Wali Kota Busan Berkunjung, Menpora Minta Dukungan Olimpiade 2032 dan Pencak Silat

Liputan6.com, Jakarta Wali Kota Busan, Korea Selatan Oh Keo-don berkunjung ke kantor Menpora Imam Nahrawi , bersama Ambassador for Int’l Relations Woo Kyoung-ha dan Secretary General Kim Soo-il, Rabu (27/3). 

“Kami senang sekali atas kunjungan Bapak Wali Kota, selamat datang di Kemenpora, Jakarta. Hubungan Indonesia dan Korea Selatan sudah mendarah daging, dan kami terus melakukan kerja sama bilateral baik dibidang pemuda dan keolahragaan. Terima kasih karena saat Asian Games 2018 support dari Korea Selatan untuk kami luar biasa,” kata Imam Nahrawi di kantornya. 

Sementara Oh Keo-don menyampaikan kesediaan Kota Busan menjadi tuan rumah untuk Training Camp bagi atlet nasional Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade 2020 di Tokyo.

“Berbagai pertimbangan terkait kemudahan akan diperoleh atlet Indonesia selama melakukan training sebelum olimpiade,” kata Oh Keo-don.

Disamping jarak Busan-Tokyo hanya ditempuh satu jam penerbangan, cuaca yang bagus juga menjadi pertimbangan penting untuk disampaikan. Hal terbaik yang dapat ditawarkan Busan adalah fasilitas olahraganya yang lengkap. 

Itu karena Busan pernah menjadi tuan rumah Asian games pada 2002. Busan juga mampu untuk mengakomodir Indonesia agar memiliki sparing partner diberbagai cabang olahraga.

Selain menawarkan kerja sama dibidang olahraga, Wali Kota Busan juga menawarkan pertukaran pemuda Busan dengan Indonesia. Namun, pertukaran hanya fokus pada kelompok pemuda yang berasal dari Kota Seoul, Ibu Kota Korea Selatan.

Oleh karena itu, Wali kota Busan mengharapkan Indonesia dapat membuka kesempatan bagi terselenggaranya Local to Local Youth Exchange atau pertukaran pemuda dari daerah-daerah tertentu di kedua Negara. Mengingat Busan adalah Sister City dari Kota Surabaya.

Oh Keo-don juga berharap agar pemuda Indonesia dapat menikmati keindahan sekaligus mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Kota Busan. Terlepas dari hal tersebut,  Pemerintah Indonesia menurut Imam Nahrawi terus melakukan persiapan Olimpiade Tokyo 2020.

“Terima kasih kami senang atas kerja sama Kota Korea khususnya Busan yang menyiapkan infrastruktur sedemikian rupa. Busan juga sudah melakukan kerja sama dengan Surabaya sebagai Sister City, potret pemuda kami juga fokuskan dan respon baik,” kata Imam Nahrawi.

“Kami juga memikirkan bagaimana pertukaran pemuda ini menjangkau daerah yang sudah punya produk budaya dan olahraga seperti saat Asian Games. Kami tidak hanya fokus di Jakarta tapi juga Palembang, Banten dan kota lainnya terlebih Busan juga akan menjadi calon tuan rumah olimpiade,” tambahnya.

Diakhir pertemuan Imam Nahrawi juga meminta dukungan untuk Indonesia agar dapat mengikuti bidding Olimpiade 2032.

“Mohon dukungan karena di tahun 2032 kami akan bidding olimpiade, sekaligus agar olahraga asli Indonesia Ppencak silat dipertandingkan di Busan,” tutup menteri asal Bangkalan, Madura yang turut didampingi Karoren Aris Subiono, Asdep Tenaga dan Peningkatan SDP Deswan, Asdep Pengelolaan Olahraga Rekreasi Teguh Raharjo, Asdep Kemitraan dan Penghargaan Pemuda Wisler Manalu dan Plt Asdep Industri dan Promosi Olahraga Sandi Hasan.

(*)

Berkunjung ke Masjid Agung Sheikh Zayed, Menteri Susi Pudjiastuti Kenakan Hijab Warna-warni

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kini tengah berada di Abu Dhabi. Di tengah kegiatan yang padat sebagai Menteri Kalautan dan Perikanan, ia menyempatkan diri mengunjungi salah satu masjid yang ada di Abu Dhabi.

Susi Pudjiastuti sering terlihat tomboy dan cool dengan kacamata hitam nya seperti wanita tangguh. Di balik semua itu, ternyata Susi memiliki sisi feminin. Hal itu terlihat saat ia mendatangi Masjid Agung Sheikh Zayed dengan rombongan.

Dalam unggahan di Instagram @susipudjiastuti115, ia mengenakan baju berwarna biru dengan motif garis-garis. Melengkapi penampilannya, Susi Pudjiastuti mengalungkan kerudung warna-warni dengan motif bunga. Tidak ketinggalan, ia tetap mengenakan sneakers berwarna hitam.

Di tengah jadwal kegiatan, saya menyempatkan untuk mengunjungi Masjid Agung Sheikh Zayed yang begitu indah dan megah. Masjid terindah mana yang sudah kamu kunjungi?” tulis Susi Pudjiastuti di Instagramnya @susipudjiastuti115, Selasa 12 Maret 2019.

Gaya busana Susi saat mengunjungi Masjid Agung Sheikh Zayed, mendapatkan pujian warganet. “Ibuuu tetep ketceh dalam setiap situasi akumah syukaaa,” tulis @nyimas_dian_gayatri.

“Mas ya allah bu susi,” tulis @nurulhusein2014.nh di kolom komentar Instagram, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti . (Indah Permata Niska)

Saksikan video pilihan di bawah ini :

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memungut sampah di lingkungan pantai Pangandaran Jawa Barat. Ia pun sampaikan pesan kepada para pengunjung pantai; Apa pesannya?

Mulai Musim Panen, Harga Beras Turun

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perkembangan harga gabah dan beras. Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani turun 4,46 persen sedangkan harga beras medium di penggilingan turun 1,04 persen.

Selama Februari 2019, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp 5.114 per kg sedangkan untuk beras, harga rata-rata di tingkat penggilingan Rp 10.008 per kg, semua turun dibanding bulan sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti berkata, penurunan ini terjadi karena biasanya petani mengalami puncak panen pada bulan Maret.

“Biasanya Januari itu belum panen. Februari sudah mulai, puncaknya di Maret dan April. Itu transisinya begitu. Makanya nanti bulan depan mungkin naik lagi,” ungkap Yunita di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Jumat (01/03/2019).

Penurunan harga gabah dan beras menjadi andil dalam penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional. Tercatat NTP turun sebesar 0,37 persen menjadi 102,94 dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan ini dipengaruhi oleh 2 dari 5 subsektor pertanian yang juga alami penurunan NTP, yaitu Subsektor Tanaman Pangan (0,80 persen) dan Subsektor Tanaman Hortikultura (1,47 persen).

2 dari 3 halaman

Indonesia Kembali Lakukan Penjajakan Ekspor Beras Ke Malaysia

Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Bulog kembali jajaki peluang ekspor beras ke Malaysia. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP),Kementan, Agung Hendriadi bersama Judith J Dipodiputro, Direktur Komersil Perum BULOG dan KBRI Kuala Lumpur saat melakukan pertemuan dengan BERNAS, Kamis (21-2-2019) di Kuala Lumpur.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kuala Lumpur ini, Agung diterima oleh CEO BERNAS, Ismail Mohamed Yusoff dan Chairman BERNAS, Megat Joha yang didampingi pejabat tinggi BERNAS.


BERNAS merupakan satu-satunya institusi yang telah ditunjuk oleh pemerintah Malaysia untuk menangani import beras ke Malaysia. Ismail Mohamed Yusoff menyatakan market share beras di Malaysia sebesar 60% dipenuhi dari produksi domestik dan 40% dari impor.

Melalui pertemuan ini, BERNAS menyetujui untuk melakukan kerjasama dengan Perum BULOG untuk impor beras dari Indonesia. Sebagai langkah awal, dalam waktu dekat BERNAS akan melakukan kunjungan ke Indonesia untuk melakukan identifikasi, observasi dan pembahasan lebih lanjut dengan BULOG terkait rencana eksport ke Malaysia. Mendengar respon dari BERNAS, Agung dan rombongan merasa senang dan optimis ekspor beras dari Indonesia ke Malaysia bisa dilakukan.

“Sehubungan adanya peluang kerjasama ekspor beras ke Malaysia, Perum Bulog diharapkan perlu lebih proaktif dalam melakukan round table meeting antara distributor ke dua belah pihak, sehingga ekspor bisa segera direalisasikan,” ujar Agung.

Sebelumnya dalam rapat kerja jajaran Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI (21/1/2019) dan BULOG, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menyatakan bahwa Bulog menargetkan ekspor beras ke sejumlah negara tetangga pada pertengahan tahun 2019 mendatang. Target ini diprediksi akan berlangsung seusai panen raya pada pertengahan bulan April hingga akhir Mei 2019.

“Makanya kita targetkan bulan januari sampai april itu kita akan menyerap 1,8 juta ton beras dari petani. Kalau ditambah dengan sisa beras kita hasilnya bisa lebih dari 4 juta ton, kan kita masih punya sisa 2,1 juta,” kata Buwas saat menghadiri Rapat Kerja Menteri Pertanian Dengan Komisi IV DPR RI di Komplek Parlemen, beberapa waktu lalu (21/1).

Beberapa waktu lalu Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga telah berhasil meyakinkan negara Malaysia dan Brunai untuk memasok padi adan sebagai bahan kebutuhan mereka. Ekspor ke dua negara ini jumlahnya bahkan mencapai puluhan ton. Setiap kali panen, tak kurang dari 10 ton beras adan secara periodik selalu di expor ke Negara Malaysia dan Brunei.

Padi Adan merupakan salah satu komoditi yang menjadi andalan dari wilayah perbatasan Krayan Kalimantan Utara dan merupakan bibit lokal hasil budidaya masyarakat yang bermukim di daratan tinggi Borneo, khususnya di Krayan yang masuk Kabupaten Nunukan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Adik Almarhumah Rina yang Wisuda Digantikan Ayah Ditawari Masuk UIN Tanpa Tes

Banda Aceh – Kisah Bukhari (59) mengikuti prosesi wisuda untuk menggantikan almarhunah putrinya Rina Muharrami membuat haru banyak orang. Pihak rektorat UIN Ar-Raniry Banda Aceh kini memberikan undangan masuk UIN tanpa tes untuk adik Rina.

“Kita memberikan panggilan undangan untuk masuk ke UIN kepada adiknya pada saat nya nanti. Masuk melalui jalur undangan tanpa tes. Ini kita melihat ada adiknya yang sedang belajar di pesantren atau setara dengan SMA,” kata Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Warul Walidin, kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

Menurut Warul, pemberian undangan itu sebagai bentuk penghargaan kepada orang tua Rina yang telah berjuang menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi. Selain itu, Rina juga meninggal saat tengah menuntut ilmu.

“Dia masih sedang berada di bangku kuliah. Dia meninggal pada 5 Februari lalu karena sakit, sehingga belum sempat merasakan yudisium dan mengikuti proses wisuda seperti teman-temannya yang lain,” jelas Warul.

“Kemudian sang ayah rela mewakili sang ananda untuk mengambil ijazahnya. Ini sebagai pertanda orang tua memberikan atensi dan perhatian yang sangat tinggi terhadap pendidikan anak. Bahkan Rina sudah tiada, tapi berkenan hadir untuk menerima ijazah yang dianugerahkan oleh kampus,” ungkap Warul.

Pihak rektorat juga sudah berkunjung ke rumah duka pada Kamie 28 Februari kemarin. Rektor menyerahkan baju toga kepada keluarga almarhumah Rina.

“Kami memberikan baju toga adalah sebagai wujud dari kecintaan semua komunitas kampus,” kata Warul.

Seperti diketahui, cerita tentang sosok almarhumah Rina dan kedatangan sang ayah untuk mewakili di acara wisuda diceritakan di situs UIN Ar-Raniry, Kamis (28/2/2019). Rina adalah mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Tarbiyah.

Rina menjalani sidang skripsi pada 24 Januari 2019 pukul 12.00 WIB. Tetapi, 13 hari setelahnya yaitu pada 5 Februari 2019 sebelum Subuh, perempuan kelahiran 16 Mei 1996 itu meninggal pada usia 22 tahun. Rina meninggal dunia setelah menderita penyakit tifus stadium akhir hingga berujung pada saraf.
(agse/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cerita Mistis Keris Berjalan dari Tanah Jawa hingga ke Serambi Makkah

Liputan6.com, Aceh – Keris tua itu tak pernah sekalipun dimandikan lazimnya ritual yang sering dilakukan kepada benda-benda pusaka sejenisnya. Ia hanya diikat kawat dan ditutupi kaca seukuran panjang dan lebar keris tersebut di dalam sebuah tiang beton.

Benda pusaka itu tak pernah disentuh. Dibiarkan begitu saja. Seolah mengambang di antara tiang-tiang beton lain yang ada di sekelilingnya. Jika hari sepi, aura magis bisa begitu kental dirasakan bagi yang datang ke tempat keris itu berada.

Banyak kabar burung beredar tentang keris tersebut, yang sebagian besar tidak bisa diterima akal sehat. Ada yang bilang keris itu datang sendiri mengikuti seorang ulama saat datang dari tanah Jawa ke Aceh.

Menurut kabar, yang menguasai keris itu disebut-sebut terpana dengan kealiman sang ulama, lalu mengikutinya hingga ke tanah kelahiran sang ulama tersebut.

Cerita lain mengatakan, keris itu masih memiliki silsilah pemilik yang masih bertautan darah dengan si ulama. Makanya, tak heran jika keris itu mengikuti keturunan pemiliknya terdahulu yang berhak menjadi ahli waris.

“Dia ikut Abu. Keris itu ikut saat Abu Peuleukueng pulang dari Jawa,” kata Masykur, saat berbincang dengan Liputan6.com, di sebuah warung kopi di Nagan Raya, beberapa waktu lalu.


2 dari 3 halaman

Sang Pemilik Keris

Jika berkunjung ke Masjid Jamik Abu Habib Muda Seunagan Peuleukueng di Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Anda akan melihat keris itu ditambat pada tiang utama masjid.

Tiang tempat keris itu berada dicat kuning sepia bergaris hijau dikelilingi tiang lainnya yang berwarna putih.

Abu Peuleukueng atau sang ulama yang konon diikuti oleh keris tadi yang menaruh benda pusaka itu di tiang masjid.

Selain cerita di atas, terdapat kisah lain ikhwal asal muasal keris itu. Tim Liputan6.com menjajakinya lewat sejumlah literasi dan wawancara dengan keturunan Abu Habib Muda.

Abu Peuleukueng atau Abu Habib Muda Seunagan adalah seorang ulama yang juga Republiken sejati. Ia punya jasa mempertahankan lndonesia yang saat itu baru saja dikumpulkan bak puzzle setelah lepas dari cengkeram kolonialis-fasis, dari unsur-unsur yang membahayakan kesatuan RI.

Salah satu yang ditentangnya adalah upaya DI/TII melalui masinisnya Daud Beureueh, yang ingin pisah dari RI lalu membentuk negara sendiri berasaskan Islam sebagai tumpuannya.

Saat itu, pertumpahan darah antara kelompok Abu Habib Muda dengan Daud Beureueuh yang notabene saudara sebangsa tak terelakkan.

Sukarno, Sang Presiden pun terkagum oleh nasionalisme yang ditunjukkan oleh Abu Habib Muda.

Sang ulama itu digadang-gadang berperan dalam mempertahankan perdamaian dan kedamaian Aceh. Lebih luas Indonesia pada masa awal berdirinya. Ia pun diundang ke istana sebagai tamu negara.

Setelah bertemu Sukarno, Abu Habib Muda Seunagan minta diantar ke Masjid Demak. Menurut dia, salah satu tiang masjid itu dibangun oleh pendahulunya bernama Said Athaf.

3 dari 3 halaman

Asal Keris

Sebagai catatan, Masjid Demak dibangun pada masa pemerintahan Raden Patah, Sultan I Demak, pada 1481 Masehi. Pembangunan dilakukan bersama para wali, sehingga masjid ini dikenal sebagai Masjid Wali. Masjid Demak menjadi saksi sejarah kebesaran agama Islam dan juga Kesultanan Demak.

Sementara, beberapa literasi menyebut Said Athaf memiliki nasab dengan Nabi Muhammad, melalui Raden Fatah hingga ke Ja’far As-siddiq selaku keturunan cucu Nabi Muhammad, yakni Husein.

Selanjutnya, setiba di Masjid Demak, Abu Habib Muda tidak langsung masuk ke dalam masjid. Namun, terlebih dahulu ia mengitari masjid dengan mengucapkan tasbih sebanyak tujuh kali.

Di dalam masjid, ia menyaksikan satu tiang yang tampak berbeda dengan tiang lainnya. Tiang inilah yang dibangun oleh Said Athaf dari serbuk kayu sisa pembuatan tiang masjid tiga temannya.

Konon, keris tersebut berada di Masjid Demak dan mengikuti Abu Habib Muda saat pulang. Namun, ada juga yang mengatakan kalau pengurus masjid memberikannya kepada Abu Habib Muda sebagai cendera mata.

Terlepas benar tidaknya rumor mengenai keris tersebut, sosok Abu Habib Muda Seunagan memang cukup fenomenal di Aceh. Ia dengan tarekat Syattariahnya cukup mengemuka di Aceh.

Pengikutnya pun tak tanggung-tanggung. Jumlah mereka ribuan. Tersebar di seluruh Aceh, dengan pusatnya Nagan Raya.

Ulama bernama asli Habib Muhammad Yeddin bin Habib Muhammad Yasin ini wafat 14 Juni 1972. Dia dimakamkan di kompleks masjid yang dibangunnya, di tempat keris tersebut berada.


Simak video pilihan berikut ini:

7 Tempat Wisata Palembang yang Kekinian

Jakarta – Kota Palembang di Sumatera Selatan dikenal akan berbagai adatnya maupun kuliner pempek yang khas. Wisata di Palembang juga tidak ketinggalan indah.

Anda bisa menikmati makanan yang nikmat dan lezat bahkan sudah populer hingga ke seluruh pelosok Indonesia. Nah, jika memiliki rencana untuk pergi ke kota Palembang maka tidak sah rasanya jika Anda tidak pergi ke beberapa tempat kekinian yang ada di kota itu.

Selain dikenal sebagai Kota Pempek, Palembang juga punya banyak tempat wisata yang tidak kalah seru dan kece. Mulai dari wisata pantai Palembang, tempat kekinian di Palembang, sampai tempat-tempat bersejarah yang sekalian menjadi tempat wisata edukasi.

1. Wisata Alam Hutan Punti Kayu

Satu-satunya wisata hutan di Palembang yang sedang hits dan kekinian yang banyak dikunjungi oleh banyak wisatawan dan masyarakat sekitar yakni Hutan Punti Kayu. Hutan ini terkenal akan berbagai keindahannya dan luasnya yang kurang lebih 50 hektare. Objek wisata ini cukup populer dengan berbagai fasilitas yang lengkap dan cukup menghibur. Tempat hiburan yang disediakan di antaranya adalah jembatan kayu, perahu, taman, atraksi gajah, berkuda, dan fasilitas lainnya. Terletak di Jalan Kol. Burlian, Karya Baru, Alang Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera Selatan, tempat wisata itu bisa dikunjungi dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum.

2. Palembang Bird Park

Ingin mengajak si kecil menikmati suasana menyenangkan dan berwisata edukasi burung? Anda bisa langsung datang ke Palembang Bird Park. Tempat ini dapat menjadi destinasi wisata untuk menikmati kicauan burung dan berinteraksi dengan burung secara langsung. Anak-anak sudah pasti senang ketika diajak ke sini, karena dapat berinteraksi langsung dengan berbagai jenis burung yang terbang bebas dan menyenangkan. Tentunya menjadi pengalaman yang tak terlupakan untuk Anda dan keluarga. Ada banyak jenis burung di lokasi wisata ini dan Anda pun bisa mengenali jenis-jenis burung. Tentunya bisa menambah pengetahuan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi Anda. Palembang Bird Park berlokasi di Jalan Gubernur H.A. Bastari, Jakabaring, Kawasan Opi Mall, sebelah Waterfun, Sungai Kedukan, Rambutan, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

3. Air Terjun Maung

Apabila ingin berwisata ke area yang terbuka dan menikmati keindahan alamnya, maka Anda wajib mengunjungi salah satu tempat wisata bernama air terjun yang ada di Palembang. Tempat ini banyak dikunjungi wisatawan karena airnya yang jernih dan banyak dinikmati oleh para pengunjung

Jika Anda ingin mengunjungi tempat ini maka langsung kunjungi area tersebut di Desa Padang Muaro Duo Kecamatan Gumay Ulu, Lahat, Palembang. Jika Anda sudah sampai ke lokasi air terjun ini, sepanjang perjalanan akan melewati kebun kopi dan hutan dengan medan yang curam. Anda harus hati-hati ya saat di tempat ini.

Tempat wisata ini cocok bareng teman-teman dan sahabat. Namun kurang pas untuk keluarga terutama yang sudah berusia lanjut.

4. The Amanzi Waterpark

The Amanzi Waterpark merupakan destinasi terbaru di Palembang yang cukup banyak dikunjungi saat liburan. Bisa dikatakan wisata kekinian masyarakat Palembang. Waterpark yang belum lama dibuka ini terdapat berbagai jenis permainan yang menyenangkan dan menarik perhatian wisatawan. Lokasi ini berada di Jalan Tembus Alang-Alang Lebar KM. 12, Talang Kelapa, Alang Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Anda bisa menikmati berbagai wahana di antaranya Zimba dan Cora Pool, The Falls dengan seluncuran sepanjang 90 meter dan ketinggian 14 meter, The Raft dengan panjang 120 meter dan ketinggian 12 meter, Kilimmanjaro Tower, kolam arus River Nile sepanjang 500 meter serta deretan wahana lainnya yang bisa Anda nikmati jika berkunjung ke sini.

5. Fantasy Island Palembang

Fantasy Island Palembang merupakan objek wisata terbaru yang menawarkan aneka permainan lengkap layaknya The Amanzi waterpark. Namun di sini khusus bagi Anda yang tidak ingin membayar tiket terlalu mahal. Karena Fantasy Island Lembang menawarkan tiket yang murah dengan beragam permainan seru serta fasilitas yang tidak kalah dengan waterpark lainnya.

Anda bisa menikmati permainan seperti kolam luncur, kolam arus, hingga sungai tsunami yang mendebarkan. Untuk balita juga disediakan kolam khusus dengan kedalaman air 50 cm saja yang sudah pasti aman. Pengunjung yang tidak mau basah, bisa menikmati permainan kereta gantung. Namun Anda harus membayar biaya tambahan untuk menaiki wahananya. Jika ingin tidak terlalu ramai, Anda bisa berkunjung ketika weekday. Sedangkan jika ingin ramai Anda bisa datang saat weekend.

6. Kambang Iwak Family

Ingin berkunjung ke tempat yang indah nan eksotik bersama keluarga ataupun kekasih? Tidak masalah karena Anda bisa berkunjung ke Kambang Iwak Family yang terletak di danau yang berada di pusat kota. Tempat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Rindangnya pepohonan memberikan kesejukan ketika di pagi hari. Sementara pemandangan di malam hari terlihat semakin berwarna dengan air mancur warna-warni yang begitu menggoda.

Saat datang ke sini usahakan jangan musim hujan karena pemandangan danau akan tertutup kabut. Selain itu ketika musim hujan angin akan berhembus cukup kencang dan dingin.

7. Pulau Kemaro

7 Tempat Wisata Palembang yang KekinianFoto: (Raja Adil Siregar/detikTravel)

Pulau yang terletak tidak jauh dari Jembatan Ampera ini menjadi tempat wisata di Palembang yang wajib untuk Anda kunjungi. Apalagi jika Anda ingin mengunjungi tempat wisata yang memang kekinian ataupun masuk ke dalam tempat wisata favorit yang Instagramable. Anda juga bisa melihat bagaimana adat dan tradisi dari masyarakat Tionghoa berperan banyak dalam bangunan dan pulau ini. Banyaknya anak-anak muda yang berlibur bersama teman-teman serta sahabatnya saat berkunjung, menjadikan Pulau Kemaro ini cukup populer.

Pengunjung yang datang ke sini pasti mengabadikan momen mereka dalam sebuah gambar. Sudah pasti menjadikan Pulau Kemaro menjadi terkenal dan menjadi tempat kekinian di Kota Palembang.

Tempat kekinian memang lebih banyak menarik wisatawan. Namun harus diingat bahwa ketika Anda memutuskan untuk wisata maka jangan hanya berlibur atau berfoto saja. Kenali juga makna dari tempat liburan yang Anda kunjungi dan jaga agar tidak buang sampah atau merusak tempat tersebut.

Itulah deretan tempat wisata yang bisa dinikmati atau Anda kunjungi saat datang ke kota Pempek ini. Mulai sekarang tidak ada lagi alasan atau rasa bingung untuk pergi ke Palembang. Jadi segera pesan tiket ke Palembang! (nwy/rdy)

Rahasia! Wisata Tempat Belanja Online Shop di Bangkok

Bangkok – Jalan-jalan di Ibukota Thailand, salah satu atraksi wajibnya adalah wisata belanja. Bagi penggemar mode, mal yang satu ini harus masuk daftar.

Inilah Platinum Fashion Mall, sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di Krung Thep Maha Nakhon, Bangkok, Thailand. Mal ini terkenal dengan produk fesyen yang beragam dan murah meriah.

Bangunan terdiri dari 6 lantai dan 2 zona, yakni A dan B. Masing-masing menjual aneka jenis barang mode yang variatif. Misalnya saja, blouse dan berbagai jenis pakaian.

Bagian dalam mal (Shinta/detikTravel)Bagian dalam mal (Shinta/detikTravel)

Bisa dibilang, inilah tempat belanja para online shop yang membuka produk pakaian Thailand. Terang saja, di sini harganya dijamin bikin kalap.

detikTravel mencoba membeli satu buah blouse wanita, harganya mulai 200 baht atau Rp 80 ribu. Jika traveler membeli jenis yang sama dalam jumlah banyak, harganya bisa lebih murah.

Aneka kaus (Shinta/detikTravel)Aneka kaus (Shinta/detikTravel)

Begitupun dengan aksesoris. Anting wanita misalnya, dijual hanya 20 baht atau setara dengan Rp 10 ribu saja, murah banget!

Selain itu, ada juga yang menjual makanan dan suvenir. Traveler bisa membeli manisan buah, kacang-kacangan, gantungan kunci atau aneka buah tangan lainnya.

Kaus-kaus pun dijual murah. Jika beli 2 kaus atau lebih, traveler hanya perlu membayar 100 baht saja atau setara dengan Rp 47 ribu per-kaosnya.

Kios aroma terapi (Shinta/detikTravel)Kios aroma terapi (Shinta/detikTravel)

Ada juga aroma terapi khas Thailand. Mulai dari bentuk spray sampai parfum pun dijual di sini. Cocok untuk buah tangan kebarat di rumah.

Jika traveler ke bagian luar dekat lobby, ada beberapa food truck dan kafe yang bisa digunakan untuk bersantai.

Suasana sore di bagian depan mal (Shinta/detikTravel)Suasana sore di bagian depan mal (Shinta/detikTravel)

Nah, bagi traveler yang ingin berkunjung, bisa datang mulai pukul 8 pagi-8 malam di hari Sabtu, Minggu dan Rabu. Serta pukul 9 pagi-8 malam hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat. Sebaiknya membawa kantung belanja besar dan baju yang nyaman agar jalan-jalan lebih enak.

Cara ke sana:

Jika traveler mau ke Platinum Fashion Mall menggunakan transportasi umum bisa naik BTS dan turun di stasiun Ratchathewi dan berjalan kaki sekitar 15-20 menit. Bisa juga menggunakan Tuk-tuk atau taksi. (rdy/aff)

Sandiaga Bantah Ditolak, Tapi Ada Ikan Terinjak

Jakarta – Video cawapres Sandiaga Uno diteriaki oleh pedagang saat berkampanye di Labuan Bajo beredar di media sosial. Sandiaga pun menegaskan teriakan itu bukan bentuk penolakan kepada dirinya, melainkan karena dagangan milik sang pedagang terinjak relawan.

Peristiwa itu terjadi saat Sandiaga berkunjung di tempat pelelangan ikan (TPI) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam potongan video yang beredar, tampak seolah Sandiaga mendapat respons kurang baik saat berkunjung ke TPI itu.

Kejadian itu berlangsung saat Sandiaga hendak melayani sesi wawancara dengan para wartawan. Kemudian terdengar teriakan dari seseorang di lokasi tersebut. Sandiaga pun tampak santai merespons teriak-teriakan tersebut.

“Jangan-jangan, jangan injak itu. Tidak boleh, tidak boleh, keluar ayo, jangan-jangan,” teriak seseorang dalam video itu.
Sandiaga kemudian menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. Dia menegaskan, teriakan pedagang tersebut bukan ditujukkan kepadanya, melainkan kepada pendukungnya yang ‘mengganggu’ dagangan si pedagang.

“Biasalah relawan kan berebut ada yang model-model gini kan (berdiri di belakang Sandiaga) ada yang naik-naik ke atas, terus penjaga tokonya marah. Ada yang diinjek-injek ikannya, ada yang disuruh turun,” ujar Sandiaga di Kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019).

Eks Wagub DKI Jakarta itu mengungkapkan, para pendukungnya yang berdesak-desakan dan mengerumuninya membuat sang pedagang terganggu. Apalagi, saat itu ada yang kemudian tak sengaja menginjak ikan dagangan.

“Jadi saya melihatnya mungkin dia terganggu dengan hingar bingar para relawan, dan barang dagangannya diganggu sama relawan,” katanya.

Sandiaga pun mengaku telah meminta maaf kepada pedagang tersebut. Kala itu, pedagang ikan itu pun mempersilakannya melanjutkan acaranya.

“Saya sampaikan minta maaf. Maaf boleh saya melanjutkan. Beliau menyampaikan ‘silakan-silakan’. Beliau duduk di situ. Tapi nggak sempet interaksi, sih. Dia nggak bilang pergi-pergi nggak gitu, cuma dia merasa terganggu ada relawan kita yang antusias,” ujar Sandiaga.

“Saya sih melihatnya bukan penolakan saya melihatnya dia tidak ingin terganggu dagangannya. Dan silakan aja temen-temen pers tanya apakah dia menolak, karena dia nggak bawa atribut,” imbuhnya.
(mae/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sandiaga Sempat Diusir Pedagang Saat Berkunjung ke Labuan Bajo

Liputan6.com, Kupang – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno mendapat reaksi tak terduga ketika mendatangi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 26 Februari 2019. Terdapat penolakan yang dialami oleh mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Kejadian itu diketahui dari rekaman video yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut bermula dari Sandiaga dan sejumlah massa pendukungnya berkerumun tepat di depan tempat jualan salah seorang pedagang.

Si pedagang marah dan melarang massa yang hendak meminta swafoto dengan Sandiaga. Lalu, si pedagang sempat mengeluarkan kata-kata kasar karena ada massa yang hendak berdiri di atas lapak jualannya.

Karena hal itu, pedagang marah dan menyuruh Sandiaga serta pendukungnya untuk keluar dari tempat jualannya.

“Jangan injak di atas (lapak). Jangan injak di atas. Orang mau datang belanja di sini. Keluar. Tidak boleh. Orang mau datang belanja di sini,” kata pedagang.

Melihat kejadian itu, Sandiaga langsung memperingatkan massa dan timnya untuk tenang. Namun, si pedagang tetap bersikeras memerintahkan Sandiaga dan massa untuk keluar dari depan lapaknya.

“Saya tidak terima. Di luar saja,” teriak pedagang itu.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra, Esthon Foenay belum berhasil dikonfirmasi terkait video itu. TPI Labuan Bajo merupakan tempat kedua yang dikunjungi Sandiaga selama di Labuan Bajo. Sebelumnya mantan wakil gubernur DKI itu menyambangi pedagang di Pasar Batu Cermin.


2 dari 2 halaman

Revitalisasi Pasar

Sebelumnya, salah satu pedagang batu cermin bernama Soraya meminta Sandiaga memperbaiki kondisi pasar yang sudah tidak layak. Hal itudisampaikannya ketika Sandiaga ketika mengunjungi Pasar Wae Kesambi, Labuan Bajo, NTT, Selasa (26/2/2019).

Menurut Soraya, pasar tersebut sudah tak bisa menampung pedagang. Saat hujan, kondisinya pun becek dan bocor, sehingga pedagang dan pembeli tidak nyaman.

“Bapak harus dapat solusi soal pasar ini pak. Sudah tidak layak. Apa yang akan bapak lakukan jika terpilih jadi wakil presiden biar kita bisa dagang dengan nyaman pak, lihat saja kondisi sekarang,” ucap Soraya seperti dalam siaran pers dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Sementara pedagang lainnya bernama Petrus berharap, ada permodalan yang diberikan kepada para pedagang pasar. Dia ingin ada modal pinjaman lunak dan tidak mencekik para pedagang.

“Saya ingin bertanya soal permodalan. Apa yang akan bapak lakukan untuk menambah modal para pedagang pasar pak,” tanya Petrus kepada Sandiaga.

HEADLINE: Polemik Jaga Mata Jaga Telinga di Jabar dan Aceh

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Barat mengumumkan pembatasan siar sejumlah lagu berbahasa Inggris. Hal tersebut diumumkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat dalam surat edaran nomor 480/215/IS/KPID-JABAR/II/2019.

Ada 17 lagu berbahasa Inggris yang hanya boleh ditayangkan pada jam tertentu. Lagu-lagu yang dibatasi penayangannya oleh KPID Jawa Barat  itu sebagai berikut:

1. Zayn Malik (Dusk Till Dawn)

2. Camila Cabello feat Pharrel (Sangria Wine)

3. The Killers (Mr Brightside)

4. Zayn Malik (Let Me)

5. Ariana Grande (Love Me Harder)

6. Marc E. Bassy (Plot Twist)

7. Ed Sheeran (Shape Of You)

8. Chris Brown feat Agnez Mo (Overdose)

9. Maroon 5 (Makes Me Wonder)

10. Bruno Mars (Thats What I Like)

11. Eamon (Fuck it I Dont Want You Back)

12. Camila Cabello feat Machine (Bad Things)

13. Bruno Mars (Versace On The Floor)

14. 88rising (Midsummer Madness)

15. DJ Khaled feat Rihanna (Wild Thoughts)

16. Yellow Claw (Till it Hurts)

17. Rita Ora (Your Song)

KPID Jawa Barat menetapkan bahwa lagu-lagu tersebut, baik dalam bentuk lagu, video klip, dan/atau sejenisnya hanya dapat disiarkan dan/atau ditayangkan pada lembaga penyiaran yang ada di wilayah layanan Jawa Barat mulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB.

“Dalam klasifikasi waktu Dewasa (D) ,” tulis penyataan KPID Jawa Barat.

2 dari 6 halaman

Polemik Pembatasan Lagu

Surat edaran yang bertajuk Pembatasan Siaran Lagu-Lagu Berbahasa Inggris ini menuai polemik. Ketua KPID Jawa Barat Dedeh Fardiah pun angkat bicara. Dia menjelaskan latar belakang penetapan aturan tersebut.

Menurut dia, latar belakang ditetapkannya aturan ini berdasarkan pemantauan dan aduan masyarakat. Kemudian, setelah disesuaikan dengan Undang-Undang Penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), maka ditetapkanlah 17 lagu berbahasa Inggris termasuk kategori dewasa.

“Sebetulnya ada 86 item. Berdasarkan tupoksi KPI untuk mengawasi konten siaran, dan P3SPS, di mana di situ disebutkan, program siaran yang harus tepat waktu sesuai kategori usia, bahwa program siaran yang berupa lagu atau video clip yang berisi seks, cabul, atau aktivitas seks, masuk program dewasa, dan hanya ditayangkan jam 10 malam ke atas,” ujarnya.

“Dan pembatasan ini dilakukan di wilayah KPID Jawa Barat,” dia menegaskan.

Dedeh menyayangkan adanya anggapan negatif mengenai kebijakan tersebut. Pasalnya, KPID Jabar menetapkan aturan ini bertujuan untuk menjaga norma kesusilaan di kalangan anak-anak.

“Pasti ada pro dan kontra, tapi mudah-mudahan dengan surat edaran ini, masyarakat justru lebih aware. Itu kan lagu-lagunya mengajak ke persetubuhan, seks bebas, dan lain-lain. Tapi sekali lagi, kami bukan melarang (lagu itu), hanya membatasi jam siarnya,” ujar dia.

Dedeh menambahkan aturan ini bukan lah kali pertama. Pada 2016, KPID Jawa Barat bahkan sempat melarang penayangan lagu-lagu dangdut dengan lirik berkonten dewasa.

“Dulu ada lagu dangdut Hamil Duluan, kalau dinyanyikan anak-anak bagaimana? Ini 17 lagu bahasa Inggris masih mending karena tidak semua mengerti artinya, tapi bagi yang mengerti kan dengar anak-anak nyanyi lagu itu, jadi tidak baik,” dia menandaskan.

Surat yang ditandatangani Ketua KPID Jabar Dedeh Fardiah itu menyebutkan aturan tersebut berlandaskan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Penyiaran dan Peraturan KPI.

“Pasal 9 Ayat (1) & Ayat (2) Peraturan KPI No.02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran bahwa (1) program siaran wajib memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan yang dijunjung oleh keberagaman khalayak baik terkait agama, suku, budaya, usia dan/atau latar belakang ekonomi dan (2) Program siaran wajib berhati-hati agar tidak merugikan dan menimbulkan dampak negatif terhadap keberagaman norma kesopanan dan kesusilaan yang dianut oleh masyarakat,” begitu bunyi peraturan landasan kebijakan mengenai pembatasan siaran lagu bahasa Inggris yang ditetapkan KPID Jawa Barat seperti diterima Liputan6.com, Selasa (26/2/2019).

“Pasal 20 Ayat (1) dan (2) Peraturan KPI No.02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran bahwa (1) Program siaran dilarang berisi lagu dan/atau video klip yang menampilkan judul dan/atau lirik bermuatan seks, cabul dan/atau mengesankan aktivitas seks (2) Program siaran yang menampilkan musik dilarang bermuatan adegan dan/atau lirik yang dapat dipandang menjadikan perempuan sebagai objek seks,” sambung pernyataan tersebut.

Aturan Bikin Penasaran

Pengamat sosial Budi Rajab menilai aturan itu di samping memberikan dampak positif yang sesuai dengan tujuan KPID Jawa Barat membatasi jam tayang lagu-lagu berkonten dewasa, tetapi ada dampak lain yang bakal terjadi di tengah masyarakat.

Menurut dosen Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran, Bandung ini, masyarakat justru akan penasaran dan mencoba mencari tahu mengenai lagu-lagu yang dibatasi penayangannya ini.

“Jadi awalnya mereka hanya menikmati lagu karena instrumentalnya yang enak, tetapi mereka tidak mengerti artinya karena menggunakan bahasa Inggris, tapi ada aturan ini justru mereka jadi penasaran, mengapa ini sampai dibatasi,” kata Budi Rajab kepada Liputan6.com, Selasa (26/2/2019).

Pasalnya, dia mengakui sulitnya membendung arus informasi saat ini. “Yang dibatasi, malah dicari-cari,” kata dia.

Untuk itu, Budi melanjutkan, KPID Jawa Barat harus memberikan penjelasan secara detail mengenai alasan penetapan aturan tersebut. “Diumumkan saja mengapa lagu ini dibatasi penayangannya. Semua harus jelas, sampai detail, kalau tidak detail, malah jadi banyak peluang,” dia menandaskan.

3 dari 6 halaman

Reaksi Praktisi Radio di Pantura

Edaran yang dikeluarkan KPID Jawa Barat tentang pembatasan siar 17 lagu berbahasa Inggris menuai reaksi dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya para pegiat radio yang ada di Cirebon.

Mereka menganggap 17 lagu yang masuk dalam edaran KPID Jabar tersebut tengah hits di telinga masyarakat Cirebon. Station Manager Pilar Radio Cirebon Lutfi mengatakan, sudah mendengar kabar beredarnya batasan siar dari KPID Jabar.

“Secara resmi saya belum lihat suratnya mungkin ada di kantor nanti saya lihat. Tapi dari kabar tersebut jika benar akan kami ikuti imbauan KPID,” kata dia, Selasa (26/2/2019).

Dia mengatakan, 17 lagu tersebut banyak diminta pendengar kaum milenial Cirebon. Dia sempat menyesalkan sikap KPID Jabar yang mengeluarkan edaran tersebut.

Menurutnya, edaran tersebut terbilang terlambat karena lagu tersebut sudah beredar lama.

“Tapi kan kami tidak bisa menyamakan pendengar entah itu pendengar tahu atau tidaknya lirik. Mungkin ada yang tahu tapi tidak sedetail yang didengar KPID, hanya menikmati musiknya saja,” kata dia.

Lutfi mengaku akan segera menyosialisasikan edaran KPID ke internal radio jika surat tersebut sudah resmi diterima olehnya. Lutfi mengaku siap tidak menyiarkan 17 lagu tersebut di bawah jam 22.00 WIB.

Jika ada pendengar yang meminta diputarkan lagu tersebut, Lutfi akan meminta penyiar untuk menolak secara halus.

“Ya kami paling bilang maaf lagu tersebut tidak ada di playlist kami. Apa mungkin ini (pembatasan siar) terkait undang-undang permusikan,” kata dia.

Music Director Shelter FM Helmi mengatakan, lagu-lagu yang diputar radio komersial di Cirebon didapat dari label musik. Namun, lagu tersebut dikirim dalam dua versi.

Versi pertama adalah lagu yang sudah diedit oleh label tersebut. Sedangkan, versi kedua adalah lagu yang tidak diedit, tetapi tidak boleh disiarkan oleh radio.

“Versi yang edit itu ketika ada lirik yang berbau negatif biasanya dihilangkan sedangkan versi yang full itu biasanya untuk konsumsi pribadi,” kata dia.

Helmi mengaku siap mematuhi edaran KPID Jawa Barat sejauh memberikan dampak positif bagi radionya. Menurut dia, lirik berbau negatif tersebut sudah ada sebelum KPID menyebarkan edaran.

“Dari label juga sudah disensor kok jadi kami sebenarnya aman tapi kami menghormati imbauan KPID,” kata dia.

Dia mengaku tidak memahami apa tujuan utama KPID menyebarkan edaran terkait pembatasan siar terhadap 17 lagu berbahasa Inggris itu.

4 dari 6 halaman

Polemik Lain di Aceh

Aturan terkait kesusilaan di daerah lain juga menuai polemik. Ini terjadi di Aceh. 

Beredar selentingan dari kalangan traveler menyoal banyaknya aturan yang perlu ditaati saat plesiran di Aceh.

“Banyak aturan yang tidak jelas ukurannya, misal di pantai harus pakai pakaian sopan. Sopan itu ukurannya bagaimana?” kata Nisa yang juga perempuan asli Aceh.

“Mungkin ini juga ya yang membuat turis asing mikir dua kali untuk liburan ke Aceh. Di Aceh gak bisa pakai bikini sembarangan kayak di Bali,” katanya.

Dalam Qanun Aceh nomor 8 tahun 2013 pasal 83 tertulis setidaknya ada dua pasal yang dianggap samar dan tidak jelas, yaitu poin (1) yang berbunyi: bagi wisatawan nusantara dan mancanegara diwajibkan berbusana sopan di tempat-tempat wisata. Dan poin (4) yang berbunyi: bagi masyarakat yang menonton pertunjukan/hiburan, dipisahkan antara laki-laki dan perempuan.

“Itu kan aneh, bagaimana kalau yang menonton itu suami istri, masa mereka dipisah cuma karena menonton pertunjukan di Aceh, satu tempat cewek satu tempat cowok, untuk menunjukkan ini lho mereka dipisah laki-laki dan perempuan,” kata Nisa.

Kabupaten Bireuen bahkan lebih ekstrem. Pemkab setempat pada medio 2018 pernah menerbitkan surat edaran standardisasi kedai kopi dan restoran yang sesuai dengan syariat Islam.

Dari 14 poin imbauan dalam terbitan tersebut, setidaknya ada 2 poin yang paling menjadi sorotan, yaitu perihal larangan perempuan dan laki-laki bukan muhrim duduk satu meja, dan perihal larangan pramusaji melayani perempuan tanpa pendamping di atas pukul 21.00 WIB. Bagi Nisa, dua poin yang dipermasalahkan tersebut sangat aneh, membingungkan dan seperti dibuat-buat.

“Dilarang melayani wanita? Mengapa harus dilarang? Itu intimidatif sekali. Misal orang lapar, enggak boleh makan gitu? Haram satu meja, dari mana hukumnya kalau itu haram?” kata Nisa.

Nisa mengungkapkan, meski aturan Pemkab Bireuen secara teritori tidak masuk dalam wilayah tempatnya tinggal, namun Nisa mengaku kasihan dengan kaum wanita yang ada di Bireuen. Padahal sebagai anak Aceh, dirinya tahu betul bagaimana cara perempuan Aceh menempatkan diri dalam pergaulan.

Dia pun menyadari penerapan syariat Islam di Aceh memang harga mati dan tidak perlu dipersoalkan. Hanya saja, aturan yang dibuat perlu dilihat dari berbagai sudut pandang dan disosialisasikan terlebih dahulu agar tidak menjadi polemik dalam masyarakat.

5 dari 6 halaman

Permainan Sentimen dan Imajinasi

Negeri berjuluk Serambi Makkah ini sangat ketat memberlakukan berbagai aturan yang berkait dengan penegakan syariat.

Sejumlah payung hukum menjustifikasi pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Antara lain, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Istimewa Aceh, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus, dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Pemerintahan Aceh.

Selanjutnya, terdapat Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, yang secara rinci menjelaskan sejumlah aturan, seperti berduaan dengan bukan muhrim, judi, dan zina. Penghakimannya terdapat dalam Qanun Aceh No.7 Tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat.

Belakangan, sejumlah kabupaten dan kota mengeluarkan berbagai aturan yang mengikat warganya dalam berprilaku. Sekali lagi, aturan-aturan ini muncul dalih Aceh merupakan selasar dari negeri dimana Islam berasal, yakni Makkah.

Sejak 7 Januari 2012 Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya mengeluarkan surat edaran yang melarang wanita dewasa duduk mengangkang saat berkendara. Pada 2018 lalu, Pemerintah Kabupaten Bireuen, mengeluarkan surat edaran mengenai standarisasi kedai kopi dan restoran.

Surat edaran itu tertandatangani pada 30 Agustus 2018 oleh Bupati Bireuen, Saifannur. Salah satu isinya melarang perempuan dan pria duduk dalam satu meja, kecuali bersama dengan muhrimnya.

Di tahun yang sama, Bupati Kabupaten Aceh Barat, Ramli, Ms mewajibkan warganya berbusana Islami jika ingin mendapat pelayanan administrasi di instansi setempat. Sang bupati tak segan-segan memecat kepala dinas yang intansinya yang memberi pelayanan terhadap warga tak berbusana Islami.

Aturan-aturan berselimut syariat di Aceh bukan tidak mendapat kritikan. Ada yang melihat penggembar-gemboran syariat Islam dalih ketidakmampuan pemerintah melahirkan produk yang lebih pragmatis, berkaitan dengan ekonomi politik (ekopol), misalnya.

“Perda yang diklaim syariat sebenarnya tidak mewakili syariat. Harusnya, ketika syariat itu datang, dia merespon persoalan riil kehidupan orang Aceh tentang ekopol, pertarungan sumber daya alam, kemiskinan, eksploitasi, perdagangan atau ekonomi yang adil, sebagai bagian dari pemulihan pasca konflik,” ujar Sosiolog yang saat mengajar di sejumlah perguruan tinggi di Aceh, Affan Ramli kepada Liputan6.com, Selasa malam (26/2/2019).

Perda syariat lahir akibat imajinasi sempit para politisi. Politikus di Aceh tidak memiliki imajinasi syariat yang aplikatif untuk mewarnai kehidupan ekopol di Aceh. Sehingga, yang lahir hanya aturan-aturan nirguna, yang hanya menyentuh sisi tak kasat mata individu-individu di Aceh, yang harusnya menjadi tanggungjawab si individu tersebut.

“Karena tidak ada ide, jadi harus ditutupi dengan permainan sentimen-sentimen syariat dengan imajinasi syariat yang sangat sempit,” tegas Affan.

Pemerintah menutupi kegagalan-kegagalan dalam melahirkan produk yang lebih populis dengan melahirkan produk-produk berselimut syariat. Pada satu titik, kondisi ini hendak mengesampingkan aturan liyan yang sejatinya juga sangat mendasar dan perlu bagi kehidupan orang Aceh.

“Kondisi ini memaksa para profesor mengikuti selera para politisi. Saya pernah bertanya kepada seorang profesor, kenapa dimulai dari yang 4 itu, yang khalwat, maisir, khamr. Kenapa tidak dimulai dari perbankan yang ribawi itu diperbaiki dulu. Profesor bilang, karena masyarakat kita inginnya syariat yang ada cambuknya,” kata Juru Bicara Jaringan Masyarakat Sipil Peduli Syariat (JMSPS) ini.

6 dari 6 halaman

Tak Ada Keluhan dari Wisman

Sedikit banyak, aturan-aturan berbasis qanun atau Perda syariah itu sangat berpengaruh pada kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Namun demikian Pemprov Aceh mengklaim kunjungan wisata ke daerah tersebut naik dari tahun ke tahun.

Data dari laman Pemprov Aceh mengungkap, pada 2017 terdapat peningkatan kunjungan wisata mencapai 2,9 juta orang, yang terdiri dari 2,8 juta wisatawan Nusantara, dan sisanya sekitar 78 ribu merupakan wisman.

Angka itu meningkat dibanding capaian 2016, yaitu 2,1 juta wisatawa Nusantara dan 76 ribu wisman. Pemprov memprediksi angka kunjungan wisatawan akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2018 saja pemprov Aceh berani menaikan target kunjungan wisman menjadi 100 ribu orang.

Kabid Destinasi Pariwisata Aceh, Muzakir, saat dihubungi Liputan6.com menolak jika qanun atau perda syariah dianggap membatasi wisatawan yang ingin berkunjung ke Aceh, khususnya wisatawan mancanegara.

“Sejauh ini tidak ada komplain dari wisman. Mereka kalau ke Sabang ikut arahan kita, ikut kita kok,” kata Muzakir.

Meski demikian, Muzakir tidak tahu persis apakah perda pariwisata di Aceh menjadi penghalang bagi wisatawan untuk menjelajahi keindahan wisata alam Aceh. Namun yang pasti dirinya meyakinkan jika belum ada wisatawan yang komplain soal qanun pariwisata di Aceh.

“Maldives malah lebih syariah dari kita, wisman banyak juga di sana,” kata Muzakir.

Terlepas dari perda pariwisata, ada beberapa hal yang membuat pariwisata Aceh diklaim semakin berkembang. Selain branding “The Light of Aceh”, makin banyaknya ragam paket wisata dan minat yang tinggi dari masyarakat yang ingin terlibat di pariwisata juga menjadi pemicu utamanya.

Sejalan dengan itu, promosi pariwisata akan terus dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan, penguatan nilai-nilai budaya Aceh yang Islami, dan semangat branding wisata The Light of Aceh.