Penyebab Nyeri Menstruasi Terasa Berbeda Setiap Bulan

2. Konsumsi makanan olahan

Makanan olahan mungkin dapat membuat Anda merasa lebih baik saat sedang menstruasi. Namun, makanan olahan memiliki kandungan gula putih dan tepung yang dapat menyebabkan inflamasi pada tubuh.

Jika inflamasi atau peradangan terjadi saat menstruasi maka menstruasi Anda sangat menyakitkan. 

Dr Jessica Shepherd menyarankan untuk mengonsumsi buah, sayur atau probiotik saat menstruasi. Makanan tersebut dapat mengurangi inflamasi dan menetralkan pH tubuh. 

3. Volume menstruasi lebih banyak dibandingkan biasanya

Obgyn Heather Bartos mengatakan bahwa setiap bulan uterus akan meluruhkan darah sebagai bentuk ‘self cleaning‘. Semakin banyak darah yang diluruhkan makan semakin bertambah volume menstruasi.

“Uterus merupakan otot yang dapat melakukan kontraksi untuk mendorong darah menstruasi keluar,” kata dr Heather.

Heather menjelaskan bahwa stres atau perubahan hormon juga dapat menyebabkan perubahan pada volume menstruasi.

Kenapa Akumulasi Suara Pilpres di Situs KPU Berbeda? Ini Penjelasannya

Dia mencontohkan, suara di Sumatera Utara untuk pasangan 02, di Situs KPU ditulis 348.110 tapi begitu dicopy ke excel jadi 348.11

Lampung untuk pasangan 02, di situs KPU ditulis 220.710 tapi begitu dicopy ke excel jadi 220.71

Bali untuk pasangan 02, di situs KPU ditulis 13.780 tapi begitu dicopy ke excel jadi 13.78

Paling parah Kalimantan Barat, untuk pasangan 02, di situs KPU ditulis 174.600 tapi begitu dicopy ke excel jadi 174.6

Sementara Maluku untuk pasangan 02, di situs KPU ditulis 19.330 tapi begitu dicopy ke excel jadi 19.33

“Nol di belakang angka hilang semua, padahal maknanya besar. Ya secara keseluruhan angka ketika diubah jadi desimal memang maknanya berubah. Sampai sini semoga paham,” tutur Abah.

Jadi, jalan keluarnya menurut Abah, adalah dengan mengganti angka desimalnya serta menghilangkan titik yang ada di tengah-tengah angka dan tambahkan nol yang hilang. Setelah itu barulah angka-angka itu dijumlahkan.

“Setelah dijumlahkan, hasilnya persis sama dengan hitungan di situs KPU, begitu juga prosentasenya yang digambarkan dengan diagram, pasangan 01 mendapat 7 032 163 (54%) dan pasangan 02 mendapat 5 928 855 (46%),” pungkas Abah.

  

Data-1

Komando Warriors 2019 Janjikan Wajah Berbeda

Liputan6.com, Jakarta – Komando Warriors tahun ini akan kembali digelar pada 27 April 2019. Panitia pun sudah menyiapkan beberapa hal berbeda bagi para peserta Komando Warriors tahun ini.

“Komando Warrriors tahun ini yang pertama lokasinya berbeda di daerah Sentul, di Taman Budaya,” kata Kolonel Gerry Haikal yang berperan sebagai Koordinator Lapangan, saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (19/4/2019).

“Kemudian ada beberapa rintangan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini rintangannya lebih menantang,” ujarnya menambahkan.

Komando Warriors sendiri digelar dalam rangka memperingati hari jadi Kopassus yang ke-67. Nantinya, para peserta Komando Warriors akan menjajal olahraga-olahraga dan rintangan yang biasa dihadapi para anggota Kopassus.

Untuk tahun ini, panitia membagi para peserta ke dalam enam kategori. Enam kategori yang dimaksud adalah individu putra, individu putri, beregu putra, beregu putri, beregu campuran, dan pelajar.

“Target tahun ini 1500 peserta, tahun kemarin 750 peserta jadi ada peningkatan jumlah tahun ini,” kata Gerry.

Satu Rumah, Ashanty dan Aurel Hermansyah Dukung Capres Berbeda di Pemilu 2019

Buat Ashanty, ia punya alasan tersendiri mengapa mendukung Jokowi dalam Pemilu 2019. Ia melihat langsung perkembangan Indonesia semenjak dipimpin mantan Walikota Solo itu. Pembangunan yang sangat merata membuat dirinya mau Jokowi menjadi presiden dua periode.

“Dulu aku lima tahun yang lalu bukan pendukung pak Jokowi, dan setelah lima tahun aku keliling daerah-daerah aku lihat, akhirnya sejak tahun 2017 lalu aku dukung Pak Jokowi, dan buat kita mungkin biasa aja, tapi buat orang di pelosok-pelosok sana yang enggak pernah terjamah sudah dibangun infrastructure itu sangat-sangat berguna bagi masyarakat yang mengalami kemajuan,” jelas Ashanty.

Libas Juventus, Pelatih SPAL: Kami Berbeda di Babak Kedua

Liputan6.com, Turin – Pelatih SPAL Leonardo Semplici sangat senang bisa melihat timnya menang atas Juventus 2-1, Sabtu (13/4/2019). Ia pun memuji kerja keras para pemain melawan raksasa Italia tersebut.

Juventus unggul terlebih dahulu lewat gol Moise Kean di menit 30 dan bertahan hingga jeda. SPAL bangkit di babak kedua dan berhasil membalikkan keadaan melalui gol-gol Kevin Bonifazi menit ke-49 serta Sergio Floccari menit ke-74.

“Kami telah menampilkan performa yang hebat. Itulah yang kami butuhkan untuk mendapatkan hasil melawan tim berkualitas, meski Juventus tanpa beberapa pemainnya,” kata Semplici seperti dilansir Football Italia.

SPAL seolah tim yang berbeda di babak kedua. Ini ternyata tak lepas dari team talk yang dilakukan Semplici untuk menggugah semangat pasukannya saat jeda.

“Kami kurang tajam di babak pertama dan mengawali laga dengan sedikit tertekan. Namun saya berusaha membangkitkan motivasi para pemain saat jeda dan mereka mampu keluar dari cangkangnya,” ujar Semplici.

“Saya bilang kepada para pemain, kalau kami memang harus kalah, setidaknya kami harus memberikan perlawanan. Saya sedikit berteriak dan itu mampu menggugah mereka. Kami jadi tim yang berbeda di babak kedua.”

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini

Berita video striker 37 tahun di SPAL, Sergio Floccari, membuat Juventus menunda selebrasi juara Serie A 2018-2019.

Pria dan Wanita Punya Gairah Berhubungan Seks di Waktu yang Berbeda

Meskipun begitu, Longhurst mengatakan bahwa kebahagiaan secara seksual merupakan kebutuhan yang sama. Sehingga, banyak pasangan bisa menemukannya tanpa harus memikirkan tentang waktu untuk berhubungan intim.

Survei lain yang dilakukan oleh Lovehoney uga menyebutkan bahwa Sabtu malam pukul 19.37 merupakan waktu paling populer untuk berhubungan seks. 44 persen pasangan mengaku mereka melakukannya di malam minggu.

Melansir Huffington Post, beberapa hari populer lainnya termasuk Minggu (24 persen) dan Jumat (22 persen).

“Menjadwalkan hubungan seks tampak seperti aktivitas paling romantis di dunia, tetapi kami telah menemukan bahwa keintiman fisik yang teratur merupakan kunci untuk kebahagiaan dalam hubungan secara menyeluruh,” kata Longhurst.

