalahkan David Ben-Gurion sebagai PM Israel yang paling lama menjabat. Netanyahu telah menjadi PM Israel selama lebih dari 13 tahun.

Namun jika dia menang, dia pun terancam untuk menjadi PM Israel pertama yang divonis saat masih menjabat. Jaksa Agung Israel telah mengumumkan bahwa dirinya akan mendakwa Netanyahu akan penyuapan, penggelapan dan pelanggaran kepercayaan. Netanyahu tidak diharuskan mundur jika terbukti bersalah, kecuali jika dia telah melakukan banding dan tetap dinyatakan bersalah.
(ita/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bertarung untuk (Tidak) Menang

Liputan6.com, Jakarta Dalam dunia olahraga, judul di atas boleh jadi terasa ganjil. Namun di tinju profesional, hal seperti ini justru jamak ditemukan. Bergelut dalam dunia yang menggabungkan olahraga dan hiburan, petinju profesional ibarat artis yang dibayar lewat perannya di atas ring. 

Floyd Mayweather Jr, salah seorang petinju terbaik dunia bahkan pernah berkata,”Saya bertanding bukan untuk sebuah pengakuan. Saya bertanding untuk cek. Saya ada di sini untuk berbisnis.” Ini menggambarkan kalau bayaran merupakan prioritas Mayweather Jr. 

Hingga pensiun Mayweather Jr tidak pernah kalah dan pernah menjadi juara dunia di lima kelas berbeda. Pria kelahiran Michigan itu juga tercatat sebagai salah satu atlet terkaya di dunia. Dalam sekali bertanding melawan Manny Pacquiao di Las Vegas, empat tahun lalu, Mayweather Jr pernah menerima bayaran sebesar 300 juta dolar atau Rp 3,8 triliun.

Di Indonesia, tinju juga pernah populer seperti halnya sepak bola dan bulu tangkis. Prestasi yang diraih petinju profesional di pentas dunia membuat olahraga adu jotos ini terkenal.

Di era 80-an, publik tentu mengenal sosok Ellyas Pical. Pria asal Saparua itu merupakan petinju Indonesia pertama yang meraih gelar juara dunia dari ring tinju . Tiga kali petinju kidal itu menyandang sabuk juara dunia kelas Bantam Yunior versi IBF. 

Elly tidak hanya terkenal lewat olahraga ini. Kehidupannya juga berubah. Bayaran yang diterima dari setiap pertandingan mengubahnya menjadi salah satu atlet elite Tanah Air.

Di era yang sama juga muncul nama Nico Thomas. Petinju kelahiran Ambon, 10 Juni 1966 tersebut merebut gelar juara dunia kelas terbang mini versi WBA pada 17 Juni 1989. Setelah Nico, menyusul generasi Muhamad Rachman, Chris John, hingga Daud ‘Cino’ Yordan.

Namun dunia tinju profesional bukan urusan gelar semata. Bayaran menjadi daya pikat yang membuat orang-orang rela baku pukul di atas ring. Sebab dalam tinju profesional, tidak hanya pemenang, petinju yang kalah juga tetap dapat bayaran.

Budiman Sudjatmiko Bicara Soal Bertarung Tanpa Jurus Mabuk

Jakarta – Politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko bicara soal bertarung tanpa jurus mabuk. Pernyataan Budiman itu menanggapi netizen yang mengomentari Andi Arief soal polemik ambulans.

Awalnya, Andi Arief mencuit ‘serangan’ ke Budiman yang mengkritik Rocky Gerung dan Said Didu karena aksi naik ambulans untuk menghadiri diskusi di Jember, Jawa Timur. Andi menilai Budiman tampak bodoh membahas soal ambulans.

Budiman tak langsung menyambar ‘serangan’ Andi Arief tersebut. Dia hanya menanggapi seorang netizen dengan nama akun @CarolinElvani memberi pembelaan.

“Bung, urine Anda saja terbukti consume narkoba.. coba berkaca sendiri di rutan sana.! bang @budimandjatmiko itu sahabat Anda yang sedang berada pada jalan kebenaran, untuk tanah air ini,” cuit @CarolinElvani membela Budiman, seperti dilihat detikcom, Sabtu (9/3/2019).

Budiman lantas menanggapi akun @CarolinElvani. Di cuitannya itu, Budiman bicara soal bertarung tanpa jurus mabuk.

“Saya di jalan kebenaran? Kita lihat saja..mungkin jika mereka menang pemilu, jalan yang saya sedang lalui ini adalah jalan kejahatan. Apapun tafsir mereka nantinya, bagiku ini Jalan Pedang. Artinya saya tetap bertarung (tapi tanpa jurus Dewa Mabuk)” timpal Budiman menanggapi akun @CarolinElvani.

Budiman juga sesekali me-retweet netizen yang membelanya saat diserang Andi Aries soal ambulans.

Sebelumnya, Budiman memang ikut mengomentari aksi Rocky Gerung dan Said Didu naik ambulans untuk menghadiri sebuah acara diskusi di Jember. Dia menyesalkan kejadian tersebut.

“Mayat lebih pantas pakai ambulans dari pada pejabat. Apalagi penjahat…,” cuitnya lewat akun @budimandjatmiko.
(idn/hri)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kronologi 4 Warga Riau Bertarung Melepaskan Terkaman Harimau

Liputan6.com, Pekanbaru – Seorang warga Desa Pungkat, Mardian, selamat dari terkaman Harimau Sumatera ketika mencari kayu di kawasan hutan Sungai Rawa, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Namun kini korban masih kritis karena luka serius di bagian kepala dan punggungnya.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Ronny mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terkait serangan harimau itu.

Kemudian personel di Polsek Gaung juga diperintahkan memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Warga untuk sementara dilarang beraktivitas di hutan mencari kayu, jangan sampai ada korban lagi,” kata Christian, Minggu (3/3/2019).

Menurut Christian, korban dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan. Pihaknya juga sudah meminta keterangan kepada rekan korban yang menyaksikan penyerangan pada Sabtu siang, 2 Maret 2019 itu.

Terpisah, Humas BKSDA Riau Dian Indriati menyebutkan, tim sudah turun ke lokasi dan mencari jejak-jejak satwa buas yang menyerang Mardian.

Meski begitu, Dian belum bisa memastikan apakah yang menyerang Mardian itu adalah harimau. “Masih dilakukan identifikasi, jadi belum tahu apakah itu memang harimau atau beruang atau satwa buas lainnya,” ucap Dian.

2 dari 2 halaman

Keroyok Harimau

Sementara dari laporan yang diterima Christian, kejadian bermula ketika korban bersama rekannya Bujang, Nahar, dan Edi masuk ke hutan itu mencari kayu. Mereka terpisah-pisah meski jaraknya tak jauh.

Sekitar pukul 13.00 WIB, Nahar dan Bujang mendengar teriakan minta tolong dari arah Mardian. Keduanya lalu bergegas ke lokasi Mardian dan melihat temannya itu tengah menyelamatkan diri dari terkaman harimau.

Korban Nahar lalu bergegas pergi mencari bantuan, sementara Bujang ikut membantu Mardian melepaskan diri dari terkaman satwa belang itu. Meski satwa itu sudah dikeroyok, Mardian belum bisa melepaskan diri.

Tak lama kemudian, datang Nahar membawa Edi, lalu beramai-ramai melepaskan Mardian dari cengkeraman. Mardian mulai kehabisan tenaga dan lemas karena terkaman di bagian kepala dan cakar harimau di punggungnya.

“Semuanya menggunakan tangan kosong saat melawan harimau itu,” kata Christian.

Dengan sisa tenaga yang ada, akhirnya Mardian bangkit dan menendang harimau hingga terpental. Dengan sigap rekan-rekannya tadi langsung melarikan Mardian ke arah sungai, lalu masuk ke sampan bermesin Robin.

“Ada sekitar lima jam perjalanan pulang ke Desa Pungkat. Sampai di desa korban lalu dirawat klinik setempat hingga dirujuk ke RSUD Puri Husada, Tembilahan,” ucap Christian.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Jokowi Minta TKD Gorontalo Luruskan Fitnah dan Isu Hoaks

Liputan6.com, Gorontalo – Calon presiden petahana, Joko Widodo atau Jokowi meminta Tim Kampanye Daerah (TKD) Gorontalo tak lagi menggelar pertemuan-pertemuan formal.

TKD disarankan untuk memperbanyak kampanye dari rumah ke rumah atau langsung bertatapan dengan warga dalam rangka menjelaskan visi misi calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Sampaikan mengenai visi kita, program kita,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada TKD Gorontalo di Hotel Maqna Gorontalo, Kamis 28 Februari 2019.

Selain itu, Jokowi meminta TKD Gorontalo meluruskan fitnah yang beredar bahwa jika dirinya kembali terpilih sebagai Presiden maka azan tak bisa lagi dikumandangkan di Tanah Air. Demikian dengan fitnah lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang disebut-sebut bakal dilegalkan oleh Jokowi.

Counter mengenai isu-isu, fitnah-fitnah yang merugikan kita baik elektabiltas capres cawapres agar masyarakat betul-betul mengerti,” ujarnya.

Lebih lanjut, TKD Gorontalo didorong untuk memaparkan kepada masyarakat sejumlah keberhasilan pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla dalam bidang infrastruktur.

2 dari 3 halaman

Kawal Suara

Jokowi mengatakan, seluruh kader dan caleg partai pendukung Jokowi-Amin maupun relawan juga harus bergerak cepat mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya di Pilpres 2019.

Khusus untuk pemilih lanjut usia, kata dia, TKD Gorontalo perlu memberikan pemahaman lebih agar mereka mengenal siapa capres dan cawapres yang bertarung di Pemilu kali ini.

“Dan tentu saja jangan lupa yang jadi saksi tetap mengawasi, mengawal suara itu. Jangan sampai hilang satu suara pun dari perjalanan TPS ke atas, ke atas. Betul-betul dikontrol, awasi, cek, apakah sesuai dengan angka yang kita dapatkan di TPS,” sambung Jokowi.


Reporter: Titin Suprihatin

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kepa Arrizabalaga Tetap Dipercaya Jadi Kiper Utama Chelsea

Jakarta – Kepa Arrizabalaga tetap akan menjadi kiper utama Chelsea. Hal itu dipastikan dengan pernyataan sang manajer, Maurizio Sarri.

Meski demikian, Sarri mengklaim keputusan membangkucadangkan Kepa Arrizabalaga saat mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0, Kamis (28/2/2019), merupakan langkah tepat. 

Kepa tak diturunkan sebagai starter sebagai imbas insiden pada final Piala Liga Inggris kontra Manchester City akhir pekan lalu. Saat itu, Kepa menolak diganti oleh Sarri. Chelsea akhirnya kalah lewat adu penalti dengan skor 3-4. 

Kepa mendapat hukuman denda dari Chelsea senilai satu pekan gajinya. Dia kemudian dibangkucadangkan oleh Sarri pada derby London.   

“Kepa melakukan kesalahan besar. Dia sudah membayar ke klub dan kemudian juga harus membayar kesalahannya ke tim,” kata Sarri setelah pertandingan, seperti dilansir Four Four Two.

“Saya rasa sekarang kami harus berhenti. Kepa mulai besok akan bersama kami,” ujar Sarri.  

Sarri juga mengatakan Kepa, yang dibeli dari Atletico Bilbao pada musim panas lalu, masih menjadi pilihan pertamanya di Chelsea. Namun, dia akan berbagi tugas dengan Willy Cabalero pada dua laga berikutnya, yaitu melawan Dynamo Kiev dan lawatan ke Fulham. 

“Saya tak tahu apakah dia Kepa Arrizabalaga akan berada di lapangan pada pertandingan berikutnya. Tapi satu dalam dua pertandingan berikutnya itu pasti,” imbuh Sarri mengenai rencananya soal Kepa.  


2 dari 2 halaman

Pertarungan Posisi Keempat

Di luar polemik Kepa, Sarri mengaku sangat lega dengan poin penuh yang diraih atas Tottenham Hotspur. Kans Chelsea finis di zona Liga Champions masih terjaga meskipun kini bercokol di peringkat keenam.    

“Hasil malam ini sangat penting karena kami bertarung memperebutkan posisi empat besar,” ujar Sarri. 

“Saya tak tahu, tapi dengan hasil ini mungkin kami bisa menyertakan Tottenham dalam persaingan (posisi empat besar). Gap sangat besar, tujuh poin, tapi kami masih punya satu pertandingan (di tangan),” imbuh Sarri. 

Cerita Gondangdia: Menjadi Saksi Juara Proliga

Liputan6.com, Yogyakarta – Akhir pekan kemarin, Liputan6.com mendapatkan kesempatan menjadi saksi dalam perebutan gelar juara Proliga 2019. Berbeda dengan musim-musim sebelumnya, tahun ini laga grand final kompetisi bola voli di Tanah Air itu berlangsung dua hari.

Untuk perebutan gelar juara Proliga di bagian putri, digelar pada 23 Februari 2019. Sedangkan untuk putra, dimainkan sehari kemudian. Kedua laga bergengsi itu dimainkan di GOR Among Rogo, Yogyakarta.

Menahan rasa kantuk dan lelah lantaran belum tidur serta usai bekerja shift sore, saya berangkat ke Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, pukul 02.45. Memakan waktu sekitar 30 menit, saya sudah tiba di terminal tiga.

Setelah tiket di tangan, saya langsung menuju gate 23 untuk naik pesawat yang mengantar saya ke Yogyakarta. Butuh waktu hampir 15 menit lebih bagi saya untuk mencapai gate 23 dengan berjalan kaki secara perlahan.

Duduk di ruang tunggu, saya menunggu kedatangan Chris, humas BNI yang mengundang saya untuk menyasikkan laga grand final. Seperti diketahui, tim putra BNI 46 lolos ke grand final sementara putrinya akan memperebutkan gelar juara ketiga.

Pukul 04.32, ada pesan WA ke telepon seluler saya. “Ak br sampe mas… Wait yaa,” kata Chris dengan ditambah emoji senyum. Tapi ditunggu-tunggu hingga saya masuk ke dalam pesawat, batang hidung Chris pun tak kelihatan.

Saya duduk di kursi 32J. Dugaan kuat saya, Chris duduk di kursi 32K. Sebab sepanjang perjalanan ke Yogyakarta, kursi yang dekat jendela itu kosong tidak berpenumpang.

Setiba di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, saya masih menunggu Chris sebelum ke luar pintu kedatangan. Pukul 06.41 WIB, Chris kembali mengirimkan pesan WA kepada saya. Bunyinya: “Mas bogi, punten maaf td aku ketinggalan check in. Mas br landing ya?”

Dalam pesan berikutnya, Chris memberi saya nomor sopir yang akan mengantarkan saya ke hotel dan GOR Among Rogo. Saya pun menuju hotel untuk rehat sebentar sebelum menyaksikan grand final Proliga 2019.

Tiba di GOR Among Rogo pukul 12.00 WIB, saya langsung menyaksikan laga perebutan posisi ketiga antara putri BNI 46 dan Bandung Bank BJB Pakuan. GOR berkapasitas sekitar 5.000 penonton itu tidak terlalu penuh. Namun, hal itu menyurutkan ketegangan di lapangan.

Sempat dua set menyaksikan dari pinggir lapangan, saya memutuskan pindah ke ruang media untuk mempersiapkan laporan hasil pertandingan tersebut. Ternyata, suasana di dalam ruang media jauh lebih panas dibandingkan lapangan. Sebab, AC di ruangan mati.

Saya pun terpaksa beberapa kali berhenti menulis hanya untuk sekadar berkipas-kipas dengan kertas lantaran sangat gerah. Hasil laporan pun segera saya kirim lewat email begitu BNI 46 dipastikan merebut tempat ketiga.

Memasuki perebutan gelar juara pertama, yakni Jakarta Pertamina Energi melawan Jakarta PGN Popsivo Polwan, suasana di ruang media semakin panas. Kaos saya kuyub. Bahkan, saya harus membuka kaos hingga ke leher karena saking panasnya.

Tak peduli di sebelah saya ada reporter wanita dari salah satu stasiun televisi yang menyaksikan pertandingan melalui layar monitor dengan live streaming. Bahkan, kami juga terlibat percakapan. “Wah bang skornya 2-2, gimana ini,” ucapnya. Saya menjawab: “Popsivo yang akan juara.”

Dia kembali bertanya. “Kok bisa?”. “Karena mental pemain Pertamina sudah jatuh, kamu lihat aja nanti,” jawab saya kembali.

Benar prediksi saya. Popsivo menang 15-21 di set kelima dan menjadi juara Proliga usai mengalahkan Pertamina dengan skor 3-2.

2 dari 3 halaman

Bertaruh dengan Aprilia Manganang

Usai mengirimkan hasil pertandingan, saya kembali ke lapangan. Saya pun menghampiri Aprilia Manganang, pemain Pospivo yang menjadi bintang di laga grand final.

Sambil bersalaman, saya bilang kepadanya: “Kamu raih MVP (gelar pemain terbaik)”. April tak percaya. Dia menjagokan rekan setimnya, Amalia Fajrina, yang akan memenangkan penghargaan individu bergengsi tersebut.

Bahkan, dia mengajak saya bertaruh, walau tidak disebutkan taruhannya apa. “Salaman ya,” ucap April sebagai tanda setuju taruhan.

Tidak lama berselang, nama April pun disebut sebagai peraih MVP Proliga 2019. Dia pun berlonjak girang dan maju ke depan untuk menerima penghargaan tersebut.

Ini adalah kali ketiga April memenangkan MVP Proliga. Sebelumnya, pevoli kelahiran Tahuna, Sulawesi Utara, 27 April 1992, tersebut pernah meraihnya pada Proliga 2016 dan 2017.

“Ini untuk Popsivo. Ini kali pertama aku membela Popsivo dan aku meraih MVP serta juara Proliga,” ucap April yang menerima hadiah uang tunai sebesar Rp 10 juta sebagai MVP Proliga 2019.

3 dari 3 halaman

Penonton Kepanasan

Grand final putra Proliga 2019 baru akan digelar pukul 15.00 WIB, namun para penonton sudah memasuki GOR Among Rogo, Yogyakarta sekitar 4 jam sebelumnya. Sebab, mereka juga ingin menyaksikan perebutan tempat ketiga antara Palembang Bank Sumsel Babel dan Jakarta Pertamina Energi.

Tetapi belum juga laga dimulai, suasana panas sudah menyelimuti penonton. Bukan karena persaingan dalam mendukung tim yang tampil. Namun, karena cuaca panas yang ada di dalam gor.

“Baju saya sudah basah, padahal pertandingan belum mulai. Mana tidak bawa baju pengganti,” kata salah satu penonton lewat pesan di WA Volimania. Kipas angin dan AC di sejumlah titik ternyata tidak mampu mengurangi suhu panas di dalam GOR. 

Saya yang tiba di GOR Among Rogo sekitar pukul 12.10 WIB, menyaksikan jumlah penonton jauh lebih banyak dari laga grand final sehari sebelumnya. Tak hanya di tribun, kelas VIP pun penuh dengan penonton.

Bahkan, jatah kursi untuk para wartawan yang meliput pun diduduki para penonton kelas VIP. Alhasil, saya terpaksa berdiri di pinggir lapangan dengan penonton VIP yang tidak ke bagian tempat duduk.

Setelah set pertama, saya memutuskan melanjutkan menonton laga grand final Jakarta BNI 46 melawan Surabaya Bhayangkara Samator di ruang media melalui siaran live streaming. Tidak seperti hari sebelumnya, AC kali ini sudah hidup sehingga ruangan tak terlalu panas.

Usai bertarung selama 4 set, Samator sukses mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan BNI 46 dengan skor 3-1 (23-25, 25-20, 26-24, dan 25-17). Momen mengharukan pun terjadi usai pertandingan.

Setter BNI 46 Aji Maulana terlihat tampak sedih karena gagal membawa timnya juara. Ia terlihat dihibur sang istri, Nandita Ayu, pemain Jakarta Pertamina Energi yang sehari sebelumnya juga kalah di grand final dari Jakarta PGN Popsivo Polwan.

Nandita terlihat menghapus air mata Aji. Momen ini merupakan satu dari banyak drama yang terjadi di grand final Proliga 2019. Semoga saya bisa menyaksikan drama-drama berikutnya di grand final Proliga pada masa mendatang.



Dominan di Tes MotoGP, Vinales Keluhkan Satu Hal Ini di Motor Yamaha

Losail- Maverick Vinales memang sukses menguasai tes MotoGP di sirkuit Losail Qatar. Meski begitu, pembalap Monster Energy Yamaha itu masih keluhkan tidak adanya akselerasi di motor YZR-M1 yang jadi tunggangannya.

Vinales menyambut seri pertama MotoGP 2019 dengan percaya diri. Dia tampil dominan pada tes pramusim MotoGP 2019 dengan selalu mencatat waktu lap terbaik dalam tiga hari tes di Sirkuit Losail, Qatar, 23-25 Februari.

Bahkan dia menyebut motor terbaru yang ditungganginya merupakan yang terbaik sejak kedatangannya ke Yamaha. Namun, dia meyakini modal Yamaha belum cukup siap untuk naik podium utama di MotoGP dengan performa seperti itu. 

“Yang pertama kami perlu meningkatkan akselerasi dan setelah itu kami baru siap,” kata Vinales, seperti dilansir Motorsport, Selasa (26/2/2019). 

“Balapan pertama akan sangat penting bagi, terutama untuk melihat apakah kami dapat memenangi batas grip. Jika ingin bertarung untuk menang kami butuh lebih banyak grip,” kata Maverick Vinales. 

2 dari 2 halaman

Kelebihan Yamaha

Pembalap yang kini memakai nomor 12 itu juga membeberkan beberapa kemajuan di motor baru Yamaha. 

“Kami banyak berkembang di sisi decelaration, jadi saya bisa membuat waktu lap. Bahkan di Tikungan 1, jika kami kehilangan 10 km/jam, saya masih tetap cepat. Alasannya karena saya bisa dekat di tikungan, serta bisa tetap punya kecepatan kencang sepanjang tikungan,” beber Vinales.  

“Di area itu kami banyak berkembang dibanding tahun lalu. Di sisi akselerasi kami masih ketinggalan dibanding kompetitor. Jadi kami masih harus berusaha,” imbuh Vinales. 

Real Madrid vs Barcelona: Los Blancos Tak Pernah Takut kepada Messi

Liputan6.com, Madrid – Pelatih Real Madrid, Santiago Solari menegaskan, anak asuhnya tidak gentar dengan bintang Barcelona, Lionel Messi jelang leg kedua semfinal Copa Del Rey di Estadio Santiago Bernabeu, Rabu (27/2/2019) atau Kamis dini hari WIB.

Messi tercatat sebagai pemain aktif Barcelona yang paling banyak menghadapi Real Madrid. Dia sudah terlibat dalam laga bertajuk El Clasico dalam 39 pertandingan.

Pemain Timnas Argentina itu juga tercatat sebagai top scorer El Clasico. Dia sudah mencetak 26 gol ke gawang Real Madrid.

“Kata-kata itu (takut dengan Messi) tidak ada dalam kamus mereka yang bertanding dalam sepak bola. Kami menikmati jalannya kompetisi, kami akan memberikan jiwa dan raga kami setiap hari.”

“Kami masuk ke lapangan untuk bertarung guna memenangkan setiap pertandingan. Perspektif kami adalah menikmatinya,” ucap Solari, seperti dikutip dari situs resmi Real Madrid.

2 dari 3 halaman

Catatan Minus Messi

Meski top scorer Barcelona di ajang El Clasico, seorang Messi tetap saja punya catatan minus. Pemain berusia 31 tahun itu tak mampu mencetak gol ke gawang Real Madrid di ajang El Clasico.

Bahkan, pada semifinal leg pertama Copa Del Rey, 7 Februari lalu, Lionel Messi tak amin akibat cedera. Namun pada leg kedua nanti, Messi dipastikan bermain.

3 dari 3 halaman

Statistik Messi

Berikut statistik Lionel Messi di ajang El Clasico:

Main: 39

Gol: 26

Hat-trick: 2

Assist: 14

Saksikan video pilihan berikut ini:

200 Kuda Beraksi di Festival Pasola Sumba

Liputan6.com, Sumba Barat – Sebanyak 200 ekor kuda meramaikan acara festival Pasola yang digelar di Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa 26 Februari 2019.

Warga yang memiliki kuda ikut dalam tradisi yang dilakukan setelah pemanggilan Nyale (caing laut) oleh para Rato.

“Kegiatan Pasola ini kan merupakan acara satu tahun sekali di Wanokaka. Karena itu, bagi mereka pemilik kuda, bertarung di arena pasola adalah sebuah kewajiban,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat, Charles Herman Weru, dilansir Antara.

“Mereka sudah terbiasa dalam acara Pasola sehingga akan menjadi hal biasa buat mereka,” imbuh dia.

Wanokaka adalah salah satu desa terpencil dan terpelosok yang berjarak sekitar 70-an kilometer dari Kota Waikabubak, ibu kota Kabupaten Sumba Barat.

Menurut Charles, berkat Pasola, desa terpencil itu kini dikenal banyak orang bahkan sampai ke seluruh penjuru dunia lewat para wisatawan mancanegara yang sempat menyaksikan acara Pasola di Wanokaka.

Pelaksanaan Pasola sendiri, kata dia, sangat berkaitan dengan hasil panenan yang akan didapat oleh warga di Kecamatan Wanokaka.

Hal tersebut juga diakui oleh Rato atau imam besar dari Kepercayaan Merapu yakni Rato Waigali Mawu Hapu.

Menurut dia jika dalam kegiatan Pasola ada yang menjadi korban seperti mengalami kecelakaan saat ditombak maka akan memberikan hasil yang baik bagi hasil pertanian di daerah itu.

“Itu adalah kepercayaan kami. Namun keperayaan itu perlahan-lahan mulai memudar karena perkembangan zaman. Biasanya akan ada tumbal jika ada Pasola, tetapi itu sudah terjadi pada puluhan tahun yang lampau,” ujarnya.

Namun, kata dia, peserta Pasola adalah masyarakat yang memang punya keinginan sendiri untuk turun bertarung di arena Pasola, karena masyarakat Wanokaka tak mau kehilangan budayanya.

Saksikan video pilihan berikut ini: