Petinggi Juventus Berambisi Datangkan Guardiola ke Turin

Liputan6.com, Jakarta Manajer Manchester City, Pep Guardiola, dikabarkan jadi pelatih impian petinggi Juventus. Prestasi Guardiola menjadi alasan Juventus ingin merekrutnya.

Menurut Sport Mediaset, Guardiola adalah nama terbaru yang dipertimbangkan Juventus sebagai calon pelatih. Pasalnya, Max Allegri tampaknya semakin tidak mungkin memimpin klub musim depan.

Situs web ini menyebut akan sulit menggoda Guardiola datang ke Juventus. Tapi, mereka percaya apa pun dapat berubah kapan saja.

Apalagi, Juventus juga melihat peran sang agen, Pere di Turin. Ini menunjukkan jalur komunikasi sudah dibuka antara Guardiola dan Nyonya Tua.

2 dari 3 halaman

Prestasi

Juventus pantas ingin mendapatkan Guardiola. Prestasinya di sejumlah kompetisi cukup cemerlang.

Pelatih berusia 48 tahun ini telah memenangkan gelar Liga di Spanyol, Jerman dan Inggris bersama Barcelona, Bayern Munchen dan City, serta dua trofi Liga Champions

3 dari 3 halaman

Bidik Zidane

Jika Allegri dipecat ataupun mundur, Juventus konon juga ingin menjadikan Zinedine Zidane sebagai target utama. Pria Prancis itu kebetulan pernah menjadi pemain Juventus.

Zidane saat ini sedang menganggur usai meninggalkan Real Madrid akhir musim lalu. Zidane membawa Madrid tiga kali beruntun juara Liga Champions.

Persija Berambisi Pertahankan Gelar Piala Presiden

Liputan6.com, Jakarta Persija Jakarta adalah juara Piala Presiden musim lalu. Gelar tersebut ternyata bisa jadi beban tersendiri yang ditanggung tim ibu kota di penyelenggaraan tahun ini.

Namun, pemain senior Persija, Ismed Sofyan mengaku optimistis timnya bisa mempertahankan gelar juara Piala Presiden, yang tiap pertandingannya akan disiarkan secara langsung oleh Indosiar.

Tapi, Ismed mengakui tantangan untuk mempertahankan trofi Piala Presiden jelas tidak ringan.

“Saya pikir sebagai juara bertahan kami harus bisa mempertahankannya. Memang tidak mudah, karena jadwal padat dengan Piala AFC,” ujar Ismed.

“Sekali lagi peluang tetap ada. Terpenting jangan bicara jauh-jauh. Fokus satu per satu pertandingan,” katanya menambahkan.

2 dari 3 halaman

Rotasi Pemain

Di sela-sela penyisihan grup Piala Presiden, Persija harus memainkan laga kedua Grup G Piala AFC melawan wakil Myanmar, Shaun United. Rinciannya lawan Borneo FC pada 5 Maret, lalu Madura United pada 8 Maret, kemudian terakhir melawan PSS pada 15 Maret.

3 dari 3 halaman

Solusi

Sebagai solusi untuk mengatasi jadwal padat, Ismed berharap pelatih Ivan Venkov Kolev menerapkan rotasi pemain. Hal itu sangat penting untuk menjaga kebugaran pemain.

“Pelatih kepala harus cermat dalam merotasi pemain. Tidak mungkin 11 pemain yang diturunkan itu-itu saja,” imbuh Ismed.

Sumber: bola.net

TKN Jokowi: Sidang Ratna Sarumpaet Perlihatkan Buruknya Leadership Prabowo

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin bersyukur sidang kasus hoax Ratna Sarumpaet akhirnya digelar. Menurut TKN Jokowi-Ma’ruf, kasus Ratna menunjukkan bahwa kubu Prabowo mampu menggunakan segala cara untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2019.

