Benarkah BUMN Satu-persatu Bangkrut Seperti Kata Prabowo?

Jakarta – Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto menyebut Badan Usaha Milik Negara (BUMN) satu persatu mengalami kebangkrutan. Kehancuran itu diakibatkan pemerintah yang salah mengelola negara.

Hal itu disampaikan Prabowo di acara Konsolidasi Koordinator TPS se-Provinsi DKI Jakarta, di Roemah Djoeang Prabowo-Sandi, Jalan Wijaya I no 81, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (13/1/2019).

“Kita lihat sekarang BUMN-BUMN milik negara, milik rakyat, kebanggaan kita satu-satu hancur, satu-satu bangkrut. Tanya saja Garuda, pilot-pilot, tanya Pertamina, tanya PLN, tanya semua pabrik-pabrik milik negara. Saatnya rakyat merebut kembali kedaulatan negara,” katanya.

Benarkah BUMN yang disebutkan Prabowo itu bangkrut?

Berdasarkan catatan detikFinance yang dikumpulkan, Senin (14/1/2019), PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) masih beroperasi sampai saat ini. Ketiganya mencatat kinerja yang kurang baik di tahun lalu, namun tidak bangkrut.

Garuda mencatat rugi Rp 1,67 triliun di akhir Juni 2018. Kerugiannya turun 58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara Pertamina di paruh pertama 2018 lalu mencatat keuntungan sekitar Rp 5 triliun. Namun labanya ini anjlok hingga 73%.

Sedangkan PLN membukukan rugi Rp 5,3 triliun di semester I-2018, kerugiannya jauh lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu Rp Rp 2,03 triliun. Kerugian banyak diakibatkan oleh rugi selisih kurs.

Tiga perusahaan pelat merah tersebut mencatat kinerja buruk selama 2018, tapi tidak bangkrut maupun hancur seperti pernyataan Prabowo.

Beberapa BUMN memang ada yang hidup segan mati tak mau atau istilah yang diberikan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan adalah ‘BUMN dhuafa’. Para BUMN ini terus-terusan mencatat kerugian dan menjadi beban negara.

Beberapa BUMN yang masuk kategori dhuafa di antaranya PT Kertas Leces (Persero), PT Inhutani II (Persero), PT Iglas (Persero), PT Boma Bisma Indra (Persero), dan lain-lain.

Beberapa BUMN ini ada yang sudah pailit dan sekarang sedang mencari investor baru, salah satunya adalah PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). (ang/dna)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *