Kucing Lucu Karl Lagerfeld Bakal Mewarisi Kekayaan Tuannya Senilai Rp 2,8 Triliun?

Liputan6.com, Jakarta – Ikon fashion legendaris dari merek fashion Chanel, Karl Lagerfeld meninggal dunia di Paris Hospital, Prancis, pada Selasa, 19 Februari 2019. Setelah kepergiannya, sang kucing bernama Choupette pun menarik perhatian publik.

Melansir ndtv.com, Rabu, 20 Februari 2019, kucing berbulu putih ini disebut-sebut bakal menjadi kucing terkaya di dunia. Choupette sangat dimanja dengan gaya hidup jetset sejak ia diadopsi Karl Lagerfeld dari temannya seorang model pria Baptiste Giabiconi pada 2011 lalu.

Kini, kucing berusia delapan tahun ini disebut dapat mewarisi kekayaan Karl yang diperkirakan senilai 200 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,8 Triliun. Sebelum tutup usia, Karl memastikan Choupette akan terus hidup dengan gaya yang biasa dilakukan bersama pengawal pribadi dan dua pelayan.

Choupette is a rich girl. She has her own fortune (Choupette adalah gadis yang kaya. Dia memiliki kekayannya sendiri)” kata Karl saat kepada televisi Prancis, yang diduga menjadi isyarat bahwa ia telah menuliskan perihal warisan dalam surat wasiatnya.

Selain itu, setidaknya 3,4 juta dolar AS atau sekitar Rp 47 Miliar diperoleh Choupette ketika terlibat dalam pembuatan iklan untuk sebuah perusahaan mobil Jerman dan merek kosmetik Jepang.

If anything happens the person who looks after her will not go without (Jika sesuatu terjadi, orang yang merawatnya tidak akan pergi tanpanya),” ungkap pria asal Jerman tersebut.

Rasa cinta Karl yang mendalam pada Choupette juga dituangkannya dalam sebuah buku bertajuk Choupette: The Private Life of a High-Flying Fashion Cat. Buku tersebut dirilis pada 2014 lalu.

Tak hanya Karl Lagerfeld, Choupette juga sangat terkenal di dunia fashion. Ia bahkan memiliki media sosial pribadi, tepatnya akun Instagram @choupettesdiary dengan lebih dari 183 ribu pengikut. Dalam deretan unggahan menampilkan kegiatannya saat bersama Karl.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Keseruan Anak-Anak Pesohor Saat Bermain Salju Saat Liburan

Liputan6.com, Jakarta – Liburan jadi salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan di tengah aktivitas keseharian yang padat. Liburan juga salah satu momen untuk kebersamaan keluarga, seperti sejumlah pesohor bersama anak mereka bermain salju. Seperti dilakukan yang Ayu Ting Ting bersama anaknya Bilqis Khumairah Razak dengan bermain salju di Turki.

Dalam akun Instagram pribadinya, Ayu membagikan sejumlah potret keseruannya bersama Bilqis saat bermain di atas salju. Tak hanya Ayu yang terlihat bahagia, begitu juga dengan Bilqis.

“Alhamdulillah y Allah senengnya hari ini, anak bunda jg seneng nih,” ungkap Ayu dalam akun Instagramnya, awal Februari 2019.

Ia bahkan masih mengunggah foto putrinya saat menikmati keindahan salah satu tempat di Turki yang diselimuti salju. Bagi Ayu, ia akan selalu melakukan yang terbaik buat Bilqis dan berterima kepada putrinya yang membuatnya selalu bahagia.

“Masya allah khumairah 😍😘,” tulis Ayu Ting Ting sebagai keterangan foto, Rabu, 13 Februari 2019.

2 dari 3 halaman

Rafathar Malik Ahmad

Sebelumnya, Raffi Ahmad juga sempat mengunggah foto anaknya, Rafathar Malik Ahmad, saat sedang bermain di atas salju. Berbeda dengan Bilqis di Turki, Rafathar asyik menikmati salju di Jepang.

Dalam salah satu fotonya, Rafathar terlihat sedang berjalan di atas salju. Ia terlihat mengenakan jaket merah dengan kepala ditutup dengan topi berbulu.

“Calon CoperBoy 🔥😎❤️ Cieee … Cieeee …, 🤗,” jelas Raffi Ahmad awal Januari 2019 lalu.

3 dari 3 halaman

Megumi dan Miskha

Selain Rafathar, dua putri Desta dan Natasha Rizky, Megumi dan Miskha pun terlihat asyik bermain salju. Mereka liburan akhir tahun 2018 ke Jepang dan membagikan foto keseruannya lewat akun Instagram pribadinya.

Di sebuah tempat yang diselimuti salju, Desta terlihat asyik bersama kedua putrinya tiduran di atas salju. Di tengah berbagai aktivitasnya, liburan bersama anak-anak menjadi kenikmatan tersendiri.

“Ngemong dua bocah dan dua oma..😂😂😂,” tulis Desta.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ketika Owa Jinak Jadi Beringas Serang Bocah di Riau

Liputan6.com, Pekanbaru – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengevakuasi seekor owa ungko dari Desa Bindur Picak, Kecamatan Koto Kampar, karena menyerang bocah berumur dua tahun.

Satwa bernama latin Hylobates agilis itu sudah berada di kandang transit BBKSDA di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru.

Kepala Humas BBKSDA Riau Dian Indriati menjelaskan, satwa berbulu hitam itu merupakan peliharaan seorang warga di desa tersebut. Dipelihara sejak kecil, owa ungko itu sudah dewasa dan kini berusia 9 tahun.

Meski dipelihara sejak kecil, ternyata sifat liar ungko ini tak hilang begitu saja. Dia merasa terganggu dengan kehadiran bocah tetangga lalu menyerangnya hingga mengalami luka di bagian tangan.

“Kelamin ungko ini jantan, untuk korban sendiri sudah dirawat di bagian lukanya,” kata Dian kepada wartawan, Minggu (10/2/2019).

Penyerangan ini dilaporkan warga sekitar ke BBKSDA Resort Kampar. Sejumlah petugas atas perintah Kabid Wilayah II Heru Sutmantoro menuju desa itu dipimpin Kepala Resort Kampar, Salman Yasir.

“Evakuasi berlangsung beberapa jam pada Rabu, 6 Februari 2019, yang juga melibatkan perangkat desa dan warga sekitar,” kata Dian.

Dalam evakuasi, petugas dibantu warga berusaha menggiring ungko yang lepas dari kandangnya itu. Umpan dipersiapkan menuju kandang milik petugas dan ungko akhirnya masuk ke perangkap.

“Kemudian dibawa ke Pekanbaru untuk pemeriksaan medis. Ungko itu dinyatakan sehat dan akan mendiami kandang transit sebelum dilepasliarkan,” terang Dian.

Atas kejadian ini, Dian mengimbau masyarakat supaya tak memelihara satwa dilindungi. Menurut Dian, satwa liar kalau dipelihara sewaktu-waktu bisa menyerang jika merasa terancam.

“Kalau masih ada masyarakat yang memelihara sebaiknya diserahkan ke petugas,” imbau Dian.


Simak video pilihan berikut ini:

Kisah Tengku di Aceh yang Kebal Berkat Jimat Rantai Babi

Liputan6.com, Aceh – Para serdadu itu tenggelam dalam pikiran masing-masing, tak terkecuali seorang marsose muda yang tengah menelungkup di balik patahan pohon tua besar yang sudah lapuk. Pikiran prajurit yang direkrut dari sebuah pulau wilayah Hinda Belanda itu, sedang kalut.

Berkali-kali dia mencium ujung bayonet sembari merapal doa pemberian kakeknya. Bibir mengering, dada berdegup kencang, keringat dingin mengucur, terlihat jelas di diri anak muda itu.

Saat Letnan Terworgt menepuk pundaknya, dia terperanjat, seperti orang yang tiba-tiba terbangun karena dikejutkan seseorang ketika sedang tertidur pulas. Terworgt memelotinya.

Pelototan Terworgt membuatnya sigap. Ia lebih takut melihat letnan Belanda itu marah ketimbang ancaman El Maut yang mungkin sedang merambat lambat, atau mengendap-endap di antara pepohonan yang ada di depan mereka.

Sementara itu, marsose lain tampak menyebar, dan mengatur jarak persembunyian sekitar 20 meter dari posisi rekannya. Sebagian bersandar di balik pepohonan, sebagian lagi menyuruk atau menelungkup di antara rerimbun daun.

Hampir satu jam mereka mematung bersama nyamuk hutan yang membuat kulit terasa menggoda untuk diiris bayonet, saking gatalnya. Semua itu demi ego Letnan Terwork yang tak ingin pengepungan hari itu gagal untuk kesekian kalinya.

Tiba-tiba Letnan Terworgt mendelik, pendengarannya dipertajam, telunjuknya ia lekatkan ke bibir sebagai aba-aba agar seluruh pasukan diam. Suasana hutan menjadi hening seketika.

Telinga Terworgt menangkap bunyi kersik, seperti langkah seseorang menginjak dedaunan. Sepertinya, seseorang sedang sedang menuju ke arah mereka, namun tiba-tiba langkah orang itu terhenti.

“Arrgh!,” tiba-tiba terdengar suara orang mengerang kesakitan.

Seorang marsose yang selonjoran di balik pohon yang letaknya dekat dengan suara langkah orang tadi, tewas. Lehernya ditembus rencong dalam kondisi selonjoran, dan tanpa perlawanan.

Terworgt terperanjat. Dia salah perhitungan dan tak menduga para pejuang Aceh mengetahui kalau mereka sedang bersembunyi di tempat itu.

“Verdomme!” rutuk Terworgt sembari memberi aba-aba menyerang.

Suasana hutan kini riuh. Suara takbir menggema, beriringan desing peluru, juga mata rencong yang mengayun kesana kemari, dan tentu saja, warna dedaunan yang memerah teciprat oleh darah.

Di atas, menggambarkan bagaimana pasukan Letnan Terworgt beradu dengan pejuang Aceh di sebuah belantara pedalaman Pidie. Hanya saja, Terworgt tidak menemukan Tengku Di Cot Plieng –yang sedang diincarnnya– di antara barisan pejuang Aceh itu.

2 dari 3 halaman

Rantai Babi Sang Tengku

Belakangan, Terworgt berhasil menuntaskan hasratnya. Tengku Di Cot Plieng syahid di tangan pasukan yang dipimpinnya pada 2 Juli 1905, di Hulu Sungai Tiro, Pidie.

Tengku Di Cot Plieng terkenal licin. Belanda bahkan menaruh decak kagum terhadap ulama juga pejuang Aceh penerus estafet perjuangan Syekh Saman Di Tiro itu, kendati akhirnya, dia syahid di tangan mereka.

Operasi memburu Tengku Di Cot Plieng sudah lama dilakukan. Pada 1904, pasukan Belanda dipimpin Kapten Stoop menemukan jejaknya di antara dua aliran sungai Gunung Keulabeu, namun, Sang Tengku lolos dari ‘lubang maut’.

Hari itu menjadi awal kekalahan Tengku Di Cot Plieng. Belanda menemukan azimat beserta sebuah mushaf alquran miliknya, yang biasanya selalu dibawa kemana pun dia pergi.

Benda keramat yang dimiliki Tengku Di Cot Plieng rupanya menjadi alasan mengapa prajurit Belanda kecut saat menghadapinya. Sudah jadi rahasia umum, ulama dan pejuang Aceh acap ditemukan menyimpan benda keramat yang membuat mereka memiliki kekuatan, seperti, tidak terlihat saat berhadapan dengan musuh.

Tengku Di Cot Plieng disebut-sebut punya benda keramat lain, selain yang ditemukan Belanda. Benda keramat itu adalah ‘rante bui’ atau rantai babi yang dipercaya membuat tubuh Tengku Di Cot Plieng kebal peluru atau senjata tajam.

Konon, setelah Sang Tengku tertembak, Belanda mengusung jenazahnya ke salah satu bivak mereka. Setelah berhari-hari dibiarkan di bivak untuk proses identifikasi, tubuh Tengku Di Cot Plieng tak membusuk.

Untuk memastikan apakah jenazah itu Tengku Di Cot Plieng atau bukan, Belanda memanggil Panglima Polem. Di hadapan Sang Mayat, Panglima Polem menabik, lalu bersujud, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada pemilik jenazah.

Panglima Polem melepas azimat ‘rante bui’ yang ada di tubuh Tengku Di Cot Plieng. Dia lalu menyerahkan azimat itu kepada G.C.E van Daalen, namun, gubernur militer itu menolak, karena tak percaya dengan hal mistis.

Kisah mengenai Tengku Di Cot Plieng dan azimat ‘rante bui’ miliknya ditulis H.C. Zentgraff dalam bukunya berjudul ‘Aceh’. Konon, perjalanan azimat Tengku Di Cot Plieng berakhir di sebuah museum yang ada di Belanda.

“Ketika kami berjumpa, Panglima Polem bilang, hal itu merupakan rahasia Tuhan,” tulis mantan redaktur Java Bode itu, perihal keanehan tubuh Tengku Di Cot Plieng yang tidak membusuk.

Di kemudian hari, foto azimat ‘rante bui’ milik Tengku Di Cot Plieng diabadikan dalam buku ‘Perang di Jalan Allah’ karya Alfian Ibrahim, sejarawan, juga eks Dekan Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada. Buku setebal 282 halaman gubahan Sang Profesor terbit pada 1987.

3 dari 3 halaman

Riwayat Rantai Babi di Aceh

“Kalau mau kebal, pakek ‘rante bui’. Cacing ini, didapat babi saat makan. Rantai babi disebut banyak orang, hanya ada sama babi paling kurus,” ujar seorang pria paruh baya bernama Monti, saat berbincang dengan Liputan6.com, di sebuah warung kopi di Meulaboh, Jumat sore (8/2/2019).

Keramat ‘rante bui’ dan cerita mengenainya bukanlah hal baru di Aceh. Masyarakat Bumi Serambi Makkah itu tidak jauh berbeda dengan masyarakat Indonesia pada umumnya, yang memiliki kepercayaan terhadap hal mistis.

Sejatinya, ‘rante bui’ adalah cacing tanah ‘menjadi’. Kata ‘menjadi’ merujuk hewan atau benda tertentu yang berubah menjadi batu serta dipercaya memiliki tuah atau keramat.

Cacing tanah atau dalam Bahasa Aceh ‘glang tanoh’ awalnya tersangkut atau secara tidak sengaja terkait saing babi saat hewan itu sedang mengorek-ngorek tanah untuk mencari makan.

Untuk mendapatkan cacing tersebut, harus menunggu saat pemiliknya lengah. Tidak mudah mendapatkannya, karena babi yang memiliki cacing ‘menjadi’ itu, tidak menaruh sembarangan cacing yang dimilikinya.

Babi yang memiliki cacing keramat adalah yang paling kurus di antara kawanannya. Dia hanya melepasnya saat tidak ada yang melihat, atau ketika sedang makan sendirian.

Tingkat kesulitan untuk mendapatkan cacing bertuah ini membuatnya dihargai sangat mahal oleh para pemburunya. Kekuatan yang terkandung pada ‘rante bui’ menjanjikan kekebalan bagi yang memakainya.

Menurut tuturan, tidak sedikit yang mengamalkan azimat ‘rante bui’ sebagai penangkal bahaya. Namun, berhubung stigma haram yang melekat pada azimat tersebut, membuat para penggunanya merahasiakan kepemilikan ‘rante bui’.

“Sebenarnya, kata orang tua, rantai babi bisa disucikan, dengan disamak terlebih dulu, karena dia bukan berasal dari babi. Jadi, unsur haramnya hilang saat disamak. Itu dasar logis mengapa ada ulama dan pejuang Aceh yang notabene muslim memakainya. Yang sudah disamak sih bentuknya seperti sarangan pelor sepeda motor, kalau yang belum disamak, masih berbulu, itu kayaknya bulu babi,” kata Monti.


Simak juga video pilihan berikut ini:

Genderuwo Diseret ke Ranah Politik Nasional, Apa Sebab?

Jakarta – “Hantu yang konon serupa manusia yang tinggi besar dan berbulu lebat.” Demikianlah definisi ‘genderuwo’ menurut kamus. Nama hantu itu disebut oleh kontestan Pilpres 2019, baik Joko Widodo maupun Prabowo Subianto.

Sosiolog dari Universitas Gadjah Mada, Profesor Sunyoto Usman, menilai setan itu telah diseret ke ranah politik, dijadikan kiasan yang menggambarkan kesan seram. Ada tujuan kenapa bahasa tertentu digunakan dalam konteks politik.

“Itu adalah istilah hiperbol,” kata Sunyoto kepada wartawan, Jumat (8/2/2019).


Dia menjelaskan, kampanye pada dasarnya merupakan tindakan menonjolkan pihak sendiri dan merendahkan pihak lawan. Kadarnya macam-macam. Bahasa kampanye yang digunakan bakal menyesuaikan dengan dinamika masyarakat. Sebagai bagian dari bahasa, istilah genderuwo telah menyimpan kesan seram sejak dulu di sebagian masyarakat Indonesia.

“Kalau dalam konteks ini, bahasa dipergunakan bukan sekadar berinteraksi, tapi untuk meraih, mengembangkan, dan memelihara kekuasaan,” kata Sunyoto yang membidangi area keilmuan sosiologi politik di kampusnya.

Sosiolog dari UGM, Arie Sudjito, menilai politik pada dasarnya sebagai seni dalam mengelola kekuasaan. Namun politik bisa berubah menjadi seram.

“Bila politik diisi hoax, umpatan, kebencian antaragama, fitnah, ancaman, dan saling serang menghukumi, maka politik menjadi menakutkan,” kata Arie.

Pilpres sebagai pesta demokrasi sepatutnya diisi dengan cara-cara politik yang sehat. Kritik antarkubu perlu bermuatan data yang jelas, bukan ujaran kebencian. Dengan demikian, kesan seram yang kerap ada di politik bakal hilang. Bukan hanya elite politik, tapi masyarakat juga perlu mempraktikkan bahasa-bahasa politik yang menyadarkan tanpa memancing kemarahan.

Seringkali, rakyat justru menjadi korban ‘genderuwo’ yang lahir dari sirkuit persaingan para elite.

“Di level masyarakat, sebenarnya politik bukanlah sesuatu yang menakutkan. Yang membuat politik jadi menakutkan seperti genderuwo adalah para elite dan tim suksesnya, menggunakan segala cara meraih kekuasaan. Justru seringkali rakyat jadi korban,” tutur Arie.

Istilah genderuwo kian sering digunakan di perbincangan politik nasional sejak November 2018 lalu. Saat itu Jokowi menggunakan istilah genderuwo untuk menyebut cara-cara politik menebar ketakutan. Dia menggunakan istilah itu supaya semua pihak menghindari propaganda yang mengundang perpecahan, ketakutan, dan keragu-raguan. Jangan sampai gara-gara pemilu, kerukunan di level warga jadi rusak.

“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masa masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar kan? itu sering saya sampaikan itu namanya ‘politik genderuwo’, nakut-nakuti,” kata Jokowi saat pidato pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11/2018).

Prabowo juga menggunakan istilah genderuwo saat bercerita saat dirinya kesulitan menjalankan bisnisnya, yakni sulit mendapat pinjaman di bank. Ini yang menyebabkan biaya politiknya dihemat. Di sisi lain, Prabowo merasa ada sebagian orang yang bisa diberi kredit terus-menerus secara mudah. Pada konteks inilah dia menggunakan istilah genderuwo.

“Ini negara punya siapa? Punya genderuwo katanya ini. Punya genderuwo,” kata Prabowo di Hall Sport Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2/2019) kemarin.

(dnu/fai)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Perempuan di Seluruh Dunia Hidup Lebih Lama Dibanding Pria, Mengapa?

London – Di seluruh dunia, perempuan hidup lebih lama dibandingkan laki-laki.

Harapan hidup rata-rata saat lahir bagi penduduk dunia adalah 72 tahun di tahun 2016, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tetapi ketika dipilah berdasarkan jenis kelamin, angkanya adalah 74 tahun dua bulan untuk perempuan dan 69 tahun delapan bulan untuk laki-laki.

Kelompok umur seabad. Lebih banyak perempuan yang berkemungkinan merayakan ulang tahun ke-100. (Getty Images)

Menurut sensus tahun 2010, Amerika Serikat memiliki 53.364 penduduk yang berusia di atas 100 tahun. Hanya 9.162 orang berjenis kelamin laki-laki, sementara 44.202 adalah perempuan.

Jadi mengapa perempuan hidup lebih panjang dibandingkan laki-laki dan apa kelebihan mereka?

Mari kita lihat tiga alasan utamanya.

1. Gen

Human Mortality Index saat ini memiliki informasi 40 negara, termasuk data tentang Swedia dan Perancis yang berasal dari tahun 1751 dan 1816.

Tetapi dari negara-negara seperti Jepang dan Rusia, data baru tersedia pada pertengahan abad ke-20.

Kromosom. Perempuan memiliki dua kromosom X. (Getty Images)

Meskipun demikian, bagi semua negara pada setiap tahun di bank data, harapan hidup perempuan saat lahir melampaui harapan hidup laki-laki.

Sepertinya, sejak permulaan, laki-laki dikalahkan karena susunan gennya.

Embrio

“Embrio laki-laki meninggal pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan embrio perempuan,” kata Profesor David Gems dari University College London.

Salah satu alasannya kemungkinannya karena peran yang dimainkan kromosom yang menentukan jenis kelamin kita.

Perempuan memiliki kromosom XX dan laki-laki XY.

Kromosom berisi gen.

Kromosom X memiliki gen yang membantu Anda tetap hidup.

Burung di Madrid. Burung jantan memiliki dua kopi kromosom X. (Getty Images)

“Jika Anda memiliki cacat genetis di kromosom X dan jika Anda seorang perempuan, maka Anda memiliki persediaan. Tetapi jika Anda laki-laki, Anda tidak memiliki penggantinya,” kata David Gems berbicara dengan Crowd Science program radio BBC.

“Anak laki-laki 20-30% lebih berkemungkinan meninggal saat masa akhir kehamilan. Mereka juga 14% lebih berkemungkinan dilahirkan lebih cepat. Bayi laki-laki cenderung lebih besar dan lebih berisiko mengalami cedera saat lahir,” kata Lorna Harries, pengajar di Exeter University.

Di antara unggas, jantan memiliki dua kopi kromosom X dan hidup lebih lama dari pada betina.

2. Hormon

Selama masa remaja, anak laki-laki dan perempuan tumbuh menjadi pria dan perempuan karena perubahan hormon.

Pemakaman di Kabul. Banyak laki-laki meninggal karena perang. (Getty Images)

Testosteron, yang membuat tubuh lebih besar dan kuat menyebabkan sejumlah hal yang dipandang sifat kebanyakan laki-laki, seperti suara yang lebih dalam dan dada yang lebih berbulu.

Tingkat kematian meningkat di antara pria saat terjadi lonjakan testosteron, yang terjadi pada periode terakhir masa remaja.

Para ahli mengatakan hal ini kemungkinan disebabkan pria melakukan kegiatan berisiko seperti berkelahi, mengendarai sepeda dan mobil dalam kecepatan tinggi, selain bunuh diri.

Beberapa tahun lalu, ilmuwan Korea Han-Nam Park menganalisa catatan rinci Imperial Court, Chosun Dynasty dari abad ke-19.

Dia mengkaji rincian tentang 81 laki-laki yang dikebiri, yang testisnya dicabut saat masa puber.

Analisanya mengungkapkan orang kasim hidup sampai sekitar umur 70 tahun – sementara rata-rata usia hidup pria di istana adalah hanya 50 tahun.

Tiga pria yang dikebiri bahkan dapat merayakan ulang tahun ke-100.

Meskipun tidak semua kajian jenis orang kasim lainnya menunjukkan perbedaan yang begitu besar, secara umum sepertinya manusia (dan binatang) tanpa testis memang lebih lama masa hidupnya.

Hormon seks perempuan, estrogen juga dipandang sebagai “antioksidan”, yang berarti menghilangkan unsur kimia beracun penyebab stres sel.

Dalam percobaan pada binatang, betina yang kekurangan estrogen cenderung tidak hidup selama yang tidak dioperasi – kebalikan dari keadaan pria yang dikebiri.

Jantung manusia. Hormon seks perempuan estrogen cenderung membantu mengatasi kolesterol buruk yang menyebabkan penyakit jantung. (Getty Images)

Para peneliti di Spanyol mengajukan sebuah makalah pada tahun 2005 yang menyatakan estrogen meningkatkan gen terkait dengan umur panjang, termasuk yang terkait dengan enzim antioksidan.

Estrogen juga mendukung hilangnya kolesterol buruk dan ini yang kemungkinan memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung.

3. Pekerjaan dan tingkah laku

Di daerah di mana terjadi konflik, harapan hidup pria menurun.

Tetapi pada beberapa wilayah dimana perawatan kesehatan tidak memadai, banyak perempuan meninggal saat melahirkan.

Beberapa faktor seperti merokok, alkohol dan kebanyakan makan kemungkinan salah satu alasan mengapa ukuran kesenjangan jenis kelamin beragam di berbagai negara.

Pria Rusia kemungkinan meninggal 13 tahun lebih cepat, contohnya, sebagian karena berlebihan minum alkohol.

Lebih panjang tetapi tidak lebih sehat

Tetapi ini bukan hanya kelebihan satu sisi saja. Meskipun perempuan hidup lebih panjang, mereka lebih menderita karena penyakit, terutama pada akhir kehidupan.

Rumah sakit di Cardiff, Inggris. Perempuan lebih sering mendatangi rumah sakit dari pada pria. (Getty Images)

Perempuan dari umur 16 sampai 60 tahun lebih berkemungkinan mengunjungi dokter dibandingkan laki-laki pada usia yang sama di sejumlah negara.

Steven N. Austad dan Kathleen E. Fischer dari University of Alabama mengatakan lewat sebuah tulisan di jurnal biomedika Cell Press bahwa “di masyarakat Barat, perempuan lebih sering mendatangi dokter, memakan obat dan tidak bekerja karena alasan kesehatan, di samping lebih lama di rumah sakit dibandingkan laki-laki”.

Mereka menambahkan, “Prevalensi yang lebih tinggi terkait dengan keterbatasan fisik perempuan pada masa selanjutnya kehidupan juga dilaporkan di Bangladesh, Cina, Mesir, Guatemala, India, Indonesia, Jamaica, Malaysia, Meksiko, Filipina, Thailand, dan Tunisia.”

Perbedaan menipis

Kajian baru-baru ini mengisyaratkan perbedaan harapan hidup antar jenis kelamin akan hilang dalam waktu dekat.

Sekolah di Inggris. Perbedaan harapan hidup antara laki-laki dan perempuan kemungkinan akan hilang dalam 20 tahun ke depan di Inggris. (Getty Images)

Kajian yang dilakukan Imperial College London menyatakan perbedaan antara pria dan perempuan kemungkinan akan menjadi hanya satu tahun sembilan bulan pada tahun 2030 di Inggris.

Bayi laki-laki yang dilahirkan saat ini di Inggris kemungkinan akan hidup sampai umur 79 tahun dua bulan dan bayi perempuan sampai umur 82 tahun sembilan bulan, menurut Office of National Statistics.

Kajian lain yang dipimpin Profesor Statistik di Cass Business School, Les Mayhew memperkirakan harapan hidup laki-laki dan perempuan akan sama pada tahun 2032.

“Penurunan secara umum terkait dengan konsumsi rokok dan alkohol menguntungkan laki-laki, yang cenderung lebih banyak merokok dan minum alkohol dibandingkan perempuan,” kata Les Mayhew seperti dikutip koran Guardian, Inggris.

“Kita juga mencatat langkah maju besar dalam mengatasi penyakit jantung, yang lebih sering dialami pria,” dia menambahkan.

Dan di negara-negara di mana kematian terkait dengan kecelakaan lalu lintas menurun, ini seharusnya juga membantu penambahan umur laki-laki.

(ita/ita) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Unik, Sandal Ini Mirip Hewan Peliharaan

Liputan6.com, Jakarta Hewan peliharaan dapat menjadi teman terbaik manusia. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan binatang kesayanganmu. Apalagi saat sedang mengalami hari yang buruk, bermain bersama binatang peliharaan pun dapat mengobati serta melupakan hari buruk yang telah kamu lalui. Tingkah lucu dari binatang peliharan tersebut juga bisa membuat harimu menjadi lebih bahagia.

Tak cuma menghibur dengan tingkah lakunya yang menggemaskan, binatang peliharaan juga bisa menjadi sumber inspirasi. Misalnya memunculkan ide untuk membuat baju, tempat tinggal, dan yang lainnya. Banyak orang yang berusaha menghidupkan image lucu dari binatang peliharaan ke dalam sebuah benda.

Terbaru, hadir sandal berbulu yang memiliki bentuk mirip dengan hewan peliharaan. Saking miripnya, banyak orang yang tidak bisa membedakan antara sandal dan hewan aslinya. Sandal berbulu yang unik ini bisa digunakan saat berada dalam rumah agar kaki tidak kedinginan.

Sandal dengan bentuk unik ini diproduksi oleh sebuah perusahaan bernama Cuddle Clones. Menariknya lagi, mereka juga menerima pesanan untuk membuatkan sandal yang menyerupai hewan peliharaan kesayanganmu.

Jika kamu ingin mendapatkan sandal berbulu ini setidaknya dibutuhkan waktu 2 bulan untuk proses produksinya. Hal ini karena sandal dari Cuddle Clones ini masih dibuat dengan proses manual alias handmade. Pensaran seperti apa penampakan sandal unik yang mirip hewan tersebut? Berikut Liputan6.com rangkum foto-fotonya dari Cuddleclones, Sabtu (26/1/2019).

2 dari 6 halaman

1. 4 Anjing berbaring bersama

3 dari 6 halaman

2. Bisa membedakan mana yang asli?

4 dari 6 halaman

3. Menggemaskan semua

5 dari 6 halaman

4. Wah, benar-benar mirip

6 dari 6 halaman

5. Seperti memiliki teman baru ya?

Nyaris Tak Berbulu, Warganet Kecele Mengira Anjing Ini Patung

Liputan6.com, Jakarta – Foto seekor anjing langka viral karena tampilannya yang unik. Sampai-sampai, warganet mengira anjing itu sebagai patung karena tampilannya yang tak biasa.

Sandra Pineda, seorang mahasiswi kedokteran berusia 22 tahun dari Filipina, berbagi foto anjingnya yang tak berbulu dari Meksiko. Anjing tersebut diberi nama Piper dan segera disukai warganet karena keunikannya.

Piper merupakan anjing jenis Xoloitzcuintli (disingkat Xolo). Anjing jenis ini dikatakan cerdas, loyal, dan sangat mencintai keluarganya. Netizen yang tak pernah mendengar jenis anjing tersebut kemudian menanyakan pertanyaan yang sama di bagian kolom komentar: Apakah Piper anjing asli atau patung?

Piper memang memiliki bulu yang begitu tipis, sehingga dikira tidak berbulu. Selain itu, warnanya yang seperti perunggu membuat Piper dikira patung saat difoto.


Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Respons Warganet

Pineda membawa Piper pulang Maret lalu ketika ia baru berusia dua bulan. Menurut gadis itu, tanggapan warganet terhadap Piper adalah sesuatu yang lucu.

“Sangat lucu melihat orang-orang mengira Piper adalah patung. Mereka bingung dan bertanya apakah Piper hidup atau tidak,” ungkap Pineda seperti dikutip dari LadBible.

Menurut Pineda, ia senantiasa membalurkan minyak kelapa murni di tubuh Piper setelah mandi agar bulu-bulunya mengilap. Wanita itu mengakui, meski banyak yang suka dengan uniknya Piper, banyak juga yang tak suka penampilannya yang seperti tak berbulu.

“Aku pikir orang-orang harus memberi kesempatan bagi Piper, anjing jenis Xolo, dan anjing tak berbulu lainnya. Mereka benar-benar manis dan lucu.”

Kini Piper telah memiliki akun Instagram sendiri (@pipernriley) yang telah diikuti lebih dari dua ribu pengikut.