“Saya bersyukur sidang kasus Ratna Sarumpaet bisa digelar kemarin. Perkara Ratu hoax dari kubu hoax akhirnya disidangkan,” kata Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

“Cara kubu Pak Prabowo yang mempergunakan segala cara untuk memenangkan kompetisi politik dengan keji dan kejam. Mereka berambisi untuk mem-framing Pak Jokowi sebagai pemimpin diktator dan otoriter. Kasus Ratna mereka ‘santap’ degan lezatnya. Diungkap ke media bukan dilaporkan ke kepolisian,” sambungnya.


Pria yang akrab disapa Toni itu menilai, sidang kemarin memperlihatkan buruknya kepemimpinan (leadership) Prabowo yang mudah mempercayai hoax yang direkayasa oleh Ratna. Menurut dia, Prabowo tampil sebagai pemimpin yang emosional karena menelan informasi tanpa melakukan klarifikasi.

“Kasus Ratu Hoax ini juga memperlihatkan buruknya leadership Prabowo. Prabowo pemimpin yang tidak matang dan emosional sehingga tidak mampu memproses sebuah informasi dengan tepat sehingga keputusan yang diambil sangat buruk. Grasa-grusu, semua informasi ditelan bulat-bulat tanpa klarifikasi sama sekali,” tutur Toni.

“Lalu apa yang diharap rakyat dari kubu penyebar hoax dengan calon presiden yang leadership yang buruk?” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Ratna menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Selatan, Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (28/2). Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Ratna Sarumpaet membuat keonaran dengan menyebarkan hoax penganiayaan. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang disebut akibat penganiayaan.

Padahal kondisi bengkak pada wajah Ratna merupakan efek dari operasi plastik di RS Bina Estetika, Menteng. Jaksa mengungkap, Ratna memfoto dirinya saat menjalani perawatan medis, lalu menyebarkan foto ditambah keterangan soal terjadinya penganiayaan.
(azr/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Rajai Asia Tenggara, Ini 8 Negara Grab Beroperasi hingga Jadi Decacorn

Liputan6.com, Jakarta – Grab akhirnya dinobatkan menjadi startup yang meraih status decacorn pertama di Asia Tenggara.

Seperti diketahui, decacorn adalah sebutan startup yang memiliki valuasi lebih dari US$ 10 miliar.

Valuasinya bisa 10 kali lipat lebih besar dibandingkan unicorn, tetapi 10 kali lipat di bawah hectocorn.

Sepak terjang Grab menyabet status decacorn tentu tidaklah mudah. Sebelum mendominasi Asia Tenggara, perjalanan startup yang awalnya bernama GrabTaxi ini cukup panjang.

Hingga kini, Grab telah beroperasi di delapan (8) negara di Asia Tenggara, mulai dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Myanmar, Thailand, Kamboja, dan juga Vietnam.

Dominasi Grab di Asia Tenggara, juga dibuktikan dari keputusan perusahaan mengakuisisi operasional Uber di Asia Tenggara.

Melalui penggabungan bisnis ini, Grab berambisi menjadi platform mobile online-to-offline (O2O) nomor satu di Asia Tenggara sekaligus menjadi pemain utama dalam bisnis layanan pesan-antar-makanan.

Grab juga akan mengambil alih operasional dan aset Uber di Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Sebagai bagian dari akuisisi, Uber akan memiliki 27,5 persen saham di Grab dan CEO Uber Dara Khosrowshahi akan bergabung dengan dewan direksi Grab.

2 dari 4 halaman

Valuasi Grab

Saat ini, valuasi Grab sudah mencapai US$ 11 miliar. Grab sendiri menawarkan solusi sehari-hari dengan layanan transportasi, pengiriman barang dan makanan, pembayaran mobile, serta hiburan digital.

Dengan filosofi terbuka, Grab menyatukan para mitra untuk membuat hidup lebih baik bagi semua pengguna di Asia Tenggara.

Sebelumnya, startup yang berbasis di Singapura itu baru saja masuk dalam daftar perusahaan paling inovatif. Dikutip dari Business Insider, Grab berada di urutan kedua perusahaan paling inovatif.

3 dari 4 halaman

Kalahkan Apple dan Alibaba

Perusahaan ini bahkan mengalahkan perusahaan teknologi lain, seperti Apple dan Alibaba. Sekadar informasi, daftar perusahaan inovatif ini dirilis oleh Fast Company, majalah bisnis asal Amerika Serikat.

Grab juga dinobatkan sebagai perusahaan nomor satu untuk kategori transportasi.

Berdasarkan penuturan Fast Company, Grab terpilih menjadi dua besar perusahaan paling inovatif karena dianggap sudah mengubah kehidupan ratusan juta orang.

Menurut majalah tersebut, Grab berhasil mengoperasikan sistem yang kompleks menjadi transaksi sederhana tidak hanya untuk pengguna, tetapi juga merchant yang bergabung.

Adapun peringkat pertama diberikan pada Meituan Dianping, aplikasi asal Tiongkok.

Aplikasi sewa dan pengiriman ini dilaporkan sudah melayani 27,7 miliar transaksi selama enam bulan tahun lalu.

Grab sendiri menyambut baik laporan tersebut. Co-founder Grab Tan Hooi Ling, menuturkan pihaknya merasa rendah hati karena sudah diakui inovasinya bersama dengan perusahaan global lain.

4 dari 4 halaman

Daftar Lengkap 10 Perusahaan Paling Inovatif

Untuk mengetahui daftar lengkap 10 besar perusahaan inovatif versi Fast Company, berikut ini Tekno Liputan6.com rangkum daftarnya.

1. Meituan Dianping

2. Grab

3. NBA

4. The Walt Disney Company

5. Stitch Fix

6. Sweetgreen

7. Apeel Sciences

8. Square

9. Oalty

10. Twitch

(Jek/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Prediksi Lazio Vs AC Milan: Kerap Merepotkan I Rossoneri

Jakarta AC Milan akan menghadapi Lazio pada leg pertama semifinal Coppa Italia, di Stadio Olimpico, Selasa (26/2/2019) malam waktu setempat. Duel ini akan menjadi ujian konsistensi buat Milan.

I Rossoneri tampil impresif dalam tujuh laga terakhir di seluruh ajang. Mereka sukses meraih lima kemenangan dan dua hasil imbang.

Kehadiran Krzysztof Piatek pada Januari 2019 turut membawa dampak positif terhadap performa AC Milan. Berkat Piatek, Milan berhasil mencetak 12 gol. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya disumbangkan penyerang asal Polandia tersebut.

Bersua Lazio, performa apik skuat Merah-Hitam bakal diuji. Pasalnya, I Biancocelesti kerap merepotkan Milan. Dari enam pertemuan terakhir, AC Milan hanya meraih dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan menelan satu kekalahan.

“Kami memang dalam performa yang bagus, tetapi kami menghadapi tim yang telah menjadi kekuatan di sepak bola Italia,” kata pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso.

“Kami sangat menghormati Lazio dan kami tahu kami memiliki pertandingan yang sulit untuk dihadapi, tetapi kami pasti akan melawannya dengan kerendahan hati yang tinggi,” lanjut Gattuso.

Di sisi lain, Lazio sedang dalam tren minor. Skuat Elang Ibukota menelan kekalahan dalam tiga pertandingan terakhir diseluruh ajang. Mereka juga kebobolan lima gol dan hanya mencetak satu gol dari laga tersebut.

Tak ingin terus terpuruk, Lazio berambisi merengkuh kemenangan. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Le Aquile optimistis mampu membungkam AC Milan.

Hasil positif akan menjaga kans mereka untuk bisa lolos ke final Coppa Italia musim ini. Pada leg kedua, giliran Lazio yang melawat ke markas Milan di San Siro pada 23 April 2019.

“Kami memiliki empat hari untuk bekerja dengan baik dan itulah yang paling penting. Besok kami harus memastikan jika kami siap,” kata pelatih Lazio, Simone Inzaghi.

“Kami harus menghadapi pertandingan melawan AC Milan dengan kerendahan hati, mengingat itu adalah duel yang akan berlangsung lebih dari 180 menit,” papar Inzaghi. 

2 dari 3 halaman

Prakiraan susunan pemain:

Lazio (3-5-2): Thomas Strakosha; Francesco Acerbi, Patric, Stefan Radu; Milan Badelj, Romulo, Marco Parolo, Sergej Milinkovic-Savic, Jordan Lukaku; Ciro Immobile, Joaquin Correa.

Pelatih: Simone Inzaghi (Italia)

AC Milan (4-3-3): Gianluigi Donnarumma; Davide Calabria, Mateo Musacchio, Alessio Romagnoli, Diego Laxalt; Franck Kessie, Tiemoue Bakayoko, Lucas Paqueta; Suso, Krzysztof Piatek, Fabio Borini.

Pelatih: Gennaro Gattuso (Italia)

3 dari 3 halaman

Statistik dan catatan pertemuan kedua tim

Head to head:

  • 26/11/18 Lazio 1 – 1 AC Milan (Serie A)
  • 01/03/18 Lazio 0 – 0 AC Milan (Coppa Italia)
  • 01/02/18 AC Milan 0 – 0 Lazio (Coppa Italia)
  • 29/01/18 AC Milan 2 – 1 Lazio (Serie A)
  • 10/09/17 Lazio 4 – 1 AC Milan (Serie A)

Lima pertandingan terakhir Lazio:

  • 05/02/19 Frosinone 0 – 1 Lazio (Serie A)
  • 08/02/19 Lazio 1 – 0 Empoli (Serie A)
  • 15/02/19 Lazio 0 – 1 Sevilla (Liga Europa)
  • 17/02/19 Genoa 2 – 1 Lazio (Serie A)
  • 21/02/19 Sevilla 2 – 0 Lazio (Liga Europa)

Lima pertandingan terakhir AC Milan:

  • 30/01/19 AC Milan 2 – 0 Napoli (Coppa Italia)
  • 04/02/19 AS Roma 1 – 1 AC Milan (Serie A)
  • 11/02/19 AC Milan 3 – 0 Cagliari (Serie A)
  • 17/02/19 Atalanta 1 – 3 AC Milan (Serie A)
  • 23/02/19 AC Milan 3 – 0 Empoli (Serie A)

Persentase menang:

Lazio 45 – 55 AC Milan

Messi Masih Berambisi Raih Treble Winner Lagi bersama Barcelona

Liputan6.com, Barcelona – Barcelona tengah bersiap menghadapi salah satu pekan tersibuk mereka musim ini. Blaugrana akan melawat ke markas Real Madrid dua kali dalam sepekan, satu untuk Copa del Rey, satu lagi untuk La Liga. Dua laga tersebut diprediksi akan jadi penentu.

Kamis (28/2) dini hari WIB, Barca melawat ke Santiago Bernabeu untuk mempertandingkan leg kedua semifinal Copa del Rey 2018/19. Pada leg pertama di Camp Nou lalu, laga berakhir imbang 1-1, yang artinya tugas Barcelona cukup berat.

Setelahnya, Minggu (3/3) mendatang, Barca kembali melawat ke markas Los Blancos, kali ini dalam ajang La Liga. Jika Barca kalah, Madrid akan semakin dekat ke puncak klasemen. Dua laga ini sama-ama penting.

Meski demikian, bersama Lionel Messi, Barca mungkin bisa membuat keajaiban lagi. Sejak awal musim ini, Messi menegaskan dia ingin mengembalikan trofi Liga Champions ke tangan Barcelona.

Kendati demikian, bukan berarti dia meminta Barcelona mengabaikan kompetisi lainnya. La Liga dan Copa del Rey tetap penting, Messi menegaskan Barca akan melakukan semuanya untuk menjuarai setiap kompetisi yang mungkin mereka menangkan.

“Kami tidak meremehkan kompetisi mana pun. Kami akan mencoba menjuarai semuanya,” tegas Messi, dikutip dari Marca.

2 dari 3 halaman

Selangkah Lagi

“Dan hal pertama yang kami pikirkan soal itu adalah bahwa kami hanya selangkah lagi dari final Copa [del Rey].”

Messi jelas akan dimainkan pada dua laga melawan Madrid tersebut. Valverde tidak akan berani mengistirahatkan pemain yang begitu penting. Terlebih, Messi memiliki kenangan manis dengan markas Madrid.

3 dari 3 halaman

Menyukai Bernabeu

Messi mencintai Santiago Bernabeu. Dia sudah mencetak 15 gol dari 19 pertandingan di sana. Namun, yang mengejutkan adalah dia tidak pernah menjebol gawang Madrid di ajang Copa del Rey.

Messi sudah menjuarai Copa del Rey enam kali sepanjang kariernya, tapi bukan berarti dia akan meremehkan kompetisi tersebut. Target Messi begitu jelas: hanya treblewinner.

Sumber: Bola.net 

Saksikan video pilihan di bawah ini

Dua Kali Unggul, Timnas Indonesia U-22 Ditahan Malaysia 2-2

Liputan6.com, Pnom Penh – Timnas Indonesia U-22 kembali memetik hasil imbang di fase grup Piala AFF U-22. Bermain melawan Malaysia, Witan Sulaiman dan kawan-kawan harus puas dengan skor akhir 2-2.

Timnas Indonesia U-22 berambisi menang di laga melawan Malaysia Rabu (20/2/2019) setelah imbang 1-1 melawan Myanmar di pertandingan pertama. Pasalnya, kemenangan akan mempermudah langkah pasukan Indra Sjafri untuk lolos ke fase berikutnya.

Bertanding di National Stadium, Kamboja, Indra menurunkan formasi 4-3-3 dengan trio Billy keraf, Marinus Manewar, dan Osvaldo Haay di lini depan. Sementara itu, Andy Setyo turun sebagai kapten tim di pertandingan ini.

Pada 15 menit awal, timnas Indonesia U-22 dan Malaysia sama-sama belum bisa membuat peluang berarti. Kondisi lapangan sintetis menyulitkan kedua tim untuk mengolah bola.

Peluang emas pertama diraih timnas Indonesia U-22 pada menit 19. Sundulan Marinus menyambut umpan tendangan bebas menyamping tipis dari gawang Malaysia.

Skor bisa saja berubah pada menit ke-39 andai Osvaldo Haay bisa memaksimalkan peluang yang didapat. Gelandang Persebaya Surabaya ini gagal mengarahkan bola ke dalam gawang yang sudah kosong melompong.

Hingga babak pertama selesai, kedua tim ternyata tidak bisa menciptakan gol.

2 dari 3 halaman

Babak Kedua

Mengincar kemenangan, timnas Indonesia U-22 tampil lebih agresif di babak kedua. Kerja keras Andy Setyo dan kawan-kawan membuahkan hasil di menit 52.

Akselerasi Marinus gagal dikejar bek Malaysia. Tendangannya sempat ditepis kiper, namun bola liar tetap bergulir ke arah gawang Malaysia.

Marinus lalu menendang kembali bola yang telah kosong. Timnas Indonesia U-22 pun unggul satu gol.

Sayangnya keunggulan ini gagal dipertahankan. Malaysia menciptakan gol lewat tendangan bebas Nik Akif pada menit ke-62.

Witan Sulaiman membawa  timnas Indonesia U-22 kembali unggul di menit-77. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti gagal ditahan kiper Malaysia.

Tertinggal, Malaysia ternyata belum menyerah. Tendangan pojok Nik Akif diteruskan Hadi Fayyadh dan berbuah gol di menit 86.

Timnas Indonesia U-22 mencoba mencari gol ketiga yang tak kunjung tiba hingga pertandingan selesai. Pertandingan berakhir dengan skor 2-2.

3 dari 3 halaman

Susunan Pemain

Timnas Indonesia: Satria Tama, Asnawi, Rachmat Irianto, Andy Setyo, Firza Andika, M. Luthfi, Gian Zola, Rafi Syarahil, Billy Keraf, Marinus, Osvaldo Haay.

Timnas Malaysia: Haziq, Ariff Ar-Rasyid, Dominic, Dinesh, Nazirul Afif, Thivan, Izzan Shaymi, Nabil Hakim, Hadi Fayyadh, Nik Akif, Jafri.

Jadwal Persija di 16 Besar Piala Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Persija Jakarta kembali fokus ke lapangan usai tersingkir dari Liga Champions Asia. Tak hanya Piala AFC 2019, mereka juga harus berjibaku di ajang lokal, Piala Indonesia.

Seperti diketahui, tim kebanggaan warga ibu kota ini baru kalah 1-3 dari Newcastle Jets (Australia) di kualifikasi kedua Liga Champions Asia. Kekalahan ini membuat Persija harus memupus ambisi tampil di laga play-off.

Sementara di ajang Piala Indonesia sendiri, langkah Tim Macan Kemayoran sudah sampai di fase 16 besar. Mereka akan berduel dengan PS Tira Persikabo untuk memperebutkan tiket ke delapan besar.

Dalam jadwal yang dirilis PSSI, Persija akan terlebih dahulu berlaku sebagai tamu di laga pertama, 17 Februari. Baru mereka akan menjadi tuan rumah di laga kedua, empat hari kemudian.

Pelatih Persija, Ivan Kolev, menyebut, mereka berambisi berprestasi di ajang Piala Indonesia ini. “Kami langsung mengalihkan fokus ke pertandingan ini. Kompetisi ini juga sangat penting bagi kami. Kami akan memaksimalkan waktu yang ada untuk persiapan,” ujar Ivan Kolev, di situs resmi Persija.

Berikut jadwal Persija vs PS Tira Persikabo di 16 besar Piala Indonesia:

2 dari 3 halaman

Jadwal Persija vs PS Tira Persikabo

Leg 1

Minggu, 17 Februari

15.00 WIB, PS Tira Persikabo vs Persija

Stadion Pakansari, Cibinong

3 dari 3 halaman

Jadwal Persija vs PS Tira Persikabo

Leg 2

Kamis, 21 Februari

19.00 WIB, Persija vs PS Tira Persikabo

Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi

Saksikan video pilihan di bawah ini

Pelatih Sassuolo: Juventus Selalu Siap Menghukum Anda!

Liputan6.com, Turin – Sassuolo tak berdaya menghadapi Juventus. Di laga Serie A giornata ke-23, di kandang sendiri, Stadion Citte del Tricolore, tim asuhan Roberto De Zerbi ini dibekuk 0-3 lewat gol Sami Khedira, Cristiano Ronaldo, dan Emre Can.

De Zerbi menyebut, kekalahan tim asuahnnya itu tak terlepas dari penampilan buruk klub asal kawasan Modena itu. Beberapa peluang yang mereka dapatkan, gagal dimanfaatkan.

“Harusnya kami bisa bermain lebih baik saat dapat kesempatan. Mungkin, kami memang tetap akan kalah, tapi rasanya akan berbeda, karena kami mampu melawan,” ujar De Zerbi.

De Zerbi menyebut, gagal memanfaatkan kesempatan melawan tim seperti Juventus jelas sebuah kesalahan besar. “Jika Anda tak bisa memanfaatkan kesempatan yang ada, Juventus akan menghukum Anda, membuat Anda membayarnya,” ujar De Zerbi.

2 dari 3 halaman

Puji Pemain Muda

Meski begitu, De Zerbi tetap coba mengapresiasi performa pasukannya. Dia juga memuji Manuel Locatelli, gelandang Sassuolo berusia 21 tahun yang terus menunjukkan performa gemilang.

“Dalam tiga tahun ke depan, dia akan bermain di level paling tinggi,” ujar De Zerbi. ” Saya senang, tapi kalau bisa, saya berharap lebih banyak dari dia.”

3 dari 3 halaman

Posisi Ke-11

Sassuolo sendiri, saat ini berada di posisi ke-11 klasemen Serie A. Dari 23 pertandingan, mereka baru mengoleksi 30 poin.

Pekan depan, Locatelli dan kawan-kawan akan bertandang ke markas Empoli di Stadion Carlo Castellini. Ini juga tak akan mudah. Sebab, seperti juga Sassuolo, Empoli berambisi bangkit usai ditekuk SS Lazio 0-1. 

Prediksi Sassuolo Vs Juventus: Modal Penting Si Nyonya Besar di Mapei

Jakarta Juventus berambisi mengalahkan Sassuolo di depan pendukungnya sendiri dalam pertandingan pekan ke-23 Serie A, di Stadion Mapei, Minggu (10/2/2019).

Pasukan Massimiliano Allegri sejatinya tidak dalam kondisi terbaik jelang bersua Sassuolo. Hasil 2-2 melawan Parma disinyalir membuat mental skuat Juventus mengalami penurunan.

Akan tetapi, Allegri bukan tanpa modal jelang pertandingan tersebut. Jika menilik lima pertemuan terakhir, Paulo Dybala dan kawan-kawan selalu mengalahkan Sassuolo.

Selain itu, di atas kertas Juventus juga lebih baik daripada Sassuolo. Saat ini I Bianconeri diperkuat barisan pemain ternama, misalnya Cristiano Ronaldo, Alex Sandro, hingga Blaise Matuidi, yang siap membombardir pertahanan sang lawan.

Allegri berpesan kepada para anak-anak asuhnya untuk tampil maksimal saat melawan Sassuolo. Meski Juventus diunggulkan, pelatih Italia itu menganggap Sassuolo adalah lawan yang sulit dikalahkan.

“Sassuolo adalah tim yang memiliki kualitas dan juga antusias, meskipun posisi mereka tidak menguntungkan di klasemen saat ini. Kami harus kembali ke jalur kemenangan,” kata Allegri.

“Kami memiliki kejuaraan yang harus dilakoni dan dimenangi. Semua orang harus dalam fisik dan kondisi mental terbaik dalam pertandingan, tidak hanya melawan Sassuolo saja,” ujar Allegri.

Allegri diprediksi akan menurunkan skuat terbaik saat berjumpa Sassuolo. Namun, Juventus belum bisa diperkuat Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli, dan Juan Cuadrado karena masih berkutat dengan cedera.


2 dari 3 halaman

Statistik Kedua Tim

Head to Head

  • (16/09/2018) Juventus 2-1 Sassuolo (Serie A)
  • (04/02/2018) Juventus 7-0 Sassuolo (Serie A)
  • (17/09/2017) Sassuolo 1-3 Juventus (Serie A)
  • (29/01/2017) Sassuolo 0-2 Juventus (Serie A)
  • (10/09/2016) Juventus 3-1 Sassuolo (Serie A)

Lima Pertandingan Terakhir Sassuolo

  • (29/12/2018) Sassuolo 2-6 Atalanta (Serie A)
  • (14/01/2019) Napoli 2-0 Sassuolo (Coppa Italia)
  • (20/01/2019) Inter 0-0 Sassuolo (Serie A)
  • (26/01/2019) Sassuolo 3-0 Cagliari (Serie A)
  • (03/02/2019) Genoa 1-1 Sassuolo (Serie A)

Lima Pertandingan Terakhir Juventus

  • (17/01/2019) Juventus 1-0 Milan (Supercopa)
  • (22/01/2019) Juventus 3-0 Chievo (Serie A)
  • (28/01/2019) Lazio 1-2 Juventus (Serie A)
  • (31/01/2019) Atalanta 3-0 Juventus (Coppa Italia)
  • (03/02/2019) Juventus 3-3 Parma (Serie A)

Prediksi Bola.com

Sassuolo 45-55 Juventus

Sumber: Bola.com


3 dari 3 halaman

Perkiraan Susunan Pemain

Sassuolo (4-3-3): Andrea Consigli; Rogerio, Giangiacomo Magnani, Federico Peluso, Pol Lirola; Mehdi Bourabia, Stefano Sensi, Manuel Locatelli; Filip Djuricic, Khouma Babacar, Domenico Berardi

Pelatih: Roberto De Zerbi

Juventus (4-3-3): Wojciech Szczesny; Alex Sandro, Martin Caceres, Daniele Rugani, Joao Cancelo; Blaise Matuidi, Miralem Pjanic, Rodrigo Bentancur; Mario Mandzukic, Cristiano Ronaldo, Paulo Dybala

Pelatih: Massimiliano Allegri