Pilu Penyandang Disabilitas Dicabuli Ayah-Kakak-Adik Kandung Ratusan Kali

Jakarta – Sungguh pilu nasib AG (18). Dia jadi korban incest atau hubungan sedarah yang dilakukan ayah, kakak dan adik kandungnya sendiri. Disetubuhi ratusan kali, AG yang juga seorang penyandang disabilitas kini trauma.

AG saat itu tinggal bersama ibu dan neneknya. Saat ibunya meninggal karena sakit, M membawa AG tinggal di rumahnya di wilayah Kabupaten Pringsewu, Lampung. Tidak dijelaskan kenapa ayah dan ibu AG pisah tempat tinggal.

Petaka pun terjadi setelah AG baru tinggal di rumah M sekitar dua bulan. Orang yang seharusnya melindunginya itu justru memperkosanya. Perbuatan itu dilakukan beberapa kali, bahkan dilihat langsung oleh kakak AG berinisial (SA) dan adiknya YF (15).

Melihat kelakuan sang ayah, SA dan YF bukannya menolong. Mereka justru ikut-ikutan memperkosa AG. Perbuatan ini dilakukan berulang, setiap hari sejak Agustus 2018. AG dalam sehari bisa beberapa kali dipaksa melayani nasfsu bejat ketiga orang yang seharusnya melindunginya. AG tidak kuasa melawan karena takut.

“Kakaknya (SA) itu sudah menyetubuhi 120 kali dalam setahun, adiknya (YF) 60 kali. Kalau bapaknya (M) sudah berulang kali, saya yakin sudah sering,” kata AKP Edi saat dihubungi detikcom lewat telepon, Sabtu (24/2/2019). Namun M saat diperiksa penyidik mengaku baru lima kali menyetubuhi korban.

“Korban merupakan penyandang disabilitas atau ada keterbelakangan mental,” sambung AKP Edi menguatkan alasan kenapa AG tidak kuasa melawan saat diperkosa.

M,SA dan YF memang begitu leluasa memperkosa korban. Menurut AKP Edi, AG selama ini terkungkung di dalam rumah. Keluarga ini pun dikenal sangat tertutup sehingga sulit bagi tetangga untuk mengetahui kasus ini.

Namun lama kelamaan, tetangga curiga dengan aktivitas di rumah M. Terlebih karena melihat kondisi AG yang semakin kurus, jauh berbeda dari saat AG pertama kali datang ke rumah tersebut. Entah bagaimana, akhirnya warga pun tahu bahwa AG telah jadi korban kekerasan seksual oleh M dan kedua putranya.

Salah seorang anggota Satgas Merah Putih Perlindungan Anak setempat pun melapor ke polisi. Polisi pun bergerak atas dasar laporan polisi No.Pol: LP/B-18/II/2019/PLD LPG/RES TGMS/SEK SUKO.

M, SA dan YF ditangkap di rumah tanpa perlawanan Kamis (21/2) sekitar pukul 21.00 WIB. Dari lokasi, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa helai baju dan celana milik M, SA dan YF serta korban. Para terduga pelaku lalu dibawa ke Polsek Sukoharjo untuk diperiksa. Lebih lanjut, kasus ini dan para tersangka dilimpahkan penanganannya ke Unit Perempuan PPA Satreskrim Polres Tanggamus.

Saat diperiksa M, SA dan YF mengakui perbuatannya. Polisi pun langsung menahan dan menetapkan ketiganya tersangka. Mereka dipersangkakan Pasal 76D Pasal 81 ayat (3) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 8 huruf a Jo Pasal 46 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau Pasal 285 KUHPidana.

“Ancaman hukuman untuk Pasal 81 ayat 3 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak minimal 5 tahun maksimal 15 tahun ditambah 1/3 dari ancaman maksimal apabila dilakukan oleh orang tua, wali, orang-orang yang mempunyai hubungan darah. Untuk Pasal 46 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga ancaman hukuman paling lama 12 tahun. Untuk Pasal 285 KUHPidana ancaman hukuman paling lama 12 tahun,” jelas AKP Edi.

AKP Edi mengatakan, pihaknya masih terus mendalami kasus ini. Baik tersangka dan korban akan diperiksa lebih lanjut pada Senin (25/2) besok dengan mendatangkan ahli dan psikolog. Kondisi kejiwaan M, SA dan YF akan diperiksa terutama YF karena diduga kuat mengalami penyimpangan.

“Keluarga ini ada kelainan sepertinya karena adiknya (YF) ada pengakuan bahwa dia pernah berhubungan juga dengan binatang, kambing, sapi. Nanti mau kami periksakan juga ke psikolog, pemerhati, kenapa keluarga ini bisa seperti ini, kita mau urut ke belakang supaya hal-hal ini tidak terjadi lagi,” kata AKP Edi.

Hal senada juga disampaikan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanggamus Ipda Primadona Laila. Pihaknya terus melakukan pendalaman agar tepat menangani kasus ini.

“Ini lagi coba kita dalami lagi karena bapaknya tahu anak-anaknya itu menyetubuhi anak kandungnya tapi dibiarkan saja. Saling tahu tapi dibiarkan. Waktu itu adiknya yang bungsu ini melihat kalau saudara perempuannya ditiduri bapaknya, dibiarin. Jadi saling tahu mereka ini,” kata Laila saat berbincang dengan detikcom lewat telepon.

Menurut Ipda Laila, secara visual tidak ada keanehan dari tersangka M dan SA. Namun tersangka YF ini memang agak berbeda karena terlihat santai saat diperiksa. Saat ditanya, tidak ada penyesalan terlontar dari mulutnya telah berulangkali memperkosa kakak kandungnya sendiri.

“Memang yang nyeleneh dikit ini yang bungsu, yang kecil. Dia sempat meniduri kambing dan sapi milik tetangga. Kenapa kita bilang agak kelainan karena tidak ada rasa penyesalan. Hanya senyum cengengesan, nggak ada muka menyesal atau merasa malu, merasa berdosa, santai aja. Makanya kita Senin mau melakukan pemeriksaan psikologi, sudah panggil psikolog juga terkait kelakuan tiga pelaku ini,” tutur Laila.

Ipda Dona sendiri merasa sangat prihatin dengan kondisi AG. Menurutnya, AG mengalami keterbelakangan mental. Pihaknya akan terus memonitor kondisi AG.

“Sejauh ini belum kita temukan adanya gejala kehamilan karena korban juga baru mau kita ambil keterangannya Senin besok dengan didampingi ahli bahasa. Korban bukan kategori tunarungu, tunawicara atau tunagrahita tapi dia memang masuk dalam katagori disabilitas karena kalau ditanya harus ada panduan, ada yang mendampingi, jadi bisa jelas,” ujar Ipda Dona.

“Secara visual anaknya sehat. Anaknya putih, cantik malah. Tapi dia keterbelakangan mental. Kurang lebih seperti itu. kondisi korban memang masuk dalam kategori disabilitas. Dia tidak dalam kategori disabilitas tunarungu maupun tunawicara tetapi masih bisa menjelaskan apabila ditanya oleh aparat kepolisian. Mungkin bisa kita katakan kurangnya pendidikan dari si korban sehingga kalau kita lihat secara visual kondisi korban baik, bagus, tetapi dengan pandangan yang kosong. Kami rasa psikisnya mungkin sudah kena,” jelas Dona.

Ipda Dona menambahkan, dirinya berharap pemerintah dan lembaga dan dinas terkait ikut mengawal kasus ini. Dia berharap nasib AG diperhatikan, agar masa depannya jelas. Dia sendiri telah meminta Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, (LPAI) Seto Mulyadi meluangkan waktu untuk datang memonitor kasus ini.

“Kejadian ini ada wilayah hukum Kabupaten Pringsewu, sementara di sini polresnya Unit PPA baru ada di Polres Tanggamus. Jadi tujuan kita buat narik kasus tersebut supaya lebih intens ditangani oleh unit PPA yang ada di Polres Tanggamus. Sementara kita di P2TP2A kita maupun Teksos kita yang ada di Tanggamus itu berjalan memang aktif. Tapi P2TP2A di sini tidak mau nanti disalahkan kalau mengambil alih kasusnya untuk menyelamatkan korban sementara P2TP2A Pringsewu ada. Harus koordinasi intinya,” kata Dona.

“Nanti kalau berkenan datang ke sini bisa menekankan ke pemkab setempat untuk bisa memberikan jaminan pemenuhan hak-hak korban ke depannya, masa depannya seperti apa. Apakah masuk Dinsos, atau mendapat pelatihan atau bimbingan. Karena ke depan siapa yang mau jamin? Lebih aman dia jadi anak negara saja,” pungkas Dona.
(hri/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Hasil Liga Italia: Dramatis, Gol Dzeko di Injury Time Menangkan Roma

FrosinoneAS Roma menang secara dramatis di markas Frosinone dalam lanjutan Liga Italia. Gol Edin Dzeko di injury time babak kedua memberi Roma kemenangan 3-2.

Tandang ke Stadio Benito Stirpe pada pertandingan pekan ke-25 Liga Italia, Minggu (24/2/2019) dini hari WIB, Roma sempat unggul 2-1. Namun gol Andrea Pinamonti di menit ke-80 membuat kedudukan jadi imbang 2-2.

Dzeko kemudian jadi pahlawan Roma lewat golnya di masa injury time. Striker internasional Bosnia & Herzegovina itu mencetak gol pada menit ke-95 untuk menyegel kemenangan Roma.

Roma sempat kebobolan lebih dulu saat laga baru berjalan lima menit. Kombinasi kesalahan Steven Nzonzi dan Robin Olsen membuat Roma tertinggal.

Operan Nzonzi yang tak akurat di area permainan sendiri dipotong oleh Camillo Ciano. Ciano kemudian melepaskan tembakan yang ditepis oleh Olsen. Namun penyelamatan Olsen tak sempurna karena bola justru melambung masuk ke gawang sendiri.

Ciano nyaris menggandakan keunggulan Frosinone ketika sepakannya dari jarak dekat melambung di atas mistar gawang. Di sisi lain, Roma mulai nyetel dan mengancam gawang Frosinone lewat sundulan Stephan El Shaarawy yang ditepis di bawah mistar oleh Marco Sportiello.

Kesalahan lini belakang Frosinone berbuah gol untuk Roma pada menit ke-30. Edoardo Goldaniga membiarkan bola yang memantul di dekatnya. Edin Dzeko muncul dari belakang Goldaniga untuk mencuri bola dan kemudian melepaskan tembakan dengan kaki kanan ke arah tiang dekat.

Tak sampai dua menit, tepatnya 72 detik, Roma membalikkan keadaan. Berawal dari serangan balik, Dzeko mengoper bola kepada El Shaarawy yang berlari di sisi kanan.

El Shaarawy melepaskan tembakan dan ditepis oleh Sportiello. Bola muntah langsung disambar oleh Lorenzo Pellegrini untuk membawa Roma unggul.

Di babak kedua, Roma kehilangan Kostas Manolas yang cedera. Ketiadaan Manolas membuat lini belakang Roma rapuh. Frosinone pun menyamakan skor pada menit ke-81.

Dari serangan balik, Andrea Pinamonti dan Ciano masuk ke area pertahanan Roma. Tiga bek sekaligus mencoba menghentikan Ciano yang kemudian mengoper kepada Pinamonti. Tak terkawal, Pinamonti menembak dari jarak dekat untuk menjebol gawang Roma.

Saat laga seperti akan berakhir imbang, Roma mencuri kemenangan di detik-detik terakhir pertandingan. Bola dari Daniele De Rossi dikontrol dengan baik oleh El Shaarawy yang ada di sisi kiri kotak penalti. El Shaarawy kemudian melepaskan umpan yang langsung disambar oleh Dzeko tepat di depan gawang.

Dengan kemenangan ini, Roma terus menjaga jarak dengan empat besar. Giallorossi menempati peringkat kelima dengan 44 poin dari 25 laga, terpaut satu angka dari AC Milan yang ada di urutan keempat. Sementara itu, Frosinone masih berkutat di zona degradasi dengan menempati posisi ke-19 dengan 16 poin.

Susunan Pemain

Frosinone: Sportiello; Goldaniga, Salamon, Capuano; Zampano, Chibsah (Trotta 76), Viviani, Cassata, Beghetto (Molinaro 59); Ciano, Ciofani (Pinamonti 67)

Roma: Olsen; Santon, Manolas (Fazio 76), Marcano, Kolarov; De Rossi, Nzonzi (Cristante 65); El Shaarawy, Pellegrini, Perotti (Zaniolo 65); Dzeko

(nds/ran)

Oppo Ungkap Smartphone 5G Pertama Besutannya, Kapan Dirilis?

Liputan6.com, Barcelona – Bersamaan dengan pengumuman teknologi kamera 10x lossless zoom di ajang Mobile World Congress (MWC) 2019, Oppo secara resmi memperkenalkan smartphone 5G pertamanya ke publik.

Menurut  VP Oppo, Anyi Jiang, Oppo menyadari 5G merupakan teknologi smartphone masa depan. Karenanya, perusahaan asal Tiongkok itu tidak ingin ketinggalan menghadirkan teknologi ini. 

“Kami terus bekerja sama dengan perusahaan teknologi lain, mulai dari chipset dan operator untuk membawa teknologi 5G bersama-sama,” tuturnya saat gelaran MWC 2019 di Barcelona Sabtu (23/2/2019) waktu Spanyol. 

Senada dengan Anyi, Director of Standars Research Oppo, Henry Tang, mengatakan Oppo selalu berupaya menghadirkan teknologi terbaru ke penggunanya, tidak terkecuali layanan 5G.

Dia mengatakan Oppo sudah memulai tim standarisasi 5G sejak 2015. Sejak itu, pengembangan 5G terus dilakukan hingga akhirnya tahun lalu, Oppo memperkenalkan purwarupa smartphone 5G besutannya.

Menurut Henry, kehadiran smartphone 5G Oppo tidak hanya menghadirkan konektivitas yang lebih baik, tapi juga cara menikmati konten yang lebih beragam.

“Kami berencana menghadirkan layanan 5G cloud gaming yang dapat menghadirkan gim AAA ke perangkat mobile,” tuturnya menjelaskan.

Tidak hanya itu, kehadiran smartphone 5G pertama Oppo ini nantinya turut merevolusi kehidupan pengguna smartphone dalam menikmati konten video 4K, 8K, hingga tiga dimensi (3D).

Turut hadir dalam acara itu adalah President Qualcomm, Cristiano Amon, yang menyebut Oppo sebagai salah satu rekanan dengan visi dan misi sama untuk menghadirkan teknologi baru ke industri.

Sebagai bagian dari pengembangan 5G ini, Oppo juga mengumumkan telah memulai sebuah proyek khusus 5G bersama sejumlah rekanan, seperti Telstra, Swisscom, Optus, dan Singtel.

2 dari 2 halaman

Oppo Resmi Umumkan Kehadiran Kamera 10x Lossless Zoom

Dalam kesempatan tersebut, VP Oppo Anyi Jiang juga menuturkan Oppo terus berupaya menjangkau pasar global secara lebih luas. Karenanya, Oppo selalu mengadopsi teknologi baru untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

“Kami selalu berupaya untuk selalu satu langkah lebih dekat dengan konsumen,” tuturnya saat konferensi pers di MWC 2019, Sabtu (23/2/2019), waktu Barcelona. Salah satu yang diperkenalkan Oppo dalam ajang tahun ini adalah teknologi 10x lossless zoom.

Menurut Product Manager Oppo, Chuck Wang, teknologi ini dihadirkan Oppo agar lebih banyak pengguna smartphone dapat mengeksplosari fotografi dan membuat hasil karya yang tidak kalah dari fotografer profesional.

“Dengan teknologi yang kami perkenalkan ini, pengguna perangkat Oppo dapat mengambil gambar yang menakjubkan dengan sangat mudah,” ujarnya menjelaskan. Untuk memungkinkan hal tersebut, Oppo menggunakan konfigurasi tiga lensa kamera belakang.

Chuck menuturkan tiga kamera tersebut itu terdiri dari lensa utama beresolusi 48MP, satu lensa ultra wide 120 derajat, dan satu lensa telephoto. Ketiga lensa itu mampu menangkap focal lenghts yang luas mulai dari 16mm-160mm, sehingga menghasilkan 10x lossless zoom.

Lebih lanjut Chuck menuturkan agar lensa ini dapat disematkan di smartphone, Oppo mengembangkan modul periskop berstruktur horizontal. Hal itu memungkinan ketebalan lensa berkurang hingga hanya sekitar 6,76mm, hampir setara dengan Oppo R17 Pro.

“Biasanya, saat mengambil foto zoom, hasil foto akan menjadi buram. Untuk mengatasi hal tersebut, kami menyertakan optical image stabilization (OIS) di lensa utama dan telephoto. Presisi stabilitasi lensa telephoto ini mencapai 0.001445 derajat,” tutur Chuck.

Lantas, kapan produk smartphone Oppo dengan teknologi 10x lossless zoom akan rilis? Chuck menuturkan smartphone Oppo yang hadir dengan teknologi baru ini siap diproduksi dan direncanakan hadir pada kuartal kedua 2019.

(Sulung/Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Oppo Pamer Teknologi Zoom 10x, Apa Kehebatannya?

Barcelona – Tidak hanya membeberkan kesiapannya dalam menyongsong era 5G, Oppo turut memamerkan kehebatan teknologi 10x Lossless Zoom.

Product Manager Oppo Chuck Wang menjelaskan pihaknya membesut struktur tiga kamera belakang untuk mengatasi tantangan beragam jarak fokus dan zoom. Struktur ini terdiri dari kamera utama yang berukuran 48 MP.

Kamera kedua menggunakan lensa dengan ulta-wide-angle 120 derajat. Lalu kamera ketiga yang memakai lensa telephoto yang bertanggung jawab atas beragam jarak fokus.

“Panjang fokus lensa telephoto sepuluh kali dari lensa ultra wide angle, Dari 160 mm ke 160mm,” ungkap Wang.

Kendalanya ponsel saat ini harus tampil ramping dan bagian belakang flat. Tapi Oppo punya cara agar tetap ponselnya bisa men-zoom 10 kali tapi membuat modul kamera dengan ketebalan 15 mm saja. Modul periscope menjadi kuncinya.

Oppo Pamer Teknologi Zoom 10x, Apa Hebatnya?Foto: Anggoro Suryo Jati/detikINET

“Kami menempatkan struktur kamera dalam layout horizontal. Lalu kami gunakan kaca prisma dalam sistem lensa sehingga secara signifikan mengurangi ketebalan lensa,” jelas Wang.

“Bayangkan modul kamera hanya punya ketebalan 6,76mm, mengurangi 55% ketebalan. Nyaris sama tebalnya dengan lensa yang dipiliki R17 Pro,” imbuhnya.

Tapi tidak hanya itu rahasianya. Oppo turut menempatkan dua motor auto fokus pada kamera utama dan wide-angle-lens pada modul yang sama. Hal ini mengurangi 13% ruang sehingga pihaknya dapat menempatkan sensor besar pada lensa telephoto agar kualitas gambar lebih tajam dan realistis.

Oppo Pamer Teknologi Zoom 10x, Apa Hebatnya?Foto: Anggoro Suryo Jati/detikINET

Agar tidak blur ketika melakukan zoom, Oppo menempatkan Optical Image Stabilization pada kamera utama dan telephoto.

“Ketika kita menggunakan 10x Lossless Zoom, presisi stabilisasinya mencapai 0,001445 derajat. Ini 73% peningkatan dari teknologi Oppo 5X Lossless Zoom,” terang Wang.

Kabar baiknya, pengguna tidak harus menunggu lama untuk mencicipi inovasi Oppo ini. Vendor asal China itu telah memastikan akan memproduksi massal.

“Teknologi ini akan hadir di ponsel baru kami yang akan dirilis di kuartal kedua tahun ini. Sehingga pengguna dapat satu langkah lebih depat ke setiap momen hebat dalam hidupnya,” pungkas Wang.

Oppo Pamer Teknologi Zoom 10x, Apa Hebatnya?Foto: Anggoro Suryo Jati/detikINET

(afr/afr)

Oppo Resmi Ungkap Teknologi Kamera 10x Lossless Zoom di MWC 2019

Liputan6.com, Barcelona – Oppo akhirnya mengumumkan kehadiran dua teknologi anyar besutannya ke publik. Bertempat di Mobile World Congress (MWC) 2019, perusahaan asal Tiongkok itu secara resmi memperkenalkan teknologi kamera 10x lossless zoom.

Dalam kesempatan tersebut, VP Oppo, Anyi Jiang menuturkan, Oppo terus berupaya untuk menjangkau pasar global secara lebih luas. Karenanya, Oppo selalu mengadopsi teknologi baru untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

“Kami selalu berupaya untuk selalu satu langkah lebih dekat dengan konsumen,” tuturnya saat konferensi pers di MWC 2019, Sabtu (23/2/2019), waktu Barcelona. Salah satu yang diperkenalkan Oppo dalam ajang tahun ini adalah teknologi 10x lossless zoom.

Menurut Product Manager Oppo, Chuck Wang, teknologi ini dihadirkan Oppo agar lebih banyak pengguna smartphone dapat mengeksplosari fotografi dan membuat hasil karya yang tidak kalah dari fotografer profesional.

“Dengan teknologi yang kami perkenalkan ini, pengguna perangkat Oppo dapat mengambil gambar yang menakjubkan dengan sangat mudah,” ujarnya menjelaskan. Untuk memungkinkan hal tersebut, Oppo menggunakan konfigurasi tiga lensa kamera belakang.

2 dari 3 halaman

Kombinasi Tiga Lensa Kamera

Oppo ungkap kemampuan Teknologi kamera 10x zoomless. (Liputan6.com/ Sulung Lahitani)

Chuck menuturkan tiga kamera tersebut itu terdiri dari lensa utama beresolusi 48MP, satu lensa ultra wide 120 derajat, dan satu lensa telephoto. Ketiga lensa itu mampu menangkap focal lenghts yang luas mulai dari 16mm-160mm, sehingga menghasilkan 10x lossless zoom.

Lebih lanjut Chuck menuturkan agar lensa ini dapat disematkan di smartphone, Oppo mengembangkan modul periskop berstruktur horizontal. Hal itu memungkinan ketebalan lensa berkurang hingga hanya sekitar 6,76mm, hampir setara dengan Oppo R17 Pro.

“Biasanya, saat mengambil foto zoom, hasil foto akan menjadi buram. Untuk mengatasi hal tersebut, kami menyertakan Optical Image Stabilization (OIS) di lensa utama dan telephoto. Presisi stabilitasi lensa telephoto ini mencapai 0.001445 derajat,” tutur Chuck.

Lantas, kapan produk smartphone Oppo dengan teknologi 10x lossless zoom akan rilis? Chuck menuturkan smartphone Oppo yang hadir dengan teknologi baru ini siap diproduksi dan direncanakan hadir pada kuartal kedua 2019.

3 dari 3 halaman

Smartphone 5G Oppo

Bersamaan dengan acara ini, Oppo secara resmi memperkenalkan smartphone 5G pertamanya ke publik. Director of Standars Research Oppo, Henry Tang, mengatakan Oppo selalu berupaya menghadirkan teknologi terbaru ke penggunanya, tidak terkecuali layanan 5G.

Oleh sebab itu, dia mengatakan Oppo sudah memulai tim standarisasi 5G sejak 2015. Sejak saat itu, pengembangan 5G terus dilakukan hingga akhirnya menutup tahun lalu, Oppo memperkenalkan purwarupa smartphone 5G-nya yang mengambil desain Find X.

Menurut Henry, kehadiran smartphone 5G Oppo tidak hanya menghadirkan konektivitas yang lebih baik, tapi juga layanan konten yang lebih beragam.

“Kami berencana menghadirkan layanan 5G cloud gaming yang dapat menghadirkan gim AAA ke perangkat mobile,” tuturnya menjelaskan.

Turut hadir dalam acara itu adalah President Qualcomm, Cristiano Amon, yang menyebut Oppo sebagai salah satu rekanan dengan visi dan misi sama untuk menghadirkan teknologi baru ke industri.

Sebagai bagian dari acara ini, Oppo juga mengumumkan telah memulai sebuah proyek khusus 5G bersama sejumlah rekanan, seperti Telstra, Swisscom, Optus, dan Singtel.

(Sulung/Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Korban Incest Ayah, Kakak dan Adik di Lampung Trauma, Tatapannya Kosong

Lampung – Perempuan berinsial AG (18) jadi korban incest atau hubungan sedarah yang dilakukan ayahnya M (45) dan kakaknya SA (24), serta adiknya YF (15). Korban kini dalam kondisi trauma.

“Kalau kondisi fisiknya bagus, cuma dia memang pandangannya agak kosong. Psikisnya sudah mulai kena. Ketakutan lah, trauma,” kata Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas saat dihubungi detikcom lewat telepon, Sabtu (23/2/2019).

AKP Edi menjelaskan, AG saat itu tinggal bersama ibu dan neneknya. Saat ibunya meninggal karena sakit, M membawa AG tinggal di rumahnya di wilayah Kabupaten Pringsewu, Lampung. Setelah AG tinggal sekitar 2 bulan, M melancarkan perbuatan bejatnya memperkosa. Perbuatan bejat itu kemudian diikuti kedua putranya SA dan YF.


AG diperkosa ayah, kakak dan adiknya berulangkali setiap hari, bergantian. Tetangga awalnya sulit mengendus perbuatan bejat ini karena M dan keluarganya dikenal tertutup.

Saat ini, lanjut AKP Edi, AG tinggal bersama pamannya. Senin (25/2) AG rencananya akan diperiksa dan dibawa ke dokter dan psikolog untuk mendalami kasus ini.

“Korban sekarang ini ada dengan keluarganya, sama pamannya. Kami juga mau cek kondisinya dengan dokter dan psikolog, pemerhati, kenapa keluarga ini bisa seperti ini. Kita mau urut ke belakang supaya hal-hal ini tidak terjadi lagi. Mudah-mudahan dinas terkait, pemda terkait bisa memberi bantuan juga pada korban ini,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanggamus Ipda Primadona Laila. Pihaknya masih terus mendalami kasus ini.

“Ini lagi coba kita dalami lagi karena bapaknya tahu anak-anaknya itu menyetubuhi anak kandungnya tapi dibiarkan saja. Saling tahu tapi dibiarkan. Waktu itu adiknya yang bungsu ini melihat kalau saudara perempuannya ditiduri bapaknya, dibiarin. Jadi saling tahu mereka ini,” kata Ipda Dona saat berbincang dengan detikcom lewat telepon.

Ipda Dona sendiri merasa sangat prihatin dengan kondisi AG. Menurutnya, AG mengalami keterbelakangan mental. Pihaknya akan terus memonitor kondisi AG.

“Sejauh ini belum kita temukan adanya gejala kehamilan karena korban juga baru mau kita ambil keterangannya Senin besok dengan didampingi ahli bahasa. Korban bukan kategori tunarungu, tunawicara atau tunagrahita tapi dia memang masuk dalam katagori disabilitas karena kalau ditanya harus ada panduan, ada yang mendampingi, jadi bisa jelas,” ujar Ipda Dona.

Korban Incest Ayah, Kakak dan Adik di Lampung Trauma, Tatapannya KosongBarang bukti yang disita polisi dari rumah pelaku Foto: Dok. Polres Tanggamus

“Secara visual anaknya sehat. Anaknya putih, cantik malah. Tapi dia keterbelakangan mental. Mungkin karena tidak mengenyam pendidikan. Kurang lebih seperti itu. Kalau kita lihat matanya kosong. Psikisnya sudah kena,” sambungnya.

Ipda Dona menambahkan, dirinya berharap pemerintah dan lembaga dan dinas terkait ikut mengawal kasus ini. Dia berharap nasib AG diperhatikan, agar masa depannya jelas. Dia sendiri telah meminta Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, (LPAI) Seto Mulyadi meluangkan waktu untuk datang memonitor kasus ini.

“Kejadian ini ada wilayah hukum Kabupaten Pringsewu, sementara di sini polresnya Unit PPA baru ada di Polres Tanggamus. Jadi tujuan kita buat narik kasus tersebut supaya lebih intens ditangani oleh unit PPA yang ada di Polres Tanggamus. Sementara kita di P2TP2A kita maupun Teksos kita yang ada di Tanggamus itu berjalan memang aktif. Tapi P2TP2A di sini tidak mau nanti disalahkan kalau mengambil alih kasusnya untuk menyelamatkan korban sementara P2TP2A Pringsewu ada. Harus koordinasi intinya,” ucapnya.

“Nanti kalau berkenan datang ke sini bisa menekankan ke pemkab setempat untuk bisa memberikan jaminan pemenuhan hak-hak korban ke depannya, masa depannya seperti apa. Apakah masuk Dinsos, atau mendapat pelatihan atau bimbingan. Karena ke depan siapa yang mau jamin? Lebih aman dia jadi anak negara saja,” sambungnya.
(hri/idh)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pesta Gol ke Gawang Persidago, Persebaya Tembus 8 Besar Piala Indonesia

Liputan6.com, Surabaya – Persebaya Surabaya membekuk Persidago Gorontalo 7-0 pada leg kedua babak 16 besar Piala Indonesia di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (23/2/2019). Hasil ini membawa mereka ke perempat final.

Amildo Balde jadi bintang Persebaya dengan membuat empat gol (27, 30, 56, 87). Sedangkan gol lainnya disumbang Otavio Dutra (34), Hansamu Yama (37), dan Damian Lizio (45+1).

Pada 25 menit babak pertama berjalan, tuan rumah sempat kesulitan menembus pertahanan Persidago yang tampil ngotot dan memberikan perlawanan maksimal. Baru pada menit ke-27, top skorer Persebaya sementara di Piala Indonesia, Amildo Balde mencetak gol melalui tendangan keras kaki kanannya dari dalam kotak penalti memaksimalkan umpan terobosan Manuchehr Jalilov.

Tiga menit berselang, lagi-lagi kombinasi kerja sama Jalilov dan Balde membuat kiper Persidago Mario Fabiyo Londok memungut bola dari gawangnya setelah Balde mencetak gol keduanya. Gol ketiga Persebaya dicetak bek asing yang tidak lama lagi berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), Otavio Dutra, menit ke-34 memanfaatkan bola muntah sundulan Balde yang terbentur tiang gawang.

Gol berikutnya Persebaya kembali dicetak pemain belakang, yang kali ini melalui Hansamu Yama lewat sundulan kepala memanfaatkan umpan terukur tendangan bebas Damian Lizio menit ke-37.

Pada injury time babak pertama, giliran striker baru asal Bolivia, Damian Lizio, yang membuktikan kualitasnya usai lolos jebakan offside untuk menaklukkan kiper Persidago.

Skor 5-0 bertahan hingga wasit Fariq Hitaba asal Yogyakarta membunyikan peluit tanda berakhirnya 45 menit babak pertama.

2 dari 3 halaman

Babak Kedua

Babak kedua berjalan 11 menit, kembali Amildo Balde menunjukkan kelasnya sekaligus membuktikan pantas menggantikan peran David Da Silva yang musim lalu menjadi predator di Persebaya.

Gol tercipta memanfaatkan kesalahan bek Persidago yang gagal mengontrol bola silang kiriman Ruben Sanadi sehingga bola terlepas dan dicocor keras oleh Balde dari dalam kotak penalti.

Persidago bukannya tanpa serangan, berkali-kali striker bernomor punggung 14, Ismail Adam memaksa kiper Persebaya Abdul Rohim bekerja ekstra keras menghalau sejumlah peluang.

Menit ke-87, lagi-lagi Amildo Balde mengoyak jala Persidago yang kali ini melalui sundulan kepalanya usai menerima umpan silang matang Alwi Slamat. Gol keempat pemain yang pernah merumput di Celtic FC itu menjadi gol penutup laga, sekaligus menegaskan gol agregat menjadi 11-1 (leg pertama 4-1 untuk Persebaya).

3 dari 3 halaman

Satu Tempat Tersisa

Sementara itu, dari delapan tim yang akan berlaga di perempat final, sudah ada tujuh tim yang sudah memastikan lolos, yakni Persib, Madura United, Persija Jakarta, Borneo FC, PSM Makassar, Bali United dan Persebaya.

Satu tiket lagi masih diperebutkan antara PSIS Semarang dan Bhayangkara FC yang akan bermain pada Minggu (24/2/2019).

Kisah Anak Difabel yang Diam-diam Punya Kehidupan Online Menakjubkan

Oslo

Robert dan Trude meratapi kehidupan sepi dan terkungkung yang mereka pikir dijalani Mats, anak mereka yang difabel. Namun ketika Mats wafat, pasangan itu baru sadar bahwa banyak orang di Eropa menyalakan lilin tanda berkabung untuk putra mereka.

Artikel ini pertama kali terbit di situs radio Norwegia, NRK.

“Pola pikir kami sangat tradisional. Kami tak ingin dia mengubah atau mengacaukan ritme kesehariannya.”

Duduk di sebuah kafe dekat kantornya di alun-alun kota Oslo, Norwegia, Robert Steen (56) memaparkan betapa ia kerap khawatir jika anaknya tak kunjung terlelap hingga tengah malam.

“Jika melihat ke belakang, saya rasa kami seharusnya lebih tertarik pada gim, dunia di mana putra kami menghabiskan hampir seluruh waktunya,” kata Robert.

“Karena kami tak punya ketertarikan itu, kami kehilangan kesempatan untuk mengetahui yang tidak kami pahami,” tuturnya.

Robert menyampaikan kata-kata terakhir tentang Mats akhir tahun 2014 di sebuah kapel di satu pemakaman di ibu kota Norwegia.

Di antara mereka yang duduk mendengarkan pidato itu, termasuk sanak famili dan sejumlah tenaga medis yang mengenal dekat Mats, ada sekelompok orang asing.

Hanya Robert yang pernah bertemu mereka. Itu pun baru sekali: malam sebelum pemakaman.

Beberapa tahun di akhir hidupnya, Mats hampir tidak pernah meninggalkan ruang bawah tanah di flat milik keluarganya.

Jadi cukup aneh bahwa ada orang-orang tak dikenal datang ke pemakamannya. Mats sendiri bahkan tidak pernah berjumpa dengan mereka.

Sebelum kematiannya, tamu-tamu yang berduka itu tidak mengenal Mats sebagai Mats, tapi Ibelin, seorang keturunan ningrat, perayu ulung, dan detektif.

Beberapa orang asing yang menghadiri pemakaman itu tinggal di dekat rumah Mats, tapi sebagian lainnya datang dari jauh. Kedatangan mereka dilandasi satu tujuan: meratapi kawan baik.

Di upacara pemakaman, salah satu dari orang asing itu tampil ke depan dan memberi sepatah kata. Ia berkata bahwa banyak orang di Eropa berkumpul dan menyalakan lilin untuk Mats.

Nasib telah tersurat di bintang-bintang, dan kenyataan tercantum dalam DNA-nya.

Mats, yang berlarian keliiling rumah sambil mengenakan mahkota saat ulang tahun keempat pada Juli 1993, akan menghadapi kenyataan bahwa ia bakal segera lumpuh.

Robert dan Trude mendengar vonis medis itu pada Mei 1993 di Rumah Sakit Ulleval.

Mereka belakangan paham mengapa putra mereka selalu jatuh dari ayunan dan menyakiti diri sendiri.

Sama halnya dengan kenapa Mats tidak memanjat tangga papan luncur di taman anak-anak, meski ia gemar merosot.

Juga penyebab Mats kerap menekuk lutut seperti orang tua saat beranjak dari posisi duduk dan alasannya tak berusaha berlomba dengan anak-anak seusianya.

Tim dokter berkata kepada Robert dan Trude bahwa Mats mengidap duchenne muscular dystrophy (DMD), sebuah gangguan yang menyebabkan pengenduran otot dan kerap menyerang anak laki-laki.

Gen dalam tubuh Mats mengandung kekeliruan yang mencegah ototnya berkembang secara normal. Itu pula yang akhirnya menghancurkan otot-ototnya.

“Setelah kami menidurkan Mats, malam itu kami memanggil dokter. Kami mendapat hak istimewa itu. Kami dapat menelepon dokter kapan pun kami membutuhkan informasi,” kata Robert.

Bersama Trude, Robert berbicara kepada dokter via telepon selama lebih dari setengah jam. “Setidaknya (penyakit) ini tidak akan membunuh anak saya!” kata Robert.

“Dokter terdiam beberapa saat, lalu berkata, ‘Tidak, tapi pengalaman kami menunjukkan, pasien kami yang menderita penyakit ini tidak akan bertahan lebih dari umur 20 tahun,'” tuturnya.

Robert terdiam. “Mats mampu mencapai 25 tahun.”

Di kediaman keluarga di Ostensjo, sebelah tenggara Oslo, Robert dan Trude mengupayakan segala cara untuk putra mereka.

Mats diyakini tidak akan menjalani kehidupan normal seperti yang ada dalam bayangan orang tuanya. Dia akan mati muda dan dipisahkan dari mereka tanpa memberi arti apapun kepada dunia.

Namun seluruh anggapan itu keliru.

Jika DNA telah merancang kehidupan kita sebelum kita dilahirkan, mampukah kita memilih masa depan kita sendiri?

Faktanya, Mats menemukan jalan keluar dan menciptakan sosok baru atas dirinya sendiri.

Di awal dekade 2000-an, Robert dan keluarganya pindah ke sebuah rumah di Langhus, sebelah selatan Oslo. Rumah itu dirancang agar ramah kursi roda.

Walaupun Mats diizinkan bermain konsol permainan grafis Game Boy selama libur sekolah, sosok Mario Bros tetap tak dapat memahami rasanya menjadi sosok yang berbeda.

Mats terus duduk di kursi roda bersama asisten yang mendampinginya ke mana pun.

Robert dan Trude terus memikirkan aktivitas yang mungkin disenangi Mats pada waktu senggang, terutama ketika kawan-kawan sekelasnya bermain sepakbola atau berlarian di luar ruangan.

Barangkali gim online? Robert memberi Mats kata sandi komputer keluarga. Dan sejak saat itu, sebuah dunia yang baru terbuka bagi anak berusia 11 tahun tersebut.

“Selama 10 tahun terakhir hidupnya, Mats bermain antara 15 ribu hingga 20 ribu jam. Itu setara dengan bekerja penuh waktu selama 10 tahun,” kata Robert.

Namun gim itu ternyata menimbulkan percekcokan dalam keluarga.

“Ketika perawat datang pukul 10 malam, Mats sudah tidur. Pekerjaan mereka mengawasi Mats di tempat tidur, bukan memaksanya untuk tidur.”

“Mats protes, ogah-ogahan mengikuti perintah itu,” ujar Robert.

Mats ternyata telah berevolusi menjadi pemain gim. Dan pemain gim tidak tidur sebelum larut.

Lantas siapakah Mats selama jam permainan itu? Dia menjadi Lord Ibelin Redmoore dan kadang-kadang Jerome Walker.

“Ibelin dan Jerome adalah perpanjangan diri saya. Mereka mewakili sisi lain kepribadian saya,” tulis Mats.

Mats membenamkan diri ke planet Azeroth dalam gim populer World of Warcraft.

Azeroth adalah dunia fantasi yang mistis. Terdapat sejumlah benua, lautan, hutan, tebing dan tanah datar, perkampungan serta kota.

Mats menghabiskan hampir seluruh waktunya di sebuah wilayah yang bernama Eastern Kingdoms.

Sebagai pemain gim online, Anda akan memahami dunia itu satu per satu, seperti halnya Anda mengenal dunia nyata secara fisik.

Di dunia khayalan itu terdapat tempat untuk berwisata, wilayah dan kota yang akan Anda kuasaisebagian lebih baik dibandingkan lainnya.

Di area tertentu, Anda wajib berhati-hati, sementara di wilayah lainnya Anda akan dengan senang hati menjelajah. Anda akan menemukan penginapan di suatu kawasan, lalu bertemu orang-orang baru yang menarik.

Begitulah semestinya dunia berjalan. Dan seperti itu pula Azeroth bergulir.

Mats menempuh perjalanan hidupnya di sana dan menemukan lingkaran pertemanan dengan orang-orang menyenangkan.

“Saat saya melewati ruang bawah tanah Mats pada siang hari, gordennya tertutup. Itu adalah kepedihan yang saya ingat betul,” ucap Robert yang bekerja di bagian keuangan kantor wakil wali kota Oslo.

“Oh tidak, saya pikir dia belum memulai harinya. Saya sedih karena dunianya sangat terbatas.”

Tapi mereka yang tak bermain gim tidak dapat melihat gambaran utuhnya. Mereka tidak tahu bahwa gim lebih dari sekadar menembak dan mendapatkan poin.

“Kami pikir ini semua hanyalah permainan. Kami kira itu sebuah kompetisi yang seharusnya dimenangkan,” kata Robert.

Lalu muncul pula persoalan ritme sirkadian di tubuh Mats, di setiap waktu selama 24 jam kesehariannya.

“Kami tidak mengerti mengapa sangat penting bagi Mats untuk terus online saat petang dan malam.”

“Tentu saja orang tidak bermain pagi atau siang hari karena itu adalah waktu di mana mereka berada di sekolah atau tengah bekerja.”

“Kami awalnya memahami semua ini setelah ia wafat. Di akhir hayatnya, kami masih berkeras ia harus tidur jam 11 malam, seperti orang-orang normal lainnya,” ujar Robert.

Lisette Roovers adalah salah satu kawan Mats di dunia gim online yang berasal dari Breda, Belanda. Ia hadir dalam pemakaman Mats tahun 2014.

Lisette juga datang ke Norwegia untuk mengunjungi temannya, Kai Simon Fredriksen, yang juga bermain gim online bersama Mats.

“Saya mengenal Mats bertahun-tahun. Sangat mengejutkan mendengar kabar ia meninggal dan itu berdampak pada saya,” kata Lisette.

Lisette kini berusia 28 tahun. Ia berumur 15 tahun ketika bertemu Mats yang kala itu berusia 16 tahun. Atau tepatnya, ketika karakter gim Lisette, Rumour, bertemu Ibelin.

“Kami bertemu di Goldshire,” kata Lisette.

“Itu bukan tempat yang nyaman lagi, tapi saat itu Goldshire adalah kampung kecil yang menyenangkan, di mana Anda bisa bertemu karakter baru yang menarik.”

“Saya mencari seseorang untuk bermain. Di antara mereka yang di duduk di api unggun adalah sosok yang belakangan saya kenal sebagai Ibelin,” kata Lisette.

“Sayaatau Rumourbertingkah laku impulsif. Saya keluar dari semak-semak dan merebut topi Ibelin. Kami berdiri dan saling menatap beberapa saat, lalu saya kabur membawa lari topinya.”

Lisette tersenyum kecil.

Mats juga menulis perjumpaan pertamanya dengan Lisette di sebuah unggahan blog berjudul Love.

“Di dunia yang lain ini, seorang anak perempuan tidak akan melihat kursi roda atau hal-hal lain sebagai pembeda. Mereka akan menemukan jiwa, hati, dan pikiran saya yang hidup dalam tubuh yang kuat dan cakap,” tutur Mats.

“Untungnya, hampir sebagian besar karakter di dunia virtual ini terlihat menawan,” tambahnya.

Di sisi lain, Lisette berkata, “Mats adalah kawan baik, kadang-kadang ia teman yang sangat dekat.”

“Kami saling bertukar pesan tentang apapun, tapi dia tidak menceritakan kondisinya. Saya kira kehidupannya sama sepertinya saya, contohnya kami sama-sama membenci sekolah.”

Tapi ada hal-hal yang sempat tidak mereka sepakati.

“Dia menulis bahwa ia membenci salju, sedangkan saya menyukainya. Saya tidak mengerti bahwa ketidaksukaannya itu berkaitan dengan kursi roda. Saya tidak tahu sama sekali,” kata Lisette.

Kecintaan Lisette pada gim membuat orang tuanya khawatir. Mereka takut studinya terganggu dan Lisette tak akan memiliki kehidupan sosial.

Keputusan yang diambil orang tuanya adalah memutus akses Lisette kepada gim online. “Dijauhkan dari kawan-kawan di permainan itu sangat berat bagi saya,” tuturnya.

Namun Mats bersiasat untuk melanggengkan perkawanan itu. Meski ia tak menemukan Lisette di gim itu, Mats berkomunikasi dengannya melalui saluran lain.

“Dia menulis surat yang sangat serius untuk orang tua saya dan mendorong mereka memahami betapa penting gim itu bagi saya. Saya menyimpan surat itu,” kata Lisette.

Robert dan Trude tahu putra mereka saling berbalas pesan dengan seseorang bernama Lisette.

“Mats sempat berbicara tentang karakter gim itu sejumlah avatartapi kami tidak memperhatikan secara khusus. Dia cerita pada kami tentang Rumour, dan tentang hal-hal lainnya,” kata Robert.

“Dia atau Lisette mengirimnya kado, termasuk pada hari ulang tahunnya. Itu sangat menyentuh dan kami menggodanya. Dia tersipu dan sangat malu.”

“Kami pikir Lisette adalah teman baik karena hadiah-hadiah itu. Anda bisa menyebut kado itu sebagai bukti nyata pertemanan.”

“Kami tidak menyebut orang-orang yang bersentuhan dengannya sebagai kawan. Kami menyebut mereka avatar. Persepsi kami tentang pertemanan sangatlah tradisional,” ujar Robert.

Dalam gim World of Warcraft, Anda dapat bermain sendiri atau bergabung dengan orang lain dan membentuk kelompok atau serikat.

Mats adalah bagian dari kelompok seperti itu yang bernama Starlight. Kawanan itu berisi 30 anggota.

“Tidak ada yang hanya sekadar menjadi anggota Starlight,” kata Robert yang kini memahami gim itu.

“Untuk menjadi anggota, Anda harus direkomendasikan seseorang yang telah lebih dulu masuk. Anda harus lulus masa percobaan selama satu hingga dua bulan,” ujarnya.

Starlight bertahan selama lebih dari 12 tahun dan kelompok ini masih aktif hingga kini.

“Starlight adalah grup yang spesial karena terus bersama dalam waktu yang sangat panjang. Itu barangkali didasarkan pada pertemanan yang sangat mendalam,” kata Robert.

Kai Simondikenal sebagai Nomine dalam permainan ituberusia 40 tahun. Ia adalah pemimpin Starlight.

Setiap tahun sejak Mats meninggal tahun 2014, Starlight menggelar peringatan khusus untuk mengenang kawan mereka itu.

Tahun 2018, saat tengah mengenang Lord Ibelin Redmoore, Kai Simon berkata kepada rekan-rekannya agar lebih fokus berlari dan berenang.

“Ibelin adalah seorang pelari,” kata Kai. “Sangat penting baginya untuk berlari dan berbagi pengalaman berlari itu dengan orang lain.”

Apakah Kai tengah berbicara tentang Mats atau karakter yang dimainkan Mats? Mungkin itu tidak penting. Barangkali memang seperti itu jika seseorang telah menyatu dengan karakter permainan.

Pada musim panas tahun 2013, Mats berusia 24 tahun. Keluarganya berlibur di Mallorca, Spanyol, sementara ia tak bisa ikut plesir dan tinggal di ruang bawah tanah bersama pendampingnya.

Mats sama sekali tidak boleh sendirian. Selama bertahun-tahun ia memiliki pendamping yang berbeda-beda, termasuk pamannya.

Mats beruntung, beberapa pendampingnya juga punya kesenangan yang sama terhadap gim online.

Ketika orang tuanya berada di Spanyol, Mats memulai blognya yang berjudul Musings of Life (Renungan Hidup). Dalam unggahan berjudul My Escape (Pelarian Saya), dia menulis tentang kehidupan di Azeroth.

“Keterbatasan saya tidak dipersoalkan, belenggu saya hancur dan saya bisa menjadi siapapun yang saya inginkan. Di sana saya merasa normal,” tulisnya.

Mats membagikan tulisannya itu kepada para anggota Starlight. Satu per satu. Itulah proses bagimana mereka akhirnya mengetahui kondisi yang dihadapi Mats dalam dunia offline.

Lisette mengingat kembali saat-saat ia membaca blog milik Mats pertama kali.

“Saya tumbang. Hati nurani saya terluka karena saya beberapa kali menggodanya di permainan gim dan tak pernah betul-betul sengaja melakukannya.”

“Lalu saya berpikir, ‘Apakah saya harus mengubah perilaku terhadapnya?’ Namun saya memutuskan tetap bersikap seperti biasanya. Dia juga menuliskan itu sebagai keinginannya.”

Tanggal 18 November 2014, Mats meninggal.

Dalam kondisi kritis, Mats dilarikan ke rumah sakit. Dokter sempat berhasil membuat kondisinya stabil dan mempertimbangkan untuk memulangkannya.

Namun belakangan seluruh keluarga Mats diminta segera datang ke rumah sakit.

“Dia berada di lantai empat, di ruangan di ujung koridor. Setiap detik sangat berharga. Koridor itu sangat panjang,” kata Robert.

Robert dan istrinya, Trude, datang terlambat.

Foto yang diabadikan Robert memperlihatkan seorang anak muda yang pucat dengan rambut berombak. Foto itu menggambarkan mata, hidung mancung dan mulut yang selama ini selalu ditutup masker pernafasan.

Mats terlihat seperti tengah tertidur pulas.

Beberapa tahun sebelum itu, Lisette membuatkan Mats sebuah gambar. Ibelin menopang Rumour. Syal menutup hidung dan mulut Ibelin.

“Mats menerima gambar itu melalui email,” kata Robert. “Sekarang gambar itu tergantung di tembok rumah kami.”

Sehari setelah Mats wafat, seluruh keluarganya berada di rumah. “Bel terus berbunyi, karangan bunga dan tetangga berdatangan. Kami menangis,” kata Robert.

Robert memikirkan orang yang harus ia beri kabar tentang kematian Mats. Dia mengingat para pemain gim dan mencari cara berkomunikasi dengan mereka secara langsung.

“Sebelum Mats meninggal, saya tidak pernah berpikir dapat memiliki kata sandinya.” Tapi kini Robert sangat membutuhkannya.

“Ketika itu, pikiran saya lalu tertuju pada blognya.”

Faktanya, Mats pernah memberi ayahnya kata sandi untuk masuk ke blognya. Saat itu, tujuannya agar Robert dapat terus-menerus memeriksa seberapa sering unggahan Mats dibaca publik.

“Anda tidak tahu siapa yang berperan dalam kehidupan anak Anda jika Anda tak mengenal dunia digital mereka,” kata Anne Hamill alias Chit, pakar psikologi berusia 65 tahun asal Inggris, yang juga berstatus anggota Starlight.

“Buat kesepakatan dengan anak Anda tentang bagaimana berkomunikasi dengan kawan-kawan dunia digital mereka, kalau-kalau sesuatu terjadi.”

“Kalau tidak, mereka memiliki sekelompok teman yang akan terus bertanya-tanya tentang apa yang terjadi,” kata Anne.

Di akhir unggahan blog tentang kematian Mats, Robert menuliskan alamat email bagi siapapun yang ingin berkomunikasi dengannya.

“Saya menulis itu lalu menangis. Saya mengetuk tanda ‘terbitkan’. Saya tidak tahu apakah akan ada balasan yang masuk sampai email pertama datang, sebuah pesan belasungkawa dari salah satu anggota Starlight.”

“Saya membaca email itu keras-keras, ‘Sangat pedih menulis pesan untuk seseorang yang tidak pernah saya temui, tapi sangat saya kenal.’ Pesan itu menghadirkan kesan mendalam,” ujar Robert.

Setelah itu datang lebih banyak pesan berisi ucapan duka cita dan tentu kehidupan Mats dalam permainan online itu.

“Mats melampaui batasan fisik dan memperkaya banyak orang di dunia,” begitu salah satu pesan itu.

“Kepergian Mats sangat memukul saya. Saya tak dapat menuliskan kata-kata betapa rindunya saya pada dia.”

“Saya tak percaya satupun orang di Starlight. Tapi jika saya harus memilih, saya hanya akan mempercayainya,” demikian pesan lain untuk Mats.

Ketika Starlight mengetahui kematian Mats, mereka mengumpulkan uang sehingga mereka yang berkantong tipis berkesempatan pergi ke Norwegia untuk menghadiri pemakaman.

Robert berkata, keluarganya sangat tersentuh.

“Kami mengangis dan terus menangsis akibat kebahagiaan emosional yang datang dari kenyataan tentang kehidupan Mats.”

“Dengan kawan-kawan yang nyata, orang-orang baik yang sangat peduli dan bersedia datang dari negara lain untuk melihat pemakaman orang yang tidak pernah mereka temui. Ikatan itu sangat kuat,” kata Robert.

Lisette datang dari Belanda. Begitu pula Anne yang terbang dari Inggris, Janina dari Finlandia, dan Rikke dari Denmark.

Atas nama anggota Starlight, Kai yang asli Oslo juga menggelar kebaktian.

“Saat kita berkumpul di sini, sebuah lilin dinyalakan bagi Mats di Belanda. Lilin lain dihidupkan di pusat Irlandia, dan di sebuah perpustakaan di Swedia.”

“Peringatan terhadapnya dilakukan di salon kecantikan di Finlandia, kantor pemerintahan di Denmark, dan banyak tempat di Inggris.”

“Di seluruh Eropa, Mats diingat oleh lebih banyak orang dibandingkan mereka yang punya kesempatan datang ke pemakaman ini.”

“Saya bertemu Mats di dunia di mana tidak ada persoalan tentang siapa dirimu, tubuh seperti apa yang kamu miliki atau bagaimana kamu terlihat di dunia nyata, di balik papan tuts,” ujar Kai.

“Di dunia itu, yang terpenting adalah sosok apa yang kamu pilih dan bagaimana kamu bersikap terhadap orang lain.”

“Yang menentukan siapa dirimu, adalah apa yang ada di sini (Kai meletakkan tangannya ke tempat peribadatannya) dan di sini (Kai menyentuh hatinya).”

Dalam blog miliknya, Mats menulis tentang monitor komputer yang ditatapnya hampir seumur hidupnya, “Ini bukan monitor, ini adalah gerbang ke manapun hatimu berkehendak.”

Vicky Schaubert bekerja untuk stasiun radio publik milik pemerintah Norwegia, Norsk rikskringkasting (NRK) di Oslo. Anda dapat membaca karyanya melalui tautan ini.

Kredit foto paling atas: Blizzard Entertainment/Patrick da Silva Saether/NRK


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Selain Kakak, Pelaku Incest di Lampung Juga Setubuhi Kambing-Sapi Tetangga

Lampung – Perempuan berinsial AG (18) jadi korban incest atau hubungan sedarah yang dilakukan ayahnya M (45) dan kakaknya SA (24), serta adiknya YF (15). YF diduga mengalami kelainan.

“Keluarga ini ada kelainan sepertinya karena adiknya ada pengakuan bahwa dia pernah berhubungan juga dengan binatang, kambing, sapi,” kata Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas saat dihubungi detikcom lewat telepon, Sabtu (23/2/2019).

“Nanti mau kami periksakan juga ke psikolog, pemerhati, kenapa keluarga ini bisa seperti ini, kita mau urut ke belakang supaya hal-hal ini tidak terjadi lagi,” sambungnya.


Menurut AKP Edi, para tersangka sudah menyetubuhi korban berulang kali sejak 2018. Korban tidak kuasa melawan karena takut dan mengalami keterbelakangan mental.

“Kakaknya itu sudah menyetubuhi 120 kali dalam setahun, adiknya 60 kali. Kalau bapaknya sudah berulang kali, saya yakin sudah sering,” jelasnya.

Selain Kakak, Pelaku Incest di Lampung Juga Setubuhi Kambing-Sapi TetanggaBarang bukti yang disita dari lokasi Foto: Dok. Polres Tanggamus

Hal senada juga disampaikan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanggamus Ipda Primadona Laila. Pihaknya terus melakukan pendalaman agar tepat menangani kasus ini.
“Ini lagi coba kita dalami lagi karena bapaknya tahu anak-anaknya itu menyetubuhi anak kandungnya tapi dibiarkan saja. Saling tahu tapi dibiarkan. Waktu itu adiknya yang bungsu ini melihat kalau saudara perempuannya ditiduri bapaknya, dibiarin. Jadi saling tahu mereka ini,” ujarnya saat berbincang dengan detikcom lewat telepon.

Menurut Ipda Dona, secara visual tidak ada keanehan dari tersangka M dan SA. Namun tersangka YF ini memang agak berbeda karena terlihat santai saat diperiksa. Saat ditanya, tidak ada penyesalan terlontar dari mulutnya telah berulangkali memperkosa kakak kandungnya sendiri.

“Memang yang nyeleneh dikit ini yang bungsu, yang kecil. Dia sempat meniduri kambing dan sapi milik tetangga. Kenapa kita bilang agak kelainan karena tidak ada rasa penyesalan. Hanya senyum cengengesan, nggak ada muka menyesal atau merasa malu, merasa berdosa, santai aja. Makanya kita Senin mau melakukan pemeriksaan psikologi, sudah panggil psikolog juga terkait kelakuan tiga pelaku ini,” ucapnya.
(hri/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sokratis: Pemain Arsenal Bela Ozil Hadapi Kritik

Liputan6.com, London – Bek Arsenal, Sokratis Papastathopoulos menjelaskan situasi Mesut Ozil belakangan ini. Bek asal Yunani itu menyebut seluruh pemain Arsenal membela Ozil menghadapi kritik.

Ozil tak lagi mendapat tempat di skuat Arsenal musim ini. Manajer Unai Emery kerap meninggalkannya di pertandingan penting.

Bahkan beberapa kali Emery mengkritik Ozil di depan publik. Ia menilai gelandang asal Jerman itu tak mampu konsisten saat berlatih maupun bertanding.

“Seluruh tim semua pemain ada di belakang Ozil. Kami tahu dia pemain penting di Arsenal,” kata Sokratis seperti dilansir Evening Standard.

“Saat tim tidak bermain bagus maka pasti ada satu orang yang menjadi sasaran kritik. Dan saya pikir itu tidak adil jika mengarah pada Ozil. Kita harus ingat kontribusinya selama beberapa tahun belakangan.”


2 dari 3 halaman

Baru Sembuh

Ozil sebenarnya pemain bergaji tertinggi Arsenal. Setiap pekannya ia mendapat bayaran sebesar 350 ribu pound.

Namun kabarnya ia akan dilepas musim panas mendatang. Apalagi Arsenal dikabarkan ingin mempermanenkan Denis Suarez dari Barcelona.

“Dia mengalami masalah karena baru sembuh dari cedera. Kini dia sudah bugar dan kami sangat membutuhkannya,” kata Sokratis.

3 dari 3 halaman

Jadwal

Berikut jadwal Liga Inggris Pekan ke-27:

Sabtu, 23 Februari

19:30 WIB, Burnley vs Tottenham Hotspur

22:00 WIB, AFC Bournemouth vs Wolverhampton

22:00 WIB, Newcastle United vs Huddersfield

Minggu, 24 Februari

00:30 WIB, Leicester City vs Crystal Palace

21:05 WIB, Arsenal vs Southampton

21:05 WIB, Manchester United vs Liverpool

Saksikan video pilihan di bawah ini