Liverpool Akan Meniru Taktik PSG untuk Kalahkan MU

Liputan6.com, Liverpool – Manajer Liverpool Jurgen Klopp mengaku akan meniru strategi Paris Saint-Germain untuk mengalahkan Manchester United (MU). Kedua tim akan bentrok pada pekan ke-27 Liga Inggris di Old Trafford, Minggu (24/2/2019).

PSG menjadi satu-satunya referensi yang bisa diambil untuk mengalahkan MU di era Solskjaer. Sejak pria Norwegia itu ditunjuk menjadi manajer interim, Setan Merah baru sekali kalah, sekali imbang, dan sisanya menang. 

Kekalahan MU terjadi saat menjamu PSG pada leg pertama 16 besar Liga Champions di Old Trafford. Skornya juga menyakitkan 0-2. 

Namun, Klopp juga mengatakan Liverpool juga bisa belajar dari Tottenham Hotspur yang tampil bagus meskipun akhirnya takluk dari MU.  

“Ya, memang hanya PSG (yang bisa kalahkan MU), tapi sejujurnya Tottenham bermain sangat bagus melawan United. Jadi seperti apa cetak birunya? Mereka bermain sangat keren dengan bola, banyak mengumpan, dan sangat percaya diri, menguasai bola dengan bagus, dan mencetak gol di saat yang tepat,” kata Klopp, seperti dilansir Metro, Jumat (22/2/2019). 

“Saat menghadapi Chelsea mereka juga bermain sangat bagus tanpa Anthony Martial dan Jesse Lingard. Tapi, saat sebelum melawan PSG mereka memainkan lima atau enam pertandingan dengan line-up yang sama dan Anda harus mengubahnya dalam 15 menit,” papar Klopp menganalisis permainan MU.

“Jelas (perubahan cepat) tak bisa dilakukan dan PSG memanfaatkannya. Jadi, itu hanya sedikit keberuntungan untuk PSG,” tambahnya.

2 dari 2 halaman

Tak Beri Kesempatan Serangan Balik

Klopp juga mengakui PSG bermain sangat bagus di Old Trafford, serta tak banyak memberi kesempatan kepada MU untuk melakukan serangan balik. 

“Mereka bermain sangat bagus, dan bisa menguasai dalam segala situasi, tak memberikan kesempatan kepada MU untuk melakukan serangan balik, karena MU punya pemain sayap yang ofensif,” kata Klopp. 

“Anda harus benar-benar berkonsentrasi 100 persen (saat melawan MU). PSG mampu melakukannya dengan baik. Mencetak gol-gol bagus pada momen yang tepat dan itu sangat membantu dalam sepak bola,” imbuh pelatih asal Jerman itu. 

Sumber: Bola.com

Saksikan video pilihan berikut ini:

Aturan Dikebut Kelar Sebelum Pilpres, THR PNS Cair Mei

Jakarta – Penyusunan Peraturan Pemerintah (PP) tentang pemberian THR 2019 dan Gaji ke-13 untuk PNS atau ASN. Kebijakan ini diambil agar tak ‘bentrok’ dengan ajang pilpres pada April nanti

Hal itu disampaikan dalam surat yang ditandatangani oleh Direktur Pelaksanaan Anggaran Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Wiwin Istanti, tertanggal 22 Januari 2019.

Surat yang ditujukan untuk Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Rencananya, setelah PP terbit, THR akan cair pada Mei nanti. Ingin tahu lebih dalam seputar THR PNS 2019? Baca selengkapnya di sini: (hns/hns)

Pedro: Kalau Kalah Lagi, Chelsea dalam Masalah Besar

Liputan6.com, London – Striker Chelsea, Pedro Rodriguez, mengakui timnya sedang dalam periode buruk. Ia pun menuntut The Blues segera bangkit dan membalikkan situasi.

Chelsea kalah tiga kali dalam lima laga terakhir di semua kompetisi. The Blues babak belur di tangan Bournemouth (0-4), Manchester City (0-6) dan Manchester United (0-2).

Gara-gara hasil ini, Manajer Maurizio Sarri dalam tekanan. Pria asal Italia itu bisa dipecat jika Pedro dan kawan-kawan kalah lagi dalam dua laga menentukan berikutnya.

Chelsea akan bentrok dengan Malmo pada leg kedua babak 32 besar Liga Europa, Jumat (22/2/2019) dini hari WIB. Lalu dilanjutkan dengan final Piala Liga melawan City, Minggu (24/2).


2 dari 3 halaman

Komentar Pedro

(AFP/Glyn Kirk)

“Sayang sekali kami kalah dari United di Piala FA karena itu adalah kesempatan baik bagi kami untuk melanjutkan petualangan di kompetisi tuiu. Ada pertandingan penting bagi kami di Liga Europa dan setelah itu, final melawan City,” kata Pedro di Soccerway.

“Yang paling penting sekarang adalah tetap tenang, berlatih sangat keras dan memulihkan sepak bola terbaik kami dan perasaan terbaik kami, karena jika tidak, kami dalam masalah,” Pedro menambahkan.

3 dari 3 halaman

Statistik Pedro

Pedro sendiri sudah membela Chelsea dalam 34 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Pemain asal Spanyol itu juga menyumbangkan tujuh gol dan tiga assist.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Demo di Depan Gedung Parlemen Albania, Massa Bentrok dengan Polisi

Jakarta – Demo di Depan Gedung Parlemen Albania, Massa Bentrok dengan Polisi

Ribuan massa yang berdemo menuntut Perdana Menteri Edi Rama mundur bentrok dengan polisi di luar gedung Parlemen di Albania. Polisi melontarkan gas air mata dan water cannon.

Perdana Menteri Edi Rama telah berkuasa sejak 2013. Ia dituduh melakukan korupsi oleh massa pendukung oposisi.

Setidaknya dua anggota polisi dilarikan ke rumah sakit dan empat orang demonstran harus menjalani perawatan karena sesak nafas akibat bentrokan. Ribuan massa itu terus mencoba menerobos garis polisi.

Beberapa kaca jendela gedung Parlemen pecah akibat dilempar batu oleh massa. Sekitar 10 massa mencoba memaksa masuk ke gedung dengan mendobrak pintu masuk. Polisi juga terus berusaha menghadang massa tersebut.

“Situasinya di luar kendali,” kata pemimpin oposisi utama Partai Demokrat, Lulzim Basha.

Ia menyalahkan polisi karena membiarkan massa terlalu dekat dengan gedung sehingga memicu kekerasan. Ribuan massa itu berkumpul di luar gedung parlemen hingga sore.

“Tanggal 16 Februari akan menjadi hari terakhir berkuasa bagi Rama,” Basha mengatakan pada pertemuan para pendukungnya pada hari Rabu lalu.

“Rezim ini harus dibatalkan dengan cara apa pun,” sambungnya.

Demonstrasi pada Sabtu ini merupakan aksi terbaru pimpinan Basha. Koalisi oposisi yang terdiri dari lima partai, mulai dari kanan tengah ke kiri tengah. Mereka menuduh Rama berkolusi dengan kejahatan terorganisir dan telah menjerumuskan negara ke dalam korupsi dan kemiskinan.
(ibh/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Perlukah NKRI Bersyariah?

Liputan6.com, Jakarta – Deden Sujana hanya bisa tertawa saat tahu polisi menetapkannya sebagai tersangka dalam perkara bentrok di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten. Namun, tawa di wajahnya bukan lantaran senang.

Dia tertawa getir. Saat mendengar kabar penetapan dirinya sebagai tersangka Februari 2011 lalu, Deden sedang berbaring di ranjang pasien di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan.

Luka di sekujur tubuhnya belum kering. Tangannya masih kaku, belum bisa digerakkan usai operasi penyambungan yang dilakukan selama 7,5 jam oleh 7 dokter dengan keahlian berbeda. Dokter pun berkata, dia mengalami gegar otak.

Ketika berbincang dengan Liputan6.com, Deden mengaku, kala itu ia tak menyangka bakal berakhir di rumah sakit. Juga tak terbesit dalam pikirannya bahwa bakal ada 1.500 orang yang datang ke masjid milik Ahmadiyah di Cikeusik, sekitar pukul 10.30 WIB, 6 Februari 2011 .

“Malam minggu (Sabtu 5 Februari 2011), saya mendapat kabar tentang penahanan ustaz kami, istrinya dan keluarganya. Saya dan 12 orang lainnya malam itu juga berangkat ke Cikeusik untuk bertanya dan meminta polisi membebaskan mereka. Kebetulan saat itu saya menjabat sebagai Ketua Keamanan Nasional Ahmadiyah. Kami sampai di sana pukul 08.00 WIB karena Cikeusik itu masih jauh dari Pandeglang, kami ingin istirahat dulu dan siangnya baru ke polisi,” tutur Deden, Rabu 13 Februari 2019.

Tiba-tiba, lanjut dia, sejumlah polisi mendatangi mereka dan memintanya untuk meninggalkan lokasi karena akan ada sekelompok orang yang menuju ke tempat tersebut. Namun, polisi tidak memberi tahu jumlahnya.

Deden dan rekan-rekannya enggan meninggalkan lokasi karena maksud kedatangannya belum tersampaikan. Apalagi, dia merasa datang dengan cara dan tujuan yang baik. Mereka tak membawa senjara. 

Massa kemudian datang. Bentrokan pun tak terelakkan. “Bisa dibuktikan kok di video yang beredar, kami melawan dengan tangan kosong atau alat yang bisa kami dapat di dekat kami,” kata dia.

Hari itu, Deden menyaksikan tiga saudara seimannya tewas karena diserang menggunakan senjata tajam. Ia yang susah payah menghindari hujaman celurit dan golok, tak kuasa membantu. 

Begitupula polisi. Tak ada satu pun petugas keamanan yang berani melerai. Sebuah mobil aparat habis dibakar massa, satu dimasukkan ke jurang. 

Deden  yakin, ada yang memobilisasi massa itu. Sebab, dia merasa janggal, 1.500 orang bisa berkumpul secara spontan. Tapi kecurigaan tersebut tak pernah ditindaklanjuti polisi.

Usai bentrok Cikeusik, polisi membawa Deden dan 12 rekannya ke RSUD Serang. Namun, pihak rumah sakit angkat tangan dengan kondisi Deden. Tangan dan kakinya nyaris putus. Tak ada dokter ahli yang bisa menanganinya ketika itu.

Keluarganya pun harus beradu argumen dengan kepolisian untuk bisa membawa Deden ke RSPP. Sampai akhirnya, polisi mengizinkannya.

“7,5 jam saya dioperasi untuk menyambungkan tangan saja. Dokter bilang, baru kali ini ada operasi selama itu di RSPP. Orang tangan saya mau putus dan sudah ada beberapa jaringan yang busuk. Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk hidup dan menggunakan tangan kaki saya kembali. Dua minggu saya dirawat. Sekarang sudah bisa digerakkan,” ujar Deden.

Usai pulih, ia kembali berurusan dengan hukum. Polisi menyangkakan empat pasal kepadanya, yakni, provokasi, penganiayaan, kepemilikan senjata tajam dan melawan petugas. Namun pada akhirnya, polisi menjeratnya dengan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan dan Pasal 212 KUHP tentang perlawanan terhadap petugas kepolisian.

Ia ditahan selama enam bulan. “Wong saya dipenjara bukan karena nyopet atau korupsi. Yang saya sayangkan, 12 pembunuh saudara saya malah dihukum 3-5 bulan,” ucap Deden.

Usai kejadian itu, dia dan pengikut Ahmadiyah lainnya selalu berhati-hati dalam bertindak dan bertutur. Tidak kepada sembarang orang mereka mau terbuka. Mereka pun tidak pernah bersuara di ruang publik, media sosial sekalipun.

“Karena kita tidak tahu, kita sedang berhadapan dengan siapa. Bagaimana kalau lawan bicara kita ternyata kelompok garis keras? Kami saling menjaga saja,” kata dia.

Baru belakangan Deden dan warga Ahmadiyah lain berani mengeluarkan pendapat di  ruang publik dan media sosial. “Saya juga sudah berani komen-komen di Twitter. Apalagi pada pemerintahan saat ini, kami merasa aman,” kata Deden. 

Sementara, pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab pada akhir tahun lalu melemparkan kembali isu NKRI Bersyariah terkait dukungannya kepada salah satu peserta Pilpres 2019.

Akun twitter @RizieqSyihabFPI, mengunggah poster isu NKRI Bersyariah disertai gambar dirinya dan Prabowo-Sandi. Wacana NKRI Bersyariah juga pernah dia bukukan dengan judul Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyariah.

Deden kemudian berkomentar, “Mau sampai kapan begini?”

“NKRI harga mati, final, tidak ada lagi embel-embel syariah. Cukup bank saja yang bersyariah. Apalagi kita ini bukan negara Islam. Indonesia terdiri dari ribuan budaya. Beda itu indah. Sudahlah, Pancasila final, NKRI harga mati,” lanjut Deden yang kini menjabat sebagai Ketua Ahmadiyah Bekasi dan Asisten Humas Pengurus Besar Ahmadiyah itu.

Hal yang sama disampaikan oleh seorang jemaah Ahmadiyah berinisial S. Dia mengatakan, kini hidupnya lebih mudah. Dia juga bertempat tinggal dan bekerja di lingkungan dengan tingkat toleransi tinggi. Dia pun bebas bersuara bahwa ia adalah pengikut Ahmadiyah.

Berbeda dengan beberapa tahun lalu. Ketika menikah saja, dia harus menumpang ke kota lain. Sebab, sulit untuk mengurus surat-surat pernikahan di kota asal calon istrinya.

Dia bahkan menyebut, sejumlah jemaah lain di lokasi itu tidak mendapatkan e-KTP lantaran keyakinannya yang berbeda dengan masyarakat sekitar. Saat berbincang dengan Liputan6.com pun, dia tidak ingin daerah asal pasangan hidupnya disebut.

“Dulu saya harus menikah di tempat lain. Sulit mengurusnya bahkan ada yang tidak dapat e-KTP. Alhamdulillah di tempat lain diberi kemudahan dan kami tidak perlu menyembunyikan identitas sebagai seorang Ahmadiyah,” ujar S.

Dia pun tak ingin mengalami deja vu. Dia tidak mau lagi terkungkung dengan konsep yang diwacanakan Rizieq Shihab.

Sementara, Slamet, warga Kudus, Jawa Tengah yang baru dua tahun ini mualaf juga tak paham dengan konsep NKRI bersyariah yang diwacanakan Rizieq. Terlebih, baru dua tahun ini dia bisa memeluk agama pendahulunya.

Sebelum kemerdekaan, orangtuanya tidak memiliki kebebasan untuk memeluk agama Islam karena saat itu tak ada ruang publik yang manusiawi. Keduanya memutuskan berpindah agama.

“Jika sekarang ada yang menyerukan NKRI bersyariah, justru mundur dong. Warga seperti saya sebenarnya hanya butuh ruang publik yang manusiawi. Tanpa rasa takut kita bisa menegakkan apa yang kita yakini. Kita hanya butuh damai,” kata pria 57 tahun itu kepada Liputan6.com.

2 dari 3 halaman

Harus Paham Konsep

Lalu, masih haruskah kita mempertimbangkan wacana Rizieq Shihab soal NKRI bersyariah atau lebih memilih ruang publik yang manusiawi?

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), Marsudi Syuhud mengatakan, sebelum menjawab pertanyaan tersebut, masyarakat harus tahu terlebih dahulu tentang makna kata “bersyariah”. Setelah itu, baru bisa membahas soal pilihan tersebut.

“Yang harus dipahami oleh muslim maupun nonmuslim, Bangsa Indonesia, sesungguhnya kata bersyariah itu seperti apa sih? Teorinya bagaimana? Bersyariah itu bukan hanya untuk muslim tapi untuk siapa saja. Maka kaidahnya di mana ada kemaslahatan, kebaikan, untuk publik, untuk siapa saja, maka sesungguhnya sudah memakai syariat Allah,” kata Marsudi saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (14/2/2019).

Dia pun memberikan gambaran tentang permasalahan ini melalui Undang-Undang Lalu Lintas. UU tersebut diciptakan untuk mengatur segala sesuatu tentang yang berhubungan dengan lalu lintas, agar tidak terjadi kecelakaan dan tercipta keteraturan, seperti rambu-rambu dan batas kecepatan maksimal.

“Itu untuk kemaslahatan tidak? Untuk kemaslahatan, biar tidak tabrakan. Berarti UU Lalu Lintas bersyariah tidak? Bersyariah.

Pertanyaan selanjutnya, apakah ruang publik kita sudah baik? Sudah manusiawi?

Marsudi menilai, proses menuju baik itu tidak ada ujungnya. Amerika saja, lanjut dia, tidak berhenti untuk menjadi baik dan lebih baik.

Bagi dia, ruang publik yang berdasarkan Pancasila pada saat inipun sudah bersyariah, meski terus berproses menjadi lebih baik.

“Ruang publik hari ini alhamdulillah dengan dasar negara kita Pancasila, ya itu tadi, penjelasan Pancasila sama dengan UU Lalu Lintas. Pancasila hadir kesepakatan, maka sudah sesuai syariah belum? Sudah, karena untuk kemaslahatan,” tutur Marsudi.

Hal serupa diungkapkan oleh negarawan, Ahmad Syafii Maarif. Pria yang akrab disapa Buya ini menilai, NKRI bersyariah dengan sendirinya akan tercipta ketika norma-norma agama, sosial dan hukum dijalankan.

“Kalau Islam yang benar, tidak perlu itu perlu NKRI bersyariah. Islam yang selaras dengan kemanusiaan sudah mewujudkan NKRI bersyariah,” kata Buya kepada Liputan6.com.

Dia pun pernah membahas wacana NKRI bersyariah dan ruang publik manusiawi dalam bukunya yang berjudul Islam Dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan

Dia menyayangkan pendapat beberapa orang yang menuduh sistem demokrasi, paham keberagaman, toleransi, dan pesan anti-kekerasan bukanlah napas Islam. Baginya, yang terjadi justru sebaliknya.

Buya Maarif berpendapat, sesungguhnya Islam Indonesia tidaklah antidemokrasi. Indonesia sekarang ini, lanjut dia, beruntung karena memiliki Islam yang terbuka akan prinsip demokrasi.  


3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

5 Fakta yang Mengiringi Kekalahan Manchester United dari PSG

Jakarta – Manchester United takluk 0-2 dari Paris Saint-Germain pada leg pertama 16 besar Liga Champions 2018-2019, di Old Trafford, Selasa (12/2/2019) waktu setempat.

The Red Devils tidak bisa berbuat banyak di laga ini. Skuat asuhan Ole Gunnar Solskjaer kesulitan untuk keluar dari tekanan para pemain PSG sepanjang pertandingan.

Les Parisiens muncul sebagai pemenang di pertandingan ini berkat gol yang dicetak Presnel Kimpembe pada menit ke-53 dan Kylian Mbappe (60′). Dua gol tim tamu tercipta berkat assist Angel Di Maria.

Kekalahan yang dialami Manchester United semakin menyesakkan karena Paul Pogba menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Dani Alves pada menit ke-89. Pogba pun harus absen pada leg kedua di markas PSG.

Berdasarkan statistik ESPN, PSG unggul penguasaan bola atas Manchester United dengan 56 persen berbanding 44 persen. Tim ibukota Prancis itu juga melakukan 17 upaya mencetak gol sedangkan tuan rumah hanya melakukan 11 usaha.

Selain beberapa catatan itu, Bola.com merangkum lima fakta menarik yang mewarnai bentrok Manchester United kontra PSG di Old Trafford.

2 dari 2 halaman

Fakta Menarik Manchester United Vs PSG

1. Manchester United untuk pertama kalinya kalah dengan margin lebih dari satu gol di pentas Eropa saat bermain di Old Trafford.

2. Paul Pogba menjadi pemain pertama Manchester United yang mendapatkan kartu merah di fase gugur Liga Champions setelah Luis Nani. Winger asal Portugal itu diusir wasit saat menghadapi Real Madrid pada leg kedua 16 Besar pada Maret 2013.

3. Kylian Mbappe menjadi pemain ketiga yang bisa mencetak gol dalam tiga laga tandang Liga Champions di Inggris setelah Luis Enrique dan Edin Dzeko.

4. Presnel Kimpembe merupakan pemain kedelapan PSG yang mencetak gol di Liga Champions musim ini. Torehan ini lebih baik dibandingkan tim manapun.

5. Manchester United hanya melepaskan satu tembakan tepat sasaran ke gawang PSG sepanjang pertandingan. Catatan ini merupakan yang terendah saat bermain di Old Trafford sejak Februari 2005 pada laga 16 besar kontra AC Milan.

Sumber: Opta

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

Rusuh! Massa Demo Lempari Kediaman Presiden Haiti dengan Batu

Port-au-Prince – Rumah Presiden Haiti Jovenel Moise terus didatangi demonstran. Bahkan, massa tak segan melempari rumah presiden dengan batu.

Dilansir dari The Associated Press, Minggu (10/2/2019), massa mendemo kediaman presiden karena tak puas dengan kebijakan ekonomi dan juga adanya dugaan keterlibatan korupsi.

Massa yang anarkis sempat terlibat bentrok dengan polisi. Dilaporkan satu orang tewas akibat kejadian ini.


Massa demonstran mulai melempari kediaman presiden Moise dengan batu karena adanya mobil yang melindungi sekutu Moise menabrak mobil seorang wanita.

Selain di depan kediaman presiden, massa juga tersebar di sejumlah titik di pusat kota Port-au-Prince sejak pada Sabtu (9/2) waktu setempat. AP melaporkan bahwa salah satu wartawannya sempat melihat setidaknya ada satu orang yang tewas tertembak aparat.
(rna/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Lukaku: MU Bukan Favorit Lawan PSG

Liputan6.com, Manchester – Striker Manchester United (MU), Romelu Lukaku, menilai timnya hanyalah underdog saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) di babak 16 besar Liga Champions.

MU dan PSG bakal bentrok di babak perdelapan final Liga Champions. Leg pertama bakal digelar di Old Trafford pada 12 Februari.

Jelang laga ini, MU sedang on fire. Di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer, Setan Merah memenangkan sembilan dalam 10 laga terakhir. Paul Pogba dan kawan-kawan juga tak pernah kalah.

Meski demikian, menurut Lukaku, timnya bukanlah favorit lawan PSG. Di mata dia, Edinson Cavani dan kawan-kawan lebih diunggulkan.


2 dari 3 halaman

Komentar Lukaku

(AFP/Oli Scarff)

“Bagiku, PSG adalah favorit, tetapi kami akan datang dengan persiapan yang baik dan kita akan melihat apa yang akan terjadi di lapangan. Kami tahu kami akan bermain melawan tim yang bagiku, salah satu favorit di turnamen ini,” kata Lukaku kepada Canal +.

“Anda hanya harus melihat skuat mereka, ada pemain dengan talenta hebat dan pelatih yang baik. Pemimpin di sana memiliki rencana hebat untuk klub mereka. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” Lukaku menambahkan.

3 dari 3 halaman

Lawan Fulham

Sebelum lawan PSG, MU akan lebih dulu menghadapi Fulham. Kemenangan jadi harga mati bagi Setan Merah demi menjaga momentum.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pelatih AC Milan Pantang Remehkan AS Roma

Liputan6.com, Milan – Pelatih AC Milan Gennaro Gattuso meminta timnya tak memandang AS Roma. Kedua tim akan saling bentrok pada pekan ke-22 Liga Italia di Stadion Olimpico, Senin (4/2/2019) dini hari WIB.

Menjamu AC Milan, performa Roma musim ini tidak begitu menjanjikan. Bahkan, tim asuhan Eusebio di Francesco tersebut kini menempati posisi kelima.

Pada pertandingan terakhir, Roma dibantai dengan skor telak 1-7 oleh Fiorentina dalam ajang Coppa Italia. Hasil itu membuat posisi Di Francesco berada dalam tekanan.

AC Milan saat ini berada satu strip di atas Roma pada klasemen sementara Serie A Italia

2 dari 3 halaman

Waspadai Roma

Meski mengetahui sang calon lawan tengah tidak dalam performa terbaik, Gattuso tak mau memandang remeh Roma. Gattuso mengingatkan agar para pemain Rossoneri untuk tetap mewaspadai ancaman Roma.

“Roma mungkin sedang tidak melalui periode performa yang bagus, tetapi mereka masih tim yang sangat kuat, mereka bisa mencetak banyak gol, merupakan salah satu tim yang paling produktif di Serie A, jadi kita harus waspada. Ini akan sangat sulit,” kata Gattuso seperti dilansir Football Italia.

“Mereka memiliki pemain-pemain berbakat dan pelatih yang telah bekerja sangat baik selama bertahun-tahun. Kami harus sangat, sangat berhati-hati.”

3 dari 3 halaman

Reuni Gattuso dan Zaniolo

Pertandingan ini merupakan ajang reuni antara Gattuso dengan pemain muda Roma yang tengah naik daun Nicolo Zaniolo. Gattuso merasa ikut senang dengan perkembangan Zaniolo sejauh ini.

“Saya pernah melatihnya selama beberapa bulan dan ia punya kualitas. Saat ini, ia adalah salah satu talenta paling menjanjikan di sepak bola Italia, tetapi penting untuk tetap berada di jalurnya,” tambahnya.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan berikut ini: