Naik Takhta 1 Mei, Putra Mahkota Siap Penuhi Tugas Jadi Kaisar Jepang

Tokyo – Putra Mahkota Naruhito akan naik takhta menjadi kaisar Jepang pada 1 Mei 2019. Naruhito siap memenuhi tugasnya menjadi kaisar Jepang menggantikan ayahnya, Akihito yang akan turun takhta 30 April 2019.

“Saya siap jalani tugas saya sebagai simbol (negara) dengan selalu berada di samping warga Jepang, dan berbagi suka dan duka dengan warga,” ujar Naruhito dalam acara ulang tahunnya yang ke-59, seperti dilansir Japan Times, Sabtu (23/2/2019).

Putra Mahkota juga menyatakan kesiapannya untuk mengeksplorasi hal baru sambil melanjutkan warisan Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko. “Saya ingin mengejar apa yang dituntut dari keluarga Kekaisaran sesuai dengan perubahan zaman,” ujarnya.
Saat ini, takhta kaisar Jepang masih dijabat Akihito. Dia bertakhta sejak 1989, menggantikan ayahnya, Kaisar Hirohito, yang meninggal dunia.
Turun takhtanya Akihito pada April mendatang akan menjadi yang pertama kalinya seorang kaisar Jepang turun takhta dalam kurun waktu dua abad. Dewan Urusan Rumah Tangga Kekaisaran, yang terdiri atas anggota parlemen, anggota kerajaan, dan hakim-hakim Mahkamah Agung, pada hari Jumat (1/12) telah menyetujui waktu turun takhta tersebut. Dewan tersebut dikepalai oleh Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe.

Tahun lalu, Akihito, yang genap berumur 84 tahun pada 23 Desember mendatang, telah menyampaikan niatnya mengundurkan diri. Akihito menyatakan dirinya khawatir bahwa usia dan kondisi kesehatannya akan membuatnya sulit melakukan tugas-tugasnya. Kaisar pernah menjalani operasi jantung dan perawatan untuk kanker prostat.
(dkp/dkp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kylie Jenner Ungkap Menu Diet yang Bikin Tubuhnya Langsing

Liputan6.com, Jakarta – Apa yang dilakukan keluarga Kardashian dan Jenner selalu menarik perhatian banyak orang. Begitu juga dengan Kylie Jenner. Ia kerap mengunggah berbagai hal di media sosial.

Bukan hanya mengunggah foto-foto koleksi pakaian maupun produk kosmetik miliknya, tapi juga berbagi informasi tentang kehidupan pribadinya. Seperti bagaimana caranya merawat wajah dan tubuh dan yang terbaru adalah membagikan rahasia tubuh langsingya.

Baru-baru ini, Kylie berbagi rahasia tentang program dietnya. Dilansir dari Times of India, Kamis, 21 Februari 2019, ibu dari Stormi Webster itu engungkapkan kalau ia mulai mengonsumsi jus seledri setelah mendengarkan manfaatnya dari Kim Kardashian.

Jus seledri memang memiliki jumlah vitamin C dan K yang tinggi yang membantu memerangi kanker dan penyakit hati, mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan jantung. Bukan itu saja, jus ini juga dapat menenangkan saraf, mengurangi migrain, dan menurunkan berat badan.

Selain minum jus, Kylie masih menyempatkan dirinya untuk meminum kopi dengan creamer mineral. Hal itu dilakukannya setelah 30 menit meminum jus seledri.

Perempuan kelahiran 21 tahun lalu itu biasanya menyiapkan kopi sambil menyiapkan kudapan lainnya seperti kentang, daging, dan buah favoritnya. Sebelumnya, ia pernah mengungkapkan suka mengolah masakan dari jenis kentang, seperti kentang tumbuk dan manisan ubi jalar.

Kesimpulannya, menu diet Kylie Jenner tiap pagi terdiri dari 500ml jus seledri, kopi dengan creamer mineral, kentang tumbuk, daging, dan alpukat.

Dengan beragam aktivitas, seperti mengurus bisnis dan jadi ibu rumah tangga, memang tak mudah untuk menguruskan tubuh. Namun Kylie berhasil melakukannya dengan menjaga tubuhnya tetap bugar dan sehat. Tertarik mengikuti pola diet Kylie Jenner?

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Gabung Militer Suriah Tanpa Izin, Seorang Tentara Swiss Diadili

Liputan6.com, Bern – Johan Cosar (37), salah seorang anggota tentara Swiss tengah menghadapi pengadilan pidana militer di negaranya.

Ia dituduh melakukan pelanggaran berupa bergabung dengan pasukan asing tanpa komando dari otoritas militer ataupun izin dari pemerintah Swiss.

Dalam pengadilan bulan ini, Cosar dibela oleh keluarga dan para simpatisan. Mereka membawa spanduk bertuliskan “memerangi Negara Islam (ISIS) bukanlah kejahatan,” sebagaimana dikutip dari BBC News pada Kamis (22/2/2019).

Cosar dituduh bergabung dengan pasukan militer Suriah, dalam penyerangan melawan ISIS. Ia merasa berbagi penderitaan dengan kelompok militer di Suriah, mengingat kakek dan neneknya berasal dari anggota komunitas Kristen Suriah.

Cosar berangkat ke Suriah beberapa waktu lalu sebagai jurnalis lepas, meskipun sebelumnya telah mendapatkan pengalaman di institusi militer Swiss.

Sesampainya di Damaskus, ia melihat kelompok Suriah Islam menekan komunitas Kristen. Cosar merasa tidak memiliki pilihan lain kecuali membantu mereka.

Ia kemudian berperan mendirikan Dewan Militer di Suriah. Dalam institusi itu ia melatih para prajurit dengan keterampilan yang ia dapatkan selama menjadi tentara di Swiss. Ia juga mendirikan pos pemeriksaan, serta klimaksnya menjadi pemimpin bagi 500 personel untuk sebuah pertempuran.

Karena tindakan tersebut, Cosar merasa bahwa dirinya layak mendapatkan “medali” penghargaan alih-alih disidang. Ia mengklaim dirinya telah ambil bagian dalam aksi memerangi terorisme.

Menanggapi pernyataan Cosar dan pengacaranya, hakim mengatakan bahwa vonis terhadap Cosar akan diberikan paling cepat pada Jumat 22 Februari 2019.


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Hukum Pidana Militer Swiss

Cosar ditangkap di Swiss baru-baru ini, karena dianggap melanggar hukum pidana militer.

Perlu diketahui bahwa hukum pidana militer Swiss sangat berbeda dari negara yang lain, mengingat terdapat unsur historis di dalamnya.

Hukum pidana militer melarang warga negara Swiss untuk berjuang bagi negara asing tanpa perintah atau izin pemerintah.

Hal itu mengingat dalam sejarahnya, banyak rakyat menyanggupi bekerja untuk militer Spanyol, Belanda, Inggris, bahkan Napoleon. Kontribusi warga negara dalam perang tidaklah bersifat nasionalistis melainkan untuk kepentingan tertentu, tak terkecuali komersil.

Hukum tersebut diberlakukan sejak Swiss mendeklarasikan diri sebagai negara netral. Saat ini, satu-satunya pasukan Swiss yang sah di luar negeri adalah Garda Papal Swiss di Roma.

Laga Hidup Mati Timnas di Piala AFF 2019

Liputan6.com, Jakarta – Dalam dua laga Grup B Piala AFF 2019, Timnas U-22 Indonesia hanya mampu bermain imbang melawan Myanmar dan Malaysia. Laga terakhir melawan Kamboja pun bak hidup atau mati.

Saat melawan Myanmar pada 18 Februari 2019, Asnawi Mangkualam Bahar dan kawan-kawan berbagi skor 1-1. Lalu pada 20 Februari 2019 berakhir dengan skor 2-2 saat melawan Malaysia.

Timnas U-22 Indonesia menduduki posisi kedua di klasemen Grup B, di bawah Kamboja. Indonesia harus bisa mengalahkan tuan rumah Kamboja untuk lolos ke semifinal.

Akankah Timnas U-22 Indonesia menaklukkan Kamboja di Piala AFF 2019? Bagaimana kansnya? Simak dalam Infografis berikut ini:

2 dari 3 halaman

Infografis

3 dari 3 halaman

Video

Kejutan Mengharukan untuk Polisi yang Rajin Bersedekah

Liputan6.com, Kebumen – Barangkali, Parsono adalah nama polisi yang paling dikenal di Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Jawa Tengah. Polisi baik hati ini dikenal dengan kedermawanan dan keramahannya kepada semua orang.

Belakangan, nama polisi berpangkat Aiptu ini semakin terkenal. Rupanya, ada warganet Kebumen yang mengunggah kedermawanan Aiptu Parsono ke dunia maya.

Mendadak namanya melambung. Banyak warganet yang salut dengan kedermawanan Parsono.

Rambutnya mulai memutih. Namun, sejak memulai karir di Polri pada tahun 1989, Parsono tak pernah melupakan pesan orangtuanya untuk berbagi rezeki kepada yang membutuhkan.

Setiap hari, terutama pagi hari, polisi baik hati ini selalu meluangkan waktu bersedekah untuk orang yang membutuhkan. Tugasnya sebagai Kanit Binmas Polsek Pejagoan membuatnya paham, lokasi-lokasi para duafa yang membutuhkan uluran tangan.

Pagi itu, seperti biasanya, setelah pengaturan lalu lintas pagi, ia bergegas ke salah satu rumah penduduk miskin. Kali ini, ia singgah ke rumah, atau lebih tepat, gubuk milik Bera (60) warga Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan, Kebumen.

Parsono datang ke gubuk itu untuk mengetahui kondisi Bera sekaligus membagikan sembako dan sedikit uang untuk membantu meringankan kebutuhannya sehari-hari. Bera adalah warga penyandang tunanetra dan hidup sebatang kara di sebuah gubuk reyot.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, ia mengandalkan bantuan dari warga karena keterbatasannya. Kondisi Bera tak luput dari pantauan Parsono.

“Enggak seberapa sih. Namun, kebiasaan ini sudah saya lakukan bertahun-tahun kepada orang yang membutuhkan. Bantuan ini murni dari penghasilan saya. Karena saya ingin berbagi,” ucap polisi baik hati ini, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Rabu, 20 Februari 2019.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Penghargaan dari Kapolres Kebumen

Dia pun yakin, berbagi atau bersedekah tak bakal membuat seseorang menjadi susah. Keyakinan itu telah tertanam jauh hari, sejak masa muda.

Terbukti, meski hanya berpangkat Aiptu, ia mampu mengnyekolahkan anaknya hingga jenjang S2 dan kini menjadi Dosen di UIN Walisongo Semarang. Anak kedua, masih kuliah di UGM Yogyakarta dan yang terakhir anak perempuannya masih kelas 5 SD.

“Kami yakin, pendapatan kita berdua (istri) bisa untuk menyekolahkan anak dan berbagi. Istri saya bekerja sebagai Guru SD,” dia mengungkapkan.

Di mata rekan kerjanya, Aiptu Parsono merupakan pribadi yang disiplin dan agamis. Bahkan, di tengah kesibukkannya menjadi anggota Polri, ia menyempatkan waktunya menjadi Takmir Masjid di Desa Tanggerang, Kecamatan Sruweng, tempat tinggalnya.

“Jadi muazin juga,” kata polisi yang tiga tahun lagi bakal memasuki masa pensiun ini.

Aksi bersedekah tanpa pamrih Parsono ini rupanya menjadi perhatian pimpinan Polres Kebumen. Selasa, 19 Februari 2019, Parsono memperoleh penghargaan dari Kapolres Kebumen, AKBP Robert Pardede dalam sebuah upacara penyerahan penghargaan.

Wakil Kepala Polres Kebumen Kompol Prayudha Widiatmoko yang menjadi inspektur upacara dan menyerahkan piagam penghargaan dari Kapolres Kebumen kepada Aiptu Parsono. Suasana begitu khidmat ketika Aiptu menerima penghargaan ini.

Parsono tak bisa menyembunyikan betapa hatinya haru. Tentu, polisi baik hati ini tak pernah mengira sedekahnya yang tanpa pamrih diperhatikan oleh pimpinan.

“Kami sangat berterima kasih sekali kepada Bapak Kapolres serta institusi, karena apa yang saya lakukan ini mendapat apresiasi. Karena, bagi saya bersedekah itu hal biasa. Dan merupakan anjuran agama untuk menyisihkan penghasilan kita untuk orang yang kurang mampu,” Parsono menuturkan.

Aiptu Parasono mungkin salah satu contoh sisi lain anggota Polri yang belum diketahui banyak orang. Di balik sosok disiplin anggota Bhayangkara, tersimpan jiwa-jiwa lembut kemanusiaan.

HEADLINE: Lawan Kamboja, Laga Hidup Mati Timnas U-22 Indonesia di Piala AFF 2019

Liputan6.com, Jakarta – Timnas U-22 Indonesia sampai di fase ajang Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Tim asuhan Indra Sjafri ini akan menghadapi laga hidup mati lawan tim tuan rumah di pertandingan terakhir Grup B, malam ini.

Laga yang akan digelar di Olympic Stadium, Phnom Penh, ini akan menentukan sukses tidaknya pasukan Garuda Muda melangkah ke semifinal edisi kedua Piala AFF U-22 ini. Timnas U-22 Indonesia harus mengalahkan Kamboja, yang sudah memastikan tiket ke semifinal dengan status juara Grup B.

Pasalnya, di dua laga awal Gup B, Asnawi Mangkualam Bahar dan kawan-kawan hanya mampu bermain imbang lawan Myanmar dan Malaysia, 18 dan 20 Februari lalu. Timnas U-22 Indonesia berbagi skor 1-1 lawan Myanmar. Sedangkan lawan Malaysia, pertandingan berakhir dengan skor 2-2.

Padahal, jika saja Indonesia bisa menang atas Malaysia, tiket ke semifinal bakal jadi milik Indra Sjafri dan pasukannya. Sebab, di pertandingan lainnya di Grup B, Kamboja juga sukses menekuk Myanmar 2-0.

Pun dalam laga lawan Malaysia, yang juga digelar di Olympic Stadium, Indonesia sebenarnya berpeluang menang. Dua kali Timnas U-22 Indonesia unggul dengan skor 1-0 dan 2-1, lewat gol Marinus Wanewar dan Witan Sulaeman. Namun, dua kali juga gawang Satria Tama harus kebobolan.

Kini, menduduki posisi kedua di klasemen Grup B, di bawah Kamboja, Timnas U-22 Indonesia harus bisa mengalahkan tuan rumah untuk memastikan tempat di semifinal. Kalah, tiket itu berpotensi dicuri Malaysia atau Myanmar yang akan saling berhadapan di laga lainnya.

Imbang lawan Kamboja, Timnas U-22 sebenarnya masih bisa lolos. Syaratnya, pertandingan Malaysia vs Myanmar, yang digelar sebelumnya juga harus berakhir tanpa pemenang.

Sebab, saat ini berada di posisi kedua klasemen Grup B, Indra Sjafri dan pasukannya unggul satu poin dibanding Malaysia dan Myanmar.

Namun, tentu saja sangat riskan, jika Timnas U-22 hanya mengejar hasil imbang lawan Kamboja. Lagipula, lolos ke semifinal dengan kemenangan jelas lebih membanggakan, bukan?

2 dari 4 halaman

Indra Sjafri Optimistis

Indra Sjafri sendiri tampak cukup optimistis pasukannya bisa lolos ke semifinal. Pasalnya, kata Indra, dalam dua pertandingan di Piala AFF U-22 2019, tim asuhannya terus memperlihatkan peningkatan performa.

Bahkan, lawan Malaysia, Indra mengatakan pasukannya seharusnya bisa meraih kemenangan. Pria asal Minang itu menyebut Malaysia hanya beruntung bisa memaksakan hasil imbang di akhir pertandingan.

“Saya optimistis tadi kami bisa meraih kemenangan. Akan tetapi, dalam sepak bola apa pun bisa terjadi,” kata Indra Sjafri, pelatih berusia 56 tahun, seusai pertandingan tersebut.

Indra juga menyebut, laga Myanmar vs Malaysia, yang akan digelar sebelum laga Indonesia vs Kamboja, tidak akan memengaruhi mental pasukannya. Hasil apapun di pertandingan itu, mereka akan tetap fokus mencari kemenangan lawan Kamboja.

“Kondisi mental juga bagus kok. Kita lihat kan pertandingan kedua jauh lebih baik mainnya dibanding pertama. Nanti, yang ketiga akan lebih bagus lagi,” ujarnya. 

3 dari 4 halaman

Antisipasi Set-Pieces

Hanya memang, Indra tak menampik ada beberapa hal yang harus mereka evaluasi dari laga lawan Myanmar dan Malaysia. Terutama dalam mengantisipasi bola-bola mati atau set-pieces.

Seperti diketahui, dua gol Malaysia ke gawang Satria Tama, semuanya berawal dari bola mati. Gol pertama dicetak Nik Akif melalui tendangan bebas, sedangkan gol kedua berawal dari situasi tendangan sudut yang kemudian disundul Hadi Fayyadh.

Nova Arianto, sang asisten, ditunjuk Indra untuk membenahi masalah ini. “Evaluasi yang kami dapatkan kemarin adalah kebobolan dari gol-gol situasi bola mati seperti set piece dari free kick dan tendangan corner. Itu yang harus kami antisipasi. Kamboja memang tidak punya pemain dengan postur tinggi, akan tetapi kualitas pemain mereka cukup baik,” ucap Nova.

4 dari 4 halaman

Ancaman Kamboja

Banyak yang memprediksi Timnas U-22 akan mudah memenangkan laga ini. Sebab, Kamboja kemungkinan akan bermain aman dan menyimpan bintang mereka lantaran sudah memastikan diri lolos ke semifinal.

Namun, asumsi ini dibantah Indra. “Saya pikir sepak bola tidak begitu (bermain untuk tidak mengincar kemenangan). Apalagi pelatih mereka bukan orang lokal dan semua pelatih di dunia tidak ada lagi yang mau mengalah meski timnya sudah lolos,” kata Indra Sjafri kepada wartawan di Lapangan AIA, Phnom Penh.

Justru, kata Indra Kamboja mendapat keuntungkan karena sudah memastikan lolos ke semifinal. Dengan begitu, tuan rumah akan lebih mengancam karena mereka bisa bermain dengan lebih nyaman dan tanpa beban.

“Dan bisa saja dengan kenyamanan itu mereka malah bermain dengan lebih termotivasi,” ujar Indra.

Tetap semangat Garudaku…

Equilibre, Koleksi Kolaboratif Apik dari 3 Penjuru Industri Fashion

Liputan6.com, Jakarta – Industri fashion Indonesia saat ini semakin berkembang ke arah yang lebih dinamis. Hal ini dapat kita ketahui dari beberapa indikasi yang terjadi, misalnya lahirnya berbagai lembaga pendidikan fashion dan atau mata kuliah fashion di beberapa universitas ternama.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, hal itu membuat PT. Lucky Print Abadi yang tergabung di Lucky Textile Group melihat sebuah potensi kebangkitan di balik belum adanya sinergi yang berkesinambungan antara pelaku industri fashion dengan pelaku industri tekstil.

Karena itu, mereka mendirikan Lucky Design Studio, salah satu divisi dari PT. Lucky Print Abadi yang terdiri dari para desainer kreatif yang setia mengikuti perkembangan Trend Textile dan Fashion baik dari Asia, Eropa maupun Amerika, dimana setiap tahunnya mengeluarkan dua kali Trend Fabric Forecast (Spring Summer dan Fall Winter).

Lucky Trend Book adalah salah satu cara untuk mempromosikan Lucky Print Abadi, baik lokal maupun internasional. Buku tren itu setidaknya dipromosikan dalam empat pameran internasional selama setahun, yakni New York, Paris, Shanghai dan Vietnam.

Pada awal tahun ini, Lucky Textile berkolaborasi dengan Phangsanny untuk mempersembahkan sebuah pagelaran busana bertema Equilibre (keseimbangan – keharmonisan) di Royal Jakarta Golf Club, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada 19 Februari 2019. Tema itu diangkat untuk mengingatkan agar manusia selalu menjaga keseimbangan, keselarasan dan keharmonisan antara teknologi dan alam, dengan sub tema konsep: Soulmatra, Creativolution, dan Ecomorphosa.

Pagelaran tersebut juga berkolaborasi dengan Sekolah Mode Esmod dan Binus Northumbria. Sebanyak empat siswa Esmod Jakarta yang berpartisipasi, membawakan 15 koleksi yang proses pengerjaannya dimulai dari Januari lalu.

Yang pertama ada Indira Febriany. Terinspirasi dari permainan paintball yang dimainkan di hutan, Indira menerapkan gaya safari dengan percikan warna pada koleksinya. Lalu, ada Yolivia Krisdianti, yang menggambarkan hubungan antara binatang dan habitatnya.

Selanjutnya ada Ayu Dinda Wijayanti yang terinspirasi dari hukum kehidupan di hutan, di mana semua yang terjadi berakibat pada keseimbangan alam. Terakhir adalah Rizka Riani Putri yang mengaplikasikan harmonisasi warna alam dan sekitarnya ke koleksinya. 

2 dari 2 halaman

Karya Busana Apik BNSD

Sementara itu, para mahasiswa Binus Northumbria School of Design (BNSD) diberikan kebebasan dalam berkarya asal sesuai dengan tema Equilibre yang berarti menyatu dengan alam.

Koleksi Real Eyes, misalnya, terinspirasi dari hubungan antara alam semesta dan kehidupan manusia. Mengambil warna-warna yang sedikit lebih berani yang terinspirasi oleh matahari, laut, bunga, bumi dan manusia, masing-masing diterjemahkan ke dalam coretan abstrak yang membentuk desain tercetak.

Koleksinya menawarkan suasana santai namun santai yang hadir dalam bentuk kimono dan siluet flowy. Berwarna-warni, muda dan modern adalah kata kunci dari koleksi Real Eye yang diciptakan Katarina Laurensia dan Sintia Agustine.

Sementara, Victoria Budiman Nadya Driane mengusung tema Prevailing Harvester. Terinspirasi oleh konsep Lucky Print tahun ini, hubungan dengan alam ini adalah salah satu yang paling penting dalam kelangsungan hidup manusia.

Diilustrasikan dengan indah, hasil panen ini merangkul konsumen dengan pakaian, seperti halnya alam. Dengan koleksi ini, keduanya membungkus pemanen dengan ilustrasi bunga dan tanaman hijau di bumi untuk mengingatkan pada betapa melimpahnya alam sebenarnya.

Sementara, Anya Annastasya mengusung koleksi Mini yang terinspirasi dari keharmonisan alam dan budaya Shinto di Jepang. Memahami bahwa esensi dari keyakinan itu adalah menghormati dan menghormati alam, ia mengambil kimono yang modern dan kasual sebagai siluet utama.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

ONE Championship: Isi Waktu Luang, Thathie Pilih Bersantai dengan Sahabat

Liputan6.com, Jakarta – Petarung One Championship wanita Indonesia, Priscilla Hertati “Thathie” Lumban Gaol, sedang mempersiapkan diri menghadapi laga selanjutnya tahun ini. Tapi, bagi seorang atlet, tentunya keseimbangan antara latihan dan kehidupan sehari-hari harus tetap dijaga.

“Thathie” melakukan hal ini dengan membagi waktu untuk berlatih, bersantai dan berkumpul bersama dengan sahabat terdekatnya. Petarung yang mendominasi gelaran ONE Championship: CONQUEST OF HEROES dan mengalahkan Jomary “The Zamboanginian Fighter” Torres ini mengaku punya lokasi tertentu yang harus ia kunjungi untuk bersantai.

“Saya tidak punya tempat khusus [yang saya selalu datangi] di Jakarta,” katanya. “Saya hanya sering berkunjung ke rumah teman saya atau jalan-jalan ke mall [terdekat].”

Dia menambahkan, “Saat di mall, saya hanya menggunakan waktu untuk nonton, atau sekedar makan dan mengobrol bersama teman atau keluarga.”

Priscilla, yang mencatat penyelesaian luar biasa pada ajang One Championship: KINGS OF COURAGE dan ONE: QUEST FOR GOLD, pun menambahkan pentingnya waktu luang setelah bertanding. “Saya mengambil waktu istirahat selama seminggu setelah pertandingan saja,” katanya.

Ketika ditanya siapa yang sering ia ajak untuk bepergian, ia mengatakan bahwa sahabat-sahabatnya lah yang menjadi pilihan pertama. “Karena Lebih enak mengajak sahabat. Kita bisa jalan-jalan kemana yg kita mau, atau diam di rumah sambil makan dan berbagi cerita,” lanjut Priscilla.

2 dari 2 halaman

Jadi yang Terbaik

“Thathie” juga mengakui bahwa ia sempat terbeban karena kelelahan berlatih. Tetapi, rekan satu tim dan pelatihnya selalu memberikan dukungan penuh untuk memberikan yang terbaik – selain sahabat-sahabatnya yang selalu mendorong dirinya.

“Saya berlatih, berlatih dan berlatih untuk menjadi yang terbaik,” katanya.

Atlet tersibuk pada tahun 2018 di dalam ‘The Home Of Martial Arts’ ini mengawali karirnya di ONE dengan beberapa kesulitan, tetapi ia berhasil membalikkan keadaan dan mencatatkan “tahun yang luar biasa” sekaligus membuatnya menjadi seorang panutan di tanah air.

Ia menegaskan bahwa perjuangannya ini bergantung sepenuhnya pada ketekunan diri. Saat ini, “Thathie” digadang menjadi salah satu petarung teratas dalam divisi atomweight – dan semakin dekat dengan kesempatan untuk merebut gelar juara dunia dari tangan “Unstoppable” Angela Lee.

“Saya tidak memiliki ambisi apapun [saat saya memulai karir saya], karena saya hanya bertekun dan mempersiapkan yang terbaik dalam setiap pertandingan dan menampilkan seluruh kemampuan saya untuk menang,” kata Priscilla.

Kembalinya Priscilla ke dalam ring ONE tahun ini memberikannya satu harapan terbesar: untuk berkembang dan menjadi lebih baik.

“Saya hanya berharap untuk meraih pencapaian lebih tinggi di ONE Championship tahun ini,” tutupnya.

Top 3 Tekno: Mfun Gandeng Ciayo dan PicMix Jadi Sorotan

Liputan6.com, Jakarta – Mfun baru-baru ini dikabarkan bekerja sama dengan Ciayo dan PicMix untuk memperkuat platform konten digital.

Kemitraan strategis ini diklaim bisa menghubungkan ekosistem konten digital terintegrasi, dan memungkinkan pengguna untuk menikmati pengalaman hiburan baru.

Artikel kerjasama Mfun dengan Ciayo dan PicMix ini ternyata menjadi sorotan pembaca kanal Tekno Liputan6.com, Rabu (21/2/2019).

Dua artikel yang ikut populer kemarin, termasuk lima fitur WhatsApp yang jarang digunakan, dan peluncuran trio Galaxy S10.

Simak informasi lengkapnya berikut ini.

1. Perkuat Platform Konten Digital, Mfun Gandeng Ciayo dan PicMix

Dok: Mfun

Platform reward berbasis blockchain, Mfun, menggandeng Ciayo dan PicMix untuk memperkuat konten digital. Ciayo sendiri merupakan layanan komik online asli Indonesia, sementara PicMix adalah aplikasi berbagi foto karya anak bangsa.

Kemitraan strategis ini diklaim bisa menghubungkan ekosistem konten digital terintegrasi Mfun dengan Ciayo dan PicMix, sehingga memungkinkan pengguna untuk menikmati pengalaman hiburan baru.

“Kemitraan ini sangat penting bagi kami dalam perjalanan untuk menyediakan konten digital berkualitas bagi pengguna,” kata CEO Mfun Jason Lim, dalam keterangannya, Rabu (20/2/1019).

Selengkapnya baca di sini

2 dari 2 halaman

2. 5 Fitur WhatsApp ini Jarang Dimanfaatkan Padahal Bisa Permudah Berkirim Pesan

Ilustrasi cara kunci WhatsApp (Sumber:Pixabay)

WhatsApp telah menjadi aplikasi berkirim pesan favorit diseluruh dunia. Statistik WhatsApp terakhir yang dilaporkan secara resmi mencatat aplikasi ini telah memiliki 1,5 miliar pengguna bulanan di lebih dari 180 negara.

Kemudahan yang ditawarkan oleh WhatsApp membuat aplikasi ini begitu banyak digunakan. Saat ini telah banyak fitur-fitur WhatsApp yang dapat kamu nikmati seperti voice call, video call, mengirim stiker, dan masih banyak lagi.

Namun ada beberapa fitur yang tidak disadari dan sebenarnya dapat mempermudah penggunaan WhatsApp itu sendiri. Fitur-fitur ini jarang dimanfaatkan oleh penggunanya atau ada yang tidak mengetahui WhatsApp memiliki fitur ini.

Selengkapnya baca di sini

3. Samsung Galaxy S10, S10 Plus, dan S10e Resmi Meluncur di San Francisco

Tampilan depan Samsung Galaxy S10. Liputan6.com/ Andina Librianty

Samsung akhirnya mengumumkan seri flagship Galaxy S10 di San Francisco, Amerika Serikat (AS), pada Rabu (20/2/2019) atau Kamis (21/2/2019) dini hari, waktu Indonesia.

Perusahaan memyuguhkan serangkaian peningkatan performa untuk lini Galaxy S10, yang kehadirannya sekaligus menandai 10 tahun seri flagship tersebut.

Samsung untuk pertama kalinya, menghadirkan tiga varian dari seri flagship Galaxy. Ketiganya adalah Galaxy S10 Plus, Galaxy S10, dan Galaxy S10e.

Selengkapnya baca di sini

(Ysl/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

[Cek Fakta] Viral Penularan Difteri dari Cabai Kering Bercampur Air Seni Tikus, Faktanya?

Liputan6.com, Jakarta – Penyakit difteri dikabarkan kembali merebak di Jakarta. Kabar ini viral di Facebook sejak beberapa hari lalu.

Misalnya saja seperti yang diunggah oleh akun facebook Fitra Hidayati Akhmad pada 16 Februari 2019 lalu. Dalam unggahannya, Fitra Hidayati menuliskan narasi bahwa ada 600 anak-anak yang terserang penyakit difteri.

Selain itu, ia juga mengunggah video. Dalam video itu terlihat tumpukan cabai kering yang diserbu tikus. Fitra Hidayati mengaitkan video tersebut dengan penularan penyakit difteri yang disebabkan oleh air seni tikus.

Dki Jakarta, Jabar. Ada 600 yang kena. RS penuh dg kondisi anak2 Difteri. 38 sdh meninggal. Jadi memang kejadian luarbiasa. Dinkes DKI Jakarta mengadakan imunisasi masal sd 11 Des. Usia 1 sd 19 tahun

Hati2 jgn jajan yg pk cabe bubuk, Jgn jajan pk cabe kering seperti cabe di tahu bulat, otak2, dsb. pokoknya jgn pake cabe bumbu kering. Karena penuh penyakit dr kencing tikus, kasusnya byk yg meninggal karena penyakit difteri…

*PERHATIAN*Utk kita2 yg keluarga atau putra putrinya suka mengkonsumsi jajanan dg menggunakan bumbu tabur (terutama yg mengandung cabe kering) spt… cilok, tahu crispy, singkong goreng atau yg lain, monggo dievaluasi kembali. Knp? Di pabrik cabe tabur, tampak bahan cabe kering ditimbun di gudang tak peduli dijadikan sarang tikus. Tentu saja KENCING TIKUS akan tercecer disana dan membahayakan. Mari kita jaga keluarga kita.*Gejala Difteri*Difteri umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari. Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi:• Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.• Demam dan menggigil.• Sakit tenggorokan dan suara serak.• Sulit bernapas atau napas yang cepat.• Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.• Lemas dan lelah.• Pilek. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah.DIHIMBAU UTK HATI2 saat ini DIFTERI sudah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), jadi kalau tidak terpaksa betul, jangan jajan diluar ya. Tolong disampaikan pada semua keluarga dekat.Penularan melalui droplet spt dari ludah , batuk, dll kaya penularan TBC. Jadi hindari tempat2 keramaian seperti tempat2 rekreasi dll ini khusus warga Jakarta, Jawa barat dan sekitarnya. Info : Dinkes DKI Jakarta,” tulis Fitra Hidayati.



2 dari 3 halaman

Fakta

Dari hasil penelusuran, kabar tentang merebaknya penyakit difteri di Jakarta ternyata tidak benar.

Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium dan bukan berasal dari air seni tikus. Adapun, penyakit dari air seni tikus disebut leptospirosis. Hal ini sebagaimana diberitakan Liputan6.com dengan judul berita ‘Gejala Difteri Mirip Penyakit Flu, Lalu Apa Bedanya?‘.

Liputan6.com, Jakarta-Difteri, sempat menggegerkan masyarakat Indonesia. Pasalnya, beberapa wilayah di Indonesia mengalami KLB (Kejadian Luar Biasa) Difteri. Kementerian Kesehatan RI mencatat difteri telah menelan 44 korban jiwa dari beberapa Kab/Kota di Indonesia.

Daerah yang paling banyak terkena difteri adalah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Namun demikian, apa sebenarnya penyakit difteri itu? Bagaimana penyakit itu bisa muncul dan apa bahayanya?

Dilansir Healthline, Senin (15/1/2018), Difteri atau diptheria merupakan infeksi bakteri yang menyerang membran mukus pada tenggorokan dan hidung. Penyakit menular ini disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphthetiae, di mana penyebarannya melalui cairan yang keluar melalui hidung dan mulut.

Oleh sebab itu, Anda harus berhati-hati ketika berbagi gelas dengan orang lain dan sebaiknya hindari penggunaan tisu yang telah dipakai.

Gejala yang akan muncul ketika Anda mulai terserang penyakit Difteri adalah demam, sakit tenggorokan, dan batuk kering. Gejalanya memang mirip seperti penyakit flu. Akan tetapi, yang menjadi pembeda dengan penyakit flu adalah tampaknya kelenjar keabu-abuan di pangkal tenggorokan.

Anda juga akan mengalami sesak nafas dan detak jantung yang menjadi semakin cepat. Gejala inilah yang dapat berujung pada kematian.

Oleh sebab itu, jangan anggap remeh gejala penyakit yang mungkin kerap Anda rasakan. Bisa jadi, penyakit yang kerap Anda rasakan tersebut ternyata memiliki dampak yang berbahaya. Berhati-hatilah terhadap penyakit Difteri.

Sementara narasi yang menyebut sudah ada 600 orang terkena penyakit difteri di Jakarta ternyata juga tidak benar. Berdasarkan penelusuran, diketahui bahwa informasi adanya 600 orang terjangkit difteri dan 38 di antaranya telah meninggal dunia merupakan peristiwa pada Desember 2017.

Hal ini bisa dilihat dari pemberitaan Liputan6.com dengan judul berita ‘Difteri Meluas ke 28 Provinsi, Inikah KLB Terbesar di Dunia?‘.

Liputan6.com, Jakarta-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan kasus difteri terus meluas sampai ke 28 provinsi di Indonesia serta terjadi di 142 kabupaten dan kota.

Ketua PP Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR. Dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K) di Jakarta, Senin, menjelaskan laporan 40 anak yang terinfeksi difteri meninggal dunia dan lebih dari 600 pasien dirawat di rumah sakit karena terjangkit difteri.

Aman menerangkan jumlah ini adalah data IDI dan organisasi profesi di bawahnya, khususnya IDAI, yang didapat dari laporan organisasi profesi berdasarkan kasus kejadian yang ditemukan oleh setiap profesi.

“Kita meminta sesama profesi, jadi kalau ada kasus, setiap profesi melapor, kita sudah hitung, sama datanya,” kata Aman, seperti dilansir dari AntaraNews, Senin (18/12/2017).

Dia mengatakan bahwa kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri ini adalah yang paling besar terjadi di dunia, mengingat Indonesia memiliki jumlah penduduk lebih banyak dibandingkan negara-negara yang pernah terjadi KLB difteri sebelumnya.

“Sebelumnya di Rusia, tapi tidak sebesar ini. Di India hanya satu dua provinsi, di Brasil hanya beberapa provinsi, dan Afrika Selatan juga hanya beberapa provinsi,” jelas Aman.

Aman menilai KLB difteri harus ditanggapi serius oleh seluruh kalangan, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, bukan hanya kalangan medis.

Dia berharap seluruh kalangan mendukung program penanggulangan KLB difteri dengan imunisasi ulang atau “Outbreak Response Immunization” (ORI) agar tidak lagi menimbulkan kerugian bagi negara.

Selain itu, video yang ditampilkan dalam konten tersebut ternyata tidak terkait dengan penularan penyakit difteri. Video itu telah lama diunggah, tepatnya pada 6 Desember 2017 silam oleh akun youtube INDIAN ACTION SERVICE.

OMG : Hundreds of rats are eating red chilli. You will not believe your eyes. Hundreds of rats are eating red chilli. Watch it,” tulis INDIAN ACTION SERVICE.

3 dari 3 halaman

Kesimpulan

Kabar tentang penyakit difteri yang kembali merebak dan disebabkan oleh air seni tikus tidaklah benar.

Selain itu, video cabai kering yang tengah dikerubungi tikus bukan terjadi di Indonesia. Video itu berasal dari India dan tidak terkait dengan penyebaran difteri. 

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.