Berdansa Tanpa Jarak Bersama Franz Ferdinand di Jakarta

Jakarta – Diputarnya ‘Indonesia Raya’ menjadi penanda Franz Ferdinand akan tampil sesaat setelahnya. Sebelumnya, penonton yang berkumpul di Tennis Outdoor, Senayan, Jakarta pada Jumat (30/11/2018) telah lama menunggu penampilannya band asal Glasgow tersebut.

Lampu pun padam. Penonton yang yang telah lama menanti pun berteriak dan bertepuk tangan. Pendar lampu warna biru yang berganti menjadi warna kuning dan oranye menyinari para personel Franz Ferdinand.

‘Glimpse of Love’ menjadi lagu pertama yang dimainkan. Para penonton pun mulai menggoyangkan tubuhnya mengikuti irama yang dimainkan oleh Alex Kapranos cs.

“Terima kasih, selamat malam. Kami Franz Ferdinand,” tutur Alex Kapranos mencoba berbicara dalam bahasa Indonesia.

“Ini adalah kali kedua kami ke Jakarta, kami senang bisa kembali. Terima kasih telah membuat kami merasa di rumah,” lanjutnya pada para penonton yang dituturkan dalam bahasa Inggris.

‘Papar Cages’ dan ‘Walk Away’ menjadi lagu selanjutnya yang mereka bawakan. ‘No You Girls Never Know’ menjadi lagu yang berhasil membuat para penonton semakin panas dan tak lagi malu-malu untuk ikut bernyanyi.

“Baiklah, Jakarta,” tutur Alex Kapranos sambil menepukan tangannya ke udara di tengah-tengah lagu. Gerakan tersebut langsung diikuti oleh para penonton yang juga menepukan tangannya ke udara.

Franz Ferdinand malam hari itu terlihat begitu riang dan ramah. Mereka berkali-kali berinteraksi dengan penonton dan mengungkapkan betapa gembiranya mereka bisa kembali.

“Ketika aku melihat ke seluruh tempat ini, aku melihat wajah-wajah yang ramah. Ayo ke depan!” ajak Alex.

‘Evel Eye’ dan ‘Finally’ menjadi lagu selanjutnya yang dibawakan. ‘Do You Want To’ menjadi lagu yang membakar semangat penonton untuk melonjak dan berdansa. Lompatan penonton terlihat di bagian reff lagu.

Berdansa Tanpa Jarak Bersama Franz Ferdinand di JakartaFoto: Dyah Paramita Saraswati

Ketika melantunkan lirik,” Lucky, lucky you are so lucky,” Alex mencoba menyentuh tangan penonton yang berdiri di barisan depan. Hal tersebut membuat mereka berteriak. “Lucky, lucky we are so lucky to be in Jakarta,” nyanyinya.

‘The Dark of Martinee’ dan ‘Lazy Boy’ adalah lagu selanjutnya yang dibawakan. “Kalian semakin bersemangat, melihat kalian semua menari, itu membuatku senang,” ucapnya di antara kedua lagu tersebut.

Setelah memainkan ‘Lazy Boy’, Alex tampak mencari penonton yang dapat memainkan gitarnya. “Siapa yang mau memainkan gitarku?”

Seorang penonton beruntung bernama Ade diajak naik ke atas panggung dan bermain gitar bersama para personel Franz Ferdinand.

Bersama Ade, ‘Michael’ pun dibawakan. Atraksi ini sukses membuat penonton berteriak dan bertepuk tangan. Di penghujung lagu, Ade pun pelukan dengan Alex sebelum mengembalikan gitarnya.

Penonton semakin ‘menggila’ saat ‘Take Me Out’. Lagu tersebut memang salah satu yang paling terkenal. Penonton melompat mengikuti nada dan tak sedikit pula yang berteriak menyanyikan lagu tersebut. Beberapa dari mereka juga terlihat merekam momen tersebut.

Setelah membawakan ‘Love Illumination’ dan ‘Feeling Kind of Anxious’ para personel Franz Ferdinand sempat menghilang ke belakang panggung.

Teriakan penonton meminta agar mereka tampil lagi pun terdengar. Melihat idolanya tak jua kembali panggung, teriakan itu semakin keras.

Akhirnya mereka pun kembali naik panggung. “Teman-temanku di Jakarta, aku ingin mendengar langsung dari kalian apakah kalian ingin mendengar lagu kami lagi?” tanya Alex. Rupanya sorakan penonton cukup nyaring untuk membuat Franz Ferdinand memainkan ‘Always Ascending’.

‘Feel The Love Go’ dan ‘Outsiders’ menjadi lagu berikutnya dalam sesi encore tersebut.

‘The Fire’ menjadi lagu terakhir yang mereka bawakan malam hari itu. Di lagu penutup tersebut mereka memainkannya dengan upaya maksimal dan energi yang habis-habisan.

Alex sempat meminta penonton berjongkok untuk kemudian berjingkrak lebih tinggi sambil menyanyikan lirik, “The fire is out of control, I’m gonna burn this city”.

Ada banyak upaya yang dilakukan oleh Franz Ferdinand untuk membuat konser ini terasa personal dan berusaha untuk membuat penampilan mereka tak berjarak. Salah satu upaya yang paling kentara adalah bagaimana keempatnya tampil mengenakan batik.

Berdansa Tanpa Jarak Bersama Franz Ferdinand di JakartaFoto: Dyah Paramita Saraswati

Selain itu vokalis juga tak henti-hentinya memanggil penonton dengan sebutan “teman-teman kami di Jakarta”.

Menonton Franz Ferdinand tak hanya menyegarkan ingatan pada era awal 2000-an ketika video klip lagu-lagu dari album awal mereka diputar di MTV.

Akan tetapi juga menonton konser mereka kali ini adalah sebuah pengalaman yang membuat para penggemarnya yakin bahwa setelah sekian lamanya mereka berkarier, mereka masih patut dipuja karena mampu membuat penontonnya berdansa.

(srs/dar) <!–

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program “Reportase Sore” TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45

–>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *