7 Bukti Kucing Tergolong Benda ‘Cair’ Ini Bikin Geleng-Geleng Kepala

Marc-Antoine Fardin menemukan bahwa hewan berbulu ini dapat beradaptasi dengan berbagai jenis bentuk. Dirinya menggunakan ilmu Reologi, yaitu cabang ilmu Fisika yang berhubungan dengan deformasi suatu benda.

Cabang ilmu tersebut mampu mengukur waktu relaksasi kucing atau durasi yang dibutuhkan kucing untuk mampu menempati ruang benda, seperti baskom atau toples. Sesuai penemuannya, rupanya kucing berasal dari dua golongan yaitu benda padat sekaligus benda cair.

Lantas, seperti apa sih potret kucing yang disebut-sebut sebagai benda cair ini? Tak usah berlama-lama, yuk simak deretan bukti kucing tergolong benda cair yang dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (18/4/2019).

Ada 27 Luka Benda Sajam di Tubuh Wanita yang Tewas di Makassar

Makassar – Perempuan yang belum diketahui identitasnya ditemukan tewas di kamar hotel di Panakkukang, Makassar, Sulsel. Ditemukan luka diduga akibat benda tajam pada tubuh perempuan.

“Di tubuh korban (ada) 27 luka, patut diduga itu adalah akibat benda tajam. Pada beberapa bukti yang kita temukan di lapangan pada proses olah TKP, kondisi mayat juga tertimpa bantal dan 1 kursi,” kata Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda Fauzi, ditemui di Jalan Toddopuli , Kamis (11/4/2019).

Korban ditemukan sekitar pukul 15.00 Wita setelah seorang petugas hotel mengecek kamar hotel. Petugas hotel kemudian menelepon polisi yang langsung mengecek ke lokasi.

“Kami mendapatkan informasi awal sekitar pukul 15.00 Wita bahwa telah terjadi penemuan mayat. Kita laksanakan pengecekan TKP (tempat kejadian perkara) ditemukan ada mayat wanita berlumur darah,” ujar Fauzi.

Dari pemeriksaan di kamar hotel, tak ditemukan identitas korban atau pun pemesan kamar.

“Identitas korban mencari informasi sampai saat ini identitas korban kami masih kesulitan karena di TKP tidak ada KTP dan identitas. Memalsukan nama asli saat check-in hotel,” kata Fauzi.

Polisi memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penemuan mayat perempuan ini.
(fdn/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

5 Benda Aneh yang Pernah Ditemukan di Pantai, Bikin Geleng Kepala

Benda aneh yang pertama ditemukan di pantai, ialah botol dengan sebuah isi pesan. Terlihat drama memang, namun apa yang ditemukan orang tersebut benar-benar potol dengan ada pesan disana. Botol itu dilempar tahun 2014. 

Pesan yang ada pada botol tersebut bikin haru. Surat tersebut dibuat oleh Mel karena menyukai pantai. Mel adalah pria yang memiliki istri yang setia, menemani Mel hingga tutup usia. Mel berpesan apabila yang menemukan botol ini, wajib untuk memposting di facebook milik Mel. Alhasil ketika ditemukan dan diposting, surat dalam botol ini jadi viral.

Korban Kebakaran Kolong Tol Pluit Mengais Sisa Harta Benda yang Selamat

Liputan6SCTV, Jakarta – Pascaterjadinya kebakaran yang menghanguskan ratusan bangunan semi permanen di kolong Tol Pluit Arah Bandara di Penjagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, warga mulai mencari barang yang bisa diselamatkan.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Minggu (31/3/2019), korban kebakaran hingga saat ini masih berada di lokasi pengungsian. Mereka masih mengais sisa harta benda yang masih bisa diselamatkan. 

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun ikut membantu orangtuanya mencari barang yang masih bisa digunakan. Warga mengaku bingung akan tinggal di mana, lantaran harta benda mereka sudah ludes terbakar. Untuk sementara waktu, tenda pengungsian disediakan untuk para korban kebakaran. 

Sebelumnya, kebakaran terjadi pada ratusan lapak pedagang yang berada di kolong Tol Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu pagi, 30 Maret kemarin. Api dengan cepat menghanguskan ratusan bangunan.

Api bisa dipadamkan setengah jam kemudian setelah petugas menerjunkan 15 mobil pemadam. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun kerugian warga ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (Galuh Garmabrata)

Selain Plastik, Ini 7 Benda Sehari-hari yang Paling Sulit Terurai

1. Styrofoam

Banyak orang yang malas mencuci piring dan beralih ke styrofoam sebagai wadah untuk menyajikan makanan. Khususnya di acara-acara khusus yang berlangsung hingga petang, sehingga membutuhkan konsumsi untuk mengganjal perut.

Namun, nyatanya styrofoam hanya mampu mengatasi malas mencuci piring. Sebaliknya, styrofoam membawa dampak buruk bagi lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai. Hal ini karena styrofoam terbuat dari polystyrene, yaitu suatu bahan yang berasal dari minyak bumi yang membuat tanah sulit menguraikannya.

2. Botol kaca

Menurut Environmental Protection Agency, botol kaca adalah salah satu benda sehari-hari yang paling sulit terurai. Meski kaca bisa didaur ulang dengan dileburkan dalam panas, namun botol kaca yang dibuang di lautan tidak akan bisa terurai. Bahkan, sampai jutaan tahun sekalipun.

Selain itu, energi yang dibutuhkan untuk mendaur ulang gelas kaca mampu menyalakan sebuah bohlam lampu bertegangan 100 wat. Maka, cara paling tepat untuk menjaga kelestarian lingkungan adalah dengan mengurangi penggunaan botol kaca.

Modus Pemalsuan Harta Benda Peninggalan Majapahit

BPCB tak akan menyita artefak berupa koin kuno Tingkok, gerabah, hingga perhiasan temuan warga Desa Sekarpuro. Namun, warga diimbau untuk melaporkan tiap barang hasil temuan mereka. Dicatat dan didaftarkan ke pemerintah agar jika dibutuhkan untuk penelitian bisa dilacak.

“Setelah laporan ya tetap boleh disimpan. Kalau akhirnya dijual, pemilik barunya tetap harus melapor, agar bisa dipantau,” ujar Andi.

BPCB juga terbuka jika ada yang ingin menyerahkan barang itu, serta memberi imbalan sesuai harga di pasar. Namun jika termasuk kategori langka dan bernilai sejarah penting, hadiah bisa lebih mahal lagi.

“Kalau diserahkan ke kami, ya disimpan di museum. Tapi saran kami, warga merawat situs cagar budaya di desa karena itu bagian dari sejarah desa,” katanya.

Muhammad Arifin, salah seorang warga pencari berbagai artefak mengatakan, tak berniat menjual barang miliknya ke penadah. Ia tak keberatan jika pemerintah mengambil alih benda temuannya itu.

“Diambil semuanya tak masalah. Tapi kalau bisa sedikit lebih mahal dari harga di pasaran,” katanya.

Kepala Desa Sekarpuro, Sulirmanto menyatakan bersyukur ada temuan situs kuno di desanya. Selain membuka tabir sejarah desa, situs itu diharapkan bisa meningkatkan potensi ekonomi desa.

“Kalau situs ternyata besar kan bisa berdampak desa ini jadi jujungan wisata. Tentu ada berkah untuk warga kami,” ujar Sulirmanto.

Temuan Harta Peninggalan Pra Majapahit di Tol Malang Pandaan

Masih Negosiasi, Polisi Duga Ada Benda Berbahaya di Rumah Terduga Teroris

Jakarta – Polisi menduga ada benda-benda berbahaya yang disimpan di rumah terduga teroris Husain alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumut. Polisi masih bernegosiasi, membujuk istri dan anak terduga teroris Abu Hamzah menyerah.

“Saat ini kami masih bernegosiasi. Petugas belum masuk ke dalam rumah tersangka karena patut diduga di dalamnya terdapat benda-benda berbahaya. Intinya kami meminimalisir korban,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal saat dimintai konfirmasi, Selasa (12/3/2019).


Abu Hamzah ditangkap oleh Tim Densus 88 Antiteror pada pukul 14.23 WIB, Sabtu (12/3/2019). Kemudian, bom meledak pada pukul 14.50 WIB saat polisi hendak menggeledah rumah terduga teroris.

Polisi masih berupaya melakukan negosiasi. Negosiasi juga dilakukan dengan menggandeng tokoh masyarakat.

Dipastikan Iqbal, penangkapan Abu Hamzah terkait dengan pengembangan penangkapan R di Lampung pada Sabtu (9/3). R diduga hendak melakukan teror di Lampung dan Jakarta.
(fdn/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kantong Plastik Berbayar Tingkatkan Kesadaran Akan Bahaya Limbah

Liputan6.com, Jakarta – Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis H Sumadilaga menyampaikan dukungannya terhadap penerapan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG).

Dibanding dibiarkan tercecer menjadi limbah, dia mengatakan, Kementerian PUPR sudah berinisiatif mengolah kantong plastik sebagai bahan campuran aspal.

“Kami sangat mendukung. Kalau dulu saya di Balitbang (Kementerian PUPR) sudah proses kantong plastik dicacah bisa dicampur aspal dan perkuat campuran aspal. Istilahnya aspal plastik,” jelas dia di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Untuk diketahui, beberapa toko ritel modern yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo) menyatakan akan menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar mulai Jumat 1 Maret 2019 ini.

Danis melanjutkan, kantong plastik tetap tergolong sebagai benda yang tak aman bagi lingkungan. “Kalau secara klasifikasi barang tak aman bagi lingkungan seperti ember dan botol mineral, plastik kresek ini nomor 7,” sebutnya.

Oleh karenanya, ia mengimbau masyarakat agar lebih memilih membawa tentengan sendiri seperti goodybag saat berbelanja daripada membeli kantong plastik.

“Masalahnya bukan berbayar atau tidak, utamanya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat bagaiman kurangi sampah plastik. Dengan bayar kan jadi mikir, lain kali saya bawa goodybag atau apa lah,” pungkas dia.

2 dari 3 halaman

Mulai 1 Maret, Konsumen Bayar Kantong Plastik Minimal Rp 200 di Toko Ritel

Semua toko ritel modern akan menerapkan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) mulai Jumat 1 Maret 2019.

Beberapa toko ritel tersebut di antaranya adalah Alfamart, Ramayana, SuperIndo, LotteMart, Informa, Electronic City, Matahari, AlfaMidi, Papaya, Yogya, Borma dan retail lainnya yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo).

Ketua Umum Aprindo, Roy Mande menyebutkan, pihaknya sebagai asosiasi resmi yang menaungi usaha ritel di Indonesia mengambil langkah tersebut sebagai salah satu upaya mendukung visi pemerintah pada 2025  yakni bisa mengurangi 30 persen sampah dan menangani sampah sebesar 70 persen termasuk sampah plastik. 

“Dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2019, Aprindo menyatakan komitmen bersama untuk mengurangi kantong belanja plastik sekali pakai (kresek) di semua gerai-gerainya. Salah satu caranya adalah dengan kembali menerapkan kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) secara bertahap mulai 1 Maret 2019,” kata Roy dalam acara konferensi pers di Kuningan, Jakarta, Kamis (28/2/2019). 


Dia menegaskan, membuat kantong plastik menjadi barang dagangan adalah langkah nyata dari peritel modern untuk mengajak masyarakat agar menjadi lebih bijak dalam menggunakan kantong belanja plastik sekaligus menanggulangi dampak negatif lingkungan akibat sampah plastik di Indonesia.

Konsumen yang ingin menggunakan kantong plastik sekali pakai atau kresek akan dikenakan biaya tambahan sebesar minimal Rp 200 per lembarnya.

“Konsumen akan kita sarankan untuk menggunakan tas belanja pakai ulang yang juga disediakan di tiap gerai ritel modern,” tambahnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tangan Gaib di Balik Pembuatan Badik Pusaka Raja Bone

Liputan6.com, Bone – Indonesia dikenal dengan keberagaman suku dan budayanya. Salah satu daerah yang dikenal memiliki banyak suku adalah Provinsi Sulawesi Selatan, yakni suku Bugis, Makassar, dan Toraja.

Meski ketiga suku di Sulawesi Selatan tersebut memiliki ragam tradisi yang berbeda, ada satu yang sama. Yakni, senjata khas yang kemudian disakralkan bernama badik. Senjata tradisional ini juga digunakan suku Mandar di Sulawesi Barat (pemekaran Provinsi Sulawesi Selatan).

Badik bagi suku-suku di Sulawesi Selatan memiliki fungsi sama. Selain dianggap benda pusaka, badik juga dianggap pelindung. Badik untuk membela harga diri, baik sifatnya individu maupun keluarga. Harga diri masyarakat Sulsel dan Sulbar memang dijunjung tinggi yang kemudian dikenal dengan istilah Siri atau Siri’ Na Pacce.

“Budaya Siri sudah menyatu dalam tingkah laku masyarakat Sulsel yang terdiri dari tiga suku besar tadi, yakni Bugis, Makassar dan Toraja,” ucap Puang Nasir seorang tokoh masyarakat di Kabupaten Bone, Sulsel kepada Liputan6.com, Sabtu (5/11/2016) lalu.

Menurut Nasir, dahulunya badik tak bisa lepas dari pinggang seseorang ke mana pun ia pergi. Demikian juga ketika mereka merantau, badik menjadi barang sakral yang wajib ikut dan menemani dalam perantauan.

“Apalagi badik pusaka leluhur, tentunya selain digunakan untuk jaga diri dari gangguan orang jahat, badik demikian dianggap bisa menolak bala, nah badik pusaka masih diyakini dapat menjadi azimat dan berpengaruh ke arah baik atau buruknya bagi pemilik atau pemegang badik tersebut,” ujar Nasir.

Masyarakat Bugis Bone memiliki beberapa macam jenis badik khas. Yang paling dikenal dan disakralkan di Bone adalah badik jenis Gecong. Badik ini dahulunya hanya digunakan seorang raja atau kalangan bangsawan.

“Badik Gecong adalah badik Raja Bone yang paling disakralkan dan hampir di setiap acara adat masyarakat Bone, badik gecong hadir dalam rangkaian diantaranya pencucian badik pusaka raja Bone maupun acara tradisi tolak bala di Bone,” Nasir mengungkapkan.

Badik Gecong lebih akrab disebut oleh masyarakat Bugis Bone dengan nama kawali. Badik ini asalnya dari daerah bagian selatan Kabupaten Bone yang disebut Kampung Kajuara.

Berdasarkan cerita dan keyakinan masyarakat Kajuara, badik Gecong milik raja tersebut dibuat langsung oleh makhluk halus dan pembuatannya pun di malam hari.

“Orang di Kajuara, Bone percaya badik raja (gecong) dibuat makhluk halus. Pada malam hari pembuatannya hanya didengar suara palu yang terus berbunyi bertalu-talu hingga jelang pagi. Paginya itu badik sudah jadi,” kata Nasir.

2 dari 2 halaman

Kesaktian Badik Lagecong

Badik gecong ukurannya hanya berkisar 20-25 sentimeter. Adapun cirinya mirip dengan badik khas suku Makassar yang bernama badik Lompo Battang (perut besar). Hanya saja, bilahnya agak membungkuk, di mana hulunya agak kecil dan melebar selanjutnya bagian ujung sangat meruncing.

Pada umumnya, badik gecong yang pada masa lalu hanya digunakan oleh raja maupun bangsawan suku Bugis Bone tersebut berbahan besi dan bajanya berkualitas tinggi serta mengandung meteorit yang tampak menonjol pada permukaannya.

“Badik gecong ini mempunyai pamor yang disebut oleh masyarakat Bugis sebagai timpalaja atau mallasoancale yang letaknya dekat hulunya. Bahannya pun dari besi baja yang berkualitas tinggi serta mengandung meteorit yang menonjol di permukaan,” Nasir menjelaskan.

Selain badik gecong, masyarakat Bugis Bone, menurut Nasir, juga mengenal badik jenis Lagecong. Senjata ini dikenal sebagai badik perang. Di mana badik tersebut memiliki racun yang mematikan.

“Jenis badik lagecong paling banyak dicari karena sangat dikenal dengan badik paling mematikan atau masyarakat bugis pada umumnya kenal dengan mosonya atau racunnya,” Nasir menerangkan.

Badik lagecong hingga saat ini jadi buruan karena diyakini bisa menaklukkan semua senjata lainnya jika berhadapan dengan badik lagecong.

“Iya, banyak orang percaya demikian bahwa semua alat perang akan tunduk pada badik lagecong tersebut,” Nasir mengungkapkan.

Menurut Nasir, badik lagecong diambil dari nama sang empu atau masyarakat Bugis kenal dengan sebutan Pandre yang kala itu bernama lagecong. Namun, ada juga yang berpendapat badik jenis lagecong diambil dari bahasa Bugis, “Gecong” atau “Geco” yang bermakna sekali sentuh langsung mati.

“Sampai saat ini masih banyak yang percaya kalau badik lagecong yang asli terbuat dari daun nipah yang terapung di air dan melawan arus,” tokoh masyarakat Bugis itu memungkasi.


Saksikan video menarik pilihan berikut:

Memaknai Pusaka-Pusaka Keramat Peninggalan Padjajaran

Liputan6.com, Garut – Bagi masyarakat Garut, Jawa Barat, peninggalan benda pusaka, ajimat atau apapun jenisnya, peninggalan Kerajaan Padjajaran yang dipimpin Prabu Siliwangi dan Prabu Kiang Santang, kerap dianggap sakral dan bertuah.

Benda tersebut tersebar luas di beberapa tempat, salah satunya di situs Kabuyutan, Bayongbong dan Makam Syeh Rohmat Suci, Godog, Karangpawitan. Di kedua lokasi itu, puluhan hingga ratusan benda pusaka peninggalan kedua raja Padjajaran itu selalu mendapat tempat istimewa.

Salah satunya di Situs Kabuyutan, Bayongbong, di area seluas hampir satu hektare itu, masyarakat sekitar selalu menggelar acara ‘Seba Muharam’ setiap tahunnya.

Kegiatan tersebut merupakan ritual memandikan benda pusaka peninggalan Kerajaan Pajajaran, sekaligus membuka naskah kuno peninggalan raja. Di sana masyarakat minta keberkahan mulai urusan jodoh hingga rezeki lancar usaha.

Juru pelihara situs Kabuyutan atau pemangku adat Situs Ciburuy, Nana Suryana (35) mengatakan ritual itu merupakan bentuk penghormatan masyarakat atas jasa leluhur mereka dari Pajajaran, terutama Prabu Kiang Santang yang telah menyebarkan agama Islam di wilayah itu.

“Istilahnya ulang tahun,” ujar dia, dalam beberapa kesempatan.

Dalam ritual sehari semalam itu, rangkaian kegiatan dilakukan seluruh masyarakat sekitar, mulai memandikan benda pusaka, membukan naskah kuno dalam daun lontar yang masih tersusun rapih, hingga mereka yang meyakini ‘ngalap berkah’ dari benda peninggalan tersebut.

“Intinya bukan minta ke benda itu, tetapi kepada Alloh SWT,” ujar Nana menegaskan pentingnya tauhid.

Benda-benda pusaka seperti keris, kujang, trisula, termasuk alat-alat kesenian seperti Gong Renteng yang ditempatkan di Bumi Padaleman itu, sengaja dikeluarkan sesepuh masyarakat setempat, untuk mendapatkan perawatan dan perlakuan istimewa, meskipun hanya setahun sekali.

Tak jarang dalam acara yang dipusatkan di situs yang konon bekas arena pertarungan para jawara (jagoan) di Pulau Jawa itu, masyarakat berduyun duyun meminta berkah mulai urusan jodoh, rezeki lancar usaha hingga urusan jabatan, dari air atau makanan yang telah ‘disuguhkan’ sebelumnya di dalam bumi Padaleman itu.

2 dari 2 halaman

Ngalungsur Pusaka Godog

Tak hanya di Situs Ciburuy, puluhan benda pusaka peninggalan Kerjaan Padjajaran pun terkumpul di makam kramat Syeh Sunan Rohmat Suci Godog, Karangpawitan. Di sana, setiap tanggal 14 mulud (Maulid) setiap tahun, masyarakat sekitar selalu menggelar ritual ‘Ngalungsur Pusaka’.

Kegiatan itu sengaja untuk memamerkan sekaligus memandikan seluruh barang pusaka peninggalan Prabu Kiansantang yang diyakini hingga kini sebagai penyebar pertama agama islam di wilayah Garut dan sekitarnya.

“Ada tumbak, keris, golok, dan benda sejarah lainnya, ” kata dia.

Setiap tahunnya ribuan orang dari berbagai daerah selalu datang dengan harapan untuk mendapatkan keberkahan dari makam waliyulloh tersebut.

“Ada nilai sejarah Islam yang tersimpan di dalamnya,” ujar Yaya Mansyur (62), juru kunci makam Godog.

Namun dibanding dengan Situs Ciburuy, ritual Ngalungsur Pusaka yang berada di makam Godog, mesti diawali dengan bakti soslal terutama sunatan massal. Kegiatan itu merupakan amanat sang sunan, saat menyebarkan syiar islam di sana.

“Tidak bisa digantikan kegiatan lain,” kata dia.

Yaya menyatakan, meskipun ada pemandian dan penyucian benda pusaka, namun hal itu hanya budaya semata. Hal tersebut, justru dibutuhkan untuk lebih mendekatkan diri kepada sang maha pencipta Allah SWT.

“Tidak usah menjadi perdebatan, sebab di dalamnya terkandung makna ibadah kepada Allah,” ujarnya.