Arti Jatuh Cinta dan Mencintai Ternyata Jauh Berbeda

Liputan6.com, Jakarta – Jatuh cinta bisa menjadi momen yang sering kita anggap unik. Itu karena datangnya yang secara tiba-tiba, sangat membahagiakan bahkan mengkhawatirkan di waktu yang sama. Setelah jatuh cinta, apakah kita akan otomatis mencintai?

Kita mungkin sering menganggap bahwa jatuh cinta dan mencintai sebagai hal yang sama. Sekilas tak pernah ada perbedaan di antara keduanya. Namun ternyata, antara jatuh cinta dan benar-benar cinta sebenarnya memiliki banyak perbedaan.

Dilansir dari Fimela, 31 Maret 2019, seseorang bisa dengan mudah jatuh cinta. Tapi, hanya sedikit orang yang mau dan mampu mempertahankan cinta tersebut setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan orang yang dicintainya.

Saat Anda jatuh cinta, Anda ingin memiliki dan dimiliki. Tapi ketika hati Anda tulus mencintai, melihatnya bahagia tanpa harus memilikinya sudah membuat Anda merasa cukup. Cinta yang sesungguhnya bukan semata-mata hasrat ingin memiliki dan dimiliki.

Cinta sejati adalah cinta yang kehadirannya sangat berarti di hidup Anda tanpa menuntutnya untuk menjadi milk Anda. Mereka yang sedang jatuh cinta biasanya akan membuatnya lebih sering meminta, minta diperhatikan, minta mendapat balasan cinta yang sama besar bahkan lebih besar dan meminta agar orang yang dicintainya selalu ada di sisinya.

Di sisi lain, ketika seseorang mencintai dengan tulus, ia akan lebih banyak memberi tanpa meminta. Saat memberi, seseorang yang cintanya tulus tak akan meminta balasan atas apa yang telah ia berikan.

Jatuh cinta membuat emosi seseorang meladak-ledak tanpa bisa dikendalikan dengan baik. Sebaliknya, mereka yang sungguh-sungguh mencintai, emosinya bisa diatur dengan sangat baik. Seseorang yang tulus mencintai tak akan emosi ketika cintanya tak terbalas.

Emosi orang yang sungguh mencintai pun tak pernah kelewat batas. Mencintai dengan sungguh-sungguh membuat Anda selalu ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Mencintai seseorang dengan tulus juga mengajarkan Anda untuk mencintai dan menghargai diri Anda sendiri dulu.

Cinta yang sesungguhnya adalah ketika cinta itu membuat Anda maupun membuatnya bahagia. Bukan sebaliknya, di mana diri Anda dan dirinya justru menderita karenanya.  (Mimi Rohmitriasih/Fimela.com)

Saksikan video pilhan di bawah ini:

Edmilson dan Karine de Souza berhasil buat warganet terharu karena kisah cinta mereka yang tidak memandang fisik namun berasal dari hati setelah foto pertunangan mereka diunggah oleh Daniel Panisson Fotografias di Facebook.

Jokowi: Saya dan JK Selalu Beriringan, Tak Pernah Berbeda

Makassar – Capres petahana Jokowi mengajak Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kampanye di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Di hadapan masyarakat, Jokowi menegaskan dirinya dan JK selalu berdampingan dan tidak pernah berbeda pandangan.

Jokowi mengatakan, Makassar termasuk kota yang dia prioritaskan untuk dikunjungi. Sebab Makassar merupakan kota asalnya JK.

“Makassar ini merupakan prioritas yang harus saya kunjungi. Karena saya dan Pak JK sudah 4,5 tahun diberi amanah oleh masyarakat di seluruh tanah air Indonesia,” kata Jokowi di kampanye akbar terbuka di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulsel, Minggu (31/3/2019).

Jokowi mengatakan, dirinya dan JK nyaris tidak pernah berbeda pandangan. Dia bahkan selalu berkomunikasi, terutama dalam mengambil kebijakan yang penting.

“Saya dan Pak JK nyaris 5 tahun ini tidak ada satu hal pun yang berbeda. Saya terus berjalan beriringan dengan Pak JK. Setiap saya ambil keputusan sulit, saya pastikan, saya diskusi dengan JK agar keputusan itu baik untuk masyarakat,” ujar Jokowi.

Salah satu jalan yang beriringan itu, kata Jokowi, misalnya saling mengontrol proyek besar. Dia mengatakan selalu berbagi tugas dengan JK.

“Bapak ke timur saya ke barat. Bapak ke utara saya ke selatan. Selalu bagi tugas. Kalau ada pertemuan internasional saya dan Pak JK selalu bagi tugas. Misalnya ke markas PBB di AS Pak JK yang hadir, selalu hadir di pertemuan yang ada di PBB,” katanya.

Dalam forum internasional, Jokowi juga sering berbagi dengan JK. “Kemudian pertemuan di G20 kadang saya datang kadang pak JK yang datang. Di pertemuan APEC kadang pak JK yang datang kadang saya. Inilah pembagian tugas agar setiap hal yang penting diputuskan dengan hati2 karena negara ini negara besar. Penduduk kita 269 juta orang. Yang terdiri dari 714 suku yang berbeda beda adat dan tradisi budaya beda,” jelas Jokowi.
(jor/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

HEADLINE: Dukung Capres-Cawapres Berbeda, Ada Apa dengan Golkar dan Erwin Aksa?

Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade mengapresiasi langkah Erwin Aksa.

“Beda tuh sama sahabat Sandi yang lain, yang terindikasi lebih mementingkan kerajaan bisnisnya daripada persahabatan,” kata Andre kepada Liputan6.com, Rabu (20/3/2019).

Dia menegaskan, tidak ada komunikasi antara Erwin Aksa dengan tim BPN sebelum pernyataan dukungan. Sebab, dukungan tersebut murni posisi Erwin Aksa sebagai sahabat Sandiaga.

Andre mengatakan, kedatangan Erwin Aksa ke debat cawapres dan duduk di barisan pendukung Sandiaga pada Minggu 17 Maret 2019 juga bukan karena ajakan, melainkan inisiatifnya sendiri.

“Bang Erwin duduk di depan itu karena duduk sebagai sahabat Sandi, posisinya pendukung Sandi ada di sebelah kanan BPN, Bang Erwin ditaruh di depan karena dia sahabat Sandi,” kata dia.

Andre optimistis, dukungan Erwin Aksa tersebut mempengaruhi perubahan suara untuk Prabowo-Sandi. Selain karena posisinya sebagai pengusaha, dia juga tokoh muda di Sulawesi Selatan yang mempunyai pengaruh.

“Ada dong, dan kami optimis Sulsel, Prabowo Sandiaga unggul di situ,” kata dia.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Ferdinand Hutahaean mengatakan, selain karena persahabatan, Erwin Aksa dinilainya memperhitungkan matang-matang dukungan politiknya kepada Prabowo-Sandiaga.

“Bahwa beliau melihat bukan hanya soal harus memilih siapa tapi beliau melihat bahwa Prabowo yang akan memenangkan pertarungan ini,” kata Ferdinand kepada Liputan6.com, Rabu (20/3/2019).

Politikus Partai Demokrat ini juga mengatakan, dukungan Erwin Aksa memiliki pengaruh untuk kenaikan elektabilitas Prabowo-Sandi. Khususnya untuk wilayah Indonesia Timur, yaitu Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, dukungan Erwin Aksa kepada Prabowo-Sandi merupakan hak politik seseorang. Selain itu, dukungan tersebut wajar karena Erwin Aksa dan Sandiaga berteman.

“Wajar saja Pak Erwin mendukung Pak Sandiaga, kan itu temannya sejak muda di HIPMI. Dan saya kira tidak ada dampak yang besar lah,” kata Karding kepada Liputan6.com.

Dia pun menegaskan, dukungan kader Golkar ke kubu Prabowo tersebut tidak ada ada pengaruhnya untuk suara Jokowi-Maruf di Pilpres 2019.

“Tidak lah. Kalau teman teman HIPMI, Kadin, sebagian besar ikut ke Pak Jokowi. Ada Bahlil (Ketua HIPMI Bahlil Lahadalia) ada Pak Rosan (Ketua Kadin Rosan Roeslani), ada Pak Hariyadi Sukamdani dari Apindo, ada Pak Erick Tohir dan di lapangan seluruh kelompok baik Kadin, HIPMI, alumni-alumninya itu semua dukung Jokowi,” kata Karding.

Dia mengatakan, untuk meraih suara di wilayah Indonesia Timur yang diklaim akan direbut kubu Prabowo karena ada dukungan Erwin Aksa, masih ada dukungan dari Jusuf Kalla, Nurdin Abdullah, dan Aksa Mahmud yang merupakan ayah Erwin Aksa. ” Jadi tidak ada pengaruhnya,” ucap Karding.

Juru Bicara TKN Joko Widodo-Maruf Amin, Ahmad Basarah juga menyatakan, tidak ada pengaruhnya dukungan ke tim kampanye Jokowi-Ma’ruf karena TKN dibentuk dan bekerja dengan sistem, bukan bertumpu pada orang perorangan. TKN Jokowi juga dipimpin oleh Ketua Tim Erick Thohir dan Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Pengarah.

Basarah mengatakan, saat ini ada fenomena berpindahnya dukungan kader-kader partai politik nonkoalisi yang mendukung Jokowi-Maruf Amin. Misalnya dukungan dari Demokrat di Jawa Timur, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Gubernur Papua Lukas Enembe, DPD PAN Tanah Bumbu, dan DPW PAN Kalimantan Selatan.

Selain itu, ada pula fenomena berpindahnya dukungan dari Tuan Guru Badjang, Ali Mochtar Ngabalin, Kapitra Ampera, hingga Hary Tanoesoedibjo.

“Sehingga fenomena berpindahnya seorang Erwin Aksa tidaklah terlalu merisaukan kami. Karena faktanya memang lebih banyak tokoh-tokoh dari kubu parpol pendukung 02 yang sudah berpindah mendukung 01 daripada tokoh-tokoh parpol pendukung 01 yang pindah mendukung paslon 02,” kata Basarah kepada Liputan6.com.

Dia mengatakan, tidak bisa dipungkiri bahwa Erwin Aksa adalah seorang pengusaha. Di mana salah satu kecenderungannya adalah berupaya dekat dengan penguasa untuk mengamankan aset dan bisnisnya.

“Bagi saya sikap politik Erwin Aksa tersebut bukan sesuatu yang luar biasa dan tidak perlu ditanggapi secara berlebihan,” Basarah menandaskan.

Fakta Penangkapan Terduga Teroris Terafiliasi JAD di 3 Kota Berbeda

Liputan6.com, Jakarta – Dalam kurun waktu empat hari, Densus 88 Antiteror berhasil membekuk terduga teroris di tiga tempat. Pertama diawali dengan penangkapan terduga teroris berinisial R alias Putra Syuhada di Lampung pada Sabtu 9 Maret 2019.

Dari penangkapan tersebut, Polisi berhasil menggali informasi kembali menangkap seorang terduga teroris di Pontianak, Kalimantan Barat pada hari selanjutnya.

Ia adalah P alias Salim Salyo (37) yang disinyalir akan melakukan perampokan untuk menunjang aksi terorisme.

“Modusnya akan melakukan amaliah (aksi teror) dengan sasaran aparat kepolisian,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Senin, 11 Maret 2019. 

Selanjutnya pada Selasa, 12 Maret 2019, Densus kembali menangkap terduga teroris Husain alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumatera Utara.

Berikut fakta-fakta dalam penangkapan terduga teroris di tiga kota berbeda yang berhasil dihimpun oleh yang dihimpun Liputan6.com: