Pihak OSO Yakin Polisi Segera Tuntaskan Laporan Terhadap KPU

Jakarta – Pengacara Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) Dodi Abdul Kadir meyakini Polda Metro Jaya segera menuntaskan laporan pihaknya terhadap pihak KPU. Menurutnya, ada kewajiban penyidik menyelesaikan suatu kasus dengan segera.

“Kalau dari pihak kami, kami yakin Polda akan lakukan sesuai ketentuan prinsip hukum bahwa pelaksanaan hukum harus cepat, sederhana dan segera. Nggak mungkin suatu persoalan diulur-ulur, kami yakin itu, karena ada kewajiban bagi penyidik untuk menyelesaikan proses hukum sesegera mungkin,” kata Dodi saat dihubungi, Sabtu (16/2/2019).

Hal tersebut disampaikan Dodi saat ditanya tentang kelanjutan pemeriksaan terhadap pihak KPU yang disebut Polisi bakal diagendakan seusai Pilpres 2019. Dia mengaku yakin polisi bakal bersikap adil dengan memperhatikan seluruh kepentingan.
“Saya yakin Polda Metro Jaya tentunya akan melakukan proses hukum yang berkeadilan. Tentunya dalam berkeadilan ini memperhatikan juga seluruh kepentingan, baik kepentingan KPU maupun juga kepentingan pelaksanaan Pemilu 2019. Karena pelaksanaan Pemilu 2019 ini memerlukan suatu kepastian hukum, agar hasilnya benar-benar bisa menjamin adanya pemerintahan yang sah ke depan yang tidak ada potensi untuk dipermasalahkan,” tuturnya.

Sebelumnya, pihak OSO melaporkan pihak KPU ke Polda Metro Jaya pada Rabu (16/1) dengan tanda bukti lapor bernomor TBL/334/1/2019/PMJ/Dit.Reskrimum. Pihak terlapor ialah Ketua KPU Arief Budiman beserta komisioner lainnya, yakni Hasyim Asy’ari, Ilham Saputra, dan Pramono Ubaid.

OSO melaporkan KPU dengan tuduhan tidak melaksanakan perintah UU/putusan PTUN dan Bawaslu dengan Pasal 421 KUHP juncto Pasal 216 ayat (1). Polisi pun telah memeriksa Arief Budiman dan Pramono Ubaid Thantowi pada 29 Januari 2019, namun belum ada kelanjutan pemeriksaan saksi lagi setelah itu.

Polisi kemudian menyatakan pemeriksaan pihak KPU diagendakan usai Pilpres 2019. “Setelah Pilpres selesai,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/2).
(haf/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Tegaskan Tak Tersinggung Cuitan ‘Presiden Baru’ CEO Bukalapak

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak tersinggung atas cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky yang menyebut ‘Presiden baru’. Dia menyatakan tak marah ke Zaky.

“Tadi sudah bertemu dan saya tidak ada perasaan apa-apa terhadap Mas Zaky. Sudah tiap hari ketemu,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019).

Hal ini disampaikan Jokowi setelah bertemu Zaky pada pagi ini. Jokowi menegaskan, mendukung penuh kreativitas anak muda Indonesia, termasuk Zaky. Apalagi, Bukalapak menjadi salah satu Unicorn di Indonesia.
“Kita ini, kita semuanya ini harus mendorong anak-anak muda yang memiliki inovasi, yang memiliki kreativitas. Kita juga ingin mendorong UMKM kita dari offline supaya masuk ke marketplace, online system,” kata Jokowi.

“Sehingga lagi kita harus juga mendorong unicorn-unicorn Indonesia agar juga memiliki ruang untuk berkompetisi dengan negara-negara lain,” imbuhnya.

Inti cuitan Zaky mengenai ‘Presiden baru’ karena ia menyinggung bujet riset dan pengembangan (R&D) Indonesia. Zaky menyebut omong kosong industri 4.0 jika bujet R&D Indonesia masih USD 2 miliar yang dinilainya rendah dibanding negara lain.

Cuitan Zaky itu sebenarnya sudah dihapus. Namun karena sudah terlanjur viral, muncul pula gerakan tagar uninstallbukalapak di lini masa Twitter.

Jokowi pun enggan cuitan Zaky tersebut jadi polemik. “Tadi kan sudah saya sampaikan. Kita harus bersikap bijak dan matang dalam bertindak,” kata Jokowi.
(dkp/haf)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi: Hentikan Gerakan Uninstall Bukalapak

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta seluruh pihak untuk menghentikan gerakan uninstall Bukalapak.com. Menurut dia, masyarakat justru harus mendorong anak-anak muda yang memiliki kreativitas dan inovasi.

Hal ini dikatakan Jokowi usai bertemu CEO Bukapalak Achmad Zaky di Istana Merdeka Jakarta, Sabtu (16/2/2019). Gerakan #UninstallBukalapak ini muncul dan menjadi trending di Twitter, usai Zaky menyinggung ‘presiden baru’ saat membahas revolusi industri 4.0.

“Kita harus bijak dalam bersikap, matang dalam bersikap dalam setiap peristiwa apapun. Sebab itu saya ajak hari ini untuk hentikan, untuk setop (gerakan) uninstall Bukalapak. Karena kita harus dorong anak-anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas untuk maju,” ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku tak marah kepada Zaky terkait cuitannya yang ramai diperbincangkan. Jokowi pun mengajak agar semua pihak dewasa dalam bersikap.

“Tadi sudah bertemu dan saya tidak ada perasaan apa-apa terhadap Mas Zaky. Sudah tiap hari ketemu,” ucapnya.

2 dari 2 halaman

Minta Maaf

Sebelumnya, CEO Bukalapak Achmad Zaky menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Merdeka, Sabtu (16/2/2019). Zaky mengaku, secara pribadi meminta maaf kepada Jokowi serta meluruskan cuitannya tentang ‘presiden baru’ dalam pertemuan itu.

“Tadi saya mengucapkan terima kasih kepada bapak presiden yang sudah meluangkan waktunya untuk bertemu dengan saya mengundang saya. Secara pribadi, saya tadi mengucapkan minta maaf kepada bapak dan meluruskan juga yang kemarin,” kata Zaky usai bertemi Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (16/2/3019).

Pertemuan antara CEO Bukalapak itu dan Jokowi berlangsung terutup dari awak media. Jokowi turut didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Koordinator Staf Khusus Kepresidenan Teten Masduki.

Menurut Zaky, dalam pertemuan itu, dirinya bersama Jokowi juga membahas tentang rancangan pemerintah membuat Indonesia maju. Menurut dia, pemerintah telah memiliki rencana untuk membuat Indonesia maju dengan berbasis inovasi.

“Kita akan support juga dan komitmen juga dari sisi Bukalapak. Poinnya adalah bagaimana membuat Indonesia maju,” ucap CEO Bukalapak Achmad Zaky.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Debat Kedua, Prabowo Ditantang Bicara Subtansi Tanpa Gimmick

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Johnny G Plate memperingatkan capres 02 Prabowo Subianto tidak menampilkan joget-joget di panggung debat capres. Dia mengajak mantan Danjen Kopassus itu bicara substansi saat menghadapi calon petahana Jokowi.

“Kalau diulangi dengan gaya menari-nari, ngomong yang umum atau pijet maka debatnya enggak substansif, ke perasaan. Ini debat kontestasi gagasan apa kontestasi perasaan,” ujar Johnny di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019).

Johnny menuturkan debat ini menjadi penting untuk mengambil hati pemilih yang belum menentukan. Maka itu, dia berharap keduanya saling lempar gagasan dalam debat capres tersebut.

Sekjen Nasdem itu mengimbau, Prabowo tidak menampilkan gimmick selama debat. Ditambah, pernyataan-pernyataan yang saling kontradiktif.

Senada dengan Johnny, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Hasto Kristiyanto menuturkan, panggung debat capres adalah podium rakyat. Sehingga tidak pantas menampilkan tari-tarian.

“Ini adalah podium rakyat, podium menyampaikan gagasan terbaik untuk bangsa dan negara. Podium tanpa tarian tapi podium dengan gagasan,” kata Sekjen PDIP itu.

2 dari 2 halaman

Menguji Emosi

Sementara itu, Pengamat politik dari Habibie Center, Bawono Kumoro menilai momentum debat ini kesempatan Prabowo bisa menahan emosi saat berhadapan satu lawan satu dengan Jokowi. Sebab, Prabowo tertolong dengan kehadiran cawapres Sandiaga Uno yang mengerem emosi dengan pijatan. Sehingga tak menjadi blunder besar.

Namun, pada debat kedua bertema pangan, infrastruktur, energi, sumber daya alam dan lingkungan hidup, cawapres tidak tampil. Bawono mengatakan publik bakal menunggu Prabowo yang tidak bersikap emosional.

“Apakah mantan pangkostrad tersebut dapat menghadapi Joko Widodo dengan sikap relatif cool dan tenang dalam merespons hal-hal disampaikan oleh petahana nanti,” katanya.


Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Tertinggal 0-2, Schmeichel: MU Bisa Balikkan Keadaan

Liputan6.com, Manchester – Kiper legendaris Peter Schmeichel menilai peluang Manchester United (MU) menyingkirkan Paris-Saint Germain (PSG) pada babak 16 besar Liga Champions tetap terbuka.

MU dalam posisi terjepit setelah tumbang 0-2 di kandang sendiri, Selasa (12/2/2019). Akibatnya, mereka mesti menang dengan selisih tiga gol saat menyambangi markas PSG pada 6 Maret mendatang.

Perjuangan The Red Devils bertambah berat dengan sanksi disiplin Paul Pogba, plus cedera yang menimpa Jesse Lingard dan Anthony Martial.

Menyikapi kondisi tesebut, banyak menilai pertandingan di Parc des Princes hanya sebatas formalitas. MU diminta mengalihkan konsentrasi ke Liga Inggris dan Piala FA.

MU kalah kelas dari PSG. Mereka tidak mungkin menyelamatkan diri,” kata Gary Neville.

2 dari 3 halaman

Bisa Belajar

Namun, Schmeichel memiliki pandangan berbeda dengan mantan rekannya. Sebagai bagian tim yang kerap membalikkan keadaan, dia heran melihat Neville bersikap pesimis.

“Masih ada tiga pekan bagi MU untuk mempersiapkan diri. Banyak yang mungkin terjadi pada leg kedua. MU pasti juga belajar banyak dari duel pertama,” tegas Schmeichel.

“Menyambut laga nanti, MU bisa berlatih, mengembangkan diri, dan menyusun rencana agar berjaya,” sambungnya.

3 dari 3 halaman

Janji Solskjaer

Manajer interim MU Ole Gunnar Solskjaer juga tidak mau menyerah. Dia menegaskan skuatnya bakal tetap berjuang.

“Pemain memiliki determinasi. Kami akan tetap mencoba, terutama jika mampu unggul satu gol di babak pertama partai nanti,” ungkap Solskjaer.

Kesal, Pria Ini Pukul Wanita yang Tolong Penumpang Muntah di Bus

Tochigi – Seorang pria 24 tahun ditangkap polisi Jepang gara-gara memukul seorang wanita yang membantu penumpang muntah di bus. Pria bernama Yuta Taguchi itu mengaku kesal kenapa wanita itu malah bersikap baik kepada penumpang yang muntah itu.

Dikutip dari Japan Today, Kamis (14/2/2019), peristiwa tersebut terjadi di depan Stasiun JR Utsunomiya, Utsunomiya, Prefektur Tochigi, Jepang, pada Senin (11/2) malam lalu sekitar pukul 18.50 waktu setempat.

Polisi menjelaskan, korban perempuan tersebut masih berusia 15 tahun. Korban dipukul dengan tongkat yang bisa dipanjangkan oleh Taguchi.


Gadis itu diketahui membantu seorang penumpang wanita lain yang sakit dan muntah-muntah di dalam bus. Muntahan penumpang tersebut diketahui mengenai Taguchi.

Fuji TV melaporkan, Taguchi yang berprofesi sebagai karyawan swasta menguntit korban dan penumpang yang muntah itu setelah turun dari bus.

Taguchi kemudian secara tiba-tiba memukulkan tongkatnya kepada korban. Korban pun mengalami luka sepanjang satu inci di dahinya.

Polisi mengatakan Taguchi telah mengakui tuduhan itu. Mengutip ucapan Taguchi, polisi mengatakan bahwa dia marah setelah melihat korban malah bersikap baik terhadap penumpang yang muntah itu.
(rna/nvc)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Argumentasi Cerdas Capres Dalam Debat Dinilai Bisa Menangkan Hati Pemilih

Liputan6.com, Jakarta – Debat capres 17 April 2019 dinilai akan menjadi momen lebih menarik ketimbang ajang yang pertama. Ini lantaran dalam debat kedua ini tak ada kisi-kisi pertanyaan serta tata panggung yang berbeda.

Tak adanya bocoran dalam debat capres mengenai energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur, menjadikan peluang untuk memunculkan siapa calon presiden yang akan lebih menguasai tema dan panggung debat.

“Tema-tema tersebut dipandang sangat dikuasai oleh Calon Presiden Joko Widodo, sangat wajar karena selama Presiden selama ini Jokowi fokus pembangunan terkit isu-isu tersebut terutama infrastruktur dan sumber daya Alam. Namun bukan berarti tidak terdapat kekurangan atau masalah,” kata Pakar Komunikasi Politik Umaimah Wahid, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Dalam pembangunan infrastuktur di era Jokowi, beberapa masalah krusial dimanfaatkan Prabowo untuk mempertanyakan secara cerdas. Misal terkait pembangunan infrastruktur yang mahal, menumpuk hutang yang menimbulkan persoalan baru dalam siklus ekonomi.

“Terkait tema energi, keberhasilan pembelian Freeport dapat menjadi amunisi dan kebanggaan bagi petahana,” ujar dia.

Namun selain itu, juga menjadi yang melemahkan jika capres 02 mempertanyaan secara kritis terkait pembiayaan dan kerugian yang dialami BUMN. Termasuk kenaikan harga yang terjadi beberapa kali.

“BUMN yang mengalami kerugian juga menarik diperdebatkan dan dapat menjadi nilai plus atau minus bagi kedua capres,” ujar Umaimah.

Capres diharapkan punya perhatian serius mengenai lingkungan hidup dan memiliki rencana kebijakan tepat, termasuk membangun kesadaran masyarakat untuk memelihara lingkungan hidup.

“Keberanian bersikap menjadi sangat penting, termasuk keberanian memberikan keadilan dan melindungi tanah-tanah adat, hutan, sampai, kemacetan dan gaya hidup modern,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Jokowi Banget

Karena itu, isu debat kali ini bisa dikatakan ‘Jokowi Banget’. Artinya Jokowi akan dengan mudah melakukan klaim keberhasilan terutama pembangunana infrastruktur dan energi.

“Namun Capres 02 juga dapat memanfaatkan beragam persoalan-persoalan terkait pembangunana infrastruktur dan energi, terlebih soal pangan Indonesia yang belum berhasil mencapai ketahanan pangan, dan juga isu lingkungan hidup yang nampaknya masih sangat minim perhatiannya,” terang Umaimah.

Keberhasilan debat capres jilid II sangat tergantung pada penguasaan pengetahuan dan informasi, data, dan fakta serta kecerdasaan dalam mengolah dan menyampaikan secara meyakinkan sehingga masyarakat mempunyai persepsi dan opini yang sama.

“Perdebatan tidak hanya menyatakan pendapat atau kritik, melainkan juga harus didasarkan pada pertimbangan etika, dengan demikian tidak memimbulkan kegaduhan baru. Namun diharapkan memunculkan perdebatan cerdas termasuk di antara pendukung di media sosial,” terang Umaimah.

Terkait debat kali ini hanya dihadiri Capres 01 dan 02 saja menjadi bukti apakah kedua calon mempunyai kualifikasi yang memadai dan cakap untuk dipilih sebagai presiden Indonesia mendatang.

“Capres yang akan memenangkan debat dipanggung tergantung dari kemampuan mengelola dan menyampaikan informasi secara cerdas, dilengkapi data dan fakta dan bertanggung jawab,” kata dia.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Jaksa Agung Proses Anak Buah yang Pose 2 Jari Bareng Ahmad Dhani

Liputan6.com, Jakarta – Jaksa Agung M Prasetyo memastikan akan memproses anak buahnya yang kedapatan foto bareng terdakwa kasus ITE, Ahmad Dhani dengan pose dua jari. Foto beberapa pegawai wanita Kejaksaan di Jawa Timur bersama pentolan grup musik Dewa 19 itu viral di media sosial.

Dia menegaskan, jaksa harus netral dalam Pemilu 2019.

“Sudah diperiksa, katanya hanya ngefans saja, tapi kita enggak percaya itu. Yang pasti bagaimana pun saya sudah tegaskan bahwa jaksa harus independen, harus netral tidak boleh menunjukkan kesan dalam bentuk apa pun, maupun menunjukkan keberpihakan,” ujar Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019).

Prasetyo menuturkan, Kejaksaan Agung memiliki mekanisme tersendiri dalam menangani pelanggaran yang dilakukan anak buahnya. Dia belum bisa memastikan apa sanksi yang akan dijatuhkan terhadap jaksa yang diindikasikan tidak netral tersebut.

“Kami punya tindakan internal, nanti seperti apa, sejauh mana kesalahannya, dan kesengajaannya seperti apa. Untuk saat ini yang bersangkutan mengatakan tidak ada maksud apa-apa hanya karena dia ngefans berat artis yang sekarang sedang terkena kasus,” tutur Prasetyo.

2 dari 3 halaman

Jaksa Dilarang Menunjukkan Keberpihakan

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Mukri menegaskan, jaksa dilarang menunjukkan keberpihakannya ke publik dalam urusan Pemilu 2019. Sebagai penegak hukum, jaksa harus bersikap netral.

“Tidak ada keberpihakan pada a atau b, karena kami ASN (aparatur sipil negara) kan harus netral, jadi tidak boleh. Tidak ada niat untuk seperti itu,” ucap Mukri.

Sebelumnya, beredar foto Ahmad Dhani bersama tiga wanita berseragam kejaksaan di media sosial. Dalam foto tersebut, terlihat Dhani dan salah satu wanita berpose dua jari seperti sebuah pistol.

Di masa kampanye Pemilu 2019, pose dua jari identik sebagai bentuk dukungan terhadap pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kerap Makan di Restoran Tak Bayar, Wanita Ini Dibui 2 Tahun

Liputan6.com, Perth – Wanita yang dikenal karena aksi makan tanpa membayar dan membuat sejumlah pengusaha restoran di kota Perth, Australia Barat merugi ribuan dolar divonis dua tahun penjara oleh pengadilan setempat.

Lois Loder, 45 tahun, mengaku bersalah atas 80 dakwaan terkait pelanggaran yang dilakukan antara Mei 2017 dan April 2018, ketika dia ditangkap.

Penangkapannya terjadi setelah sebuah restoran di Henley Brook mengunggah rekaman CCTV tentang dirinya dan rekannya yang meninggalkan restoran mereka tanpa membayar tagihan makanan dan minuman mereka senilai AU$ 290 atau setara Rp 2,8 juta.

Lois Loder muncul di sidang pembacaan vonisnya melalui tautan video dari penjara Bandyup, tempat dia ditahan sejak dia melanggar jaminannya pada September tahun lalu.

Hukuman penjara selama dua tahun yang dijatuhkan hakim kepadanya dihitung mundur hingga Agustus 2018.

Sehingga, Loder masih harus menjalani hukuman selama 12 bulan penjara sebelum dia berhak mendapatkan pembebasan bersyarat, yang berarti dia bisa dibebaskan pada Agustus mendatang.

Dia juga diwajibkan membayar denda sebesar $ 3.850 (lebih dari Rp 38 juta) dan diperintahkan untuk membayar biaya persidangan sebesar AU$ 1.050 (lebih dari Rp 10 juta).

Mencuri Kartu Kredit

Penipuan terbesar Lois Loder dilakukan di salon rambut di kota Perth, Australia, tempat dia menghabiskan waktu selama lima jam untuk mewarnai rambut dan memasang rambut palsu.

Dia mencoba membayar tagihan sebesar AU$ 1.180 dengan kartu kredit curian dan ketika gagal dia melarikan diri, setelah memberi tahu staf bahwa dia akan kembali untuk membayar, tetapi dia tidak pernah kembali.

Persidangan di Pengadilan Magistrasi Perth mengungkapkan korban Lois Loder lainnya termasuk restoran di Perth Timur, Floreat, Scarborough dan East Victoria Park.

Di restoran kelas atas Zafferano di Crawley, Lois Loder juga pergi tanpa membayar tagihan makanan dan minumannya sebesar AU$ 763 atau setara Rp 7,6 juta.

Loder juga mengakui memiliki banyak kartu kredit yang bukan atas namanya, dan mengakui melakukan serangkaian transaksi penipuan menggunakan kartu curian mayoritas pada Agustus 2017.

Pengadilan Australia mengungkapkan Lois Loder, yang tampak menyeka air matanya selama persidangan, memiliki sejarah melakukan pelanggaran penipuan yang termasuk dipenjarakan selama hampir tiga tahun pada 2013 dan empat pelanggaran penipuan lainnya pada 2016.

Sidang pengadilan sebelumnya mengungkapkan bahwa Loder telah menghabiskan semua uangnya, termasuk harta warisannya, untuk obat-obatan terlarang dan alkohol, dan dia sekarang tidak memiliki aset.


Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Hakim Minta Pelaku Bersikap Dewasa

Wakil Ketua Hakim Elizabeth Woods mengatakan di persidangan sementara banyak pelanggaran yang dilakukan Loder hanya memiliki “nilai yang sangat kecil”, namun tindakan kriminal tersebut amat serius karena “volume dan perencanaan” yang dilakukannya.

“Ini benar-benar keterlaluan, perbuatannya sudah direncanakan, dan itu menipu orang lain,” katanya.

Elizabeth Woods mengatakan masyarakat telah mengungkapkan kemarahan mereka atas beberapa kejahatan yang dilakukan Lois Loder, demi mengetahui dari rekaman dan foto-foto Loder yang muncul di media, dia tampaknya “meremehkan ” fakta bahwa dia belum membayar tagihannya.

Dia mengatakan telah menerima surat tulisan tangan dari Loder, di mana pria berusia 45 tahun itu menyatakan keinginan untuk merehabilitasi dirinya sendiri.

“Pada akhirnya, yang perlu Anda lakukan adalah bersikap dewasa, bertanggung jawab, tinggalkan kebiasaan buruk anda dan cobalah untuk menangani masalah yang telah menyebloskan anda dalam masalah selama jangka waktu yang panjang,” kata Hakim Elizabeth Woods.

Menyesal…

Di luar pengadilan, pengacara Loder, David Manera mengatakan kecanduan kliennya yang lama terhadap narkoba dan alkohol telah memotivasi kejahatan penipuan yang dilakukannya.

“Dia juga memiliki masalah dengan kekerasan dalam rumah tangga di sebagian besar hidupnya, dia juga menghadapi sejumlah korban dalam hidupnya,” katanya.

“Tidak satu pun dari apa yang dilakukannya dia tujukan untuk memaafkan perilakunya, tapi itu benar-benar hanya konteks dan motivasi untuk sebagian besar kesalahannya.”

Manera mengatakan kliennya sangat menyesal dan berharap segera dipindahkan ke penjara pusat sebelum pra-pembebasan di mana dia dapat menerima konseling.

“Dia menghargai dan mengatakan kepada saya bahwa dia sangat sadar akan lusinan dan banyak nyawa orang yang terdampak oleh perbuatannya dengan berbagai cara,” katanya.

Hakim Woods mengatakan setiap aset yang Loder miliki sekarang sudah hilang dan dia tidak dalam posisi untuk melakukan restitusi atau membayar kompensasi apa pun kepada para korbannya.

Hindari Bersikap Mesra, Kunci Hubungan Seksual Tetap Membara

Liputan6.com, Jakarta Banyak pasutri yang percaya, kemesraan berbanding lurus dengan kehangatan kehidupan ranjang. Tapi, seorang jurnalis asal Australia melihat bersikap mesra dan gairah bercinta sebagai dua hal terpisah.

Sang jurnalis, Nadia Bokody, menyatakan menghindari bersikap mesra pada pasangan yang menjadi kunci kehidupan ranjang mereka tetap membara.

Menurut Nadia, bermesraan menumbuhkan kenyamanan dalam hubungan dan setiap orang mendambakannya. Tapi sikap mesra itu justru membunuh gairah bercinta, Nadia berargumen.

“Pelukan lama dan hangat yang diberikan pada waktu yang tepat benar-benar bisa jadi obat,” tulis Nadia pada laman News Australia, ditulis Rabu (14/2/2019).

“Tapi sejauh menyangkut kehidupan seks Anda, itu adalah hal terburuk yang bisa Anda lakukan,” lanjutnya.

Nadia berpendapat, erotisme dan kenyamaman sama sekali tak cocok digabungkan. Keduanya justru merupakan antitesis bagi satu sama lain. Dia mengibaratkan pelukan mesra seperti menambah arsenik pada resep hubungan. 


Saksikan juga video berikut ini:

2 dari 2 halaman

Menyiasati fase bulan madu

Nadia memberi contoh pada pernikahan yang mengalami kehancuran akibat kurangnya keintiman. Menurutnya, rasa familiar yang menjadikan pasutri rileks saat berdekatan menjadi penyebab meredupnya gairah seksual.

Gairah dan rasa penasaran yang mewarnai awal hubungan, yang biasa dikenal dengan Fase Bulan Madu, umumnya meredup setelah hubungan berjalan beberapa tahun.

Melansir laman Daily Star, Nadia mempraktikkan apa yang diyakininya itu dalam hubungan yang telah dijalaninya selama dua tahun terakhir. Nadia dan pasangannya membatasi bersikap mesra terhadap satu sama lain.

Mereka hanya berpelukan dan bersikap hangat ketika salah satu perlu penghiburan atau merayakan sesuatu. Mereka pun sangat menjaga privasi, seperti tidak membiasakan melepas pakaian di depan pasangan kecuali akan berhubungan intim. Serta membiarkan rasa penasaran dari kebiasaan sehari-hari tumbuh di antara mereka.

“Itu adalah pengorbanan yang setimpal dengan hasilnya,” tutup Nadia.